BAB III:ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA PARTIKEL MO DALAM
3.2 Joshi Mo yang menyatakan penambahan urutan dua atau lebih sesuatu yang
yang berada dalam kategori yang hampir sama.
a. 蘭: だーかーらーっあたしは警官になるつもりなんてないってば!!
お父さん:ははは…甘いな!!!お前には警官の血が流れてるんだ!!! おじ ーちゃんも、おばーちゃんも、ひいオジーちゃんも、ひいおばー
ちゃんもみんな警官! 警官一族!! おまえは警官になる宿命なのだ―
っ!!! (Hal: 32)
Ran: Da~ ka~ ra~ atashi wa keikan ni naru tsumori nante nai tteba!!
Otoosan: Hahaha...amai na!! omae ni wa keikan no chi ga nagareteru nda!!!
Ojiichan mo, obaachan mo, hii ojiichan mo, hii obaachan mo minna keikan!
Keikan ichizoku!! Omae wa keikan ni naru shukumei na no da!!!.
Ran: Ka..re..na itu aku tidak berniat sedikitpun untuk menjadi polisi.
Ayah: Hahaha..lugunya!! dalam dirimu itu mengalir darah polisi. Kakekmu, nenekmu, kakek buyutmu, nenek buyutmu pun semua polisi! kita keluarga polisi. Jadi kau ditakdirkan untuk menjadi polisi.
Pada kalimat ini yang Joshi “mo” yang berfungsi untuk menyatakan
penambahan urutan yang berada dalam kategori yang hampir sama terdapat pada kalimat “Ojiichan mo, obaachan mo, hii ojiichan mo, hii obaachan mo minna keikan!”. Ran memang tidak pernah bercita-cita menjadi polisi seperti
orang tua dan kakaknya. Mendengar hal tersebut, ayahnya Ran pun menegaskan kepada Ran, bahwa mereka adalah keluarga polisi karena dari kakek,nenek buyut,kakek dan neneknya juga semua adalah polisi.Joshi “mo”
pada kalimat ini sebelumnya diikuti oleh 4 kata benda sebagai urutannya yaitu pada kata Ojiichan, Obaachan, Hii Ojiichan dan Hii Obaachan. Melihat dari keempatnya, maka dapat dimasukkan dalam kategori yang hampir sama yaitu anggota keluarga. Makna Joshi “mo” disini adalah “juga”, “baik...maupun”,
“keduanya”, ”kesemuanya” dan penggunaan Joshi “mo” disini juga mengandung nuansa penekanan pada setiap kata bendanya. Maka, makna kalimat ini adalah keseluruhan dari urutan tersebut semuanya adalah polisi, dan karenanya Ran juga diharuskan untuk mengikuti jejak anggota keluarga lainnya untuk menjadi polisi. Berdasarkan maknanya, Maka kalimat diatas sudah sesuai dengan fungsi yang telah dinyatakan oleh Kawashima dan Naoko Chino.
b. 大和:俺は渋谷を守るする警察官であっておまえを守るためにいるわけ じゃないんだぞ! おまえ服もバッグも男に貢がせてるみたいじゃない かおい蘭! 聞ーてんのか!? (Hal: 11)
Yamato: Ore wa Shibuya wo mamoru suru keisatsukan de atte omae wo
mamoru tame ni iru wake jyanai ndazo! Omae fuku mo baggu mo otoko ni
mitsugaseteru mitai jyanai ka? Oi Ran! Kiiten no ka!?.
Sebagai polisi aku bertugas melindungi Shibuya bukan melindungimu!!
sepertinya kau ingin agar laki-laki membelikan tas dan juga baju untukmu ya?
hey ran! apa kau dengar?!
