• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kanker Payudara 1. Definisi

Dalam dokumen RIWAYAT HIDUP PENULIS (Halaman 33-42)

Gambar 2.1 Pemeriksaan Payudara Sendiri Rasjidi I. (2009). Deteksi dini dan pencegahan kanker pada wanita. Jakarta : CV Sagung Seto.

F. Kanker Payudara

yayasan kesehatan payudara Jakarta pada tahun 2005 menunjukkan 80 % masyarakat tidak mengerti pentingnya pemeriksaan dini payudara. Sebanyak 70 % kasus kanker payudara ditemukan dalam stadium lanjut ( III dan IV ) sehingga angka kesintasannya rendah (4)

3. Faktor Resiko (1,4)

Tidak seperti kanker leher rahim yang dapat diketahui etiologi dan perjalanan penyakitnya secara jelas, penyakit kanker payudara belum dapat dijelaskan. Akan tetapi, banyak penelitian yang menunjukkan adanya beberapa factor yang berhubungan dengan peningkatan resiko atau kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara. Faktor resiko yang utama berhubungan dengan keadaan hormonal (estrogen dominan) dan genetik. Penyebab terjadinya keadaan estrogen dominan karena beberapa factor risiko dibawah ini dan dapat digolongkan berdasarkan :

a. Faktor yang berhubungan dengan diet, faktor resiko ini dapat dibagi dua, yaitu:

(1) Faktor yang memperberat seperti :

(a) Peningkatan berat badan yang bermakna pada saat pascamenopause (b) Diet ala barat yang tinggi lemak (Western Style)

(c) Minuman beralkohol

(2) Faktor yang mempunyai dampak positif seperti : Peningkatan konsumsi serat, peningkatan konsumsi buah dan sayur.

b. Faktor Reproduksi dan Hormon (1,4)

(1) Usia Menarche dan Siklus Menstruasi relative muda ( kurang dari 12 tahun )

(2) Menopause pada usia relatife lebih tua ( lebih dari 50 tahun ) (3) Nulipara/ belum pernah melahirkan

(4) Infertilitas

(5) Melahirkan anak pertama usia ibu relatife lebih tua ( lebih dari 35 tahun ) (6) Pemakaian kontrasepsi oral (pil KB) dalam waktu lama ( ≥ 7 tahun) (7) Tidak menyusui

c. Radiasi Pengion pada saat pertumbuhan payudara (1,4)

Pada masa pertumbuhan organ payudara sangat cepat dan rentan terhadap radiasi pengion.

d. Riwayat Keluarga (1,4)

Beberapa gen yang dikenali mempunyai kecenderungan untuk terjadinya kanker payudara yaitu gen BRCAI, BRCA2 dan juga pemeriksaan histopatologi factor proliferasi “p53 germline mutation”

e. Riwayat adanya penyakit tumor jinak (1,4)

Beberapa tumor jinak pada payudara dapat bermutasi menjadi ganas, seperti atipikal ductal hyperplasia.

f. Terapi Sulih Hormon (1,4)

Dari Studi metaanalisis ditunjukkan bahwa terapi sulih hormone ( TSH ) dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Ada peningkatan sebesar 2,3 % tiap tahunnya pada wanita pasca menopause yang memakai TSH.

g. Kelainan Payudara yang lainnya(1,4)

American Cancer Soceity (2008) yang menyatakan beberapa dari kelainan di bawah ini yang mempunyai resiko untuk berkembang menjadi kanker payudara:

(1) Lesi non-proliferatif

Kelainan ini mempunyai peluang yang kecil untuk menjadi kanker payudara, antara lain fibrokistik (fibrocystic disease), hiperplasia sedang (Mild Hiperplasia), adenosis (non-scleroning), simple fibroadenoma (simple fibroadenoma), tumor pilloides (benign), papilloma (single papilloma), mastitis, tumor jinak lainnya ( lipoma, hamartoma, hemangioma, dan neurofibroma).

(2) Lesi proliferatif tanpa kelainan atipik

Kelainan ini menunjukkan pertumbuhan yang cepat (excessive growth) dari duktus dan lobulus pada jaringan payudara, antara lain hiperplasia duktus (nonatipik), fibroadenoma komplek, adenosis (sclerosing), papillomatosis.

(3) Lesi proliferatif dengan kelainan atipik

Kelainan ini mempunyai efek yang lebih kuat dalam meningkatkan resiko kanker payudara, yaitu sebesar 4-5 kali lipat adalah hiperplasia duktus

atipik (atypical ductal hyperplasia) dan hyperplasia lobular atipik (atypical lobular hyperplasia).

