Mahkamah Agung Republik Indonesia
20. SIGIT PRAMONO, SH, M.Si, M.Hum, dibawah sumpah yang pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik KPK dan membenarkan keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
• Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa tetapi tidak ada hubungan keluarga; • Bahwa saksi bersama-sama dengan Agus Marhadi dan Siswarno pernah
ditunjuk sebagai anggota panitia pengadaan SKRT tahun 2006, dan selaku ketua panitia adalah Jhoni Aliando;
• Bahwa tugas saksi adalah merencanakan dan menyiapkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, menyiapkan dan membuat HPS, menyiapkan dokumen, mengevaluasi dan menandatangani pakta integritas;
• Bahwa dalam proses pengadaan SKRT tersebut dilakukan dengan metode penunjukkan langsung, berdasarkan surat dari memperindag yang menyatakan bahwa PT. Masaro Radiokom adalah perusahaan yang satu-satunya menangani masalah pengadaan radio komunikasi;
• Bahwa BAP No. 24 yang dibacakan dipersidangan adalah benar yaitu saudara Ir. WANDOJO SISWANTO, MSc pernah memberikan pengarahan satu kali, yaitu pada saat setelah pembentukan panitia pengadaan SKRT sekitar tahun 2006. Pada saat pengarahan tersebut sebagian besar panitia pengadaan hadir, termasuk saya.Isi pengarahannya seingat saya yaitu tentang adanya kegiatan pengadaan pembangunan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan tahun 2006-2007;
• Bahwa dalam rapat yang dihadiri oleh Terdakwa dikatakan akan ada pengadaan barang dan Jasa SKRT tahun 2006, tetapi tidak menerangkan metodenya;
• Bahwa saksi bekerja di Biro Hukum, dan tidak terlibat dalam penyusunan RAB;
• Bahwa proses penyusunan HPS pada waktu itu adalah mengacu kepada HPS tahun sebelumnya yang dilakukan di hotel pitagiri yang diikuti oleh
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 178 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
semua panitia dan juga dihadiri oleh Sigit Sutiyoso dari PT. Masaro Radiokom;
• Bahwa peran dari Sigit Sutiyoso adalah mengetik pembuatan dokumen-dokumen, tetapi saksi tidak mengetahui alasannya tentang keterlibatan Sigit Sutiyoso tersebut;
• Bahwa saksi tidak tahu siapa yang membuat draft HPS, tetapi saksi mengetahui memang draft HPS tersebut sudah ada ditempat rapat di hotel Pitagiri tersebut;
• Bahwa Sigit Sutiyoso dari PT. Masaro bertugas membantu mengetik, tetapi saksi tidak tahu laptop siapa yang dipakai untuk mengetik oleh Sigit Sutiyoso;
• Bahwa dalam draft HPS tersebut sudah ada angka-angkanya, dan panitia hanya mengoreksi redaksionalnya dan mencocokkan dengan angka-angka yang ada di price list saja;
• Bahwa selain dilakukan rapat dihotel Pitagiri, juga dilakukan rapat di gedung Manggala Wanabhakti lt. 3 yang diikuti oleh semua panitia dan juga dihadiri dari PT. Masaro Radiokom;
• Bahwa rapat di gedung Manggala Wanabhakti lt. 3 membahas semua perencanaan pengadaan antara lain membahas tentang tata waktu, metode pelaksanaan, perencanaan HPS, yang dokumen-dokumennya setahu saksi sudah tersedia ditempat itu dalam bentuk hard copy;
• Bahwa saksi tidak mempunyai sertifikasi pengadaan barang dan jasa dari pemerintah;
• Bahwa kegiatan pengadaan tahun 2006 adalah revitalisasi dan perluasan jaringan SKRT;
• Bahwa dalam pengadaan SKRT tahun 2006 ada anggota panitia bernama Muhamad Rus'an dari parpostel ;
• Bahwa saksi selaku anggota panitia mendapatkan honor;
• Bahwa pada waktu rapat yang diikuti oleh Sigit Sutiyoso dari PT. Masaro Radiokom, saksi belum tahu kalau yang akan ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan SKRT adalah PT. Masaro Radiokom, dan saksi baru
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 179 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
mengetahui kalau yang akan ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan SKRT adalah PT. Masaro Radiokom setelah mengikuti beberapa kali rapat; • Bahwa alasan ditunjuk PT. Masaro Radiokom sebagai pelaksana adalah
karena PT. Masaro Radiokom merupakan agen tunggal motorolla;
• Bahwa saksi pernah mengikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa pada tahun 1998;
