METODOLOGI PENELITIAN
III. 5. 1 Teknik Analisa Data
IV.1.2 Kampanye Visit Indonesia Year 2008 Tabel 4.7
Tingkat Pengetahuan
tentang VIY 2008 Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Jarang 49 49.5 49.5 49.5 Pernah 38 38.4 38.4 87.9 Sangat sering 12 12.1 12.1 100.0 Total 99 100.0 100.0
Tabel 4.7 di atas, menunjukkan data tentang tingkat pengetahuan responden terhadap kampanye Visit Indonesia Year 2008. Berdasarkan data tersebut, sebanyak 49 orang (49,5%) responden mengaku jarang mendengar atau mengetahui tentang kampanye Visit Indonesia Year 2008, sebanyak 38 orang (38,4%) mengatakan pernah mendengar atau mengetahui, dan sebanyak 12 orang (12,1%) mengatakan sangat sering mendengar atau mengetahui, sementara tidak ada satupun responden (0%) yang mengatakan tidak pernah mengetahui atau mendengar tentang adanya kampanye Visit Indonesia Year 2008.
Dari data tersebut di atas dapat diketahui bahwa responden terbesar (hampir setengah jumlah responden) adalah responden yang jarang mengetahui atau mendengar, kemudian pernah mengetahui atau mendengar, disusul sangat sering mengetahui atau mendengar. Hal ini diakui para wisatawan disebabkan karena promosi tentang kampanye Visit Indonesia Year 2008 masih kurang maksimal dilakukan, sehingga masih banyak masyarakat dunia khususnya Eropa dan Amerika yang kurang atau bahkan tidak mengetahui tentang kampanye VIY tersebut. Hal ini juga terkait dengan terbatasnya dana yang dianggarkan oleh pemerintah (sebesar 150 miliar rupiah) untuk mempromosikan program tersebut.
Sementara tidak seorangpun responden yang mengaku tidak tahu atau tidak pernah mendengar sama sekali tentang kampanye Visit Indonesia Year 2008. Hal ini disebabkan karena hampir di setiap objek wisata dan daerah/tempat yang
dilalui oleh wisatawan seperti bandara, pelabuhan, dan hotel terdapat sedikitnya poster atau baliho dan stiker yang memuat promosi tentang kampanye Visit
Indonesia Year 2008, sehingga sedikit-banyak telah memberikan pengetahuan
akan kampanye pariwisata tersebut kepada para calon wisatawan.
Tabel 4.8
Media yang Digunakan Responden untuk Mengetahui Kampanye VIY 2008
Media yang Digunakan Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Lain-lain 20 20.2 20.2 20.2
Surat kabar 25 25.3 25.3 45.5
Internet 36 36.4 36.4 81.8
televisi 18 18.2 18.2 100.0
Total 99 100.0 100.0
Berdasarkan data di atas, sebanyak 20 orang (20,2%) responden
mengatakan mendapat informasi tentang Visit Indonesia Year 2008 melalui media lain (seperti poster, baliho, brosur, dll), sebanyak 25 orang (25,3%) mengatakan melalui media surat kabar/majalah, sebanyak 36 orang (36,4%) responden
mengatakan mendapat informasi melalui internet, dan sebanyak 18 orang (18,2%) mengatakan mendapat informasi melalui media televisi.
Dari data tersebut diperoleh bahwa media internet menjadi media yang paling banyak digunakan oleh responden untuk mendapatkan informasi tentang kampanye Visit Indonesia Year 2008. Hal ini disebabkan karena media internet merupakan media yang paling efisien dan mudah digunakan, serta memberikan informasi yang lengkap. Selain itu masyarakat Eropa dan Amerika sebagai
responden terbanyak merupakan masyarakat yang sudah paham teknologi internet dan menjadikan media internet sebagai media yang sering digunakan dalam kehidupan bermedia. Demikian halnya dengan media surat kabar dan televisi.
Namun kedua media tersebut sangat terbatas dalam menjelaskan dan memuat informasi tentang pariwisata yang ditawarkan, selain itu biaya untuk melakukan promosi di kedua media tersebut sangat mahal sehingga promosinya terbatas pada surat kabar dan televisi tertentu.
