MANAJEMEN PERKARA I PENDAHULUAN
KABUL TOLAK NO 1 Perdata 971 116 815
2 Perdata Khusus 218 45 164 9 3 Pidana 154 23 111 20 4 Pidana Khusus 271 50 200 21 5 Perdata Agama 69 4 55 10 6 Militer 10 1 9 0
7 Tata Usaha Negara 955 66 854 35 Jumlah 2648 305 2208 135
% 11.52% 83.38% 5.10%
Graik 4
Kualiikasi amar putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung RI Tahun 2011
2) Rincian Keadaan Perkara Peninjauan Kembali berdasarkan Jenis Perkara
a) Perkara Perdata
Perkara peninjauan kembali perdata yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011 berjumlah 824 perkara. Jumlah ini naik 4,17% dari penerimaan perkara tahun 2010 yang berjumlah 791 perkara. Sisa perkara tahun 2010 berjumlah 712 perkara sehingga beban perkara peninjauan kembali pada tahun 2011 berjumlah 1.536.
Dari 824 perkara peninjauan kembali perdata yang diterima tersebut, 553 perkara atau 67,11 % merupakan perkara yang berkaitan dengan sengketa tanah. Urutan berikutnya adalah perkara perdata klasiikasi wanprestasi sebanyak 116 perkara (14,08%) dan perbuatan melawan hukum, 59 perkara (7,16%). Klasiikasi selengkapnya sebagaimana dalam tabel berikut ini:
Tabel 17.
Klasiikasi perkara PK perdata yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011
NO KLASIFIKASI JML (%)
1 Tanah 553 67.11%
2 Wanprestasi 116 14.08%
3 Perbuatan Melawan Hukum 59 7.16%
4 Perceraian 25 3.03% 5 Waris 20 2.43% 6 Ganti Rugi 12 1.46% 7 Perlawanan 6 0.73% 8 Perikatan 2 0.24% 9 lain-lain 31 3.76% TOTAL 824 100.00%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara perdata yang berhasil diputus berjumlah 971 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara perdata pada akhir tahun 2011 berjumlah 565 atau 30,24 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
b) Perkara Perdata Khusus
Perkara PK perdata khusus yang diterima Mahkamah Agung RI sepanjang tahun 2011 berjumlah 174 perkara. Jumlah ini turun 9,84 % dari tahun 2010 yang berjumlah 193 perkara. Jumlah terbesar adalah perkara perselisihan hubungan industrial, yakni 108 (62,07 %). Jumlah terbesar berikutnya adalah perkara kepailitan 34 perkara (19,54%) dan HAKI, 22 perkara, atau 12,64%. Klasiikasi selengkapnya sebagaimana dalam tabel berikut ini:
Tabel 18.
Klasiikasi perkara PK perdata khusus yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011 NO KLASIFIKASI JML % 1 PHI 108 62.07% 2 Kepailitan 34 19.54% 3 HAKI 22 12.64% 4 Arbitrase 5 2.87% 5 KPPU 4 2.30% 6 PKPU 1 0.57% 7 BPSK 0 0.00% 8 PARPOL 0 0.00% TOTAL 174 100.00%
Hingga akhir Desember 2011, perkara peninjauan kembali perdata khusus yang berhasil diputus berjumlah 218 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perdata khusus pada akhir tahun 2011 berjumlah 49 atau 2,68% dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
c) Perkara Pidana
Peninjauan kembali perkara pidana yang diterima oleh Mahkamah Agung RI tahun 2011 berjumlah 145 perkara. Jumlah ini turun 23,28 % dari tahun 2010 yang berjumlah 189 perkara. Dari keseluruhan perkara tersebut tidak ada tindak pidana yang mendominasi, namun demikian klasiikasi tindak pidana penipuan menempati urutan teratas, 23 perkara (15,86%). Klasiikasi perkara PK pidana selengkapnya seperti
Tabel 19.
