BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Bagi BMT Agromadani diharapkan tetap mempertahankan perlakuan akuntansi yang sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, BMT supaya lebih meningkatkan pengetahuan akuntansi murabahah agar mampu berinovasi dan mampu menilai kesesuaian perlakuan akuntansi murabahah dengan peraturan yang berlaku yaitu PSAK Nomor 102 sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitasnya.
2. BMT Agromadani Syariah Rokan Hilir sebagai lembaga keuangan mikro syariah perlu mensosialisasikan produk-produk yang dimiliki kepada masyarakat, sehingga konsep-konsep Islam tercermin dari produk-produk BMT tersebut dapat diterapkan sesuai dengan prinsip syariah.
3. Bagi Pemerintah diharapkan selalu memberi perhatian kepada Lembaga
pembiayaan Syariah seperti BMT karena maslahat/manfaat yang besar yang dapat dirasakan oleh masyarakat terutama masyarakat ekonomi menengah dan kecil.
4. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa mengungkapkan akuntansi pada akad – akad pembiayaan yang lain yang diterapkan oleh BMT Agromadani selain pembiayaan murabahah.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Butary, B. (2021). KONSEP MURABAHAH DALAM DIKTUM FILSAFAT EKONOMI ISLAM. HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 8(1).
Amin, M. (2019). Peranan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).Skripsi.
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Amrullah. (2016). Analisis Penerapan Psak No. 102 Tentang Akuntansi Murabahah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 1(1).
Armailis. (2020). Analisis Penerapan Akuntansi Murabahah Berdasarkan Psak No.102 Pada Bmt Marwah Riau Cabang Danau Bingkuang.
Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.
Astika, S. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan Psak 102 Pada Pembiayaan Murabahah Di Pt Bank Bni Syariah Cabang Makassar. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Febrian, R., & Mardian, S. (2017). Penerapan PSAK NO. 102 Atas Transaksi Murabahah: Studi Pada Baitul Maal Wa Tamwil Di Depok, Jawa Barat. IKONOMIKA :Journal of Islamic Economics and Business, 2(1).
Habibah, M., & Nikmah, A. (2016). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan Psak 102 Pada Pembiayaan Murabahah Di Bmt Se-Kabupaten Pati. EQUILIBRIUM: Jurnal Ekonomi Syariah, 4(1).
Hadi, D. (2018). Pengembangan Teori Akuntansi Syariah Di Indonesia. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 9(1).
Harkaneri, dan Febri Rahmi. 2019. Akuntansi Perbankan Syariah. Depok:
Rajawali Pers
Herman. (2015). Penerapan Sistem Akuntansi Pembiayaan Murabahah pada PT Bank Sulselbar Syariah Makassar. Makassar: Ekonomi dan Bisnis.Skripsi.Universitas Muhammadiyah Makassar
Iaiglobal.or.id. (2022, 1 Agustus). Akuntansi Keuangan Syariah. Diakses pada 1 Agustus 2022, dari http://iaiglobal.or.id/v03/files/modul/usas/
AKS/mobile/index.html#p=74
Kalsum, U., & Saputra E. (2016). Penyertaan Akad Wakalah Pada Pembiayaan Murabahah. Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam, 1(1).
Kristanto, V. H. (2018). Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Yogyakarta: CV Budi Utama.
Muttaqien, Dadan. 2008. Aspek Legal Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta:
Safiria Insania Press
Nurhayati Sri, Wasilah. (2015). Akuntansi Syariah di Indonesia Edisi 4. Jakarta:
Salemba Empat.
Nurhayati Sri, Wasilah. (2019). Akuntansi Syariah di Indonesia Edisi 4. Jakarta:
Salemba Empat.
Pambudi, K. (2020). Analisis Perlakuan Akuntansi Murabahah Berdasarkan Psak Nomor 102. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
PSAK 102 : Tentang Akuntansi Murabahah (2019). DSAS IAI (Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntansi Indonesia)
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadrah, 17(33).
Saputra, M., Rusli, A., & Ukkas, I. (2021). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan Psak 102 Tentang Pembiayaan Murabahah. Skripsi.
Universitas Muhammadiyah Palopo.
Sekaran, Uma. (2017). Metode Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Setyowati, Y. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Pembiayaan Murabahah Berdasarkan PSAK No. 102. Skripsi. Universitas Jember.