Pada kalimat ini Joshi “mo” yang berfungsi untuk menyatakan penambahan urutan yang berada dalam kategori yang hampir sama terdapat pada kalimat
“Omae fuku mo baggu mo otoko ni mitsugaseteru mitai jyanai ka?”. Ran kedapatan membuat keributan di Shibuya dengan seorang lelaki. Akibatnya Ran pun digiring ke kantor polisi oleh kakaknya yang merupakan polisi. Kakak laki-lakinya, Yamato pun memarahi Ran dan mengatakan bahwa Ran memang senang jika ia dibelikan barang-barang oleh laki-laki karena sebelumnya Yamato melihat Ran yang melempar balik Tas kepada laki-laki itu. Pada kalimat ini, terdapat 2 kata benda
yang menjadi urutannya, yaitu kata “fuku”dan “baggu” yang berarti “baju” dan
“tas” yang tergolong kedalam kata benda.Kedua kata benda ini dapat dimasukkan dalam kategori yang hampir sama yaitu kebutuhan atau barang-barang yang identik dengan perempuan. Makna Joshi “mo” pada kalimat ini adalah “juga”,
“baik...maupun”, “kesemuanya” selain itu, penggunaan Joshi “mo” pada urutan benda juga mempunyai nuansa yang lebih menegaskan kata benda yang mengikutinya. Makna kalimatnya diatas yaitu, Ran diduga memang senang jika lelaki membelikannya entah itu baju maupun tas. Berdasarkan makna kalimatnya, maka dapat dikatakan fungsi Joshi “mo” untuk menyatakan penambahan urutan menurut Kawashima dan Naoko Chino sudah sesuai.
3.3 Joshi Mo yang menyatakan tidak ada perbedaan yang berarti antara dua
hal atau tindakan.
a. 蘭: 金? 金なんかねーよボンビーだもん
麗: ふーんじゃ体で払ってくれたらこれあげてもいいぜ(Hal: 27)
Ran: Kane? Kane nanka nee yo, binboo da mon.
Rei: Fuun, jya karada de haratte kuretara kore agetemo ii ze.
Ran: Uang? aku tidak punya uang, aku miskin.
Rei: Hmm~ kalau begitu kalau kau bayar pakai tubuhmu, ini akan kuberi padamu.
Pada kalimat ini menunjukkan tidak ada perbedaan antara dua hal atau tindakan ditunjukkan pada kalimat “jya karada de haratte kurettara kore agetemo ii ze”. Ran pada saat itu menginginkan Tas dari SMU Meisho,
dikarenakan jika seorang Ko-Gal bisa mendapatkan tas dari salah satu sekolah yang sedang populer maka Ia dianggap hebat. Maka saat Ia tak sengaja bertemu dengan tokoh Rei yang bersekolah di SMU Meisho, Ia pun terang-terangan meminta tas tersebut. Namun Rei mengatakan Ia akan memberikan tas tersebut jika Ran mau membayar dengan uang. Ran pun mengatakan Ia tidak mempunyai uang. Rei pun memberikan alternatif jika tetap menginginkan tas tersebut, Ran dapat membayarnya dengan tubuhnya.
Pada kalimat diatas, Joshi “mo” sebelumnya diikuti oleh kata “agete” yang berasal dari kata “ageru” dan diikuti kata “ii ze” yang bermakna bersedia untuk menyetujui yang merupakan kata kerja. Makna Joshi “mo” pada kalimat ini adalah “tidak masalah”, “yang mana pun...sama saja”. Makna kalimat diatas adalah Tas nya akan diberikan jika Ran membayar dengan uang ataupun
tubuhnya. Cara yang mana pun tidak masalah. Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino. Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata yang diikuti harus berpola “mo..mo” atau “..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu pola “temo” pada kata “agetemo”.
b. 綾: ...してるわよ私援助交際
蘭: ゲツウソ!!
綾: みんなにこのことバラしてもいいわよ (Hal: 36)
Aya:...Shiteru wa yo, watashi enjoukousai.
Ran: Geeg uso!!
Aya: Minna ni kono koto bara shite mo ii wa yo.
Aya: Aku tahu, aku memang perempuan bayaran.
Ran: Ehh!! Bohong!!
Aya : Kau beritahu pun kepada yang lainnya tidak apa-apa kok.