Klasiikasi perkara PK perdata khusus yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011
NO KLASIFIKASI JML (%)
1 Penipuan 23 15,86%
2 Nyawa dan Tubuh Orang 20 13,79%
3 Penggelapan 15 10,34% 4 Pemalsuan 14 9,66% 5 Kekerasan 13 8,97% 6 Akta Palsu 11 7,59% 7 Pra Peradilan 11 7,59% 8 Keterangan Palsu 7 4,83% 9 Pemerkosaan 4 2,76% 10 Kealpaan 3 2,07% 11 Pencurian 3 2,07% 12 Pengrusakan 3 2,07% 13 Penyerobotan 3 2,07%
14 Perbuatan Tidak Menyenangkan 3 2,07%
15 Lain-lain 12 8,28%
TOTAL 145 100,00%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara pidana yang berhasil diputus berjumlah 154 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara pidana pada akhir tahun 2011 berjumlah 88 atau 4,82 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
d) Perkara Pidana Khusus
Perkara peninjauan kembali pidana khusus yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011 berjumlah 281 perkara. Jumlah ini naik 29,49 % dari tahun 2010 yang berjumlah 217 perkara. Dari keseluruhan perkara yang diterima sepanjang tahun 2011 tersebut, 164 perkara 58,36 % adalah perkara tindak pidana korupsi. Sementara klasiikasi perkara lainnya tersebar secara merata, antara perkara narkotika/psikotropika, 48 perkara atau 17, 08 %, perkara perlindungan anak, 14
perkara, atau (4,98 %), perkara kehutanan, 12 perkara (4,27%). Klasiikasi perkara pidana khusus selengkapnya adalah sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel 20.
Klasiikasi perkara peninjauan kembali pidana khusus yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011
NO KLASIFIKASI JML (%)
1 Korupsi 164 58.36%
2 Narkotika & Psikotropika 48 17.08%
3 Perlindungan Anak 14 4.98% 4 Kehutanan 12 4.27% 5 HAKI 6 2.14% 6 Pencucian Uang 4 1.42% 7 KDRT 3 1.07% 8 Kesehatan 3 1.07% 9 Perzinahan 3 1.07% 10 Perdagangan Orang 2 0.71% 11 Migas 2 0.71% 12 Perikanan 2 0.71% 13 Ekonomi 2 0.71% 14 Lain-lain 16 5.69% JUMLAH 281 100.00%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara pidana khusus yang berhasil diputus berjumlah 271 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara pidana khusus pada akhir tahun 2011 berjumlah 214 atau 11,71 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
e) Perkara Perdata Agama
Jumlah perkara peninjauan kembali perdata agama yang diterima Mahkamah Agung RI sepanjang tahun 2011 berjumlah 77 perkara. Jumlah ini turun 13,48 % dari tahun 2010 yang berjumlah 89 perkara. Jumlah terbesar adalah perkara
sengketa perkawinan meliputi cerai talak, cerai gugat, harta bersama, dll yang mencapai 45 perkara (58,44 %). Jumlah terbesar berikutnya adalah kewarisan berjumlah 26 perkara (33,77%). Klasiikasi selengkapnya adalah sebagaimana tabel berikut ini.
Tabel 21.
Klasiikasi perkara peninjauan kembali perdata agama yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011 NO KLASIFIKASI JML (%) 1 Sengketa Perkawinan 45 58.44% 2 Kewarisan 26 33.77% 3 Hibah 2 2.60% 4 Wakaf 2 2.60% 5 Itsbat Nikah 2 2.60% TOTAL 77 100.00%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara perdata agama yang berhasil diputus berjumlah 69 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara perdata agama pada akhir tahun 2011 berjumlah 17 atau 0,93 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
f) Perkara Militer
Jumlah perkara peninjauan kembali pidana militer yang diterima Mahkamah Agung RI sepanjang tahun 2011 berjumlah 19 perkara. Jumlah ini naik 280 % dari tahun 2010 yang berjumlah 5 perkara.
Tabel 22.
Klasiikasi perkara peninjauan kembali pidana militer yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011
NO KLASIFIKASI JML (%)
1 Tindak Pidana Umum 3 15.79% 2 Tindak Pidana Khusus 15 78.95% 3 Pidana Mil (Desersi Dan Insubordinasi ) 1 5.26%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara pidana militer yang berhasil diputus berjumlah10 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara pidana militer pada akhir tahun 2011 berjumlah 12 atau 0,66 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
g) Perkara Tata Usaha Negara
Perkara peninjauan kembali Tata Usaha Negara yang diterima tahun 2011 berjumlah 1.020. Jumlah ini turun 3,95 % dari tahun 2010 yang berjumlah 1.062 perkara. Dari keseluruhan perkara tersebut, 853 perkara (83,63 %) adalah perkara pajak. Sedangkan klasiikasi selengkapnya sebagaimana tabel berikut ini.
Tabel 23.
