• Tidak ada hasil yang ditemukan

T ATACARA I NVENTARISASI P ADA T INGKAT UAPPB-E1

Dalam dokumen NSPK PENATAUSAHAAN BMN (Halaman 60-0)

BAB V TATACARA INVENTARISASI BARANG MILIK NEGARA

F. T ATACARA I NVENTARISASI P ADA T INGKAT UAPPB-E1

Dokumen sumber pada tingkat UAPPB-E1 dalam pelaksanaan inventarisasi BMN meliputi : Laporan hasil inventarisasi BMN dari UAKPB.

2. Keluaran dari Inventarisasi

Dokumen yang dihasilkan dalam pelaksanaan inventarisasi BMN pada tingkat UAPPB-E1 adalah Laporan rekapitulasi hasil pelaksanaan inventarisasi BMN.

3. Prosedur Inventarisasi a. Tahap Persiapan

1) Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan inventarisasi BMN dengan UAKPB.

2) Dalam pelaksanaan inventarisasi, dapat dibentuk tim inventarisasi oleh penanggungjawab UAPPB.E1 dan dapat dibantu oleh Pengguna Barang dan Pengelola Barang.

3) Mengumpulkan dokumen sumber.

b. Tahap Pelaksanaan

1) Melakukan bimbingan dan memberikan arahan kepada UAKPB atau dalam melakukan inventarisasi BMN.

2) UAPPB-E1 diharuskan melakukan rekonsiliasi/ pemutakhiran data hasil inventarisasi dengan UAKPB dan Kanwil DJKN.

c. Tahap pelaporan

1) Menyusun laporan rekapitulasi hasil pelaksanaan inventarisasi BMN yang datanya berasal dari himpunan hasil inventarisasi dari UAKPB atau laporan rekapitulasi hasil pelaksanaan inventarisasi BMN.

54 2) Meminta pengesahan atas laporan rekaputilasi hasil pelaksanaan

inventarisasi BMN kepada penanggung jawab UAPPB-E1.

3) Menyampaikan laporan rekapitulasi hasil pelaksanaan inventarisasi kepada UAPB.

d. Tahap evaluasi/tindak lanjut

Mencatat dan mendaftarkan hasil pelaksanaan inventarisasi yang telah ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atau pejabat yang dikuasakan, pada DBPP-E1.

55 BAB VI

TATACARA PELAPORAN BARANG MILIK NEGARA

A. Pengertian dan maksud Pelaporan

Pelaporan adalah kegiatan penyampaian data dan informasi yang dilakukan oleh unit pelaksana Penatausahaan BMN pada Pengguna Barang dan Pengelola Barang. Maksud pelaporan adalah agar semua data dan informasi mengenai BMN dapat disajikan dan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan dengan akurat guna mendukung pelaksanaan pengambilan keputusan dalam rangka Penatausahaan BMN dan sebagai bahan penyusunan Neraca Pemerintah Pusat.

B. Pelaksanaan Pelaporan

Pelaksana pelaporan adalah seluruh pelaksana Penatausahaan pada Direktorat Jenderal Pendidikan PAUDNI adalah sebagai berikut:

1. Tingkat UAKPB dilingkungan UAPPB-E1 Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Formal dan Informal.

2. Tingkat UAPPB-E1 C. Tujuan Pelaporan

Menyampaikan/mendapatkan data dan informasi BMN hasil pembukuan dan inventarisasi yang dilakukan oleh pelaksana Penatausahaan pada UAKPB dan UAPPB E1 yang akurat sebagai bahan pengambilan kebijakan mengenai Penatausahaan BMN dan sebagai bahan penyusunan Neraca Pemerintah Pusat.

D. Sasaran Pelaporan BMN

Seluruh BMN merupakan sasaran pelaporan yaitu semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau berasal dari perolehan lainnya yang sah, yang berada dalam penguasaan Kuasa Pengguna Barang/Pengguna Barang.

