• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PABRIK TAHU MUARA KOMAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PABRIK TAHU MUARA KOMAM"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PABRIK TAHU MUARA KOMAM

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi Akuntansi

Oleh:

Akhmad Sabirin D010318034

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

2021

(2)

ii

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PABRIK TAHU MUARA KOMAM

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi Akuntansi

Oleh:

Akhmad Sabirin D010318034

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

2021

(3)

iii

(4)

iv

PENGESAHAN TUGAS AKHIR

(5)

v

(6)

vi

MOTTO

JANGAN MALAS, SEMUA ORANG BISA JADI APA YANG DIINGINKAN ASALKAN RAJIN DAN JANGAN MENGELUH

(7)

vii

KATA PERSEMBAHAN

Tugas Akhir ini penulis persembahnkan untuk:

1. Allah SWT yang senantiasa memberikan karunia dan hikmah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi penulis.

2. Kedua orang tua, saudara, sertakeluarga besar yang selalu menjadi penyemangat dan selalu memberikan dukungan dalam bentuk doa kepada penulis.

3. Diri sendiri yang tetap bertahan, terus berjuang tetap berusahan dan tidak pernah menyerah hingga saat ini

4. Dosen Akuntansi yang telah memberikan ilmu yang berharga dan membimbing penulis selama studi.

5. Teman-teman keluarga besar Akuntansi B Angkatan 2018 yang telah bersama dan menemani serta memberikan dukungan kepada penulis.

6. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

Banjarmasin, Agustus 2021

Penulis

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Puji syukur atas ke hadirat Allah SWT, atas berkat rahmat, taufk dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Perhitungan Harga Pokok Produk Pabrik Tahu Muara Komam” ini dengan baik sesuai dengan waktu yang ditentukan. Adapun Tugas Akhir ini dibuat untuk memenuhi syarat dan menyelesaikan program pendidikan Diploma III pada Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin.

Dalam pembuatan Tugas Akhir dapat disusuan atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak baik dalam bentuk langsung maupun tidak langsung, maka pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepada:

1. Orangtua yang telah memberikan doa setiap saat dan selalu memberikan motivasi

2. Bapak Joni Riadi, ST, MT, selaku Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin 3. Ibu Nailiya Hikmah, S.Pd,M.Pd selaku Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik

Negeri Banjarmasin

4. Ibu Putriana Salman, SE, AK, M.SA selaku dosen Pembimbing I yang sangat sabar dalam menangani penulis atas Tugas Akhir ini

5. Bapa Julkawait, SE, MM selaku dosen Pembimbing II yang dengan teliti membimbing penulis dalam sistematika penulisan Tugas Akhir ini

6. Dosen-dosen pengajar dan satf jurusan Akuntansi Politeknik Banjarmasin

(9)

ix 7. Ibu Siti Aminah selaku Pimpinan dan seluruh karyawan Pabrik Tahu Muara Komam yang telah membantu dan memberikan izin untuk dilaksanakannya Tugas Akhir ini

8. Semua teman-teman Kelas D3 B Akuntansi Angkatan 2018. Terima kasih atas kebersamaan, suka, duka, haru, dan tawa selama masa-masa perkuliahan

Penulis berharap semoga bantuan dan segala dukungan yang diberikan oleh semua pihak sebagai amal kebajikan serta memperloeh pahala dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa Laporan ini memiliki keterbatasan dan sangat jauh dari kesempurnaan. Terlepas dari semua itu semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Banjarmasin 2021

Penulis

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

NOTA DINAS ... iii

PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN ... v

MOTTO ... vi

KATA PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

ABSTRAK ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Permasalahan... 3

C. Rumusan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 3

E. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

(11)

xi

A. Landasan Teori ... 4

1. Pengertian Akuntansi Biaya ... 4

2. Tujuan Akuntansi Biaya ... 5

3. Pengertian Akuntansi Biaya ... 5

4. Penggolongan Biaya ... 6

5. Pengertian Harga Pokok Produksi ... 8

6. Unsur-Unsur Biaya Produksi ... 8

7. Metode Perhitungan Harga Pokok Produksi ... 9

8. Metode Pengumpulan Harga Pokok Produksi ... 9

9. Karakteristik Metode Harga Pokok Proses ... 10

B. Hasil Penelitian Terdahulu ... 11

BAB III METODE PENELITIAN... 14

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian... 14

B. Variabel Penelitian ... 14

C. Jenis dan Sumber Data ... 14

D. Metode Pengumpulan Data ... 15

E. Teknik Analisis Data ... 16

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 17

A. Hasil Penelitian ... 17

1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 17

2. Struktur Organisasi ... 16

3. Ketenagakerjaan ... 18

4. Perhitungan Bahan-Bahan dan Peralatan Yang Digunakan ... 18

5. Proses Produksi ... 20

6. Pemasaran Produksi... 20

7. Daftar Penjualan ... 20

8. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung ... 21

(12)

xii

9. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik ... 21

10. Penggolongan Biaya Menurut Pabrik Tahu Muara Komam………. 23

11. Penentuan Harga Pokok Produksi Pabrik Tahu Muara Komam... 23

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 24

1. Penggolongan Biaya Produksi Menurut Penulis ... 24

2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Penulis ... 25

3. Jurnal ... 33

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 34

A. Simpulan ... 34

B. Saran ... 34

DAFTAR PUSTAKA ... 36

DAFTAR LAMPIRAN ... 38

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Hasil Penelitian Terdahulu ... 11

Tabel 2.1 Perhitungan Bahan Baku Proses Produksi Tahu Muara Komam ... 18

Tabel 2.2 Daftar Aktiva Teteap Pabrik Tahu Muara Komam ... 19

Tabel 2.3 Daftar Penjualan Pabrik Tahu Muara Komam ... 21

Tabel 2.4 Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Proses Produksi Tahu ... 21

Tabel 2.5 Biaya Penolong Bulan Juli ... 22

Tabel 2.6 Pemakaian Biaya Overhead Pabrik Proses Produksi ... 22

Tabel 2.7 Penggolongan Biaya Pabrik Tahu Muara Komam ... 23

Tabel 2.8 Penentuan Harga Pokok Produksi Pabrik Tahu Muara Komam ... 23

Tabel 2.9 Penggolongan Biaya Yang Disarankan... 24

Tabel 3.1 Perhitungan Biaya Bahan Baku Pabrik Tahu Muara Komam ... 25

Tabel 3.2 Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Pabrik Tahu Muara Komam ... 25

Tabel 3.3 Bahan Penolong Pabrik Tahu Muara Komam Bulan Juni ... 26

(14)

xiv

Tabel 3.4 Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu Muara Komam ... 28

Tabel 3.5 Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik Tahu Muara Komam ... 28

Tabel 3.6 Perhitungan Penyusutan Peralatan Pabrik Tahu Muara Komam ... 29

Tabel 3.7 Biaya Overhead Pabrik Pabrik Tahu Muara Komam ... 29

Tabel 3.8 Penentuan Harga Pokok Produk Pabrik Tahu Muara Komam ... 30

Tabel 3.9 Perbedaan Klasifikasi Biaya Produksi dan Elemen-elemen Pada Produk Tahu ... 31

Tabel 4.1 Perbandingan Selisih Biaya Produksi……… 32

Tabel 4.2 Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produk ... 32

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Surat Balasan Izin Penelitian ... 37

