• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS

2.5 Definisi Operasional

2.4.2 Karakteristik Responden

1) Usia. Yaitu usia para responden yang mengikuti akun Instagram @tribunmedandaily.

2) Jenis Kelamin. Yaitu laki-laki atau perempuan.

3) Frekuensi mengakses. Yaitu tingkat keseringan responden membuka aplikasi Instagram dalam update informasi 4) Pekerjaan. Yaitu status pekerjaan responden yang

mengikuti akun @tribunmedandaily.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian

3.1.1 Deskripsi @tribunmedandaily

Dilansir dari laman akun Instagramnya, @tribunmedandaily sudah bergabung di dunia media sosial khususnya Instagram sejak Juni 2015 yang merupakan akun media sosial dari surat kabar Tribun Medan. Surat kabar ini termasuk dalam grup Kompas Gramedia, kantor pusatnya sendiri terletak di kota Medan. Perkembangan teknologi membuat Tribun Medan menghadirkan akun media sosial salah satunya akun Instagram dengan nama

@tribunmedandaily. Pembuatan akun Instagram ini guna untuk mempermudah masyarakat milenial dalam menerima informasi tanpa harus menunggu surat kabar dan berita di televisi.

Gambar 3.1

Laman Akun Instagram @tribunmedandaily

Sumber: Akun Instagram @tribunmedandaily

Tidak hanya menampilkan berita mengenai politik maupun ekonomi.

Tetapi dengan memanfaatkan fitur-fitur yang dihadirkan oleh Instagram (seperti Instagram Television, foto dan video yang berdurasi satu menit).

Tribun Medan juga menghadirkan acara talk show, acara musik, acara kuliner, serta olahraga yang dibagikan melalui fitur Instagram Television. Hal ini dapat dilihat pada laman Instagram @tribunmedandaily yang selalu meng-upload berita terbaru setiap tiga jam sekali.

Adanya akun media sosial Tribun Medan ini sangat mempermudah seluruh pengguna Instagram untuk mendapatkan berita dan informasi yang terjadi terkhususnya di dalam kota Medan dengan cepat dan relevan. Berita yang disajikan juga beragam, berisi berita lokal maupun Nasional. Hal ini dapat dilihat pada laman Instagramnya yang selalu menampilkan peristiwa yang sedang terjadi dan masih hangat yang ada di Indonesia khususnya kota Medan.

Berdasarkan fenomena yang telah dijabarkan peneliti sebelumnya, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana Persepsi Followers Instagram

@tribunmedandaily Terhadap Program BBM (Bincang Bisnis UMKM).

3.2 Metode Penelitiaan

Penelitian ini merupakan bentuk penelitian deskriptif yang berusaha mendeskripsikan karakteristik dari suatu populasi tentang suatu fenomena yang diamati dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2019) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Jenis penelitian ini menerjemahkan data menjadi angka untuk mengenalisis hasil temuan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana Persepsi Followers Instagram @tribunmedandaily Terhadap Program BBM (Bincang Bisnis UMKM) dengan pengikut sebanyak 147 ribu per 14 Agustus 2021 (@tribunmedandaily).

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Sugiyono (2013:220), mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan penduduk penelitian yang dimaksudkan untuk diselidiki.

Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian. Populasi merupakan sumber data yang sangat penting, karena tanpa kehadiran populasi penelitian tidak akan berarti serta tidak mungkin terlaksana (Suharsimi Arikunto, 2013:

106). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengikut dari akun Instagram @tribunmedandaily. Dengan jumlah pengikut sebesar 147 ribu pengikut (diakses pada 14 Agustus 2021).

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki populasi (Sugiyono, 2013: 62). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Non-Probability Sampling. Menurut Werang (2015: 106) yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, Werang (2015: 106) menjelaskan bahwa purposive sampling merujuk kepada teknik pengambilan sampel berdasarkan strata ataupun wilayah. Dengan kata lain, pengambilan sampel dalam teknik ini disesuaikan dengan tujuan penelitian. Hal yang menjadi pertimbangan saat melakukan pengambilan sampel pengikut Instagram

@tribunmedandaily yang akunnya tidak berstatus private (akun pribadi, dimana orang lain yang bukan pengikutnya tidak dapat melihat foto, video, story, dan bertukar pesan di Instagram), selain itu responden pernah melihat atau mengetahui keberadaan program BBM (Bincang Bisnis UMKM), serta menjadi salah satu pelaku UMKM atau responden tersebut berada di dalam lingkup UMKM.

Adapun penelitian ini menggunakan rumus Slovin karena dalam penarikan sampel, jumlahnya harus representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Sampel yang representatif bisa diartikan bahwa sampel tersebut mencerminkan semua unsur dalam populasi secara proporsional atau memberikan kesempatan yang sama pada semua unsur populasi untuk dipilih, sehingga dapat mewakili keadaan sebenarnya dalam keseluruhan populasi (Kriyantono, 2006: 150).

