BAB 4 HASIL & PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Karakteristik Data Responden
Penelitian ini membahas karakteristik data dari responden yang meliputi usia, jenis kelamin,indeks prestasi dan riwayat keluarga yang berperan dalam penelitian tingkat pengetahuan,sikap dan perilaku mahasiswa FK USU tentang manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia.
Tabel 4.1.1 Distribusi Berdasarkan Usia Responden
Kategori Usia n %
19-22 55 76.3
23-25 17 23.6
Total 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.1.1 didapatkan distribusi usia responden paling banyak adalah pada usia 19-22 tahun, dengan jumlah 55 orang (76.3%) dan paling sedikit pada usia 23-25 tahun dengan jumlah 17 orang (23.6%).
Tabel 4.1.2 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Responden
Kategori Kelamin n %
Laki-laki 29 40.2
Perempuan 43 59.7
Total 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.1.2 didapatkan distribusi responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, dengan jumlah 43 orang (59.7%), dan diikuti dengan jumlah laki-laki 29 orang (40.2%).
Tabel 4.1.3 Distribusi Berdasarkan Indeks Prestasi Responden Kategori Indeks
Prestasi
n %
2,0-3,0 7 9.7
3,1-3,5
>3,6
46 19
63.9 26.4
Total 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.1.3 didapatkan distribusi responden berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5, dengan jumlah 46 orang (63.9%), dan paling sedikit pada 2,0-3,0 dengan jumlah 7 orang (9.7%).
Tabel 4.1.4 Distribusi Berdasarkan Riwayat Keluarga Responden
Riwayat Keluarga n %
Ada 29 40.2
Tidak ada 43 59.7
Total 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.1.4 didapatkan distribusi responden berdasarkan riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah 43 orang (59.7%) dan diikuti dengan ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah 29 orang (40.2%).
Tabel 4.1.5 Distribusi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Responden
Pengetahuan n %
Baik 50 69.4
Sedang Kurang
22 0
30.6 0.0
Total 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.1.5 didapatkan pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner yang berisi 10 pertanyaan. Kemudian pengetahuan dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu : baik, sedang dan kurang. Dari tabel 4.1.5 didapati bahwa resoponden yang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu sebanyak 50 orang (69.4%), tingkat pengetahuan sedang 22 (30.6%) dan tingkat pengetahuan kurang 0 orang (0.0%).
Tabel 4.1.6 Distribusi Berdasarkan Sikap Responden
Berdasarkan tabel 4.1.6 didapatkan sikap responden mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia diukur menggunakan kuesioner yang berisi 9 pertanyaan. Sikap dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu: baik ,cukup dan kurang . Dari tabel 4.1.6 didapati bahwa responden yang memiliki tingkat sikap yang baik yaitu sebanyak 46 orang (63.8%), sikap yang sedang yaitu sebanyak 26 orang (36.1) dan tingkat sikap yang kurang 0 (0.0%).
Tabel 4.1.7 Distribusi Berdasarkan Perilaku Responden
Perilaku n %
Berdasarkan tabel 4.1.7 didapatkan perilaku responden mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia diukur menggunakan kuesioner yang berisi 10 pertanyaan. Sikap dikategorikan menjadi dua kategori yaitu: baik,sedang dan kurang . Dari tabel 4.1.7 didapati bahwa responden yang memiliki tingkat sikap yang baik yaitu sebanyak 26 orang (36.1%), tingkat sikap yang sedang sebanyak 46 orang (63.8%) dan tingkat sikap yang kurang adalah 0 orang (0.0%).
4.2 Tabulasi Silang
Tabel 4.2.1 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Usia Responden
Tingkat Pengetahuan
Usia Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
19-22 37 51.3 19 26.3 0 0.0 56 77.7
23-25 10 13.8 6 8.3 0 0.0 16 22.2
Total 47 65.1 25 34.6 0 0.0 72 100
Berdasarkan tabel 4.2.1 didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 37 orang (51.3%) dan terendah pada usia 23- 25 tahun dengan jumlah adalah 10 orang (13.8%). Tingkat pengetahuan yang sedang berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 19 orang (26.3%) dan terendah pada usia 23-25 tahun dengan jumlah adalah 6 orang (8.3%). Menurut Notoatmojo, bahwa umur merupakan variabel yang telah diperhatikan dalam penelitian-penelitian epidemiologi, karena merupakan salah satu hal yang penting dan mempengaruhi pengetahuan (Notoatmodjo, 2007). Dimana usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang.