Tabel 4.9
Tingkat Ketertarikan Responden terhadap Kampanye VIY 2008
Tingkat Ketertarikan terhadap Kampanye
VIY 2008
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak menyukai 14 14.1 14.1 14.1
Kurang menyukai 24 24.2 24.2 38.4
Menyukai 38 38.4 38.4 76.8
Sangat menyukai 23 23.2 23.2 100.0
Total 99 100.0 100.0
Dari tabel tingkat ketertarikan responden terhadap adanya kampanye Visit
Indonesia Year 2008 di atas, sebanyak 14 orang (14,1%) mengatakan tidak
menyukai, sebanyak 24 orang (24,2%) mengatakan kurang menyukai, sebanyak 38 orang (38%) mengatakan menyukai, dan sebanyak 23 orang (23,2%)
mengatakan sangat menyukai adanya kampanye pariwisata Visit Indonesia Year
2008 tersebut.
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden terbesar sebanyak 61 orang (61,6%) mengatakan menyukai dan sangat menyukai program pariwisata tersebut, sementara hanya 14 orang (14,1%) yang mengatakan tidak menyukai program tersebut. Hal ini disebabkan karena dalam program pariwisata seperti
Visit Indonesia Year 2008 ini terdapat banyak keuntungannya seperti adanya
beragam atraksi pariwisata yang menarik dan telah terprogram.
Tabel 4.10
Ketepatan Pemilihan Tema “Celebrating 100 Years of National Awakening” dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008
Ketepatan
Pemilihan Tema Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak tepat 19 19.2 19.2 19.2
Kurang tepat 12 12.1 12.1 31.3
Tepat 48 48.5 48.5 79.8
Sangat tepat 20 20.2 20.2 100.0
Total 99 100.0 100.0
Dari tabel ketepatan pemilihan tema “Celebrating 100 Years of National
Awakening” di atas, diketahui sebanyak 19 orang responden (19,2%) mengatakan
tidak tepat, sebanyak 12 orang (12,1%) mengatakan kurang tepat, sementara sebanyak 48 orang (48,5%) responden mengatakan tepat, dan sebanyak 20 orang (20,2%) responden mengatakan sangat tepat memilih Celebrating 100 Years of
National Awakening sebagai tema kampanye pariwisata VIY 2008 tersebut.
Diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan momen Celebrating 100 Years of
National Awakening sebagai tema kampanye disambut baik oleh mayoritas
responden. Mereka mengatakan tepat dan bahkan sangat tepat memilih momen tersebut sebagai tema kampanye, karena momen tersebut sangat spesial dan tepat untuk bangsa Indonesia yang sedang bangkit menuju negara yang modern dan dinamis.
Tabel 4.11
Tingkat Keseringan Responden Menggunakan Materials promotion Brochure
Keseringan Menggunakan
Brochure
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Jarang 49 49.5 49.5 57.6
Sering 33 33.3 33.3 90.9
Sangat sering 9 9.1 9.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang keseringan responden
menggunakan fasilitas brosur sebagai materials promotion Visit Indonesia Year
2008. Diketahui sebanyak 8 orang (8,1%) mengatakan tidak pernah menggunakan
brosur, sebanyak 49 orang (49,5%) mengatakan jarang, sementara yang mengatakan sering menggunakan brosur sebanyak 33 orang (33,3%) dan sebanyak 9 orang (9,1%) mengatakan sangat sering menggunakan brosur.
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden
meggunakan brosur sebagai media mencari informasi tentang Visit Indonesia Year
2008. Informasi tentang Visit Indonesia Year 2008 tersebut bisa berupa informasi
objek wisata, sejarah, dan gambar objek wisata yang ditawarkan. Hal ini
disebabkan karena mereka mengaku brosur memberikan informasi yang tepat dan dapat dibawa kemanapun. Sementara bagi wisatawan yang menjawab tidak pernah menggunakan brosur, dilatar belakangi karena mereka lebih memilih mencari informasi objek wisata dengan menggunakan media lain yang lebih efisien.
