• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kalender Pendidikan

Dalam dokumen Kurikulum K-13 (Halaman 50-55)

Komponen Dokumen 1 pada Kurikulum Madrasah

D. Kalender Pendidikan

Kurikulum pada satuan pendidikan pada seiap jenis dan jenjangdiselenggarakan dengan mengikui kalender pendidikan. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efekif belajar, waktu pembelajaran efekif, dan hari libur.

1. Permulaan Waktu Pelajaran

Permulaan waktu pelajaran di seiap satuan pendidikan dimulai pada seiap awal tahun pelajaran.

2. Pengaturan Waktu Belajar Efekif

a. Minggu efekif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran di luar waktu libur untuk seiap tahun pelajaran pada seiap satuan pendidikan.

b. Waktu pembelajaran efekif adalah jumlah jam pembelajaran seiap minggu yang melipui jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal (kurikulum ingkat daerah), ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang dianggap pening oleh satuan pendidikan.

Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku tentang hari libur, baik nasional maupun daerah. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan,

hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Alokasi waktu minggu efekif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera pada bagan sebagai berikut;

No KEGIATAN ALOKASI WAKTU KETERANGAN

1.

Minggu efekif belajar

Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu

Digunakan untuk kegiatan

pembelajaran efekif pada seiap satuan pendidikan

2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu

Satu minggu seiap semester

3. Jeda antar semester Maksimum 2 minggu

Antara semester I dan II

4.

Libur akhir tahun pelajaran

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

5.

Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efekif belajar dan waktu

6 Hari libur umum/

nasional

Maksimum 2 minggu

Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

7

Hari libur khusus Maksimum 1 minggu

Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing

8

Kegiatan khusus madrasah

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efekif belajar dan waktu pembelajaran efekif

Mekanisme Penyusunan Kurikulum Madrasah

Penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah merupakan bagian dari kegiatan perencanaan madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya danatau kelompok madrasah yang diselenggarakan sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah secara garis besar melipui: perumusan visi dan misi berdasarkan analisis konteks dengan tetap memperimbangkan keunggulan dan kebutuhan nasional dan daerah; penyiapan dan penyusunan draf; reviu, revisi, dan inalisasi;

pemantapan dan penilaian; serta pengesahan. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh im pengembang kurikulum madrasah .

Dalam menyusun Dokumen 1 kurikulum madrasah perlu memperhaikan prinsip-prinsip

sebagai berikut.

1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia

Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara

utuh. Kurikulum di ingkat madrasah disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

2. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan

Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan

berkomunikasi, berpikir kriis dan kreaif dengan memperimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokrais dan bertanggungjawab, toleran dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/

minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran.

3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat

Pendidikan merupakan proses sistemaik untuk meningkatkan martabat manusia secara holisik yang memungkinkan potensi diri (afekif, kogniif, psikomotor) berkembang secara opimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhaikan potensi, ingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinesteik peserta didik.

4. Keragaman Potensi dan Karakterisik Daerah dan Lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakterisik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakterisik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

5. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong parisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhaikan keseimbangan antara kepeningan daerah dan nasional.

6. Tuntutan Dunia Kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat pening terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang idak melanjutkan ke jenjang yang lebih inggi.

7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni

Pendidikan perlu menganisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.

Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu,

perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

8. Agama

Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

9) Dinamika Perkembangan Global

Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat pening keika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

10. Memperkokoh Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan pening bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

11. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat

Kurikulum dikembangkan dengan memperhaikan karakterisik sosial budaya

masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

12) Kesetaraan Jender

Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhaikan kesetaraan jender.

13. Karakterisik Satuan Pendidikan

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

Mekanisme Pengelolaan Kurikulum

Kurikulum Madrasah dikelola berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepeningan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrais serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepeningan peserta didik serta tuntutan

lingkungan. Memiliki posisi sentral berari bahwa kegiatan pembelajaran harus berpusat pada peserta didik.

Beragam dan terpadu

Kurikulum

dikembangkan dengan memperhaikan kebutuhan nasional sesuai tujuan

pendidikan, keragaman karakterisik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan idak diskriminaif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat isiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum melipui substansi komponen muatan wajib dan muatan lokal.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikui dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 9

Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum satuan pendidikan dilakukan dengan melibatkan pemangku kepeningan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu memperhaikan keseimbangan antara hard skills dan sot skills pada seiap kelas antarmata pelajaran, dan memperhaikan kesinambungan hard skills dan sot skills antarkelas.

Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan), bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar jenjang pendidikan.

Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhaikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

Seimbang antara kepeningan nasional dan kepeningan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhaikan kepeningan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepeningan nasional dan daerah saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.

Pihak yang Terlibat dalam Penyusunan Kurikulum Madrasah

Kurikulum satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh seiap

kelompok atau satuan pendidikan dan Komite Madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan dinas pendidikan atau kantor wilayah kementerian agama provinsi untuk pendidikan menengah.

1. Tim penyusun kurikulum pada MI, MTs,MA dan MAK terdiri atas: guru, konselor, dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. Dalam kegiatan penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah , im penyusun melibatkan komite madrasah , nara sumber, dan pihak lain yang terkait. Koordinasi dan supervisi dilakukan oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang pendidikan ingkat kabupaten/kota untuk MI dan MTs

2. Tim penyusun Dokumen 1 kurikulum madrasah pada MI, MTs, MA dan MAK terdiri atas: guru, konselor, dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. Dalam kegiatan

penyusunan KTSP, im penyusun melibatkan komite madrasah, nara sumber,

dan pihak lain yang terkait. Koordinasi dan supervisi dilakukan oleh kementerian yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.

Penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah merupakan bagian dari kegiatan perencanaan madrasah . Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya madrasah dan/atau kelompok madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.

Tahap kegiatan penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah secara garis besar melipui:

penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta inalisasi, pemantapan dan penilaian.

Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh im penyusun.

Tugas kelompok

1. Guru SMP/ MTs berkelompoklah dalam rumpun IPA – Mat, IPS, dan Bahasa! Guru MI berkelompok menjadi 4 kelompok!

2. Bacalah Permendikbud Nomor 67, 68, tahun 2013 yang bersi KI-KD MI dan SMP/

MTs!

3. Bacalah silabus Kurikulum 2013 dan buku siswa/ guru yang sudah disediakan!

4. Tulislah materi yang ada pada Kurikulum 2013. Bandingkan dengan materi pada kurikulum 2006! Adakah materi baru yang belum Bapak/ Ibu kuasai! Perdalam pemahaman terhadap materi-materi tersebut dengan bertanya pada nara sumber!

5. Buatlah RPP sesuai mata pelajaran yang Bapak/ Ibu ampu!

6. Nilailah RPP yang disusun dengan pedoman penyekoran yang disediakan!

5. Prakikkanlah RPP yang disusun di depan kelas dan kelompok lain mengomentari!

Kegiatan 2

Mendiskusikan Karakteristik Ekskul dan Mulok Kurikulum Madrasah 2013

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah laihan berikut!

Dalam dokumen Kurikulum K-13 (Halaman 50-55)