Kelas VII Semester 1 dan 2
RAHASIA PUTRI YANG SUKA KENTUT
Pada zaman dahulu kala, hiduplah raja baik hati di kerajaan yang tentram dan damai. Raja itu mempunyai seorang putri. Namun Raja mempunyai masalah
yang sangat rumit dan sulit dikatakan. “Tuuutt! Tuurrtt! Trrttt, tuuutt, tuutt!” Itu
suara kentut putrinya. Bunyinya tak tertahankan dan bunyinya sekeras halilintar. Ketika Putri cukup umur untuk menikah, banyak pangeran datang dari berbagai negeri mengunjunginya. Tapi saat Sang Putri kentut, pangeran -pangeran
itu langsung kabur sambil menutup hidung. “Pangeran ke-99 kabur! Dia pasti terkena kutukan kentut yang sangat jahat. Semoga seseorang bisa
membebaskannya dari kutukan jahat itu,” Erang Raja seraya mendesah.
Pada suatu hari seorang pemuda mengunjunginya Raja. Kali ini Putri lagi
-lagi kentut sangat keras. “ T uuttttt! Prrtttttt, tuuuutttt, bbrttt!” Mendengar suara
kentutnya yang mengerikan, bunga -bunga ketakutan dan layu.
Sementara bunga-bunga berguguran dari pepohonan, dan rumput pun ikut layu. Akan tetapi pemuda itu diam saja dan hanya tersenyum. Ia tidak mengerutkan wajah atau menutup hidung.
Raja heran dan memanggil si pemuda.
“Kalau kamu bisa menyelamatkan putriku dari kutukan jahat itu, kamu boleh meminta apa saja”, ujar Raja. “
“Aku ingin menjadi juru masak istana”, sahut si pemuda gagah berani. “Terserah. Tapi kumohon, bebaskan putriku dari sihir yang jahat,” ujar
Raja.
Raja mencengkeram tangan si pemuda erat -erat. Raja sangat berharap pemuda itu bisa membebaskan kutukan yang ada pada Putri.
Untuk menyelamatkan Putri, pemuda itu mengawasi Putri selama beberapa hari. Mulai dari Putri bangun tidur sampai Putri berangkat tidur. Hingga suatu hari, pemuda itu mengawasi Sang Putri saat makan dan timbullah sebuah ide di dalam pikirannya.
Beberapa hari kemudian ia mendatangi Raja dan berkata, “ Yang Mulia,
izinkan aku memasakkan makanan untuk Putri selama satu minggu.”
“Aku akan mengizinkanmu. Pokoknya kamu harus menyelamatkan putriku,” ujar Raja.
Apa yang terjadi dngan sang Putri? Sejak si pemuda memasak untuknya, bau kentut Putri makin membaik. Dan seminggu s etelahnya, bunyi kentutnya nyaris tinggal bisikan. Tumbuhan yang layu di kamar Putri dan bunga -bunga yang layu di halaman perlahan-lahan segar kembali. Semakin hari Putri semakin cantik.
Mengira putrinya telah terbebas dari kutukan yang jahat, Raja pun memanggil sang pemuda. “Bagaimana caranya menyelamatkan putriku?” tanya
161
“Sejak awal sebenarnya putri tidak terkena kutukan.” “Bukankah bau busuk kentutnya adalah ulah sihir hitam?”
“Yang Mulia, coba lihat ini”, si pemuda menunjukkan pola makan putri
yang lama.
“Bukankah ini pola makan putriku? Apa yang salah dengannya?” tanya
Raja.
Si pemuda menjelaskan satu per satu. Dari jenis makanan yang dimakan Putri setiap hari hanya makanan yang mengandung protein, karbohidrat, dan kacang-kacangan sampai cara maka n sang Putri.
“Campuran udara yang kita hirup selagi makan dan gas yang dihasilkan
selama mencerna makanan di dalam tubuh disebut kentut. Semua orang pasti
menghasilkan gas ini”, jelas pemuda itu.
“Semua orang makan dan semua orang membuang gas, tapi mengapa
aroma gas yang dikeluarkan putriku sangat busuk?” tanya Raja.
