• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Komposisi Kendaraan

2.3.2. Klasifikasi Kendaraan

Menurut Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota jenis – jenis kendaraan terbagi menjadi 5 jenis, yaitu :

1. Kendaraan Ringan/Kecil (LV)

Kendaraan ringan / kecil adalah kendaraan bermotor ber as dua dengan empat roda dan jarak as 2,0 – 3,0 m (meliputi : mobil penumpang, oplet, mikro bus, pick up, dan truk kecil sesuai sistem klasifikasi Bina Marga).

2. Kendaraan Sedang (MHV)

Kendaraan bermotor dengan dua gandar, dengan jarak 3,5 – 5,0 m (termasuk bus kecil, truk dua as dengan enam roda, sesuai sistem klasifikasi Bina Marga).

3. Kendaraan Berat/Besar (LB-LT) a. Bus Besar (LB)

Bus dengan dua atau tiga gandar dengan jarak as 5,0 – 6,0 m.

b. Truk Besar (LT)

Truk tiga gandar dan truk kombinasi tiga, jarak gandar (gandar pertama ke kedua) < 3,5 m ( sesuai sistem klasifikasi Bina Marga).

4. Sepeda Motor (MC)

Kendaraan bermotor dengan 2 atau 3 roda (meliputi : sepeda motor dan kendaraan roda 3 sesuai sistem klasifikasi Bina Marga).

5. Kendaraan Tak Bermotor (UM)

Kendaraan dengan roda yang digerakkan oleh orang atau hewan (meliputi : sepeda, becak, kereta kuda, dan kereta dorong sesuai sistem klasifikasi Bina Marga).

Pengelompokan jenis kendaraan menurut IRMS, Bina Marga adalah sebagai berikut :

1. Sepeda motor, skuter, kendaraan roda tiga 2. Sedan, jeep, station wagon

3. Oplet, pick up oplet, suburban, kombi dan mini bus 4. Pick up, mikro truk, dan mobil hantaran

5a. Bus kecil 5b. Bus besar 6. Truk 2 as 7a. Truk 3 as

Tabel 2.8 Kategori jenis kendaraan berdasarkan 3 referensi

IRMS, BM BM 1992 MKJI 1997

1. Sepeda motor, skuter, kendaraan roda tiga

1. Sepeda motor, skuter, kendaraan roda tiga

3. Opelet, pickup, opelet suburban, kombi dan minibus

3. Opelet, pickup, opelet suburban, kombi dan

7b. Truk Gandengan 5. Kendaraan tidak

bermotor (UM) 7c. Truk Tempelan (Semi

trailer)

Menurut Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota komposisi lalu lintas terbagi menjadi beberapa komposisi, yaitu :

1. Satuan Mobil Penumpang (SMP)

Satuan arus lalulintas, dimana arus dari berbagai tipe kendaraan telah diubah menjadi kendaraan ringan (termasuk mobil penumpang) dengan menggunakan emp.

2. Ekivalensi Mobil Penumpang (emp)

Faktor konversi berbagai jenis kendaraan dibandingkan dengan mobil penumpang atau kendaraan ringan lainnya sehubungan dengan dampaknya pada perilaku lalu lintas.

Tabel 2.9 Ekivalen mobil penumpang (emp)

No. Jenis Kendaraan Datar/perbukitan Pegunungan

1. Sedan, Jeep, Station Wagon 1,0 1,0

2. Pick up, Bus kecil, Truk kecil 1,2-2,4 1,9-3,5

3. Bus dan Truk besar 1,2-5 2,2-6

2.4 Penelitian Terkait

Adapun penelitian terdahulu yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. “Karakteristik Beban Kendaraan Pada Ruas Jalan Nasional Pantura Jawa dan Jalintim Sumatera” Muhammad Idris, Sri Amelia, Untung Cahyadi.

