• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas VII Semester 1 dan 2

KARAKTER SEMESTER 1

Pelajaran 1 4.1 Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatika n cara pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar.

1. Siswa mampu mendaftar pengalaman-pengalaman pribadi yang dapat ditulis dalam buku harian. 2. Siswa mampu menuliskan

pokok-pokok pengalaman pribadi.

3. Siswa mampu

mengembangkan pokok-pokok pengalaman pribadi menjadi sebuah tulisan yang ekspresif dalam buku harian secara rutin sesuai dengan bagian-bagian catatan harian. 1. Persahabatan 2. Kejujuran Pelajaran 2 8.2 Menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau didengar. 1. Mampu memahami sebuah dongeng dengan menentukan pokok-pokok dongeng.

2. Mampu menulis kembali dongeng yang pernah dibaca atau didengar secara runtut berdasarkan urutan pokok-pokok dongeng.

3. Mampu mengoreksi karya teman saat menceritakan kembali sebuah dongeng yang pernah dibaca atau didengar. 1. Menghargai prestasi 2. Tanggung jawab Pelajaran 3 4.2 Menulis surat pribadi dengan memperhatika 1. Mampu memahami perbedaan komposisi surat pribadi dan surat dinas.

2. Mampu menulis surat

1. Peduli lingkungan 2. Semangat

n komposisi, isi, dan bahasa.

pribadi dengan bahasa yang komunikatif.

3. Mampu menyunting surat teman lain sesuai dengan aturan penulisan surat. Pelajaran 4 8.1 Menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun. 1. Mampu menentukan syarat-syarat pantun. 2. Mampu menulis pantun

sesuai dengan isi yang sudah ditentukan. 3. Mampu menyunting

pantun sesuai dengan syarat-syarat pantun. 1. Peduli sosial 2. Demokratis Pelajaran 5 16.1 Menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam. 1. Mampu menciptakan larik-larik puisi dengan tema tertentu.

2. Mampu menciptakan puisi dengan tema tertentu dan

menggunakan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik.

3. Mampu membuat antologi puisi dengan tema tertentu. 1. Kreatif 2. Cinta tanah air SEMESTER 2 Pelajaran 6 12.1 Mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung.

1. Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung.

2. Mampu mengubah teks wawancara menjadi narasi.

3. Mampu menulis teks wawancara dan mengubahnya menjadi teks narasi. 1. Kerja keras 2. Mandiri Pelajaran 7 16.2 Menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami. 1. Mampu menulis larik-larik puisi. 2. Mampu menulis puisi dengan pilihan kata yang

1. Religius 2. Cinta damai

tepat dan rima yang menarik. 3. Mampu menyunting puisi tentang peristiwa yang pernah dialami. Pelajaran 8 4.3 Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik, dan benar.

1. Mampu menentukan pokok-pokok pengumuman. 2. Mampu menulis teks

pengumuman dengan bahasa yang efektif. 3. Mampu menyunting teks pengumuman. 1. Gemar membaca 2. Rasa ingin tahu Pelajaran 9 12.2 Menulis pesan singkat sesuai dengan isi menggunakan kalimat efektif dan bahasa yang santun.

1. Mampu memahami ciri-ciri pesan singkat. 2. Mampu menulis pesan singkat sesuai dengan konteks.

1. Disiplin 2. Toleransi

2. Pengembangan materi pembelajaran menulis Bahasa Indonesia

Hasil analisis data penelitian digunakan sebagai dasar dalam pengembangan modul pembelajaran menulis Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Pengembangan modul dalam penelitian ini berdasarkan pada kurikulum yang sedang berlaku, yaitu KTSP 2006. Modul yang dihasilkan adalah modul pembelajaran menulis bahasa Indonesia kelas VII semester 1 dan 2.

Seperti yang diungkapkan di atas, hasil analisis data penelitian ini akan dijadikan sebagai dasar pengembangan buku teks. Hasil analisis data yang diperoleh adalah:

a. Berkaitan dengan guru

1) Guru bahasa Indonesia belum sepenuhnya menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 2) Pendidikan moral yang diberikan kepada siswa cenderung

hanya sebatas menyampaikan sebuah cerita dan memberikan maknanya sehingga kemampuan afektif siswa tidak terlibat secara aktif.

3) Sesi sharing yang seharusnya dimanfaatkan untuk siswa mengambil makna dari pembelajaran justru digunakan guru untuk bercerita sehingga siswa hanya dapat memetik nilai dalam cerita yang disampaikan guru.