Lembar Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing 1 ... 38

Lembar Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing 2 ... 40

Daftar Riwayat Hidup ... 41

Lembar Saran Penguji 1 Seminar Proposal ... 44

Lembar Saran Penguji 2 Seminar Proposal ... 45

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ... 46

Denah Perusahaan ... 47

Gambar Produk Tahu ... 48

Gambar Aktiva Tetap Mesin Giling Kedelai ... 49

(16)

xvi

ABSTRAK

Akhmad Sabirin (D010318034). Perhitungan Harga Pokok Produk Pada Pabrik Tahu Muara. Muara Komam RT 06 Kec. Muara Komam, Kab. Paser Tahun 2017-2020. Tugas Akhir, Program Studi D3 Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Banjarmasin, Tahun 2021.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perhitungan harga pokok produksi yang sesuai dengan konsep akuntansi pada Pabrik Tahu Muara Komam

Kerangka pemikiran penelitian ini adalah perhitungan harga pokok produksi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan. Perhitungan harga pokok produk pada Pabrik Tahu Muara Komam masih belum sesuai dengan konsep akuntansi biaya, karena perusahaan belum memperhitungkan biaya overhead pabrik seperti penyusutan aktiva tetap dan penyusutan peralatan.

Dari hasil penelitian ini terdapat perbedaan perhitungan harga pokok produksi, untuk perhitungan menurut perusahan sebesar Rp129.805,00 sedangkan perhitungan harga pokok produk menurut penulis sebesar Rp131.067,00 karena untuk perhitungan penulis sudah melakukan perhitungan BOP yang sesuai dengan konsep Akuntansi.

Kata kunci: Harga Pokok Produksi, Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Pabrik, Perhitungan Harga Pokok Produk

(17)

xvii

ABSTRACT

Akhmad Sabirin (D010318034). Calculation of the Cost of Products at the Muara Tofu Factory. Muara Komam RT 06 Kec. Muara Komam, Kab. Paser Year 2017-2020. Final Project, D3 Accounting Study Program, Accounting Department, Banjarmasin State Polytechnic, 2021.

The purpose of this study was to find out how to calculate the cost of goods in accordance with the accounting concept at the Muara Komam Tofu Factory

The framework of this research is the calculation of the cost of production in accordance with the characteristics of the company. The calculation of the cost of products at the Muara Komam Tofu Factory is still not in accordance with the concept of cost accounting, because the company has not taken into account factory overhead costs such as depreciation of fixed assets and depreciation of equipment.

From the results of this study there are differences in the calculation of the cost of production, for the calculation according to the company of Rp129,805,00 while the calculation of the cost of the product according to the author is Rp131,067,00 because for the calculation the author has done the calculation of the BOP in accordance with the accounting concept.

Keywords: Cost of Production, Raw Material Costs, Direct Labor Costs, Factory Overhead Costs, Calculation of Product Cost

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan indsutri di dunia sangat pesat peningkatannya akibatnya menimbulkan persaingan ketat diantara perusahaan ataupun industry yang menghasilkan produk berkualitas. Harga pokok produksi adalah hal sangat penting bagi perusahaan menufaktur dalam mengelola suatu produk, karena harga pokok produk ialah dasar untuk menentukan harga jual kepada konsumen.

(Fidya Arie Pratama, 2018)

Perkembangan sering kali didorong oleh sebuah keinginan untuk memperluas pasar, baik berupa perluasan dari sudut konsumen maupun daerah pemasaran yang harus dijangkau oleh perusahaan serta para pesaing yang harus dihadapi. Harga pokok produk ialah biaya yang berkaitan antara barang yang diperoleh yang mana terdapat unsur biaya produk berupa biaya bahan baku, BTKL, BOP. (Satria, 2017)

Persaingan yang ketat memaksa perusahaan untuk mempunyai sebuah cara agar dapat mempertahankan kelangsungan usahanya, oleh karena itu perusahan dituntut lebih berinovatif dan punya strategi yang tepat agar mampu bersaing.

Setiap perusahaan bertujuan agar menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Peran perhitungan harga pokok produksi dan perhitungan harga jual sangat dibutuhkan sebagaimana dengan persaingan perusahaan dalam menetapkan harga jual produk dengan suatu perusahaan yang bergerak dibidang yang sama.

(Cindy Shelly Lumowa, Jantje J. Tinangon, 2020)

Harga pokok produk merupakan semua biaya yang saling berkaitan dengan produk/barang yang diperoleh, yang mana di dalamnya terdapat unsur biaya produk berupa biaya bahan baku, BTKL, serta biaya overhead pabrik.

Harga pokok produksi meliputi semua biaya dan pengorbanan yang perlu dikeluarkan & dilakukan agar menghasilkan produk jadi. Selain untuk dasar

(19)

2 menentukan harga jual, perhitungan HPP sangat bermanfaat untuk mengevaluasi apakah perusahaan sudah berproduksi secara efisien. (Sylvia, 2018)

Akuntansi biaya dalam menentukan harga pokok produk ini berperan untuk menetapkan serta menganalisis dan juga melaporkan biaya yang mendukung laporan keuangan sehingga didapatkan data yang wajar ataupun sebenarnya.

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan harus digolongkan serta harus dicatat dengan sebenarnya, agar memungkinkan perhitungan harga pokok produk secara lebih teliti. (Murnilawati, 2017)

Pabrik Tahu Muara Komam yang bertempat Jalan Tj. - Kuaro, Muara Komam, Kecamatan Muara Komam, kabupaten Paser RT 06 RW 01 merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi. Pada aktivitas perusahaan ini banyak biaya-biaya yang terjadi di dalamnya, salah satunya biaya produksi dan biaya non produksi sehingga perlu adanya penggolongan biaya yang tepat.

Menurut industry rumahan ini biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Namun perusahaan belum melakukan pencatatan dan mengklasifikasikan biaya secara tepat dan kadang ada kesalahan pengalokasian seperti biaya ongkos angkut penjualan dimasukkan ke dalam biaya tenaga kerja langsung dan belum melakukan perhitungan biaya overhead pabrik secara tepat.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengambil judul:

“Perhitungan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Muara Komam”

(20)

3 B. Permasalahan

Pabrik Tahu Muara Komam belum melakukan penggolongan biaya produksi yang sesuai dengan konsep akuntansi biaya hal ini dapat menyebabkan harga pokok produk tidak efisien dan akan berpengaruh terhadap harga jual produk serta laba rugi yang dicapai. Penulis memberi batasan masalah pada penggolongan serta perhitungan biaya produksi hanya pada perhitungan harga pokok produksi tahu per loyang.

C. Rumusan masalah

Pada latar belakang yang sudah dijelaskan penulis maka dapat disimpulkan permasalahan dalam penelitian ini adalah, Bagaimana perhitungan harga pokok produksi yang sesuai dengan akuntansi biaya pada Pabrik Tahu Muara komam?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin diketahui oleh Penulis adalah mengetahui perhitungan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Muara Komam.

E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang harga pokok produksi pada industry untuk membandingkan teori yang didapat selama perkuliahan dengan mempraktekkan secara langsung.

2. Bagi Pembaca

Penelitian Tugas Akhir ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran guna memperluas wawasan pembaca serta menjadi informasi tentang perhitungan harga pokok produksi.

3. Bagi Pabrik Tahu

Penelitian ini dapat dijadikan sebuah pertimbangan dalam menentukan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual produk.