Jurnal ini membahas tentang pengaruh beban kendaraan yang berlebih yang dituding menjadi penyebab kerusakan jalan. Kajian ini dilakukan di empat ruas jalan nasional ( 2 ruas jalan di Pantura Jawa dan 2 ruas lagi di Jalimtim Sumatera ) dalam waktu 3x24 jam menggunkan alat WIM dan pengumpulan data volume lalu lintas menggunakan bantuan CCTV, klasifikasi kendaraan yang digunakan yaitu klasifikasi yang digunakan Bina Marga. Dari data yang diperoleh, dianalisis untuk memperoleh nilai faktor perusak jalan (VDF) dari tiap jenis kendaraan. Teknik perhitungan daya rusak yang digunakan yaitu dengan menggunakan persamaan liddle (1). Hal ini berhubungan dengan metode survey yang digunakan yaitu selama 3 x 24 jam dengan menggunakan cctv sebagai alat perekam, klasifikasi kendaraan yang ditetapkan Bina Marga dan analisa beban dengan menggunakan persamaan liddle (1) untuk menentukan faktor perusak jalan.

2. “Kajian Beban Aktual Kendaraan Pada Kontruksi Jalan Menggunakan Weigh In Motion (WIM)” Rita Martina, Sofyan M. Saleh, Muhammad Isya.

Jurnal ini membahas tentang kajian terhadap beban kendaraan pada kontruksi jalan lintas Barat Provinsi Aceh dengan menggunakan Weigh In Motion (WIM) dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual beban kendaraan pada kontruksi jalan (volume lalulintas dan beban sumbu) yang terjadi pada ruas

jalan Bts. Kota Meulaboh-Kuala Tuha. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, data yang diperoleh dari (WIM) kemudian dianalisis untuk memperoleh nilai faktor perusak jalan (Vehicle Damage Factor – VDF) dari tiap jenis kendaraan dengan menggunakan persamaan liddle (1), data volume lalulintas diperoleh dengan menggunakan bantuan kamera cctv selama 2 x 24 jam. Hal yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu cara memperoleh data volume lalulintas dan menghitung nilai faktor perusak jalan dengan persamaan liddle (1) serta klasifikasi kendaraan yang digunakan sesuai dengan yang ditetapkan Bina Marga yaitu 12 golongan kendaraan.

3. “Karakteristik Beban Kendaraan Operasional” Erwin Kusnandar.

Jurnal ini membahas tentang nilai parameter perancangan yang dikontribusi lalulintas operasional dibandingkan dengan nilai parameter yang terdapat pada pedoman yang ada. Hasil penelitian ini mengedentifikasi adanya perbedaan yang signifikan terutama yang terjadi pada kendaraan jenis truk 3 sumbu. Beban sumbu kendaraan diukur dengan menggunakan alat sensor WIM selama 3 x 24 jam menerus. Data beban kendaraan yang telah diperoleh dari alat WIM dianalisa dengan menggunakan persamaan liddle (1). Hal ini berhubungan dengan penentuan nilai faktor perusak jalan menggunkan persamaan liddle (1).

4. “Evaluasi Umur Layan Jalan dengan Memperhitungkan Beban Berlebih di Ruas Jalan Lintas Timur Provinsi Aceh” Syafriana, Sofyan M. Saleh, Reni Anggraini.

Jurnal ini membahas tentang seberapa besar faktor daya rusak kendaraan yang diakibatkan oleh beban berlebih dan seberapa besar pengaruh beban berlebih terhdap umur rencana perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan survey

WIM (Weigh In Motion) dan survey volume lalu lintas selama 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai VDF dengan kondisi beban berlebih lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF kondisi beban normal. Faktor perusak jalan di analisa dengan menggunakan persamaan liddle (1). Hal ini berhubungan dengan penelitian nilai faktor perusak jalan (VDF) menggunakan persamaan liddle (1).

5. ”Volume Lalulintas Rencana Untuk Geometri dan Perkerasan Jalan”

Iskandar,Hikmat.