Sjahdeini, Sutan Remi. 2014. Perbankan Syariah Produk-Produk dan Aspek Hukumnya. Jakarta: Prenadamedia Group
Srisusilawati, Popon dan Panji Adam. (2017). “KEDUDUKAN MULTI AKAD DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PERBANKAN SYARIAH”. Seminar IQRA 1.(1)
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suriyono, J. (2021). ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH BERDASARKAN PSAK 102 TENTANG PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA KOPERASI PAMANDIRI TAHUN BUKU 2020. Skripsi. STEI Indonesia Jakarta
Tamaria, F. (2019). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK 102 tentang Pembiayaan Murabahah Pada PT.BPRS Amanah Bangsa Tapian Dolok. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.
LAMPIRAN
A K A D W A K A L A H
Nomor :01404-/MRB-AJB/BMT-A/2022/1443 H
Pada hari ini, SENIN tanggal 28 MARET 2022/1443 H, telah dibuat Akad Wakalah yang ditandatangani oleh :
1. BMT AGROMADANI, berkedudukan dan berkantor di Kec. Rimba Melintang Jl. Lintas Bagansiapiapi Kepenghuluan Lenggadai Hulu dalam hal ini diwakili oleh CUMEL, A.md, selaku Pimpinan oleh karenanya sah bertindak untuk dan atas nama BMT AGROMADANI (untuk selanjutnya disebut “BMT/MUWAKIL”).
2. NURIYANI, berkedudukan di JL. LINTAS BAA BANTAIAN KECAMATAN BATU HAMPAR, KABUPATEN ROKAN HILIR Selanjutnya dalam akad pembiayaan ini disebut “ANGGOTA/NASABAH/WAKIL”.
--- KHUSUS --- Untuk dan atas nama BMT/MUWAKIL melakukan tindakan-tindakan dengan memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagai berikut :
1. Melakukan pembelian barang/benda Untuk Modal Kerja (untuk selanjutnya disebut
“Barang/benda”) dari Penjual/Pemasok yang ditunjuk atau disetujui oleh BMT/MUWAKIL, untuk kepentingan BMT/MUWAKIL.
2. BMT/MUWAKIL akan memberikan Dana Pembelian Barang/benda (selanjutnya disebut
“Dana”) kepada ANGGOTA/NASABAH/WAKIL sebesar Rp. 2.000.000 ( DUA JUTA RUPIAH) yang akan digunakan untuk TAMBAHAN MODAL USAHA.
3. Dengan diterimanya Dana, maka ANGGOTANASABAH/WAKIL akan menandatangani Tanda Bukti Penerimaan Uang (TATUNA) sebagai bukti telah diterimanya Dana oleh ANGGOTA/NASABAH/WAKIL dari BMT/MUWAKIL.
4. BMT/MUWAKIL akan membayarkan pembelian Barang/benda dimaksud ke rekening Penjual/Pemasok melalui rekening ANGGOTA/NASABAH/WAKIL yang ada pada BMT/MUWAKIL.dan atau langsung dilakukan oleh Nasabah
5. ANGGOTA/NASABAH/WAKIL menerima faktur/invoice, kwitansi atau tanda pembayaran lain dari Penjual/Pemasok sebagi bukti telah dilakukannya pembelian Barang/benda untuk kemudian diserahkan kepada BMT/MUWAKIL sebagai Tanda Terima Barang/benda oleh ANGGOTA/NASABAH/WAKIL.
6. Penyerahan Barang/benda dimaksud dilakukan oleh Penjual/Pemasok langsung kepada ANGGOTA/NASABAH/WAKIL dengan persetujuan BMT/MUWAKIL atau yang dipersyaratkan dalam pembelian Barang/benda kepada Penjual/Pemasok.
7. BMT/MUWAKIL tidak bertanggung jawab atas keadaan/kondisi Barang/benda yang telah diterima oleh ANGGOTA/NASABAH/WAKIL dari Penjual/Pemasok.
Demikian Akad Wakalah ini dibuat untuk dipergunakan sebagimana mestinya.
PIMPINAN BMT AGROMADANI
CUMEL, A.Md
ANGGOTA/NASABAH/WAKIL
NURIYANI
( AKAD JUAL BELI / MURABAHAH )
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu”
(QS. Al-Maidah : 1)
"Dan Allah SWT telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba"
(QS. Al-Baqarah: 275).
