Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. JONI ALIANDO, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai
berikut :
- Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik KPK dan membenarkan keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga ; - Bahwa saksi sejak Tahun 2004 sampai dengan sekarang bekerja sebagai
PNS pada Departemen Kehutanan selaku Kasubbag Sarana Khusus pada Biro Umum;
- Bahwa tupoksi saksi selaku Kasubbag Sarana Khusus pada biro Umum adalah menyiapkan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan serta evaluasi sarana khusus berupa Radio Komunikasi dan pengelolaan Helikopter pada bagian perlengkapan di lingkungan biro umum Dephut;
- Bahwa saksi pernah menjadi Ketua Panitia dalam kegiatan pengadaan SKRT untuk DIPA 69 tahun 2006;
- Bahwa saksi diangkat selaku Ketua Panitia Pengadaan SKRT tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan nomor SK.171/II-Um/2006 tertanggal 15 Nopember 2006 dan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran DIPA Bagian Anggaran 69 nomor 30/KPTS-DIPA69/setjen/IX/2006 ;
- Bahwa pengangkatan saksi selaku Sekretaris Panitia Pangadaan SKRT tahun 2007 adalah : Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran DIPA Bagian Anggaran 69 nomor 03/KPTS/KPA-DIPA69/II/RK-5/2007;
- Bahwa Susunan panitia pengadaan tahun 2006, yakni :
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 119 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• IR.JONI ALIANDO, selaku Ketua Panitia Pengadaan • IR.SISWARNO, selaku Sekretaris Panitia Pangadaan • SIGIT PRAMONO, SH, selaku Anggota
• DRS. AGUS MARHADI, selaku Anggota • IR.MOCH.RUS'AN, selaku Anggota
Susunan panitia pengadaan tahun 2007, yakni :
• IR. ARYONO,MM, selaku Ketua Panitia Pengadaan • JONI ALIANDO, selaku Sekretaris
• HERLAN SUHERLAN, selaku anggota • IR.MOCH.RUS'AN, selaku anggota • AGUNG KUNCORO, SE, selaku anggota • DRS. AGUNG WISUKA, MM, selaku anggota • KUSTIYANA, SE.Ak, selaku anggota
• Bahwa untuk kegiatan pengadaan SKRT tahun 2006 meliputi Revitalisasi Jaringan SKRT danPerluasan Jaringan SKRT;
• Bahwa untuk Kegiatan pada tahun 2007 meliputi Revitalisasi SKRT, Perluasan jaringan SKRT dan Pengadaan radio mobile;
• Perluasan jaringan SKRT ini dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dan bukan Biro Umum karena Biro Perencanaan dan Biro Umum merupakan satu kesatuan namun anggaran di Departemen Kehutanan terdiri dari anggaran DIPA 029 dan DIPA 069, pada saat pengusulan anggaran 029 anggarannya tidak mencukupi sehingga diangarkan melalui APBN tambahan yaitu DIPA 069;
• Bahwa keberadaan Sigit Sutiyoso dalam pemyusunan dokumen pengadaan SKRT tersebut sepengetahuan pimpinan saksi yaitu Ir. Aryono;
• Bahwa arahan yang disampaikan oleh Terdakwa kepada panitia pengadaan adalah bahwa pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Sekjen Dep. Kehutanan yang dibiayai dari DIPA 69 harus segera dilaksanakan sesuai tupoksi masing-masing;
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 120 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Secara struktural atasan saksi adalah Kepala bagian perlengkapan dan pada saat itu Terdakwa menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan Kepala Biro Perencanaan Keuangan;
• Bahwa saksi kenal dengan Sigit Sutiyoso sejak tahun 2005, pada saat saksi menjabat Kepala Sub Bagian Sarana Khusus ;
• Bahwa saksi kenal Sigit Sutiyoso karena diperkenalkan oleh Putranevo A. Prayoga dalam perkenalan itu Putranevo A. Prayoga datang bersama Sigit Sutiyoso dan memberitahu bahwa Sigit Sutiyoso yang nantinya yang akan membantu pekerjaan di Dep. Kehutanan;
• Bahwa saksi mempunyai sertifikasi pengadaan barang dan jasa dari Bapenas;
• Bahwa penyusunan RAB tersebut dibawah kendali Kepala Biro Umum; - Bahwa saksi tidak mengetahui siapa yang menetapkan pemenang ; - Bahwa yang menyiapkan dokumen adalah Sigit Sutiyoso;
- Bahwa penyusuan dokumen di Hotel Pitagiri dibiayai oleh Anggaran Dep Kehutanan;