Jurnal ini menyajikan pembahasan tentang perencanaan volume lalulintas yang melingkupi landasan hokum dan metodologinya baik untuk merencanakan geometric maupun perkerasan jalan. Untuk penentuan LHRT, di dalam jurnal ini merumuskan LHRT taksiran (LHRTt) dan menggunakan selang kepercayaan untuk mendapatkan nilai variasi musiman. Puslitbang menggunakan 3 faktor musiman yaitu yang pertama faktor musiman mingguan selama 7 x 24 jam, faktor 3 harian (senin, selasa, rabu) N = 7 x 24 jam dan faktor 3 harian @12 jam (senin, selasa, rabu). Hal ini digunakan sebagai panduan untuk menentukan volume harian rata-rata tahunan dengan metode survey 3 hari mewakili data setahun.

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey volume lalulintas dan beban kendaraan di tiga ruas jalan Nasional di Provinsi Sumatera Utara. Studi ini mengambil lokasi survey pada 3 ruas jalan Nasional Sumatera Utara yang terstrategis dimana lokasi tersebut adalah : ruas jalan (a) BTS Kota Medan – BTS Kota Lubuk Pakam, (b) BTS Deli Serdang – SP Ujung Aji, dan (c) BTS Kota Binjai – BTS Kota Stabat (Gambar 3.1 a, b dan c)

(a) Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam

(b) BTS Deli Serdang – SP Ujung Aji (c) BTS Kota Binjai – BTS Kota Stabat

Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan ruas jalan nasional yang terdekat dengan lokasi : (a). jembatan timbang yang terletak di Jln Medan – Tanjung Morawa KM 15,5 yaitu JT Tanjung Morawa 1, (b). jembatan timbang yang terletak di Jln Medan – Kabanjahe KM 46,8 Sibolangit yaitu JT Sibolangit, dan (c). jembatan timbang yang terletak di Jln Medan – Pangkalan Brandan KM 68,8 yaitu JT Gebang

3.2 Waktu Penelitian

Survei pengambilan sampel data volume kendaraan pada ke 3 lokasi penelitian dilaksanakan masing-masing selama 3 x 24 jam. Adapun ke tiga ruas jalan tersebut yaitu : ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam, BTS.

Kota Stabat – BTS. Kota Binjai, dan BTS. Deli Serdang – SP. Ujung Aji.

Untuk ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam survei volume kendaraan dilakukan pada hari Senin, Selasa dan Rabu tanggal 7,8,9 November 2016. Untuk ruas jalan BTS. Kota Stabat – BTS. Kota Binjai survei volume kendaraan dilakukan pada tanggal 1,2,dan 3 November 2016, dan untuk ruas jalan BTS. Deli Serdang – SP. Ujung Aji survei volume kendaraan dilakukan pada tanggal 21,22 dan 23 November 2016.

3.3 Tahap Survei Pendahuluan

Survei pendahuluan dilakukan untuk menentukan ruas jalan yang akan diteliti.

Kemudian diukur data geometrik ketiga ruas jalan tersebut untuk menentukan dimana letak penempatan CCTV guna merekam kendaraan yang melintas pada ruas jalan tersebut.

3.4 Tahap Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari survey utama yang dilakukan di lokasi penelitian. Data primer yang dikumpulkan adalah data volume kendaraan termasuk komposisinya yang diperoleh dengan cara merekam video menggunakan CCTV. Sedangkan data sekunder yakni data beban kendaraan yang diperoleh dari jembatan timbang di lokasi survey tersebut.

3.5 Tahap pengolahan Data

Data yang di peroleh pada saat survey utama yaitu data volume kendaraan kemudian diolah dengan cara memutar kembali rekaman dari CCTV pada masing-masing ruas jalan untuk menghitung volume kendaraan yang melintas selama waktu pelaksanaan survey dilakukan lalu di klasifikasikan berdasarkan formulir survey yang telah ditentukan. Setelah data diperoleh dan di klasifikasikan sesuai dengan klasifikasi kendaraan yang ditentukan, langkah selanjutnya yaitu menghitung LHR kendaraan per ruas jalan sehinnga diperoleh lah volume kendaraan per hari pada setiap ruas jalan. Setelah itu, untuk mecari nilai LHRT, digunakan data LHR kendaraan per hari yang terlebih dahulu di olah dibagi dengan faktor musiman yang ditetetapkan pada tabel 2.7 dan untuk mecari nilai selang kepercayaan LHRT digunakan koefisien tingkat peluang dan koefisien penaksiran yang juga terdapat pada tabel 2.7.

