• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan

Dalam dokumen Laporan Praktek Botani Umum docx (Halaman 37-42)

PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Pustaka

A. Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan

Berdasarkan jumlah bunga yang dihasilkannya, tumbuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

1. Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja pada satu tangkai, biasanya terdapat pada ujung batang.

2. Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), yaitu tumbuhan yang hanya menghasilkan lebih dari satu bunga dalam satu ibu tangkai bunga. Sebagian bunga terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang.

Menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan :

1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)

2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

A. Bunga Majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia) 1. Bagian-bagian pada bunga majemuk

a. Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, antara lain : a) Ibu tangkai bunga (pedunculus), yaitu lanjutan batang atau cabang yang

mendukung bunga majemuk.

b) Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya. c) Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-

bagian bunga lainnya.

b. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, antara lain : i. Daun-daun pelindung (bractea)

ii. Daun tangkai (bracteola) iii. Seludang bunga (spatha)

iv. Daun-daun pembalut (bractea involucralis) v. Kelopak tambahan (epicalyx)

vi. Daun-daun kelopak (sepalae)

vii. Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae) viii. Daun-daun tenda bunga (tepalae)

ix. Benang-benang sari (stamina) x. Daun-daun buah (carpella) 2. Macam-macam bunga majemuk.

a. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala)

Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :

1).Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.

a. Tandan (racemus atau botrys), yaitu jika suatu bunga bertangkai nyata dan duduk pada ibu tangkainya. Misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)

b. Bulir (spica), yaitu bunga yang tidak bertangkai dan langsung duduk pada ibu tangkai bunga. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.) c. Untai atau bunga lada (amentum), yaitu bunga yang seperti bulir, tetapi

ibu tangkai hanya mendukung bunga berkelamin tunggal. Misalnya paa sirih (Piper betle L.)

d. Tongkol (spadix), yaitu seperti bulir, tetapi ibu tangkai lebih besar, tebal dan berdaging. Misalnya pada bunga betina jagung (Zea mays L.)

e. Bunga payung (umbella), yaitu pada ibu tangkainya mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjang. Misalnya pada daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.)

f. Bunga cawan (corymbus atau anthodium), yaitu ujung ibu tangkainya melebar dan merata, sehingga menyerupai bentuk cawan. Pada

- Bunga pita, yaitu bunga mandul yang terdapat di sepankang tepi cawan.

- Bunga tabung, yaitu bunga-bunga yang terdapat di atas cawan (flos disci), merupakan bagian bunga yang subur karena dapat menghasilkan buah.

Contoh bunga cawan dengan bagian-bagian yang lengkap adalah bunga matahari (Heliantus annuus L.).

g. Bunga bongkol (capitulum), bentuknya menyerupai bunga cawan, tetapi ujung ibu tangkainya membesar, sehingga bunga majemuk seluruhnya nampak seperti bola. Contoh bunga putri malu (Mimosa pudica L.) h. Bunga periuk (hypanthodium), dibedakan menjadi 2 bentuk :

a. Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuknya seperti gada, bunganya meliputi seluruh bagian yang menebal. Misalnya pada nangka (Artocarpus integra Merr.)

2). Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.

a) Malai (panicula), yaitu pada ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian juga dengan cabang-cabangnya. Malai disebut juga tandan majemuk, yang biasanya keseluruhan bunganya menyerupai kerucut atau limas. Misalnya pada bunga mangga (Mangifera indica L.). b) Malai rata (corymbus ramosus), yaitu pada ibu tangkai yang mengadakan

percabangan, tetapi bunga majemuk dalam ibu tangkai ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung. Misalnya bunga soka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.)

c) Bunga payung majemuk (umbella composita), yaitu suatu bunga payung yang bersusun. Misalnya pada wortel (Daucus carota L.)

d) Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang memiliki susunan seperti tongkol pula. Misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.)

e) Bulir majemuk, yaitu ibu tangkai bunga yang bercabang dan masing- masing cabang mendukung bunga dengan susunan seperti bulir. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.)

b. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atauinflorescentia centrifuga, inflorescentia definita)

Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :

1). Anak payung menggarpu (dichasium), yaitu pada bagian ibu tangkai terdapat satu bunga, dibawahya terdapat dua cabang yang sama panjang. Misalnya bunga melati (Jasminum sambac Ait.) 2). Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu

bunga majemuk yang ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi, yang arahnya ke kiri dan ke kanan. Misalnya pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.)

3). Bunga sekerup (bostryx), seperti pada bunga tangga, tetapi cabangnya berturut-turut membentuk sudut sebesar 90o, sehingga arah percabangan seperti gerakan sekerup atau spiral. Misalnya pada bunga kenari (Canarium commune L.)

4). Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit. Misalya pada tumbuhan sukuJuncaceae.

5). Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga tangga, semua percabangan terletak pada satu bidan dan cabang tidak sama panjang. Terdapat pada tumbuhan suku Iridaceae.

c. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta)

Yaitu suatu bunga majemuk yang merupakan campuran antara sifat-sifat bunga majemuk berbatas dengan tidak berbatas.

2). Lembing (anthela) 3). Tukal (glomerulus) 4). Berkas (fasciculus) C. Bagian-Bagian Bunga

Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian berikut :

1. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian buga yang masih jelas bersifat batang.

2. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar dengan ruas-ruas yang sangat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk rapat satu sama lain, biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.

3. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan modifikasi daun berbentuk lembaran, dengan tulang-tulang yang masih terlihat jelas. Hiasan bunga dibedakan menjadi dua bagian yang tersusun dalam dua lingkaran, yaitu :

a.Kelopak (calyx), yaitu hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, sewaktu bunga masih kuncup, kelopak menyelubungi bunga. Kelopak terdiri dari beberapa daun kelopak (sepala).

b.Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yag terdapat pada lingkaran dalam, biasana berwarna cerah (tiak berwarna hijau). Mahkota terdiri dari sejumlah daun mahkota (petala).

Pada beberapa bunga, seringkali ditemukan tidak memiliki hiasan bunga, yang disebut bunga telanjang (flos nudus) atau hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak dengan mahkotanya yang disebut dengan tenda bunga (perigonium). Tenda bunga terdiri dari sejumlah daun tenda bunga (tepala).

4. Alat-alat kelamin jantan (androecium), merupakan bagian bunga yang menghasilkan serbuk sari.

5. Alat-alat kelamin betina (gynaecium), merupakan bagian bunga yang disebut juga putik (pistillum)

Dalam dokumen Laporan Praktek Botani Umum docx (Halaman 37-42)

Dokumen terkait