- Bahwa dalam proses pengadaan SKRT Tahun 2006 didahului dengan penyusunan RAB yang penyusunannya disiapkan oleh Sigit Sutiyoso;
- Bahwa saksi menerima draf- draf RAB itu berupa Soft copy dalam flash disc yang ditayangkan di Hotel Pitagiri dihadapan panitia dan sdr ARYONO juga hadir dalam pemaparan tersebut yang kemudian saksi sendiri yang mencetaknya;
- Bahwa RAB Tahun 2006 itu untuk kegiatan antara lain untuk kegiatan revitalisasi jaringan, perluasan jaringan;
- Bahwa fungsi RAB itu untuk seharusnya untuk pengusulan anggaran tetapi sebelum penyusunan RAB sudah ada persetujuan dari Dep. Keuangan; - Bahwa yang bertugas dalam penyusunan RAB adalah pejabat struktural di
Biro Umum;
- Bahwa yang menyusun RAB dari pihak luar dalam hal ini penyedia barang / PT. masaro bukan saksi karena saksi diperintah oleh Kepala Biro Umum bahwa supaya dibantu dan kemudian dari PT. Masaro memberikan Draf RAB tersebut;
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 121 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa saksi tidak ingat berapa nilai anggaran dalam RAB tersebut ; - Bahwa yang menyusun HPS adalah Panitia pengadaan ;
- Bahwa yang menjadi dasar dalam penyusunan HPS adalah price list, daftar-daftar bahan /peralatan yang dibutuhkan, standar harga dari Dep Kehut, Dep. Keuangan dan Dep. Perhubungan ;
- Bahwa price list ini diperoleh dari Kepala Biro Umum; - Bahwa yang menyiapkan HPS adalah Sigit Sutiyoso ;
- Bahwa nilai HPS itu hampir sama dengan nilai dalam RAB, perbedaanya dari standar satuan;
- Bahwa saksi bertemu dengan Putranevo sekitar tiga kali ;
- Bahwa Putranevo datang menemui saksi dalam rangka memonitor kegiatan-kegiatan pengadaan SKRT yang saksi lakukan dan Putranevo selalu menanyakan RABnya apakah sudah disiapkan atau belum;
- Bahwa saksi tidak pernah melihat Putranevo menemui Terdakwa ;
- Bahwa kegiatan Tahun 2007 mencakup kegiatan memberikan jaringan baru kepada Taman Nasional dan BKSDA yang belum ada jaringan SKRTnya; - Bahwa kegiatan Tahun 2007 tersebut juga mencakup kegiatan untuk
memberikan jaringan baru kepada Taman Nasional dan BKSDA yang belum ada jaringan SKRTnya dan salah satu itemnya ada kegiatan membangun tower-tower yang dikerjakan oleh Motorolla yang dalam hal ini adalah PT. Masaro;
- Bahwa di Departemen Kehutanan telah melakukan evaluasi terhadap pembangunan tower-tower yang hilang dan roboh yaitu yang melakukan adalah panitia penerimaan antara lain melakukan pengecekan ke lapangan apakah barang yang sesuai di kontrak dilaksanakan atau tidak;
- Bahwa dalam penyusunan dokumen sudah sesuai ketentuan yang berlaku tetapi sudah disiapkan oleh Sdr. Sigit Sutiyoso;
- Bahwa saksi tidak pernah menerima sesuatu berupa barang atau uang dari Putranevo ;
- Bahwa yang menyampaikan usulan anggaran SKRT adalah Kepala Biro Umum;
- Bahwa yang menjadi dasar Kepala Biro Umum menyampaikan anggaran SKRT adalah karena dalam surat rekomendasi Tahun 2007 dari DPR yang
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 122 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
ditujukan kepada Menteri dan didisposisikan kebawah dan saksi melaksanakan hal itu ;
- Bahwa saksi tidak mengetahui Sri Suranie Nani yang mengusulkan kepada Biro perencanaan bahwa ada perintah Menteri supaya diprioritaskan kegiatan SKRT;
- Bahwa saksi tidak pernah berhubungan lagsung dengan Terdakwa selaku KPA karena dalam proses pengadaan ini dokumen-dokumen sudah disiapkan oleh Sigit Sutiyoso atas intruksi Kepala Biro Umum;
• Bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan;
3. DR. Ir. BOEN MOCHTAR PURNAMA, dibawah sumpah yang pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik KPK dan membenarkan keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
• Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tetapi tidak ada hubungan keluarga ; • Bahwa saksi pernah menjabat sebagai Sekjen Departemen Kehutanan
sejak 2005 sampai dengan 2010 ;
