• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

5.2 Pembahasan

5.2.4 Jumlah kasus diare pada anak balita yang mendapat ASI

ASI eksklusif lebih banyak yaitu 60 orang (61,2%) sedangkan yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 38 orang (38,8%). Hal ini sejalan dengan penelitian di Puskesmas Barang Lompo Kecamatan Ujung Tanah. Hasil penelitiannya menunjukkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif sebesar 30%, sementara 70% responden tidak memberikan ASI eksklusif.24

ASI mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. Pada bayi yang baru lahir, pemberian ASI secara penuh mempunyai daya lindung 4 kali lebih besar terhadap diare daripada pemberian ASI non-Eksklusif.2 Penelitian lain mengatakan bahwa risiko terjadinya penyakit diare secara signifikan lebih tinggi pada bayi yang tidak diberikan ASI dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI eksklusif.25

5.2.5 Jumlah kasus diare pada anak balita yang mendapat imunisasi campak Berdasarkan tabel 5.5 terlihat bahwa anak balita yang telah mendapatkan

imunisasi campak sebanyak 84 orang (85.7%) dan yang tidak mendapatkan imunisasi campak sebanyak 14 orang (14,3%). Hal ini sejalan dengan penelitian

27

sebesar 81,9%.26 Hal ini diduga karena pemberian imunisasi campak hanya dapat digunakan untuk mencegah diare akibat penyakit campak sehingga pemberian imunisasi campak tidak dapat memberikan perlindungan terhadap diare akibat penyebab lain selain penyakit campak.27

Kegiatan pencegahan diare yang benar dan efektif dapat dilakukan dengan perilaku sehat dan penyehatan lingkungan. Pemberian imunisasi campak termasuk salah satu dari tujuh perilaku sehat dimana untuk mencegah terjadinya campak sehingga tidak menderita diare.2 Ada penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian imunisasi campak dengan kejadian diare (p=0,140).27 Namun, ada penelitian yang menulis bahwa balita yang tidak menerima imunisasi campak lebih berisiko untuk menderita campak beserta diare (OR=1,6).9 Jadi, dampak pemberian imunisasi campak dalam mencegah diare masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai karakteristik penderita diare pada balita di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

a. Usia pada anak balita penderita diare didapati bahwa usia sampel paling banyak adalah usia dibawah tiga tahun yaitu sebanyak 66 orang (67.3%).

b. Status gizi didapati bahwa sampel paling banyak adalah anak balita dengan gizi baik sebanyak 56 orang (57,1%).

c. Cakupan pemberian oralit terhadap penderita diare pada balita mencapai 100%.

d. ASI eksklusif didapati bahwa sampel paling banyak adalah anak balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 60 orang (61,2%).

e. Status imunisasi didapati bahwa sampel paling banyak adalah anak balita yang telah mendapatkan imunisasi campak sebanyak 84 orang (85,7%).

6.2 Saran

a. Bagi masyarakat agar dapat mengetahui pentingnya upaya peningkatan gizi balita, perawatan kesehatan dan pertumbuhan balita serta perilaku pencegahan yang dapat menghindari balita dari diare seperti pemberian ASI yang benar dan imunisasi campak serta membudayakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sehabis buang air besar dan sebelum makan.

b. Bagi petugas kesehatan agar dapat meningkatkan penyuluhan kepada

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Diarrhoeal disease [Internet]. Geneva: WHO ; 2013.Available from:http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/

2. Pengendalian Diare di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2011 hal.1-30.

3. Bhutta A. Acute gastroenteritis in children. In: Kliegman R, Stanton B, Geme J, Schor N. Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Canada:

Elsevier; 2015. p. 1854-1874.

4. Simadibrata M. Pendekatan dan penatalaksanaan diare akut. Dalam: Rani A. Buku Ajar Gastroenterologi. Edisi 1. Jakarta: Interna Publishing; 2011.

hal.67-73. Indonesia terhadap kejadian penyakit. Litbangkes Depkes. 2009; 19 Suppl 2: 5-11.

10. Camilleri M, Murray J. Diarrhea and constipation. In: Kasper D.

Harrison's Principles of Internal Medicine. 19th ed. New York: Mc Graw Hill; 2015. p.264-272.

11. Field M. Intestinal ion transport and the pathophysiology of diarrhea. J Clin Invest. 2003 Apr 1; 111:931-943.

12. Almatsier S. Pengenalan ilmu gizi. Dalam: Prinsip Dasar Ilmu Gizi.

Jakarta : PT SUN; 2010. hal.3-12.

13. Supariasa, IDN. Penilaian status gizi. Jakarta : EGC; 2012. hal 138-146.

14. Soetjiningsih. Pemantauan pertumbuhan fisik anak. Dalam: Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC; 2014. hal.131-149.

15. Standar antropometri penilaian status gizi anak. Jakarta: Kemenkes RI;

2011. hal.4-6.

16. National Academy of Sciences. Nutritional consequences of acute diarrhea. Washington: National Academies Press; 1985. p.5-12.

