BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
9. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik
Mencakup seluruh biaya produksi yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Dalam hal ini biaya overhead pabrik yang dibebankan oleh Pabrik Tahu “Muara Komam” merupakan biaya sesungguhnya yang terjadi pada periode tertentu, yaitu sebagai berikut:
22 Tabel 2.5
Biaya Penolong Bulan Juni Nama
Pemakaian Biaya Overhead Pabrik Proses Produksi Tahu
Jenis Biaya Total
Biaya Listrik (500.000 ÷ 30) 16.666 Biaya Air ( 250.000 ÷ 30 ) 8.333
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
Laba rugi bruto pada produki tahu menurut Pabrik Tahu ‘Muara
23 10. Penggolongan biaya menurut Pabrik Tahu “Muara Komam”
Tabel 2.7
Penggolongan Biaya Pabrik Tahu “Muara Komam”
Golongan Biaya Produk Jenis
Biaya Bahan Baku Tahu Kedelai
Biaya Tenaga Kerja Langsung
*Gaji Karyawan
*Bagian Pemasaran
Biaya Overhead Pabrik *Biaya listrik & air
*Biaya Bahan Bakar
11. Penentuan harga pokok produk Pabrik Tahu “Muara Komam”
Berdasarkan penggolongan biaya yang disajikan oleh perusahaan, maka harga pokok produk pada Pabrik Tahu “Muara Komam” selama bulan juli dapat dilihat ditabel dibawah ini:
Tabel 2.8
Penentuan Harga Pokok Produk Pabrik Tahu “Muara Komam”
Keterangan Total
24 B. Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah meneliti penggolongan biaya perusahaan dari Pabrik Tahu “Muara Komam” ternyata belum sesuai dengan konsep akuntansi biaya. Untuk menghitung biaya produksi maka harus melakukan analisis kerja untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Sedangkan pada Pabrik Tahu “Muara Komam” hanya membebankan biaya non produksi yang dimasukkan kedalam biaya bahan baku sedangkan biaya overhead pabrik dan penyusutan belum dimasukkan, yang mana akan berdampak pada harga jual yang dibebankan.
1. Penggolongan Biaya Prosuksi Menurut Akuntansi Biaya
Pabrik Tahu “Muara Lomam” belum melakukan pencatatan dan penggolongan biaya secata tepat sebagai pembentuk harga pokok produk.
Penulis mengolongkan biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya produksi dan biaya non produksi selama proses produksi perusahaan.
Tabel 2.9
Penggolongan Biaya Yang Disarankan
No Jenis Biaya Keterangan
1 Biaya bahan baku Kedelai
2 Tenaga kerja langsung Gaji bagian produksi
3 Overhead pabrik *Tenaga Kerja Tidak
Langsung
*Penyusutan aktiva tetap
*Biaya listrik & air
*Biaya bahan penolong
*Bahan Bakar
25 2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Akuntansi Biaya
Pabrik Tahu Muara Komam belum melakukan penggolongan biaya produksi yang sesuai dengan konsep akuntansi biaya hal ini dapat menyebabkan harga pokok produk tidak efisien dan akan berpengaruh terhadap harga jual produk serta laba rugi yang dicapai. Adapun metode yang digunaka penulis dalam perhitungan harga pokok produksi yaitu metode Full Costing, Sedangkan metode pengumpulan harga pokok produksi adalah metode harga pokok proses. Berikut perhitungannya.
a) Perhitungan Biaya Bahan Baku
Tabel 3.1
Perhitungan Biaya Bahan Baku Pabrik Tahu “Muara Komam”
Bahan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis b) Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tabel 3.2
Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Pabrik Tahu “Muara Komam”
Tenaga kerja
26 c) Perhitungan Biaya Overhead Pabrik
Dalam melakukan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik harus menghitung biaya- biaya yang digunakan sebagai berikut:
1. Biaya Bahan Penolong Tabel 3.3
Bahan Penolong Pabrik Tahu “Muara Komam” Bulan Juni Nama
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis 2. Biaya Depresiasi Aktiva Tetap
Pabrik Tahu “Muara Komam menggunakan aktiva tetap dalam proses produksi yang perlunya depresiasi. Penulis memperhitungkan depresiasi aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus digunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak berpengaruh terhadap besar ataupun kecil volume produk atau jasa seperti untuk bangunan,mesin dan peralatan pabrik. Sedangkan untuk mesin pabrik menggunakan metode satuan jam kerja yang mana beban fitur aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode bersangkutan. Dalah hal ini diketahui bahwa mesin giling diperkirakan mampu bekerja 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun dan 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun.