• Bahwa Tugas kewenangan saksi sebagai Sekjen di Departemen Kehutanan sesuai BAP yaitu Koordinasi departemen, Penyelenggaraan administrasi umum, Penyelenggaraan administrasi dengan kementerian departemen lain dengan LPMD dan Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri dalam kaitan tugas lain dan tugas-tugas yang berhubungan dengan departemen kehutanan ;
• Bahwa saksi selaku pejabat struktural dibawah Sekjen ada Biro Umum, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Hukum, Biro Kepegawaian, Kepala Pusat Informasi, Pusat KLN, Pusat Pendidikan Pelatihan, Pusat Penyuluhan, Pusat Pembangunan Regional ;
• Bahwa kegiatan SKRT adalah kegiatan yang sudah berlangsung lama sejak tahun 1986 tetapi dihentikan pada tahun 2004 saat Menteri Kehutanan Muhammad Prakoso dan dimulai lagi saat Menteri Kehutanan dijabat MS. Ka’ban Tahun 2005, 2006 berlanjut hingga 2007;
• Bahwa saksi tidak mengetahui draf Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Dep. Kehutanan Nomor 171/II-um/2006 tentang Panitia Penunjukan
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 123 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Langsung Pekerjaan Revitalisasi Jaringan dan perluasan Jaringan SKRT di Dep. Kehutanan namun pada 14 Nopember 2006 Kepala Biro yaitu Sri Surani Nanie menghadap saya membawa draf SK dengan pengantar surat dari Kepala Biro yang diparaf oleh Sri Surani Nanie dan Aryono dan Sri Surani Nanie menjelaskan bahwa SK ini sudah sesuai dengan prosedur dan aturan dan pembuatan Surat Keputusan Struktural ini diperlukan dan SK segera dikeluarkan sebelum SK dari KPA diterbitkan untuk memulai persiapan karena menunggu penerbitan DIPA akan memakan waktu yang lama;
• Bahwa saksi tidak pernah memerintahkan Kepala Biro untuk membuat SK No. 171;
• Bahwa SK No. 171 diparaf oleh IR. Aryono dan Joni Aliando lalu ditandatangani oleh Sri Surani Nanie ;
• Bahwa kegiatan SKRT itu adalah merupakan kebijakan Menteri ;
• Bahwa sesuai surat pengantar pembuatan Surat Keputusan tersebut untuk pembentukan panitia saja;
• Bahwa saksi tidak mengetahui dan memerintahkan bahwa SK No. 171 tersebut untuk dijadikan dasar keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tentang pembentukan panitia Penunjukan Langsung;
• Bahwa saksi pernah berkomuniksasi dan berbicara dengan menteri membicarakan pengadaan SKRT mengenai menggunakan metode pengadaan SKRT dan pada saat itu menteri mengatakan “bahwa kalau dari dahulu yang mengerjakan SKRT itu memang PT. Masaro ya PT. Masaro saja“;
• Bahwa saksi pernah memberikan masukan kepada menteri mengenai prosedur penunjukan langsung tersebut sesuai Kepres No. 80 Tahun 2003;
• Bahwa saksi pernah bertemu dengan Putranevo A. Prayogo dan Putranevo menemui saksi menunjukan draf surat perencanaan anggaran yang merupakan surat dari Menteri Kehutanan ;
• Bahwa sebelum menerbitkan SK No. 171 tersebut, saksi tidak pernah berkomunikasi dengan Putranevo A. Parayogo;
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 124 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa orang bernama Anggoro Widjojo pernah datang menemui saksi sekitar Tahun 2007, pada saat itu Anggoro Widjojo diantar oleh Putranevo memperkenalkan diri sebagai Komisaris dari PT. Masaro;
• Bahwa Anggoro Wijojo datang menemui saksi untuk memberikan titipan berupa map warna hijau, kemudian saya menolak pemberian tersebut saya katakan “ ini apa?” dijawab Anggoro: ambil saja, lalu saya katakan “saya nggak usah”, kemudian Anggoro Wijojo mengatakan “ ini ada titipan buat Pak Boen dan yang lain sudah diberikan “ kemudian map tersebut oleh Anggoro diletakkan diatas meja saya lalu Anggoro keluar dari ruangan saksi ;
• Bahwa isi titipan yang diberikan oleh Anggoro Wijojo yang isinya berupa uang Dollar sebesar US $ 20.000;
• Bahwa setelah mengetahui bahwa titipan itu isinya uang US $ 20.000, saat itu saksi ingin mengembalikan akan tetapi saya tidak bisa menghubungi Anggoro Widjojo dan saya juga melaporkan hal ini kepada Pak Menteri dan Pak Menteri mangatakan “ya udah terima saja” dan saat itu saya juga menceritakan kepada Terdakwa mengenai pemberian uang tersebut;
• Bahwa setahu saksi Terdakwa juga menceritakan bahwa Terdakwa juga menerima uang dari Anggoro Wijojo ;
