BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
9. Karakteristik Metode Harga Pokok Proses
a. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar b. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama
c. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertetu.
10. Beban Pengiriman Penjualan
Beban pengiriman penjualan termasuk kategori beban operasional sebagaimana terlihat pada laporan laba/rugiberikut ini:
Perusahaan dagang ADIL
Laporan Laba/rugi unutk periode 2012 (1 Jan. s/d 31 Des) Sistem perpetual
Penjualan bruto Rp509.000.000
Retur penjualan Rp5.000.000 Pengurangan penjualan Rp23.000.000 Potongan penjualan Rp8.000.000
(-) Total pengurangan penjualan (Rp36.000.000)
Penjualan bersih Rp473.000.000
(-) Kas barang terjual (KBT) (Rp363.000.000)
Laba bruto Rp110.000.000
(-) Beban-beban operasional (beban pengiriman penjualan) (Rp85.000.000)
Laba bersih sebelum pajak Rp25.000.000
(-) Laba penghasilan (Rp1.870.000)
Laba bersih setelah pajak Rp23.130.000
(Warsono-bin-Hardono et al., 2013)
11 B. Hasil Penelitian Terdahulu
Bersumber pada penelitian terdahulu hingga pada unit ini akan menampilkan secara singkat perbandingan isi penelitian yang dulu dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis.
Tabel 1.1
Hasil Penelitian Terdahulu
Dimas Saputra Lili Murnilawati Galuh Fitri Nurcahya Judul “Analisis perhitungan
harga pokok produksi pada pabrik pembuatan tahu pak Darno Di
“Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing pada pabrik tahu
Pabrik Tahu Sari Langgeng Permasalahan Bagaimana perhitungan
harga pokok produk diterapkan pada usaha pembuatan tahu oleh
Bagaimana perhitungan harga pokok produk dengan metode full costing pada Pabrik Tahu Sari Langgeng?
Tujuan Penelitian
Untuk mengatahui dan menganalisis perhitungan harga pokok produk pada usaha pembuatan pabrik tahu Bapak Darno
Mendapatkan bukti nyata tentang perhitungan harga pokok produksi tahu pada pabrik Tahu Boy Medan
Menganalisis perhitungan harga pokok metode perusahaan dengan metode full costing
Metode Penelitian
Metode Studi kasus Metode studi kasus Metode Studi Kasus Hasil
Penelitian
Menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan
oleh peneliti
menunjukkan bahwa
meskipun belum
melakukan perhitungan biaya produksi usaha Tahu “Pak Darno” tidak dari perusahaan sudah cukup bagus dan tidak mengalami kerugian.
Untuk lebih baikmya lagi nanti kedepannya perusahaan sebaiknya menghitung harga pokok produksi
Perhitungan harga pokok produksi antara metode perusahaan dan metode full costing memiliki perbedaan.
Pada perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing harga pokok produk yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan perhitungan harga pokok produk dengan metode perusahaan.
12 keuntungan perhitungan
harga pokok produksi.
Sebaiknya untuk dimasa yang akan datang, perusahaan sebaiknya melakukan perhitungan harga pokok produksi, sehingga biaya produksi dapat diketahui dengan tepat, sehingga
Dalam melakukan perhitungan harga pokok produksinya ternyata sama yaitu dengan menggunakan metode full costing, berupa menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, setelah dijumlahkan akan mendapatkan hasil produksi yang mana hasil itu nanti akan dibagi dengan jumlah produksi tahu mereka masing-masing baru bisa mendapatkan hasil harga pokok produksi.
Adapun persamaan dan perbedaan dari penrlitian ini dan penelitian terdahulu, yaitu 1) Persamaan
a) Penelitian ini sama-sama membahas tentang perhitungan harga pokok produk
b) Objek yang diteliti disini mempunyai persamaan yaitu sama-sama melakukan penelitan tentang Pabrik Tahu
c) Untuk 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama tentang perhitungan harga pokok produk
2) Perbedaan
• Terdapat perbedaan antara judul penelitian dimana ada 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini membahas tentang perhitungan harga pokok produksi, sedangkan 1 penelitian terdahulu lagi
13 membahas tentang perhitungan harga pokok produk tetapi menggunakan metode full costing.
• Terdapat perbedaan ditujuan penelitian dimana 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini memiliki tujuan menganalisis ataupun memperhitungkan harga pokok produksi Pabrik Tahu, sedangkan 1 penelitian yang lain itu berupa menganalisis perhitunan harga pokok dengan metode Full Costing.