(21)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya memiliki peran inti untuk manajemen perusahaan untuk mempunyai pemahaman berupa penetapan harga pokok atau produk yang dihasilkan. Hal seperti ini akan membuat peningkatan serta mempertahankan kualitas produk yang mana secara tidak langsung menjamin sebuah kelancaran penerimaan pendapatan atas laba yang dihasulkan dari penjualan. (Mulyadi, 2015)

“Akuntansi biaya ialah sebuah proses pencatatan, peringkasan, penggolongan, penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk/jasa, dengan suatu proses tertentu dan juga penafsiran terhadapnya”. (Mulyadi 2015:7)

“Akuntansi biaya ialah menyempurnakan manajemen dengan alat yang diperlukan untuk sebuah aktivitas dari pengendalian ataupun perencanaan, memperbaiki kualitas dan efisien, dan juga membuat sebuah keputusan yang bersifat rutin maupun tragis. (Carter 2015:11)

“Akuntansi biaya yaitu informasi berupa biaya produks untuk kepentingan manajemen perusahaan industry, meliputi bahan baku, BTKL,

& biaya overhead pabrik, penjualan serta penyimpanan produk jadi”.

(Sujarweni 2015:12)

Dari pengertian diatas yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi biaya ialah sumber informasi tentang biaya- biaya yang dikeluarkan agar menghasilkan sebuah produk dan biaya penjualan yang merupakan media penyedia informasi bagi perusahaan, yang mana informasi itu ialah dasar perencanaan dan pengabilan keputusan dari pihak manajemen dan juga pihak luar perusahaan dalam mengalokasikan

(22)

5 sumber ekonomi sebuah perusahaan agar usahanya mampu menghasilkan keuntungan yang diinginkan.

2. Tujuan Akuntansi Biaya

Menurut Sujarweni (2015:3) (Mulyadi, 2015) ada 3 tujuan Akuntansi biaya, yaitu:

a. Penentuan Harga Pokok Produk

Tujuannya menentukan harga pokok produk yang digunakan perusahaan untuk menentukan besarnya laba yang didapat dan juga harga jual.

b. Perencanaan Biaya & pengendalian biaya Tujuannya sebagai perencanaan biaya.

c. Pengambilan keputusan khusus

Tujuannya untuk mengambil keputusan dengan pemilihan berbagai tindakan alternative, misalnya:

1) Menerima atau menolak pesanan dari konsumen 2) Memproduksi produk baru

3) Mengembangkan produk

4) Membeli ataupun membuat sendiri

5) Manjual langsung atau memproses lebih lanjut

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang mempelajari tentang cara mencatat, mngukur, serta melaporkan informasi biaya yang digunakan.

3. Pengertian Biaya

“Mendefinisikan biaya sebagai suatu pengrobanan sumber ekonomi yang diukur dengan uang, agar mendapatkan suatu barang atau jasa yang mana diharapkan dapat mendatangkan keuntungan atau manfaat pada saat itu maupun di masa yang akan datang”. (Perkawinan et al., 2015)

Ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya, yaitu:

(23)

6 a. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi

b. Diukur dalam satuan uang

c. Yang telah terjadi atau yang secara potensial terjadi d. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu

4. Penggolongan Biaya

Menurut “Mulyadi” (Bayu, 2018) terdapat berbagai macam cara penggolongan biaya, yaitu:

a. Objek Pengeluaran

Untuk cara menggolongkan ini, nama objek nya merupakan dasar penggolongan biaya. Contohnya nama objek pengeluaran ialah “ bahan bakar”

b. Fungsi pokok dalam perusahaan

Dalam perusahan indsutri, ada 3 fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi & umum. Maka dari itu perusahaan manufaktur, biaya bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1) Biaya produksi

Untuk pengolahan bahan baku jadi produk jadi yang siap untuk djual.

2) Biaya Pemasaran

Untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.

3) Biaya administrasi & umum

Untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

c. Hubungan Biaya dengan sesuatu yang dibiayai

Sesuatu yang dibiayai yang berupa produk atau departemen.

Dalam hubungnnya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dikelompokkan menjadi dua golongan. (v. M. buyanov, 2015)

(24)

7 1. Biaya Langsung (Direct cost)

Ialah biaya yang terjadi, yang mana penyebab satu-satunya ialah sebab ada sesuatu yang dibiayai. Jika yang dibiayai tidak ada maka biaya langsung ini tidak akan terjadi.

2. Biaya Tidak Langsung (Inderect Cost)

Ialah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh suatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut sebagai istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost).

d. Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas

Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi: (Sinaga et al., 2015)

1. Biaya Variabel

Merupakan biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

2. Biaya Semivariabel

Merupakan biaya yang barubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variable.

3. Biaya semifixed

Merupakan biaya yang tetap untuk tingkat volume sebuah kegiatan tertentu serta berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

4. Biaya Tetap

Merupakan biaya yang jumlah totalnya tetap dengan kisaran volume kegiatan tertentu.

(25)

8 e. Jangka Waktu dan Manfaatnya

Biaya untuk jangka waktu pemanfaattannya, dibagi menjadi 2:

1. Pengeluaran Modal

Ialah biaya yang memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

2. Pengeluaran Pendapatan

Ialah biaya yang mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.

5. Pengertian Harga Pokok Produksi

“Ialah beban barang yang dibeli agar diproses hingga selesai, dari sebelum maupun selama periode akuntansi berjalan. Seluruh biaya ini adalah biaya persediaan yang berupa semua biaya produk yang dipastikan sebagai aktiva dineraca ketika terjadi baru setelah itu menjadi harga pokok penjualan setelah barang tersebut djual. (Kasus & Guna, 2021)

6. Unsur-Unsur Biaya Produksi a. Biaya Bahan Baku

Ialah biaya perolehan seluruh bahan yang akhirnya menjelma menjadi belahan objek biaya dan yang bisa ditelusuri ke objek biaya dengan cara ekonomis.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Ialah biaya yang dibayarkan untuk tenaga kerja langsung. Yang mana meliputi seluruh kompensasi atas seluruh tenaga kerja manufaktur yang bisa ditelusur ke objek biaya secara ekonomis.

c. Biaya Overhead Pabrik

Ialah semua biaya manufaktur yang terikat dengan objek biaya tapi tidak bisa ditelusuri objek biaya secara ekonomis. Adapun contoh biaya overhead pabrik antara lain:

1) Biaya tenaga kerja tidak langsung 2) Biaya bahan penolong

(26)

9 3) Biaya reserpasi dan pemeliharaan mesin pabrik

7. Metode Perhitungan Harga Pokok Produksi a. Metode full costing

Ialah metode menentukan kos produksi yang memperhitungkan seluruh unsur biaya produksi kedalam kos produksi. (Anggreani et al., 2020)

Biaya Bahan Baku xxx

BTKL xxx

Biaya overhead pabrik tetap xxx Biaya overhead pabrik variable xxx + Jumlah harga pokok produksi xxx b. Metode variable costing

Kos produksi menurut metode variable costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut: (Puspita & Ak, 2018)

Biaya Bahan Baku xxx

BTKL xxx

BOP Variabel xxx +

Harga Pokok Produksi xxx

8. Metode pengumpulan harga pokok produksi a. Metode Harga Pokok Pesanan (Sanjaya, 2016)

“Metode Produksi disatukan agar pesanan tertentu dan harga pokok produk persatuan dihitung berupa membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dijumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan”

b. Metode Harga Pokok Proses

“Biaya produksi dijumlahkan ditiap langkah untuk setiap jangka waktu tertentu, serta biaya produksi satuan mencarinya berupa

(27)

10 membagi total biaya produksi disuatu proses tertentu untuk tiap periode tertentu dengan jumlah satuan produk yang memberikan hasil dari suatu proses dalam jangka waktu yang bersangkutan.