“Ada dua alasan mengapa orang sering kentut dan mengapa kentutnya sangat busuk,” sahut pemuda.
“Apakah penyebabnya?” tanya Raja.
“Pertama, sangat erat hubungannya dengan jenis makanan yang dimakan. Orang akan sering kentut jika makan banyak telur, kacang -kacangan, daging, dan
kentang goreng,” sahut pemuda.
“Lalu apa alasan kedua?” tanya Raja.
“Jika kita makan terburu-buru, semakin banyak udara yang masuk ke mulut. Akibatnya kita jadi sering kentut,” jawan pemuda itu kepada sang Raja.
“Aha! Rupanya kebiasaan makanlah yang menjadi penyebab
masalahnya.”
“Yang Mulai, Anda benar. Aku telah memasak sayuran selama satu
minggu untuk Putri dan memintanya makan telur dan daging dengan perlahan
-lahan,”ujar sang pemuda.
“Terima kasih. Mulai sekarang aku ingin kamu memasak untuk putriku di istana.”
Akhirnya sang pemuda menjadi juru masak di istana. Ia berhasil mencapai cita-citanya. Sang pemuda sangat senang dengan usahanya yang membuahkan hasil.
“Sekarang mari kita nentikan pangeran ke -100 yang datang untuk
meminangmu,” kata Sang Raja kepada putrinya.
“Pangeran ke-100? Dia kan sudah ada di depan kita,” ujar Putri.
Mendengar ucapan Putri, wajah si pemuda merah padam karena sejujurnya pemuda itu sudah jatuh cinta kepada sang Putri sejak pertama kali melihatnya.
162
Belajar dari Kutukan
Di sebuah desa kecil di Negeri Kayangan, tinggallah dua putri cantik dengan Ibu yang sangat menyayanginya. Mereka hidup berkecukupan, namun sang Ibu selalu mengajarkan kepada putrinya untuk hidup sederhana dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.
Sang Ibu melatih tanggung jawab kedua putrinya dengan menyerahkan seluruh pekerjaan peternakannya. Putri pertamanya bertanggung jawab atas peternakan sapi di selatan rumah dan putri keduanya bertanggung jawab atas peternakan kambing di utara rumahnya.
Setiap hari masingmasing putrinya sibuk bekerja di peternakan masing -masing. Mulai dari mengurus makan, minum, kotoran ternak, sampai membersihkan kandang ternak. Ibu sengaja tidak menyewa orang untuk merawat ternaknya karena sang ibu ingin melatih kedua putrinya tentang kerja keras dan tanggung jawab.
Sang ibu selalu gembira saat m elihat putrinya sibuk dengan tanggung jawab masing-masing. Kedua putrinya juga sangat senang saat para pemborong datang untuk membeli hasil ternaknya. Saat itulah sang Ibu bangga dengan hasil kerja putri-putrinya dan Ibu yakin jika putrinya adalah putri -putri yang sangat bertanggung jawab dan dapat hidup walaupun putrinya kelak telah tiada.
Tibalah pada hari yang sangat mengecewakan Sang Ibu. Ketika Ibu berkeliling di peternakan sebelah utara, Ibu melihat satu kandang kambing yang begitu tenang. Rasa penas aran yang sangat besar muncullah di hati Ibu. Saat Ibu menengok kandang itu, puluhan kambing tergeletak hampir mati karena kekurangan pangan. Sontak muka si Ibu memerah dan berteriak memanggil putrinya yang kedua.
Putri yang kedua berlari mendekati ibuny a, dan kenalah marah dia. Ibu kecewa dengan putri keduanya yang melalaikan hewan ternaknya.
“Apa kamu tidak sedih melihat kambing-kambingmu mati sia-sia seperti itu? Mana rasa terimakasihmu kepada mereka? Kamu sudah diberikan daging-daging yang sangat baik oleh kambing-kambingmu!” marah sang
Ibu kepada putri keduanya sambil menatap kambing -kambing yang tergeletak mati.
Putri hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata mendengar kata -kata
ibunya. Kemudian kata putri itu kepada Ibunya, “Aku tidak sengaja Bu
melakukan semua ini”.
