Pendahuluan
(Tips Jitu Mencari Pekerjaan)
Apakah Anda adalah orang yang baru saja memperoleh gelar sarjana dan berencana untuk mencari pekerjaan? Apakah Anda baru saja berhenti dari pekerjaan Anda dan mencari pekerjaan baru dengan penghasilan yang lebih menjanjikan? Apakah Anda adalah seorang pengangguran yang hanya memiliki sedikit penga-laman tentang cara mencari pekerjaan? Apa pun ke-mungkinan situasi Anda, akan sangat menguntungkan untuk mempelajari tips-tips berikut ini.
Sebelum Anda mengumpulkan daftar riwayat hidup Anda kepada calon pimpinan Anda, periksalah kembali daftar riwayat hidup Anda paling tidak tiga kali untuk memastikan tidak ada kesalahan sedikit pun pada daftar riwayat hidup Anda. Setelah meneliti tentang posisi pekerjaan yang ditawarkan, hal penting berikutnya untuk Anda lakukan adalah menyusun pola daftar riwayat hidup yang sesuai dengan pola yang dibutuhkan perusahaan. Sebagai contoh, jika Anda mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi keuangan, Anda seharusnya menempatkan hal-hal yang rinci
mengenai pengalaman Anda dalam bidang keuangan pada daftar riwayat hidup Anda. Kesalahan tata bahasa dan kesalahan cetak merupakan kesalahan serius yang juga harus dihindari. Dan juga merupakan hal yang ideal untuk menuliskan daftar riwayat hidup Anda sepanjang paling tidak satu setengah halaman. a. Menerima tantangan wawancara
Sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah firma yang bergerak dalam bidang konsultasi dan kepega-waian di Kalifornia setelah berkorespondensi dengan 1400 kepala bagian keuangan menyimpulkan bahwa para pelamar pekerjaan membuat kesalahan terbanyak saat sesi wawancara. Beberapa kesalahan yang mereka buat di antaranya: datang terlambat, memiliki sedikit pengetahuan tentang perusahaan dan pekerjaan yang dilamar, memiliki rasa tinggi hati serta bertingkah laku arogan.
Bahasa tubuh pelamar seharusnya menunjukkan bahwa dia merupakan orang yang meyakinkan tetapi tidak arogan. Dia harus mengadakan kontak mata dengan pewawancara, membalas jabat tangan dengan erat dan menghindari menunjukkan sikap arogan de-ngan menyilangkan tade-ngan di depan dada. Memakai pakaian yang pantas merupakan hal yang sangat penting untuk menunjukkan sikap mental yang meya-kinkan. Seperti yang mereka katakan, akan lebih baik pergi ke sebuah wawancara dengan pakaian yang ter-lalu panjang daripada dengan pakaian yang terter-lalu pendek.
b. Menjawab pertanyaan dengan tangkas
Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh para pelamar pekerjaan saat wawancara adalah mereka cen-derung menampakkan ketegangan dan melupakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mereka, sehingga mereka terlihat tidak siap menghadapi wa-wancara.
Merupakan hal yang penting untuk meneliti ten-tang perusahaan dan pekerjaan yang dilamar agar Anda tidak tergelincir dalam menjawab pertanyaan. Jika Anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan, lebih baik Anda mengakui bahwa Anda memang tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut dan tambahkan bahwa Anda bisa mencari tahu mengenainya. Carilah informasi mengenai keteram-pilan atau keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga ketika hari wawancara tiba dan pewawancara menanyakan tentang kelebihan dan kompetensi utama yang Anda miliki, Anda akan mampu mencocokkan keterampilan dan kompetensi Anda dengan keteram-pilan dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. c. Mendapatkan penghubung yang diperlukan
Mengenal salah satu pegawai perusahaan sebagai penghubung bisa memperlancar usaha Anda dalam mencari pekerjaan hingga ke tahap wawancara. Peru-sahaan tertentu mungkin menerima pelamar pekerjaan hingga ratusan orang dan biasanya 35% sampai 60% dari lowongan pekerjaan yang ditawarkan diisi oleh para pelamar yang dibawa oleh para penghubung.
Kemungkinan untuk dipekerjakan kalau Anda memi-liki penghubung sangat tinggi jika hanya ada 200 sam-pai 500 orang pelamar yang bersaing untuk mempe-rebutkan pekerjaan yang sama. Jika Anda tidak me-ngenal seorang pun dari perusahaan yang mungkin bisa menjadi penghubung Anda, merupakan ide yang baik untuk mencari penghubung melalui ikatan alumni dari universitas Anda, dari kelompok-kelompok dagang, jaringan sosial dan asosiasi profesional. Ingatlah, memiliki seorang penghubung akan memperbesar ke-sempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan.
d. Mengirim surat lamaran melalui e-mail
Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini dan penggabungan teknologi dengan proses-proses bisnis, semakin banyak perusahaan yang menuntut para pelamar pekerjaan untuk mengirimkan surat lamaran mereka melalui e-mail. Dengan demikian kesan pertama tentang diri Anda tidak tersampaikan melalui penam-pilan Anda, tetapi melalui kualitas dan isi e-mail Anda.
E-mail yang berisi surat lamaran pekerjaan seharusnya
dipoles dan disusun dengan baik. Kalau Anda mengi-rim lamaran pekerjaan melalui e-mail, gunakan tips berikut ini.
Lengkapi kalimat-kalimat Anda dan jangan me-nyingkat kata apa pun.
Para pimpinan perusahaan tidak suka kalau Anda mengirimi mereka surat lamaran pekerjaan yang terlalu kasual. Merupakan hal yang penting untuk membuat sebuah surat yang formal dan ditulis dengan baik. Hal ini akan menimbulkan kesan yang baik mengenai ke-mampuan dan keterampilan- keterampilan Anda. e. Langsung ke pokok permasalahan
Ketika Anda menulis surat lamaran pekerjaan, Anda harus menyatakannya dengan ringkas dan terus-terang. Jangan menulis cerita pada surat lamaran Anda hanya untuk mendapatkan perhatian dari pimpinan perusahaan. Kemungkinan pimpinan perusahaan tersebut justru akan terganggu dengan Anda dan hal ini akan mengurangi kesempatan Anda untuk dipe-kerjakan.
Pertimbangkan masalah-masalah potensial yang mungkin menghalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan. Meskipun ada banyak instansi yang menawarkan banyak lowongan peker-jaan, tetapi persyaratan–persyaratan untuk memenuhi pekerjaan yang ditawarkan mungkin menuntut Anda menguasai program-program pelatihan tertentu. Hal ini mungkin menghalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut karena tingkat kompetisi yang memang sangat tinggi. Beberapa pekerjaan menuntut orang- orang yang berpengalaman kerja, bahkan paling tidak selama 3 tahun. Beberapa pekerjaan mungkin tidak menuntut syarat apa pun untuk mengajukan
la-maran, tetapi pekerjaan itu sendiri mungkin memerlukan arus kerja yang sangat rutin.
Mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan mungkin merupakan suatu tantangan, tetapi jangan pernah kehilangan harapan. Lebih baik bagi Anda untuk menunggu sementara waktu dan mendapatkan pekerjaan yang Anda senangi daripada mendapatkan pekerjaan secepat mungkin tetapi berakhir dengan ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan. Buatlah keputusan yang tepat kemudian bertindaklah untuk mencapainya.