4) Rasio Guru terhadap Murid Per Kelas
2.1.3.3. Urusan Pekerjaan Umum
a.Proporsi Panjang Jaringan Jalan Dalam Kondisi Baik
Ruas jalan di wilayah Kabupaten Jombang memiliki fungsi untuk menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan, pusat-pusat produksi dengan daerah pemasaran serta antar permukiman dan antar daerah dalam suatu kesatuan wilayah yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan wilayah, meminimalisasi biaya transportasi dan
No Uraian Satuan 2010 2011 2012
1 Jumlah Tenaga Dokter orang 134 149 146 2 Jumlah Penduduk orang 1.201.557 1.209.172 1.231.000 3 Rasio Tenaga Dokter Umum per 100.000
penduduk 11,15 12,32 11,86
No Uraian Satuan 2010 2011 2012
1 Jumlah Tenaga Medis orang 255 261 246
2 Jumlah Penduduk orang 1.201.557 1.209.172 1.231.000
3 Rasio Tenaga Medis per 100.000
II-45
memperlancar arus distribusi barang, dengan harapan agar dapat terwujud adanya kemajuan yang sama, merata dan seimbang.
Disamping itu Penyelenggara jalan wajib mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah yang sudah berkembang agar pertumbuhannya tidak terhambat oleh kurang memadainya prasarana transportasi jalan, dengan pertimbangan bahwa jalan merupakan satu kesatuan sistem jaringan jalan. Yang mana sistem jaringan jalan disusun berdasarkan rencana tata ruang dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di Kabupaten Jombang.
Guna mewujudkan hal tersebut, kondisi kinerja pelayanan jaringan jalan berdasarkan hasil invetarisasi jaringan jalan di wilayah Kabupaten Jombang dan identifikasi kondisi jaringan jalan serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pengelompokkan status jalan baik jalan kabupaten maupun jalan desa berdasarkan dari kriteria yang ada, untuk jalan kabupaten sepanjang 664,79 Km dengan jumlah ruas jalan sebanyak 189 ruas, sedangkan untuk jalan desa sepanjang 528,61 Km dengan jumlah ruas jalan sebanyak 326 ruas. saat ini dari total panjang jalan kabupaten yang dalam kondisi baik sebesar 41,7%, sehingga yang mengalami rusak ringan sampai dengan rusak berat mencapai 58,2%, sedangkan untuk jalan desa yang dalam kondisi baik sebesar 48,1%, sehingga yang mengalami rusak ringan sampai dengan rusak berat mencapai 51,8%.
Tabel2.32
Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun 2008 – 2013 No Kondisi Jalan Kabupaten Stn Panjang Jalan 2008 2009 2010 2011 2012 2013 1 Baik km 154,23 456,30 400,50 464,75 400,86 588,369 2 Sedang km 240,88 510,71 271,98 404,99 385,94 227,664 3 Rusak km 46,32 119,95 348,62 174,35 271,69 377,387 4 Jumlah km 441,42 1.086,96 1.021,10 1.044,09 1.058,49 1.193,400 Rasio (1) / (4) km 34,94% 41,98% 39,22% 44,51% 37,87% 48,54%
Sumber: Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Jombang b.Rasio Jaringan Irigasi
Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan disamping itu air irigasi bisa juga digunakan untuk keperluan lain seperti untuk air baku, penyediaan air minum, pembangkit tenaga listrik, keperluan industri, perikanan dan lain-lain. Yang mana sumber air irigasi bisa berasal dari air yang ada di permukaan tanah seperti sungai, danau, waduk, mata air, dan air hujan yang ditampung maupun air tanah.
