BAB II LANDASAN TEORI
2.2 Akuntansi Murabahah
2.2.7 Jurnal Akuntansi Murabahah
39. Hutang murabahah bisa berkurang dengan menyajikan beban murabahah yang ditangguhkan.
Pengungkapan Transaksi Murabahah
40. Dalam transaksi murabahah ada beberapa hal yang perlu disampaikan oleh penjual tetapi hanya sebagian yakni:
a) Harga beli barang murabahah;
b) Pesanan yang sesuai dengan perjanjian dalam murabahah sebagai kewajiban atau bukan; dan
c) Hal-hal yang perlu diungkapkan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syari’ah.
41. Adapun hal-hal yang perlu disampaikan oleh nasabah dalam melakukan transaksi murabahah, sebatas pada:
a) Harga total barang yang didapatkan dari transaksi murabahah;
b) Waktu murabahah yang ditangguhkan.
c) Hal-hal yang perlu disampaikan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.
Akuntansi Untuk Penjual
1. Pengakuan asset murabahah sebagai persediaan sejumlah harga beli dilakukan saat perolehan barang tersebut.
Dr. Aset Murabahah xxx
Cr. Kas xxx
2. Asset murabahah diukur setelah perolehan sejumlah harga beli ketika menggunakan murabahah pesanan mengikat. Hal ini terjadi ketika aset tersebut cacat atau tidak sempurna, maka akan menurun dan dianggap menjadi tanggungan serta nilai aset tersebut menurun. Apabila terjadi penurunan dalam murabahah pesanan mengikat, jurnal:
Dr. Beban Penurunan Nilai xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
Sementara apabila menggunakan murabahah tanpa pesanan atau tidak mengikat, maka penilaian aset sesuai dengan harga beli atau nilai bersihnya. Apabila perealisasian nilai bersih lebih rendah dari harga beli, maka terjadi kerugian, sehingga jurnal yang digunakan seperti:
Dr. Kerugian Penurunan Nilai xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
3. Jika potongan saat membeli aset murabahah diberikan, maka jurnal akutansi yang digunakan sebagai berikut:
a. Apabila potongan diberikan sebelum akad maka akan mengurangi harga beli aset murabahah, jurnal:
Dr. Aset Murabahah xxx
Cr. Kas xxx
b. Apabila potongann diberikan setelah akad dan disetujui maka menjadi hak dan kewajiban nasabah, jurnal:
Dr. Kas xxx
Cr. Utang xxx
c. Apabila potongan diberikan setelah akad dan disetujui maka menjadi hak penjual sebagai tambahan pendapatan, jurnal:
Dr. Kas xxx
Cr. Pendapatan Murābahah xxx
d. Apabila potongan diberikan setelah perjanjian dan tidak dicantumkan dalam perjanjian, maka potongan tersebut digunakan sebagai pendapatan operasional lain oleh pihak penjual, jurnal:
Dr. Kas xxx
Cr. Pendapatan Operasional Lain xxx
4. Pengembalian potongan yang menjadi tanggung jawab penjual kepada pembeli akan tereliminasi saat:
a. Nasabah melakukan pembayaran, maka jurnal:
Dr. Utang xxx
Cr. Kas xxx
b. pemindahan dana kebajikan ketika nasabah sudah tidak bisa dihubungi oleh penjual, maka jurnal:
Dr. Utang xxx
Cr. Kas xxx Dan
Dr. Dana Kebajikan-Kas xxx
Cr. Dana Kebajikan-Potongan Pembelia xxx 5. Pengakuan Keuntungan murabahah:
a. pengakuan keuntungan murabahah bisa terjadi ketika adanya pembayaran penjualan secara tunai ataupun Tangguh dengan cara mengangsur tanpa melebihi waktu yang sudah ditentukan, jurnal::
Dr. Kas xxx
Dr. Piutang Murabahah xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
Cr. Pendapatan Margin Murabahah xxx
b. Akan tetapi, apabila pembayaran sampai melebihi waktu yang sudah disepakati, maka:
1). Jika risiko saat menagih kecil, maka laba bisa dianggap saat menyerahkan aset murabahah, sehingga pencatatan dilakukan dengan cara yang sama pada poin a.