Tabel 4.2.2 Tabulasi Silang Sikap Berdasarkan Umur Responden Sikap
Usia Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
19-22 36 50.0 18 25.7 0 0.0 54 75.0
23-25 9 12.5 9 12.5 0 0.0 18 25.0
Total 45 62.5 27 38.2 0 0.0 72 100. 0
Berdasarkan tabel 4.2.2 didapatkan hasil tingkat sikap yang baik berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 36 orang (50.0%) dan terendah pada usia 23-25 tahun dengan jumlah adalah 9 orang (12.5%). Tingkat sikap yang sedang berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 18 orang (25.7%) dan terendah pada usia 23-25 tahundengan jumlah adalah 9 orang (12.5%).
Tabel 4.2.3 Tabulasi Silang Perilaku Berdasarkan Umur Responden Perilaku
Usia Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
19-22 18 25.0 30 41.6 0 0.0 48 76.5
23-25 8 11.1 16 22.2 0 0.0 24 23.5
Total 26 36.1 46 63.8 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.3 didapatkan hasil tingkat perilaku yang baik berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 18 orang (25.0%) dan terendah pada usia 23-25 tahun dengan jumlah adalah 8 orang (11.1%). Perilaku yang sedang berdasarkan usia terbanyak adalah 19-22 tahun dengan total 30 orang (41.6%) dan terendah pada usia 23-25 tahun dengan jumlah adalah 16 orang (22.2%).
Tabel 4.2.4 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Jenis
Kelamin Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Laki- laki 37 51.3 9 12.5 0 0.0 46 63.8 Perempuan 22 30.5 4 5.5 0 0.0 26 36.1
Total 59 11.1 13 18.0 0 0.0 72 100
Berdasarkan tabel 4.2.4 didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan total 37 orang (51.3%) dan terendah pada perempuan dengan jumlah adalah 22 orang (30.5%). Tingkat pengetahuan yang sedang berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan total 9 orang (12.5%) dan terendah pada perempuan dengan jumlah adalah 4 orang (5.5%).
Tabel 4.2.5 Tabulasi Silang Sikap Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Sikap
Jenis
kelamin Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Laki-laki 20 27.7 9 12.5 0 0.0 31 43.1
Perempuan 3 2
12.5 11 15.2 0 0.0 41 56.9
Total 5
2
40.2 20 27.7 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.5 didapatkan hasil tingkat sikap yang baik berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan total 32 orang (40.2%) dan terendah pada laki- laki dengan jumlah adalah 20 orang (27.7%). Tingkat sikap yang sedang berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan total 11 orang (15.2%) dan terendah pada laki-laki dengan jumlah adalah 9 orang (12.5%).
Tabel 4.2.6 Tabulasi Silang Perilaku Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Perilaku
Jenis
kelamin Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Laki-laki 5 6.9 25 34.7 0 0.0 30 42.0
Perempuan 3 4.1 39 54.1 0 0.0 42 58.0
Total 8 11 64 88.8 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.6 didapatkan hasil tingkat perilaku yang baik berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan total 5 orang (6.9%) dan terendah pada perempuan dengan jumlah adalah 3 orang (4.1%). Tingkat perilaku yang sedang berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan total 39 orang (54.1%) dan terendah pada laki-laki dengan jumlah adalah 25 orang (34.7%).
Tabel 4.2.7 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Indeks Prestasi Responden
Tingkat Pengetahuan Indeks
Prestasi Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
2,0-3,0 5 6.9 2 2.7 0 0.0 7 8.6
3,1-3,5 39 54.1 7 9.7 0 0.0 46 64.2
>3,6 10 13.8 9 12.5 0 0.0 19 27.2
Total 54 74.8 18 24.9 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.7 didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5 dengan total 39 orang (54.1%) dan terendah pada 2,0- 3,0 dengan jumlah adalah 5 orang (6.9%). Tingkat pengetahuan yang sedang berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah >3,6 dengan total 9 orang (12.5%) dan terendah pada 2,0- 3,0 dengan jumlah adalah 2 orang (2.7%).