Untuk data beban diperoleh dari jembatan timbang terdekat pada ruas jalan yang telah ditentukan. Dikarenakan satu dan lain hal, jembatan timbang pada lokasi survey yang telah ditetapkan tutup dan tidak ada kses untuk mendapatkan data

sekunder yaitu data beban kendaraan maka dari itu, pada penelitian ini digunakan data survey WIM Metropolitan Medan pada tahun 2015.

3.6 Tahap Analisa Data

Tahapan analisa data yang dilakukan adalah :

1. Analisa terhadap hasil rekaman video dilapangan yang menghasilkan besaran volume kendaraan, data volume kendaraan tersebut dihitung secara manual dengan menghitung kembali rekaman video dan di klasifikasikan berdasarkan formulir yang telah ditentukan yaitu Pedoman Ditjen Bina Marga Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Survei Pencacahan Lalulintas dengan Cara Manual, Pd- T-19-2004-B.

2. Analisa terhadap daya rusak kendaraan (VDF) dengan menggunakan formula liddle (metode pangkat empat) yang di peroleh dari data hasil survey WIM Metropolitan Medan pada tahun 2015

Keseluruhan tahapan diatas, dapat di lihat pada flow chart sebagai berikut :

Sketsa Flow Chart Kegiatan Pelaksanaan Metode Penelitian

Mulai

Tahap Pengumpulan data Perumusan Masalah

a. Survey Pendahuluan b. Survey Utama Data Primer :

 Volume Kendaraan (LHR)

 Jenis Kendaraan

Data Sekunder :

 Volume Kendaraan (LHR)

 Berat Kendaraan Dari Jembatan Timbang

Tahap Analisa Data - Analisa Volume Lalulintas - Analisa Jenis Kendaraan - Analisa Faktor Perusak Jalan

Menurut Pedoman Bina Marga

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Tahap Pengolahan Data

BAB IV

HASIL DAN ANALISA

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini meliputi hasil survey volume lalulintas dan jenis kendaraan serta beban kendaraan yang melintas di ketiga ruas jalan yang diteliti.

4.1.1 Volume Lalulintas dan Jenis Kendaraan

Dari hasil survey yang telah dilakukan dengan menggunakan CCTV, diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat.

Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat disajikan dalam Tabel 4.1

Tabel 4.1 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat No. Gol.

Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi

Kendaraan (%) Senin Selasa Rabu Total (Kend./hari)

1 1 Sepeda Motor, Kendaraan roda – 3 28724 25600 32772 87096 29032 57.00

2 2 Sedan, jeep, station wagon 9963 9410 9739 29112 9704 19.05

3 3 Angkutan penumpang sedang 3590 3389 2128 9107 3036 5.96

4 4 Pick Up, micro truk dan mobil hantaran 3032 2563 2298 7893 2631 5.17

5 5a Bus Kecil 749 771 767 2287 762 1.50

6 5b Bus Besar 775 642 298 1715 572 1.12

7 6a Truk ringan 2 sumbu 1134 886 498 2518 839 1.65

8 6b Truk sedang 2 sumbu 2634 2637 1384 6655 2218 4.36

9 7a Truk 3 Sumbu 1460 1522 1222 4204 1401 2.75

10 7b Truk Gandengan 0 0 0 0 0 0.00

11 7c Truk semitrailer 668 604 538 1810 603 1.18

12 8 Kendaraan tidak Bermotor 123 122 170 415 138 0.27

TOTAL 52852 48146 51814 152812 50937 100

Sumber : Hasil Survey November 2016

Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probabilitas 95% yang diperoleh dari tabel 4.2 berikut.

