• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.1. Karakteristik Nasabah

Dalam penelitian ini telah dilaksanakan penyebaran kuesioner kepada 50 orang nasabah aktif Bank Syariah Mandiri (BSM) dan 50 orang nasabah tidak aktif. Penyebaran kuesioner dilakukan pada nasabah di kantor Bank Syariah

34

Mandiri Cabang Medan di Jalan Ahmad Yani No. 74. Waktu penyebaran kuesioner berlangsung mulai awal bulan September 2009.

Dari hasilnya dapat diketahui karakteristik para nasabah agar dapat menggambarkan segmentasi dari para nasabah. Informasi ini dapat menjadi masukan bagi Bank Syariah Mandiri Cabang Medan dalam memperkirakan kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan karakterisitik respondennya, karena setiap karakteristik responden secara umum memiliki kekhasan serta tuntutan/kebutuhan tersendiri.

Tabel 6.1. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Pria 33 66% 26 52%

Wanita 17 34% 24 48%

Total 50 100% 50 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Tabel 6.1. memperlihatkan responden yang tetap menjadi nasabah lebih banyak pria (66%) daripada wanita (34%), pada responden Nasabah Tidak Aktif jenis kelamin pria (52%) sedikit lebih banyak dari wanita (48%). Hasil ini dapat mengindikasikan mayoritas persentase pria didapat karena sebagai kepala keluarga. Hal tersebut dapat terjadi dengan pertimbangan pria memiliki bertanggung jawab atas kesejahteraan dan masa depan keluarga.

Tabel 6.2. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Usia

Usia Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

< 25 tahun 0 0% 0 0%

26-35 tahun 1 2% 1 2%

36-45 tahun 20 40% 10 20%

> 46 tahun 29 58% 39 78%

Total 50 100% 50 100%

Tabel 6.2. di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden nasabah tergolong usia dewasa yakni >46 tahun. Memasuki usia dewasa seorang individu cenderung sudah mapan dan mulai mempertimbangkan kebutuhan sebagai makluk beragama. Responden Nasabah Tidak Aktif berusia >46 tahun sebanyak 78%.

Tabel 6.3. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Pendidikan Formal

Pendidikan Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

SD/Sederajat 0 0% 0 0% SMP/Sederajat 0 0% 4 8% SMU/Sederajat 13 26% 28 56% Diploma/Sarjana 28 56% 17 34% Pasca Sarjana 9 18% 1 2% Total 50 100% 50 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Pada Tabel 6.3. sebagian besar nasabah yang diteliti berlatar belakang pendidikan yang cukup tinggi baik responden nasabah maupun Nasabah Tidak Aktif. Bahkan lebih dari setengah responden yang berpendidikan formal akhir Diploma/Sarjana. Kondisi pendidikan ini berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku serta pengetahuan nasabah terutama pada kelompok responden nasabah dan Nasabah Tidak Aktif. Pendidikan yang tinggi membuka peluang bagi responden untuk menjadi nasabah berdasarkan motivasi kesadaran akan urgensi perbankan syariah bagi kepentingan duniawi dan akhirat mereka.

Tabel 6.4. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Pelajar/Mahasiswa 0 0% 0 0% Wiraswasta 10 20% 10 20% Pegawai Negeri/Swasta 19 38% 12 24% Profesional 11 22% 8 16% Pensiunan 9 18% 18 36% Lain-lain 1 2% 2 4% Total 50 100% 50 100%

36

Tabel 6.4. pekerjaan yang paling menonjol pada responden nasabah adalah pegawai negeri/swasta sebanyak 38%, sedangkan pada responden Nasabah Tidak Aktif adalah pensiunan sebanyak 36%. Hal ini menunjukkan rata-rata responden telah memiliki pekerjaan yang tetap, memiliki kemandirian dan kedewasaan berpikir. Profesi responden secara umum merupakan pekerja terdidik, sehingga dalam memutuskan menggunakan jasa perbankan tentunya setelah melalui pertimbangan yang matang.