Rumus Slovin:

𝑛 = N

1 + N (e)² Keterangan:

n = Ukuran sampel/jumlah responden

N = Ukuran populasi

e = Persentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir; e=0,1

Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut:

 Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar

 Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil

Berdasarkan data yang ada, maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak:

Ket:

N = 147.000 e = 0, 1

𝑛 = N

1 + N (e)²

𝑛 = 147.000

1 + 147.000 (0,1)² 𝑛 = 147.000

1 + 1.470 𝑛 =147.000

1.471 𝑛 = 99,93

𝑛 = 100

Jadi, sampel yang dibutuhkan untuk penelitian ini berjumlah 100 responden.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pencarian data-data di lapangan adalah penyebaran angket, istilah lain untuk angket adalah kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Tujuan penyebaran kuesioner adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden (Kriyantono, 2008:95).

Kuesioner merupakan satu mekanisme pengumpulan data yang efisien apabila peneliti mengetahui dengan jelas apa yang diisyaratkan dan bagaimana mengukur variabel yang diteliti.

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Singarimbun, 2006:263).

Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.5.1 Analisis tabel tunggal

Dalam hal ini peneliti akan mengenalisis data dengan melakukan survey dari kuesioner-kuesioner yang telah diisi oleh para responden. Data-data kuesioner yang sudah diperoleh tersebut akan dianalisa dengan menggunakan analisis tabel tunggal.

Analisis tabel tunggal merupakan suatu analisis yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi (Singarimbun, 2011: 263). Tabel tunggal merupakan langkah peneliti untuk menganalisis data yg sudah terkumpul.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian

Pada saat melaksanakan penelitian ini, peneliti melewati beberapa tahapan dalam mengumpulkan data. Adapun tahapan-tahapan yang peneliti tempuh dalam proses penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.1.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data

Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menempuh beberapa langkah saat pengumpulan data penelitian. Adapun proses yang dilalui tersebut ialah sebagai berikut:

1. Penelitian Kepustakaan

Peneliti melakukan studi kepustakaan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) mengumpulkan buku-buku dan kajian terdahulu yang berkaitan dengan judul penelitian. Selain itu, peneliti juga memperoleh beberapa data dan sumber bacaan dari internet, misalnya jurnal-jurnal penelitian yang relevan dengan judul penelitian. Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk mempelajari, mendalami, dan mengutip teori-teori atau konsep-konsep dari sejumlah literatur baik buku, karya tulis serta tulisan yang relevan dengan masalah penelitian. Tidak lupa peneliti mencari dan mengakses direktori mahasiswa FISIP USU untuk melakukan pengolahan data responden dalam penelitian ini. Adapun responden yang diambil untuk penelitian ini ialah berjumlah 100 orang.

2. Kuesioner

Untuk menghimpun hasil data penelitian, peneliti menggunakan kuesioner. Pertanyaan dalam kuesioner disusun sebanyak 23 pertanyaan dengan mengajukan pilihan jawaban. Adapun kuesioner dibagikan dalam bentuk Google Form, dimana peneliti membagikan kuesioner kepada responden penelitian, yaitu followers dari akun Instagram

@tribunmedandaily.

3. Penelitian Lapangan

Penelitian lapangan yang digunakan peneliti yaitu menghimpun

(followers) akun Instagram @tribunmedandaily. Pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner terdiri dari 24 buah pertanyaan. Dibagikan kepada 100 pengikut akun Instagram @tribunmedandaily. Melalui penyebaran kuesioner ini peneliti memperoleh data yang berhubungan dengan penelitian. Dalam proses penelitian, peneliti tidak mengalami banyak kendala. Namun, ada beberapa responden yang membutuhkan waktu cukup lama untuk mengisi kuesionernya. Penelitian ini mulai dilaksanakan dari tanggal 12 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 17 Agustus 2021.

Setelah data tercukupi, peneliti segera mengenalisis data tersebut untuk menjadi acuan dalam penulisan skripsi ini.

4.1.2 Teknik Pengolahan data

Setelah melakukan pengumpulan data dari kuesioner yang diberikan kepada 100 responden telah selesai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya yaitu melakukan pengolahan data jawaban dari kuesioner tersebut. Adapun tahapan-tahapan pengolahan data tersebut adalah:

1. Penomoran Kuesioner

Penomoran kuesioner adalah pemberian nomor unit kuesioner sebagai pengenal. Adapun penomoran kuesioner dimulai dari nomor 1 sampai dengan 100.

2. Editing

Editing adalah proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan pengisian dalam kotak kode yang disediakan.

3. Coding

Coding adalah proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke kotak kode yang disediakan di kuesioner dalam bentuk angka (score).

4. Inventarisasi Variabel

Inventarisasi variabel merupakan data mentah yang diperoleh dan dimasukkan ke dalam lembar formula translation cobol (FC) sehingga memuat seluruh data dalam satu kesatuan.

5. Tabulasi Data

Tabulasi data adalah proses pemindahan data dari formula translation cobal (FC) ke dalam kerangka tabel. Adapun tabel yang disajikan adalah berbentuk tabel tunggal. Penyebaran data dalam tabel secara rinci melalui kategori, frekuensi, presentasi, dan selanjutnya dianalisis.