• Bahwa saksi mengetahui dua SK pembentukan panitia, yaitu yang diterbitkan oleh Sekjen dan yang diterbitkan oleh Terdakwa pada saat saksi sudah melaksanakan pekerjaan sebagai panitia;
• Bahwa SK yang lebih dahulu saksi terima adalah SK yang diterbitkan oleh Sekjen Dephut, tetapi SK yang berlaku adalah SK yang diterbitkan oleh Terdakwa;
• Bahwa panitia dalam bekerja bertanggung jawab kepada pemberi SK yang kedua yaitu SK yang mencantumkan DIPA yang diterbitkan oleh Terdakwa ;
• Bahwa saksi membenarkan keterangan dalam BAP No. 10 yang dibacakan dipersidangan yaitu mengenai price list adalah benar yaitu Pertama-tama saya mendapatkan Prices of the Motorola Special band Products (230 – 245 MHz) tanggal 14 September 2001 yang ditandatangani oleh David Shaw (Indonesian Forestry Program Manager) dari Ketua Panitia (Sdr. Ir. Joni Aliando) dan diperlihatkan oleh Jhoni Aliando;
• Bahwa saksi sebagai panitia pengadaan tidak pernah melakukan cek harga terhadap barang-barang pendukung atau supporting SKRT, dan yang menjadi dasar hanya yang dipaparkan saja;
• Bahwa sebelum ada SK dari KPA, ada undangan rapat oleh Biro umum tentang akan adanya pengadaan SKRT 2006;
• Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Terdakwa menyatakan tidak keberatan;
21.SISWARNO, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai
berikut :
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 180 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik KPK dan membenarkan keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
• Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa tetapi tidak ada hubungan keluarga; • Bahwa benar saksi mengikuti rapat pembuatan HPS di Hotel Pitagiri yang
diikuti oleh semua panitia dan juga diikuti orang dari pihak PT. Masaro bernama Sigit Sutiyoso;
• Bahwa saat saksi datang dihotel pitagiri, sudah datang terlebih dahulu beberapa orang;
• Bahwa HPS yang dibahas sudah ada drafnya, tetapi saksi tidak tahu siapa yang membuat draft HPS tersebut;
• Bahwa dalam draft HPS tersebut sudah ada angka-angkanya, dan panitia hanya mengoreksi redaksionalnya dan mencocokkan dengan angka-angka yang ada di price list saja;
• Bahwa ada surat penunjukkan saksi sebagai anggota penerima dan pemeriksa barang pekerjaan SKRT pada tahun 2007 ;
• Bahwa pada saat saksi ditunjuk sebagai anggota penerima dan pemeriksa barang, saksi sudah tidak dinas di Jakarta lagi dan sudah pindah dinas ke Medan;
• Bahwa saksi mengetahui kalau ditunjuk sebagai penerima dan pemeriksa barang pekerjaan SKRT tahun 2007 adalah setelah ditunjukkan oleh Penyidik KPK tentang adanya surat penunjukkan saksi sebagai anggota penerima dan pemeriksa barang tahun 2007;
• Bahwa saksi tidak mempunyai sertifikasi pengadaan barang dan jasa dari pemerintah;
• Bahwa kegiatan pengadaan tahun 2006 adalah revitalisasi dan perluasan jaringan SKRT;
• Bahwa saksi selaku anggota panitia mendapatkan honor;
• Bahwa saksi pada tahun 2006 menjadi sekretaris panitia pengadaan SKRT Dephut, yang tugas-tugas saksi sebagaimana diterangkan dalam BAP saksi yang dibacakan dipersidangan;
• Bahwa saksi menerima SK sebagai panitia adalah dari Sekjen Dephut No. 171;
Putusan, Nomor : 32/PID.B/TPK/2010/PN.Jkt.Pst, hal 181 dari 395 hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa saksi tidak tahu SK yang dijadikan dasar untuk bekerja, apakah SK yang diterbitkan oleh Sekjen atau SK yang diterbitkan oleh Terdakwa ; • Bahwa saksi sebagai panitia pengadaan tidak pernah melakukan cek
harga terhadap barang-barang pendukung atau supporting SKRT, dan yang menjadi dasar hanya yang dipaparkan saja;
• Bahwa setelah menerima SK dari Sekjen, kemudian ada pembekalan dari Biro umum yang diwakili oleh Ir. Arjono;
• Bahwa dalam rapat ada notulennya sebagai dokumen, dan yang hadir membubuhkan tanda tangannya dalam notulen tersebut, termasuk saksi Sigit Pramono;
• Bahwa sebelum ada SK dari KPA, ada undangan rapat oleh Biro umum tentang akan adanya pengadaan SKRT 2006;
• Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Terdakwa menyatakan tidak keberatan;