4) Evaluasi terhadap nilai karakter yang telah dimiliki siswa belum dilaksanakan oleh guru se cara khusus dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

5) Pendidikan karakter baru saja masuk di SMP Bopkri 1 Yogyakarta sehingga guru masih menyusun RPP berkarakter, belum mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas.

b. Berkaitan dengan siswa

1) Siswa belum sepenuhnya mengenal tentang pendidikan karakter yang harus diintegrasikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

2) Berdasarkan persepsi siswa, dari 18 nilai dalam pendidikan karakter, hampir seluruhnya sudah dipahami oleh siswa,

namun ada beberapa yang belum bisa di terapkan dalam diri siswa, misalnya nilai kreatif.

3) Siswa merasa bosan dengan metode ceramah yang diterapkan oleh guru di dalam kelas.

c. Berkaitan dengan afeksi

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di atas, peneliti mencoba mengembangkan buku teks pembelajaran menulis bahasa Indonesia yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter. Model yang dipilih peneliti adalah sebagai berikut:

1) Buku teks pembelajaran berbicara B ahasa Indonesia yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter tidak untuk menggantikan buku teks yang sudah ada, tetapi hanya sebagai buku suplemen/ tambahan.

2) Rancangan materi dalam buku teks disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada dalam kurikulum untuk kelas VII semester 1 dan 2.

3) Nilai-nilai karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran berdasarkan pada nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.

4) Buku teks dirancang untuk satu tahun (dua semester) dan terdiri dari sembilan unit yang sudah dipetakan kebahasaan, kesastraan, serta nilai karakter dalam setiap unit.

a) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang sudah dirumuskan menjadi tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi d an Kompetensi Dasar dalam KTSP 2006.

b) Pada setiap awal unit terdapat sebuah narasi beserta gambar dan ilustrasinya yang merupakan contoh konkret penerapan nilai karakter yang akan dicapai dalam unit.

c) Materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d) Latihan-latihan yang akan mengukur kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa .

e) Refleksi siswa terhadap pencapaian siswa dan nilai karakter yang sudah tertanam dalam diri siswa di setiap akhir unit. 3. Hasil uji coba produk

Peneliti melakukan uji coba produk terhadap 23 siswa kelas VIIC SMP Bopkri 1 Yogyakarta pada tanggal 6 Agustus 2012. Uji coba produk dilakukan terhadap siswa karena modul yang dirancang akan dipakai siswa untuk belajar. Selain itu, peneliti juga meminta saran dan kritik dari guru terhadap hasil produk tersebut agar dapat digunakan sebagai landasan perbaikan. Uji coba produk dilaksanakan dengan cara siswa memberikan persepsi terhadap 25 butir pernyataan kondisi modul dalam angket.

Peneliti hanya menggunakan satu unit materi pembelajaran dalam uji coba produk. Hal itu dikarenakan waktu yang disediakan untuk uji coba produk tidaklah banyak. Apabila peneliti mengujicobakan semua unit dalam modul, waktu yang dibutuhkan sangat banyak dan akan sangat meny ita jam pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, materi dalam modul adalah materi selama satu tahun, apabila diujicobakan sekarang, akan ada materi yang belum diajarkan guru yang akan ditemui siswa. Hal itu justru akan membuat siswa menjadi bingung.

a. Persepsi Siswa terhadap Kondisi Modul

Angket yang disediakan peneliti untuk uji coba produk terdiri dari 25 butir pernyataan kondisi modul. Dua puluh lima peryataan itu mencakup tampilan cover, bagian pembuka modul, gambar ilustrasi, narasi, materi, latihan, r efleksi dan hal-hal teknis dalam penyajian modul. Hasil persepsi siswa terhadap modul

“Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Menulis

Tabel 4.20

Hasil Persepsi Siswa terhadap Modul

No .

Kondisi Modul Kualitas Modul

SB B K SK

1. Cover depan dengan judul

“Pendidikan Karakter Terintegrasi

Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Semester 1

dan 2” dengan ilustrasi gambar “kegiatan menulis yang sedang

dilakukan siswa SMP” 3 siswa 13,04% 19 siswa 82,60% 1 siswa 4,34%

-2. Cover depan dengan judul

“Pendidikan Karakter Terintegrasi

Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Semester 1

dan 2” dengan ilustrasi gambar

“siswa SMP yang sedang menulis”

mencerminkan isi modul yang membahas tentang pembelajaran menulis kelas VII semester 1 dan 2 yang diintegrasikan dengan

pendidikan karakter. 9 siswa 39,13% 13 siswa 56,52% 1 siswa 4,34%

-3. Pewarnaan cover biru dan tulisan pada cover putih dan hitam.