Tabel 4.2.8 Tabulasi Silang Sikap Berdasarkan Indeks Prestasi Responden Sikap
Indeks
Prestasi Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
2,0-3,0 3 4.1 4 5.5 0 0.0 10 8.6
3,1-3,5 30 41.6 14 19.4 0 0.0 44 64.2
>3,6 10 13.8 8 11.1 0 0.0 18 27.2
Total 43 59.5 26 36.0 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.8 didapatkan hasil tingkat sikap yang baik berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5 dengan total 30 orang (41.6%) dan terendah pada 2,0-3,0 dengan jumlah adalah 3 orang (4.1%). Tingkat pengetahuan yang sedang berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5 dengan total 14 orang (19.4%) dan terendah pada 2,0-3,0 dengan jumlah adalah 4 orang (5.5%).
Tabel 4.2.9 Tabulasi Silang Perilaku Berdasarkan Indeks Prestasi Responden Perilaku
Indeks
Prestasi Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
2,0-3,0 1 1.3 6 8.3 0 0.0 7 9.7
3,1-3,5 7 9.7 39 54.1 0 0.0 46 63.8
>3,6 0 0.0 19 26.3 0 0.0 19 26.3
Total 8 11.0 64 88.7 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.9 didapatkan hasil tingkat perilaku yang baik berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5 dengan total 7 orang (9.7%) dan terendah pada >3,6 dengan jumlah adalah 0 orang (0.0%). Tingkat perilaku yang sedang berdasarkan indeks prestasi terbanyak adalah 3,1-3,5 dengan total 39 orang (54.1%) dan terendah pada 2,0-3,0 dengan jumlah adalah 6 orang (8.3%).
Tabel 4.2.10 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Riwayat keluarga Responden
Tingkat Pengetahuan Riwayat
Keluarga Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Ada 19 26.3 10 13.8 0 0.0 29 39.5
Tidak ada 35 48.6 8 11.1 0 0.0 43 60.5
Total 54 74.9 18 24.9 0 0.0 72 100
Berdasarkan tabel 4.2.10 didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 35 orang (48.6%) dan terendah adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 19 orang (26.3%). Tingkat pengetahuan yang sedang berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 10 orang (13.8%) dan terendah adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 8 orang (11.1%).
Tabel 4.2.11 Tabulasi Silang Sikap Berdasarkan Riwayat keluarga Responden Sikap
Riwayat
keluarga Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Ada 10 13.8 19 26.3 0 0.0 29 39.5
Tidak ada 20 27.7 23 31.9 0 0.0 43 60.5
Total 30 41.5 42 58.2 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.11 didapatkan hasil tingkat sikap yang baik berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah t idak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 20 orang (27.7%) dan terendah adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 10 orang (13.8%). Sikap yang sedang berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 23 orang (31.9%) dan terendah adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 19 orang (26.3%).
Tabel 4.2.12 Tabulasi Silang Perilaku Berdasarkan Riwayat keluarga Responden
Perilaku Riwayat
keluarga Baik Sedang Kurang Total
n % n % n % n %
Ada 3 3.7 26 27.2 0 0.0 29 39.5
Tidak ada 5 6.2 38 51.9 0 0.0 43 60.5
Total 8 9.9 64 79.0 0 0.0 72 100.0
Berdasarkan tabel 4.2.12 didapatkan hasil tingkat perilaku yang baik berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 5 orang (6.2%) dan terendah adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 3 orang (3.7%). Perilaku yang sedang berdasarkan riwayat keluarga terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan total 38 orang (51.9%) dan terendah adalah ada riwayat keluarga menderita Hiperlipidemia dengan jumlah adalah 26 orang (27.2%).