Dalam rangka mengoptimalkan fungsi irigasi dilakukan dalam suatu sistem layanan irigasi yang terdiri atas saluran, bangunan dan bangunan pelengkapnya sebagai satu kesatuan dalam rangka penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Selanjutnya secara operasional jaringan irigasi dibedakan ke dalam tiga kategori yaitu jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier. Guna meningkatkan pelayanan jaringan irigasi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi saat ini, antara lain:
1. Masih rendahnya tingkat keandalan tampungan air dalam rangka konservasi, dan memberikan jaminan penyediaan bagi kebutuhan air irigasi dan non-irigasi;
2. Belum optimalnya layanan jaringan irigasi akibat rendahnya tingkat operasi dan pemeliharaan berkala, serta masih banyak daerah pertanian
II-46
yang belum terlayani akibat minimnya kapasitas air permukaan terutama di bagian timur wilayah Kabupaten Jombang;
3. Tantangan peningkatan produksi pertanian dalam rangka pencapaian ketahanan pangan nasional maupun di jawa timur dan untuk mengimbangi alih fungsi lahan pertanian menuntut adanya pembukaan areal irigasi baru sebagai alternatif area pertanian beririgasi;
4. Masih rendahnya kapasitas air baku dalam mendukung pencapaian target MDGs;
5. Masih belum optimalnya keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air sesuai dengan amanat UU Nomor7/2004 tentang Sumber Daya Air akibat dinamika institusi dan kewenangan.
Melandasi berbagai tantangan yang ada tersebut, maka ukuran keberhasilan dalam penyelenggaraan irigasi adalah dengan mengkur rasio jaringan irigasi yaitu dengan membandingkan panjang jaringan irigasi terhadap luas lahan budidaya, yang mengindikasikan ketersediaan saluran irigasi untuk kebutuhan budidaya pertanian.Pada tahun 2013, panjang jaringan irigasi primer adalah 79,72 km, sedangkan jaringan irigasi sekunder adalah 442,57 km.
Tabel 2.33
Rasio Jaringan Irigasi Tahun 2008 – 2013
No Jaringan Irigasi Stn Panjang Jaringan Irigasi
2008 2009 2010 2011 2012 2013 1 Primer km 79,72 79,72 79,72 79,72 79,72 79,72 2 Sekunder km 442,57 442,57 442,57 442,57 442,57 442,57 3 Tersier km 886,97 886,97 886,97 886,97 886,97 886,97 4 Jumlah ha 1.409,26 1.409,26 1.409,26 1.409,26 1.409,26 1.409,26 5 Luas Lahan Budidaya 44.923,00 44.988,00 45.286,00 45.664,00 45.536,00 45.536,00 Rasio (1 + 2 + 3) / (5) 3,14% 3,13% 3,11% 3,09% 3,09% 3,09%
Sumber: Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Jombang Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik
Jaringan irigasi di Kabupaten Jombang, baik yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, maupun pusat, hingga tahun 2013 telah terkelola seluas 45.348 Ha, adanya perubahan luasan tersebut disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan yang per tahunnya mencapai 0,4%. Sedangkan dari kondisi jaringan irigasi yang ada pada tahun 2013 yang dalam kondisi baik mencapai 44.086 atau meningkat sebesar 3,9%, sehingga jika ditinjau dari rasio yang ada mencapai 97,22% bangunan irigasi memiliki kondisi baik.
Tabel2.34
Rasio Jaringan Luas Irigasi dalam Kondisi Baik Tahun 2008 – 2013 No Uraian Stn 2008 2009 2010 Tahun 2011 2012 2013 1 Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik Ha 43.605 43.605 43.885 43.873 43.746 44.086 2 Luas irigasi kabupaten Ha 44.923 44.988 45.286 45.664 45.536 45.348 Rasio (1) / (2) % 97,07% 96,93% 96,91% 96,08% 96,07% 97,22%
II-47
c.Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk
Tempat Pemakaman Umum (TPU) adalah areal tempat pemakaman milik/dikuasai pemerintah daerah yang disediakan untuk umum yang berada dibawah pengawasan, pengurusan dan pengelolaan Pemerintah Daerah.Berikut adalah tabel data pemakamam yang ada di Kabupaten Jombang yang berada dibawah pengawasan, pengurusan dan pengelolaan dari Dinas PU Cipta Kaya, Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang, berdasarkan dari data yang ada pada tahun 2013 masih sama dengan tahun 2012, namun untuk kedepannya penyediaan Tempat Pemakaman Umum tersebut sampai dengan 5 (lima) tahun kedepan akan direncanakan penambahan luasan 1 Ha per tahunnya, hal itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan kecukupan daya tampung dengan pertambahan jumlah penduduk khususnya diwilayah perkotaan.