Tabel. 4.2 Faktor 3x24 Jam (Senin, Selasa, Rabu)

Bulan Minggu ke – 1 Minggu ke - 2 Minggu ke - 3 Minggu ke - 4

Gambar. 4.1 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat

Komposisi Kendaraan

Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat

% Kendaraan

Dari tabel 4.2 diatas, untuk ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat dengan waktu survey 3x24 jam pada minggu pertama di bulan 11 (November) diperoleh nilai P,Cv, dan α sebagai berikut :

Faktor Musiman : P : 0.91 Cv : 5.960 Probabilitas 95% α : 1.96

Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.

Kota Binjai – BTS. Kota Stabat yang disajikan pada tabel 4.3.

Tabel. 4.3 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Kota Binjai - BTS. Kota Stabat

LINTAS HARIAN

Golongan Kendaraan

1 2 3 4 5a 5b 6a 6b 7a 7b 7c 8

LHR 29032 9704 3036 2631 762 572 839 2218 1401 0 603 138 LHRT 30210 10098 3159 2738 793 595 873 2308 1458 0 627 144 LHRTt < 27050 9042 2829 2451 710 533 782 2067 1305 0 562 129 LHRTt > 34206 11433 3577 3100 898 674 989 2613 1651 0 710 163

Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey

2. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam.

Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam disajikan dalam Tabel 4.4

Tabel 4.4 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan– BTS. Kota Lubuk Pakam No. Gol.

Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi

Kendaraan (%) Senin Selasa Rabu Total (Kend./hari)

1 1 Sepeda Motor, Kendaraan roda - 3 37034 34765 40600 112399 37466 47.83

2 2 Sedan, jeep, station wagon 21298 21427 22123 64848 21616 27.60

3 3 Angkutan penumpang sedang 4105 5572 3392 13069 4356 5.56

4 4 Pick Up, micro truk dan mobil hantaran 4727 3857 3776 12360 4120 5.26

5 5a Bus Kecil 1464 2095 1184 4743 1581 2.02

6 5b Bus Besar 849 769 516 2134 711 0.91

7 6a Truk ringan 2 sumbu 1308 1601 1131 4040 1347 1.72

8 6b Truk sedang 2 sumbu 4057 3805 3845 11707 3902 4.98

9 7a Truk 3 Sumbu 2086 2347 2397 6830 2277 2.91

10 7b Truk Gandengan 0 0 0 0 0 0.00

11 7c Truk semitrailer 1051 938 727 2716 905 1.16

12 8 Kendaraan tidak Bermotor 53 52 34 139 46 0.06

TOTAL 78032 77228 79725 234985 78328 100

Sumber : Hasil Survey November 2016

Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probilitas 95% Seperti terlihat pada Tabel 4.2. Pada ruas jalan BTS. Kota

Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.

Kota Medan – BTS. Kota lubuk Pakam yang disajikan pada tabel 4.5.

47.83

Gambar. 4.2 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medaan - BTS. Kota Lubuk Pakam

Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan - BTS. Kota Lubuk Pakam

% Kendaraan

Tabel. 4.5 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Kota Medan - BTS. Kota Lubuk Pakam

LINTAS

Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey

3. Volume kendaraan di Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji

Hasil survey pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji disajikan dalam Tabel 4.6

Tabel 4.6 Hasil Survey Volume Lalulintas pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji

No. Gol.

Kendaraan Kelompok jenis Kendaraan Volume Lalulintas LHR Komposisi

Kendaraan

Sumber : Hasil Survey November 2016

Nilai Lalulintas Harian Rata2 Tahunan (LHRT) diambil berdasarkan analisa statistik dari Puslitbang Jalan untuk koreksi waktu survey dan variasi musiman dan probilitas 95% seperti terlihat pada Tabel 4.2. Pada ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp.ujung Aji waktu survey dilakukan pada minggu keempat bulan 11 (November). Dari tabel tersebut diperoleh faktor musiman sebagai berikut : Faktor Musiman : P : 1.001

Cv : 5.470 Probabilitas 95% α : 1.96

Gunakan nilai p, Cv dan α yang telah diperoleh dari tabel 4.2 untuk mendapatkan nilai LHRT, berikut merupakan nilai LHRT yang diperoleh pada ruas jalan BTS.

Deli Serdang – Sp. Ujung aji yang disajikan pada tabel 4.7.