9. Karakteristik Metode Harga Pokok Proses

a. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar b. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama

c. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertetu.

10. Beban Pengiriman Penjualan

Beban pengiriman penjualan termasuk kategori beban operasional sebagaimana terlihat pada laporan laba/rugiberikut ini:

Perusahaan dagang ADIL

Laporan Laba/rugi unutk periode 2012 (1 Jan. s/d 31 Des) Sistem perpetual

Penjualan bruto Rp509.000.000

Retur penjualan Rp5.000.000 Pengurangan penjualan Rp23.000.000 Potongan penjualan Rp8.000.000

(-) Total pengurangan penjualan (Rp36.000.000)

Penjualan bersih Rp473.000.000

(-) Kas barang terjual (KBT) (Rp363.000.000)

Laba bruto Rp110.000.000

(-) Beban-beban operasional (beban pengiriman penjualan) (Rp85.000.000)

Laba bersih sebelum pajak Rp25.000.000

(-) Laba penghasilan (Rp1.870.000)

Laba bersih setelah pajak Rp23.130.000

(Warsono-bin-Hardono et al., 2013)

(28)

11 B. Hasil Penelitian Terdahulu

Bersumber pada penelitian terdahulu hingga pada unit ini akan menampilkan secara singkat perbandingan isi penelitian yang dulu dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis.

Tabel 1.1

Hasil Penelitian Terdahulu

Dimas Saputra Lili Murnilawati Galuh Fitri Nurcahya Judul “Analisis perhitungan

harga pokok produksi pada pabrik pembuatan tahu pak Darno Di Samarinda”

“Perhitungan harga pokok produksi tahu pada pabrik tahu Boy Medan”

“Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing pada pabrik tahu Sari Langgeng”

Institusi yang diteliti

Pabrik Tahu Pak Darno di Samarinda

Pabrik Tahu Boy Medan

Pabrik Tahu Sari Langgeng Permasalahan Bagaimana perhitungan

harga pokok produk diterapkan pada usaha pembuatan tahu oleh home industry Bapak Darno ?

Bagaimana

perhitungan harga pokok produ7ksi pabrik tahu Boy Medan ?

Bagaimana perhitungan harga pokok produk dengan metode full costing pada Pabrik Tahu Sari Langgeng?

Tujuan Penelitian

Untuk mengatahui dan menganalisis perhitungan harga pokok produk pada usaha pembuatan pabrik tahu Bapak Darno

Mendapatkan bukti nyata tentang perhitungan harga pokok produksi tahu pada pabrik Tahu Boy Medan

Menganalisis perhitungan harga pokok metode perusahaan dengan metode full costing

Metode Penelitian

Metode Studi kasus Metode studi kasus Metode Studi Kasus Hasil

Penelitian

Menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan

oleh peneliti

menunjukkan bahwa

meskipun belum

melakukan perhitungan biaya produksi usaha Tahu “Pak Darno” tidak mengalami kerugian.

Hanya untuk

memaksimalkan

Perhitungan yang telah dilakukan peneliti menyatakan bahwa perhitungan dari perusahaan sudah cukup bagus dan tidak mengalami kerugian.

Untuk lebih baikmya lagi nanti kedepannya perusahaan sebaiknya menghitung harga pokok produksi

Perhitungan harga pokok produksi antara metode perusahaan dan metode full costing memiliki perbedaan.

Pada perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing harga pokok produk yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan perhitungan harga pokok produk dengan metode perusahaan.

(29)

12 keuntungan perhitungan

harga pokok produksi.

Sebaiknya untuk dimasa yang akan datang, perusahaan sebaiknya melakukan perhitungan harga pokok produksi, sehingga biaya produksi dapat diketahui dengan tepat, sehingga keuntungan yang

diperoeh dapat

dimaksimalkan

sehingga dapat mengetahui secara tepat keuntungan yang akan datang

Dalam melakukan perhitungan harga pokok produksinya ternyata sama yaitu dengan menggunakan metode full costing, berupa menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, setelah dijumlahkan akan mendapatkan hasil produksi yang mana hasil itu nanti akan dibagi dengan jumlah produksi tahu mereka masing- masing baru bisa mendapatkan hasil harga pokok produksi.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penrlitian ini dan penelitian terdahulu, yaitu 1) Persamaan

a) Penelitian ini sama-sama membahas tentang perhitungan harga pokok produk

b) Objek yang diteliti disini mempunyai persamaan yaitu sama-sama melakukan penelitan tentang Pabrik Tahu

c) Untuk 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama tentang perhitungan harga pokok produk

2) Perbedaan

• Terdapat perbedaan antara judul penelitian dimana ada 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini membahas tentang perhitungan harga pokok produksi, sedangkan 1 penelitian terdahulu lagi

(30)

13 membahas tentang perhitungan harga pokok produk tetapi menggunakan metode full costing.

• Terdapat perbedaan ditujuan penelitian dimana 2 penelitian terdahulu dan penelitian saat ini memiliki tujuan menganalisis ataupun memperhitungkan harga pokok produksi Pabrik Tahu, sedangkan 1 penelitian yang lain itu berupa menganalisis perhitunan harga pokok dengan metode Full Costing.

(31)

14

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan pendekatan penelitian

Pada penelitian yang dilakukan di Pabrik Tahu penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengguakan pendekatan deskriftif karena didalam penelitian ini penulis membuat penjabaran suatu keadaan objek yang diteliti berdasarkan data dan fakta kemudian diolah untuk menyajikan serta menganalisis berbagai data yang ditemukan sehingga nanti bisa ditarik kesimpulan.

B. Variabel Penelitian

Variabel yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah perhitungan harga pokok produksi pada Pabrik Tahu Muara Komam

C. Jenis dan sumber data 1. Jenis data

Jenis data terbagi 2, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ialah data berbentuk selain angka, data ini dikumpulkan dengan wawancara ataupun analisis dokumen, data yang didapat berupa sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan. Sedangkan kuantitatif merupakan data yang berwujud angka atau bilangan, seperti data pengeluaran dalam pembuatan tahu tersebut, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan daftar gaji karyawan. Didalam penelitian ini penulis menggunakan kedua datanya yang berupa informasi dan angka untuk dijadikan rumusan masalah. (Humas, 2018)

2. Sumber data

Sumber data ialah sebuah objek yang mana data ini diperoleh dalam penelitian yaitu sebagai berikut:

a. Data Primer adalah data yang didapatkan dari sumbernya. Dalam penelitian ini, data primer dihasilkan melalui wawancara dengan

(32)

15 bebepara pihak yang terkait dengan masalah yang akan diteliti.

Sumber data primer berupa informasi yang dihasilakan dari wawancara dengan karyawann Pabrik Tahu. Informasi yang didapatkan berupa sejarah singkat perusahaan serta struktur organisasi.

b. Data Sekunder merupakan data yang diperoleh dari hasil penulisan, buku, majalah keuangan dari suatu perusahaan yang tidak harus diolah kembali. Ini berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,biaya overhead pabrik serta daftar gaji karyawan.

