BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Kalibrasi Instrumen
Kalibrasi instrumen bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas sebuah instrumen yang digunakan dalam penelitian. Untuk menghitung kalibrasi instrumen dalam penelitian ini menggunakan alat bantu perhitungan analisis data yaitu program ANATES8 yang digunakan untuk uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Hasil perhitungan tersebut digunakan untuk mengambil soal- soal yang layak diberikan kepada siswa.
Langkah- langkah penggunaan program ANATES yaitu: Pertama, Buka program ANATES Versi 4.0.4 Kedua, Pilih jalankan anates Uraian. Ketiga, Pilih buat file baru kemudian mengisi jumlah subyek atau siswa, jumlah butir soal dan jumlah skor idela. Keempat, mengisi kunci jawaban, nama siswa, dan jawaban siswa pada kolom yang telah disediakan kemudian pilih kembali ke menu utama.
Kelima, pilih olah semua otomatis pada kolom penyekoran. Keenam, melihat hasil penyekoran kemudian pilih cetak ke file untuk disimpan dan dicetak.
1. Uji Validitas
Validitas artinya tepat atau sahih. Validitas yakni dapat diartikan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.9 Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.10 Validitas yang digunakan adalah:
8Karno To, Yudi Wibisono, tersedia di www.anates.com.
9 Ahmad Sofyan, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Press, 2006), h. 105.
a. Validitas isi
Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan.11 Cara untuk mencapai validitas isi yang diinginkan adalah dengan menyusun kisi-kisi tes dan menyesuaikannya dengan pedoman seperti kurikulum atau materi dari bahan ajar tersebut
b. Validitas butir soal
Validitas butir soal dilakukan setelah dikonsultasikan dengan ahli, kemudian tes diujicobakan dan dianalisis setiap butir soal. Validitas butir soal dapat dihitung menggunakan software ANATES Versi 4.0.4. atau dengan menggunakan rumus
product moment dari Pearson. Perhitungan validitas yang digunakan adalah rumus korelasi product moment, yaitu:12
Keterangan:
: koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y N : Jumlah responden
X : skor butir soal Y : skor total
Hasil uji validitas instrumen tes dapat dilihat pada tabel 3.3 dan untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran.13
11Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), h. 67. 12Ibid., h. 72. 13 Lampiran 16, h. 222. } ) ( }{ ) ( { ) )( ( 2 2 2 2 y y n x x n y x xy n rxy
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Instrumen Hasil Uji Validitas Instrumen
Jumlah siswa 31
Jumlah soal 27
Jumlah soal valid 19
Nomor soal valid 1, 2, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 23, 24, 26, 27
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas memiliki pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya digunakan sebagai alat pengambil data penelitian. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas suatu tes yang berbentuk uraian adalah dengan menggunakan formula
Alpha, yaitu14:
) Keterangan :
= realibilitas yang dicari
=jumlah varians skor tiap-tiap item = varians total
Klasifikasi interpretasi reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.6 sebagai berikut. Tabel 3.6 Kriteria Koefisien Reliabilitas:
Interval Kriteria
0,80 ≤ r ≤ 1,00 Sangat tinggi 0,60 ≤ r <0,79 Tinggi 0,40 ≤ r <0,59 Sedang 0,20 ≤ r<0,39 Rendah
r ≤ 0,20 Sangat rendah (tidak valid)
Perhitungan uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan
software ANATES Versi 4.0.4. Hasil uji reliabilitas instrumen dapat dilihat pada tabel 3.7 dan untuk data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran.15
Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Hasil Uji Reliabilitas
rhitung 0.78
Kesimpulan Tingkat reliabilitas tinggi
3. Uji Tingkat Kesukaran
Asumsi yang digunakan untuk memperoleh soal yang baik, disamping memenuhi validitas dan reliabilitas, adalah keseimbangan dari tingkat kesulitan soal tersebut. Keseimbangan yang dimaksudkan adalah adanya soal-soal yang termasuk mudah, sedang, dan sukar secara proporsional. Tingkat kesukaran dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru sebagai pembuat soal. Tingkat kesukaran dapat diperoleh dengan rumus:16
I = � �
Keterangan :
I = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal yang
dimaksudkan
Menurut ketentuan yang sering diikuti, indeks kesukaran sering diklasifikasikan sebagai berikut:17
15 Lampiran 16, h. 222.
16 Nana Sujana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), h. 137.
Tabel 3.8 Kriteria Tingkat Kesukaran
Rentang Nilai Tingkat Kesukaran Tingkat Kesukaran
0,0- 0,30 Sukar
0,31-0,70 Sedang
0,71-1,00 Mudah
Perhitungan uji taraf kesukaran pada penelitian ini mengunakan bantuan
software Anates Versi 4.0.4. Hasil perhitungan tingkat kesukaran instrument tes dapat dilihat pada tabel 3.9 dan untuk data lengkapnya dapat dilihat pada lampiran.18
Tabel 3.9 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Instrumen
Kategori soal Jumlah soal Nomor Soal Persentase
Sukar 7 2, 8, 9, 12, 14, 25, 27 25.90% Sedang 20 1, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 26 74.10% Mudah - - Jumlah 27 100%
4. Uji Daya Pembeda Soal
Pengujian daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan kemampuan siswa. Untuk mengetahui daya pebeda setiap butir soal tes, langkah pertama yang dilakukan adalah mengukur perolehan skor seluruh siswa dari yang skor tertinggi sampai skor terendah, langkah kedua mengambil 50% siswa yang skornya tinggi dan 50% siswa yang skor rendah, dan
selanjutnya disebut kelompok atas dan kelompok bawah. Kemudian mengunakan rumus sebagai berikut:19
D = - ��
��
Keterangan:
D = Daya pembeda soal
BA = Banyaknya testee kelompok atas yang dapat menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan
BB = Banyaknya testee kelompok bawah yang dapat menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan
JA = jumlah testee yang termasuk kedalam kelompok atas JB = jumlah testee yang termasuk kedalam kelompok atas PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.10 Klasifikasi Daya Pembeda
Rentang Nilai D Kriteria
0,00- 0,20 Jelek
0,21- 0,40 Cukup
0,41-0,70 Baik
0,71-1,00 Baik sekali
Pengujian daya pembeda pada penelitian ini menggunakan bantuan software
Anates Versi 4.0.4. Hasil perhitungan daya pembeda instrument tes dapat dilihat pada tabel 3.11 dan untuk data lengkapnya dapat dilihat pada lampiran.20
19
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), h. 390.
Tabel 3.11 Hasil Uji Daya Pembeda Kategori Soal Jumlah
Soal Nomor Soal Persentase
Baik sekali - - 0.00 % Baik 6 4, 6, 11, 16, 20, 23 22.22 % Cukup 14 1, 2, 3, 5, 7, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 24, 26, 27 51.85 % Jelek 7 8, 9, 10, 15, 21, 22, 25 25.93 % Jumlah 27 100 %