4.3 Pembahasan
Pada penelitian ini dijumpai tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori baik,dengan jumlah 50 orang (69.4%). Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan. Pada dasarnya pengetahuan merupakan hasil tahu dari manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan dari manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seperti pendidikan, media massa atau informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman dan usia (Notoatmodjo, 2012). Pengetahuan mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia penting diketahui oleh remaja karena bahan alami yang terdapat dalam kayu manis dapat mencegah berbagai penyakit khususnya sebagai anti hiperlipidemia.Selain itu,sikap mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori baik,dengan jumlah 46 orang (63.8%).Manakala perilaku mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori sedang,dengan jumlah 46 orang (63.8%). Secara umum, pengetahuan dan sikap mahasiswa Fakultas Kedokteran USU bisa disimpulkan berada pada kategori baik dan perilaku mahasiswa berada pada kategori sedang.
Di India, sebagian besar pasien dislipidemia tidak mengikuti langkah-langkah praktis yang tepat untuk mengelola penyakit mereka sebagaimana tercermin dalam kondisi klinis dan laporan laboratorium mereka.Hal ini karena,kurang peka terhadap kesehatan diri sendiri.Hasil penelitian Alahmari (2016) yang didapati bahwa pengetahuan pesakit yang kunjung ke pusat perawatan kesehatan primer memiliki penegtahuan yang buruk tentang dislipidemia dan memiliki sikap negatif.
Tingkat pengetahuan mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan umur paling banyak adalah 19-22 tahun berada pada kategori baik,dengan jumlah 37 orang (51.3%). Menurut Notoatmodjo (2007), usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang, Pada usia 23-25 seseorang akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan sosial serta lebih banyak mempersiapkan diri untuk menuju usia tua. Pada penelitian ini ternyata tidak sejalan dengan pernyataan literatur Notoatmodjo sebagaimana yang telah dikemukakan di atas ternyata pada responden 19-22 tahun yang berperan aktif dari umur 23-25 tahun. Hasil penelitian Supardi (2018) disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan usia dengan kejadian hiperlipidemia. Sikap mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan umur paling banyak adalah 19-22 tahun berada pada
dalam mengatasi hiperlipidemia. Perilaku mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan umur paling banyak adalah 19-22 tahun berada pada kategori sedang,dengan jumlah 30 orang (41.6%). Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zimmerman et al (2012), yang menyatakan bahwa mahasiswa mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah terhadap manfaat dari obat herbal (Zimmerman et al, 2012).
Perbedaan ini adalah karena adanya perbedaan pandangan. Ini adalah karena ada yang berpendapat bahwa pengunaan obat tradisional relative lebih aman dibandingkan obat konvensional karena memiliki efek samping yang relative rendah (Ningsih, 2016) .Mahasiswa yang tidak bersetuju dengan penggunaan obat tradisional sebagai complementary medicine adalah karena efek farmakologis dari tanaman herbal masih lemah dan belum dilakukan serangkaian pengujian untuk memastikan efektivitas dan keamanan dari pengobatan tradisional ini (Harris et al, 2016).
Tingkat pengetahuan mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan berada pada kategori baik,dengan jumlah 37 orang (45.7%).Hasil penelitian Alahmari (2016) disimpulkan bahwa perempuan memiliki pengetahuan baik daripada laki- laki. Pada wanita usia diatas 50 tahun atau setelah menopause memiliki resiko hiperlipidemia yang sama dengan laki-laki. Masa premenopause dilindungi oleh hormone estrogen sehingga dipercaya mencegah terbentuknya arteroklerosis.
Pengetahuan perempuan lebih baik daripada laki-laki karena perempuan peka terhadap kesehatan. Berdasarkan penelitian ini, sikap mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan berada pada kategori baik,dengan jumlah 32 orang (40.2%). Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan berada pada kategori sedang,dengan jumlah 32 orang (44.4%).Perilaku kesehatan antara laki-laki dan perempuan berbeda (Kusumawati, 2015).
Sifat perempuan yang lebih patuh terhadap aturan dan lebih sering menjaga pemakanan mereka untuk tetap lihat sehat dan cantik.