14
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan pendekatan penelitian
Pada penelitian yang dilakukan di Pabrik Tahu penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengguakan pendekatan deskriftif karena didalam penelitian ini penulis membuat penjabaran suatu keadaan objek yang diteliti berdasarkan data dan fakta kemudian diolah untuk menyajikan serta menganalisis berbagai data yang ditemukan sehingga nanti bisa ditarik kesimpulan.
B. Variabel Penelitian
Variabel yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah perhitungan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Muara Komam
C. Jenis dan sumber data 1. Jenis data
Jenis data terbagi 2, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ialah data berbentuk selain angka, data ini dikumpulkan dengan wawancara ataupun analisis dokumen, data yang didapat berupa sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan. Sedangkan kuantitatif merupakan data yang berwujud angka atau bilangan, seperti data pengeluaran dalam pembuatan tahu tersebut, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan daftar gaji karyawan. Didalam penelitian ini penulis menggunakan kedua datanya yang berupa informasi dan angka untuk dijadikan rumusan masalah. (Humas, 2018)
2. Sumber data
Sumber data ialah sebuah objek yang mana data ini diperoleh dalam penelitian yaitu sebagai berikut:
a. Data Primer adalah data yang didapatkan dari sumbernya. Dalam penelitian ini, data primer dihasilkan melalui wawancara dengan
15 bebepara pihak yang terkait dengan masalah yang akan diteliti.
Sumber data primer berupa informasi yang dihasilakan dari wawancara dengan karyawann Pabrik Tahu. Informasi yang didapatkan berupa sejarah singkat perusahaan serta struktur organisasi.
b. Data Sekunder merupakan data yang diperoleh dari hasil penulisan, buku, majalah keuangan dari suatu perusahaan yang tidak harus diolah kembali. Ini berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,biaya overhead pabrik serta daftar gaji karyawan.
D. Metode Pengumpulan Data
Teknik yang diterapkan penulis dalam mengumpulkan data ialah. (Puri, 2015)
1. Observasi
Dalam buku Sugiyono tentang metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (2012, hlm.145) yang berisi bahwa pemantauan berupa melakukan pengamatan secara langsung kelapangan untuk memperoleh data yang diinginkan.
2. Studi Kepustakaan
Studi ini ialah proses menelusuri beberapa sumber tertulis seperti buku, laporan, penelitian, jurnal dan juga yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3. Metode Dokumentasi
Peneliti harus melakukan analisis lewat media gambar, data, dokumen atau apapun yang ada ditempat tersebut yang bias didokumentasikan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode ini terhadap perhitungan, struktur organisasi serta pembagian tugas karyawan Pabrik Tahu.
16 4. Wawancara
Ialah Tanya jawab peneliti dengan narasumber yang melakukan percakapan untuk maksud tertentu. Penulis mewawancarai langsung pada karyawan pabrik tahu tetang data dan infromasi secara laangsung.
E. Teknik Analisis Data
Pada tahap ini langkah yang digunakan dalam proses analisis data sebagai berikut:
1. Mengumpulkan data-data mengenai biaya produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik
2. Menggolongkan biaya produksi sesuai dengan penggolongan yang seharusnya, sesuai dengan konsep akuntansi biaya.
3. Melakukan perhitungan penyusutan aktiva tetap 4. Melakukan perhitungan biaya overhead pabrik 5. Menghitung harga pokok produk
6. Melakukan perhitungan yang tepat terhadap biaya produksi 7. Membuat jurnal
a) Jurnal pembelian bahan baku
b) Jurnal pemakaian bahan baku dalam produksi c) Jurnal distribusi biaya tenaga kerja
d) Jurnal mencatat bahan penolong e) Jurnal biaya overhead pabrik
8. Membuat simpulan dan saran untuk Pabrik Tahu Muara Komam
17
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Perusahaan
Dulu sebelum mempunyai bisnis pabrik tahu ini Ibu Siti Aminah dulunya bekerja di pabrik tahu punya orang tetapi beliau mempunyai keinginan untuk mendirikan pabrik tahu sendiri. Setelah bebepara tahun menabung beliau ada sedikit modal untuk memulai usahnya sendiri. Pada tahun 1998 terwujud lah mimpi Ibu Siti Aminah mempunyai usaha tahu sendiri, tetapi saat itu karna awal-awal membangun usaha Ibu Siti Aminah tidak terlalu banyak mempunyai modal hanya sebesar ±50.000.000.
