• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Karakteristik Konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri

Karakteristik konsumen merupakan ciri-ciri yang dimiliki seorang konsumen yang ditampilkan melalui pola berpikir, pola bersikap, dan pola

bertindak terhadap lingkungannya. Karakteristik konsumen meliputi pengetahuan dan pengalaman konsumen, kepribadian konsumen, dan karakteristik demografi konsumen (Sumarwan 2004). Karakteristik konsumen dalam penelitian ini dilihat dari jenis kelamin, umur, status pernikahan, tempat tinggal, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan per bulan.

5.2.1 Umur

Menurut Sumarwan (2004), umur mempengaruhi selera konsumen dalam memilih barang atau jasa yang digunakan. Konsumen yang memiliki umur yang berbeda akan mengkonsumsi produk dan jasa yang berbeda pula. Oleh karena itu, perbedaan usia dapat mengakibatkan perbedaan selera dan kesukaan terhadap merek.

Jenis golongan konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri berdasarkan umur dapat dibagi menjadi 3, yaitu 1) golongan muda, dengan

3) golongan tua, dengan kisaran umur 43-55 tahun. Karakteristik responden berdasarkan sebaran usia dapat dilihat di Tabel 3.

Tabel 3. Sebaran Responden Berdasarkan Kelompok usia tahun 2008

Golongan Usia Jumlah Responden Persentase

(orang) (persen)

17 – 29 tahun (gol muda) 26 26

30 – 42 tahun (gol sedang) 51 51

44 – 57 tahun (gol tua) 23 23

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 3, konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri sebagian besar merupakan golongan muda yaitu sebanyak 26 persen. Konsumen golongan seadang memiliki jumlah sebanyak 51 persen dan untuk golongan tua adalah 23 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri di rentang usia yang dianggap masih produktif untuk bekerja.

5.2.2 Jenis Kelamin

Jenis kelamin mempengaruhi kebutuhan konsumen dalam penggunaan produk. Kebutuhan yang berbeda antara pria dan wanita mengakibatkan perbedaan dalam tingkah laku pembelian dan jenis produk yang dibeli. Jumlah persentase pengunjung pria dan wanita yang datang ke Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri memiliki proporsi sebesar 54 persen dan 46 persen. Data sebaran konsumen menurut jenis kelamin dapat dilihat pada gambar Tabel 4.

Tabel 4. Sebaran Responden Berdasarkan Kelompok Jenis Kelamin tahun 2008

Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase

(orang) (persen)

Pria 54 54

Wanita 46 46

Total 100 100

Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 4, jumlah pengunjung yang datang ke Rumh Makan Ikan Bakar Babe Naseri memiliki jumlah yang seimbang. Hal ini dikarenakan ikan bakar merupakan produk yang bersifat general (tidak ada spesifikasi konsumen menurut jenis kelamin).

5.2.3 Status Pernikahan

Status pernikahan pada penelitian ini dibagi dua kelompok, yaitu menikah dan tidak menikah. Status pernikahan pada konsumen dapat memberikan

pengaruh yang kuat terhadap perilaku konsumen. Data yang terdapat pada Tabel 5, konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri yang sudah menikah memiliki persentase sebanyak 12 persen, dan tidak menikah sebanyak 88 persen. Data sebaran konsumen menurut status pernikahan dapat dilihat pada gambar Tabel 5.

Tabel 5. Sebaran Responden Berdasarkan Status Pernikahan tahun 2008

Status Pernikahan Jumlah Responden (orang) Persentase (%) Menikah 12 12 Tidak Menikah 88 88 Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Data yang diperoleh pada penelitian ini didominasi oleh konsumen yang berstatus tidak menikah, yaitu sebanyak 88 persen. Hal ini disebabkan karena dalam proses pengambilan keputusan pengunjung yang berstatus tidak menikah dapat bebas untuk mengambil keputusan dalam mengkonsumsi makanan,

sehingga tidak terpengaruh oleh pasangan atau anggota keluarga lain untuk datang ke rumah makan Ikan Bakar Babe Naseri.