Pada kalimat ini dua hal yang tidak memiliki perbedaan yang berarti antara dua hal atau tindakan ditunjukkan pada kalimat yang dinyatakan oleh tokoh Aya kepada Ran yaitu: “Minna ni kono koto barashitemo ii wa yo”. Ran menanyakan rumor yang beredar mengenai Aya tentang dirinya yang merupakan seorang perempuan bayaran. Mendengar itu, Aya pun mengakui bahwa rumor tersebut benar. Aya juga mengatakan Ran boleh menyebarkannya kepada yang lain. Dilihat dari kalimatnya, Joshi “mo” sebelumnya diikuti kata “barashite” yang berasal dari kata kerja “barasu” yang berarti “membeberkan” diikuti kata-kata “ii wa yo” yang memiliki makna mengizinkan atau memperbolehkan. Makna Joshi “mo” pada kalimat ini adalah “tidak masalah”, “pun...tidak apa-apa karena yang mana pun dilakukan tidak ada bedanya. Makna kalimat diatas adalah Aya mempersilahkan jika Ran ingin memberitahukan yang lainnya soal kebenaran rumor tersebut, karena apapun yang Ran akan lakukan, Aya tidak perduli. Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino.
Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata yang diikuti harus berpola “mo..mo” atau “..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu pola “temo” pada kata “barashitemo”.
c. 蘭: おいてめー待ちな!!! あきらめの悪い奴だな―っ逃げてもムダだ
ぜ!! この蘭様の駿足をナメじゃねーぞ―ツ!!!
ひったくり: イッテエ!!! (Hal: 55)
Ran: Oi, temee machi na!!! Akirame no warui yatsu da na~ nigetemo muda da
ze!! Kono Ran-sama no shunsoku wo name jyanee zo~!!!.
Hittakuri: Itteee !!!.
Ran: Hei kau, tunggu!!! menyerahlah brengsek percuma saja kau lari!! jangan remehkan kecepatan larinya ran !!!.
Pencopet: Sakiiiitt!!!.
Pada kalimat ini yang menujukkan tidak adanya perbedaan antara dua hal atau tindakan terdapat pada kalimat ”Nigetemo muda da ze!!”.Merupakan kalimat yang dinyatakan oleh tokoh Ran sewaktu mengejar pencopet yang hendak kabur.
Pada kalimat diatas, Joshi “mo” sebelumnya diikuti oleh kata “nigete” yang berasal dari kata kerja “nigeru” yang berarti “lari” dan diikuti kata-kata “muda da ze” yang memiliki makna “sia-sia”. Makna Joshi “mo” disini adalah “tidak ada
bedanya”, “tidak perduli”, “tidak masalah” karena apapun yang dilakukan akan
sama saja. Makna dari kalimat diatas adalah mau pencopet tersebut lari atau apapun itu, tindakannya akan sia-sia saja, karena Ran pasti akan tetap dapat menangkapnya. Maka, Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino. Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata yang diikuti harus berpola “mo..mo” atau
“..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu pola “temo”
pada kata “nigetemo”
d. 大和: ...もう 9 時だろ俺は美由が心配だから言ってるんだぞ
美由: だって― 家に帰ってもどーせ誰もいないもーん (Hal: 90)
Yamato:...Mou ku ji darou. Ore wa Miyu ga shinpai dakara itteru nda zo.
Miyu: Datte~ Ie ni kaettemo doose daremo inai mon.
Yamato:...Sudah jam 9 kan, aku berkata begini karena aku mengkhawatirkan Miyu.
Miyu: Tapi kan..pulang pun kerumah, tidak akan ada siapa-siapa.
Pada contoh ini Joshi “mo” berfungsi untuk menyatakan tidak adanya
perbedaan antara dua hal atau tindakan ditunjukkan pada kalimat “Ie ni kaettemo doose daremo inai mon”, yang dinyatakan oleh Miyu. Pada saat itu Miyu disuruh
pulang kerumah oleh Yamato karena sudah malam. Miyu ingin tetap bersama Yamato, dan sahabatnya Ran juga Aya pada saat itu. Maka dari itu, Miyu pun mengabaikan permintaan Yamato, dengan alasan kalau dia pulang kerumah pun, tidak akan ada siapa-siapa dirumah. Joshi “mo” pada kalimat ini sebelumnya diikuti oleh kata “kaette” yang berasal dari kata kerja “kaeru” yang berarti
“pulang” dan diikuti kata “doose dare mo inai mon”. Makna Joshi “mo” pada kalimat ini adalah “tidak ada bedanya”, “percuma saja”. Makna kalimat diatas adalah: Miyu merasa jika ia pulang pun kerumah atau masih tetap berada disana adalah tindakan yang tidak ada bedanya karena tidak ada orang yang menanti atau mencarinya karena ia sendirian dirumah. Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino. Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata yang diikuti harus berpola “mo..mo” atau “..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu pola “temo” pada kata “kaettemo”
e. 蘭: 何食うかなーマックもいーけどケンタな気分だしなー
裕也: チープだなーもっとゼータク言っていーよ (Hal: 108)
Ran: Nani kuu kana~ Makku mo ii kedo Kenta na kibun dashi na~
Yuuya: Chippu da na~ motto zeetaku itte ii yo.