“ Hai orang–orang yang beriman, Janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantaramu”
(An-Nisa’ : 29)
“Maka, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah Tuhannya.”(Al-Baqarah:283)
Dengan mengharapkan Keridhaan dari Allah SWT, serta senantiasa memohon Rahmat-Nya, Pada hari ini : SENIN, TGL : 28 : MARET Tahun 2022 oleh pihak sebagai berikut :
1. Nama : CUMEL A.Md, Pimpinan KJKS BMT AGROMADANI, yang dalam hal ini berwenang bertindak untuk dan atas nama Koperasi Syari’ah BMT AGROMADANI, yang berkedudukan dan berkantor di Jl. Lintas Bagansiapi Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kec. Rimba Melintang Kab.
Rokan Hilir - Riau Untuk selanjutnya disebut Pihak I
2. Nama :NURIYANI, beralamat di : JL. LINTAS BAA kelurahan BANTAIAN kecamatan BATU HAMPAR Kabupaten/Kota ROKAN HILIR memiliki No. KTP 14071XXXXXXXXXXX yang dalam hal ini telah mendapat Persetujuan bertindak untuk dan atas nama pribadi/diri sendiri, yang untuk selanjutnya disebut Pihak II
Kedua belah pihak bertindak dalam kedudukannya masing-masing sebagaimana tersebut di atas, telah sepakat mengadakan perjanjian jual beli (murabahah) yang terikat dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :
--- K H U S U S ---———---
Para pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa, dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya, PIHAK KEDUA memerlukan sejumlah dana untuk pembelian barang, dan untuk memenuhi hal tersebut PIHAK KEDUA telah mengajukan permohonan kepada PIHAK PERTAMA untuk membeli barang sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian ini, dan berdasarkan permohonan PIHAK KEDUA tersebut PIHAK PERTAMA menyetujui, dan dengan Perjanjian ini mengikatkan diri untuk membeli,
SURAT AKAD PEMBIAYAAN
NOMOR : 01404/ MRB-AJB/BMT-A /2022/1443 H
pemesanan PIHAK KEDUA baik jumlah, spesifikasi, harga maupun tempat dan waktu penyerahanya dengan demikian pada prinsipnya barang adalah milik PIHAK PERTAMA.
Selanjutnya kedua belah pihak sepakat menuangkan perjanjian ini dalam Akad Jual-Beli Murabahah (selanjutnya disebut "akad") dengan syarat-syarat dan kondisi, serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1 DEFINISI JUAL BELI
Yang dimaksud dengan Jual-Beli Murabahah adalah jual-beli antara PIHAK KEDUA sebagai pemesan untuk membeli, dan PIHAK PERTAMA sebagai penyedia barang yang berasal dari milik pihak ketiga (pemasok), yang didalam perjanjian jual-belinya dinyatakan dengan jelas dan rinci mengenai barang, harga beli PIHAK PERTAMA dan harga jual PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sehingga termasuk di dalamnya keuntungan yang diperoleh PIHAK PERTAMA, serta persetujuan PIHAK KEDUA untuk membayar harga jual PIHAK PERTAMA tersebut secara tangguh, baik secara sekaligus (lumpsum) atau secara angsuran.
Pasal II
SISTIM, JANGKA WAKTU PEMBAYARAN KEMBALI, BIAYA-BIAYA & KETENTUAN UMUM
Pihak II sepakat untuk membeli barang sebagaimana tersebut pada pasal 1 dengan ketentuan sebagai berikut :
1. PIHAK PERTAMA berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk menjual barang berupa (Daftar barang terlampir) berdasarkan tanda bukti pembelian tanggal _____________ dan menyerahkannya kepada PIHAK KEDUA, sebagaimana PIHAK KEDUA berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membeli dan menerima barang tersebut dari PIHAK PERTAMA.
2. Penyerahan barang objek jual beli dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan setelah penanda tanganan akad jual beli ini.
3. Tata cara pembayaran diantar langsung ke BMT AGROMADANI dan atau dapat dijemput oleh Kolektor.
4. Jangka waktu pembayaran adalah : _______Hari, Minggu, 6 Bulan, oleh karena itu perjanjian jual beli ini berlaku sejak tanggal ditandatanganinya. Adapun pelunasan pembayaran dapat dilakukan sebelum jatuh tempo selambat-lambatnya akan jatuh tempo pada Tanggal 28 Bulan SEPTEMBER Tahun 2022,
5. Apabila PIHAK KEDUA membayar kembali atau melunasi pembiayaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA lebih awal dari waktu yang diperjanjikan, maka tidak berarti pembayaran tersebut akan menghapuskan atau mengurangi bagian dari pendapatan/keuntungan yang menjadi hak PIHAK PERTAMA sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Perjanjian.
