• Tidak ada hasil yang ditemukan

2008 2009 2010 2011 2012 2013 1 Jumlah kasus

3 Jumlah gedung

olahraga 1 1 1 14 14

Sumber data: Disporabudpar Kabupaten Jombang

Tabel.2.74

Perkembangan Seni, Budaya dan Olah Raga Tahun 2013 Menurut KecamatanKabupaten Jombang

NO Kecamatan Jumlah Grup Kesenian Jumlah Klub Olahraga Jumlah Gedung Olahraga 1 Perak 10 5 1 2 Gudo 7 7 - 3 Ngoro 10 8 - 4 Bareng 25 7 - 5 Wonosalam 26 4 - 6 Mojoagung 29 9 1 7 Mojowarno 17 7 1 8 Diwek 12 5 - 9 Jombang 23 18 6 10 Peterongan 21 5 - 11 Sumobito 9 5 2 12 Kesamben 18 5 - 13 Tembelang 28 4 - 14 Ploso 29 7 1 15 Plandaan 34 5 - 16 Kabuh 50 6 -

II-81 NO Kecamatan Jumlah Grup Kesenian Jumlah Klub Olahraga Jumlah Gedung Olahraga 17 Kudu 29 4 - 18 Bandar Kedungmulyo 10 7 1 19 Jogoroto 11 7 1 20 Megaluh 18 4 - 21 Ngusikan 24 2 - Jumlah 440 135 14

Sumber data: Disporabudpar Kabupaten Jombang

b. Jumlah pemuda berprestasi pada berbagai bidang di tingkat Nasional Indikator ini mengukur tingkat keberhasilan pembinaan pemuda di Kabupaten Jombang dengan menghitung jumlah pemuda yang berprestasi pada berbagai bidang di skala nasional. Target yang Pencapaian indikator ini pada tahun 2013 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari target pemuda berprestasi pada berbagai bidang di tingkat nasional sebanyak 65 orang, terealisasi sebanyak 101 orang atau 155.38%, untuk lebih meningkatkan prestasi pemuda akan dilakukan pembinaan yang lebih terfokus pada bidang unggulan yang teridentifikasi berpotensi meraih prestasi di tingkat nasional.

c. Jumlah cabang olahraga yang berprestasi tingkat provinsi/nasional Indikator ini mengukur tingkat keberhasilan pembinaan olahraga di Kabupaten Jombang dengan menghitung jumlah cabang olahraga yang berprestasi di tingkat provinsi/nasional. Dari target jumlah cabang olahraga yang berprestasi di tingkat provinsi/nasional pada tahun 2013 sebanyak 5 cabang olahraga, terealisasi sebanyak 12 cabang olahraga atau 240%.

Satu hal yang menggembirakan bahwa Kabupaten Jombang menduduki peringkat ke-8 dari 38 kontingen kabupaten/kota dalam Pekan Olahraga Daerah Jawa Timur Tahun 2012, dengan meraih 8 medali emas, 9 medali perak, dan 15 medali perunggu. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu motivasi untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Jombang di bidang olahraga pada kancah provinsi dan nasional.

d. Lapangan olahraga

Jumlah lapangan olahraga pada tahun 2013 sebanyak 946 buah terdiri dari lapangan volley sebanyak 388 buah, lapangan sepak bola sebanyak 349 buah, lapangan basket sebanyak 91 buah, lapangan bulutangkis sebanyak 79 buah dan kolam renang sebanyak 25 buah serta ditambah 14 lapangan futsal. Jika dibandingakan dengan tahun sebelumnya maka terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni pada tahun 2010 hanya terdapat 258 lapangan. Dari jumlah tersebut terdiri dari lapangan volley sebanyak 96 lapangan, lapangan sepak bola sebanayk 85 lapangan, lapangan basket sebanyak 64 lapangan, lapangan bulutangkis sebanyak 12 lapangan dan kolam renang sebanyak 1 lapangan.

II-82

Dengan jumlah lapangan olahraga milik pemerintah daerah tersebut, maka yang perlu ditingkatkan adalah peningkatan pemanfaatan lapangan serta pemeliharaannya.

