BAB III METODE PENELITIAN
3.2. Waktu Penelitian
Survei pengambilan sampel data volume kendaraan pada ke 3 lokasi penelitian dilaksanakan masing-masing selama 3 x 24 jam. Adapun ke tiga ruas jalan tersebut yaitu : ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam, BTS.
Kota Stabat – BTS. Kota Binjai, dan BTS. Deli Serdang – SP. Ujung Aji.
Untuk ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam survei volume kendaraan dilakukan pada hari Senin, Selasa dan Rabu tanggal 7,8,9 November 2016. Untuk ruas jalan BTS. Kota Stabat – BTS. Kota Binjai survei volume kendaraan dilakukan pada tanggal 1,2,dan 3 November 2016, dan untuk ruas jalan BTS. Deli Serdang – SP. Ujung Aji survei volume kendaraan dilakukan pada tanggal 21,22 dan 23 November 2016.
3.3 Tahap Survei Pendahuluan
Survei pendahuluan dilakukan untuk menentukan ruas jalan yang akan diteliti.
Kemudian diukur data geometrik ketiga ruas jalan tersebut untuk menentukan dimana letak penempatan CCTV guna merekam kendaraan yang melintas pada ruas jalan tersebut.
3.4 Tahap Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari survey utama yang dilakukan di lokasi penelitian. Data primer yang dikumpulkan adalah data volume kendaraan termasuk komposisinya yang diperoleh dengan cara merekam video menggunakan CCTV. Sedangkan data sekunder yakni data beban kendaraan yang diperoleh dari jembatan timbang di lokasi survey tersebut.
3.5 Tahap pengolahan Data
Data yang di peroleh pada saat survey utama yaitu data volume kendaraan kemudian diolah dengan cara memutar kembali rekaman dari CCTV pada masing-masing ruas jalan untuk menghitung volume kendaraan yang melintas selama waktu pelaksanaan survey dilakukan lalu di klasifikasikan berdasarkan formulir survey yang telah ditentukan. Setelah data diperoleh dan di klasifikasikan sesuai dengan klasifikasi kendaraan yang ditentukan, langkah selanjutnya yaitu menghitung LHR kendaraan per ruas jalan sehinnga diperoleh lah volume kendaraan per hari pada setiap ruas jalan. Setelah itu, untuk mecari nilai LHRT, digunakan data LHR kendaraan per hari yang terlebih dahulu di olah dibagi dengan faktor musiman yang ditetetapkan pada tabel 2.7 dan untuk mecari nilai selang kepercayaan LHRT digunakan koefisien tingkat peluang dan koefisien penaksiran yang juga terdapat pada tabel 2.7.
Untuk data beban diperoleh dari jembatan timbang terdekat pada ruas jalan yang telah ditentukan. Dikarenakan satu dan lain hal, jembatan timbang pada lokasi survey yang telah ditetapkan tutup dan tidak ada kses untuk mendapatkan data
sekunder yaitu data beban kendaraan maka dari itu, pada penelitian ini digunakan data survey WIM Metropolitan Medan pada tahun 2015.
3.6 Tahap Analisa Data
Tahapan analisa data yang dilakukan adalah :
1. Analisa terhadap hasil rekaman video dilapangan yang menghasilkan besaran volume kendaraan, data volume kendaraan tersebut dihitung secara manual dengan menghitung kembali rekaman video dan di klasifikasikan berdasarkan formulir yang telah ditentukan yaitu Pedoman Ditjen Bina Marga Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Survei Pencacahan Lalulintas dengan Cara Manual, Pd- T-19-2004-B.
2. Analisa terhadap daya rusak kendaraan (VDF) dengan menggunakan formula liddle (metode pangkat empat) yang di peroleh dari data hasil survey WIM Metropolitan Medan pada tahun 2015
Keseluruhan tahapan diatas, dapat di lihat pada flow chart sebagai berikut :
Sketsa Flow Chart Kegiatan Pelaksanaan Metode Penelitian
Mulai
Tahap Pengumpulan data Perumusan Masalah
a. Survey Pendahuluan b. Survey Utama Data Primer :
Volume Kendaraan (LHR)
Jenis Kendaraan
Data Sekunder :
Volume Kendaraan (LHR)
Berat Kendaraan Dari Jembatan Timbang
Tahap Analisa Data - Analisa Volume Lalulintas - Analisa Jenis Kendaraan - Analisa Faktor Perusak Jalan
Menurut Pedoman Bina Marga
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Tahap Pengolahan Data
BAB IV
HASIL DAN ANALISA
4.1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini meliputi hasil survey volume lalulintas dan jenis kendaraan serta beban kendaraan yang melintas di ketiga ruas jalan yang diteliti.