6. Wajib membayar seluruh kewajiban yang muncul akibat adanya perjanjian jual beli ini sampai dengan lunas penuh sebagaimana mestinya kepada Pihak I.
7. Dalam hal pembayaran angsuran yang dilakukan Pihak II sesuai kesepakatan jatuh pada hari ahad dan atau hari libur umum atau hari bukan hari kerja lainnya, maka pembayaran dilakukan pada hari sebelumnya tersebut.
8. Harga jual PIHAK PERTAMA tersebut pada ayat 3 tidak termasuk biaya-biaya administrasi, seperti biaya notaris, meterai dan lain-lain sejenisnya, yang oleh kedua belah pihak telah disepakati dibebankan sepenuhnya kepada PIHAK KEDUA.
9. PIHAK KEDUA berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk menanggung segala biaya yang diperlukan berkenaan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, yaitu :Terlampir
Pihak II akan melakukan angsuran pembayaran sesuai dengan kesepakatan sebagaimana bunyi pasal 2 berikut tata cara pembayarannya secara tertib dan teratur dan akan lebih mengutamakan kewajiban pembayaran ini daripada kewajiban pembayaran kepada pihak lain.
Pasal IV
PERNYATAAN JAMINAN
Untuk menjamin keamanan dan terpenuhinya akad sebagaimana tujuan perjanjian jual beli ini, maka Pihak II menyerahkan jaminan.
1. Pihak II menyerahkan jaminan yang diakui dengan sebenarnya milik PIHAK KEDUA dan atau sesuai Surat kuasa menjaminkan, berupa: Terlampir
2. Obyek jaminan menjadi milik Pihak I, sedang obyek jaminan tersebut tetap berada pada kekuasaan Pihak II selaku peminjam pakai, obyek jaminan hanya dapat dipergunakan oleh Pihak II menurut sifat dan peruntukannya.
3. Pihak II berkewajiban untuk memelihara obyek jaminan tersebut dengan sebaik-baiknya dan melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk pemeliharaan dan perbaikan atas obyek jaminan atas biaya dan tanggungan Pihak II sendiri serta membayar pajak, restribusi dan beban lainnya yang berkaitan dengan itu.
4. Apabila bagian dan atau seluruhnya dari obyek jaminan tersebut rusak, hilang, atau diantara obyek jaminan tersebut tidak dapat dipergunakan lagi, maka Pihak II dengan ini mengikatkan diri untuk mengganti bagian dan atau seluruhnya dari obyek jaminan sejenis dan atau yang nilainya setara dengan yang digantikan serta disetujui oleh Pihak I.
5. Pihak II tidak berhak untuk melakukan penjaminan ulang atas obyek jaminan dan juga tidak diperkenankan untuk membebankan dengan cara apapun, menggadaikan atau menjual atau mengalihkan obyek jaminan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak I.
4. Pihak II bersedia dan bertanggungjawab untuk melepaskan hak atas jaminan tersebut pada pasal IV ayat 1 kepada Pihak I, apabila Pihak II selama tiga periode angsuran tidak memenuhi kewajibannya untuk mengangsur sebagaimana diatur pada pasal II perjanjian ini. Dengan ini Pihak I memiliki hak terhadap barang tersebut dengan tanpa sesuatu yang dikecualikan untuk menarik jaminan dan atau untuk menjualnya kepada pihak manapun untuk melunasi kewajiban Pihak II.
Pasal V SANKSI
1. Apabila PIHAK KEDUA terlambat melaksanakan pembayaran sebaimana ayat 1 atau berdasarkan akad yang telah disepakati, maka PIHAK KEDUA sepakat untuk dikenakan denda/ ta’jir sebesar Rp. ……….,- (……… rupiah) per hari dan akan diperhitungkan sebagai satu kesatuan kewajiban PIHAK KEDUA yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
2. PIHAK KEDUA berjanji menanggung segala biaya yang timbul akibat ketidaktaatannya atas akad yang telah disepakati baik berupa biaya penagihan, maupun biaya lain sampai terpenuhinya seluruh kewajiban PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
Apabila terjadi hal-hal di bawah ini, setiap kejadian demikian, masing-masing secara tersendiri atau bersama-sama disebut peristiwa cidera janji.