“Itu hanya alasanmu! Ini bukti bahwa kamu tidak serius dan tidak bertanggung jawab dengan pekerjaanMu”, makin marahlah si Ibu mendengar
jawaban dari putrinya. Saking marahnya si Ibu, dia tidak kuat menahan kata -kata yang seharusnya tidak dia ucapkan kepda putrinya.
“Karena kamu menyia-nyiakan kambing-kambing itu, maka jadilah kamu
seperti mereka!”
Berubahlah putri keduanya menjadi seekor kambing. Seekor kambing yang begitu malang karena tidak diberi makan oleh tuannya. Setiap hari ia mencari makan sendiri di kebun belakang rumah.
163
Suatu hari sampailah ketika rumput di belakang rumah habis dan belum tumbuh lagi karena setiap hari dimakannya. Si kambing berjalan pelan mendekati Ibunya dan memohon untuk dibebaskan dari kutukan. Namun si Ibu tidak
mengabulkannya. Dan si kambing pun berkata, “Jika Ibu menolak mencabut kutukanku, berilah aku rumput Ibu”. Si Ibu tetap menolak dan berkata, “Itu yang
dirasakan kambing-kambingmu ketika kamu tidak memberinya makan”.
Si kambing mulai berpikir dan men gakui kesalahannya, namun Si Ibu belum bisa memaafkan kelalaian putrinya. Tahun berganti tahun, putrinya setiap hari menemuinya untuk meminta maaf atas perbuatannya kepada kambing -kambingnya.
Melihat kerasnya hati Ibun, putri pertama mencoba berbicara de ngan Ibunya. Putri pertama membujuk Ibunya untuk membebaskan kutukan pada adiknya. Hati Ibu belum luluh dengan bujukan itu, namun pada suatu hari yang sangat cerah, Ibunya menyuruh anak pertamanya untuk memanggil adiknya.
Adiknya berjalan menemui Ibu dan bertanya maksud undangan Ibunya. Dengan terbata-bata Ibunya berkata, “Anakku, mungkin terlalu berat Ibu memberi hukuman kepadamu. “
“Mungkin memang pantas aku hidup seperti ini Ibu”, jawab si kambing
sambil menangis.
“Tidak anakku, sungguh jahatnya Ibu jika tidak membebaskanmu dari
kutukan ini”, sahut si Ibu.
Seketika putrinya berubah kembali menjadi putri yang cantik. Dia sudah terbebas dari kutukan Ibunya dan tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas kebaikan Ibunya.
Setelah terbebas dari kutukan, putri pertama kembali menjalani kehidupan seperti dahulu. Ia kembali mengurus peternakan kambingnya, bahkan dia lebih baik dalam mengurus peternakannya. Dia sudah berjanji kepada Ibunya tidak akan lupa memberi makan kepada k ambing-kambingnya.
164
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/2
Jumlah Pertemuan : 4 jam pelajaran
A. Standar Kompetensi
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat.
B. Kompetensi Dasar
12.1 Mengubah teks wawan cara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung.
C. Nilai karakter
Kerja keras dan mandiri
D. Indikator
1. Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung.
2. Mampu mengubah teks wawancara m enjadi narasi.
3. Mampu berwawancara, menulis teks wawancara, dan mengubahnya menjadi narasi.
E. Tujuan Pembelajaran
1. Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung.
2. Mampu mengubah teks wawancara m enjadi narasi.
3. Mampu berwawancara, menulis teks wawancara, mengubahnya menjadi narasi, dan menyunting narasi wawancara.
165 F. Materi Ajar
1. Pengertian wawancara
Wawancara adalah suatu percakapan yang dilakukan untuk meksud tertentu. Maksud utama dari sebuah wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Narasumber merupakan orang yang memiliki informasi atau orang yang diwawancarai (Hecht, 1973:9).
G. Alokasi Waktu 4 x 40 menit
H. Metode Pembelajaran 1. Contoh
Siswa mengamati sebuah contoh dialog, kemudian kalimat langsung dalam dialog diubah menjadi kalimat tidak langsung. Dengan mengamati contoh, siswa diharapkan dapat memahami dan melakukannya dalam latihan yang diberikan.