E. Batasan Penyajian untuk Pelaporan BMN

Batasan penyajian untuk penyampaian laporan berupa laporan barang semesteran dan tahunan termasuk laporan kondisi barang adalah sebagai berikut:

1. Pelaporan BMN berupa persediaan:

a. Tingkat UAKPB, sampai dengan sub-sub kelompok barang.

b. Tingkat UAPPB-E1, sampai dengan kelompok barang.

56 2. Pelaporan BMN berupa Aset Tetap dan Aset Lainnya

a. Tingkat UAKPB, sampai dengan sub-sub kelompok barang.

b. Tingkat UAPPB-E1, sampai dengan kelompok barang.

F. Tatacara Pelaporan Barang Milik Negara 1. Tingkat UAKPB

a. Dokumen Sumber

1) Daftar Barang Kuasa pengguna (DBKP) 2) Buku Barang

3) Daftar Identitas Barang (KIB) 4) Dokumen inventarisasi BMN 5) Dokumen pembukuan lainnya

6) Berita Acara Rekonsiliasi BMN dengan SAK dan KPKNL b. Jenis Laporan

1) Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) a) Laporan Persediaan

- Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel c) Laporan Penyusutan BMN

- Laporan Aset Tetap (Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

o Laporan intrakomptabel o Laporan ekstrakomptabel

o Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel - Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya d) Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan

e) Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya f) Laporan Aset Tak Berwujud

g) Laporan posisi BMN di Neraca h) Laporan Barang Bersejarah

57 i) Catatan Ringkas Barang (CRB)

j) Arsip Data Komputer (ADK)

2) Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) a) Laporan Persediaan

b) Laporan Aset Tetap (Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

- Laporan intrakomptabel - Laporan ekstrakomptabel

- Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel c) Laporan Penyusutan BMN

- Laporan Aset Tetap (Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

o Laporan intrakomptabel o Laporan ekstrakomptabel

o Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel - Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya d) Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan

e) Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya f) Laporan Barang Bersejarah

g) Laporan Aset Tak Berwujud h) Laporan Posisi BMN di Neraca i) Catatan Ringkas Barang (CRB) j) Arsip Data Komputer (ADK) k) Laporan Kondisi Barang (LKB)

l) Laporan PNBP (yang bersumber dari Pengelolaan BMN).

58 c. Prosedur pelaporan

1) Proses semesteran

a) Menyusun laporan mutasi BMN pada DBKP berdasarkan data transaksi BMN oleh petugas operator, validator dan verifikator.

b) Melakukan pengesahan laporan mutasi BMN pejabat penanggung jawab UAKPB.

c) Melakukan penyesuaian neraca BMN dengan keuangan perbulan.

d) Menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) yang datanya berasal dari dokumen sumber.

e) Melakukan rekonsiliasi data BMN dengan UAKPA dan KPKNL f) Meminta pengesahan LBKPS kepada pejabat penanggung jawab

UAKPB.

g) Menyampaikan LBKPS yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAKPB beserta ADK-nya secara periodik kepada UAPPB-E1 dan KPKNL.

h) Menyusun Laporan PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN.

i) Meminta pengesahan Laporan PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN kepada pejabat penanggung jawab UAKPB

j) Menyampaikan Laporan PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAKPB secara semesteran kepada UAPPB-E1 dan KPKNL.

2) Proses akhir periode pembukuan/Tahunan

a) Menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang datanya berasal dari dokumen sumber.

b) Melakukan rekonsiliasi data BMN dengan UAKPA dan KPKNL c) Pengesahan LBKPT oleh pejabat penanggung jawab UAKPB.

d) Menyampaikan LBKPT yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAKPB beserta ADK-nya secara periodik kepada UAPPB-E1 dan KPKNL.

e) Menyusun Laporan Kondisi Barang (LKB).

59 f) Meminta pengesahan LKB kepada pejabat penanggung jawab UAKPB.

g) Menyampaikan LKB yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAKPB secara tahunan kepada UAPPB-E1 dan KPKNL.