17. National Health and Medical Research Council. Infant feeding guidelines.

Canberra: NHMRC; 2012. p.11-13.

18. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Edisi 3. Jakarta: Sagung Seto; 2008.

30

19. Primona I, Rasmaliah, Hiswani. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 0-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simarmata Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Univeritas Sumatera Utara: Medan; 2013. hal.4

20. Hendarto A, Musa DA. Hubungan Status Gizi dan Kekerapan Sakit Balita Penghuni Rumah Susun Kemayoran Jakarta-Pusat. Sari Pediatri, Vol.4, 2002; hal.88-97.

21. Helena P. Profil Bayi dan Anak Penderita Diare di Instalasi Rawat Inap RS Cikini. Univesitas Kristen Indonesia ; 2008. hal.3-4.

22. Alboneh FA. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.Universitas Muhammadiyah Surakarta:Surakarta;

2013. hal.11-15.

23. Hamisah I. Hubungan Status Gizi dan Prevalensi Diare Akut pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Kabupaten Klaten. Universitas Gajah Mada:

D.I.Yogyakarta; 2011. hal.12-16.

24. Hardi AR, Masni, Rahma. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Barang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Tahun 2012. Universitas Hassanudin: Makassar ; 2012.

hal.6-8.

25. Rollins NC. Exclusive Breastfeeding, Diarrhoeal Morbidity and All-Cause Mortality in Infants of HIV-Infected and HIV Uninfected Mothers. PLOS ONE. 2013; 8(12):1-10.

26. Siregar HO. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2014. Universitas Sumatera Utara: Medan; 2014. hal.24 27. Rini L. Hubungan Status Imunisasi Campak dengan Kejadian Penyakit

Diare (Campak, ISPA dan Diare) dan Status Gizi Anak Usia 1-4 Tahun di Desa Karang Duren Kecamatan Tenggaran Kabupaten Semarang.

Universitas Diponegoro:Semarang; 2001. hal.9-12.

Lampiran 1

Ethical Clearance

Lampiran 2

HASIL UJI STATISTIK

USIA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Bawah tiga tahun 66 67,3 67,3 67,3

Prasekolah 32 32,7 32,7 100,0

Total 98 100,0 100,0

STATUS GIZI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Gizi buruk 4 4,1 4,1 4,1

Gizi kurang 30 30,6 30,6 34,7

Gizi baik 56 57,1 57,1 91,8

Gizi lebih 8 8,2 8,2 100,0

Total 98 100,0 100,0

ORALIT

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Menerima Oralit 98 100,0 100,0 100,0

RIWAYAT ASI EKSKLUSIF

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid ASI eksklusif 38 38,8 38,8 38,8

ASI Noneksklusif 60 61,2 61,2 100,0

Total 98 100,0 100,0

RIWAYAT IMUNISASI CAMPAK

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Imunisasi campak 84 85,7 85,7 85,7

Tidak imunisasi

campak 14 14,3 14,3 100,0

Total 98 100,0 100,0

Lampiran 3

Izin Penelitian dari Dinas Kesehatan Kota Medan

Lampiran 4

Izin Penelitian dari Puskesmas Sentosa Baru

Lampiran 5

Balasan Selesai Penelitian dari Puskesmas Sentosa Baru

Lampiran 6

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Roynikko

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 24 September 1995

Warga Negara : Indonesia

Status : Belum Menikah

Agama : Buddha

Alamat : Jln. Kabanjahe No.14, Medan

Nomor Handphone : 082165331748

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

1. Playgroup Swasta SUTOMO 1 Medan (1999-2000) 2. TK Swasta SUTOMO 1 Medan (2000-2001) 3. SD Swasta SUTOMO 1 Medan (2001-2007) 4. SMP Swasta SUTOMO 1 Medan (2007-2010) 5. SMA Swasta SUTOMO 1 Medan ( 2010-2013)

6. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2013- Sekarang)

Riwayat Pelatihan :

1. Peserta PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) FK USU 2013 2. Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2013

3. Peserta Seminar dan Workshop “Breast Cancer – Diagnosis and Therapy” SCORA PEMA FK USU 2014

Riwayat Organisasi :

1. Anggota Divisi Kesehatan Reproduksi SCORA PEMA FK USU Periode 2015 2. Anggota Divisi Pengabdian Masyarakat PEMA MIND FK USU 2016

Riwayat Kepanitiaan :

1. Anggota Panitia Seleksi dan Pelatihan IMSPQ 2015 2. Anggota Panitia BAKSOS MIND FK USU 2015 3. Anggota Panitia TRY OUT SBMPTN FK USU 2015

4. Anggota Peralatan dan Tempat WAISAK MIND FK USU 2015 5. Anggota Peralatan dan Tempat ASADHA MIND FK USU 2015 6. Anggota Tim Medis BAKSOS KMB USU 2015

7. Koor Obat Pengabdian Masyarakat SCORA PEMA FK USU 2016 8. Anggota Tim Medis BAKSOS KMB USU 2017

Dokumen terkait