Tabel 4.12
Tingkat Keseringan Responden Menggunakan Materials promotion Tourism map
Keseringan Menggunakan
Tourism map
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 7 7.1 7.1 7.1
Sering 41 41.4 41.4 91.9
Sangat sering 8 8.1 8.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang keseringan responden
menggunakan fasilitas Tourism map sebagai materials promotion Visit Indonesia
Year 2008. Dari tabel tersebut, diketahui sebanyak 7 orang (7,1%) responden
mengatakan tidak pernah menggunakan, sebanyak 43 orang (43,4%) responden mengatakan jarang menggunakan, sebanyak 41 orang (41,1%) responden mengaku sering menggunakan dan sebanyak 8 orang (8,1%) responden mengatakan sangat sering menggunakan tourism map sebagai media untuk mendapatkan informasi tentang Visit Indonesia Year 2008.
Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa responden yang terbesar mengatakan jarang menggunakan torism map, kemudian hampir setengah (49,5%) mengatakan sering dan sangat sering menggunakan tourism map sebagai media informasi wisata. Hal ini disebabkan karena wisatawan biasanya langsung mendapat informasi dari agen-agen perjalanan wisata dengan disertai tourism
map. Selain itu, pelaku industri pariwisata juga membatasi pembuatan media ini
dan lebih mengoptimalkan pada media lain seperti brochure dan guidebook. Informasi dalam tourism map bisa berupa agenda-agenda pariwisata atau atraksi pariwisata dan peta/letak objek wisata berada. Sementara wisatawan yang tidak pernah menggunakan tourism map dilatar belakangi karena mereka lebih memilih berwisata melalui agen perjalanan yang semua rencana perjalanan telah diprogram oleh agen perjalanan tersebut.
Tabel 4.13
Tingkat Keseringan Responden Menggunakan Materials promotion Guidebook
Keseringan Menggunakan
Guidebook
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
Valid Tidak pernah 15 15.2 15.2 15.2
Jarang 37 37.4 37.4 52.5
Sering 35 35.4 35.4 87.9
Sangat sering 12 12.1 12.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang keseringan responden
menggunakan fasilitas guidebook sebagai materials promotion Visit Indonesia
Year 2008. Diketahui sebanyak 15 orang (15,2%) mengatakan tidak pernah
menggunakan guidebook, sebanyak 37 orang (37,4%) mengatakan jarang, sementara yang mengatakan sering menggunakan guidebook sebanyak 35 orang (35,4%) dan sebanyak 12 orang (12,1%) mengatakan sangat sering menggunakan
guidebook.
Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa responden yang terbesar mengatakan jarang menggunakan guidebook, disusul kemudian
mengatakan sering menggunakan, tidak pernah menggunakan dan sangat sering menggunakan guidebook sebagai media informasi wisata. Jumlah responden yang mengatakan jarang menggunakan dan sering menggunakan guidebook hampir sama. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa guidebook masih menjadi pilihan para wisatawan untuk memulai kunjungannya walaupun guidebook tidak menjadi pilihan utama dan sangat sering digunakan.
Tabel 4.14
Tingkat Keseringan Responden Menggunakan Materials promotion Exhibition
Keseringan Menggunakan
Exhibition
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Valid Tidak pernah 39 39.4 39.4 39.4
Jarang 37 37.4 37.4 76.8
Sering 19 19.2 19.2 96.0
Sangat sering 4 4.0 4.0 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel 4.14 di atas, menunjukkan data tentang tingkat keseringan responden menggunakan media exhibition atau pameran sebagai materials
promotion Visit Indonesia Year 2008. Berdasarkan data tersebut, sebanyak 39
orang (39,4%) responden mengatakan tidak pernah menggunakan, sebanyak 37 orang (37,4%) responden mengatakan jarang menggunakan media tersebut, sebanyak 19 orang (19,2%) responden mengatakan sering menggunakan dan sebanyak 4 orang (4,0%) responden mengatakan sangat sering menggunakan media exhibition.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden terbesar mengatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan media exhibition atau pameran, sebagai media mendapatkan informasi tentang pariwisata, disusul wisatawan yang jarang menggunakan, kemudian sering menggunakan, serta yang paling sedikit menjawab sangat sering menggunakan. Hal ini disebabkan karena
exhibition sangat terbatas dan hanya dilakukan pada waktu dan tempat tertentu.