Alur Pelaporan BMN Semesteran/Tahunan Tingkat UAKPB

2. Tingkat UAPPB-E1 a. Dokumen Sumber

1) Daftar Barang Pembantu Pengguna – Eselon 1 (DBP-E1).

2) Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) Semesteran dan Tahunan dari UAKPB.

3) Laporan kondisi barang (LKB) dari UAKPB.

4) Dokumen inventarisasi BMN.

5) Dokumen pembukuan lainnya.

b. Jenis Laporan

Mulai

UAKPB

UAPPB-E1 DITJEN PAUDNI

UAPB KEMDIKBUD

KPKNL

Selesai

60 1) Laporan Pembantu Barang Pengguna – Eselon I Semesteran (LBPES).

a) Laporan Persediaan

b) Laporan Aset Tetap (Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

- Laporan intrakomptabel - Laporan ekstrakomptabel

- Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel c) Laporan Penyusutan BMN

- Laporan Aset Tetap (Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

o Laporan intrakomptabel o Laporan ekstrakomptabel

o Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel - Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya d) Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan

e) Laporan Aset tetap yang tidak digunakan /Aset Lainnya f) Laporan Aset Tak Berwujud

g) Laporan posisi BMN di Neraca h) Laporan Barang Bersejarah i) Catatan Ringkas Barang (CRB) j) Arsip Data Komputer (ADK)

2) Laporan Barang Pengguna – Eselon I Tahunan (LBPET) a) Laporan Persediaan

b) Laporan Aset Tetap (Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

- Laporan intrakomptabel - Laporan ekstrakomptabel

- Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel

61 c) Laporan Penyusutan BMN

- Laporan Aset Tetap (Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan dan Jembatan, Irigasi, Jaringan, Aset Tetap Lainnya), meliputi:

o Laporan intrakomptabel o Laporan ekstrakomptabel

o Laporan gabungan intrakomptabel dan ekstrakomptabel - Laporan Aset tetap yang tidak digunakan / Aset Lainnya d) Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan

e) Laporan Aset Lainnya

f) Laporan Posisi BMN di Neraca g) Laporan Barang Bersejarah h) Catatan Ringkas Barang (CRB) 3) Laporan mutasi barang

4) Laporan Kondisi Barang (LKB) 5) Laporan Hasil Inventarisasi (LHI)

6) Laporan PNBP (yang bersumber dari Pengelolaan BMN) 7) Arsip Data Komputer (ADK)

c. Prosedur Pelaporan 1) Proses semesteran

a) Menyusun Laporan mutasi BMN pada DBPP-E1 yang datanya berasal dari laporan mutasi BMN dari UAKPB.

b) Melakukan verifikasi Laporan mutasi BMN UAPPB-E1.

c) Menyusun Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon I Semesteran (LBPES) yang datanya berasal dari LBKPS dari UAKPB.

d) Melakukan rekonsiliasi data BMN dengan UAPPA E1

e) Melakukan pengesahan LBPPE1S oleh penanggung jawab UAPPB-E1 f) Menyampaikan LBPPE1S yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAPPB-E1 beserta ADK-nya secara periodik kepada UAPB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

g) Menyusun Laporan PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN yang datanya berasal dari himpunan Laporan PNBP dari UAKPB.

62 h) Melakukan pengesahan Laporan PNBP oleh penangung jawab

UAPPB-E1.

i) Menyampaikan Laporan PNBP yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAPPB-E1 kepada UAPB.

2) Proses akhir periode pembukuan/Tahunan

a) Menyusun Laporan Barang Pengguna Eselon I Tahunan (LBPET) yang datanya berasal dari himpunan LBKPT pada UAKPB.

b) Melakukan verifikasi laporan mutasi BMN UAPPB.E1.

c) Melakukan pengesahan LBPET oleh penanggung jawab UAPPB-E1.

d) Melakukan rekonsiliasi data BMN dengan UAPPA E1.

e) Menyampaikan LBPET yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAPPB-E1 beserta ADK-nya secara periodik kepada UAPB.

f) Menyusun Laporan Kondisi Barang (LKB) yang datanya berasal dari himpunan LKB dari UAKPB.

g) Melakukan pengesahan LKB oleh penanggung jawab UAPPB-E1.

h) Menyampaikan LKB yang telah disahkan oleh penanggung jawab UAPPB-E1 kepada UAPB.

