• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Akar

Dalam dokumen Laporan Praktek Botani Umum docx (Halaman 81-93)

PRAKTIKUM VII MORFOLOGI AKAR

G. PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Akar

Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (di samping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus. Akar biasanya mempunyai sifat-sifat berikut:

1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.

2. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.

3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.

4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika dibanding dengan batang.

5. Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah. Seperti gambar akar tunggang dibawah ini:

Gambar 2.1 akar tunggang 2.2 Fungsi-Fungsi Akar

Akar bagi tumbuhan mempunyai fungsi atau tugas untuk:

1. Memperkuat berdirinya tumbuhan.

2. Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah.

3. Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.

4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan 2. Bagian-Bagian Akar

Pada akar umumnya dapat dibeda-bedakan bagian-bagian berikut :

1. Leher akar atau pangkal akar (collum), yaitu bagian akar yang bersambung dengan pangkal batang.

2. Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan- jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.

3. Batang akar (corpus radicis), bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya.

4. Cabang-cabang akar (radix lateralis), yaitu bagian-bagian akar yang tak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi.

5. Serabut akar (fibrilla radicalis), cabang-cabang akar yang halus-halus dan berbentuk serabut.

6. Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis), yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh sebab itu dinamakan rambut akar atau bulu akar. Dengan adanya rambut-rambut akar inibidang penyerapan akar menjadi amat diperluas, sehingga lebih banyak air dan zat-zat makanan yang dapat dihisap.

7. Tudung akar (calyptra), yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.

Gambar 2.3

Bagian-bagian akar seperti rambut-rambut akar merupakan bagian yang sifatnya sementara, artinya umurnya pendek dan hanya terdapat pada bagian ujung ujung akar saja. Jika akar bertambah panjang, rambut-rambut akar yang paling jauh dengan ujung lalu mati, tetapi diganti dekat dengan ujungnya diganti dengan yang baru. Tudung akar sebagai pelindung ujung akar dalam menembus tanah merupakan bagian yang dipinggirnya selalu aus, dan dari dalam bagian yang aus itu diganti pula dengan yang baru.

2.4 Macam-Macam Sistem Perakaran

Sewaktu tumbuhan masih kecil yaitu bentuk lembaga dalam biji, calon akar itu sudah ada, dan disebut akar lembaga (radicula). Pada perkembangan lanjutannya, kalau biji mulai berkecambah sampai menjadi tumbuhan dewasa, akar lembaga akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda hingga pada tumbuhan lazimnya dibedakan dua sistem perakaran:

1. Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut dengan akar tunggang (radix primaria). Susunan akar yang demikian ini biasanya terdapat pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae). Seperti gambar di bawah ini:

Gambar 2.4.1 akar tunggang

2. Sistem akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli dinamakan akar liar. Bentuknya seperti serabut, oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventicia). Seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.4.2 akar serabut 2.5 Akar Tunggang

Akar tunggang hanya kita jumpai kalau tumbuhan hanya ditanam dari biji. Walaupun dari golongan biji belah (Dicotylidoneae), suatu tumbuhan tak akan mempunyai akar tunggang, jika tidak ditanam dari biji, seperti misalnya berbagai jenis tanaman budidaya yang diperbanyak dari cangkokan atau setek.

Melihat percabangan dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan dalam: a. Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang, dan jika ada cabangnya hanya terdiri dari akar-akar halus berbentuk serabut. Akar tunggang yang

demikian seringkali berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan lalu mempunyai bentuk yang istimewa, misalnya :

1. Berbentuk sebagai tombak (fusiformis), pangkalnya besar meruncing ke ujung dengan serabut - serabut akar sebagai percabangan. Misalnya lobak (Raphanus sativa L), wortel (Daucus carota l) dan yang lainnya.

Gambar 2.5.1 wortel

2. Berbentuk gasing (napiformis), pangkal akar besar membulat, akar – akar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing, seperti pada bangkuang (Pachyrrhizus erosus Urb).

Gambar 2.5.2 bengkuang

3. Berbentuk benang (filoformis), jika akar tunggang kecil panjang seperti akar serabut saja dan juga sedikit sekali bercabang, misalnya pada kratok (Phaseolus lunatus L) .

b. Akar tunggang yang bercabang (ramosus). Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang – cabang banyak, dan cabang – cabangnya bercabang lagi, sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang.

Mengenai akar – akar pada sistem akar serabut dapat dikemukakan hal – hal seperti berikut :

a. Akar yang menyusun akar serabut kecil – kecil berbentuk benang, misalnya pada padi (Oryza sativa L).

Gambar 2.6.1 padi

b. Akar – akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang, misalnya pada pohon kelapa (Cocus necifera L).