5.2.4 Tempat tinggal

Alamat merupakan wilayah tempat konsumen tinggal. Letak wilayah tempat konsumen tinggal akan mempengaruhi pola konsumsinya. Wilayah yang lebih dekat dengan tempat tinggal konsumen relatif akan lebih sering dikunjungi karena lebih mudah diakses oleh konsumen. Hal ini berpengaruh terhadap pembelian konsumen terhadap suatu produk. Data sebaran konsumen menurut daerah tinggal dapat dilihat pada gambar Tabel 6.

Tabel 6. Sebaran Responden Berdasarkan daerah tinggal tahun 2008

Alamat Jumlah Responden Persentase

(orang) (persen) Jakarta 18 18 Bogor 8 8 Depok 67 67 Bekasi 3 3 Tanggerang 4 4 Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Data yang diperoleh pada tabel 6, daerah tinggal konsumen yang datang ke Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri mayoritas berasal dari Kota Depok adalah sebesar 67 persen. Tingginya jumlah konsumen yang berasal dari Kota Depok dikarenakan konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri banyak yang berdomisili di Depok.

Adanya konsumen yang berasal selain dari Kota Depok mengindikasikan bahwa Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri tidak hanya dikenal oleh penduduk Kota Depok, tetapi juga sudah dikenal oleh penduduk dari kota lain

5.2.5 Pendidikan Terakhir

Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi nilai-nilai yang dianut, cara berpikir, cara pandang dan persepsi konsumen terhadap suatu masalah. Konsumen yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik relatif lebih responsif terhadap informasi. Pendidikan juga dapat mempengaruhi selera konsumen dalam memilih merek produk.Data sebaran konsumen menurut pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar Tabel 5.

Tabel 7. Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir tahun 2008

Pendidikan Terakhir Jumlah Responden (orang) Persentase (%) SLTP 1 1 SLTA 33 33 D3 15 15 S1 41 41 S2 7 7 S3 3 3 Total 100 100

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 7, terlihat bahwa konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri yang telah menempuh pendidikan SLTP memiliki jumlah sebanyak 1 persen, lalu pendidikan SLTA memiliki jumlah sebanyak 33 persen, sedangkan yang telah menempuh pendidikan D3 sebanyak 15 persen, pendidikan S1 sebanyak 41 persen, pendidikan S2 sebanyak 7 persen, dan yang berpendidikan S3 sebanyak 3 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri adalah orang-orang yang sudah memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik.

5.2.6 Pekerjaan

Pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidup mereka dan merupakan dasar yang menentukan posisi di masyarakat. Hal-hal yang dipengaruhi oleh pekerjaan tersebut mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Data sebaran konsumen menurut pekerjaan dapat dilihat pada gambar Tabel 8.

Tabel 8. Sebaran Responden Berdasarkan Pekerjaan tahun 2008

Pekerjaan Jumlah Responden

(orang) Persentase (%) Mahasiswa/pelajar 2 2 Wiraswasta 15 15 Pegawai Negeri 24 24 Pegawai BUMN 7 7 Pegawai Swasta 34 34

Ibu Rumah Tangga 18 18

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 8, konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa dengan jumlah sebanyak 2 persen, sedangkan konsumen yang bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 34 persen dan pegawai negeri sebanyak 24 persen dan pegawai BUMN sebanyak 7 persen. Hal ini mencerminkan bahwa pengunjung Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri adalah pegawai yang telah berpenghasilan, karena harga yang ditetapkan relatif terjangkau oleh karyawan-karyawan swasta dan pegawai negeri .

5.2.7 Pendapatan per Bulan

Bagi konsumen yang sudah memiliki pekerjaan, pendapatan merupakan imbalan yang diterima oleh konsumen dari pekerjaan maupun usaha yang dilakukannya, sedangkan untuk konsumen yang masih bersekolah/kuliah, pendapatan bagi mereka merupakan jumlah uang saku yang diterima dari orang tua/wali mereka. Kreteria Bank Dunia mengelompokkan kelas pendapatan

berdasarkan sebarannya. Setelah dirangking, kelompok pendapatan rendah adalah 40% sampel pendapatan terbawah, kelompok pendapatan tertinggi adalah 20% pendapatan tertinggi, dan sisa diantaranya (40%) adalah kelompok pendapatan sedang (BPS 2005) Pendapatan umumnya diterima oleh konsumen dalam bentuk uang. Pendapatan akan menentukan daya beli seseorang, yang selanjutnya akan mempengaruhi pola konsumsinya. Pada perhitungan pendapatan ini dilakukan berdasarkan pendapatan tanggungan sendiri/suami. Data sebaran konsumen berdasarkan pendapatan per bulan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Sebaran Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan tahun 2008