4.1.1 Volume Lalulintas dan Jenis Kendaraan
Dari hasil survey yang telah dilakukan dengan menggunakan CCTV, diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat.
Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat disajikan dalam Tabel 4.1
Tabel 4.1 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat No. Gol.
Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi
Kendaraan (%) Senin Selasa Rabu Total (Kend./hari)
1 1 Sepeda Motor, Kendaraan roda – 3 28724 25600 32772 87096 29032 57.00
2 2 Sedan, jeep, station wagon 9963 9410 9739 29112 9704 19.05
3 3 Angkutan penumpang sedang 3590 3389 2128 9107 3036 5.96
4 4 Pick Up, micro truk dan mobil hantaran 3032 2563 2298 7893 2631 5.17
5 5a Bus Kecil 749 771 767 2287 762 1.50
6 5b Bus Besar 775 642 298 1715 572 1.12
7 6a Truk ringan 2 sumbu 1134 886 498 2518 839 1.65
8 6b Truk sedang 2 sumbu 2634 2637 1384 6655 2218 4.36
9 7a Truk 3 Sumbu 1460 1522 1222 4204 1401 2.75
10 7b Truk Gandengan 0 0 0 0 0 0.00
11 7c Truk semitrailer 668 604 538 1810 603 1.18
12 8 Kendaraan tidak Bermotor 123 122 170 415 138 0.27
TOTAL 52852 48146 51814 152812 50937 100
Sumber : Hasil Survey November 2016
Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probabilitas 95% yang diperoleh dari tabel 4.2 berikut.
Tabel. 4.2 Faktor 3x24 Jam (Senin, Selasa, Rabu)
Bulan Minggu ke – 1 Minggu ke - 2 Minggu ke - 3 Minggu ke - 4
Gambar. 4.1 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat
Komposisi Kendaraan
Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat
% Kendaraan
Dari tabel 4.2 diatas, untuk ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat dengan waktu survey 3x24 jam pada minggu pertama di bulan 11 (November) diperoleh nilai P,Cv, dan α sebagai berikut :
Faktor Musiman : P : 0.91 Cv : 5.960 Probabilitas 95% α : 1.96
Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.
Kota Binjai – BTS. Kota Stabat yang disajikan pada tabel 4.3.
Tabel. 4.3 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat
LINTAS HARIAN
Golongan Kendaraan
1 2 3 4 5a 5b 6a 6b 7a 7b 7c 8
LHR 29032 9704 3036 2631 762 572 839 2218 1401 0 603 138 LHRT 30210 10098 3159 2738 793 595 873 2308 1458 0 627 144 LHRTt < 27050 9042 2829 2451 710 533 782 2067 1305 0 562 129 LHRTt > 34206 11433 3577 3100 898 674 989 2613 1651 0 710 163
Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey
2. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam.
Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam disajikan dalam Tabel 4.4
Tabel 4.4 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan– BTS. Kota Lubuk Pakam No. Gol.
Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi
Kendaraan (%) Senin Selasa Rabu Total (Kend./hari)
1 1 Sepeda Motor, Kendaraan roda - 3 37034 34765 40600 112399 37466 47.83
2 2 Sedan, jeep, station wagon 21298 21427 22123 64848 21616 27.60
3 3 Angkutan penumpang sedang 4105 5572 3392 13069 4356 5.56
4 4 Pick Up, micro truk dan mobil hantaran 4727 3857 3776 12360 4120 5.26
5 5a Bus Kecil 1464 2095 1184 4743 1581 2.02
6 5b Bus Besar 849 769 516 2134 711 0.91
7 6a Truk ringan 2 sumbu 1308 1601 1131 4040 1347 1.72
8 6b Truk sedang 2 sumbu 4057 3805 3845 11707 3902 4.98
9 7a Truk 3 Sumbu 2086 2347 2397 6830 2277 2.91
10 7b Truk Gandengan 0 0 0 0 0 0.00
11 7c Truk semitrailer 1051 938 727 2716 905 1.16
12 8 Kendaraan tidak Bermotor 53 52 34 139 46 0.06
TOTAL 78032 77228 79725 234985 78328 100
Sumber : Hasil Survey November 2016
Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probilitas 95% Seperti terlihat pada Tabel 4.2. Pada ruas jalan BTS. Kota
Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.