Ran: Makan apa yaa? Mc Donald enak juga sih tapi aku lagi ingin makan Kentucky.
Yuuya: Ah..itu murahh, bilang saja yang lebih mahalan pun tak apa-apa.
Pada kalimat ini yang menyatakan dua hal atau tindakan yang tidak memiliki perbedaan yang berarti terdapat pada kalimat “Nani kuu kana~ Makku mo ii kedo Kenta na kibun dashi na” yang dikatakan oleh Ran. Pada saat itu,
Ran, Miyu dan Aya pergi berjalan-jalan untuk makan. Ketika mereka bertiga sedang bingung mencari tempat, secara tiba-tiba Ran pun memberikan usul untuk makan di Mc Donald tapi ia juga ingin Kentucky. Pada kalimat diatas, Joshi “mo” sebelumnya diikuti kata “makku” yang merupakan nama restoran
yang tergolong kedalam kata benda. Joshi “mo” disini bermakna “pun..tidak apa-apa”. Sedangkan makna kalimat diatas adalah Ran sebenarnya ingin makan
Kentucky tapi makan McDonald juga tidak apa-apa. Maka, berdasarkan makna
kalimat tersebut dapat dikatakan keduanya tidak memiliki perbedaan yang berarti. Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino. Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata bendanya harus berpola “mo..mo” atau
“..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu Joshi
“mo” pada kata “makku”.
f. 蘭:誰がてめーらみたいな油くせーオヤジと援交するかってんだよ!!
100 万つまれても願い下げだぜ!!!
皐月: 山咲のことでイラついてんの?(Hal: 166)
Ran: Dareka temeera mitai na abura kusee oyaji to enkou suru katte nda yo!!
Hyaku man tsumaretemo negai sage da ze!!!.
Satsuki: Yamazaki no koto de ira tsuiten no?.
Ran: Siapa yang mau kencan dengan om-om seperti kalian? Dikasih 100 ribu
Yen punaku tidak mau!!!
Satsuki: Kau lagi kesal ya gara-gara Yamazaki?
Pada kalimat ini dua hal atau tindakan yang tidak memiliki perbedaan yang berarti ditunjukkan pada kalimat yang dinyatakan Ran kepada pria paruh baya yang mencoba menggodanya di Shibuya. “Hyaku man en tsumaretemo negai sage da ze!!”. Pada saat itu Ran digoda oleh pria paruh baya yang mau membayarnya
untuk diajak berkencan. Ran pun emosi dan memarahi pria tersebut karena Ran tidak suka wilayah kekuasaannya (Shibuya) dikotori oleh pria-pria tersebut. Pada kalimat diatas, Joshi “mo” sebelumnya diikuti kata “tsumaretemo” yaitu bentuk pasif dari kata kerja “tsumu” yang berarti menawarkan (uang). Kemudian diikuti juga oleh kata “negai sage da ze” yang memiliki makna penolakan terhadap permintaan. Maka makna dari kalimat diatas adalah tidak perduli pria tersebut akan membayar berapapun, percuma saja karena Ran tetap akan menolaknya.
Berdasarkan makna nya, kalimat diatas dapat dimasukkan kedalam fungsi ini, namun cara penggunaanya tidak sesuai dengan yang dinyatakan baik oleh Kawashima maupun Naoko Chino. Karena dikatakan dalam Kawashima, untuk menyatakan fungsi tersebut kata yang diikuti harus berpola “mo..mo” atau
“..temo..temo/demo”, sedangkan pada kalimat diatas hanya terdapat satu pola “temo”
pada kata “tsumaretemo”.
3.4 Joshi Mo yang menyatakan penambahan pada sesuatu yang telah ada
sebelumnya.
a. 蘭: ...なんで金が欲しいんだよ
綾: ...うちの親すごくキビシくて門限は 6 時だしバイトもさせてくれな いし成績は常にトップじゃないとめちゃくちゃ怒るし私だって人並み に遊びたいし買い物だってしたいのよ! (Hal: 42)
Ran: Nande okane ga hoshii nda yo?