27 Tabel 3.4
Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”
Juni Nama Aktiva Banyak Harga
Perolehan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
1) Biaya Penyusutan bangunan pabrik
Harga Perolehan – Nilai Residu Rumus =
28 2) Biaya Penyusutan mesin pabrik
Harga Perolehan – Nilai Residu
Rumus = × (Jam Kerja) Taksiran jam kerja
= Rp. 8.000.000 – 5.416.669 x 240 23.040
= Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900
Karena pada Mesin dipakai selama 240 jam, maka penyusutan mesin giling pada bulan Juni sebesar Rp.112.1237 × 240 jam =Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900
Tabel 3.5
Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”
No Aset Tetap Penyusutan / Tahun (Rp)
Penyusutan / Bulan (Rp) 1 Bangunan 1.500.000 125.000 2 Mesin Pabrik 26.900 2.241
29 Tabel 3.6
Perhitungan Penyusutan Peralatan Pabrik Tahu “Muara Komam”
Juni Jenis Peralatan Harga
Perolehan
Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis
3. Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai
Penggunaan listrik Rp.500.000 dan air Rp.250.000 pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebesar Rp. 750.000
Jumlah listrik dan air = Rp. 750.000 =Rp25.000 Jumlah hari 30
Tabel 3.7
Biaya Overhead Pabrik Pabrik Tahu “Muara Komam
Jenis BOP (Rp) Total
Biaya Penyusutan 15.140
1. Biaya penyusutan bangunan (125.000 ÷ 30) 4.166 2. Biaya penyusutan mesin (2.241 ÷ 30) 896 3. Biaya penyusutan peralatan (302.346 ÷ 30) 10.078
Biaya listrik (500.000 ÷ 30) 16.666
Biaya Air (250.000 ÷ 30) 8.333
Bahan Penolong (80.000 ÷ 30) 2.666
30
Biaya bakar (3.600.000 ÷ 30) 120.000
Total per produksi 162.805
Dari tabel diatas menunjukkan BOP per produksi adalah sebesar Rp.
162.805
Tabel 3.8
Penentuan Harga Pokok Produksi Pabrik Tahu “Muara Komam”
Keterangan Total
Laba/rugi kotor per loyang pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebagai berikut:
Total biaya produksi = Rp. 1.562.805
Beban ongkos angkut penjualan = Rp. 10.000 Laba kotor per produksi = Rp. 1.127.195
12
Laba kotor per Loyang = Rp. 93.932
31 Tabel 3.9
Perbedaan Klasifikasi Biaya Porduksi dan elemen-elemen Pada Produk Tahu
Keterangan Perusahaan Disarankan
Klasifikasi Biaya Elemen-elemen 1.Biaya Bahan Baku
* Kedelai
*Biaya listrik & air
*Biaya bahan penolong
32 Tabel 4.1
Perbandingan Selisih Biaya Produksi Keterangan Perusahaan
Biaya Produksi 1.557.665 1.562.805 5.140
Tabel diatas menunjukkan perbedaan dihasil biaya produksi dengan selisih Rp5.140,00 dikarenakan perusahaan belum melakukan penyusutan bangunan, mesin dan peralatan sehingga perhitungan BOP untuk perusahaan tersebut belum sesuai dengan perhitungan akuntansi yang seharusnya.