Dalam hal ini tidak semua negara-negara di Eropa dan Amerika bahkan Asia menjadi tempat penyelenggaraan pameran tersebut, sehingga banyak wisatawan yang tidak dapat menyaksikan langsung pameran ini karena keterbatasan tersebut.
Exhibition biasanya dilakukan berupa pameran khusus dan event, pertunjukan
kesenian dan pertunjukan benda-benda kebudayaan, yang dapat diadakan di daerah pasar maupun di daerah tujuan wisata sendiri.
Sementara untuk wisatawan yang mengatakan jarang, sering dan sangat sering menggunakan media tersebut dilatar belakangi karena pameran (exhibition) tersebut diadakan di negara masing-masing sehingga mereka mempunyai
kesempatan untuk menyaksikan langsung pameran tersebut. Selain itu, sebagian wisatawan juga mengaku menyaksikan pameran itu ketika pameran diadakan di suatu negara, dan dia sedang berkunjung di negara tersebut.
Tabel 4.15
Tingkat Keseringan Responden Menggunakan Materials promotion Internet
Dari tabel tingkat keseringan responden menggunakan materials
promotion internet di atas, sebanyak 1 orang (1,0%) responden mengatakan tidak
pernah menggunakan internet, sementara sebanyak 9 orang (9,1%) responden mengatakan jarang menggunakan, sebanyak 46 orang (46,5%) responden sering menggunakan dan sebanyak 43 orang (43,4%) responden mengatakan sangat sering menggunakan media internet untuk mendapatkan informasi tentang kampanye Visit Indonesia Year 2008.
Dari data tersebut di atas, responden terbesar mengatakan bahwa mereka sering menggunakan media internet, disusul responden yang sangat sering, kemudian responden yang jarang menggunakan dan hanya satu responden yang tidak pernah menggunakan internet. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media internet menjadi media yang paling banyak digunakan wisatawan untuk
Keseringan Menggunakan
Internet
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 1 1.0 1.0 1.0
Jarang 9 9.1 9.1 10.1
Sering 46 46.5 46.5 56.6
Sangat sering 43 43.4 43.4 100.0
mendapatkan informasi tentang pariwisata dan kampanye Visit Indonesia Year
2008. Hal ini mungkin disebabkan karena media internet bersifat praktis dan
kompleks, yang memuat informasi pariwisata yang lebih lengkap, mendalam, serta dilengkapi dengan gambar dan bahkan video (gambar bergerak). Selain itu, internet sekarang ini telah menjadi sebuah media yang sangat populer dan telah menjadi kebutuhan bagi banyak orang, terutama masyarakat di benua Eropa dan Amerika dan bahkan Asia.
Tabel 4.16
Kepercayaan Terhadap Isi Pesan dalam Materials promotion
Kepercayaan
Terhadap Isi Pesan Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak percaya 14 14.1 14.1 14.1
Kurang percaya 24 24.2 24.2 38.4
Percaya 50 50.5 50.5 88.9
Sangat percaya 11 11.1 11.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Dari tabel 4.16 di atas, menunjukkan tentang tingkat kepercayaan
responden terhadap isi pesan yang disampaikan melalui materials promotion. Dari data tersebut, sebanyak 14 orang (14,1%) responden mengatakan tidak percaya, sebanyak 24 orang (24,2%) responden mengatakan kurang percaya, sebanyak 50 orang (50,5%) responden mengatakan percaya dan sebanyak 11 orang (11,1%) responden mengatakan sangat percaya terhadap isi pesan dalam materials
promotion Visit Indonesia Year 2008.