7 siswa 30,43% 10 siswa 43,47% 6 siswa 26,08%

-4. Gambar yang mencerminkan nilai karakter pada awal pelajaran menambah kemenarikan modul dan dapat membangkitkan semangat siswa untuk mempelajari halaman -halaman selanjutnya. 5 siswa 21,73% 14 siswa 60,86% 3 siswa 13,04% 1 siswa 4,34%

5. “Peta Konsep Pelajaran

memberikan kejelasan kepada siswa tentang mataeri, nilai karakter, dan pengintegrasian mataeri dengan nilai karakter yang akan dipelajari.

9 siswa 39,13% 13 siswa 56,52% 1 siswa 4,34%

-6. Bagian “Mari bercermin!”

memberikan contoh dan kejelasan kepada siswa tentang nilai karakter yang akan dipelajari dan dapat

11 siswa 47,82% 11 siswa 47,82% 1 siswa 4,34%

-dijadikan sebagai alat untuk meneliti diri siswa.

7. Pada halaman 2 bagian akhir dan halaman 3 bagian awal diberikan uraian singkat tentang pengalaman pribadi dan kegiatan yang akan dilakukan sebagai pengantar untuk memasuki kegiatan awal pada materi. 6 siswa 26,08% 16 siswa 69,56% 1 siswa 4,34%

-8. Pada halaman 3 terdapat “Kolom latihan 1” sebagai tahap awal siswa

mengingat pengalamannya pada kolom yang disediakan.

7 siswa 30,43% 15 siswa 65,21% - 1 siswa 4,34% 9. Pada halaman 3 terdapat uraian

singkat tentang contoh membantu orang lain dan ajakan untuk jujur dalam menulis pengalaman.

10 siswa 43,47% 12 siswa 52,17% 1 siswa 4,34%

-10. “Kolom latihan 2” mengajak siswa

untuk melihat karakter

persahabatan”yang sudah tercermin pada pengalaman siswa membantu orang lain.

10 siswa 43,47% 12 siswa 52,17% 1 siswa 4,34%

-11. Pada halaman 4 terdapat contoh yang

dikemas dalam “Belajar dari teman”. 8 siswa 34,78% 15 siswa 65,21% -

-12. Pada halaman 5 terdapat “Kolom latihan 3” untuk mengukur tingkat

pemahaman siswa menyusun pokok -pokok pengalaman. 8 siswa 34,78% 15 siswa 65,21% -

-13. Pengantar dan uraian tenta ng kegiatan yang akan dilakukan siswa dan pengertian tentang buku harian. (hlm.5) 8 siswa 34,78% 14 siswa 60,86% 1 siswa 4,34%

-14. “Belajar dari teman” (contoh buku harian) sebagai gambaran isi buku harian sebelum siswa ditugaskan menulis buku harian. (hlm.5)

5 siswa 21,73% 17 siswa 73,91% 1 siswa 4,34%

-15. Kolom pertanyaan untuk membantu siswa memahami contoh catatan harian dan memahami bagian -bagian dalam catatan harian. (hlm.6)

3 siswa 13,04% 15 siswa 65,21% 5 siswa 21,73%

-16. Materi tentang bagian-bagian yang ada dalam catatan harian beserta contoh. (hlm.6) 11 siswa 47,82% 11 siswa 47,82% 1 siswa 4,34%

-17. Pada halaman 6 bagian akhir diberikan anjuran untuk

memperhatikan “ruang kebahasaan”. 5 siswa 21,73% 14 siswa 60,86% 4 siswa 17,39%

-18. Pada halaman 6 terdapat kalimat penugasan untuk bekerja secara pribadi kemudian dilanjutkan bekerja dalam kelompok . 6 siswa 26,08% 13 siswa 56,52% 4 siswa 17,39%

-19. Pada halaman 7 terdapat latihan menulis catatan harian sebagai bukti bahwa siswa benar-benar sudah menguasai kompetensi dasar pelajaran. 7 siswa 30,43% 16 siswa 69,56% -

-20. “Tugas akhir pelajaran”untuk melatih siswa mempraktikkan pelajaran di kelas dalam kehidupan sehari-hari. 14 siswa 60,86% 9 siswa 39,13% -

-21. “Ruang Kebahasaan”memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kebahasaan yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang diberikan dalam pelajaran. 6 siswa 26,08% 15 siswa 65,21% 2 siswa 8,69%

-22. “Senyum pengukur karakter

untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap nilai karakter yang diintegrasikan dalam pelajaran. 14 siswa 60,86% 8 siswa 34,78% 1 siswa 4,34%

-23. Ukuran dan jenis huruf yang

digunakan dalam modul sudah cukup untuk ukuran saya membaca.