Tabel. 2.35
Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk
No Uraian Jumlah Luas 2013 Dy.Tmpung
1 Tempat pemakaman umum 50 30,15 75.386
2 Tempat pemakaman bukan
umum 1 20,00 2.000
3 Tempat pemakaman khusus 4 0,02 50
4 Tempat pemakaman lain-lain 1 0,20 500
Jumlah (1+2+3+4) 56 50,37 77.936
Jumlah penduduk
Rasio TPU per satuan
penduduk (1/7)
Sumber: Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang
d.Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang Terangkut ke TPA
Jumlah sampah yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mengalami peningkatan, dari 7.977,80 m³ per bulan pada tahun 2012, menjadi 8.130,21 m³ per bulan pada tahun 2013, dari jumlah sampah yang terangkut tersebut masih mencapai 58,44% dari total timbulan sampah yang ada, dimana sisanya dilakukan dengan ditimbun dan dibakar. Adapun alat angkut yang digunakan meliputi 150 gerobak sampah, 23 gerobak motor sampah, 14
dumptruck, serta 10 arm roll.
Tabel 2.36
Jumlah Sampah yang Terangkut ke TPA
No Uraian Satuan 2009 2010 2011 2012 2013 1 Jumlah sampah yang terangkut ke TPA Ha 93.098,90 94.030,10 94.980,50 95.733,60 97.562,50 2 Jumlah Penduduk Jiwa 1.348.199 1.202.407 1.213.331
Sumber: Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang
II-48
e.Persentase Penanganan Sampah
Jumlah sampah yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mengalami peningkatan, dari 129.575 m³ pada tahun 2009, menjadi 139.306 m³ pada tahun 2012. Adapun alat angkut yang digunakan meliputi 150 gerobak sampah, 23 gerobak motor sampah, 14 dumptruck, serta 10 arm roll.
Tabel 2.37
Rasio Penanganan Timbulan Sampah No Penanganan (m³)/bulan Volume Prosentase (Dari Total
Timbulan) Volume (m³)/bulan Prosentase (Dari Total Timbulan) 1 Diangkut ke
TPA. 7.977,80 58,00% timbulan dari sampah 8.130,21 58,44% dari timbulan sampah 2 Diolah : 1.957,70 14,23 % dari timbulan sampah 702,20 5,05% dari timbulan sampah (1). Kompos
(organik) 1.507,43 77 % dari sampah yang diolah 235,00 33,47% dari sampah yang diolah (2). Daur
ulang. 450,27 23% sampah yang dari diolah 467,20 66,53% dari sampah yang diolah 3 Tidak
Terangkut 3.819,8 27,77% dari timbulan sampah
5.080,44 36,52% dari timbulan sampah Sumber: Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Jombang 2.1.3.4.Urusan Perumahan
a. Penanganan Rumah Tidak Layak Huni
Sesuai RPJMD Tahun 2009-2013, Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan terwujudnya perumahan yang layak huni bagi masyarakat kurang mampu sejumlah 2.500 unit pada tahun 2013. Prioritas dilakukan pada perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu. Pada tahun 2012, jumlah rumah tidak layak huni yang dilakukan rehabilitasi melalui dana APBD adalah 125 unit, sedangkan dari dana APBN melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya adalah 839 unit. Dari target rehabilitasi rumah tidak layak huni Tahun 2013 sebesar 500 unit yang berhasil direalisasikan adalah sebanyak 321 unit.
II-49
Tabel 2.38
Jumlah Rumah Tidak Layak Huni yang Direhabilitasi Melalui APBD Tahun 2008-2013
No. Uraian Satuan Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 2013