Pembangunannya bertempat di Jalan. Tj. – Kuaro RT 06 Muara Komam, Kec. Muara Komam, Kab. Paser. Memiliki 2 karyawan dengan omset per bulan rata-rata Rp83.700.000,00.
2. Struktur Organisasi
Merupakan salah satu unsur yang penting demi keberlangsungan sebuah perusahaan besar ataupun kecil dalam melaksakan tugas serta fungsinya masing-masing sesuai dengan jabatannya.
Bagan1.1 struktur organisasi pabrik tahu “Muara Komam”
Pemimpin Perusahaan
Karyawan Perusahaan 1. Muhammad Amin 2. Ahmad Sauqi
18 a) Pemimpin Perusahaan
Adalah orang yang bertanggung jawab atas semua kegiatan dalam sebuah perusahaan tersebut. Pemilik mempunyai hak dan wewenang untuk menetapkan kebijakan mengenai hal-hal yang akan dilakukan perusahaan tersebut.
b) Karwayan perusahaan
Adalah yang melakukan seluruh produksi pembuatan tahu dari awal sampai akhir.
3. Ketenagakerjaan
Jumlah tenaga kerja pada Pabrik Tahu Muara Komam berjumlah 2 orang
4. Perhitungan bahan-bahan dan peralatan yang digunakan a. Bahan-bahan yang digunakan
Bahan-bahan yang digunakan Pabrik Tahu Muara Komam dalam mengerjakan produksi ialah berupa:
Tabel 2.1
Perhitungan Bahan Baku Proses Produksi Pabrik Tahu “Muara Komam”
b.
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis Jenis Bahan
19 b. Peralatan yang digunakan
1) Mesing Penggiling Kedelai 2) Mesin Pompa Air
3) Drum
4) Kain Saringan 5) Kain Cetakan 6) Bak Memasak
7) Bak Memasukkan Obat (Cuka) 8) Cetakan Tahu
Tabel 2.2
Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”
Nama Aktiva Banyak Harga
Perolehan
Tanah 10.000.000 10.000.000
Bangunan 1 30.000.000 20 30.000.000
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
20 5. Proses Produksi
Ialah rangkaian kegiatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Dalam melaksanakan kegiatan produksi perusahaan ini ada beberapa tahapan produksinya yaitu:
a) Meanakar kacang kedelai sesuai takaran yang telah ditenatukan b) Kedelai direndam ± 6 jam
c) Kedelai dicuci hingga bersih d) Menggiling kedelai
e) Setelah itu kedelai dimasukkan kedalam wadah yang sudah berisi air panas sampai matang
f) Setelah matang, kemudaian disaring untuk memisahkan sari kedelai dan ampasnya
g) Setelah sari dan ampas terpisah lalu kemudian tambahkan air cuka sesuai kebutuhan
h) Setelah diberikan cuka, sari kedelai akan mengendap dan terpisah dengan air, kemudian airnya dibuang menggunakan selang
i) Setelah air dibuang, kedelai selanjutnya di cetak ketempat cetakan yang telah disediakan, kemudian ditindih batu ± 30 menit
j) Setelah tahu nya keras kemudian cetakan dibuka dan tahu nya dipotong-potong sesuai ukuran yang telah ditentukan
k) Setelah semuanya dipotong kemudian dimasukkan kedalam kaleng-kaleng yang telah dipersiapkan dan siap dipasarkan
6. Pemasaran produk
Proses produksi yang dilakukan Pabrik Tahu Muara Komam untuk daerah pemasaran produk Pabrik Tahu Muara Komam adalah diwilayah kecamatan dan juga kepasar-pasar terdekat.