63 BAB VII

PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DAN REKONSILIASI DATA BARANG MILIK NEGARA DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN BARANG MILIK NEGARA DAN LAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN

ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL

A. Latar Belakang

Data Barang Milik Negara (BMN) merupakan unsur data yang memiliki peranan penting dalam rangka penyusunan laporan keuangan yang baik dan andal. Oleh karena itu, penyajian data BMN, baik dalam Laporan BMN, maupun dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat menjadi hal yang penting, khususnya dalam rangka meningkatkan keandalan laporan.

Dalam rangka meningkatkan keandalan Laporan BMN dan Laporan Keuangan, maka berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.05/2009 tentang tata Cara Rekonsiliasi Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan, diamanatkan perlunya dilakukan rekonsiliasi data Barang Milik Negara, baik antara unit akuntansi barang dan unit akuntansi keuangan di internal Kementerian Negara/Lembaga, maupun antara Kementerian Negara/Lembaga selaku Pengguna Barang dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara selaku Pengelola Barang. Selain itu, diamanatkan juga untuk dilaksanakannya rekonsiliasi pada Bendahara Umum Negara, yakni antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara selaku Pengelola Barang dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan selaku penyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Rekonsiliasi data BMN memegang peranan yang cukup penting dalam rangka meminimalisasi terjadinya perbedaan pencatatan yang berdampak pada validitas dan akurasi data yang disajikan dalam laporan BMN dan laporan keuangan. Oleh karena itu, agar rekonsiliasi data BMN tersebut terlaksana dengan baik, maka perlu diatur suatu aturan yang lebih rinci dalam bentuk tata cara pelaksanaan rekonsiliasi data BMN sebagai pedoman bagi para pelaku dalam melaksanakan rekonsiliasi data BMN.

64 B. Ruang Lingkup

Rekonsiliasi data BMN dibagi dalam beberapa jenjang dan kelompok sebagai berikut:

1. Rekonsiliasi internal antara Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA);

2. Rekonsiliasi internal antara Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 (UAPPA-E1);

3. Rekonsiliasi Eksternal antara Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) Setditjen PAUDNI dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I

4. Rekonsiliasi Eksternal antara Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1) dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, bersifat opsional/tidak wajib.

C. Kebijakan Rekonsiliasi 1. Ketentuan Umum

a. Pelaksanaan rekonsiliasi data BMN tidak menghapus kewajiban penyampaian laporan oleh masing-masing unit organisasi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

b. Pelaksanaan rekonsiliasi data BMN dapat dilaksanakan dalam bentuk pertemuan secara langsung ataupun dalam bentuk penyampaian data dan konfirmasi secara elektronis, namun tidak menghapus keharusan penyusunan Berita Acara Rekonsiliasi sesuai ketentuan yang berlaku.

c. Pelaksanaan rekonsiliasi data BMN dapat dilaksanakan secara manual atau dengan bantuan berupa penggunaan aplikasi, baik yang sudah ada maupun yang khusus dalam rangka pelaksanaan rekonsiliasi data BMN.

2. Pelaksanaan rekonsiliasi data BMN internal Kementerian Negara/Lembaga

Rekonsiliasi data BMN dilaksanakan dengan memperhatikan jadwal penyampaian laporan ke Kementerian Keuangan dan struktur organisasi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, khususnya terkait dengan unit akuntansi keuangan dan unit akuntansi barang.