29.30 28.59

Gambar. 4.3 Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang - Sp. Ujung Aji

Komposisi Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Deli Serdang - Sp. ujung Aji

% Kendaraan

Tabel. 4.7 Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji

LINTAS HARIAN

Golongan Kendaraan

1 2 3 4 5a 5b 6a 6b 7a 7b 7c 8

LHR 5068 4946 2357 1652 871 148 643 947 590 0 59 19 LHRT 5063 4941 2355 1650 870 148 642 946 589 0 59 19 LHRTt < 4573 4463 2127 1491 786 134 580 854 532 0 53 17 LHRTt > 5671 5534 2637 1849 975 166 719 1060 660 0 66 21 Sumber : Hasil Pengolahan Data Survey

4.1.2. Faktor Perusak Jalan (Vehicle Damage Factor)

Data beban yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan data survey WIM Metropolitan Medan 2015. Dalam hal ini, konfigurasi sumbu kendaraan yang akan ditinjau bebannya merupakan konfigurasi kendaraan 3 sampai dengan 6 sumbu seperti yang dicantumkan pada tabel 4.8.

1. Beban Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai

Dikarenakan pada ruas BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Medan Belum dilakukan survey WIM, dan kondisi jembatan timbang yang sudah di dialihkan ke Kementrian Perhubungan, maka dari itu data beban yang mewakili ruas jalan tersebut diganti menjadi Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai.

Tabel. 4.8 Rekapitulasi Nilai VDF Ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai

No. Jenis Kendaraan Nilai VDF

Aktual

VDF izin MST 10 Ton

VDF Izin MDP 2013 1 Truk 2 Sumbu Sedang Gol. 6B 4.6737 3.8980 4.1000

2 Truk 3 Sumbu Gol. 7A2 4.6632 3.6787 17.8500

3 Truk 3 Sumbu Gol. 7A1 13.0559 5.5405 28.9000

4 Truk 4 Sumbu Gol. 7C1 8.6369 5.9342 13.6000

5 Truk 5 Sumbu Gol. 7C2B 15.4325 6.2228 30.3000 6 Truk 5 Sumbu Gol. 7C2A 12.8314 5.7150 19.0000

7 Truk 6 Sumbu Gol. 7C3 22.2515 6.0036 41.6000

Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015

Gambar 4.4 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Binjai

2. Beban Kendaraan Pada Ruas Jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam

Tabel 4.9 Rekapitulasi Nilai VDF Aktual ruas Jalan BTS. Kota Medan-BTS.

Kota Lubuk Pakam.

No. Jenis Kendaraan Nilai VDF

Aktual Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015

4.6737 4.6632 13.0559 8.6369 15.4325 12.8314 22.2515

3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036

4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000

0.0000

Gambar 4.5 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Kota Medan-BTS. Kota Lubuk Pakam

3. Beban Kendaraan Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji Tabel 4.10 Rekapitulasi Nilai VDF Aktual ruas Jalan

BTS. Deli Serdang -Sp. Ujung Aji.

No. Jenis Kendaraan Nilai VDF

Aktual Sumber : Survey WIM Metropolitan Medan, 2015

4.3599 4.0000 3.8443 3.8542 3.5648 3.7358 7.0063

3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036

4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000

0.0000

Gambar 4.6 Perbandingan Nilai VDF Izin dengan VDF Aktual Ruas Jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji

5.0358 6.9089 11.1238 11.6269 28.3024 8.0189 48.5140

3.8980 3.6787 5.5405 5.9342 6.2228 5.7150 6.0036

4.1000 17.8500 28.9000 13.6000 30.3000 19.0000 41.6000

0.0000

4.2. Analisa Data

4.2.1 Komposisi Kendaraan

Dari gambar 4.1, 4.2 dan 4.3 terlihat bahwa komposisi kendaraan pada masing masing ruas jalan didominasi sepeda motor, dengan persentase ruas jalan BTS.

Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 57%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS.

