G. Pengujian kuesioner
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Karakteristik Responden dan Perhatian Terhadap Label Kemasan
4.2.1 Asal Sekolah dan perhatian terhadap label kemasan pangan
Hubungan antara asal sekolah dan perhatian terhadap label kemasan pangan dianalisis menggunakan metode chi square pada taraf signifikansi (α) 0,05. hipotesis yang digunakan adalah:
H0 = Asal sekolah dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = Asal sekolah dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Data mengenai hubungan antara asal sekolah dan perhatian terhadap lebel kemasan pangan terdapat pada tabel 10, sedangkan hasil uji chi square terdapat pada lampiran 6.
Tabel 10. Tabulasi silang antara asal sekolah responden dengan perhatian terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Asal sekolah n % n % n % SMAN I Bogor 19 18,4 31 30,1 50 48,5 SMA Pembangunan I 21 20,4 32 31,1 53 51,5 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Kesimpulan yang diambil berdasarkan uji chi square adalah hubungan antara asal sekolah dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas. Artinya asal sekolah tidak mempengaruhi responden untuk memperhatikan label kemasan pangan. Kesimpulan ini di dapat dengan cara memperhatikan nilai kolom Asymp. Sig pada baris pearson chi square. Jika nilainya lebih besar dari taraf signifikansi (0,05) maka H0 diterima dan begitu juga sebaliknya. Nilai Asymp. Sig yang didapat dari uji chi square adalah 0,866.
Kebanyakan orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sekolahsekolah unggulan. Para orang tua beranggapan bahwa bersekolah di sekolah unggulan dapat meningkatkan wawasan ilmu anakanaknya. Namun bersekolah di sekolah unggulan ataupun non uggulan ternyata tidak mempengaruhi kebiasan siswa dalam memperhatikan makanan apa yang dimakannya.
4.2.2 Jenis Kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan
Hubungan antara jenis kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan dianalisis menggunakan metode chi square pada taraf signifikansi (α) 0,05. Hipotesis yang digunakan adalah:
H0 = Jenis kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = Jenis kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Data mengenai hubungan antara jenis kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan terdapat pada tabel 11, sedangkan hasil uji chi square terdapat pada lampiran 7.
Tabel 11. Tabulasi silang antara jenis kelamin responden dengan perhatian terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Jenis Kelamin n % n % n % Lakilaki 21 20,4 30 29,1 51 49,5 Perempuan 19 18,4 33 32,1 52 50,5 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Kesimpulan yang diambil berdasarkan uji chi square adalah hubungan antara jenis kelamin dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas. Artinya jenis kelamin tidak mempengaruhi responden untuk memperhatikan label kemasan pangan. Kesimpulan ini di dapat dengan cara memperhatikan nilai kolom Asymp. Sig pada baris pearson chi square. Jika nilainya lebih besar dari taraf signifikansi (0,05) maka H0 diterima dan begitu juga sebaliknya. Nilai Asymp. Sig yang didapat dari uji chi square adalah 0,629.
4.2.3 Usia dan perhatian terhadap label kemasan pangan
Bertambahnya usia seringkali seiring dengan bertambahnya kehatihatian termasuk dalam hal memilih makanan. Perhatian terhadap label kemasan pangan adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memilahmilah makanan yang baik untuk kita. Data mengenai hubungan antara usia dan perhatian terhadap label kemasan pangan ditampilkan dalam bentuk tabulasi silang pada tabel 12.