65 D. Bagan Alur Rekonsiliasi

Pelaksanaan rekonsiliasi data BMN sangat berkaitan dengan pelaksanaan pelaporan BMN, baik subyek, objek, maupun waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, alur pelaksanaan rekonsiliasi secara umum dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

Keterangan:

Alur Pelaporan Alur Rekonsiliasi

E. Jadwal Rekonsiliasi

Rekonsiliasi Internal dilaksanakan:

a. Tingkat Satuan Kerja, antara UAKPB dan UAKPA, dilakukan setiap bulan sebelum tanggal penyampaian Laporan Keuangan kepada KPPN; dan semester sebelum tanggal penyampaian Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) pada KPKNL:

b. Tingkat Eselon-I, antara UAPPB-EI dan UAPPA-EI, dilakukan setiap semester sebelum tanggal penyampaian Laporan Barang Pengguna-Eselon I (LBP-EI) kepada kantor pusat DJKN (Opsional/Tidak Wajib).

F. Rekonsiliasi Internal Pada Tingkat Satuan Kerja

1. Dokumen sumber rekonsiliasi data BMN tingkat Satuan Kerja a. Dokumen transaksi BMN, yang meliputi:

1) Surat Perintah Membayar (SPM) realisasi belanja pembentuk BMN;

2) Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) realisasi belanja pembentuk BMN;

66 3) Risalah lelang atas pelaksanaan penjualan BMN dengan cara lelang;

4) Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari pengelolaan BMN.

b. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) pada UAKPB beserta Arsip data komputer (ADK).

c. Laporan Keuangan Kuasa Pengguna Anggaran pada UAKPA, beserta Arsip Data Komputer.

d. Dokumen lainnya terkait BMN yang dianggap perlu dalam pelaksanaan rekonsiliasi, antara lain:

1) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), khususnya yang terkait BMN;

2) Rekapitulasi data mutasi BMN per jenis transaksi;

3) Daftar SPM/SP2D pembentuk BMN periode berjalan.

2. Ketentuan umum pelaksanaan rekonsiliasi data BMN tingkat Satuan Kerja a. Rekonsiliasi tingkat satuan kerja terdiri atas:

1) Rekonsiliasi saldo awal;

2) Rekonsiliasi transaksi periode berjalan;

3) Rekonsiliasi PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN.

b. Hasil rekonsiliasi berupa nilai BMN yang disepakati dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi dengan format sebagaimana diatur dalam Format Berita Acara Rekonsiliasi:

1) Register Pengiriman/Penerimaan Data SIMAK-BMN ke SAK, yang telah ditandatangani oleh petugas SIMAK-BMN dan petugas SAK;

2) LBKP periode berjalan, yang telah ditandatangani oleh pejabat penanggung jawab UAKPB atau yang dikuasakan;

3) Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran periode berjalan, yang telah ditandatangani oleh pejabat penanggung jawab UAKPA atau yang dikuasakan;

4) Data dan dokumen lain yang dianggap penting.

c. Berita Acara Rekonsiliasi ditandatangani oleh penanggungjawab UAKPB dan UAKPA, atau pejabat/staf yang ditunjuk/dikuasakan.

d. Berita Acara Rekonsiliasi merupakan lampiran dari LK-KPA dan LBKP yang disampaikan oleh satuan kerja kepada KPPN, KPKNL dan unit akuntansi pada jenjang di atasnya.

67 e. Dalam hal pada saat rekonsiliasi terjadi koreksi data yang mengharuskan dilakukannya perbaikan atas LBKP atau LK-KPA, maka LBKP atau LKKPA harus diperbaiki dan disusun ulang serta ditandatangani oleh penanggungjawab UAKPB atau UAKPA, untuk kemudian disampaikan kepada unit akuntansi jenjang berikutnya dan KPKNL/KPPN.

f. Koreksi atas LBKP atau LKKL-KPA dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Unsur data rekonsiliasi data BMN tingkat Satuan Kerja

a. BMN yang disajikan dalam Berita Acara Rekonsiliasi adalah rincian BMN intrakomptabel menurut perkiraan/akun neraca sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku, meliputi:

1) Aset Lancar a) Persediaan 2) Aset Tetap

a) Tanah

b) Peralatan dan Mesin c) Gedung dan Bangunan d) Jalan, Irigasi dan Jaringan e) Konstruksi Dalam Pengerjaan f) Aset Tetap Lainnya