Kota Medan – BTS. Kota lubuk Pakam yang disajikan pada tabel 4.5.
47.83
Gambar. 4.2 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medaan - BTS. Kota Lubuk Pakam
Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan - BTS. Kota Lubuk Pakam
% Kendaraan
Tabel. 4.5 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Kota Medan - BTS. Kota Lubuk Pakam
LINTAS
Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey
3. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji
Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji disajikan dalam Tabel 4.6
Tabel 4.6 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji
No. Gol.
Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi
Kendaraan
Sumber : Hasil Survey November 2016
Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probilitas 95% seperti terlihat pada Tabel 4.2. Pada ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp.ujung Aji waktu survey dilakukan pada minggu keempat bulan 11 (November). Dari tabel tersebut diperoleh faktor musiman sebagai berikut : Faktor Musiman : P : 1.001
Cv : 5.470 Probabilitas 95% α : 1.96
Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.
Deli Serdang – Sp. Ujung aji yang disajikan pada tabel 4.7.
29.30 28.59
Gambar. 4.3 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang - Sp. Ujung Aji
Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang - Sp. ujung Aji
% Kendaraan
Tabel. 4.7 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji
LINTAS HARIAN
Golongan Kendaraan
1 2 3 4 5a 5b 6a 6b 7a 7b 7c 8
LHR 5068 4946 2357 1652 871 148 643 947 590 0 59 19 LHRT 5063 4941 2355 1650 870 148 642 946 589 0 59 19 LHRTt < 4573 4463 2127 1491 786 134 580 854 532 0 53 17 LHRTt > 5671 5534 2637 1849 975 166 719 1060 660 0 66 21 Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey
4.1.2. Faktor Perusak Jalan (Vehicle Damage Factor)
Data beban yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan data survey WIM Metropolitan Medan 2015. Dalam hal ini, konfigurasi sumbu kendaraan yang akan ditinjau bebannya merupakan konfigurasi kendaraan 3 sampai dengan 6 sumbu seperti yang dicantumkan pada tabel 4.8.
1. Beban Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai
Dikarenakan pada ruas BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Medan Belum dilakukan survey WIM, dan kondisi jembatan timbang yang sudah di dialihkan ke Kementrian Perhubungan, maka dari itu data beban yang mewakili ruas jalan tersebut diganti menjadi Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai.
Tabel. 4.8 Rekapitulasi Nilai VDF Ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai
No. Jenis Kendaraan Nilai VDF
Aktual
VDF izin MST 10 Ton
VDF Izin MDP 2013 1 Truk 2 Sumbu Sedang Gol. 6B 4.6737 3.8980 4.1000
2 Truk 3 Sumbu Gol. 7A2 4.6632 3.6787 17.8500
3 Truk 3 Sumbu Gol. 7A1 13.0559 5.5405 28.9000
4 Truk 4 Sumbu Gol. 7C1 8.6369 5.9342 13.6000
5 Truk 5 Sumbu Gol. 7C2B 15.4325 6.2228 30.3000 6 Truk 5 Sumbu Gol. 7C2A 12.8314 5.7150 19.0000
7 Truk 6 Sumbu Gol. 7C3 22.2515 6.0036 41.6000
Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015
Gambar 4.4 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai
2. Beban Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam
Tabel 4.9 Rekapitulasi Nilai VDF Aktual ruas Jalan BTS. Kota Medan-BTS.
Kota Lubuk Pakam.