Berdasarkan data di atas, lebih dari setengah responden mengatakan percaya, disusul kurang percaya, tidak percaya dan sangat percaya terhadap isi pesan dalam materials promotion VIY 2008. Hal ini disebabkan karena responden mengaku sudah sering mendengar dari berbagai sumber lain tentang keindahan
terkandung dalam isi pesan materials promotion tersebut. Sementara responden yang mengatakan kurang percaya dan tidak percaya dilatar belakangi karena mereka mengaku isi dan gambar dalam materials promotion tersebut bisa saja diedit dan dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang lebih menarik. Karena itu, sebelum mereka melihat dan menyaksikan langsung berbagai objek wisata yang ditawarkan dalam materials promotion tersebut, mereka akan kurang percaya dan bahkan tidak percaya.
Tabel 4.17
Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Desain Materials promotion Brochure
Ketertarikan Terhadap Desain
Brochure
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
Valid Tidak menarik 7 7.1 7.1 7.1
Kurang menarik 13 13.1 13.1 20.2
Menarik 70 70.7 70.7 90.9
Sangat menarik 9 9.1 9.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Data diatas, menunjukkan tingkat ketertarikan responden terhadap desain materials promotion brosur. Diketahui sebanyak 7 orang (7,1%) responden mengatakan media brosur tidak menarik, sebanyak 13 orang (13,1%) responden mengatakan kurang menarik, sebanyak 70 orang (70,7%) responden mengatakan menarik dan sebanyak 9 orang (9,1%) responden mengatakan sangat menarik.
Berdasarkan data di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wisatawan mengatakan bahwa desain atau tampilan materials promotion brosur ini menarik. Hal ini dipengaruhi karena media ini dikelola secara
Selain itu, dari segi pemilihan warna, gambar dan tata letak, tampilan media ini mampu menarik perhatian para calon wisatawan untuk membacanya.
Tabel 4.18
Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Desain Materials promotion Tourism map
Ketertarikan Terhadap Desain
Tourism map
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
Valid Tidak menarik 10 10.1 10.1 10.1
Kurang
menarik 37 37.4 37.4 47.5
Menarik 45 45.5 45.5 92.9
Sangat menarik 7 7.1 7.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang tingkat ketertarikan responden terhadap desain materials promotion tourism map. Sebanyak 10 orang (10,1%) responden mengatakan tidak menarik, 37 orang (37,4%) responden mengatakan kurang menarik, sebanyak 45 orang (45,5%) responden mengatakan menarik dan sebanyak 7 orang (7,1%) responden mengatakan sangat menarik.
Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa responden terbesar mengatakan bahwa desain dari media tourism map ini menarik. Hal ini
dipengaruhi karena sebagian besar wisatawan mengaku media tersebut telah dibuat sesuai dengan keinginan para calon wisatawan dan dapat menjelaskan posisi dan tempat objek wisata dengan baik. Pewarnaan dan tata letak baik gambar dan teks serta petunjuk wisata telah dibuat dengan baik. Disusul kemudian
responden yang mengatakan kurang menarik, hal ini karena media tersebut dibuat dengan sederhana.
Tabel 4.19
Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Desain Materials promotion Guidebook
Ketertarikan Terhadap Desain
Guidebook
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak menarik 16 16.2 16.2 16.2
Kurang menarik 39 39.4 39.4 55.6
Menarik 36 36.4 36.4 91.9
Sangat menarik 8 8.1 8.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang tingkat ketertarikan responden terhadap desain guidebook. Sebanyak 16 orang (16,2%) responden mengatakan tidak menarik, kemudian 39 orang (39,4%) responden mengatakan kurang menarik, dan 36 orang (36,4%) responden lainnya mengatakan menarik. Sementara hanya 8 orang (8,1%) responden mengatakan sangat menarik.
Berdasarkan data di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar responden mengatakan bahwa media guidebook ini kurang menarik. Kemudian responden yang mengatakan media tersebut menarik, disusul tidak menarik serta sangat menarik. Hal ini disebabkan karena media tersebut memang terkesan sederhana. Penggunaan tata letak dan warna pada gambar dan teks kurang menarik, sehingga calon wisatawan kurang terpikat.
