PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA KEGIATAN KKN PPM
G. Judul Program Bidang Peningkatan Produksi :
“Pembinaan teknis pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk beserta pemahaman dan edukasi mengenai alat pelindung diri yang tepat saat bekerja”
Latar Belakang
Desa Katung merupakan salah satu desa yang memiliki areal pertanian yang potensial untuk menunjang kesejahteraan masyarakatnya. Letak geografis dan kondisi alam yang dimiliki desa Katung memberikan keuntungan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian dalam artian luas. Selain itu, kondisi tersebut juga sejalan dengan program pemerintah yang berupaya untuk menggencarkan kembali potensi pertanian yang ada di Bali khususnya. Meskipun adanya dukungan dari pemerintah, namun pelaksanaannya belum berjalan dengan optimal, ditambah lagi perubahan cuaca yang tidak menentu akan sangat berdampak pada keberhasilan pertanian. Desa Katung sendiri merasa belum mampu dalam menangani masalah pertanian yang dihadapi.
Desa Katung merupakan sentra komoditas hortikultura di Bali. Di daerah ini dapat tumbuh dengan baik tanaman sayur dan buah-buahan. Komoditas yang dibudidayakan antara lain : padi gogo, jagung, ubi jalar, kacang tanah, jeruk, pisang, cabe dan lain-lain. Komoditas perkebunan utama yang dibudidayakan oleh petani di desa Katung adalah jeruk. Dengan demikian maka keberhasilan budidaya jeruk akan membantu dalam meningkatkan penghasilan petani sehingga menunjang kesejahteraan masyarakat. Namun, para petani ini nasih sering mengalami masalah dalam kegiatan budidaya jeruk. Hal itu disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak mementu sehingga banyak tanaman jeruk yang terserang hama dan penyakit. Akibatnya, banyak petani jeruk yang mengalami kegagalan sehingga menyebabkan kerugian yang besar bagi petani.
Pestisida adalah zat untuk membunuh atau mengendalikan hama. Kebiasaan petani dalam menggunakan pestisida kadang-kadang menyalahi aturan, selain dosis yang digunakan melebihi takaran, petani juga sering mencampur beberapa jenis pestisida, dengan alasan untuk meningkatkan daya racunnya pada hama tanaman. Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu timbulnya keracunan pada petani. Jalan masuknya pestisida ke dalam tubuh manusia dapat melalui jalur mulut, perpasan, mata dan kulit sehingga dapat menyebabkan
iritasi pada bagian organ yang terkena bahakan hingga dapat menyebabkan kematian. Para petani di Desa Katung mengeluhkan mengenai kesehatan mereka terutama pada para petani yang sering terpapar oleh pestisida. Para petani ini mengatakan setiap mereka akan bekerja mereka selalu menggunakan alat pelindung diri untuk bekerja seperti topi, sepatu boot, sarung tangan dan masker. Walaupun sudah menggunakan alat pelindung diri sedemikian rupa, para petani ini sering mengeluh muncul gejala seperti sesak dan gatal terutama sesaat setelah menyemprotkan pestisida. Menyikapi masalah tersebut, maka pembinaan teknis pengendalian hama dan penyakit beserta memberikan pemahaman dan edukasi mengenai alat pelindung diri yang tepat yang di gunakan saat bekerja sangat diperlukan.
Tujuan
1) Memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para petani dalam penanganan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk beserta memberikan pemahan dan edukasi mengenai alat pelindung diri yang tepat yang digunakan saat bekerja di desa Katung. 2) Mengatasi permasalahan hama dan penyakit yang dihadapi oleh para petani jeruk dan
memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang terkait dengan pekerjaan sebagai petani di desa Katung.
3) Membantu meningkatkan hasil produksi dan kualitas jeruk para petani dan kualitas kerja para petani yang ada di desa Katung.
Hasil yang diharapkan
1. Meningkatnya pemahaman petani terhadap penanganan hama dan penyakit pada tanaman jeruk dan meningkatkan pemahaman mengenai alat pelindung diri yang tepat untuk digunakan saat bekerja di desa Katung.
2. Teratasinya permasalahan hama dan penyakit yang dihadapi oleh petani jeruk dan teratasi permasalahan kesehatan yang terkait dengan pekerjaan di desa Katung.
3. Peningkatan hasil produksi jeruk petani serta peningkatan penghasilan dan kesejahteraan para petani jeruk di desa Katung.