No. Jenis Kendaraan Nilai VDF
Aktual Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015
4.6737 4.6632 13.0559 8.6369 15.4325 12.8314 22.2515
3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036
4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000
0.0000
Gambar 4.5 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Kota Medan-BTS. Kota Lubuk Pakam
3. Beban Kendaraan Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji Tabel 4.10 Rekapitulasi Nilai VDF Aktual ruas Jalan
BTS. Deli Serdang -Sp. Ujung Aji.
No. Jenis Kendaraan Nilai VDF
Aktual Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015
4.3599 4.0000 3.8443 3.8542 3.5648 3.7358 7.0063
3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036
4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000
0.0000
Gambar 4.6 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji
5.0358 6.9089 11.1238 11.6269 28.3024 8.0189 48.5140
3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036
4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000
0.0000
4.2. Analisa Data
4.2.1 Komposisi Kendaraan
Dari gambar 4.1, 4.2 dan 4.3 terlihat bahwa komposisi kendaraan pada masing masing ruas jalan didominasi sepeda motor, dengan persentase ruas jalan BTS.
Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 57%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS.
Kota Lubuk Pakam 47.83%, dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 29.3%, sementara untuk golongan kendaraan ringan di didominasi oleh golongan 2 (mobil pemumpang) dengan persentase ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 19.05%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam sebesar 27.05%, ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 28.59% dan untuk golongan kendaraan berat di dominasi oleh kendaraan golongan 6b ( truk sedang 2 sumbu) dengan persentase ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 4.36%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS.
Kota Lubuk Pakam sebesar 4.98% dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 5.47%.
4.2.2 Analisa Lalulintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT)
Dari hasil LHR yang diolah untuk mendapatkan LHRT seperti yang terdapat pada tabel 4.3, 4.5 dan tabel 4.7 terlihat nilai LHRT pada ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji berada diantara nilai LHRT taksiran sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan Puslitbang Jalan.
4.2.3 Analisa Nilai VDF
VDF rata-rata diperoleh dengan menghitung VDF setiap kendaraan yang melintas dalam satu type atau golongan kendaraan yang kemudian dihitung rata-ratanya.
Berikut ini merupakan perbandingan perhitungan nilai VDF berdasarkan berat rata-rata kendaraan dan VDF berdasarkan berat masing masing kendaraan kemudian dirata-ratakan :
1. Kendaraan Golongan 6B
Berdasarkan VDF masing- Masing kendaraan yang dirata-ratakan
0 500 1000 1500
0 3 6 9 12 15 18 21 24
Frequency
VDF Kendaraan Golongan 6B
Histogram
> VDF Izin 37.5%
(Overloading)
< VDF Izin 62.5%
VDF Izin = 3.898
ẍ = 4.359
2. Kendaraan Golongan 7A
5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000
Frequensy
Berat Kendaraan Total golongan 6B
Histogram
3. Kendaraan Golongan 7C1
5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000
Frequency
JBI Izin = 34000
5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000
Frequency
Berat total Kendaraan Gol 7C1
Histogram
5. Kendaraan Golongan 7C3
5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 50000
Frequency
Tabel 4.11 Rekapitulasi Nilai VDF
5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 50000 55000 60000
Frequency
Dari gambar diatas, VDF berdasarkan berat total kendaraan tidak mencerminkan daya rusak kendaraan. Maka dari itu dalam menentukan VDF kendaraan sebaiknya digunakan nilai VDF total masing-masing kendaraan kemudian dihitung nilai rata-ratanya.
1. Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat
Dari tabel 4.8 terlihat bahwa nilai VDF aktual lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF izin. Pada truk Golongan 6B tedapat kenaikan nilai VDF sebesar 19.9%
dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan kenaikan nilai VDF sebesar 13.9% dari nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 3 sumbu golongan 7A2, terjadi kenaikan nilai VDF aktual sebesar 26.76% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 3 sumbu gol 7A1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 135.65% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 4 sumbu golongan 7C1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 45.54% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih
0 2 4 6 8
6B 7A 7C 7C2 7C3
VDF Izin 3.898 3.678 5.934 6.222 6.003
VDF Rata-Rata Beban Total 3.819 3.061 1.704 2.152 2.592
VDF Rata-Rata Total 4.359 4 3.854 3.564 7.006
VDF Total kendaraan
Perbandingan Nilai VDF
berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2B kenaikan nilai VDF aktual sebesar 148% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2A kenaikan nilai VDF aktual sebesar 124.5% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 6 sumbu golongan 7C3 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 270.6% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013.
2. Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam
Dari tabel 4.9 terlihat bahwa nilai VDF aktual lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF izin. Pada truk golongan 6B tedapat kenaikan nilai VDF sebesar 11.85% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan kenaikan nilai VDF sebesar 6.4%
dari nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 3 sumbu golongan 7A2, terjadi kenaikan nilai VDF aktual sebesar 8.73% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 3 sumbu gol 7A1 nilai VDF aktual berada dibawah nilai VDF izin MST 10 ton dan MDP 2013, untuk truk 4 sumbu golongan 7C1 nilai VDF aktual berada dibawah nilai VDF izin MST 10 ton dan MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2B nilai VDF aktual berada dibawah nilai VDF izin MST 10 ton dan MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2A nilai VDF aktual berada dibawah nilai VDF izin MST 10 ton dan MDP 2013, untuk truk 6 sumbu golongan 7C3 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 16.7% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013.
3. Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji
Dari tabel 4.10 terlihat bahwa nilai VDF aktual lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF izin. Pada truk golongan 6B tedapat kenaikan nilai VDF sebesar 29.18% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan kenaikan nilai VDF sebesar 22.82%
dari nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 3 sumbu golongan 7A2, terjadi kenaikan nilai VDF aktual sebesar 87.8% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 3 sumbu gol 7A1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 100.77% dari nilai VDf izin MST 10 Ton dan berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 4 sumbu golongan 7C1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 95.93% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2B kenaikan nilai VDF aktual sebesar 354.82% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2A kenaikan nilai VDF aktual sebesar 40.31% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 6 sumbu golongan 7C3 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 708% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan kenaikan nilai VDF aktual sebesar 16.62% dari nilai izin VDF MDP 2013.
Dari ketiga ruas jalan penelitian, terlihat perbedaan volume dan beban kendaraan yang melintasi lokasi tersebut. Setiap ruas jalan memiliki karakteristik kendaraan masing-masing sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan yg signifikan terhadap volume dan beban kendaraan yang melintas di lokasi penelitian seperti pada ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS.
Kota Stabat yang memiliki nilai LHRT sebesar 53003 kendaraan/hari dengan persentase kendaraan Sepeda Motor 57%, Kendaraan ringan 19.05% dan
kendaraan berat sebesar 23.77%. Sementara itu untuk ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam diperoleh nilai LHRT sebesar 81676 kendaraan/hari dengan persentase kendaraan Sepeda Motor sebesar 47.83%, kendaraan ringan 27.60% dan kendaraan berat sebesar 24.52% sedangkan untuk ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji memiliki nilai LHRT sebesar 17283 kendaraan/hari dengan persentase kendaraan Sepeda Motor 29.36%, kendaraan ringan 28.59% dan kendaraan berat sebesar 42.01%.
Sementara, untuk kondisi beban kendaraan Pada ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai mayoritas nilai VDF aktual berada diatas nilai VDF izin MST 10 Ton dengan persentasi kenaikan tertinggi sebesar 270.6% pada kendaraan golongan 7C3 dan berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013 sedangkan pada ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam kenaikan nilai VDF aktual terhadap nilai VDF izin MST 10 Ton hanya terjadi pada truk golongan 6B dan truk 6 sumbu golongan 7C3, mayoritas nilai VDF aktual berada dibawah nilai VDF izin MST 10 Ton dan VDF izin MDP 2013 dan pada ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji kenaikan nilai VDF aktual terhadap nilai VDF izin MST 10 Ton sangat tinggi mencapai 708% sementara untuk VDF izin MDP 2013 hanya terjadi kenaikan pada truk 6 sumbu golongan 7C3.