Tabel 4.20
Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Desain Materials promotion Exhibition
Ketertarikan
Terhadap Desain Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Exhibition
Valid Tidak menarik 32 32.3 32.3 32.3
Kurang menarik 25 25.3 25.3 57.6
Menarik 39 39.4 39.4 97.0
Sangat menarik 3 3.0 3.0 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan data tentang tingkat ketertarikan responden terhadap desain exhibition dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008. Sebanyak 32 orang (32,3%) responden mengatakan tidak menarik, sebanyak 25 orang (25,3%) responden mengatakan kurang menarik, sebanyak 39 orang (39,4%) responden mengatakan menarik dan hanya sebanyak 3 orang (3,0%) responden mengatakan sangat menarik.
Dari data tersebut, secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa
sebagian besar responden mengatakan media exhibition tersebut menarik, disusul tidak menarik, kurang menarik dan sangat menarik. Hal ini dilatar belakangi oleh tampilan exhibition yang unik dan mengusung tema tradisional yang
menampilkan miniatur keberagaman budaya, bentang alam dan dalam kehisupan sosial masyarakat Indonesia.
Sementara responden yang mengatakan tidak menarik juga cukup besar. Hal ini disebabkan karena mereka mengaku media exhibition ini dibuat hampir sama setiap kali diadakan dan kerap terlihat monoton. Selain itu, promosi terhadap pameran ini juga kurang dioptimalkan sehingga wisatawan kurang berminat untuk berkunjung ke pameran tersebut.
Tabel 4.21
Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Desain Materials promotion Internet
Ketertarikan Terhadap
Desain Internet Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Kurang menarik 6 6.1 6.1 6.1 Menarik 64 64.6 64.6 70.7 Sangat menari 29 29.3 29.3 100.0 Total 99 100.0 100.0
Tabel 4.21 di atas menunjukkan data tentang tingkat ketertarikan
responden terhadap desain internet dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008. Diketahui sebanyak 6 orang (6,1%) responden mengatakan kurang menarik, sebanyak 64 orang (64,6%) responden mengatakan menarik dan sebanyak 29 orang (29,3%) responden mengatakan desain media internet tersebut sangat menarik, sementara tidak ada responden (0%) yang mengatakan tidak menarik.
Dari data di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden mengatakan bahwa tampilan atau desain dalam media internet Visit Indonesia
Year 2008 tersebut adalah menarik. Kemudian disusul oleh responden yang
mengatakan media tersebut sangat menarik serta hanya sebagian kecil responden yang mengatakan kurang menarik, sementara tidak ada responden yang
mengatakan media tersebut tidak menarik. Hal ini disebabkan karena media internet tersebut dibuat secara terprogram dengan melibatkan orang-orang dari tim yang ahli dibidangnya. Dari segi pemilihan warna serta tata letak pada gambar, logo VIY 2008, teks, serta video tentang objek wisata Indonesia ini mampu menarik perhatian para calon wisatawan untuk membukanya.
Tabel 4.22
Informasi Tentang
Tuktuk Siadong Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak benar 19 19.2 19.2 19.2
Kurang benar 32 32.3 32.3 51.5
Benar 44 44.4 44.4 96.0
Sangat benar 4 4.0 4.0 100.0
Total 99 100.0 100.0
Tabel 4.22 di atas menunjukkan data tentang apakah responden
mengetahui informasi tentang Tuktuk Siadong setelah menggunakan materials
promotion dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008. Diketahui sebanyak 19
orang (19,2%) responden mengatakan tidak benar, sebanyak 32 orang (32,3%) responden mengatakan kurang benar, sebanyak 44 orang (44,4%) responden mengatakan benar, dan sebanyak 4 orang (4,0%) responden mengatakan sangat benar mendapatkan informasi.
