• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Data dan Informasi ilmiah litbang budidaya laut (paket)

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

IKU 2 Jumlah Data dan Informasi ilmiah litbang budidaya laut (paket)

Tabel 3.5. Capaian Jumlah Data dan / atau Informasi IPTEK Perikanan Budidaya

Indikator Kinerja Utama

(IKU) 2015 2016

Jumlah Data dan / atau Informasi IPTEK Perikanan Budidaya

- Target 12 14

- Realisasi 12 14

- Prosentase (%) 100 100

IKU ini didefinisikan sebagai data informasi hasil penelitian yang telah disusun dalam bentuk paket informasi. Teknik menghitungnya yaitu jumlah atau capaian data dan informasi yang sudah dihasilkan dan

disampaikan oleh peneliti kepada Kepala BBPPBL.

Tabel 3.6. Perbandingan Capaian Fisik Jumlah Data dan / atau Informasi IPTEK Perikanan Budidaya IKU Realisasi 2013 Realiasi 2014 2016 T R %

Jumlah Data dan / atau Informasi IPTEK Perikanan

Budidaya 15 12 14 14 100

Dari 14 kegiatan Litbang dengan output data dan informasi telah selesai melakukan kegiatan dengan capaian fisik seperti yang tertera dalam tabel :

Tabel 3.7. Capaian fisik data dan informasi ilmiah litbang budidaya laut Indikator Target

Tahunan Judul Kegiatan yang Menunjang

Capaian Fisik (%) Target Realisasi

Data dan

Informasi 14

Pendederan Puerulus dan Pembesaran Lobster Pasir (Panulirus homarus) di Bak Beton dan Keramba Jaring

Apung dengan Pakan Berbeda 100 100

Pematangan Gonad Lobster dengan Pakan Berbeda 100 100 Pemantauan Insidensi Penyakit pada Lobster Panulirus

sp. Hasil Tangkapan di Alam dan Budidaya 100 100

Formulasi Pakan Untuk Pendederan Benih Teripang Pasir

(Holothuria scabra) 100 100

Pemantauan Insidensi Penyakit Infeksi pada Tuna Sirip

Kuning 100 100

Penyakit pada Teripang Pasir, Holothuria scabra 100 100 Pengaruh Peningkatan Suhu Air Media Penetasan Telur

Ikan Tuna Sirip Kuning Terhadap Daya Tetas 100 100 Pemeliharaan Larva Ikan Tuna Sirip Kuning Dengan

Menggunakan Warna Wadah Pemeliharaan yang

Berbeda 100 100

Perbedaan Waktu Awal Pemberian Pakan dalam

Pemeliharaan Larva Ikan Tuna Sirip Kuning 100 100 Perbedaan Kepadatan Nannochloropsis sp. sebagai

Peneduh dalam Pemeliharaan Larva Ikan Tuna sirip

Kuning 100 100

23

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) T.A. 2016

Indikator Target

Tahunan Judul Kegiatan yang Menunjang

Capaian Fisik (%) Target Realisasi

di Kawasan Peisir Bali Utara

Teknologi Pembenihan dan Pendederan/Pembesaran

Kerapu Hibrid dengan Aplikasi Vaksin 100 100 Improving Fish Health Management and Protocols in

Marine Finfish Aquaculture in Indonesia and Australia 100 100 Expanding Spiny Lobster Farming in Indonesia 100 100

Tabel 3.8. Capaian output data dan informasi

Judul Litbang Indikator Kinerja/ Target Output Capaian Output

Pendederan puerulus dan pembesaran lobster pasir (Panulirus homarus) di di bak beton dan keramba jaring apung dengan pakan berbeda

Data dan informasi : Pendederan puerulus dan pembesaran lobster pasir (Panulirus homarus) di di bak beton dan keramba jaring apung dengan pakan berbeda