• Bahwa saksi tidak tahu berapa besarnya uang yang diterima oleh Terdakwa dari Anggoro Wijojo ;
• Bahwa saksi sudah mengembalikan uang tersebut kepada KPK;
• Bahwa pemberian uang dari Anggoro Wijojo tersebut saksi tidak mengetahui terkait dengan pembuatan Surat Keputusan No. 171 ;
• Bahwa sebelum pembuatan Surat keputusan No. 171 saksi tidak pernah menemui nama Anggoro Wijojo;
• Bahwa saksi memahami mengenai isi Kepres No. 80 Tahun 2003 tersebut sehingga proyek SKRT tersebut dilakukan penunjukan langsung; • Bahwa saksi pernah menanyakan isi Kepres No. 80 tahun 2003 tersebut
dan menanyakan juga penunjukan langsung dalam kegiatan SKRT kemudian staf dari Biro Umum yaitu Sdr. Aryono meyakinkan saya bahwa penunjukan langsung itu dimungkinkan karena memenuhi
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 125 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
persyaratan dipenuhi misalnya agen tunggal pemegang merek oleh Departemen Perdagangan, memilki cabang, barangnya spesifik ;
• Bahwa saksi melihat di surat pengantar draft SK 171 yang dibawa Kepala Biro Umum tertulis ini dimohon kepada bapak berkenan untuk menandatangani surat untuk pembentukan panitia pengadaan, jadi tidak ada penunjukan langsung sehingga saksi tidak melihat lampirannya karena memang sudah diparaf semua ;
• Bahwa saksi hanya memperhatikan surat pengantar Nota Dinas yang dilampiri draft SK 171 sehingga saksi tidak melihat lagi judul (titel) draft SK 171 yang tertulis Pembentukan Panitia Penunjukan Langsung ;
• Bahwa saksi menandatangani SK 171 tidak memperhatikan substansinya untuk apa karena hanya melihat pengantar Nota Dinas disamping karena waktu itu harus segera dalam keadaan tergesa-gesa ;
• Bahwa saksi tidak pernah secara khusus membicarakan dengan menteri kehutanan tentang metode apa yang akan dipergunakan dalam pengadaan SKRT hanya menteri kehutanan pernah mengatakan “ ya kalau dari dulu Masaro ya sudahlah Masaro saja ”;
• Bahwa saksi tidak memberikan masukan terhadap menteri tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam hal penunjukan langsung sesuai Keppres No.80 2003 namun saksi pernah menanyakan ke Biro Umum dan staf walaupun ada Keppres 80 itu memang dari pengalaman dan spesifik bahwa Masaro dari dulu sudah menjadi rekanan yang melakukan pengadaan ;
• Bahwa dalam pengadaan alat SKRT departemen kehutanan yang ditunjuk adalah PT Masaro karena sejak dahulu yang menjadi rekanan departemen kehutanan untuk SKRT;
• Bahwa saksi pernah sekali bertemu dengan Ir. Putronefo dan menunjukkan pada saksi draft asli surat dari Menteri Kehutanan ke Menteri Keuangan mengenai anggaran namun saksi mengatakan jangan sekali-kali datang lagi karena saksi pikir itu tidak betul lalu saksi menghubungi Ir Wandoyo memberitahu kang, jangan ada orang luar yang ikut-ikut nimbrung apalagi membuatkan konsep surat tersebut ;
• Bahwa saksi setelah pertemuan dengan Ir Putronefo pernah dipanggil Menteri Kehutanan bersama dengan Ir Wandojo ditegur karena saksi
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 126 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dianggap kurang cepat dalam memproses pengajuan anggaran SKRT ke Departemen Keuangan. Pada saat itu seingat saksi menteri berkata “ buat segera surat pengantar permintaan anggaran ke Menteri Keuangan jangan ditunda-tunda karena akan dibahas di DPR ” Saat itu saksi baru tahu mungkin ini ada kaitannya dengan Putronefo datang menghadap saksi ; • Bahwa saksi baru pertama kali menandatangani SK semacam itu dan
Kepala Biro Hukum sendiri yang datang menghadap saksi dan sudah meyakinkan pada saksi ini sesuai dengan prosedur dan sudah jelas maka saksi tandatangani;
• Bahwa perihal SK 171 tanggal 14 ditandatangani dan tanggal 15 keluar saksi tidak sempat konfirmasi dengan Kabiro Umum Surani Nani karena sedang ada keperluan tugas ke luar negeri dan tanggal 17 SK Pembentukan Panitia Penunjukan Langsung yang ditandatangani oleh KPA keluar ;
• Bahwa saksi menandatangani SK 171 karena sudah ada arahan menteri