Tabel 4.2
Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Produk Perusahaan (Rp) Penulis (Rp)
Tahu 129.805 130.233
Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga pokok produksi yang dihitung oleh pabrik dengan harga pokok produk yang dihitung oleh penulis. Karena untuk perusahaan belum melakukan penyusutan pada BOP seperti penyusutan bangunan, mesin dan peralatan dan lain-lain. Walapun perhitungan penulis lebih besar tetapi untuk yang perhitungan penulis sudah melakukan perhitungan BOP yang sesuai dengan konsep Akuntansi.
33 3. Jurnal
a) Jurnal pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000
Kas Rp. 1.160.000
b) Jurnal pemakian bahan baku dalam produksi
BDP-Biaya bahan baku Rp. 1.160.000
Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000
c) Jurnal distribusi biaya tenaga kerja
BDP-Biaya tenaga kerja langsung Rp. 240.000 BDP-Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 10.000
Gaji karyawan Rp. 250.000
d) Jurnal mencatat bahan penolong
Biaya overhead Rp. 80.000
Persediaan bahan penolong Rp.80.000 e) Jurnal BOP
BOP Rp. 172.805
Akum.peny. bangunan Rp. 4.166
Akum.peny.mesin giling Rp. 896
Akum.peny.peralatan Rp. 10.078
Ongkos angkut penjualan Rp. 10.000 Persediaan bahan penolong Rp. 2.666
Kas Rp. 145.000
34
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis pada perusahaan Pabrik Tahu “Muara Komam”, maka penulis menarik simpulan sebagai berikut:
1. Perusahaan tidak memasukkan penggolongan biaya yang tepat, seperti biaya ongkos amgkut penjualan masih dimasukkan kedalam biaya tenaga kerja langsung.
2. Perhitungan biaya produksi sudah sesuai dengan konsep akuntansi yaitu sudah memasukkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Akan tetapi tidak memasukkan biaya penyusutan aktiva tetap.
3. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi setelah sesuai dengan konsep akuntansi biaya, maka terjadi selisih perhitungan harga pokok produksi antara perusahaan dan penulis. Untuk perhitungan perusahaan lebih kecil dari pada perhitungan penulis, penyebab perusahaan belum melakukan penyusutan biaya overhead pabrik
4. Dalam melakukan perhitungan harga pokok produksinya ternyata sama yaitu dengan menggunakan metode full costing berupa, menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, setelah dijumlahkan akan mendapatkan hasil produksi yang mana hasil itu nanti akan dibagi dengan jumlah produksi tahu mereka masing-masing baru bisa mendapatkan hasil harga pokok produksi.
B. Saran
Adapun Saran yang diusulkan penulis kepada perusahaan Pabrik Tahu
“Muara Komam antara lain:
1. Penulis menyarankan perusahaan melakukan penggolongan biaya yang tepat sesuai dengan konsep akuntansi biaya, supaya perusahaan tidak salah
35 dalam menentukan harga jual dan menentukan keuntungan yang didapat perusahaan
2. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan biaya overhead pabrik seperti penyusutan aktiva tetap yang digunakan dalam proses produksi
3. Untuk kedepannya perusahaan harus lebih memperhatikan dalam melakukan perhitungan biaya produksi, seperti lebih berhati-hati dan teliti dalam memasukkan biaya-biaya pada perhitungan harga pokok produksi.
Karena kesalahan dalam perhitungan harga pokok produk berpengaruh pada harga jual produk, sedangkan harga jual menentukan pendapatan dari perusahaan. Pendapatan ini berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
4. Saran untuk Poliban sebaiknya memberikan lebih banyak pilihan untuk objek TA yang dekat dengan kampus agar Mahasiswa lebih mudah dalam mencari objek penelitian TA
5. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya harus diperhatikan dengan sangat teliti tentang objek yang dipilih agar tidak terjadi kekeliruan nanti dalam melakukan penelitian, harus diperhitungkan matang-matang dalam memilih objek TA yang diinginkan
36 DAFTAR PUSTAKA
Anggreani, S., Gede, I., & Adnyana, S. (2020). Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Sebagai Dasar Penetapan Harga Jual Pada UKM Tahu An Anugrah. 8(1).