Kota Lubuk Pakam 47.83%, dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 29.3%, sementara untuk golongan kendaraan ringan di didominasi oleh golongan 2 (mobil pemumpang) dengan persentase ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 19.05%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam sebesar 27.05%, ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 28.59% dan untuk golongan kendaraan berat di dominasi oleh kendaraan golongan 6b ( truk sedang 2 sumbu) dengan persentase ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat sebesar 4.36%, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS.

Kota Lubuk Pakam sebesar 4.98% dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji sebesar 5.47%.

4.2.2 Analisa Lalulintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT)

Dari hasil LHR yang diolah untuk mendapatkan LHRT seperti yang terdapat pada tabel 4.3, 4.5 dan tabel 4.7 terlihat nilai LHRT pada ruas jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat, ruas jalan BTS. Kota Medan – BTS. Kota Lubuk Pakam dan ruas jalan BTS. Deli Serdang – Sp. Ujung Aji berada diantara nilai LHRT taksiran sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan Puslitbang Jalan.

4.2.3 Analisa Nilai VDF

VDF rata-rata diperoleh dengan menghitung VDF setiap kendaraan yang melintas dalam satu type atau golongan kendaraan yang kemudian dihitung rata-ratanya.

Berikut ini merupakan perbandingan perhitungan nilai VDF berdasarkan berat rata-rata kendaraan dan VDF berdasarkan berat masing masing kendaraan kemudian dirata-ratakan :

1. Kendaraan Golongan 6B

Berdasarkan VDF masing- Masing kendaraan yang dirata-ratakan

0 500 1000 1500

0 3 6 9 12 15 18 21 24

Frequency

VDF Kendaraan Golongan 6B

Histogram

> VDF Izin 37.5%

(Overloading)

< VDF Izin 62.5%

VDF Izin = 3.898

ẍ = 4.359

2. Kendaraan Golongan 7A

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000

Frequensy

Berat Kendaraan Total golongan 6B

Histogram

3. Kendaraan Golongan 7C1

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000

Frequency

JBI Izin = 34000

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000

Frequency

Berat total Kendaraan Gol 7C1

Histogram

5. Kendaraan Golongan 7C3

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 50000

Frequency

Tabel 4.11 Rekapitulasi Nilai VDF

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 50000 55000 60000

Frequency

Dari gambar diatas, VDF berdasarkan berat total kendaraan tidak mencerminkan daya rusak kendaraan. Maka dari itu dalam menentukan VDF kendaraan sebaiknya digunakan nilai VDF total masing-masing kendaraan kemudian dihitung nilai rata-ratanya.

1. Ruas Jalan BTS. Kota Binjai – BTS. Kota Stabat

Dari tabel 4.8 terlihat bahwa nilai VDF aktual lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF izin. Pada truk Golongan 6B tedapat kenaikan nilai VDF sebesar 19.9%

dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan kenaikan nilai VDF sebesar 13.9% dari nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 3 sumbu golongan 7A2, terjadi kenaikan nilai VDF aktual sebesar 26.76% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 3 sumbu gol 7A1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 135.65% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai VDF izin MDP 2013, untuk truk 4 sumbu golongan 7C1 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 45.54% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih

0 2 4 6 8

6B 7A 7C 7C2 7C3

VDF Izin 3.898 3.678 5.934 6.222 6.003

VDF Rata-Rata Beban Total 3.819 3.061 1.704 2.152 2.592

VDF Rata-Rata Total 4.359 4 3.854 3.564 7.006

VDF Total kendaraan

Perbandingan Nilai VDF

berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2B kenaikan nilai VDF aktual sebesar 148% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2A kenaikan nilai VDF aktual sebesar 124.5% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 6 sumbu golongan 7C3 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 270.6% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013.

berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2B kenaikan nilai VDF aktual sebesar 148% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 5 sumbu golongan 7C2A kenaikan nilai VDF aktual sebesar 124.5% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013, untuk truk 6 sumbu golongan 7C3 kenaikan nilai VDF aktual sebesar 270.6% dari nilai VDF izin MST 10 Ton dan masih berada dibawah nilai izin VDF MDP 2013.

Dokumen terkait