2. Tanya jawab
Tanya jawab dilakukan oleh guru dan siswa saat siswa kurang memahami materi yang dipelajari. Tanya jawab juga bisa digunakan guru untuk mengukur tingkat pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan.
3. Latihan
Dalam pembelajaran diberikan beberapa latihan. Hal tersebut bertujuan untuk mengasah dan mengukur pemahaman siswa mengenai materi yang diberikan.
166 I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: 2 x 40 menit
Kegiatan Waktu (menit)
1. Pembukaan
a. Guru menjelaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar kepada siswa.
b. Guru membuka diskusi kelas tentang wawancara.
c. Siswa secara bergantian menyampaikan pengetahuan awalnya tentang wawancara.
2 3 5 2. Kegiatan inti
a. Guru menjelaskan atau menyimpulkan pendapat dari para siswa tentang wawancara. b. Guru menghubungan wawancara dengan
narasi sesuai dengan kompetensi dasar. c. Guru membagikan teks wawancara kepada
siswa.
d. Siswa membuat narasi berdasarkan teks wawancara yang dibagikan oleh guru.
e. Siswa membentuk kelompok lima anak untuk berdiskusi tentang hasil tugas.
f. Perwakilan dari kelompok bergantian
mempresentasikan hasil akhir dari kelompok. g. Guru melakukan penilaian terhadap aktivitas
siswa. 5 10 5 15 10 15 5 3. Penutup
a. Siswa dibimbing guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. b. Guru memberi tugas kepada siswa untuk
berwawancara kepada seorang tokoh masyarakat, penjual asongan, atau tukang becak (tema kerja keras dan mandiri) kemudian dijadikan narasi.
c. Guru menutup pelajaran hari ini.
5 5
Pertemuan 2: 2 x 40 menit
Kegiatan Waktu (menit)
1. Pembukaan
a. Guru memancing siswa dengan pertanyaan tentang wawancara dan narasi seperti yang sudah dipelajari minggu lalu.
b. Siswa secara bergantian menanggapi pertanyaan guru.
5
167
c. Guru bertanya mengenai tugas yang diberikan minggu lalu.
5
2. Kegiatan inti
a. Beberapa siswa menyampaikan pengalamannya berwawancara dan mengudah wawancara menjadi narasi. b. Secara acak siswa menukarkan hasil
pekerjaannya kepada teman lain.
c. Setiap siswa menyunting pekerjaan siswa lain.
d. Setelah hasil pekerjaan sudah dikembalikan kepada yang punya, kemudian diperbaiki sesuai dengan saran perbaikan dari teman.
15
5 10 15
3. Penutup
a. Semua hasil pekerjaan dikumpulkan dan akan mendapat penilaian dari guru. b. Siswa menyampaikan manfaat belajar
mengenai wawancara dan menarasikannya. c. Guru dan siswa menyimpulkan hasil
pembelajaran selama 2 kali pertemuan. d. Siswa mengisi lembar “senyum pengukur
karakter” untuk merefleksikan diri mengenai
nilai karakter yang diintegrasikan dalampembelajaran. 5 5 5 5 J. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung. Mampu mengubah teks wawancara menjadi narasi. Penugasan individual Tugas pribadi Ubahlah kalimat langsung di dalam teks wawancara menjadi kalimat tidak langsung! Narasikan teks wawancara berikut!
168 Mampu berwawancara, menulis teks wawancara, mengubahnya menjadi narasi, dan menyunting narasi wawancara. Tugas kelompok Pekerjaan rumah (PR) Lakukanlah wawancara. Kemudian tulis naskah wawancaran ya dan ubahnlah menjadi tekas narasi. Setelah itu, suntinglah teks narasi tersebut menjadi lebih baik! K. Sumber Belajar
169
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/2
Jumlah Pertemuan : 2 jam pelajaran
A. Standar Kompetensi
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat.