4. Sistem Staging TNM (1,3,4)

a. Stage 0 : Tahap sel kanker payudara tetap di dalam kelenjar payudara, tanpa invasi ke dalam jaringan payudara normal yang berdekatan.

b. Stage I : 2 cm atau kurang dan batas yang jelas (kelenjar getah bening normal)

c. Stage IIA : tumor tidak ditemukan di payudara tapi sel-sel kanker ditemukan di kelenjar getah bening ketiak, Atau tumor dengan ukuran 2 cm atau kurang dan telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak, atau tumor yang lebih 2 cm tapi tidak lebih dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak.

d. Stage IIB : Tumor yang lebih besar dari 2 cm, tetapi tidak ada yang lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke kelenjar getah bening aksilla, atau tumor yang lebih besar dari 5 cm tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak.

e. Stage IIIA : tidak ditemukan tumor di payudara. Kanker ditemukan dikelenjar getah bening yang melekat bersama atau dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di kelenjar getah bening di dekat tulang dada, atau tumor dengan ukuran berapapun dimana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak, terjadi perlengketan dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di kelenjar getah bening di dekat tulang

f. Stage IIIB : Tumor dengan ukuran tertentu dan telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada. Kanker payudara inflammatory (berinflamasi) di pertimbangkan paling tidak pada tahap IIIB.

g. Stage IIIC : ada atau tidak tanda kanker dipayudara atau mungkin telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening baik di atas atau di bawah tulang belakang dan kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau kelenjar getah bening di dekat tulang dada.

h. Stage IV : kanker telah menyebar atau metastase ke bagian lain.

Tabel 2.1. Klasifikasi TNM Kanker Payudara berdasarkan AJCC Cancer Staging Manual.(1,3,4)

Klasifikasi Definisi

Tumor primer

Tx Tumor primer tidak didapat

To Tidak ada bukti adanya tumor primer

Tis

Tis (DCIS) Tis (LCIS) Tis (paget)

Karsinoma in situ Duktal karsinoma in situ Lobular karsinoma in situ

Paget’s Disease tanpa adanya tumor T1

T1 mic T1a T1b T1c

Ukuran tumor < 2 cm Mikroinvasif > 0,1 cm Tumor > 0.1 – 0,5 cm Tumor > 0,5 - < 1 cm Tumor > 1 cm - < 2 cm T2 Tumor > 2 cm - < 5 cm

T3 Tumor > 5 cm

T4 Tumor dengan segala ukuran disertai dengan adanya perlekatan pada dinding thoraks atau kulit.

T4a Melekat pada dinding dada, tidak merusak M.

Pectoralis major.

T4b Edema (termasuk peau d’orange) atau ulserasi pada kulit, atau adanya nodul satelit pada payudara.

T4c Gabungan antara T4a dan T4b

T4d Inflamatory carcinoma Kelenjar Limfe Region (N)

Nx Kelenjar limfe region tidak didapatkan No Tidak ada metastasis pada kelenjar limfe

N1 Metastasis pada kelenjar aksila ipsilateral, bersifat mobile.

N2 Metastasis pada kelenjar limfe aksila ipsilateral, tidak dapat digerakkan (fixed).

N3 Metastasis pada kelenjar limfe infraclavikular, atau mengenai kelenjar mammae interna, atau kelenjar limfe supraclavicular.

Metastasis (M)

Mx Metastasis jauh tidak ditemukan

Mo Tidak ada bukti adanya metastasis

M1 Didapatkan metastasis yang telah mencapai organ

Tabel 2.2 Stadium klinis berdasarkan klasifikasi TNM kanker payudara berdasarkan AJCC Cancer Staging Manual.(1,3,4)

Stadium Ukuran tumor Metastasis kelenjar

limfe Metastasis jauh

0 Tis N0 M0

I TI N0 M0

IIa T0 NI M0

TI NI M0

T2 N0 M0

IIb T2 NI M0

T3 N0 M0

IIIa T0 N2 M0

TI N2 M0

T2 N2 M0

T3 NI, N2 M0

T4 N apapun M0

IV T apapun N apapun M1

5. Tanda dan Gejala

Gejala dari kanker payudara yang umum terjadi adalah terdapat benjolan pada payudara yang dikenali dengan melakukan perabaan dan sedikit tekanan. Pada beberapa kasus benjolan ini terasa nyeri tetapi ada juga yang tidak. Bentuk dan ukuran payudara mengalami perubahan. Keluarnya cairan dari puting susu selain ASI. Terjadi perubahan kondisi kulit payudara, misalnya berubah menjadi tebal, kasar, dan bersisik(18).

Pada kanker payudara juga dapat terjadi retraksi atau inversi putting susu dan pembesaran getah bening kelenjar kulit aksila. Sedangkan gambaran ditemukanya metastasis kanker payudara dapat di tandai dengan adanya hasil rontgen toraks abnormal dengan atau tanpa evusi pleura, peningkatan alkali fosfatase, kalsium, pindai tulang positif, dan nyeri tulang berkaitan dengan penyebaran ke tulang, dan tes fungsi hati abnormal.(18)

6. Pencegahan(1,4)

a. Pencegahan Primer :

(1) Promosi dan edukasi pola hidup sehat

(2) Menghindari faktor resiko (riwayat keluarga, tidak punya anak, tidak menyusui, riwayat tumor jinak sebelumnya, obesitas, kebiasaan makan tinggi lemak kurang serat, perokok aktif dan pasif, pemakaian obat hormonal selama >5 tahun)

b. Pencegahan Sekunder

(1) SADARI

(2) Pemeriksaan klinis payudara (CBE/Clinical Breast Examination), untuk menemukan benjolan ukuran kurang dari 1 cm.

(3) USG, untuk mengetahui batas-batas tumor dan jenis tumor.

(4) Mammografi, untuk menemukan adanya kelainan sebelum adanya gejala tumor dan adanya keganasan.

c. Pencegahan Tersier

(1) Pelayanan di RS (diagnosis dan pengobatan) (2) Perawatan paliatif.

Dalam dokumen RIWAYAT HIDUP PENULIS (Halaman 33-42)

Dokumen terkait