3) Aset Lainnya

a) Aset Tak Berwujud

b) Kemitraan Dengan Pihak Ketiga

c) Aset Lain-Lain, berupa aset yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional Pemerintah

4) Akumulasi Penyusutan Aset Tetap a) Peralatan dan Mesin

b) Gedung dan Bangunan c) Jalan, Irigasi dan Jaringan d) Aset Tetap Lainnya

e) Aset Lain-Lain, berupa aset yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional Pemerintah

68 b. Penyajian nilai BMN per perkiraan/akun neraca pada Lampiran Berita Acara Rekonsiliasi dirinci hingga 4 (empat) digit mata anggaran pengeluaran, kecuali perkiraan/akun jalan, irigasi, dan jaringan dirinci hingga 5 (lima) digit mata anggaran pengeluaran (534xx).

c. Penyajian BMN ekstrakomptabel pada Berita Acara berupa total nilai BMN ekstrakomptabel. Penyajian secara rinci dilakukan pada LBKP periode berjalan.

d. Penyajian nilai BMN berupa Persediaan dilakukan hanya pada saat rekonsiliasi data BMN periode semesteran dan tahunan.

4. Prosedur rekonsiliasi saldo awal dalam rangka rekonsiliasi data BMN tingkat Satuan Kerja

a. Saldo awal merupakan nilai BMN dalam LBKP dan LK-KPA untuk posisi per tanggal 1 periode rekonsiliasi data BMN, misalnya:

1) Rekonsiliasi bulanan: rekonsiliasi suatu satuan kerja bulan April 20xx, maka saldo awal LBKP dan LKKL-KPA adalah nilai BMN per 1 April 20xx.

2) Rekonsiliasi semesteran: rekonsiliasi suatu satuan kerja semester I tahun 20xx, maka saldo awal LBKP dan LKKL-KPA adalah nilai BMN per 1 Januari 20xx.

3) Rekonsiliasi tahunan: rekonsiliasi suatu satuan kerja tahun anggaran 20xx, maka saldo awal LBKP dan LKKL-KPA adalah nilai BMN per 1 Januari 20xx.

b. Untuk pelaksanaan rekonsiliasi pertama kali, rekonsiliasi saldo awal BMN harus menyajikan nilai BMN menurut LBKP dan LK-KPA di dalam Lampiran Berita Acara berdasarkan saldo akhir periode sebelumnya. Dalam hal terjadi perbedaan, maka nilai yang disepakati sebagai nilai saldo awal dalam pelaksanaan rekonsiliasi data BMN harus disajikan dalam Lampiran Berita Acara Rekonsiliasi.

c. Untuk pelaksanaan rekonsiliasi berikutnya, rekonsiliasi saldo awal dimaksudkan untuk menjaga konsistensi nilai BMN pada awal periode Rekonsiliasi dengan nilai BMN periode rekonsiliasi sebelumnya yang telah disepakati berdasar akun neraca.

d. Pada prinsipnya, tidak diperkenankan adanya perubahan/koreksi nilai saldo awal BMN yang tersaji dalam LBKP dan/atau LK KPA audited.

e. Dalam hal terjadi perubahan saldo awal yang mengakibatkan inkonsistensi nilai saldo awal, maka perubahan dimaksud harus disajikan sebagai koreksi dalam

69 Lampiran Berita Acara Rekonsiliasi dengan disertai penjelasan mengenai perubahan yang ada.

5. Prosedur rekonsiliasi periode berjalan dalam rangka rekonsiliasi data BMN tingkat Satuan Kerja.

a. Rekonsiliasi dilakukan dengan mencocokkan data transaksi BMN yang diinput dalam SIMAK-BMN tingkat UAKPB dan SAK tingkat UAKPA pada periode yang sama. Misalnya: rekonsiliasi bulan April 20xx dilakukan dengan mencocokkan data transaksi BMN yang diinput dalam SIMAK BMN dan SAK pada bulan April 20xx.