Pendapatan per Bulan Jumlah Responden Persentase

(Rp) (orang) (%)

400.000 – 2.500.000 (rendah) 54 54

2.700.000 – 8.000.000 (sedang) 37 37

9.000.000 – 18.000.000 (tinggi) 9 9

Total 100 100 Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 9, memperlihatkan bahwa pendapatan yang diperoleh mayoritas konsumen disana adalah berpendapatan rendah. Dapat diketahui juga bahwa rata-rata pendapatan konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri per bulan pada konsumen yang pendapatannya berasal dari tanggungan sendiri/suami. Responden rata-rata memiliki pendapatan Rp 4.102.777/bulan yang terdapat pada pendapatan konsumen golongan sedang.

5.3 Proses Keputusan Konsumen

Proses keputusan konsumen adalah aliran tindakan timbal balik yang berkesinambungan antara faktor lingkungan, proses kognitif dan afektif, serta tindakan perilaku (Setiadi 2003). Proses keputusan konsumen merupakan proses

pemilihan produk barang maupun jasa yang dilakukan oleh konsumen dari

berbagai alternatif yang ada untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Engel et. al. (1994), proses keputusan konsumen mempunyai langkah-langkah berikut:

1. Pengenalan kebutuhan 2. Pencarian informasi 3. Evaluasi alternatif 4. Pembelian

5. Hasil

Proses pengenalan kebutuhan diawali dengan persepsi konsumen terhadap perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan situasi yang terjadi. Perbedaan antara dua hal tersebut membangkitkan dan mengaktifkan proses pengambilan keputusan (Engel et. al., 1994).

5.3.1 Motivasi Mengunjungi Rumah Makan Seafood

Motivasi mengunjungi rumah makan seafood merupakan jenis dari proses pengenalan kebutuhan. Motivasi mengunjungi rumah makan seafood adalah sesuatu hal yang menjadi pendorong bagi konsumen untuk mengunjungi Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri. Data mengenai alasan mengunjungi rumah makan disajikan dalam Tabel 10.

Tabel 10. Motivasi Mengunjungi Rumah Makan Seafood tahun 2008

Alasan Mengunjungi Rumah Makan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Rasa yang khas 29 29

Sedang lapar 21 21

Coba-coba 26 26

Lokasi Strategis 10 10

Harga Terjangkau 6 6

Cepat dan praktis 6 6

Diajak Keluarga 2 2

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang diperoleh konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri sebanyak 29 persen menyatakan bahwa alasan mereka untuk makan di Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri dikarenakan ikan bakar yang disajikan di rumah makan seafood ini memiliki rasa yang khas dan sebanyak 26 persen

menyatakan alasan mereka mengunjungi rumah makan seafood dikarenakan mereka sedang ingin mencoba-coba hidangan yang ada di Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri. Kekhasan rasa dari hidangan seafood disebabkan karena bumbu-bumbu yang digunakan dapat meresap merata ke dalam daging ikannya dan memiliki rasa saus yang berbeda dengan hidangan seafood tempat makan lainnya.

5.3.2 Pencarian Informasi

Konsumen yang terdorong kebutuhannya memiliki kencenderungannya untuk mencari informasi lebih lanjut. Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memendang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk (Sumarwan 2004).

Sumber informasi merupakan sumber konsumen mendapatkan informasi mengenai Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri. Sumber informasi yang didapat oleh konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri cukup beragam.