Gambar 2.6.2 pohon kelapa

c. Akar serabut besar – besar, hampir sebesar lengan, masing – masing tidak banyak memperlihatkan percabangan, misalnya pada pandan (Pandanus tectorius 501).

Gambar 2.6.3 pandan 2.7 Akar dengan Fungsi Khusus

Berhubung dengan cara – cara hidup yang harus disesuaikan dengan keadaan- keadaan tertentu. Akar-akar mempunyai sifat dan tugas khusus. Maka dapat dibagi menjadi beberapa macam misalnya :

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)

Akar sepenuhnya berada di atas tanah. Menggantung di udara dan tumbuh kearah tanah. Bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya. Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air atau udara yang disebut velamen contohnya akar anggrek kalajengking (Arahnis flosaeris), tetapi setelah mencapi tanah. Bagian yang masuk tanah lalu berkelakuan seperti akar biasa, menyerap air dan makanan dari tanah. Bagian yang ada diatas tanah sering kali berubah menjadi batang, seperti beringin (ficus benjamina L.)

Gambar 2.6.5 anggrek kalajengking

Gambar 2.6.6 pohon beringin

2. Akar penghisap atau penggerek (haustorium)

Akar ini terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit seperti benalu (Loranthus). Berguna untuk menyerap air maupun zat makanan dari inangnya. Dapat pula merupakan akar – akar pendek yang melekat pada tuan rumahnya, tetapi juga menghisap dan zat – zat makanannya, misalnya pada endak – endak cacing

(Cuscutha australia R. BR). Gambar 2.6.7 benalu

3.Akar Pelekat (radix adligans)

Akar – akar yang keluar dari buku – buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya saja,misalnya daun sirih (Piper betle L).

Gambar 2.6.9 sirih

4.Akar pembelit ( cirrhus radicalis)

Akar ini berfungsi untuk memanjat, tetapi dengan memeluk penunjangnya, misalnya pada panili (Vanilla planifolia Andr).

Gambar 2.6.10 panili 5. Akar nafas (pneomatophora)

Cabang – cabang akar yang tumbuh tegak lurus keatas hingga muncul dari permukaan tanah. Akar ini mempunyai banyak liang – liang atau celah untuk jalan masuknya udara yang diperlakukan untuk pernafasan, misalnya pada kayu api (Avicennia)

. Gambar 2.6.11 kayu nafas

6.Akar Tunjang

Akar penunjang adalah akar pohon pandan dan bakau. Akar ini berguna untuk menunjang batang agar tidak rebah. Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke

segala arah.

Gambar 2.6.12 pohon bakau

7.Akar Lutut

Bagian akar yang tumbuh keatas kemudian memebengkok lagi masuk kedalam tanah, sehingga membentuk gambaran seperti lutut yang dibengkokkan, akar ini berguna untuk kepentingan pernafasan misalnya pada pohon tanjang ( Bruguleranparvifolia).

Gambar 2.6.14 pohon tanjang 8. Akar Banir

Akar yang membentuk seperti papan yang diletakkan miring untuk memeperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar, misalnya sukun (Artocarpus communis),kenari (Canarium commune L.).

Gambar 2.6.13 pohon kenari H. KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (di samping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus.

2. Fungsi-fungsi akar yakni: Memperkuat berdirinya tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan, dan kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan

3. Bagian-bagian akar terdiri dari: leher akar atau pangkal akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus radicis), cabang-cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis), dan tudung akar (calyptra).

4. Macam-macam sistem perakaran ada 2 yakni: sistem akar tunggang dan sistem akar serabut.

5. Dilihat dari percabangan dan bentuknya, akar dibedakan menjadi 2 yakni: Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang dan akar tunggang yang bercabang (ramosus).

6. Dilihat dari cara-cara hidup, akar-akar mempunyai tugas khusus yakni: akar udara atau akar gantung (radix aereus), akar penggerak atau akar penghisap (haustorium), akar pelekat (radix adligans), akar pembelit (cirrhus radicalis), akar nafas (pneumatophora), akar tunjang, akar lutut, dan akar banir.

DAFTAR PUSTAKA

Ai, Nio Song dan Torey, Patricia. 2013. Karakter morfologi akar sebagai indikator kekurangan air pada tanaman (Root morphological characters as water- deficit indicators in plants). Jurnal Bioslogos. Vol. 3. No. 1

Campbell, Neil A dan Reece, Jane B. 2003. Biologi Edisi Kedua Jilid Delapan. Jakarta: Erlangga

Efendi R (2009) Metode dan karakter seleksi toleransi genotipe jagung terhadap cekaman kekeringan. Tesis. FMIPA, Bogor

Rosanti, Dewi. 2013. Morfologi Tumbuhan.Jakarta: Erlangga

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM PRESS

Dalam dokumen Laporan Praktek Botani Umum docx (Halaman 81-93)

Dokumen terkait