b. Transaksi periode berjalan adalah transaksi-transaksi yang terjadi dalam 1 (satu) periode rekonsiliasi yang harus dicatat/dibukukan sebagai bagian dari pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan pemerintah pusat.

c. Rekonsiliasi transaksi periode berjalan terdiri dari:

1) Rekonsiliasi transaksi keuangan pembentuk BMN, dan 2) Pemutakhiran data transaksi non keuangan pembentuk BMN.

d. Rekonsiliasi transaksi keuangan pembentuk BMN adalah kegiatan pencocokan data realisasi belanja APBN pembentuk BMN, meliputi:

1) Transaksi belanja modal, dan 2) Transaksi belanja non modal

e. Rekonsiliasi transaksi keuangan pembentuk BMN dimaksudkan untuk melakukan pencocokan antara nilai realisasi belanja pembentuk BMN pada SAK dengan nilai mutasi tambah BMN intrakomptabel yang berkenaan dengan realisasi belanja APBN pada SIMAK-BMN selama periode berjalan. Pencocokan dilakukan dengan cara membandingkan data SPM dan SP2D pembentuk BMN antara hasil olahan SAK dan hasil olahan SIMAK-BMN.

f. Pencocokan data SPM dan SP2D pembentuk BMN antara SAK dan SIMAK BMN meliputi:

70 g. Proses pencocokan data SPM/SP2D pembentuk BMN antara SAK dan

SIMAK-BMN, sekurang-kurangnya harus menyajikan data dan informasi mengenai penambahan nilai BMN intrakomptabel yang diperoleh dari realisasi belanja modal periode berjalan menurut jenis belanja modal hingga 4 (empat) digit mata anggaran pengeluaran kecuali belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan hingga 5 (lima) digit mata anggaran pengeluaran disertai daftar SPM/SP2D belanja modal pembentuk BMN intrakomptabel.

h. Rekonsiliasi data transaksi keuangan pembentuk BMN harus mengungkapkan ketidaksesuaian yang ditemukan dalam proses pencocokan data, yang sekurang-kurangnya meliputi:

1) Nilai BMN yang diperoleh dari realisasi belanja non modal menurut jenis belanja non modal hingga 2 (dua) digit mata anggaran pengeluaran disertai daftar SPM/SP2D belanja non modal pembentuk BMN.

2) Nilai realisasi belanja modal hingga periode berjalan yang belum/tidak membentuk nilai BMN intrakomptabel untuk tiap-tiap jenis belanja modal hingga 4 (empat) digit mata anggaran pengeluaran kecuali belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan hingga 5 (lima) digit mata anggaran pengeluaran disertai daftar SPM/SP2D belanja modal, termasuk namun tidak terbatas pada:

a) realisasi belanja modal pembentuk BMN ekstrakomptabel

b) realisasi belanja modal yang tidak terkapitalisasi sebagai BMN intrakomptabel

3) Nilai realisasi belanja modal pembentuk BMN yang tidak sesuai antara jenis belanja modal dan jenis akun neraca menurut jenis belanja modal hingga 4 (empat) digit mata anggaran pengeluaran kecuali belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan hingga 5 (lima) digit mata anggaran pengeluaran disertai daftar SPM/SP2D belanja modal pembentuk BMN.

4) Pemutakhiran data transaksi non keuangan BMN dilakukan dalam rangka pengiriman data mutasi BMN dari SIMAK-BMN oleh UAKPB kepada SAK oleh UAKPA. Rekonsiliasi transaksi non keuangan BMN meliputi mutasi tambah dan mutasi kurang BMN periode berjalan.

6. Prosedur rekonsiliasi data PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN tingkat Satuan Kerja.

71 a. Rekonsiliasi data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari

Pengelolaan BMN dimaksudkan untuk:

1) Melakukan pencocokan data PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN

1) Melakukan pencocokan data PNBP yang bersumber dari pengelolaan BMN

Dalam dokumen NSPK PENATAUSAHAAN BMN (Halaman 60-0)