Aya:...Uchi no oya sugoku kibishikute mongen wa roku ji da shi baito mo
sasete kurenai shi seiseki wa tsune ni toppu jyanai to mecha kucha okoru shi
watashi datte hitonami ni asobitai shi kaimono datte shitai no yo!.
Ran: Kenapa kau menginginkan uang?
Aya: Karena aku juga ingin bisa bermain dan berbelanja seperti yang lainnya.
Orang tuaku luar biasa disiplin, tidak boleh keluar rumah setelah jam 6 sore, bekerja sambilan pun tidak diizinkan dan kalau peringkatku jelek mereka akan sangat marah.
Pada kalimat ini yang menujukkan penambahan terhadap sesuatu yang telah ada sebelumnya, dapat dilihat pada kalimat yang dinyatakan oleh tokoh Aya, yaitu
“Uchi no oya sugoku kibishikute mongen wa roku ji da shi baito mo sasete kurenai shi...”. Tokoh Aya menjelaskan kepada Ran betapa terkekangnya Ia
dengan aturan orang tuanya di rumah. Orang tuanya begitu disiplin, tidak boleh pulang lewat jam 6 sore dan kerja paruh waktu pun tidak diizinkan. Ia merasa iri karena juga ingin seperti anak-anak lainnya yang bisa bermain keluar. Pada kalimat diatas, Joshi “mo” sebelumnya diikuti kata “baito” yang berarti “kerja paruh waktu” yang tergolong dalam kata benda. Makna Joshi “mo” pada kalimat disini adalah “dan lagi”, “tambahan lagi”, “beserta pula” dengan kesan penegasan terhadap kata yang diikutinya. Makna pada kalimat ini adalah orang tua Aya sangat disiplin, yaitu diantaranya jam 6 sore Aya sudah harus ada di rumah. Kata
“baito” menjadi penambahan dan ingin ditegaskan oleh Aya pada penjelasannya mengenai orang tuanya yang sangat disiplin dan aturan sebelumnya. Dikarenakan mungkin Aya ingin bekerja paruh waktu seperti yang lainnya, Namun tidak diizinkan karena sehubungan dengan batas jam pulangnya tadi. Aya pun merasa terkekang atas aturan tersebut. Berdasarkan maknanya, maka dapat dikatakan fungsi Joshi ‘mo” pada kalimat ini sebagai penambahan atas penjelasan
sebelumnya, sudah tepat sesuai yang dinyatakan oleh Kawashima dan Naoko Chino.
b. 望田:でも...心どっかで誰かに止めてほしかったのかもしんない...
ほんと...ゴメン
蘭:おまえもさ―もーちっと考えろよなー人の金奪って貢げばモノホン
の愛情が手に入るとでも思ったのかよ? (Hal: 80)
Mochida: Demo..kokoro dokka de dareka ni tomete hoshikatta no
kamoshinnai...honto...gomen.
Ran: Omae mo saa, moo chotto kangaeroyonaa, hito no kane ubatte mitsugeba
monohon no aijou ga te ni hairu to demo omotta no ka yo?
Mochida: Tapi, dalam hatiku aku ingin seseorang menghentikanku. Aku benar-benar minta maaf.
Ran: Kau pun, berpikirlah lebih jernih, apa kau berpikir membantu dengan mencuri uang orang kau akan mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya.
Pada kalimat ini yang menjadi penambahan terhadap sesuatu yang telah ada sebelumnya adalah pada kata “Omae mo saa..moo chotto kangaeroyonaa.” yang
dinyatakan tokoh Ran. Mochida menjelaskan bahwa Ia rela disuruh mencuri demi mempertahankan cintanya pada Takeru, Namun sebenarnya dia juga ingin berhenti mencuri jika saja ada orang yang mau menghentikannya. Joshi “mo” pada kalimat
dinyatakan tokoh Ran. Mochida menjelaskan bahwa Ia rela disuruh mencuri demi mempertahankan cintanya pada Takeru, Namun sebenarnya dia juga ingin berhenti mencuri jika saja ada orang yang mau menghentikannya. Joshi “mo” pada kalimat