7. Daftar Penjualan
Daftar penjualan tahu Pabrik Tahu “Muara Komam dapat dilihat pada table dibawah ini:
21 Tabel 2.3
Daftar Penjualan Pabrik Tahu “Muara Komam”
Produk Jumlah per
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis 8. Perhitungsan Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pada Pabrik Tahu “Muara Komam” tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi adalah dengan gaji perhari. Dimana disini 2 karyawan saling mengerjakan tugasnya masing-masing dalam produksi tahu tersebut yang sesuai dengan proses produksi
Tabel 2.4
Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Proses Produksi Tahu
Bagian Jumlah
Tenaga Kerja
Gaji Per Hari (Rp)
Jumlah Hari Total Biaya
Total Biaya Tenaga Kerja Langsung 250.000
9. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik
Mencakup seluruh biaya produksi yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Dalam hal ini biaya overhead pabrik yang dibebankan oleh Pabrik Tahu “Muara Komam” merupakan biaya sesungguhnya yang terjadi pada periode tertentu, yaitu sebagai berikut:
22 Tabel 2.5
Biaya Penolong Bulan Juni Nama
Pemakaian Biaya Overhead Pabrik Proses Produksi Tahu
Jenis Biaya Total
Biaya Listrik (500.000 ÷ 30) 16.666 Biaya Air ( 250.000 ÷ 30 ) 8.333
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
Laba rugi bruto pada produki tahu menurut Pabrik Tahu ‘Muara
23 10. Penggolongan biaya menurut Pabrik Tahu “Muara Komam”
Tabel 2.7
Penggolongan Biaya Pabrik Tahu “Muara Komam”
Golongan Biaya Produk Jenis
Biaya Bahan Baku Tahu Kedelai
Biaya Tenaga Kerja Langsung
*Gaji Karyawan
*Bagian Pemasaran
Biaya Overhead Pabrik *Biaya listrik & air
*Biaya Bahan Bakar
11. Penentuan harga pokok produk Pabrik Tahu “Muara Komam”
Berdasarkan penggolongan biaya yang disajikan oleh perusahaan, maka harga pokok produk pada Pabrik Tahu “Muara Komam” selama bulan juli dapat dilihat ditabel dibawah ini:
Tabel 2.8
Penentuan Harga Pokok Produk Pabrik Tahu “Muara Komam”
Keterangan Total
24 B. Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah meneliti penggolongan biaya perusahaan dari Pabrik Tahu “Muara Komam” ternyata belum sesuai dengan konsep akuntansi biaya. Untuk menghitung biaya produksi maka harus melakukan analisis kerja untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Sedangkan pada Pabrik Tahu “Muara Komam” hanya membebankan biaya non produksi yang dimasukkan kedalam biaya bahan baku sedangkan biaya overhead pabrik dan penyusutan belum dimasukkan, yang mana akan berdampak pada harga jual yang dibebankan.
1. Penggolongan Biaya Prosuksi Menurut Akuntansi Biaya
Pabrik Tahu “Muara Lomam” belum melakukan pencatatan dan penggolongan biaya secata tepat sebagai pembentuk harga pokok produk.
Penulis mengolongkan biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya produksi dan biaya non produksi selama proses produksi perusahaan.
Tabel 2.9
Penggolongan Biaya Yang Disarankan
No Jenis Biaya Keterangan
1 Biaya bahan baku Kedelai
2 Tenaga kerja langsung Gaji bagian produksi
3 Overhead pabrik *Tenaga Kerja Tidak
Langsung
*Penyusutan aktiva tetap
*Biaya listrik & air
*Biaya bahan penolong
*Bahan Bakar
25 2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Akuntansi Biaya
Pabrik Tahu Muara Komam belum melakukan penggolongan biaya produksi yang sesuai dengan konsep akuntansi biaya hal ini dapat menyebabkan harga pokok produk tidak efisien dan akan berpengaruh terhadap harga jual produk serta laba rugi yang dicapai. Adapun metode yang digunaka penulis dalam perhitungan harga pokok produksi yaitu metode Full Costing, Sedangkan metode pengumpulan harga pokok produksi adalah metode harga pokok proses. Berikut perhitungannya.
a) Perhitungan Biaya Bahan Baku
Tabel 3.1
Perhitungan Biaya Bahan Baku Pabrik Tahu “Muara Komam”
Bahan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis b) Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tabel 3.2
Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Pabrik Tahu “Muara Komam”
Tenaga kerja
26 c) Perhitungan Biaya Overhead Pabrik
Dalam melakukan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik harus menghitung biaya- biaya yang digunakan sebagai berikut:
1. Biaya Bahan Penolong Tabel 3.3
Bahan Penolong Pabrik Tahu “Muara Komam” Bulan Juni Nama
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis 2. Biaya Depresiasi Aktiva Tetap
Pabrik Tahu “Muara Komam menggunakan aktiva tetap dalam proses produksi yang perlunya depresiasi. Penulis memperhitungkan depresiasi aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus digunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak berpengaruh terhadap besar ataupun kecil volume produk atau jasa seperti untuk bangunan,mesin dan peralatan pabrik. Sedangkan untuk mesin pabrik menggunakan metode satuan jam kerja yang mana beban fitur aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode bersangkutan. Dalah hal ini diketahui bahwa mesin giling diperkirakan mampu bekerja 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun dan 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun.