Pada pendederan lobster di bak beton perbedaan pakan berpengaruh nyata terhadap sintasan benih, dimana tertinggi pada pelet kerapu komersial disusul kemudian pada pelet lobster formulasi BBPPBL dan terendah pada pelet udang komersial; sedangkan terhadap pertumbuhan panjang dan berat tidak berbeda nyata. Pada pembesaran lobster di bak beton, perbedaan pakan berpengaruh nyata terhadap sintasan benih, dimana tertinggi pada pelet lobster formula BBPPBL, disusul kemudian pada pelet kerapu komersial, pelet udang komersial dan terendah pada pakan segar; sedangkan terhadap pertumbuhan panjang dan berat tidak berbeda nyata. Pada pendederan lobster di keramba jaring apung, perbedaan pakan berpengaruh nyata terhadap sintasan, dimana sintasan tertinggi dihasilkan pada pelet formula BBPPBL, disusul kemudian pada pelet kerapu komersial dan terendah pada pelet udang komersial, sedangkan terhadap pertumbuhan panjang dan berat tidak berbeda nyata. Pada pembesaran lobster di keramba jaring apung, perbedaan pakan berpengaruh nyata terhadap sintasan, dimana sintasan tertinggi dihasilkan pada pelet lobster formula BBPPBL, disusul pada pelet kerapu komersial dan terendah pada pakan segar. sedangkan terhadap pertumbuhan pajang dan berat tidak berbeda nyata.

Pematangan Gonad Lobster dengan Pakan Berbeda

Data dan informasi :

Induk matang Gonad Pemberian pakan yang berbeda pada induk lobster berpengaruh pada tingkat kematangan gonad, pemijahan dan fekunditas. Pertumbuhan panjang dan berat pada induk lobster dengan pemberian pakan yang berbeda dapat tumbuh dan berkembang.

24

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) T.A. 2016

Judul Litbang Indikator Kinerja/ Target Output Capaian Output

Pemantauan Insidensi Penyakit pada Lobster

Panulirus sp. Hasil

Tangkapan di Alam dan Budidaya

Data dan informasi:

Jenis-jenis penyakit pada lobster hasil tangkapan dan budidaya dari beberapa lokasi perairan

Insidensi infeksi parasit dan Milky Haemolymph Disease (MHD) yaitu masing-masing 0,35 (35%) dan 0,08 (8%). Parasit yang ditemukan adalah

Octolasmis angulata yang menginfeksi terutama

pada lamella insang. MHD merupakan penyakit pada lobster yang paling berbahaya yang dapat menyebabkan mortalitas dalam waktu 5 hari sejak terlihat gejala infeksi MHD. Sampel lobster yang diperoleh tidak menunjukkan gejala-gejala infeksi bakteri maupun jamur, dan berdasarkan uji patogenisitas bakteri, tidak terjadi mortalitas lobster. Mengingat MHD adalah penyakit yang paling berbahaya dan dapat menular dengan cepat, disarankan untuk menggunakan pakan trash fish yang sehat untuk mencegah infeksi MHD dari pakan, dan segera melakukan karantina dan tidak mentransportasikan lobster yang sudah terinfeksi MHD untuk mencegah translokasi penyakit antar daerah.

Formulasi Pakan Untuk Pendederan Benih Teripang Pasir (Holothuria scabra)

Data dan informasi: Formula pakan buatan untuk pendederan

Benih teripang pasir dapat memanfaatkan pakan buatan dengan baik untuk pertumbuhannya. Benih teripang pasir yang diberi pakan buatan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan yg diberi benthos. Pemberian pakan buatan dapat meningkatkan kandungan protein teripang pasir.

Pemantauan Insidensi Penyakit Infeksi pada Tuna Sirip Kuning

Data dan informasi: Jenis-jenis patogen

Jenis patogen yang lazim ditemukan pada pemeliharaan larva ikan laut tidak ditemukan pada larva ikan tuna, baik dari jenis bakteri, parasit maupun virus. Infeksi endoparasit Ichtyodinium

chabelardi masih ditemukan pada telur ikan tuna

namun tidak dapat berkembang menjadi larva. Untuk penelitian sejenis sebaiknya digunakan teknik deteksi patogen yang cepat dan sederhana sehingga dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih memadahi.