Tabel 6.5. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Pendapatan/Bulan

Pendapatan (Rp) Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

3.000.000 - 3.500.000 8 16% 19 38% 3.501.000 - 5.000.000 22 44% 15 30% 5.001.000 – 7.500.000 14 28% 8 16% > 7.500.000 6 6% 8 4% Total 50 100% 50 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Rata-rata pendapatan perbulan responden nasabah berkisar Rp 3.501.000 - 5.000.000. Hal ini dapat dipandang bahwa mayoritas nasabah tergolong berpenghasilan menengah ke atas. Informasi ini diperlukan bagi pihak bank guna merumuskan produk atau layanan perbankan yang sesuai dengan tingkat penghasilan target pasarnya, terutama pasca pelunasan ONH.

Tabel 6.6. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Sumber Informasi

Sumber Informasi Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Keluarga/Teman 25 50% 31 62%

Media Elektronik 4 8% 2 4%

Brosur/Pamflet/Buku 18 36% 14 28%

Lain-lain 3 6% 3 6%

Total 50 100% 50 100%

Sebesar 50% nasabah mendapatkan informasi mengenai keberadaan perusahaan dan produk tabungan haji Mabrur yang ditawarkannya berasal dari keluarga atau kerabat. Hal ini menggambarkan adanya word of mouth

sebagaimana salah satu karakter nasabah bahwasannya mereka kerap menerima opini dari orang lain.. Untuk menambah keyakinan atas keamanan dananya, nasabah akan mencari informasi dari pihak terpercaya yang pernah memanfaatkan atau mengetahui informasi mengenai produk syariah.

Tabel 6.7. Pengelompokan Nasabah Berdasarkan Statusnya Sebagai Nasabah di Bank lain

Menjadi Nasabah Bank Lain

Nasabah Aktif Nasabah Tidak Aktif

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Tidak 19 38% 14 28%

Ya 31 62% 36 72%

Total 50 100% 50 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Tabel 6.7. menunjukkan 38% nasabah aktif menjadi nasbah yang loyal, hal ini dikarenakan para responden yang sudah berusia lebih dari 46 tahun, dan menabung karena didasari keyakinan agama, kemudian 62% responden nasabah aktif memiliki rekening tabungan di bank selain Bank Syariah Mandiri. Hal yang melatarbelakanginya antara lain karena adanya pertumbuhan sektor perbankan yang cepat disamping kemungkinan besar responden sudah terlebih dahulu menjadi nasabah bank lain. Selain itu, penyebab lainnya ialah masih terbatasnya jaringan pelayanan Bank Syariah Mandiri yang pada saat ini masih terkonsentrasi pada beberapa kota besar di Indonesia. Para responden nasabah belum secara maksimal memanfaatkan fasilitas yang diberikan nasabah, seluruh nasabah menggunakan ATM namuan hanya sedikit menggunakan jasa layanan yang telah tersedia, hal ini dapat dilihat pada Tabel 6.8.

38

Tabel 6.8. Jasa Layanan BSM yang Dimanfaatkan Nasabah Aktif

Jasa Layanan Jumlah %

Jasa Layanan Devisa 0 0%

BSM Net Banking 1 2%

BSM Mobile Banking 2 4%

Payroll 0 0%

BSM Payment Point 0 0%

Jasa Lalu Lintas Giral 0 0%

ATM 50 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Dari Tabel 6.8. terlihat bahwa jasa layanan yang paling banyak digunakan adalah ATM yakni 100%, kemudian BSM Mobile Banking 4% dan BSM Net Banking 2%. Hasil kuesioner ini menunjukkan bahwa masih banyak responden yang belum memanfaatkan jasa layanan yang diberikan BSM, kualitas jasa layanan yang baik salah satunya dengan penyediaan berbagai fasilitas jika tidak dimanfaatkan nasabah tentunya akan merugikan nasabah. Para nasabah aktif yang memiliki rekening di BSM sebagai tempat menabung, sehingga sangat jarang yang menggunakan jasa layanan BSM yang lain.

Dokumen terkait