1. Kelalaian Pihak II untuk melaksanakan kewajiban menurut perjanjian ini untuk memilih barang sesuai ketentuan.
2. Apabila terdapat suatu janji, pernyataan, jaminan atau kesepakatan menurut perjanjian ini atau berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam suatu surat, sertifikat atau bukti-bukti lain yang perlu diadakan menurut Perjanjian ini atau sehubungan dengan suatu perjanjian yang disebut dalam Perjanjian ini ternyata tidak benar, tidak tepat atau menyesatkan.
3. Diputuskan oleh suatu pengadilan atau instansi Pemerintah lainnya bahwa suatu perjanjian atau dokumen yang merupakan bukti kepemilikan atas barang yang dipilih Pihak II adalah tidak sah atau dengan cara yang lain tidak dapat diberlakukan.
4. Jikalau Pihak II melanggar dan atau tidak dapat memenuhi peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini atau tidak dapat memenuhi syarat-syarat perjanjian ini serta perjanjian-perjanjian lainnya yang bersangkutan dan atau syarat-syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh KJKS BMT AGROMADANI baik surat-surat / dokumen-dokumen termasuk jaminan yang diberikan.
5. Jikalau Pihak II tidak menjalankan wakalah dengan sungguh-sungguh dan atau melanggar syar’i dan atau melanggar hukum yang berlaku. Maka seluruh akad akan menjadi jatuh tempo dan seluruh kewajiban-kewajiban dan biaya-biaya yang menjadi kewajiban Pihak II harus dibayarkan kepada Pihak I dan Pihak I dapat mengambil tindakan apapun yang perlu yang berhubungan dengan perjanjian ini.
Pasal VII
KEADAAN MEMAKSA (FOR CE MAJEURE)
1. Apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan salah satu pihak untuk memenuhi kewajiban sebagaimana tercantum dalam perjanjian ini, yang disebabkan oleh karena keadaan yang memaksa seperti bencana alam, huru hara dan sabotase, dan tidak dapat dihindari dengan melakukan tindakan sepatutnya, maka kerugian yang diakibatkan tersebut ditanggung secara bersama oleh para pihak.
2. Dalam hal terjadi keadaan memaksa, pihak yang mengalami peristiwa yang dikategorikan keadaa memaksa wajib memberitahukan secara tertulis tentang hal tersebut kepada pihak lainnya dengan melampirkan bukti secukupnya dari kepolisian atau instansi yang berwenang mengenai kejadian memaksa tersebut selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak keaddan yang memaksa tersebut.
3. Apabila dalam waktu 30 hari sejak diterimanya pemberiitahuan sebagaimana ayat 2 tersebut belum atau tidak ada tanggapan dari pihak yang menerima pemberitahuan, maka adanya peristiwa tersebut dianggap telah disetujui oleh pihak tersebut.
4. Apabila keadan memaksa tersebut mengakibatkan kegagalan dalam pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini selama 3 bulan, maka perjanjian ini dapat diakhiri dengan suatu perjanjian antara para pihak.
1. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat atau penafsiran atas hal-hal yang tercantum di dalam akad ini atau terjadi perselisihan dalam pelaksanaannya, maka para pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila musyawarah untuk mufakat telah diupayakan namun perbedaan pendapat atau penafsiran, perselisihan tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak, maka para pihak bersepakat untuk menyelesaikannya melalui Badan Arbitrase Syariah menurut prosedur beracara yang berlaku di dalam Badan Arbitrase tersebut.
3. Para pihak sepakat, dan dengan ini mengikatkan diri satu terhadap yang lain, bahwa pendapat hukum (legal opinion) dan/atau Putusan yang ditetapkan oleh Badan Arbitrase Syariah tersebut bersifat final dan mengikat (final and binding).
Pasal IX ADDENDUM
Kedua belah pihak telah sepakat, bahwa segala sesuatu yang belum diatur dalam akad ini, akan diatur dalam addendum-adendum dan atau surat-surat dan atau lampiran-lampiran yang akan dibuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini.