Keterangan yang terinci dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Sumber Informasi Mengenai Rumah Makan Seafood tahun 2008

Sumber Informasi Jumlah Responden (orang) Persentase (%) Kebetulan lewat 71 71 Keluarga 13 13 Rekan Kerja 7 7 Teman 6 6

Promosi pihak rumah makan 3 3

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 11, pihak yang menjadi sumber informasi bagi konsumen antara lain kebetulan melewati rumah makan seafood sebanyak 71 persen, informasi dari keluarga sebanyak 13 persen dan rekan kerja sebanyak 7 persen. Hal ini terjadi karena lokasi Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri sangat strategis dan juga pihak rumah makan seafood tidak melakukan promosi pemasaran untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Sehingga konsumen mengetahui keberadaan rumah makan seafood

dengan kebetulan mengetahui dengan melewati Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri.

5.3.3 Informasi yang Diketahui Sebelum Berkunjung

Informasi yang diketahui konsumen sebelum berkunjung adalah informasi yang didapat oleh konsumen mengenai Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri sebelum mencicipi atau merasakan makanan yang disajikan oleh Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri. Keterangan yang lengkap mengenai informasi yang diketahui konsumen sebelum berkunjung dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Informasi yang Diketahui Sebelum Berkunjung tahun 2008

Jenis Informasi Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Rasa makanannya khas 33 33

Tempatnya nyaman 25 25

Tidak mengetahui apa-apa 21 21

Harga terjangkau 17 17

Tempat strategis 2 2

Pelayanan memuaskan 1 1

Menu lengkap 1 1

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 12, sebagian besar konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri menyatakan bahwa informasi yang mereka dapat sebelum berkunjung sebesar 33 persen adalah rasa yang khas dari makanan yang disajikan oleh rumah makan seafood.

5.3.4 Pengetahuan Waktu Keberadaan Rumah Makan Seafood

Pengetahuan konsumen terhadap keberadaan suatu tempat makan merupakan salah satu bentuk kepedulian konsumen terhadap tempat makan tersebut. Keterangan selengkapnya mengenai pengetahuan waktu keberadaan rumah makan Ikan Bakar Babe Naseri yang diketahui oleh konsumen dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Pengetahuan Waktu Keberadaan Rumah Makan seafood tahun 2008

Pengetahuan Waktu Keberadaan Jumlah Responden Persentase

Rumah Makan Seafood (Orang) (%)

2 tahun – 1,5 tahun yang lalu 28 28

1,5 tahun - 2 tahun yang lalu 20 20

1 bulan – 6 bulan yang lalu 16 16

Kurang dari 6 bulan yang lalu 36 36

Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 13, konsumen Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri kebanyakan mengetahui bahwa keberadaan rumah makan Seafood kurang dari 6 bulan, yaitu sebanyak 36 persen. Hal ini disebbkan karena Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri tidak melakukan promosi memasaran baik melalui media cetak maupun media elektronik. Sehingga konsumen kurang mengetahui keberadaan rumah makan seafood ini yang sudah berdiri selama dua tahun silam.

5.3.5 Pihak yang Paling Mempengaruhi Kunjungan

Keputusan yang dibuat oleh konsumen tidak semuanya diputuskan secara

individual. Terkadang konsumen memutuskan kegiatan pembeliannya

dikarenakan pengaruh yang didapatkan dari pihak lain. Keterangan mengenai pihak yang paling mempengaruhi kunjungan dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Pihak yang Paling Mempengaruhi Kunjungan tahun 2008

Pihak yang Paling Jumlah Responden Persentase

Mempengaruhi Kunjungan (orang) (%)

Kerabat 46 46 Anak 10 10 Teman 23 23 Pribadi 6 6 Rekan Bisnis 10 10 Orang Tua 5 5 Total 100 100

Sumber : Data Primer, Diolah 2008

Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 14, pihak yang paling

mempengaruhi kunjungan konsumen ke Rumah Makan Ikan Bakar Babe Naseri adalah kerabat dengan jumlah sebanyak 46 persen dan teman sebanyak 23 persen.

Hal ini desebabkan karena kerabat dekat atau teman dapat mempengaruhi seseorang dalam pembelian.

5.4 Evaluasi Alternatif (Jenis rumah makan yang dikunjungi dalam satu