Tingkat pengetahuan mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan indeks prestasi kumulatif paling banyak adalah 3,1-3,5 berada pada kategori baik,dengan jumlah 39 orang (54.1%).Pada penelitian Alahmari (2016) disimpulkan bahwa pasien yang berpendidikan lebih tinggi lebih cenderung memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap dislipidemia dibandingkan dengan pasien yang kurang berpendidikan. Sikap mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan indeks prestasi kumulatif paling banyak adalah 3,1-3,5 berada pada kategori baik,dengan jumlah 30 orang (41.6%). Perilaku mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan indeks prestasi kumulatif paling banyak adalah 3,1-3,5 berada pada kategori sedang,dengan jumlah 39 orang (54.1%).
Tingkat pengetahuan mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan riwayat keluarga paling banyak adalah tidak ada riwayat keluarga berada pada kategori baik,dengan jumlah 35 orang (48.6%). Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Almubayedh et al (2018) yang menyatakan bahwa penggunaan kayu manis secara turun temurun berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan responden (Almubayedh et al, 2018). Ini adalah karena kayu manis merupakan salah satu rempah asli di Indonesia dan banyak digunakan sebagai penyedap rasa dalam masakan. Salah satu dari faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah pengalaman diri sendiri. Pengalaman adalah guru terbaik demikian bunyi pepatah. Pepatah ini mengandung makna bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh karena itu pengalaman pribadi dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu (Ristanti, 2013).
Sikap mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan riwayat keluarga paling banyak adalah tidak ada riwayat keluarga berada pada kategori baik,dengan jumlah 20 orang (27.7%). Perilaku mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia berdasarkan riwayat keluarga paling banyak adalah tidak ada riwayat keluarga berada pada kategori sedang,dengan jumlah 38 orang (51.9%).
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori baik,dengan jumlah 50 orang (69.4%).
2. Sikap mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori baik,dengan jumlah 46 orang (36.1%).
3. Perilaku mahasiswa FK USU mengenai manfaat ekstrak kayu manis dalam mengatasi hiperlipidemia paling banyak berada pada kategori sedang,dengan jumlah 46 orang (63.8%).
5.2 Saran
1. Diharapkan mahasiswa untuk lebih memperhatikan upaya pencegahan Hiperlipidemia dan lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahan alami seperti ekstrak kayu manis terhadap kesehatan sehingga diharapkan dapat terjadi penurunan angka kejadian penderita Hiperlipidemia.
2. Peneliti berharap agar para mahasiswa kedokteran memaksimalkan fasilitas informasi bagi meningkatkan pengetahuan mereka dan menyiapkan mereka untuk menghadapi alam pekerjaan pada masa akan datang.
3. Keterbatasan bagi penelitian ini adalah jumlah sampel yang sedikit sehingga mungkin tidak mewakili keseluruhan mahasiswa, penggunaan metode pemilihan sampel berupa consecutive sampling dan penggunaan survei online yang mungkin menyebabkan bias seleksi. Jadi pada penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil jumlah sampel yang lebih banyak.
4 Keterbatsan bagi penelitian ini adalah literatur referensi yang sedikit sehingga sukar untuk dibandingkan dengan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmed, M. (2015). Non-alcoholic fatty liver disease in 2015. In World Journal of Hepatology (Vol. 7, Issue 11, pp. 1450–1459). Baishideng Publishing Group Co. https://doi.org/10.4254/wjh.v7.i11.1450
Alahmari, A., Alrashed, F., Awad, A., Khozam, S., Alshahrani, M., Mahdi, B., Alsanamah, S., Alshahrani, M.,
& AlKhaldi, Y. (2016). Knowledge, Attitude and Practice Towards Dyslipidemia
Among Patients Attending Primary Health Care Centers, Abha City, Saudi Arabia. International Journal of Advanced Research, 4(11), 1937–1946. https://doi.org/10.21474/ijar01/2296
Almubayedh H, Ahmad R, Naqvi AA, Ahmad N. Ethnopharmacological Uses and Public Knowledge Regarding Cinnamomum zeylanicum in Khobar, Saudi Arabia. J Pharm Bioallied Sci. 2018 Jul- Sep;10(3):159-165. doi: 10.4103/jpbs.JPBS_71_18. PMID: 30237686; PMCID: PMC6142888.
