• Tidak ada hasil yang ditemukan

Air berteriak sampai kering

Detik jantung hutan berhenti ditusuki ranting kering Penyakit datang berakhir kematian

Bukan karena perang tapi langkanya air bersih ...

Bait 7 kalimat ke-1 : Air berteriak sampai kering

1. Penanda : air berteriak sampai kering 2. Petanda : konsep tentang air kering 3. Tanda Denotatif : kering

4. Penanda Konotatif : tidak ada sisa air bersih

5. Petanda Konotatif : air yang bersih menjadi langka

6. Tanda Konotatif : kondisi air yang bersih sudah menjadi langka

Kalimat pertama pada bait ketujuh termasuk dalam kode semik, karena dalam kalimat tersebut terdapat kata konotasi, yaitu ”berteriak” yang berarti berseru dalam arti kekurangan air.

Kalimat pertama yaitu Air berteriak sampai kering, kata air artinya cairan yang jernih dan tidak berbau, kata berteriak artinya memanggil atau berseru, kata sampai artinya mencapai atau tiba, kata kering artinya tidak ada airnya lagi.

Makna konotasi dari lirik Air berteriak sampai kering merupakan kondisi air yang bersih sangat langka keberadaanya dikarenakan air tersebut sudah tercemar oleh kotoran sampah dsb.

61

Bait 7 kalimat ke-2 : Detik jantung hutan berhenti ditusuki ranting kering 1. Penanda : Detik jantung hutan berhenti

ditusuki ranting kering

2. Petanda : konsep pohon-pohon yang gugur

3. Tanda Denotatif : ranting kering 4. Penanda Konotatif : pepohonan yang kini mulai berguguran

5. Petanda Konotatif : hutan menjadi kering dan rusak

6. Tanda Konotatif : hutan yang tidak dijaga dan dilestarikan membuat kondisi hutan akan rusak

Kalimat kedua bait ketujuh merupakan kode proairetik, karena dalam kalimat ini mengandung cerita tentang kondisi hutan indonesia yang kering dan rusak. kode semik karena dalam kalimat ini terdapat kata konotasi yaitu ”jantung hutan” yang berarti kondisi hutan yang sedang dalam masa kritis dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Kode gnomik atau kultural (budaya), karena hutan merupakan jamrud khatulistiwa yang harus dijaga kelestariannya.

Kalimat kedua yaitu Detik jantung hutan berhenti ditusuki ranting

kering, kata detik artinya tiruan bunyi, kata jantung artinya bagian tubuh yang

menjadi pusat peredaran darah, kata hutan artinya tanah luas yang ditumbuhi pohon-pohon, kata berhenti artinya tidak bergerak, kata ditusuki artinya menikam, kata ranting artinya bagian cabang yang kecil-kecil, kata kering artinya tidak ada airnya lagi.

62

Makna konotasi dari lirik Detik jantung hutan berhenti ditusuki ranting

kering merupakan kondisi hutan yang kini sudah menjadi gundul dikarenakan

ulah manusia itu sendiri.

Bait 7 kalimat ke-3 : Penyakit datang berakhir kematian 1. Penanda : Penyakit datang berakhir

kematian

2. Petanda : menderita karena penyakit

3. Tanda Denotatif : penyakit datang 4. Penanda Konotatif : penyakit yang berbahaya

5. Petanda Konotatif : gejala yang timbul disebabkan oleh adanya krisis air

6. Tanda Konotatif : adanya kondisi air bersih langka sehingga berbagai macam penyakit datang yang dapat membahayakan tubuh kita

Kalimat ketiga pada bait ketujuh termasuk dalam kode hermeneutik atau kode teka-teki, karena dalam kalimat tersebut menimbulkan pertanyaan penyakit yang bagaimana sehingga menyebabkan kematian ? kode proairetik, karena dalam kalimat tersebut mengandung cerita kondisi penyakit yang disebabkan oleh adanya krisis air yaitu langkanya air bersih sehingga dapat membahayakan tubuh kita terkena penyakit yang berakibat kematian.

Kalimat ketiga yaitu Penyakit datang berakhir kematian, kata penyakit artinya gangguan kesehatan disebabkan bakteri, kata datang artinya tiba atau berasal, kata berakhir artinya selesai atau habis, kata kematian artinya menderita karena meninggal.

63

Makna konotasi dari lirik Penyakit datang berakhir kematian merupakan gambaran dari suatu bentuk penyakit berbahaya yang datang dikarenakan adanya krisis air yang menyebabkan kematian.

Bait 7 kalimat ke-4 : Bukan karena perang tapi langkanya air bersih 1. Penanda : Bukan karena perang tapi

langkanya air bersih

2. Petanda : konsep tentang kesulitan mendapatkan air bersih

3. Tanda Denotatif : langkanya air bersih 4. Penanda Konotatif : kesulitan mendapatkan air yang bersih

5. Petanda Konotatif : jarang didapatkan air yang bersih untuk dikonsumsi

6. Tanda Konotatif : kesulitan mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi

Kalimat keempat bait ketujuh termasuk dalam kode proairetik, karena dalam kalimat ini mengandung cerita kondisi air bersih yang jarang dtemukan sehingga membuat penyakit datang. Kode semik karena dalam kalimat ini terdapat kata ”perang” yang berarti konflik tidak adanya air yang bersih.

Kalimat keempat yaitu Bukan karena perang tapi langkanya air bersih, kata bukan artinya tidak sebenarnya, kata karena artinya kata penghubung untuk menandai sebab, kata perang artinya konflik, kata tapi artinya penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan, kata langkanya artinya jarang didapat atau ditemukan, kata air artinya cairan yang jernih tidak berwarna dan berbau, kata bersih artinya bebas dari kotoran.

64

Makna konotasi dari lirik Bukan karena perang tapi langkanya air

bersih merupakan kondisi air bersih yang sangat jarang ditemukan sehingga

membuat berbagai macam penyakit berbahaya datang yang menyebabkan kematian dikarenakan mengkonsumsi air yang tidak bersih.

Dari bait tujuh secara keseluruhan adalah kondisi air bersih yang kini sangat langka keberadaanya karena air bersih kini sudah tercemar oleh kotoran. Hutanpun menjadi gundul juga disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat merawat dan menjaga kelestarian hutan.

Setelah melihat makna secara keseluruhan dari lirik lagu ”Krisis Air” ini, dapat dikatakan bahwa lirik lagu tersebut mengungkapkan atau menceritakan berbagai macam fenomena dan perubahan kondisi air yang tercemar di lingkungan sekitar. Krisis air tersebut merupakan ulah dari manusia itu sendiri yang tidak dapat menjaga dan melestarikan lingkungan sehingga secara tidak langsung mengakibatkan tatanan sosial masyarakat juga terganggu akibat adanya bencana atau perubahan alam yang diakibatkan oleh adanya krisis air. Kita sebagai manusia harus dapat melestarikan lingkungan khususnya air bersih agar bebas dari kotoran sehingga dapat dipergunakan untuk anak cucu kita nantinya. Jika kita hidup dengan bersih tanpa melakukan pencemaran maka penyakit tidak akan menyerang kita, hidup bersih merupakan keselarasan kehidupan agar kita sebagai makhluk hidup dapat meneruskan generasi muda guna kelangsungan hidup umat manusia.

65

BAB V

Dokumen terkait