• Tidak ada hasil yang ditemukan

KANKER PARUKANKER PARU

Dalam dokumen buku koas paru (Halaman 43-47)

KANKER PARU

A. Gejala Klinis A. Gejala Klinis

•• Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen)Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen)

•• Batuk darahBatuk darah

•• Sesak napasSesak napas

•• Suara serak Suara serak 

•• Sakit dadaSakit dada

•• Sulit / sakit menelanSulit / sakit menelan

•• Benjolan di pangkal leherBenjolan di pangkal leher

•• Sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yangSembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat.

hebat.

Tidak jarang yang pertama terlihat adalah gejala atau keluhan akibat metastasis di luar paru, Tidak jarang yang pertama terlihat adalah gejala atau keluhan akibat metastasis di luar paru, seperti kelainan yang timbul karena kompresi hebat di otak, pembesaran hepar atau patah seperti kelainan yang timbul karena kompresi hebat di otak, pembesaran hepar atau patah tulang.

tulang.

Gejala dan keluhan yang tidak khas seperti : Gejala dan keluhan yang tidak khas seperti :

•• Berat badan berkurangBerat badan berkurang

•• Nafsu makan hilangNafsu makan hilang

•• Demam hilang timbulDemam hilang timbul

•• Sindrom paraneoplastik, sepertiSindrom paraneoplastik, seperti  Hypertrophic  Hypertrophic pulmonary pulmonary osteoartheopathyosteoartheopathy, trombosis, trombosis vena perifer dan neuropatia.

vena perifer dan neuropatia.

B. Pemeriksaan Penunjang B. Pemeriksaan Penunjang

a.

a. Foto toraksFoto toraks

PA/lateral: kelainan dapat dilihat bila masa tumor dengan ukuran tumor lebih dari 1 cm. PA/lateral: kelainan dapat dilihat bila masa tumor dengan ukuran tumor lebih dari 1 cm. Mendukung keganasan: tepi iregular, identasi pleura, tumor satelit, invasi ke dinding Mendukung keganasan: tepi iregular, identasi pleura, tumor satelit, invasi ke dinding dada, efusi pleura, efusi perikard dan metastasis intrapulmoner.

dada, efusi pleura, efusi perikard dan metastasis intrapulmoner. b.

b. CT-Scan toraksCT-Scan toraks

Dapat mendeteksi tumor dengan ukuran lebih kecil dari 1 cm secara lebih tepat. Dapat mendeteksi tumor dengan ukuran lebih kecil dari 1 cm secara lebih tepat. Tanda-tanda proses keganasan juga tergambar secara lebih baik 

tanda proses keganasan juga tergambar secara lebih baik  c.

c. Pemeriksaan radiologik lainPemeriksaan radiologik lain

Kekurangan foto toraks maupun CT-scan toraks adalah tidak mampu mendeteksi telah Kekurangan foto toraks maupun CT-scan toraks adalah tidak mampu mendeteksi telah terjadinya metastasis di luar rongga toraks (metastasis jauh). Untuk maksud itu terjadinya metastasis di luar rongga toraks (metastasis jauh). Untuk maksud itu dibutuhkan pemeriksaan radiologik lain, misalnya brain-CT, bone survey, USG abdomen dibutuhkan pemeriksaan radiologik lain, misalnya brain-CT, bone survey, USG abdomen Pemeriksaan khusus

Pemeriksaan khusus a.

a. BronkoskopiBronkoskopi b.

b. Biopsi aspirasi jarumBiopsi aspirasi jarum c.

c. Transbronchial Needle Aspiration (TBNA)Transbronchial Needle Aspiration (TBNA) d.

d. Transbronchial Lung Biopsy (TBLB)Transbronchial Lung Biopsy (TBLB) e.

e. Biopsi Transtorakal (Transthoraxic Biopsy, TTB)Biopsi Transtorakal (Transthoraxic Biopsy, TTB) f.

f. Torakoskopi medik Torakoskopi medik  g.

C. Pengobatan C. Pengobatan

Pengobatan kanker paru adalah

Pengobatan kanker paru adalah combined modality therapycombined modality therapy

1.