Arsana, P. M., Rosandi, R., Manaf, A., Budhiarta, A., Permana, H., Sucipta, K. W., Lindarto, D., Adi, S., Pramono, B., Harbuwono, D. S., Shahab, A., Sugiarto, Karimi, J., (Alm), L. B. P., Yuwono, A., &
Tony Suhartono, 2015. (2015). Panduan Pengelolaan Dislipidemia Panduan Pengelolaan Dislipidemia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Panduan Pengelolaan Dislipidemia Di Indonesia. Indonesia: PB. PERKENI; 2015.
Baker et.al. (2008). ScienceDirect_articles_08Nov2016_17-56-52. 31(1), 1–3.
https://doi.org/10.2337/dc07-1711.Abbreviations
Bandara, T., Uluwaduge, I., & Jansz, E. R. (2012). Bioactivity of cinnamon with special emphasis on diabetes mellitus: A review. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 63(3), 380–
386. https://doi.org/10.3109/09637486.2011.627849
Bhatnagar, D., Soran, H., & Durrington, P. N. (2008). Hypercholesterolaemia and its management.
337(August). https://doi.org/10.1136/bmj.a993
Bonfim, M. R., Souza, A., Oliveira, B., Lia, S., & Monteiro, H. L. (2015). Review Article Treatment of Dyslipidemia with Statins and Physical Exercises : Recent Findings of Skeletal Muscle Responses. 324–
332. https://doi.org/10.5935/abc.20150005
Csonka, C., Sárközy, M., Pipicz, M., Dux, L., & Csont, T. (2016). Modulation of
hypercholesterolemiainduced oxidative/nitrative stress in the heart. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2016. https://doi.org/10.1155/2016/3863726
Dorland, W. A. N. (2012). Kamus Saku Kedokteran Dorland (Edisi 28). Buku Kedokteran EGC.
Ezad, S., Cheema, H., & Collins, N. (2018). Statin-induced rhabdomyolysis: a complication of a commonly overlooked drug interaction. Oxford Medical Case Reports, 2018(3).
https://doi.org/10.1093/OMCR/OMX104
Fogorous, 2019. (2019). Fogoros’ Electrophysiologic Testing, 6th Edition | Wiley.
https://www.wiley.com/en-us/Fogoros%27+Electrophysiologic+Testing%2C+6th+Edition- p9781119235798
Freedman, J. E. (2003). High-fat diets and cardiovascular disease: Are nutritional supplements useful? Journal of the American College of Cardiology, 41(10), 1750–1752.
https://doi.org/10.1016/S0735-1097(03)00303-6
Gabriela, 2013. (2013). UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK FLAVONOID DAN STEROID
(2015). The role of apolipoprotein e polymorphism in improving dyslipidemia in obese adolescents following physical exercise and National Cholesterol Education Program Step II intervention. Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism, 28(5–6), 597–603.
https://doi.org/10.1515/jpem-2014-0070
Hall, 2012). (2012). Dyslipidemias—Advances in Research and Treatment: 2012 Edition:
ScholarlyPaper - Google Books.
https: //books.google.com.my/books?id=sAIi8K2AnpQC&pg=PA15&lpg=PA15&dq=Hall,+2012+j ournal+cholesterol&source=bl&ots=2O2Ctkg7QG&sig=ACfU3U3VY58Y9l7qpEQAw75zHTX7 W2cpg&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiky5j7r6jpAhXoyzgGHV1uAPIQ6AEwCHoECAkQAQ#v=one page&q=Hall%2C 2012 jo
Harikumar, K., Althaf, S. A., Kishore Kumar, B., Ramunaik, M., & Suvarna, C. (2014). A Review on Hyperlipidemic. Nternational Journal of Novel Trends in Pharmaceutical Sciences, 3(4), 69–80.
http://www.ijntps.org/File_Folder/0043.pdf
Harsa, I. M. S. (2014). Efek Pemberian Diet Tinggi Lemak Terhadap Profil lemak Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus). Jurnal Ilmiah Kedokteran, 3(1), 21–28.