27 Tabel 3.4
Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”
Juni Nama Aktiva Banyak Harga
Perolehan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
1) Biaya Penyusutan bangunan pabrik
Harga Perolehan – Nilai Residu Rumus =
28 2) Biaya Penyusutan mesin pabrik
Harga Perolehan – Nilai Residu
Rumus = × (Jam Kerja) Taksiran jam kerja
= Rp. 8.000.000 – 5.416.669 x 240 23.040
= Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900
Karena pada Mesin dipakai selama 240 jam, maka penyusutan mesin giling pada bulan Juni sebesar Rp.112.1237 × 240 jam =Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900
Tabel 3.5
Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”
No Aset Tetap Penyusutan / Tahun (Rp)
Penyusutan / Bulan (Rp) 1 Bangunan 1.500.000 125.000 2 Mesin Pabrik 26.900 2.241
29 Tabel 3.6
Perhitungan Penyusutan Peralatan Pabrik Tahu “Muara Komam”
Juni Jenis Peralatan Harga
Perolehan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
3. Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai
Penggunaan listrik Rp.500.000 dan air Rp.250.000 pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebesar Rp. 750.000
Jumlah listrik dan air = Rp. 750.000 =Rp25.000 Jumlah hari 30
Tabel 3.7
Biaya Overhead Pabrik Pabrik Tahu “Muara Komam
Jenis BOP (Rp) Total
Biaya Penyusutan 15.140
1. Biaya penyusutan bangunan (125.000 ÷ 30) 4.166 2. Biaya penyusutan mesin (2.241 ÷ 30) 896 3. Biaya penyusutan peralatan (302.346 ÷ 30) 10.078
Biaya listrik (500.000 ÷ 30) 16.666
Biaya Air (250.000 ÷ 30) 8.333
Bahan Penolong (80.000 ÷ 30) 2.666
30
Biaya bakar (3.600.000 ÷ 30) 120.000
Total per produksi 162.805
Dari tabel diatas menunjukkan BOP per produksi adalah sebesar Rp.
162.805
Tabel 3.8
Penentuan Harga Pokok Produksi Pabrik Tahu “Muara Komam”
Keterangan Total
Laba/rugi kotor per loyang pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebagai berikut:
Total biaya produksi = Rp. 1.562.805
Beban ongkos angkut penjualan = Rp. 10.000 Laba kotor per produksi = Rp. 1.127.195
12
Laba kotor per Loyang = Rp. 93.932
31 Tabel 3.9
Perbedaan Klasifikasi Biaya Porduksi dan elemen-elemen Pada Produk Tahu
Keterangan Perusahaan Disarankan
Klasifikasi Biaya Elemen-elemen 1.Biaya Bahan Baku
* Kedelai
*Biaya listrik & air
*Biaya bahan penolong
32 Tabel 4.1
Perbandingan Selisih Biaya Produksi Keterangan Perusahaan
Biaya Produksi 1.557.665 1.562.805 5.140
Tabel diatas menunjukkan perbedaan dihasil biaya produksi dengan selisih Rp5.140,00 dikarenakan perusahaan belum melakukan penyusutan bangunan, mesin dan peralatan sehingga perhitungan BOP untuk perusahaan tersebut belum sesuai dengan perhitungan akuntansi yang seharusnya.
Tabel 4.2
Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Produk Perusahaan (Rp) Penulis (Rp)
Tahu 129.805 130.233
Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga pokok produksi yang dihitung oleh pabrik dengan harga pokok produk yang dihitung oleh penulis. Karena untuk perusahaan belum melakukan penyusutan pada BOP seperti penyusutan bangunan, mesin dan peralatan dan lain-lain. Walapun perhitungan penulis lebih besar tetapi untuk yang perhitungan penulis sudah melakukan perhitungan BOP yang sesuai dengan konsep Akuntansi.