2.1.3.19 Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri a. Kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Jombang kurun waktu 2009 sampai dengan 2013 secara umum dalam suasana kondusif. Konflik antar etnis, antar agama dan juga konflik antar anggota masyarakat tidak pernah terjadi. Kondisi ini merupakan hasil koordinasi yang efektif antar seluruh elemen masyarakat.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir kegiatan pembinaan terhadap LSM, ormas, dan Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaaan (OKP)dilakukan secara berkelanjuan. Pada tahun 2010 telah dilakukan pembinaan sebanyak 14 kali, pada tahun 2011 meningkat menjadi 22 kali, dan pada tahun 2012 sebanyak 22 kali. Sedangkan pada tahun 2013 telah dilakukan pembinaan kepada partai politik sebanyak 9 kali dan pembinaan terhadap LSM, Ormas, dan OKP sebanyak 26 kali.

b. Kegiatan pembinaan politik daerah

Untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan politik, berbangsa dan bernegara dan sebagai wujud komitmen politik Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan bantuan sosial dan bantuan hibah kepada organisasi sosial politik dan organisasi masyarakat untuk menstimulasi kegiatannya. Perkembangan bantuan orsospol dan ormas sepanjang tahun 2009 – 2013 sebagaimana tabel berikut.

Tabel 2.75

Perkembangan Bantuan Sosial dan Bantuan Sosial kepada Orsospol dan Ormas Tahun 2009 – 2013

Sumber : Bakesbangpol Linmas Kabupaten Jombang 2.1.3.20. Urusan Otonomi Daerah

a. Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10.000 penduduk

Pada tahun 2012 jumlah Polisi Pamong Praja sebanyak 203 orang, yang ada di kabupaten sebanyak 99 orang dan 104 orang tersebar di 21 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten. Dengan jumlah penduduk tahun 2012 sebanyak 1.427.905orang maka rasio jumlah polisi Pamong Praja per 10.000 penduduk adalah sebesar 1,59.

b. Jumlah Linmas per jumlah 10.000 penduduk

Sampai dengan tahun 2012 telah tersedia tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) sebanyak 9.729 orang yang tersebar di 21 kecamatan di

No Uraian Satuan 2009 2010 2011 2012 2013

1 Jumlah

Kegiatan kegiatan 195 179 97 39 24

2 Jumlah

II-83

seluruh wilayah Kabupaten Jombang, di mana 147 orang di antaranya telah mendapatkan pelatihan khusus menangani masalah-masalah Kamtibmas. Jumlah Linmas ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2011 yakni sebanyak 10.510 orang.

Kuantitas dan kualitas tenaga Linmas sebagai ujung tombak penciptaan situasi kondisi yang aman dan kondusif di Kabupaten Jombang perlu mendapat perhatian mengingat tantangan dan permasalahan yang dihadapi di tengah masyarakat yang semakin modern cenderung semakin kompleks.

Grafik 2.22

Perkembangan Jumlah Tenaga Linmas Tahun 2009-2012

Sumber : Bakesbangpol Linmas

Kuantitas dan kualitas tenaga Linmas sebagai ujung tombak penciptaan situasi kondisi yang aman dan kondusif di Kabupaten Jombang perlu mendapat perhatian mengingat tantangan dan permasalahan yang dihadapi di tengah masyarakat yang semakin modern cenderung semakin kompleks.

c. Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah

Informasi pelayanan perizinan : jika SES mengajukan ijin dapat dipantau sampai mana berkas perizinannya dan terintegrasi antar bidang administrasi, pengawasan dan pengaduan, dan penelitian lapangan, sehingga dapat terpantau posisi berkas sudah sampai mana.

Administrasi pemerintahan : Sistem Informasi Manajemen Daerah, Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah, Sistem Informasi Pembangunan Daerah, Elektronik-Proccurement, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian, Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. Dan Sistem Pelayanan Informasi Perizinan dan Investasi Secara Elektronik.

d. Penegakan Perda Tramtib

Untuk menentukan tingkat ketaatan masyarakat terhadap peraturan perundangan daerah diukur berdasarkan jumlah pelanggaran terhadap

-5,000 10,000 15,000 20,000 200 9 201 0 201 1 201 2