Bayu, S. (2018). Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 4(80), 4.
Cindy Shelly Lumowa, Jantje J. Tinangon, A. W. (2020). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual. 15(1), 28–35.
Fidya Arie Pratama, F. M. (2018). Sistem Penentuan Harga Pokok Produksi melalui Pedekatan Variable Costing. April, 96–113.
Humas. (2018). Jenis-jenis data penelitian. Https://Penalaran-Unm.Org/.
https://penalaran-unm.org/jenis-jenis-data-penelitian/
Kasus, S., & Guna, A. (2021). Evaluasi Penerapan Job Order Costing dalam Penentuan Harga Pokok Produksi. 1(1).
Mulyadi. (2015). Pengertian Dan Tujuan Akuntansi Biaya. 8–24.
Murnilawati, L. (2017). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu Pada Pabriktahu Boy Medan. Skripsi.
Perkawinan, Ari, S. A.-Z., & Pekawinan, A. (2015). Pengertian Akuntansi Biaya. 22–
52.
Puri, S. W. (2015). Strategi Berbasis Menu Engineering Dalam Upaya Meningkatkan VOLUME Penjualan Menu Dessert. 48–55.
http://repository.upi.edu/21953/6/S_MIK_1103168_Chapter3.pdf Puspita, E., & Ak, M. (2018). Jurnal menggunakan Metode Variabel Costing
37 penentuan harga jual produk Tahu Takwa. 02(02).
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajatana berorientasi standart proses pendidikan.
jakarta : Kencana. 6(1), 53–62.
Satria, H. (2017). Penerapan Metode Activity Based Costing Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi. 2(2), 92–101.
Sinaga, A. A., Studi, P., Ekonomi, S., & Peternakan, F. (2015). Analisis penentuan harga pokok produksi susu segar.
Sylvia, R. (2018). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Full Costing & Variabel Costing. 12(1).
v. M. buyanov. (2015). Pengertian Biaya. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 8–26.
Warsono-bin-Hardono, S., Candrasari, R., & Irene Natalia. (2013). Akuntansi Pengantar 1. Diandra Primamitra.
38 LAMPIRAN-LAMPIRAN
39
40
41
42
43
44 DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Akhmad Sabirin
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Tempat dan Tanggal Lahir Banjarmasin, 23 Desember 1999
4 Alamat Jl. Sungai Gatal Rt 02 Rw 02
5 NIM D010318034
6 Program Studi D3 Akuntansi
7 Alamat E-mail [email protected]
8 Nomor Telepon/HP 081545057120
9 Nama Ayah Mahlani
10 Nama Ibu Misnawati
B. Riwayat Pendidikan
Nama Sekolah Kota Tahun Lulus
SD SDN 2 Haruyan Seberang Barabai 2012
SMP MTs. NU Haruyan Barabai 2015
SMA SMAN 2 Barabai Barabai 2018
C. Organisasi yang Pernah Diikuti
No Nama Organisasi Jabatan Tahun
1 Ekstrakurikuler Futsal Peserta 2017
2
45 D. Kegiatan Kemahasiswaan yang Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Tempat dan Waktu Status dalam
Kegiatan
1 OKKMB Politeknik Negeri Banjarmasin,
7-10 Agustus 2018 Peserta
2 Bina Desa dan Malam Keakraban Jurusan Akuntansi
Pantai Asmara, 8-9 September
2018 Peserta
3
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan TK Tunas Muda Banjarmasin
TK Tunas Muda Banjarmasin,
20 Desember 2018 Peserta
4 Seminar Public Speaking Politeknik Negeri Banjarmasin,
6 April 2019 Peserta
5
Ummah Goes To Campus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, 12 Oktober 2019
Peserta
6 Sertifikasi Pelatihan Teknisi Akuntansi Madya
Gedung Akuntansi Poliban, 1-2
Juni 2021 Peserta
E. Prestasi/Penghargaan yang Pernah Diraih
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya
Tertanda,
Akhmad Sabirin
46
47
48
49
50
51 Foto Dokumentasi Sidang TA