Berdasarkan data di atas, secara umum responden terbesar mengatakan benar mengatakan bahwa mereka mengetahui dan mendapat informasi setelah membaca dan menggunakan materials promotion dalam kampanye Visit
Indonesia Year 2008. Sebelumnya, mereka mengaku tidak pernah mendengar
nama Tuktuk Siadong baik dari teman maupun dari media lain. Hal ini disebabkan karena sebelumnya Tuktuk Siadong jarang melakukan promosi karena terbatasnya dana yang dimiliki. Sementara bagi mereka yang menjawab kurang benar
mendapat informasi tentang Tuktuk Siadong setelah menggunakan materials
promotion dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008 dilatar belakangi karena
mereka pada umumnya mengaku sudah pernah mendengar tentang Tuktuk Siadong namun masih sangat terbatas. Biasanya mereka mengetahuinya saat mencari informasi tentang Danau Toba dan sekitarnya. Selain itu, mereka juga pernah mendengar objek wisata tersebut dari teman atau kerabat, kemudian
mereka mendapatkan informasi lain dari materials promotion Visit Indonesia Year
2008. Karena itu, mereka tidak sepenuhnya mendapat informasi tentang Tuktuk
Siadong dari materials promotion tersebut.
Tabel 4.23
Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap Objek Wisata Indonesia Setelah Membaca Materials promotion
Tingkat Pengetahuan Terhadap Objek Wisata
Indonesia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
Valid Tidak bertambah 20 20.2 20.2 20.2
Kurang bertambah 30 30.3 30.3 50.5
Bertambah 36 36.4 36.4 86.9
Sangat bertambah 13 13.1 13.1 100.0
Total 99 100.0 100.0
Data tabel 4.22 di atas merupakan data tingkat pengetahuan responden terhadap objek wisata Indonesia setelah membaca materials promotion. Dari data tersebut diketahui sebanyak 20 orang (20,2%) responden mengatakan tidak
bertambah, sebanyak 30 orang (30,3%) responden mengatakan kurang bertambah, sebanyak 36 orang (36,4%) responden mengatakan bertambah dan sebanyak 13 orang (13,1%) responden mengatakan sangat bertambah.
Dari data diatas, secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa responden terbesar mengatakan bahwa setelah membaca dan menggunakan materials
promotion tersebut, pengetahuan mereka terhadap objek wisata Indonesia khususnya Tuktuk Siadong di Kabupaten Samosir bertambah, disusul yang mengatakan kurang brtambah, tidak bertambah dan sangat bertambah. Hal ini dipengaruhi oleh isi pesan materials promotion yang mampu menjelaskan secara rinci tentang berbagai objek wisata di Indonesia. Mereka mengaku informasi yang disampaikan cukup menarik dan dapat membantu mereka mengetahui berbagai
objek wisata Indonesia termasuk Tuktuk Siadong. Sementara itu, seperempat dari jumlah responden yang mengatakan tidak bertambah dilatar belakangi karena mereka sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber lain diluar materials promotion misalnya dari teman dan keluarga.
Tabel 4.24
Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Responden Terhadap Informasi Wisata Melalui Materials promotion
Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Responden Terhadap Informasi Wisata
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
Valid Tidak memenuhi 12 12.1 12.1 12.1
Kurang memenuhi 26 26.3 26.3 38.4
Memenuhi 46 46.5 46.5 84.8
Sangat memenuhi 15 15.2 15.2 100.0
Total 99 100.0 100.0
Data tabel 4.23 di atas merupakan data tingkat pemenuhan kebutuhan responden terhadap informasi wisata melalui materials promotion. Dari data di atas, sebanyak 12 orang (12,1%) responden mengatakan tidak memenuhi kebutuhan akan informasi wisata, sebanyak 26 orang (26,3%) responden mengatakan kurang memenuhi, sebanyak 46 orang (46,5%) responden
mengatakan memenuhi, dan sebanyak 15 orang (15,2%) responden mengatakan sangat memenuhi kebutuhan mereka akan informasi wisata melalui materials promotion Visit Indonesia Year 2008.
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengatakan bahwa materials promotion VIY 2008 tersebut memenuhi kebutuhan mereka akan informasi wisata Indonesia. Disusul wisatawan yang mengatakan