B. Kompetensi Dasar
12.2 Menulis pesan singkat sesuai dengan isi menggunakan kalimat efektif dan bahasa yang santun.
C. Nilai karakter
Toleransi dan disiplin
D. Indikator
1. Siswa mampu memahami ciri -ciri pesan singkat.
2. Mampu menulis pesan singkat dengan tema tertentu yang sudah ditentukan.
3. Mampu menulis pesan singkat yang yang isinya berhubungan dengan mempersilakan teman beragama lain untuk melaksanakan kewajiban agamanya.
E. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu memahami ciri -ciri pesan singkat.
2. Siswa mampu menulis pesan singkat dengan tema tertentu yang sudah ditentukan.
170
3. Siswa mampu menulis pesan singkat yang yang isinya berhubungan dengan mempersilakan teman beragama lain untuk melaksanakan kewajiban agamanya.
F. Materi Ajar
Dalam menulis pesan singkat, tidak perlu menggunakan ragam bahasa baku. Pesan singkat ditulis secara singkat namun juga harus memperhatikan maksud yang ingin disampaikan.
Contoh: Ke rumah teman belajar bersama. Pulang pukul 5.
G. Alokasi Waktu 2 x 40 menit
H. Metode Pembelajaran 1. Contoh
Siswa diberikan contoh pesan singkat agar siswa lebih mudah memahami yang dimaksud pesan singkat.
2. Ceramah
Guru memberikan materi tentang pe san singkat kepada siswa dengan berceramah.
3. Latihan
Siswa diberi latihan untuk membuat pesan singkat agar siswa dapat mempraktikkan pengetahuannya tentang pesan singkat setelah mendengar penjelasan dari guru.
I. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1: 2 x 40 menit
Kegiatan Waktu (menit)
1. Pembukaan
a. Guru bertanya kepada siswa tentang pengetahuan awal mengenai pesan singkat kepada peserta didik.
171
b. Siswa dan guru bertanya jawab tentang pesan singkat.
c. Guru menyampaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dipelajari.
5 3
2. Kegiatan Inti
a. Siswa mengamati sebuah contoh pesan singkat.
b. Siswa menyampaikan hasil pengamatannya tentang pesan singkat.
c. Guru melengkapi materi tentang pesan singkat setelah siswa menyampaikan hasil pengamatannya.
d. Siswa berlatih membuat pesan singkat sesuai dengan konteks yang sudah ditentukan. e. Siswa dan guru membahas hasil pekerjaan
siswa, yaitu membuat pesan singkat.
10 10 10 15 15 3. Penutup
a. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan.
b. Siswa mengisi “senyum pengukur karakter” untuk merefleksikan pembelajaran yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter.
5 5 J. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen Siswa mampu memahami ciri-ciri pesan singkat. Mampu menulis pesan singkat dengan tema tertentu yang sudah ditentukan. Tes tulis Tes tulis Uraian Uraian Perhatikan contoh pesan singkat berikut dan sebutkan ciri-cirinya! Buatlah sebuah pesan singkat sesuai dengan tema yang sudah
172 Mampu menulis pesan singkat yang isinya berhubungan dengan mempersilakan teman beragama lain untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Tes tulis/ praktik
pesan singkat yang isinya berhubungan dengan mempersilakan teman beragama lain untuk melaksanakan kewajiban agamanya!
173
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/1
Jumlah Pertemuan : 4 jam pelajaran
A. Standar Kompetensi
16. Mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi.
B. Kompetensi Dasar
16.1 Menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam.
C. Nilai Karakter
Cinta tanah air dan kreatif
D. Indikator
1. Mampu menciptakan larik-larik puisi yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
2. Mampu menciptakan puisi keindahan alam yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik. 3. Mampu membuat antologi puisi dengan tema mengunjungi dan
mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
E. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menciptakan larik-larik puisi yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
2. Siswa mampu menciptakan puisi keindahan alam yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat
174
tinggal dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik. 3. Siswa mampu membuat antologi puisi dengan tema mengunjungi dan
mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
F. Materi Ajar
Puisi adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
G. Alokasi Waktu 4 x 40 menit
H. Metode Pembelajaran 1. Tanya jawab
Tanya jawab dilakukan saat siswa menemukan kesulitan dalam memahami materi pelajaran dan pada saat guru ingin mengetahui tingkat pemhaman siswa.