1. PembedahanPembedahan

Indikasi pembedahan pada kanker paru adalah untuk stage I dan II. Pada penderita yang Indikasi pembedahan pada kanker paru adalah untuk stage I dan II. Pada penderita yang inoperabel maka radioterapi dan/atau kemoterapi dapat diberikan. Pemebedahan juga inoperabel maka radioterapi dan/atau kemoterapi dapat diberikan. Pemebedahan juga merupakan bagian dari

merupakan bagian dari combined modality therapycombined modality therapy, misalnya didahului kemoterapi, misalnya didahului kemoterapi neoadjuvan untuk stage IIIA. Indikasi lain adalah bila ada kegawatan yang memerlukan neoadjuvan untuk stage IIIA. Indikasi lain adalah bila ada kegawatan yang memerlukan intervasi bedah, seperti kanker paru dengan sindrom vena superior berat.

intervasi bedah, seperti kanker paru dengan sindrom vena superior berat.

Prinsip pembedahan adalah sedapat mungkin tumor direseksi lengkap berikut jaringan Prinsip pembedahan adalah sedapat mungkin tumor direseksi lengkap berikut jaringan KGB intrapulmoner, dengan lobektomi ataupun pneumonektomi.

KGB intrapulmoner, dengan lobektomi ataupun pneumonektomi. 2.

2. RadioterapiRadioterapi

Radioterapi dapat bersifat terapi kuratif atau paliatif. Pada terapi kuratif, menjadi bagian Radioterapi dapat bersifat terapi kuratif atau paliatif. Pada terapi kuratif, menjadi bagian dari kemoradioterapi neoadjuvan untuk stage IIIA. Pada kondisi tertentu, radioterapi saja dari kemoradioterapi neoadjuvan untuk stage IIIA. Pada kondisi tertentu, radioterapi saja tidak jarang menjadi alternatif terapi kuratif.

tidak jarang menjadi alternatif terapi kuratif.

Dosis radiasi yang diberikan secara umum adalah 5000 – 6000 cGy, dengan cara Dosis radiasi yang diberikan secara umum adalah 5000 – 6000 cGy, dengan cara pemberian 200 cGy/x, 5 hari perminggu.

pemberian 200 cGy/x, 5 hari perminggu.

Syarat standar sebelum penderita diradiasi adalah : Syarat standar sebelum penderita diradiasi adalah : a. a. Hb > 10 g %Hb > 10 g % b. b. Trombosit > 100.000 /mm3Trombosit > 100.000 /mm3 c. c. Leukosit > 3000 / dlLeukosit > 3000 / dl 3. 3. KemoterapiKemoterapi

Kemoterapi dapat diberikan pada semua kasus kanker paru. Syarat utama harus Kemoterapi dapat diberikan pada semua kasus kanker paru. Syarat utama harus ditentukan jenis histologis tumor dan tampilan (

ditentukan jenis histologis tumor dan tampilan ( performance status performance status ) harus lebih dari 60) harus lebih dari 60 menurut skala karnosfky atau 2 menurut skala WHO. Kemoterapi dilakukan dengan menurut skala karnosfky atau 2 menurut skala WHO. Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan beberapa obat antikanker dalam kombinasi regimen kemoterapi. Pada menggunakan beberapa obat antikanker dalam kombinasi regimen kemoterapi. Pada keadaan tertentu, penggunaan 1 jenis obat antikanker dapat dilakukan.

keadaan tertentu, penggunaan 1 jenis obat antikanker dapat dilakukan.

Umumnya kemoterapi diberikan sampai 6 siklus/sekuen, bila penderita menunjukkan Umumnya kemoterapi diberikan sampai 6 siklus/sekuen, bila penderita menunjukkan respons yang memadai. Evaluasi respons terapi dilakukan dengan melihat perubahan respons yang memadai. Evaluasi respons terapi dilakukan dengan melihat perubahan ukuran tumor pada foto toraks PA setelah pemberian (siklus) kemoterapi ke-2 dan kalau ukuran tumor pada foto toraks PA setelah pemberian (siklus) kemoterapi ke-2 dan kalau memungkinkan menggunakan CT-Scan toraks setelah 4 kali pemberian.

memungkinkan menggunakan CT-Scan toraks setelah 4 kali pemberian. Evaluasi dilakukan terhadap :

Evaluasi dilakukan terhadap :

-- Respons subyektif yaitu penurunan keluhan awalRespons subyektif yaitu penurunan keluhan awal

-- Respons semisubyektif yaitu perbaikan tampilan, bertambahnya berat badanRespons semisubyektif yaitu perbaikan tampilan, bertambahnya berat badan -- Respons obyektif Respons obyektif 

-- Efek samping obatEfek samping obat 4.

4. ImunoterapiImunoterapi 5.

5. HormonoterapiHormonoterapi 6.

Dalam dokumen buku koas paru (Halaman 43-47)

Dokumen terkait