D. Metode Pengumpulan Data

Teknik yang diterapkan penulis dalam mengumpulkan data ialah. (Puri, 2015)

1. Observasi

Dalam buku Sugiyono tentang metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (2012, hlm.145) yang berisi bahwa pemantauan berupa melakukan pengamatan secara langsung kelapangan untuk memperoleh data yang diinginkan.

2. Studi Kepustakaan

Studi ini ialah proses menelusuri beberapa sumber tertulis seperti buku, laporan, penelitian, jurnal dan juga yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

3. Metode Dokumentasi

Peneliti harus melakukan analisis lewat media gambar, data, dokumen atau apapun yang ada ditempat tersebut yang bias didokumentasikan.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode ini terhadap perhitungan, struktur organisasi serta pembagian tugas karyawan Pabrik Tahu.

(33)

16 4. Wawancara

Ialah Tanya jawab peneliti dengan narasumber yang melakukan percakapan untuk maksud tertentu. Penulis mewawancarai langsung pada karyawan pabrik tahu tetang data dan infromasi secara laangsung.

E. Teknik Analisis Data

Pada tahap ini langkah yang digunakan dalam proses analisis data sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data-data mengenai biaya produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik

2. Menggolongkan biaya produksi sesuai dengan penggolongan yang seharusnya, sesuai dengan konsep akuntansi biaya.

3. Melakukan perhitungan penyusutan aktiva tetap 4. Melakukan perhitungan biaya overhead pabrik 5. Menghitung harga pokok produk

6. Melakukan perhitungan yang tepat terhadap biaya produksi 7. Membuat jurnal

a) Jurnal pembelian bahan baku

b) Jurnal pemakaian bahan baku dalam produksi c) Jurnal distribusi biaya tenaga kerja

d) Jurnal mencatat bahan penolong e) Jurnal biaya overhead pabrik

8. Membuat simpulan dan saran untuk Pabrik Tahu Muara Komam

(34)

17

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat Perusahaan

Dulu sebelum mempunyai bisnis pabrik tahu ini Ibu Siti Aminah dulunya bekerja di pabrik tahu punya orang tetapi beliau mempunyai keinginan untuk mendirikan pabrik tahu sendiri. Setelah bebepara tahun menabung beliau ada sedikit modal untuk memulai usahnya sendiri. Pada tahun 1998 terwujud lah mimpi Ibu Siti Aminah mempunyai usaha tahu sendiri, tetapi saat itu karna awal-awal membangun usaha Ibu Siti Aminah tidak terlalu banyak mempunyai modal hanya sebesar ±50.000.000.

Pembangunannya bertempat di Jalan. Tj. – Kuaro RT 06 Muara Komam, Kec. Muara Komam, Kab. Paser. Memiliki 2 karyawan dengan omset per bulan rata-rata Rp83.700.000,00.

2. Struktur Organisasi

Merupakan salah satu unsur yang penting demi keberlangsungan sebuah perusahaan besar ataupun kecil dalam melaksakan tugas serta fungsinya masing-masing sesuai dengan jabatannya.

Bagan1.1 struktur organisasi pabrik tahu “Muara Komam”

Pemimpin Perusahaan

Karyawan Perusahaan 1. Muhammad Amin 2. Ahmad Sauqi

(35)

18 a) Pemimpin Perusahaan

Adalah orang yang bertanggung jawab atas semua kegiatan dalam sebuah perusahaan tersebut. Pemilik mempunyai hak dan wewenang untuk menetapkan kebijakan mengenai hal-hal yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

b) Karwayan perusahaan

Adalah yang melakukan seluruh produksi pembuatan tahu dari awal sampai akhir.

3. Ketenagakerjaan

Jumlah tenaga kerja pada Pabrik Tahu Muara Komam berjumlah 2 orang

4. Perhitungan bahan-bahan dan peralatan yang digunakan a. Bahan-bahan yang digunakan

Bahan-bahan yang digunakan Pabrik Tahu Muara Komam dalam mengerjakan produksi ialah berupa:

Tabel 2.1

Perhitungan Bahan Baku Proses Produksi Pabrik Tahu “Muara Komam”

b.

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis Jenis Bahan

Baku

Kilogram Per hari

(Kg)

Harga

persatuan Per hari

(Rp)

Total Biaya (Rp)

Kedelai 100 11.600 1.160.000

Total Biaya Bahan Baku

1.160.000

(36)

19 b. Peralatan yang digunakan

1) Mesing Penggiling Kedelai 2) Mesin Pompa Air

3) Drum

4) Kain Saringan 5) Kain Cetakan 6) Bak Memasak

7) Bak Memasukkan Obat (Cuka) 8) Cetakan Tahu

Tabel 2.2

Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”

Nama Aktiva Banyak Harga

Perolehan per unit

Umur Ekonomis (Tahun)

Harga perolehan

Tanah 10.000.000 10.000.000

Bangunan 1 30.000.000 20 30.000.000

Sepeda Motor 1 13.000.000 8 13.000.000

Mesin Giling 1 8.000.000 8 8.000.000

Pompa Air 1 500.000 8 500.000

Drum 2 350.000 4 700.000

Bak Memasak 2 1.200.000 4 2.400.000

Bak memasukkan Obat

2 1.200.000 4 2.400.000

Cetakan Tahu 2 150.000 1,5 300.000

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis

(37)

20 5. Proses Produksi

Ialah rangkaian kegiatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

Dalam melaksanakan kegiatan produksi perusahaan ini ada beberapa tahapan produksinya yaitu:

a) Meanakar kacang kedelai sesuai takaran yang telah ditenatukan b) Kedelai direndam ± 6 jam

c) Kedelai dicuci hingga bersih d) Menggiling kedelai

e) Setelah itu kedelai dimasukkan kedalam wadah yang sudah berisi air panas sampai matang

f) Setelah matang, kemudaian disaring untuk memisahkan sari kedelai dan ampasnya

g) Setelah sari dan ampas terpisah lalu kemudian tambahkan air cuka sesuai kebutuhan

h) Setelah diberikan cuka, sari kedelai akan mengendap dan terpisah dengan air, kemudian airnya dibuang menggunakan selang

i) Setelah air dibuang, kedelai selanjutnya di cetak ketempat cetakan yang telah disediakan, kemudian ditindih batu ± 30 menit

j) Setelah tahu nya keras kemudian cetakan dibuka dan tahu nya dipotong-potong sesuai ukuran yang telah ditentukan

k) Setelah semuanya dipotong kemudian dimasukkan kedalam kaleng-kaleng yang telah dipersiapkan dan siap dipasarkan

6. Pemasaran produk

Proses produksi yang dilakukan Pabrik Tahu Muara Komam untuk daerah pemasaran produk Pabrik Tahu Muara Komam adalah diwilayah kecamatan dan juga kepasar-pasar terdekat.