Tabel 12. Tabulasi silang antara usia responden dengan perhatian terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Usia n % n % n % 14 tahun 1 1,0 1 1,0 2 1,9 15 tahun 14 13,6 23 22,3 37 35,9 16 tahun 4 3,9 9 8,7 13 12,6 17 tahun 19 18,4 21 20,4 40 38,8 18 tahun 2 1,9 7 6,8 9 8,7 19 tahun 0 0,0 2 1,9 2 1,9 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Hubungan antara usia responden dan perhatiannya terhadap label kemasasan pangan diuji dengan metode chi square (lampiran 8). Hipotesis yang diajukan pada taraf nyata α = 0,05 adalah:
H0 = Usia dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = Usia dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Hasil uji chi square menunjukkan nilai asymp. Sig > taraf nyata (α = 0,05), maka H0 diterima atau dengan kata lain perhatian responden terhadap label kemasan pangan tidak dipengaruhi oleh tingkat usianya. Hasil uji chi square terdapat pada lampiran 8. Hal ini berarti bertambahnya usia tidak membuat responden lebih berhatihati dalam memilih sesuatu yang akan dikonsumsinya. Menurut Daradjat (1995), para remaja mengalami perubahan pada karakteristik fisik, psikis, aturan sosial, dan tanggung jawab. Satu hal penting akibat dari perubahan tersebut adalah kontrol yang berlebihan terhadap pola makan. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya bergantung dari pengaruh pola makan keluarga, tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk image
diri, teman sebaya, media, budaya, dan harapan sosial dalam hubungannya dengan bentuk dan ukuran tubuh.
4.2.4 Agama dan perhatian terhadap label kemasan pangan
Tabel 13. menyajikan hubungan antara agama responden dan perhatiannya terhadap label kemasan pangan.
Tabel 13. Tabulasi silang antara agama dan perhatian terhadap label kemasan pangan.
Perhatian terhadap Label
Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Agama
n % n % n %
Islam 39 37,9 60 58,3 99 96,1
Kristen 1 1,0 3 2,9 4 3,9
TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Untuk memperkuat kesimpulan tabulasi silang ini maka dilakukan uji chi square. Hipotesis yang diajukan pada taraf nyata α = 0,05 adalah:
H0 = agama dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = agama dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Hasil uji chi square terdapat pada lampiran 14. Berdasarkan uji tersebut didapat nilai Asymp. Sig sebesar 0,563. Nilai ini lebih besar dari taraf nyata yang digunakan (0,05) sehingga bisa disimpulkan tidak ada hubungan antara agama dan perhatiannya terhadap label kemasan pangan.
4.2.5. Tingkat Pengeluaran dan Perhatian terhadap label kemasan Pangan
Tabel 14. Tabulasi silang antara tingkat pengeluaran dan perhatian terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Tingkat Pengeluaran (Rp) n % n % n % <300000 15 14,6 16 15,5 31 30,1 300000500000 22 21,4 44 42,7 66 64,1 >500000 3 2,9 3 2,9 6 5,8 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Hubungan antara tingkat pengeluaran dan perhatian terhadap label kemasan pangan dianalisis menggunakan metode chi square. Hipotesis yang diajukan pada taraf nyata α = 0,05 adalah:
H0 = Tingkat pengeluaran dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = Tingkat pengeluaran dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Hasil uji chi square terdapat lampiran 9. Berdasarkan uji tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa kedua variabel tidak saling berhubungan (terima H0) karena nilai Asymp. Sig. (0,309) > taraf nyata (α = 0,05). Artinya perhatian responden terhadap label kemasan pangan tidak tergantung dari tingkat pengeluarannya. Hal ini terjadi mungkin disebakan responden mengkonsumsi suatu makanan karena terpengaruh oleh lingkungannya. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, responden pada penelitian ini adalah remaja (pelajar SMA) dimana masa remaja merupakan masa pencarian jati diri sehingga sangat mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Remaja yang terpengaruhi oleh lingkungannya (hanya sekedar ikut) biasanya melakukan hal ini karena ingin diterima pada lingkungan tersebut (Soemardjan, 1991).