Lingkup
1. Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah anggota GAPOKTAN Budi Luhur Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif a. Persiapan:
Kegiatan dilaksanakan dengan mengumpulkan anggota GAPOKTAN desa Katung dalam satu tempat. Sehingga penyuluhan tentang penyakit dan budidaya jeruk dapat diberikan sesuai dengan pihak pekerja yang terkait dan informasi yang di berikan dapat teraplikasi selanjutnya.
b. Pelaksanaan Tahap Awal:
1. Berkoordinasi dengan ketua GAPOKTAN, Kepala Desa, Bendesa Desa adat katung, Kepala Dusun, Kelian Dinas, Kelian Adat dan pihak mahasiswa Universitas Udayana yang juga tengah melaksanakan KKN di Desa Katung dan pemberi penyuluhan untuk mengetahui masalah-masalah yang di temukan oleh para GAPOKTAN.
2. Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan penyuluhan c. Pelaksanaan Tahap Akhir dan Evaluasi :
1. Melakukan kegiatan penyuluhan mengenai pembinaan teknis pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk beserta pemahaman dan edukasi mengenai alat pelindung diri yang tepat saat bekerja
2. Bersosialisasi dengan seluruh anggota GAPOKTAN desa Katung..
3. Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah kepada seluruh anggota GAPOKTAN desa Katung.
Metode 1. Persiapan
a. Persiapan Lokasi:
Lokasi kegiatan berada pada 1 tempat yaitu: balai banjar
b. Persiapan Material :
- Laptop - Proyektor
- LCD - Karpet
- Alat test gula darah - Tensimeter
- Snack
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan penyuluhan akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal Selasa, 2 Agustus 2016 serta akan diadakan tenda tensi beserta pemeriksaan gula darah untuk seluruh anggota GAPOKTAN desa Katung. Pada pelaksanaannya kegiatan ini memiliki sasaran yaitu anggota GAPOKTAN yang ada di desa Katung sehingga materi penyuluhan yang di berikan dapat di pahami dan diaplikasikan kepada seluruh anggota GAPOKTAN demi meningkatkan budi daya tanaman jeruk yang ada di desa Katung.
3. Rincian Jadwal Kegiatan
Kegiatan Tempat Tim(orang) Waktu(Jam) Jumlah
Tahap Persiapan (Minggu I)
Survey Kantor Desa
dan
Sekretariatan GAPOKTAN
10 3 30
Penyiapan Alat Posko 10 1 10
Koordinasi dengan Instasi Terkait 15 2 30
Tahap Pelaksanaan (2 Agustus)
Pelaksanaan kegiatan Balai banjar 74 7 518
Evaluasi pelaksanaan Balai banjar 26 26 26
Total 544
4. Monitoring dan Evaluasi Program
Nama Kegiatan Waktu Monitoring & Evaluasi Inidikator Keberhasilan yang akan di ukur Catatan Perkembangan Kegiatan Status Akhir Hasil Pemantauan dan Keterangan
Penyuluhan terkait teknik pemberantasan hama beserta pemahaman mengenai pentingnya alat pelindung diri saat bekerja Minggu ke II 50% peserta GAPOKTAN mengikuti kegiatan penyuluhan Berhasil
5. Tempat dan Waktu Tempat Pelaksanaan
No. Institusi Tempat
1 Masyarakat Desa Katung Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : 2 Agustus 2016 Waktu : 07.00 – 14.00 WITA 6. Indikator Keberhasilan
Output : Materi yang diberikan dapat dimengerti dan di aplikasikan kedepannya oleh
seluruh anggota GAPOKTAN di desa Katung
Outcame : Pemahaman mengenai teknik pemberantasan hama dan penyakit jeruk serta
memahami pentingnya pengguanaan alat pelindung diri yang benar dan tepat saat bekerja.
7. Kendala Persiapan
Permasalahan Solusi
Sulit mengumpulkan peserta Gapoktan
Menghubungi ketua gapoktan agar menyebarluaskan informasi mengenai
kegiatan penyuluhan pada seluruh anggota GAPOKTAN desa Katung.
Pelaksanaan
Permasalahan Solusi
Kendala bahasa antara mahasiswa PPD dan peserta penyuluhan.
Menggunakan bahasa campuran Bali-Indonesia namun tetap memperhatikan etika pergaulan agar tetap dimengerti masyarakat.
Anggota peserta datang tidak tepat waktu
Berkordinasi dengan ketua GAPOKTAN untuk menghubungi anggotanya masing-masing.
8. Anggaran Dana
No Uraian Kegiatan Harga Satuan
Jumlah Total
1 Stik gula darah 110.000 4 440.000
2 Jarum gula darah 30.000 1 30.000
3 Alcohol swab 15.000 1 15.000
4 Snack bungkus 3.000 100 300.000
5 Snack kotak 5.000 15 75.000
6 Pejati dan canang 60.000 1 60.000
920.000