Pasal X PASAL TAMBAHAN
Perjanjian ini ditandatangani, dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing mempunyai kekuatan pembuktian yang sama, ditanda tangani kedua belah pihak dengan sukarela (saling ridlo) tanpa paksaan dari pihak manapun.
Demikian akad ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas kertas yang bermeterai cukup, untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Alloh melindungi dan memudahkan ikhtiar kita..amin.
LENGGADAI HULU, 27 JUNI 2022/ 1443 H PIHAK PERTAMA
CUMEL A.Md
PIHAK KEDUA
NURIYANI
SAKSI-SAKSI
(BASOFI ABDULLAH, S.M) (ARDI PRASETYO, S.T)
UNTUK AKAD MURABAHAH (JUAL BELI)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : NURIYANI
Tempat, Tanggal Lahir : MUKTI JAYA,XX-XX-19XX Alamat : JL. LINTAS BAA BANTAIAN Pekerjaan : WIRASWASTA
No Hp : 0852XXXXXXXX (Disebut sebagai pihak kedua)
Memberikan kuasa menjual/ gadai jaminan pembiayaan yang tertera sesuai akad pembiayaan yang ada di BMT Agromadani untuk pelunasan pembiayaan yang telah saya pergunakan sesuai akad yang telah disepakati kedua belah pihak.
Kepada penerima kuasa :
Nama : BMT AGROMADANI SYARIAH
Alamat : Jl. Lintas BAA, Lenggadai Hulu, Kec. Rimba Melintang Kab. Rokan Hilir No Badan Usaha : 367/BH/IV.6/III.I/VII/14
(Disebut sebagai pihak pertama)
Demikian surat kuasa menjual/ gadai jaminan ini dibuat atas dasar kesepakatan kedua belah pihak tanpa ada paksaan dari pihak manapun, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Lenggadai Hulu, 28 MARET 2022
Pihak Kedua Pihak Pertama MATERAI
10.000
Saksi Saksi Saksi
Perihal : SURAT PENEGASAN PERSETUJUAN PEMBIAYAAN AL-MURABAHAH
Kepada Yth : NURIYANI Di
Tempat
Assalamu’alaikum Wr, Wb.
Semoga bapak/ibu senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat serta mendapat hidayah dan taufik dari allah SWT. Amin”.
Menunjuk surat permohonan bapak/ibu perihal permohonan pembiayaan Al-Murabahah dengan ini kami beritahukan bahwa BMT AGROMADANI dapat menyetujui permohonan bapak/ibu dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
A. Struktur Pembiayaan
1. Jenis pembiayaan : MURABAHAH
2. Tujuan : TAMBAHAN MODAL
3. Pembiayaan BMT : Rp. 2.000.000 4. Margin BMT : RP. 240.000 5. Harga Jual : RP.2.240.000
6. Jangka Waktu :6 BULAN
7. Angsuran/bulan/ Minggu : RP. 373.333 8. Biaya administrasi : RP. 40.000
9. Biaya Notaris :
10. Biaya Matrai :
11. Biaya asuransi jiwa : 12. Biaya asuransi kendaraan :
13. Denda keterlambatan :RP. 2000/HARI B. Jaminan
C. Syarat penandatangan akad
1. Telah mengembalikan tembusan surat pemberitahuan persetujuan pembiayaan (SP3) yang telah ditandatangani diatas matrai secukupya.
2. Membuka rekening dan menyiapkan dana untuk membayar biaya administrasi dan biaya lainnya sehubungan dengan fasilitas pembiayaan yang diberikan.
3. Anggota/nasabah bersedia membayar angsuran setiap bulannya dengan tertib sesuai jadwal.
D. Syarat pencairan pembiayaan
1. Telah menandatangani akad perjanjian pembiayaan Al-Murabahah
3. Agunan telah diikat secara sempurna/notariil, minimal telah ada surat pernyataan notaris bahwa seluruh agunan dapat diikat sempurna dan sedang dalam proses palaksanaan pengikatan.
E. Syarat-Syarat lain
1. Perubahan akad pembiayaan hanya dapat dilakukan secara tertulis dan ditandatangani oleh BMT dan anggota/nasabah.
2. Seluruh biaya yang timbul kemudian menjadi beban permohonan.
3. Kelalaian atau keterlambatan BMT dalam menggunakan hak kekuasaannya sesuai dengan isi akad pembiayaan tidak berarti sebagai pelepasan hak.