Harris IM, Kingston RL, Rodriguez R, Choudary V. Attitudes towards complementary and alternative medicine among pharmacy faculty and students. Am J Pharm Educ. 2006 Dec 15;70(6):129. doi:
10.5688/aj7006129. PMID: 17332855; PMCID: PMC1803695.
Inada, A., Weir, G. C., & Bonner-Weir, S. (2005). Induced ICER Iγ down-regulates cyclin a expression and cell proliferation in insulin-producing β cells. Biochemical and Biophysical Research Communications, 329(3), 925–929. https://doi.org/10.1016/j.bbrc.2005.02.046
Jacobson, T. A., Ito, M. K., Maki, K. C., Orringer, C. E., Bays, H. E., Jones, P. H., Mckenney, J. M., Grundy, S. M., Gill, E. A., Wild, R. A., Wilson, D. P., & Brown, W. V. (2014). Original
Articles National Lipid Association recommendations for patient-centered management of dyslipidemia: Part 1-executive summary *. Journal of Clinical Lipidology, 8, 473–488.
https://doi.org/10.1016/j.jacl.2014.07.007
Jafar, N., Kurniati, Y., Indriasari, R., Syam, A., Arviani, A., & Patintinga, M. (2019). Analysis of Triglyceride and High-Density Lipoprotein Levels in Overweight Adolescents. Pakistan Journal of Nutrition, 18(8), 778–782. https://doi.org/10.3923/pjn.2019.778.782
Karrowni, W., Dughman, S., Hajj, G. P., & Miller, F. J. (2011). Statin therapy reduces growth of abdominal aortic aneurysms. Journal of Investigative Medicine, 59(8), 1239–1243.
https://doi.org/10.2310/JIM.0b013e31823548e8
Khedkar, V. M., Arya, N., Coutinho, E. C., Shishoo, C. J., & Jain, K. S. (2014). Docking study of novel antihyperlipidemic thieno[2,3-d]pyrimidine; LM-1554, with some molecular targets related to hyperlipidemia - an investigation into its mechanism of action. SpringerPlus, 3(1).
https://doi.org/10.1186/2193-1801-3-628
Köroğlu, A., Sahin, O., Dede, D. Ö., & Yilmaz, B. (2016). Effect of different surface treatment methods on the surface roughness and color stability of interim prosthodontic materials.
Journal of Prosthetic Dentistry, 115(4), 447–455.
https://doi.org/10.1016/j.prosdent.2015.10.005 Koswara, S. (2006). Isoflavon, Senyawa Multi- Manfaat dalam Kedelai.
Kurian, N., & Bredenkamp, C. (2013). “ Reduction of Cholesterol and Triglycerides in Volunteers using
Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. [Skripsi] Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kweon, S., Kim, Y., Jang, M. J., Kim, Y., Kim, K., Choi, S., Chun, C., Khang, Y. H., & Oh, K. (2014).
Data resource profile: The korea national health and nutrition examination survey (KNHANES).
International Journal of Epidemiology, 43(1), 69–77. https://doi.org/10.1093/ije/dyt228
Lee, J. S., Jeon, S. M., Park, E. M., Huh, T. L., Kwon, O. S., Lee, M. K., & Choi, M. S. (2003). Cinnamate Supplementation Enhances Hepatic Lipid Metabolism and Antioxidant Defense Systems in High Cholesterol-Fed Rats. Journal of Medicinal Food, 6(3), 183–191.
https://doi.org/10.1089/10966200360716599
Lichtensein dan Jones, 2001. (2001). Micronutrients and Supplements Info: Omega-3 and Omega-6 Fatty Acids. http://www.basicsofhealthyliving.com/Supplements-Info---Omega -- 3-and-Omega-- 6-Fatty-Acids.html
Lieberman, M. A. (2005). Marks ’ Basic Medical Biochemistry : A Clinical Approach , 2nd Edition
Lieberman, M. A. (2005). Marks ’ Basic Medical Biochemistry : A Clinical Approach , 2nd Edition