12 siswa 52,17% 6 siswa 26,08% 3 siswa 13,04% 2 siswa 8,69%

24. Pewarnaan dalam modul. 7 siswa 30,43% 11 siswa 47,82% 5 siswa 21,73%

-25. Penggunaan kata dalam kalimat penugasan dan materi.

3 siswa 13,04% 17 siswa 73,91% 3 siswa 13,04%

-Berdasarkan tabel di atas, siswa menganggap cover depan

dengan judul “Pendidikan Karakter Terintegrasi Pembelajaran

Menulis Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Semester 1 dan 2”

dengan ilustrasi gambar “kegiatan menulis yang sedang dilakukan

siswa SMP” cocok digunakan untuk cover modul sebagai produk penelitian. Hal ini terbukti dengan tanggapan siswa yang menyatakan bagus sebanyak 82,60% dan sangat bagus sebanyak 13,04% pada kuisioner yang dibagikan. Menurut siswa Cover

depan dengan judul “Pendidikan Karakter Terintegrasi

Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Semester

1 dan 2” dengan ilustrasi gambar “siswa SMP yang sedang

menulis” juga sudah mencerminkan isi modul yang membahas

tentang pembelajaran menulis kelas VII semester 1 dan 2 yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter. Persepsi siswa tersebut terlihat dalam kuisioner nomer 2 yang dianggap baik oleh 56,52% siswa dan sangat baik oleh 39,13% siswa. Sedangkan mengenai pewarnaan cover, siswa yang menyatakan baik sebanyak 43,47% dan yang menyatakan sangat baik sebesar 30,43%.

Siswa menyatakan bahwa gambar yang mencerminkan nilai karakter pada awal pelajaran menambah kemenarikan modul dan dapat membangkitkan semangat siswa untuk mempelajari halaman-halaman selanjutnya. Hal ini terlihat pada presentase pernyataan nomer empat pada kuisioner yang menunjukkan sebanyak 60,86% siswa menyatakan baik dan 21,73% siswa menyatakan sangat baik.

“Peta konsep pelajaran” juga mendapat tanggapan positif

dari siswa. Sebanyak 56,52% sisw a menyatakan baik dan 39,13%

menyatakan sangat baik. Dengan demikian, “Peta Konsep

Pelajaran” memberikan kejelasan kepada siswa tentang materi,

nilai karakter, dan pengintegrasian mataeri dengan nilai karakter yang akan dipelajari.

Bagian “Mari bercermin!” dianggap siswa dapat

memberikan contoh dan kejelasan kepada siswa tentang nilai karakter yang akan dipelajari dan dapat dijadikan sebagai alat untuk meneliti diri siswa. Mengenai hal ini, sebanyak 47,82% siswa menyatakan sangat baik dan sebanyak 47,82% si swa juga

menyatakan baik mengenai pernyataan “Mari bercermin!”.

Pengantar untuk memasuki kegiatan awal pada materi juga dinyatakan baik oleh siswa. Sebanyak 69,56% siswa menyatakab baik pada pernyataan nomer tujuh dalam kuisioner, sedangkan sebanyak 26,08% siswa menyatakan sangat baik.

“Kolom latihan 1” sebagai tahap awal siswa mengingat

pengalamannya mendapatkan suara dari siswa sebanayk 65,21% yang menyatakan baik dan 30,43% siswa menyatakan sangat baik.

“Kolom latihan 2” yang mengajak siswa untuk melihat karakter

“persahabatan” yang sudah tercermin pada pengalaman siswa

membantu orang lain juga mendapat tanggapan positif dari siswa. Sebanyak 52,17% siswa menyatakan baik dan 43,47% siswa

menyatakan sangat baik. Sedangkan “Kolom latihan 3” sebagai

pengukur tingkat pemahaman siswa menyusun pokok -pokok pengalaman dipilih 65,21% persen yang menyatakan sangat baik dan 34,78% siswa menyatakan sangat baik. Semua latihan yang ada dalam modul dapat diterima baik oleh siswa.