2. Penugasan
Model pembelajaran penugasan dilakuk an dengan memberikan tugas kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Penugasan bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi.
3. Contoh
Pemberian contoh dilakukan untuk memberi gambaran secara nyata kepada siswa tentang bentuk dan isi puisi.
I. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1: 2 x 40 menit
Kegiatan Waktu (menit)
1. Pembukaan
a. Guru menyampaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar kepada siswa.
b. Siswa dan guru berdiskusi tentang puisi. c. Guru memberi umpan balik kepada siswa
berkaian dengan puisi.
2 5 3
175 2. Inti
a. Guru menjelaskan tentang puisi, rima, diksi, dan sebagainya yang berkaiatan dengan puisi. b. Siswa diajak guru keluar kelas untuk melihat
lingkungan sekitar, kemudian menulis puisi sesuai dengan keadaan yang dilihat siswa yang berkaitan dengan keindahan alam. c. Beberapa siswa menyampaikan
pengalamannya dalam mengamati alam dan membuat puisi berdasarkan yang dilihatnya. d. Secara sukarela siswa membacakan puisi
ciptaanya di depan kelas untuk ditanggapi teman lain dan menyampaikan inspirasi dari puisinya. 10 20 15 15 3. Penutup
a. Guru memberi umpan balik tentang kegiatan yang sudah dilalui siswa.
b. Guru menyampaikan tugas kepada siswa untuk kembali mengamati lingkungan di sekitar rumah dan kemudian menyusun puisi sesuai dengan inspirasi yang ditemukan.
5 5
Pertemuan 2: 2 x 40 menit
Kegiatan Waktu (menit)
1. Pembukaan
a. Guru membuka pelajaran dengan mengajak siswa untuk mengingat kembali pelajaran yang sudah dilakukan minggu lalu. b. Guru menanyakan tugas yang minggu lalu
sudah diberikan kepada siswa.
c. Siswa mengumpulkan tugasnya membuat puisi tentang keindahan alam kepada guru.
5
5 5
2. Inti
a. Secara acak guru membagikan puisi -puisi tersebuat kepada siswa untuk ditanggapi oleh teman lain.
b. Siswa membaca dan mempelajari puisi dari teman lain untuk diberi saran perbaikan dan komentar, kemudian diperbaikinya.
c. Puisi dikembalikan kepada yang mem buat untuk diketahui kekurangannya.
15
20
176 3. Penutup
a. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran membuat puisi keindahan alam.
b. Semua tugas dikumpulkan kepada guru dan guru memberi pekerjaan rumah untuk membuat antologi puisi tentang keindahan alam.
c. Siswa mengisi “Senyum Pengukur Karakter” untuk mengetahui tingkat penguasaan nilai karakter yang diintegrasikan dalam
pembelajaran. 10 10 10 J. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen Mampu menciptakan larik-larik puisi yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal. Mampu menciptakan puisi keindahan alam yang bertema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik. Tes praktik tertulis Tes praktik tertulis Uraian Uraian
Tulislah larik puisi tentang mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik!
Tulislah bait puisi tentang mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik!
177 Mampu membuat antologi puisi dengan tema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
Praktik Buatlah antologi
puisi dengan tema mengunjungi dan mengagumi keindahan alam di sekitar tempat tinggal.
K. Sumber Belajar
178
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/2
Jumlah Pertemuan : 2 jam pelajaran
A. Standar Kompetensi
16. Mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi.
B. Kompetensi Dasar
16.2 Menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami.
C. Nilai Karakter
Religius dan cinta damai
D. Indikator
1. Mampu menulis larik-larik puisi tentang mensyukuri kebesaran Tuhan dengan menjaga seluruh alam semesta beserta isinya. 2. Mampu menulis puisi tentang mensyukuri kebesaran Tuhan
dengan menjaga seluruh alam semesta beserta isinya.dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik.
3. Mampu menyunting puisi tentang peristiwa religius atau cinta damai yang ditulis sendiri.
E. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menulis larik-larik puisi tentang mensyukuri kebesaran Tuhan dengan menjaga seluruh alam semesta beserta isinya.
179
Tuhan dengan menjaga seluruh alam semesta beserta