Klasiikasi perkara peninjauan kembali tata usaha negara yang diterima Mahkamah Agung RI tahun 2011 No Klasiikasi Jml (%) 1 Pajak 853 83.63% 2 Pertanahan 74 7.25% 3 Perijinan 42 4.12% 4 Kepegawaian 21 2.06% 5 Pilkades 7 0.69% 6 Perburuhan 6 0.59% 7 lain-lain 17 1.67% Total 1020 100.00%
Hingga akhir Desember 2011, peninjauan kembali perkara tata usaha negara yang berhasil diputus berjumlah 955 perkara. Dengan demikian sisa perkara peninjauan kembali perkara tata usaha negara pada akhir tahun 2011 berjumlah 882 atau 48,28 % dari keseluruhan sisa perkara peninjauan kembali.
c. Keadaan Perkara Hak Uji Materiil
Perkara hak uji materiil (permohonan menguji peraturan perundang- undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang) yang diterima oleh Mahkamah Agung RI selama tahun 2011 berjumlah 50 perkara. Jumlah ini turun 18,03% dari tahun sebelumnya yang menerima 61 perkara. Rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 24.
Klasiikasi peraturan dan jumlah permohonan uji materiil ke Mahkamah Agung RI Tahun 2011 No Klasiikasi Jml (%) 1 Peraturan Menteri 17 34.00% 2 Peraturan Pemerintah 8 16.00% 3 Peraturan Daerah 6 12.00% 4 Keputusan Menteri 4 8.00% 5 Peraturan Gubernur 4 8.00% 6 Keputusan KPU 2 4.00% 7 Peraturan Bupati 2 4.00% 8 Surat Edaran 2 4.00% 9 Keputusan Presiden 1 2.00% 10 Peraturan KPU 1 2.00% 11 Keputusan Gubernur 1 2.00%
12 Keputusan Bersama KMA dan KY 1 2.00% 13 Peraturan Mahkamah Agung RI 1 2.00%
Total 50 100.00%
Hingga akhir tahun 2011, Mahkamah Agung RI berhasil memutus perkara hak uji materiil sebanyak 46 perkara. Sisa perkara permohonan hak uji materiil hingga akhir tahun 2011 sebanyak 4 perkara. Rasio penyelesaian perkara permohonan hak uji materiil tahun 2011 mencapai angka 92 % .
d. Keadaan Perkara Grasi
Jumlah perkara grasi yang ditangani Mahkamah Agung RI selama tahun 2011 berjumlah 74 perkara. Jumlah ini terdiri dari 64 perkara yang masuk tahun 2011 dan 10 perkara sisa tahun 2010. Dari jumlah perkara tersebut Mahkamah Agung RI telah memberikan pertimbangan terhadap 57 perkara. Sehingga sisa perkara grasi pada akhir tahun 2011 berjumlah 17 perkara.
Tabel 25.
Keadaan perkara grasi yang ditangani Mahkamah Agung RI tahun 2011
jenis perkara sisa Masuk jml
beban putus sisa
Pidana Umum 3 23 26 15 11
Pidana Khusus 6 41 47 41 6
Pidana Militer 1 0 1 1 -
Jumlah 10 64 74 57 17
Khusus mengenai perkara pidana khusus yang diterima tahun 2011, dari jumlah 41permohonan grasi yang diterima tahun 2011, Mahkamah Agung RI telah memberikan pertimbangan terhadap 35 perkara. Dari 35 permohonan grasi yang telah diberikan pertimbangan tersebut, 27 perkara (77,14.%) dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung RI untuk ditolak permohonannya dan 8 perkara (22,86 %) dipertimbangkan untuk dikabulkan.
e. Keadaan Permohonan Fatwa
Berdasarkan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004, dan Perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, Mahkamah Agung RI dapat memberi keterangan, pertimbangan, dan nasihat masalah hukum kepada lembaga negara dan lembaga pemerintahan. Selama tahun 2011, Mahkamah Agung RI menerima permohonan fatwa dari lembaga negara/pemerintah sebanyak 221 permohonan. Dari semua permohonan fatwa tersebut, Ketua Mahkamah Agung RI menjawab langsung permohonan fatwa tersebut sebanyak 14 permohonan sedangkan sisanya didisposisi ke pimpinan dan pejabat lainnya di lingkungan kepaniteraan Mahkamah Agung RI.
Berikut ini rekapitulasi permohonan fatwa yang diajukan oleh lembaga negara/pemerintah dan dijawab oleh Ketua Mahkamah Agung RI sepanjang tahun 2011:
Tabel 26.
Rekapitulasi Permohonan Fatwa Yang Diajukan Oleh Lembaga Negara/Pemerintah Kepada Mahkamah Agung RI Sepanjang Tahun 2011
No Pemohon Substansi Permohonan Fatwa
Jawaban Mahkamah Agung RI
No Surat KMA Tanggal