Sebanyak 52,17% siswa menyatakan baik ter hadap pernyataan tentang raian singkat contoh membantu orang lain dan ajakan untuk jujur dalam menulis pengalaman . Pernyataan tersebut juga dinyatakan sangat baik oleh 43,47% siswa.

Contoh yang dikemas dalam “belajar dari teman” dianggap

baik oleh 65,21% siswa dan sebanyak 34,78% siswa menyatakan

sangat baik. Sedangkan “belajar dari teman” pada halaman 5 juga

ditanggapi baik oleh 73,91% siswa dan 21,73% siswa menyatakan sangat baik.

Kolom pertanyaan untuk membantu siswa memahami contoh catatan harian dan m emahami bagian-bagian dalam catatan

harian pada halaman 6 mendapat respon baik dari 65,21% siswa. Pada halaman 6 bagian akhir juga diberikan anjuran untuk

memperhatikan “ruang kebahasaan”. Pernyataan tersebut dipilih

siswa sebanyak 60,86% yang menyatakan b aik dan 21,73% siswa menyatakan sangat baik. Kalimat penugasan untuk bekerja secara pribadi kemudian dilanjutkan bekerja dalam kelompok pada halam 6 mendapat respon baik dari 56,52% siswa.

Materi tentang bagian-bagian yang ada dalam catatan harian beserta contoh pada halaman 6 mendapat respon sebanyak 47,82% yang menyatakan baik dan 47,82% siswa juga menyatakan sangat baik. Sebanyak 69,56% siswa menyatakan baik tentang latihan yang terdapat pada halaman 7.

“Tugas akhir pelajaran” untuk melatih siswa

mempraktikkan pelajaran di kelas dalam kehidupan sehari -hari mendapat suara sebanyak 60,86% siswa menyatakan sangat baik dan 39,13% siswa menyatakan baik. Siswa menilai tugas akhir pada kompetensi dasar yang diajarkan sudah baik.

Sebanyak 65,21% siswa menyataka n baik tentang

pernyataan mengenai “ruang kebahasaan” dan 26,08% siswa

menyatakan sangat baik. “Ruang Kebahasaan” dianggap siswa

dapat memberikan pengetahuan tentang kebahasaan yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang diberikan dalam pelajaran.

“Senyum pengukur karakter” untuk mengetahui tingkat

penguasaan siswa terhadap nilai karakter yang diintegrasikan dalam pelajaran dianggap sangat baik oleh 60,86% siswa. Pernyataan tersebut juga dinyatakan baik oleh 34,78% siswa.

Ukuran dan jenis huruf yang digunakan dalam modul dianggap siswa sudah baik. Hal ini terlihat pada pilihan siswa sebanyak 52,17% yang menyatakan sangat baik. Sedangkan penggunaan kata dalam kalimat penugasan dan materi juga dianggap sudah baik oleh 73,91% siswa. Namun pewarnaan pada modul masih belum baik. Hal ini terlihat oleh jawaban siswa yang belum mencapai 50%, yaitu hanya 47,82% siswa yang menyatakan baik.

b. Pembahasan Saran Uji Coba Produk dari Siswa

Pada bagian ini, peneliti akan membahas mengenai saran

yang diberikan siswa terhadap modul “Pendidikan Karakter

Terintegrasi dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia kelas

VII”. Dari hasil persepsi siswa terhadap modul, peneliti

menemukan tiga bagian yang mendapat tanggapan “baik” kurang

dari 50% jumlah siswa. Ketiga bagian itu adalah pewarnaan modul, bagian mari bercermin, dan materi pelajaran. Peneliti kemudian meminta saran kepada siswa terhadap tiga bagian tersebut sebagai dasar perbaikan.

Pewarnaan dalam modul menurut siswa sudah cukup menarik, namun masih kurang dalam memvariasaikan warna.

Sedangkan dalam bagian “Mari bercermin!”, siswa sudah dapat

menangkap maksud yang disampaikan pada bagian tersebut. Walaupun siswa sudah menangkap maksud, namun menurut siswa ilustrasi atau contoh tindakan berka rakter masih kurang cocok

dengan gambar yang disajikan. Pada Bagian “Mari bercermin!”

menurut siswa sebaiknya disajikan sesuai dengan gambar yang ditampilkan dan ilustrasi yang disajikan lebih disesuaikan dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Mengenai materi pelajaran, siswa masih belum merasa puas dengan materi yang disajikan. Siswa sudah memahami materi yang ada dalam modul, namun contoh yang disajikan kurang bervariasi (siswa menginginkan lebih dari satu).

c. Refleksi

Refleksi dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ditemui pada saat uji coba produk. Beberapa hal yang perlu diperbaiki menurut pendapat siswa adalah:

a. Pewarnaan modul,

b. Bagian “Mari bercermin!”