4.2.6. Tingkat pengetahuan tentang label kemasan pangan dan perhatian konsumen terhadap label kemasan pangan
Tabel 15. menyajikan hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label kemasan pangan dengan perhatian responden terhadap label kemasan pangan. Hubungan antara kedua variabel juga diuji dengan metode chi square. Hipotesis yang diajukan pada taraf nyata α = 0,05 adalah:
H0 = Tingkat pengetahuan tentang label kemasan pangan dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas H1 = Tingkat pengetahuan tentang label kemasan pangan dan
perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Tabel 15. Tabulasi silang antara tingkat pengetahuan dan perhatian terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Tingkat Pengetahuan n % n % n % Baik 0 0,0 2 1,9 2 1,9 Cukup 40 38,8 58 56,3 98 95,1 Kurang 0 0,0 3 2,9 3 2,9 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0
Hasil uji chi square ditampilkan pada lampiran 10. Nilai asymp. Sig. (2sided) yang diperoleh dari uji tersebut adalah 0,189. Nilai ini lebih besar dari tarif nyata yang digunakan yaitu α = 0,05 sehingga H0 diterima atau perhatian terhadap label kemasan pangan dan tingkat pengetahuan saling bebas (tidak berpengaruh). Hasil uji ini tidak sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Setiadi (2003) yaitu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang merupakan unsur dari kepribadiannya dan semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka dia akan lebih berhatihati dalam menentukan keputusan. Kehatihatian
dalam masalah makanan salah satunya adalah dengan memperhatikan label kemasan pangan. Sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang cukup tentang label kemasan pangan, tetapi ternyata tidak memiliki pengaruh untuk membuat responden memperhatikan label kemasan pangan.
4.2.7. Sumber informasi responden dan perhatian konsumen terhadap label kemasan pangan.
Tabel 16. menyajikan hubungan antara sumber informasi responden tentang label kemasan pangan dengan perhatian terhadap label kemasan pangan. Hubungan antara kedua variabel juga diuji dengan metode chi square. Hipotesis yang diajukan pada taraf nyata α = 0,05 adalah:
H0 = Sumber informasi dan perhatian terhadap label kemasan pangan saling bebas
H1 = Sumber informasi dan perhatian terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas
Tabel 16. Tabulasi silang antara sumber informasi dan perhatian responden terhadap label kemasan pangan Perhatian terhadap Label Tidak memperhatikan Memperhatikan TOTAL Sumber Informasi n % n % n % Keluarga 10 9,7 28 27,2 38 36,9 Media Cetak 1 1,0 5 4,9 6 5,8 Media Elektronik 24 23,3 20 19,4 44 42,7 Teman 5 4,9 4 3,9 9 8,7 Pengajar 0 0,0 6 5,8 6 5,8 TOTAL 40 38,8 63 61,2 103 100,0 Hasil uji chi square untuk mengetahui hubungan antara sumber
terdapat pada lampiran 11. Nilai asymp. Sig. (2sided) yang diperoleh adalah 0,01. Nilai ini lebih kecil dari nilai taraf nyata yang digunakan, yaitu α = 0,05 sehingga peneliti bisa menolahk H0 yang artinya sumber informasi dan perhatian responden terhadap label kemasan pangan tidak saling bebas atau memiliki hubungan. Akses informasi yang semakin mudah membuat penyebaran opini dan semacamnya bisa berjalan sangat cepat, termasuk masalahmasalah yang berhubungan dengan label kemasan pangan, contohnya ketika banyak makanan kadaluarsa yang tetap beredar dipasaran yang akhirnya ditindak oleh badan POM dan hal ini sempat menjadi perhatian di media massa. Peristiwa peristiwa semacam ini dapat menjadi pengingat yang baik bagi konsumen untuk selalu memperhatikan label kemasan pangan sebelum membeli. Menurut Setiadi (2003), informasi terbanyak tentang suatu produk yang diterima konsumen secara umum berasal dari sumber sumber yang didominasi pemasar, sedangkan informasi yang efektif justru berasal dari sumbersumber pribadi. Informasi komersial secara umum melaksanakan fungsi memberitahu, sedangkan sumber pribadi melaksanakan fungsi legitimasi dan atau evaluasi.