4. Selama pembiayaan belum lunas, tanpa persetujuan tertulis dari BMT terlebih dahulu nasabah tidak diperkenankan:
a. Memperoleh fasilitas pembiayaan atau pinjaman lain dari pihak ketiga, kecuali dalam rangka transaksi yang wajar dan disetujui oleh BMT.
b. Mengikat diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan kepada pihak lain.
5. Selama penandatanganan akad pembiayaan yang disebutkan dalam butir syarat-syarat penandatanganan akad pembiayaan belum dilaksanakan dan terjadi suatu perubahan kebijakan pembiayaan di internal BMT, yang disebabkan adanya perubahan regulasi pemerintah ataupun perubahan peraturan pembiayaan di internal yang tidak terbatas pada pengaturan pendanaan/likuiditas sehingga persetujuan pembiayaan ini harus ditinjau kembali, maka kami berhak menunda ataupun membatalkan persetujuan pembiayaan ini dan saudara bersedia serta membebaskan kami dari tuntutan ganti rugi apapun atas pembatalan tersebut.
Demikan kami sampaikan, apabila bapak/ibu menyetujui syarat dan ketentuan tersebut diatas, harap bapak/ibu menandatangani surat ini di atas materai Rp 6,000.00 dan segera mengembalikannya kepada kami.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
MENYETUJUI
( NURIYANI)
BMT AGROMADANI
(CUMEL, A.Md)
UNTUK AKAD MURABAHAH (JUAL-BELI)
Dengan mengharapkan keridhaan dari allah SWT, serta senantiasa memohon Rahmat-Nya, pada hari ini : SENIN TGL: 28 Bulan MARET Tahun 2022 oleh pihak sebagai berikut:
1. Nama : CUMEL A.Md, Pimpinan KJKS BMT AGROMADANI, yang dalam hal ini berwenang bertindak untuk dan atas nama Kopersi Syari’ah BMT AGROMADANI, yang berkedudukan dan berkantor di Jl. Lintas Bagan Siapi-api, Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kec. Rimba Melintang Kab. Rokan Hilir-Riau untuk selanjutnya disebut pihak I
Nama : NUIYANI Beralamat di : JL. LINTAS BAA BANTAIAN Kec. RIMBA MELINTANG Kab.
Rokan Hilir-Riau memiliki No. KTP 14071XXXXXXXXXXX yang dalam hal ini telah mendapat Persetujuan SUAMI MUHAMMAD bertindak untuk dan atas nama pribadi/diri sendiri, yang selanjutnya disebut Pihak II.
---K H U S U S---
Sesuai dengan disepakatinya akad Pembiayaan MURABAHAH dengan nomor akad 01404 antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, maka dengan ini menyatakan bahwa:
1. PIHAK KEDUA mengakui memiliki Hutang Kepada PIHAK PERTAMA sejumlah pokok Plafon Rp. 2.000.000 Ditambah Margin Rp. 240.000 Yang telah disepakati dalam akad.
2. KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk melakukan pengikatan barang jaminan milik PIHAK KEDUA sesuai bukti kepemilikan, dan atau surat kuasa menjaminkan/ surat pernyataan pemilikan tanggal 28 MARET 2022 berupa :
Jenis Jaminan : BPKB SEPEDA MOTOR
Alat Bukti Jaminan :
Atas Nama : MUHAMMAD
Luas/Merk/ Type :
Letak Jaminan :
Nomor sertifikat/ Bukti :
Nomor BPKB & STNK :
3. Sebagai alat bukti untuk pengikatan, maka PIHAK KEDUA memberikan Surat Tanda Bukti kepemilikan barang jaminan beserta kelengkapannya sebagaimana poin 2 kepada PIHAK PERTAMA dengan nilai taksasi/ taksiran harga barang jaminan Rp.
4. Selama akad pembiayaan berlangsung, PIHAK KEDUA berjanji tidak akan menjual, menyewakan, menggadaikan, dan atau melakukan segala bentuk transaksi yang bermaksud mengalihkan hak kepada pihak lain tanpa seijin dan sepengetahuan PIHAK KEDUA.
5. Dalam hal PIHAK KEDUA melanggar sebagaimana ketentuan poin 4, maka PIHAK PERTAMA berhak mengajukan tuntutan kepada pihak berwenang atas penggelapan barang jaminan sesuai pasal 372 KUHP dan atau gugatan berdasarkan pasal 1365