33 3. Jurnal
a) Jurnal pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000
Kas Rp. 1.160.000
b) Jurnal pemakian bahan baku dalam produksi
BDP-Biaya bahan baku Rp. 1.160.000
Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000
c) Jurnal distribusi biaya tenaga kerja
BDP-Biaya tenaga kerja langsung Rp. 240.000 BDP-Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 10.000
Gaji karyawan Rp. 250.000
d) Jurnal mencatat bahan penolong
Biaya overhead Rp. 80.000
Persediaan bahan penolong Rp.80.000 e) Jurnal BOP
BOP Rp. 172.805
Akum.peny. bangunan Rp. 4.166
Akum.peny.mesin giling Rp. 896
Akum.peny.peralatan Rp. 10.078
Ongkos angkut penjualan Rp. 10.000 Persediaan bahan penolong Rp. 2.666
Kas Rp. 145.000
34
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis pada perusahaan Pabrik Tahu “Muara Komam”, maka penulis menarik simpulan sebagai berikut:
1. Perusahaan tidak memasukkan penggolongan biaya yang tepat, seperti biaya ongkos amgkut penjualan masih dimasukkan kedalam biaya tenaga kerja langsung.
2. Perhitungan biaya produksi sudah sesuai dengan konsep akuntansi yaitu sudah memasukkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Akan tetapi tidak memasukkan biaya penyusutan aktiva tetap.
3. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi setelah sesuai dengan konsep akuntansi biaya, maka terjadi selisih perhitungan harga pokok produksi antara perusahaan dan penulis. Untuk perhitungan perusahaan lebih kecil dari pada perhitungan penulis, penyebab perusahaan belum melakukan penyusutan biaya overhead pabrik
4. Dalam melakukan perhitungan harga pokok produksinya ternyata sama yaitu dengan menggunakan metode full costing berupa, menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, setelah dijumlahkan akan mendapatkan hasil produksi yang mana hasil itu nanti akan dibagi dengan jumlah produksi tahu mereka masing-masing baru bisa mendapatkan hasil harga pokok produksi.
B. Saran
Adapun Saran yang diusulkan penulis kepada perusahaan Pabrik Tahu
“Muara Komam antara lain:
1. Penulis menyarankan perusahaan melakukan penggolongan biaya yang tepat sesuai dengan konsep akuntansi biaya, supaya perusahaan tidak salah
35 dalam menentukan harga jual dan menentukan keuntungan yang didapat perusahaan
2. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan biaya overhead pabrik seperti penyusutan aktiva tetap yang digunakan dalam proses produksi
3. Untuk kedepannya perusahaan harus lebih memperhatikan dalam melakukan perhitungan biaya produksi, seperti lebih berhati-hati dan teliti dalam memasukkan biaya-biaya pada perhitungan harga pokok produksi.
Karena kesalahan dalam perhitungan harga pokok produk berpengaruh pada harga jual produk, sedangkan harga jual menentukan pendapatan dari perusahaan. Pendapatan ini berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
4. Saran untuk Poliban sebaiknya memberikan lebih banyak pilihan untuk objek TA yang dekat dengan kampus agar Mahasiswa lebih mudah dalam mencari objek penelitian TA
5. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya harus diperhatikan dengan sangat teliti tentang objek yang dipilih agar tidak terjadi kekeliruan nanti dalam melakukan penelitian, harus diperhitungkan matang-matang dalam memilih objek TA yang diinginkan
36 DAFTAR PUSTAKA
Anggreani, S., Gede, I., & Adnyana, S. (2020). Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Sebagai Dasar Penetapan Harga Jual Pada UKM Tahu An Anugrah. 8(1).
Bayu, S. (2018). Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 4(80), 4.
Cindy Shelly Lumowa, Jantje J. Tinangon, A. W. (2020). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual. 15(1), 28–35.
Fidya Arie Pratama, F. M. (2018). Sistem Penentuan Harga Pokok Produksi melalui Pedekatan Variable Costing. April, 96–113.
Humas. (2018). Jenis-jenis data penelitian. Https://Penalaran-Unm.Org/.
https://penalaran-unm.org/jenis-jenis-data-penelitian/
Kasus, S., & Guna, A. (2021). Evaluasi Penerapan Job Order Costing dalam Penentuan Harga Pokok Produksi. 1(1).
Mulyadi. (2015). Pengertian Dan Tujuan Akuntansi Biaya. 8–24.
Murnilawati, L. (2017). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu Pada Pabriktahu Boy Medan. Skripsi.
Perkawinan, Ari, S. A.-Z., & Pekawinan, A. (2015). Pengertian Akuntansi Biaya. 22–
52.
Puri, S. W. (2015). Strategi Berbasis Menu Engineering Dalam Upaya Meningkatkan VOLUME Penjualan Menu Dessert. 48–55.
http://repository.upi.edu/21953/6/S_MIK_1103168_Chapter3.pdf Puspita, E., & Ak, M. (2018). Jurnal menggunakan Metode Variabel Costing