2). Apabila risiko relatif besar saat melakukan penggelolaan dan penagihan, maka laba termasuk proporsional, jurnal:
Dr. Piutang Murabahah xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
Cr. Margin Murabahah Tangguhan xxx
Akun kontra dari hutang murbahaha bisa dianggap sebagai Margin Murabahah Tangguhan Pada saat penerimaan angsuran:
Dr. Kas xxx
Cr. Piutang Murabahah xxx
Dr. Margin Murabahah Tambahan xxx
Cr. Pendapatan Margin Murabahah xxx
3). Pengakuan laba dianggap berhasil ketika seluruh hutang bisa ditagih. Hal ini digunakan ketika risiko hutang cukup besar. Adapun metode ini dicatat menggunakan poin (2) hanya saja pembuatan jurnal pengakuan setelah hutang semua lunas.
6. Hutang dianggap sejumlah harga beli beserta keuntungan yang telah disepakati ketika akad murabahah. Dalam hal ini, laporan keuangan menilai hutang murabahah sama seperti nilai bersih dengan akuntansi seperti pada umumnya, yakni saldo hutand minus kerugian, sehingga jurnal bagi yang tidak tertagih menjadi :
Dr. Beban Piutang Tak Tertagih xxx
Cr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih xxx
7. Potongan dianggap sebagai pengurang keuntungan murabahah ketika nasabah mampu melunasi hutangnya tepat waktu atau bahkan sebelum waktu yang ditentukan.
a. Potongan dianggap sebagai pengurang keuntungan murabahab ketika diberikan saat pelunasan, maka jurnal:
Dr. Kas xxx
Dr. Margin Murabahah Tangguhan xxx
Cr. Piutang Murabahah xxx
Cr. Pendapatan Margin Murabahah xxx
(Besarnya Pendapatan Margin Murabahah sama seperti Saldo Margin Murabahah Tangguhan-Potongan)
b. Apabula setelah pelunasan diberikan potongan seperti penjual menerima pelunasan dari nasabah kemudian dibayarkan kembali ke nasabah, maka jurnal:
Pada saat penerimaan piutang dari pembeli
Dr. Kas xxx
Dr. Margin Murabahah Tangguhan xxx
Cr. Piutang Murabahah xxx
Cr. Pendapatan Margin Murabahah xxx
(Besarnya Pendapatan Margin Murabahah seperti saldo Margin Murabahah Tangguhan)
Pada saat pengembalian Kepada Pembeli
Dr. Pendapatan Margin Murabahah xxx
Cr. Kas xxx
(Besarnya Nilai Pendapatan Margin Murabahah seperti potongan pelunasan)
8. Pemberian denda ditujukan kepada nasabah yang lalai dalam melaksanakan kewajibannya dan denda tersebut akan dialihkan menjadi dana kebajikan.
Dr. Dana Kebajikan-Kas xxx
Cr. Dana Kebajikan-Denda xxx 9. Pengakuan dan pengukuran penerimaan uang muka adalah:
a. Pengakuan uang muka sebagai uang yang digunakan untuk membeli barang sejumlah yang diterima;
b. Uang muka dianggap sebagai pembayaran hutang ketika nasabah jadi membeli barang tersebut.
c. apabila nasabah membatalkan untuk membeli barang, maka adanya pengembalian uang muka kepada nasabah dengan memperhitungkan dana yang sudah digunakan oleh penjual selama pemeasanan.
Berikut beberapa jurnall terkait menerima uang muka:
a. Pembeli membayar uang muka
Dr. Kas xxx
Cr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah xxx b. Apabila terjadi pelaksanaan murabahah
Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah xxx
Cr. Piutang Murabahah xxx
Oleh karena itu margin ditentukan berdasarkan nilai hutang (harga jual dikurangi uang muka).