Kekurangan-kekurangan modul ini dapat dilihat dari hasil angket persepsi siswa terhadap modul da n juga saran dari siswa. Kekurangan yang sudah disebutkan di atas akan diperbaiki dalam materi pembelajaran selanjutnya untuk mendapatkan hasi l yang lebih baik sehingga sesuai dengan kebutuhan siswa. Adapaun langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh peneliti untuk memperbaiki hal tersebut adalah:

a. membuat penyelesaian pada bagian “Mari bercermin!” agar

sesuai dengan ilustrasi gambar yang disaj ikan dan mencontohkan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

b. memperdalam teori yang ada dan menambah contohnya. c. memberikan variasi warna pada modul agar lebih menarik. d. Kesimpulan Uji Coba Produk

Dari uji coba produk yang dilakukan, p eneliti dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki, yaitu pewarnaa modul, contoh pada materi yang disajikan, dan

bagian “Mari bercermin!”. Hal ini dilakukan agar modul yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan siswa meskip un sebagian besar bagian dalam modul sudah dinilai baik oleh siswa. Selain itu, berdasarkan hasil penilaian guru bahasa Indonesia, modul ini sudah layak digunakan untuk pembelajaran .

Secara keseluruhan, peneliti menyimpulkan bahwa produk modul yang dihasilkan sudah sesuai dengan kebutuhan siswa dan telah diintegrasikan dengan pendidikan karakter. Siswa memberikan apresiasi yang positif terhadap modul yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis Bahasa Indonesia, maka dapat membantu siswa mencapai karakter yang lebih baik sehingga terbentuk pribadi penerus bangsa yang berkarakter kuat.

4. Hasil Model Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter

Berikut akan disajikan model pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Model pembelajaran ini telah diujicobakan berdasarkan kriteria tertentu yang kemudian dipersepsi oleh siswa, kemudian data direkapitulasi dan langkah terakhir adalah mengevaluasi serta memperbaiki model pembelajaran tersebut. Setelah diperbaiki, hasil akhir model pembelajaran tersebut dipaparkan dalam 9 unit dengan tema keseluruhan mengandung 18 nilai dalam pendidikan karakter.

126 BAB V PENUTUP

Pada Bab V peneliti akan memaparkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan saran. Saran-saran dalam bagian penutup ini ditujukan untuk guru Bahasa Indonesia, guru pengampu mata pelajaran lain, peneliti pengembangan lain, dan calon guru Bahasa Indonesia.

A. Kesimpulan

Pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran menulis di SMP kelas VII semester 1 dan 2 disusun berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam KTSP 2006. Materi pembelajaran pendi dikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran menulis disesuaikan dengan kompetensi dasar yang dijabarkan menjadi in dikator-indikator yang sesuai dengan pendidikan karakter yang diintegrasikan . Semua materi yang disampaikan pasti mengandung nilai moral yang dapat diambil siswa sesuai dengan nilai karakter yang diintegrasikan. Jadi, dengan produk yang dihasilkan siswa tidak semata-mata belajar Bahasa Indonesia, namun siswa juga dapat belajar tentang nilai moral yang disisipkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Pemanfaatan produk penelitian yang berupa buku pelajaran ini dapat digunakan sebagai suplemen pengajaran disam ping buku-buku pokok yang sudah biasa digunakan di sekolah -sekolah. Produk penelitian pengembangan

ini telah direvisi berdasarkan (1) uji coba produk oleh pakar pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan (2) uji coba pro duk oleh siswa kelas VII SMP Bopkri 1 Yogyakarta.

B. Saran

Setelah peneliti melakukan penelitian pengembangan pendidikan karakter yang diintegrasi kan dalam pembelajaran menulis Bahasa Indonesia kelas VII, peneliti mengajukan beberapa saran. Peneliti mengajukan saran untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia, guru yang mengampu bidang studi lain, peneliti lain yang berminat dengan penelitian pengembangan ini, dan bagi calon guru bahasa Indonesia.

1. Bagi guru Bahasa Indonesia

Guru Bahasa Indonesia diharapkan untuk dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter kepada siswa melaui pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai -nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dalam diri siswa agar diterapkan dalam

Dokumen terkait