Penyakit pada teripang

pasir, Holothuria scabra Data dan informasi: Diperolehnya data tentang agen penyebab luka dan borok pada teripang pasir, Holothuria scabra, tingkat patogenisitas dan metode penanggulangannya

Telah diisolasi 5 isolat bakteri (3 isolat gram negatif dan 2 isolat gram positif) dan 1 isolat jamur dari luka dan borok teripang pasir, H. scabra.Ke-5 isolat bakteri tersebut pada kepadatan 104-106 CFU/mL dan 1 isolat jamur dengan kepadatan 104-106

zoospora/mL selama seminggu tidak menyebabkan kematian. Uji MIC menunjukkan konsentrasi 2,5 ppm nifurpirinol 10%, elbazu 25 ppm, OTC 30 ppm dan 2,5 ppm pentstrep efektif untuk menanggulangi infeksi bakteri isolat-1, 2 dan 3, sedangkan 2,5 ppm nifurpirinol 10%, streptomycin 25 ppm, penstrep 5 ppm dan befuran 5 ppm mampu menekan pertumbuhan bakteri isolat-4 dan 5. Perlakuan 10 ppm F&G; 2,5 ppm trifuralin dan 30 ppm formalin efektif untuk mengontrol infeksi jamur. Untuk upaya pengendalian agen penyakit umumnya selama ini pelaku usaha perikanan menggunakan bahan kimia atau antibiotik, diharapkan kedepan untuk menghindari penggunaan antibiotik. Sekalipun harus menggunakannya agar lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih jenis dan dosis penggunaan antibiotik supaya tidak menimbulkan efek resistensi dan

25

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) T.A. 2016

Judul Litbang Indikator Kinerja/ Target Output Capaian Output

pencemaran lingkungan budidaya. Pengaruh peningkatan suhu

air media penetasan telur ikan tuna sirip kuning terhadap daya tetas

Data dan informasi:

Teknik penetasan telur ikan tuna sirip kuning pada suhu media yang terbaik

Dalam melakukan seleksi atau memulai penelitian, sebaiknya menggunakan telur stadia awal karena telur ikan tuna sirip kuning stadia awal, lebih tahan terhadap penanganan dibandingkan stadia lanjut. Suhu media inkubasi yang stabil akan memberikan sintasan larva yang lebih baik karena tingkat mortalitas embrio yang kecil dan konsumsi nutrisi yang relatif rendah sehingga ketika menetas masih membawa cadangan makanan yang masih cukup hingga beberapa jam setelah mulut terbuka.

Pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning dengan menggunakan warna wadah pemeliharaan yang berbeda

Data dan informasi:

Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan lingkungan berupa warna wadah yang dapat memberikan sintasan dan pertumbuhan terbaik

Tingkat pemangsaan larva ikan tuna terhadap rotifer dan nauplii copepod yang diberikan sebagai pakan awal dapat dimanfaatkan dengan baik pada semua perlakuan warna dinding bak yang berbeda.

Distribusi larva ikan tuna mulai hari ketiga hingga mendekati metamorfosa ke juvenile pada warna putih, biru, kuning dan abu-abu cenderung mengelompok di sekitar sudut sudut bak terutama pada lapisan permukaan tetapi pada bak biru dan terutama bak hitam menyebar merata secara horizontal dan vertical.

Semua perlakuan perbedaan perbedaan warna dinding bak yang berbeda dapat menghasilkan juvenile ikan tuna sirip kuning pada umur 25-30 hari setelah menetas.

Warna yang terbaik adalah bak dengan dinding dalam hitam, namun perlu dilakukan modifikasi karena ada kecenderungan tingkat kanibalisme yang tinggi mulai umur 15 hari.

Perbedaan waktu awal pemberian pakan dalam pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning

Data dan informasi:

Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan pakan untuk larva

Dari ketiga perlakuan dalam penelitian ini perlakuan A menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan B dan C, demikian juga rata-rata jumlah benih yang dihasilkan pada akhir penelitian perlakuan A menghasilkan jumlah benih yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan B dan C. Tetapi dari analisa statistik dari ketiga perlakuan tidak beda nyata dari semua perlakuan baik dari pertumbuhan maupun rata-rata jumlah benih yang dihasilkan pada akhir penelitian. Pemberian pakan larva tuna yang baru menetas saat larva umur tujuh hari (Perlakuan A) dapat mengurangi kematian larva yang terjadi pada larva D11-D15, tetapi tidak dapat mengurangi kematian larva setelah D-15 sampai menjadi juvenil.