7. Daftar Penjualan

Daftar penjualan tahu Pabrik Tahu “Muara Komam dapat dilihat pada table dibawah ini:

(38)

21 Tabel 2.3

Daftar Penjualan Pabrik Tahu “Muara Komam”

Produk Jumlah per

Loyang / hari

Harga Jual / hari

Total Harga

Tahu 12 225.000 2.700.000

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis 8. Perhitungsan Biaya Tenaga Kerja Langsung

Pada Pabrik Tahu “Muara Komam” tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi adalah dengan gaji perhari. Dimana disini 2 karyawan saling mengerjakan tugasnya masing-masing dalam produksi tahu tersebut yang sesuai dengan proses produksi

Tabel 2.4

Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Proses Produksi Tahu

Bagian Jumlah

Tenaga Kerja

Gaji Per Hari (Rp)

Jumlah Hari Total Biaya (Rp)

Produksi Tahu 2 120.000 1 240.000

Ongkos angkut penjualan

10.000

Total Biaya Tenaga Kerja Langsung 250.000

9. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik

Mencakup seluruh biaya produksi yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Dalam hal ini biaya overhead pabrik yang dibebankan oleh Pabrik Tahu “Muara Komam” merupakan biaya sesungguhnya yang terjadi pada periode tertentu, yaitu sebagai berikut:

(39)

22 Tabel 2.5

Biaya Penolong Bulan Juni Nama

Bahan

Jumlah Bahan

Satuan Harga Satuan

Total Harga

Cuka 4 Botol 20.000 80.000

Tabel 2.6

Pemakaian Biaya Overhead Pabrik Proses Produksi Tahu

Jenis Biaya Total

Biaya Listrik (500.000 ÷ 30) 16.666 Biaya Air ( 250.000 ÷ 30 ) 8.333 Bahan penolong (80.000 ÷ 30) 2.666 Biaya Bahan Bakar (Kayu)

(3.600.000 ÷ 30)

120.000

Total Biaya Overhead pabrik 147.665

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis

Laba rugi bruto pada produki tahu menurut Pabrik Tahu ‘Muara Komam” per loyang

Penjualan Tahu = Rp.2.700.000

Biaya bahan baku = Rp. 1.160.000

Biaya tenaga kerja langsung = Rp. 250.000 Biaya Overhead Pabrik = Rp. 147.665

Total biaya produksi = Rp. 1.557.665

Laba kotor = Rp. 1.142.335

(40)

23 10. Penggolongan biaya menurut Pabrik Tahu “Muara Komam”

Tabel 2.7

Penggolongan Biaya Pabrik Tahu “Muara Komam”

Golongan Biaya Produk Jenis

Biaya Bahan Baku Tahu Kedelai

Biaya Tenaga Kerja Langsung

*Gaji Karyawan

*Bagian Pemasaran

Biaya Overhead Pabrik *Biaya listrik & air

*Biaya Bahan Bakar

11. Penentuan harga pokok produk Pabrik Tahu “Muara Komam”

Berdasarkan penggolongan biaya yang disajikan oleh perusahaan, maka harga pokok produk pada Pabrik Tahu “Muara Komam” selama bulan juli dapat dilihat ditabel dibawah ini:

Tabel 2.8

Penentuan Harga Pokok Produk Pabrik Tahu “Muara Komam”

Keterangan Total

BB BTKL BOP

Jumlah HPP

Unit yang diproduksi

Rp. 1.160.000 Rp. 250.000 Rp. 147.665 Rp. 1.557.665 12

HPP per Loyang Rp. 129.805

(41)

24 B. Pembahasan Hasil Penelitian

Setelah meneliti penggolongan biaya perusahaan dari Pabrik Tahu “Muara Komam” ternyata belum sesuai dengan konsep akuntansi biaya. Untuk menghitung biaya produksi maka harus melakukan analisis kerja untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Sedangkan pada Pabrik Tahu “Muara Komam” hanya membebankan biaya non produksi yang dimasukkan kedalam biaya bahan baku sedangkan biaya overhead pabrik dan penyusutan belum dimasukkan, yang mana akan berdampak pada harga jual yang dibebankan.

1. Penggolongan Biaya Prosuksi Menurut Akuntansi Biaya

Pabrik Tahu “Muara Lomam” belum melakukan pencatatan dan penggolongan biaya secata tepat sebagai pembentuk harga pokok produk.

Penulis mengolongkan biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya produksi dan biaya non produksi selama proses produksi perusahaan.

Tabel 2.9

Penggolongan Biaya Yang Disarankan

No Jenis Biaya Keterangan

1 Biaya bahan baku Kedelai

2 Tenaga kerja langsung Gaji bagian produksi

3 Overhead pabrik *Tenaga Kerja Tidak

Langsung

*Penyusutan aktiva tetap

*Biaya listrik & air

*Biaya bahan penolong

*Bahan Bakar

(42)

25 2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Akuntansi Biaya

Pabrik Tahu Muara Komam belum melakukan penggolongan biaya produksi yang sesuai dengan konsep akuntansi biaya hal ini dapat menyebabkan harga pokok produk tidak efisien dan akan berpengaruh terhadap harga jual produk serta laba rugi yang dicapai. Adapun metode yang digunaka penulis dalam perhitungan harga pokok produksi yaitu metode Full Costing, Sedangkan metode pengumpulan harga pokok produksi adalah metode harga pokok proses. Berikut perhitungannya.

a) Perhitungan Biaya Bahan Baku

Tabel 3.1

Perhitungan Biaya Bahan Baku Pabrik Tahu “Muara Komam”

Bahan Baku

Kebutuhan per hari

Satuan Harga per satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Kedelai 100 Kg 11.600 1.160.000

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis b) Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tabel 3.2

Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung Pabrik Tahu “Muara Komam”

Tenaga kerja

Langsung Qty Upah

Lama perkerjaan

(Per hari)

Total Upah

Bagian Produksi 2 120.000 1 240.000

Total 240.000

(43)

26 c) Perhitungan Biaya Overhead Pabrik

Dalam melakukan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik harus menghitung biaya- biaya yang digunakan sebagai berikut:

1. Biaya Bahan Penolong Tabel 3.3

Bahan Penolong Pabrik Tahu “Muara Komam” Bulan Juni Nama

Bahan

Jumlah Bahan

Satuan Harga Satuan

Total Harga

Cuka 4 Botol 20.000 80.000

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis 2. Biaya Depresiasi Aktiva Tetap

Pabrik Tahu “Muara Komam menggunakan aktiva tetap dalam proses produksi yang perlunya depresiasi. Penulis memperhitungkan depresiasi aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus digunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak berpengaruh terhadap besar ataupun kecil volume produk atau jasa seperti untuk bangunan,mesin dan peralatan pabrik. Sedangkan untuk mesin pabrik menggunakan metode satuan jam kerja yang mana beban fitur aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode bersangkutan. Dalah hal ini diketahui bahwa mesin giling diperkirakan mampu bekerja 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun dan 23.040 jam (8 x 360 hari x 8 thn) selama 8 tahun.