Kenaikan nilai VDF tersebut dapat berdampak pada penurunan umur layanan jalan (kerusakan dini) apabila ruas jalan tersebut di desain dengan menggunkan desain perkerasan MST 10 Ton, dan jika perkerasan jalan tersebut menggunkan nilai VDF MDP 2013 maka tidak terjadi kerusakan dini, dikarenakan nilai VDF aktual lebih kecil dibandingkan dengan nilai VDF izin MDP 2013.
Dari penelitian yang telah dilakukan pada ketiga ruas jalan yang diteliti, selanjutnya bandingkan hasil penelitian dengan data beban yang ada di ruas jalan pantura jawa yang dituangkan pada tabel 4.11 berikut :
Tabel 4.12 Rekapitulasi Nilai VDF aktual
No. Jenis Kendaraan
Nilai VDF Aktual
VDF MST 10 Ton
VDF MDP 2013 MDN –
BINJAI
MDN - L.
PAKAM
D. Serdang - Ujung Aji
Pantura Jawa
1 Truck 2 Sumbu Sedang Gol. 6B 4.6737 4.3599 5.0358 7.5146 3.8980 4.1000 2 Truck 3 Sumbu Gol. 7A2 4.6632 4.0000 6.9089 10.5240 3.6787 17.8500 3 Truck 3 Sumbu Gol. 7A1 13.0559 3.8443 11.1238 19.9946 5.5405 28.9000 4 Truck 4 Sumbu Gol. 7C1 8.6369 3.8542 11.6269 11.2365 5.9342 13.6000 5 Truck 5 Sumbu Gol. 7C2B 15.4325 3.5648 28.3024 22.6513 6.2228 30.3000 6 Truck 5 Sumbu Gol. 7C2A 12.8314 3.7358 8.0189 14.1929 5.7150 19.0000 7 Truck 6 Sumbu Gol. 7C3 22.2515 7.0063 48.5140 22.7142 6.0036 41.6000
Gambar 4.7 Perbandingan Nilai VDF Aktual dan VDF Izin Lokasi Penelitian dengan Pantura Jawa
4.6737 4.6632 13.0559 8.6369 15.4325 12.8314 22.2515
4.3599 4.0000 3.8443 3.8542 3.5648 3.7358 7.0063
5.0358 6.9089 11.1238 11.6269 28.3024 8.0189 48.5140
7.5146 10.5240 19.9946 11.2365 22.6513 14.1929 22.7142
3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036
4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000
0.0000 VDF Aktual MDN - L PAKAM VDF Aktual D. Serdang - Sp. Ujung Aji VDF Aktual Pantura Jawa
MST 10 Ton MDP 2013
Dari tabel 4.12 terlihat perbedaan yang signifikan nilai VDF aktual ruas jalan lokasi survey terhadap ruas jalan Pantura Jawa, seperti pada ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai kendaraan golongan 6B nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 60. 785%, untuk kendaraan golongan 7A2 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 125.68%, untuk kendaraan golongan 7A1 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 53.15%, untuk kendaraan golongan 7C1 nilai VDF aktual pantura Jawa lebih tinggi sebesar 30.10%, untuk kendaraan golongan 7C2B nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tingi sebesar 46.78%, untuk kendaraan golongan 7C2A nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 10.61%, dan untuk kendaraan golongan 7C3 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 2.08%. dari semua jenis golongan kendaraan nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi dibandingan dengan nilai VDF aktual ruas jalan BTS.
Kota Medan – BTS. Kota Binjai, dan perbedaan nilai VDF aktual yang paling signifikan terlihat pada kendaraan 3 sumbu yaitu golongan 7A2.
Sementara untuk ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam kendaraan golongan 6B nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 72.36%, untuk kendaraan golongan 7A2 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 163%, untuk kendaraan golongan 7A1 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 420%, untuk kendaraan golongan 7C1 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 191.54%, untuk kendaraan golongan 7C2B nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 535.42%, untuk kendaraan golongan 7C2A nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tingi sebesar 280%, untuk kendaraan golongan 7C3 nilai VDF aktual Pantura Jawa lebih tinggi sebesar 224.20%. Pada ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam
perbedaan nilai VDF aktual terhadap Pantura Jawa sangat signifikan mayoritas
perbedaan nilai VDF aktual terhadap Pantura Jawa sangat signifikan mayoritas