26

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) T.A. 2016

Judul Litbang Indikator Kinerja/ Target Output Capaian Output

Perbedaan kepadatan Nannochloropsis sp. sebagai peneduh dalam pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning

Data dan informasi:

Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan lingkungan berupa tingkat kepadatan

Nannochloropsis sp. yang baik

sebagai peneduh

Pemberian fitoplankton berupa Nannochloropsis sp dengan kepadatan 150x103 sel/mL dalam pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning memberikan sintasan hingga juvenil yang terbaik dibandingkan dengan pemberian 300x103 sel/mL dan 600x103 sel/mL.

Hindari pemberian fitoplankton yang terlalu banyak karena semakin tinggi kepadatan fitoplankton dalam bak cenderung mengakibatkan meningkatnya kandungan ammoniak yang berdampak pada penurunan laju pertumbuhan larva.

Karakterisasi dan

Pemetaan Limbah Hatchery Ikan Laut di Kawasan Peisir Bali Utara

Data dan informasi: Karakteristik limbah yang tersebar pada kawasan hatcheri ikan laut

Model dan perhitungan

pengolahan limbah pada kegiatan hatcheri ikan laut

Penelitian karakterisik limbah budidaya ikan menyimpulkan bahwa pada kawasan budidaya ikan sumber utama limbah pada kegiatan budidaya ikan berasal dari penggunaan pakan dan pemeliharaan pakan alami. Unsur utama dalam limbah adalah bahan organik yang terdapat dalam pakan ikan. Air limbah yang mengandung feces dan bahan organik lain yang dibunga tanpa pengolahan limbah sangat berpotensi meningkatkan bahan polutan yang akan terakumulasi di lingkungan perairan.

Teknologi Pembenihan dan Pendederan/Pembesaran Kerapu Hibrid dengan Aplikasi Vaksin

Data dan informasi: Pembenihan kerapu hibrid dengan aplikasi vaksin VNN memberikan hasil yang positif dengan kelulushidupan lebih tinggi daripada tidak divaksin. Serangan parasit insang, gill fluke dapat menyebabkan kematian massal pada pendederan/pembesaran ikan kerapu hibrid. Pemberian vaksin melalui pakan dengan frekuensi setiap 2 minggu belum efektif untuk meningkatkan imunitas ikan terhadap serangan penyakit. Pemuasaan ikan kerapu hibrid tiap 3 hari merupakan strategi pemberian pakan yang efisien.

Improving fish health management and protocols in marine Finfish

aquaculture in Indonesia and Australia

Data dan informasi:

Mengidentifikasi penyakit infeksi yang mempengaruhi kesehatan ikan dan produksinya. Selain itu untuk mengurangi dampak penyakit utama dengan mengembangkan strategi pengendalian dan manajemen kesehatan ikan yang baik

Benih cacat yang dihasilkan dari pemeliharaan larva dengan hatcheri biosekuriti masih tinggi. Akan tetapi dengan perbaikan managemen pemeliharaan larva kerapu, baik virus VNN dan megalocytivirus tidak terdeteksi pada tubuh larva.

Expanding spiny lobster

farming in Indonesia Data dan informasi: Formulasi pakan untuk pendederan dan pembesaran, teknik tranportasi benih

Hasil penelitian pada unit 1 menunjukkan bahwa sintasan yang tertinggi diperoleh dari pakan IMRAD Gondol dengan tepung ikan impor. Sementara sintasan yang paling rendah dihasilkan dari pakan ikan rucah. Beda kandungan air pakan dalam penelitian ini tidak menunjukkan perbedaan sintasan lobster. Pengaruh pakan terhadap pertumbuhan menunjukkan bahwa pakan IMRAD dengan tepung ikan lokal menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi daripada pakan IMRAD dengan tepung ikan impor. Hasil penelitian pada unit 2 yaitu rata-rata sintasan pada minggu ke 12

27

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) T.A. 2016

Judul Litbang Indikator Kinerja/ Target Output Capaian Output

untuk semua perlakuan berkisar 80%. Sintasan tertinggi diperoleh dari pakan IMRAD (dry) dengan tepung ikan lokal. Pakan ikan rucah menghasilkan sintasan paling rendah. Sintasan pada minggu ke-18 mengalami penurunan tajam karena infeksi penyakit Milky Haemolymph Disease (MHD) yang terdeteksi dengan analisis PCR. Pertumbuhan paling tinggi diperoleh dari pakan dengan tepung ikan lokal dan ikan rucah.