(44)

27 Tabel 3.4

Daftar Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”

Juni Nama Aktiva Banyak Harga

Perolehan

Umur Ekonomis (Tahun)

Nilai Residu

Tanah 10.000.000

Bangunan 1 30.000.000 20

Mesin Giling 1 8.000.000 8 5.416.669

Bak Memasak 2 1.200.000 4 425.000

Bak memasukkan Obat

2 1.200.000 4 425.000

Cetakan Tahu 2 150.000 1.5

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis

1) Biaya Penyusutan bangunan pabrik

Harga Perolehan – Nilai Residu Rumus =

Umur ekonomis

Rp. 30.000.000 20

= Rp. 1.500.000/ Tahun

= Rp. 1.500.000 ÷ 12 = Rp. 125.000

(45)

28 2) Biaya Penyusutan mesin pabrik

Harga Perolehan – Nilai Residu

Rumus = × (Jam Kerja) Taksiran jam kerja

= Rp. 8.000.000 – 5.416.669 x 240 23.040

= Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900

Karena pada Mesin dipakai selama 240 jam, maka penyusutan mesin giling pada bulan Juni sebesar Rp.112.1237 × 240 jam =Rp. 26.909,69 dibulatkan menjadi Rp. 26.900

Tabel 3.5

Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik Tahu “Muara Komam”

No Aset Tetap Penyusutan / Tahun (Rp)

Penyusutan / Bulan (Rp) 1 Bangunan 1.500.000 125.000 2 Mesin Pabrik 26.900 2.241

(46)

29 Tabel 3.6

Perhitungan Penyusutan Peralatan Pabrik Tahu “Muara Komam”

Juni Jenis Peralatan Harga

Perolehan (A)

Nilai Residu (B)

Umur Ekonomis/

tahun (C)

Biaya Penyusutan (D)=(A-B)/C

Drum 350.000 204.162 1 12.153

Kain Saringan 15.000 6 Bulan 2.500

Kain Cetakan Tahu 15.000 6 Bulan 2.500

Bak Memasak 1.200.000 425.000 4 142.180

Bak memasukkan Obat

1.200.000 425.000 4 142.180

Cetakan Tahu 150.000 1.5 8.333

Total 302.346

Sumber Pabrik Tahu “Muara Komam” dibuat oleh Penulis

3. Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai

Penggunaan listrik Rp.500.000 dan air Rp.250.000 pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebesar Rp. 750.000

Jumlah listrik dan air = Rp. 750.000 =Rp25.000 Jumlah hari 30

Tabel 3.7

Biaya Overhead Pabrik Pabrik Tahu “Muara Komam

Jenis BOP (Rp) Total

Biaya Penyusutan 15.140

1. Biaya penyusutan bangunan (125.000 ÷ 30) 4.166 2. Biaya penyusutan mesin (2.241 ÷ 30) 896 3. Biaya penyusutan peralatan (302.346 ÷ 30) 10.078

Biaya listrik (500.000 ÷ 30) 16.666

Biaya Air (250.000 ÷ 30) 8.333

Bahan Penolong (80.000 ÷ 30) 2.666

(47)

30

Biaya bakar (3.600.000 ÷ 30) 120.000

Total per produksi 162.805

Dari tabel diatas menunjukkan BOP per produksi adalah sebesar Rp.

162.805

Tabel 3.8

Penentuan Harga Pokok Produksi Pabrik Tahu “Muara Komam”

Keterangan Total

BB BTKL BOP

Jumlah HPP

Unit yang diproduksi

Rp. 1.160.000 Rp. 240.000 Rp. 162.805 Rp. 1.562.805 12

HPP per Loyang Rp. 130.233

Laba/rugi kotor per loyang pada Pabrik Tahu “Muara Komam” adalah sebagai berikut:

Tahu

Penjualan = Rp. 2.700.000

Biaya produksi:

a) Biaya Bahan Baku = Rp. 1.160.000 b) Biaya Tenaga Kerja = Rp 240.000 c) Biaya Overhead Pabrik = Rp. 162.805

Total biaya produksi = Rp. 1.562.805

Beban ongkos angkut penjualan = Rp. 10.000 Laba kotor per produksi = Rp. 1.127.195

12

Laba kotor per Loyang = Rp. 93.932

(48)

31 Tabel 3.9

Perbedaan Klasifikasi Biaya Porduksi dan elemen-elemen Pada Produk Tahu

Keterangan Perusahaan Disarankan

Klasifikasi Biaya Produksi

1.Biaya Bahan Baku 2.Biaya Tenaga Kerja

1.Biaya Bahan Baku 2.Biaya Tenaga Kerja

3.Biaya Overhead Pabrik Elemen-elemen 1.Biaya Bahan Baku

* Kedelai 2.Biaya Tenaga Kerja

*Bagian Produksi

*Bagian Pemasaran

1.Biaya Bahan Baku

* Kedelai

2.Biaya Tenaga Kerja

*Bagian Produksi

3.Biaya Overhead Pabrik

*Biaya tenaga kerja tidak langsung

*Penyusutan bangunan

*Penyusutan kendaraan

*Penyusutan Mesin

*Biaya listrik & air

*Biaya bahan penolong

(49)

32 Tabel 4.1

Perbandingan Selisih Biaya Produksi Keterangan Perusahaan

Per hari (Rp)

Panulis Per hari (Rp)

Selisih Per hari (Rp)

Biaya Bahan Baku

1.160.000 1.160.000 -

Biaya Tenaga Kerja

250.000 240.000 -

Biaya Overhead Pabrik

147.665 162.805 15.140

Biaya Produksi 1.557.665 1.562.805 5.140

Tabel diatas menunjukkan perbedaan dihasil biaya produksi dengan selisih Rp5.140,00 dikarenakan perusahaan belum melakukan penyusutan bangunan, mesin dan peralatan sehingga perhitungan BOP untuk perusahaan tersebut belum sesuai dengan perhitungan akuntansi yang seharusnya.

Tabel 4.2

Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi

Produk Perusahaan (Rp) Penulis (Rp)

Tahu 129.805 130.233

Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga pokok produksi yang dihitung oleh pabrik dengan harga pokok produk yang dihitung oleh penulis. Karena untuk perusahaan belum melakukan penyusutan pada BOP seperti penyusutan bangunan, mesin dan peralatan dan lain-lain. Walapun perhitungan penulis lebih besar tetapi untuk yang perhitungan penulis sudah melakukan perhitungan BOP yang sesuai dengan konsep Akuntansi.

(50)

33 3. Jurnal

a) Jurnal pembelian bahan baku

Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000

Kas Rp. 1.160.000

b) Jurnal pemakian bahan baku dalam produksi

BDP-Biaya bahan baku Rp. 1.160.000

Persediaan bahan baku Rp. 1.160.000

c) Jurnal distribusi biaya tenaga kerja

BDP-Biaya tenaga kerja langsung Rp. 240.000 BDP-Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 10.000

Gaji karyawan Rp. 250.000

d) Jurnal mencatat bahan penolong

Biaya overhead Rp. 80.000

Persediaan bahan penolong Rp.80.000 e) Jurnal BOP

BOP Rp. 172.805

Akum.peny. bangunan Rp. 4.166

Akum.peny.mesin giling Rp. 896

Akum.peny.peralatan Rp. 10.078

Ongkos angkut penjualan Rp. 10.000 Persediaan bahan penolong Rp. 2.666

Kas Rp. 145.000

(51)

34

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis pada perusahaan Pabrik Tahu “Muara Komam”, maka penulis menarik simpulan sebagai berikut:

1. Perusahaan tidak memasukkan penggolongan biaya yang tepat, seperti biaya ongkos amgkut penjualan masih dimasukkan kedalam biaya tenaga kerja langsung.

2. Perhitungan biaya produksi sudah sesuai dengan konsep akuntansi yaitu sudah memasukkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Akan tetapi tidak memasukkan biaya penyusutan aktiva tetap.

3. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi setelah sesuai dengan konsep akuntansi biaya, maka terjadi selisih perhitungan harga pokok produksi antara perusahaan dan penulis. Untuk perhitungan perusahaan lebih kecil dari pada perhitungan penulis, penyebab perusahaan belum melakukan penyusutan biaya overhead pabrik

4. Dalam melakukan perhitungan harga pokok produksinya ternyata sama yaitu dengan menggunakan metode full costing berupa, menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, setelah dijumlahkan akan mendapatkan hasil produksi yang mana hasil itu nanti akan dibagi dengan jumlah produksi tahu mereka masing-masing baru bisa mendapatkan hasil harga pokok produksi.

B. Saran

Adapun Saran yang diusulkan penulis kepada perusahaan Pabrik Tahu

“Muara Komam antara lain:

1. Penulis menyarankan perusahaan melakukan penggolongan biaya yang tepat sesuai dengan konsep akuntansi biaya, supaya perusahaan tidak salah

(52)

35 dalam menentukan harga jual dan menentukan keuntungan yang didapat perusahaan

2. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan biaya overhead pabrik seperti penyusutan aktiva tetap yang digunakan dalam proses produksi

3. Untuk kedepannya perusahaan harus lebih memperhatikan dalam melakukan perhitungan biaya produksi, seperti lebih berhati-hati dan teliti dalam memasukkan biaya-biaya pada perhitungan harga pokok produksi.

Karena kesalahan dalam perhitungan harga pokok produk berpengaruh pada harga jual produk, sedangkan harga jual menentukan pendapatan dari perusahaan. Pendapatan ini berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

4. Saran untuk Poliban sebaiknya memberikan lebih banyak pilihan untuk objek TA yang dekat dengan kampus agar Mahasiswa lebih mudah dalam mencari objek penelitian TA

5. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya harus diperhatikan dengan sangat teliti tentang objek yang dipilih agar tidak terjadi kekeliruan nanti dalam melakukan penelitian, harus diperhitungkan matang-matang dalam memilih objek TA yang diinginkan

(53)

36 DAFTAR PUSTAKA

Anggreani, S., Gede, I., & Adnyana, S. (2020). Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Sebagai Dasar Penetapan Harga Jual Pada UKM Tahu An Anugrah. 8(1).

Bayu, S. (2018). Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 4(80), 4.

Cindy Shelly Lumowa, Jantje J. Tinangon, A. W. (2020). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual. 15(1), 28–35.

Fidya Arie Pratama, F. M. (2018). Sistem Penentuan Harga Pokok Produksi melalui Pedekatan Variable Costing. April, 96–113.

Humas. (2018). Jenis-jenis data penelitian. Https://Penalaran-Unm.Org/.

https://penalaran-unm.org/jenis-jenis-data-penelitian/

Kasus, S., & Guna, A. (2021). Evaluasi Penerapan Job Order Costing dalam Penentuan Harga Pokok Produksi. 1(1).

Mulyadi. (2015). Pengertian Dan Tujuan Akuntansi Biaya. 8–24.

Murnilawati, L. (2017). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu Pada Pabriktahu Boy Medan. Skripsi.

Perkawinan, Ari, S. A.-Z., & Pekawinan, A. (2015). Pengertian Akuntansi Biaya. 22–

52.

Puri, S. W. (2015). Strategi Berbasis Menu Engineering Dalam Upaya Meningkatkan VOLUME Penjualan Menu Dessert. 48–55.

http://repository.upi.edu/21953/6/S_MIK_1103168_Chapter3.pdf Puspita, E., & Ak, M. (2018). Jurnal menggunakan Metode Variabel Costing

(54)

37 penentuan harga jual produk Tahu Takwa. 02(02).

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajatana berorientasi standart proses pendidikan.

jakarta : Kencana. 6(1), 53–62.

Satria, H. (2017). Penerapan Metode Activity Based Costing Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi. 2(2), 92–101.

Sinaga, A. A., Studi, P., Ekonomi, S., & Peternakan, F. (2015). Analisis penentuan harga pokok produksi susu segar.

Sylvia, R. (2018). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Full Costing & Variabel Costing. 12(1).

v. M. buyanov. (2015). Pengertian Biaya. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 8–26.

Warsono-bin-Hardono, S., Candrasari, R., & Irene Natalia. (2013). Akuntansi Pengantar 1. Diandra Primamitra.

(55)

38 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(56)

39

(57)

40

(58)

41

(59)

42

(60)

43

(61)

44 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Akhmad Sabirin

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Tempat dan Tanggal Lahir Banjarmasin, 23 Desember 1999

4 Alamat Jl. Sungai Gatal Rt 02 Rw 02

5 NIM D010318034

6 Program Studi D3 Akuntansi

7 Alamat E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon/HP 081545057120

9 Nama Ayah Mahlani

10 Nama Ibu Misnawati

B. Riwayat Pendidikan

Nama Sekolah Kota Tahun Lulus

SD SDN 2 Haruyan Seberang Barabai 2012

SMP MTs. NU Haruyan Barabai 2015

SMA SMAN 2 Barabai Barabai 2018

C. Organisasi yang Pernah Diikuti

No Nama Organisasi Jabatan Tahun

1 Ekstrakurikuler Futsal Peserta 2017

2

(62)

45 D. Kegiatan Kemahasiswaan yang Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Tempat dan Waktu Status dalam

Kegiatan

1 OKKMB Politeknik Negeri Banjarmasin,

7-10 Agustus 2018 Peserta

2 Bina Desa dan Malam Keakraban Jurusan Akuntansi

Pantai Asmara, 8-9 September

2018 Peserta

3

Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan TK Tunas Muda Banjarmasin

TK Tunas Muda Banjarmasin,

20 Desember 2018 Peserta

4 Seminar Public Speaking Politeknik Negeri Banjarmasin,

6 April 2019 Peserta

5

Ummah Goes To Campus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, 12 Oktober 2019

Peserta

6 Sertifikasi Pelatihan Teknisi Akuntansi Madya

Gedung Akuntansi Poliban, 1-2

Juni 2021 Peserta

E. Prestasi/Penghargaan yang Pernah Diraih

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun

1 - - -

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya

Tertanda,

Akhmad Sabirin

(63)

46

(64)

47

(65)

48

(66)

49

(67)

50

(68)

51 Foto Dokumentasi Sidang TA

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan tidak akurat, ketidak akuratan yaitu terjadi pada pengalokasian biaya overhead pabrik. Jadi pada biaya overhead

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggolongan biaya yang sesuai dengan konsep akuntansi biaya dan perhitungan harga pokok produk per buah meja dengan

keseluruhan dan untuh maka teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah in-depth interview. Sedangkan untuk menghindari kehilangan data karena faktor kekakuan

Perhitungan harga pokok produksi dimulai dengan menjumlahkan biaya-biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik,

Setelah meneliti penggolongan biaya perusahaan dari Pabrik Tahu “Muara Komam” ternyata belum sesuai dengan konsep akuntansi biaya. Untuk menghitung biaya produksi

Sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya, mengacu pada Baron dan Kenney (1986) sebagaimana dikutip Hartono dan Abdillah (2014), pengujian efek dari

Terkecil Dua Tahap (2SLS) merupakan prosedur untuk menduga parameter model struktural yang overidentified. Metode ini menggunakan informasi yang tersedia dari spesifikasi model

Motivasi (X) adalah Keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melakukan berbagai kegiatan guna mencapai hasil kerja yang tinggi, dengan