4.2 Analisis Tabel Tunggal

Analisis tabel tunggal adalah teknik analisis yang dilakukan dengan membagi-bagi variabel ke dalam beberapa kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Tabel tunggal terdiri dari 2 kolom, yaitu kolom frekuensi dan kolom presentasi. Setiap pernyataan dari kuesioner akan disusun ke dalam tabel tunggal. Dalam penelitian ini, peneliti akan merujuk pada data yang diperoleh berdasarkan hasil jawaban responden.

Berikut adalah analisis tabel tunggal dalam penelitian ini:

4.2.1 Karakteristik Responden

Karakteristik responden disajikan untuk mengetahui latar belakang dari responden. Karakteristik yang disajikan dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan frekuensi mengakses informasi pada Instagram.

Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, dapat dijelaskan melalui diagram berikut:

4.2.1 Karakteristik Responden

Gambar 4.1 Jenis Kelamin

Responden Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.1 diatas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner ini menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini adalah laki-laki. Hal ini dapat dilihat sendiri dari gambar diagram diatas bahwa persentase responden berjenis kelamin laki-laki ada sebanyak 51% atau setara dengan 51 dari 100 responden. Sisanya sebesar 49% atau setara dengan 49 dari 100 responden berjenis kelamin perempuan.

Laki-laki 51%

Perempuan 49%

JENIS KELAMIN

Gambar 4.2 Usia

Responden Penelitian Berdasarkan Usia

Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.2 diatas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan usia. Hasil dari penyebaran kuesioner menunjukkan usia mayoritas yang memberikan pernyataan dalam kuesioner ini berada pada rentang usia kaum millenial yaitu 21-29 tahun dengan presentasi sebanyak 70% atau 70 dari 100 responden berada di rentang usia tersebut. Sisanya sebanyak 13 orang (13%) responden berada di rentang usia 18-20 tahun, 9 responden (9%) berada di rentang usia 30-39 tahun. 3 responden (3%) berada di rentang usia kurang dari 18 tahun. Sisanya sebesar 5% atau 5 dari 100 responden berada di rentang usia lebih dari 40 tahun. Melihat hasil dari penyebaran kuesioner ini, kaum millenial dari rentang usia 21-29 tahun adalah mayoritas dari penelitian ini dan terlihat memiliki umpan balik yang baik dalam menanggapi peneliti untuk mengisi kuesioner.

<18 tahun

3% 18-20 tahun 13%

21-29 tahun 70%

30-39 tahun 9%

>40 tahun 5%

USIA

<18 tahun 18-20 tahun 21-29 tahun 30-39 tahun

>40 tahun

Gambar 4.3 Pekerjaan

Responden Penelitian Berdasarkan Pekerjaan

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.3 diatas memuat karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan responden. Berdasarkan data yang diperoleh, golongan mahasiswa mendominasi karakteristik responden yaitu sebanyak 46 dari 100 persen atau jika dipresentasikan sebanyak 46%. Urutan kedua yang mendominasi adalah golongan karyawan swasta yaitu sebanyak 19% atau 19 dari seratus responden. Golongan wiraswasta berada di angka 16% atau sebanyak 16 dari 100 responden, 1% atau 1 dari 100 responden adalah golongan dari pelajar.

Sedangkan 7% atau 7 dari 100 responden berada di golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan termasuk ke dalam lainnya yaitu sebagai guru honorer, ibu rumah tangga, dan freelancer. Dari hasil penyebaran kuesioner tersebut, dapat dilihat bahwa mahasiswa menjadi responden terbesar yaitu sebanyak 46 responden (46%) dari keseluruhan responden. Hal ini dikarenakan mahasiswa termasuk dalam kategori generasi millennial yang lebih aktif dalam bermedia sosial salah satunya adalah Instagram, tanggap dalam menerima informasi terbaru, serta rasa ingin tahu atau ingin mencoba hal yang baru khususnya

Gambar 4.4 Frekuensi

Responden Penelitian Berdasarkan Frekuensi Responden Mengakses Instagram dalam Sehari

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Dari diagram 4.4 diatas menunjukan data frekuensi tingkat keseringan responden menggunakan aplikasi Instagram dalam sehari. Data diatas menunjukkan sebanyak 31 dari 100 responden (31%) mengatakan bahwa mereka mengakses Instagram sebanyak 4-5 kali dalam sehari, sebanyak 27 responden (27%) mengatakan bahwa mereka mengakses Instagram sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Sebanyak 26 responden jika dipresentasikan sebanyak 26% responden mengatakan bahwa mereka mengakses Instagram lebih dari 8 kali dalam sehari, sebanyak 11 responden (11%) mengatakan bahwa mereka mengakses Instagram sebanyak 6-7 kali dalam sehari, sisanya yaitu sebanyak 6 responden mengatakan bahwa mereka mengakses Instagram sebanyak 1 kali dalam sehari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 31% (31 dari 100) mengakses Instagram sebanyak 4 sampai dengan 5 kali dalam sehari. Sisanya untuk presentasi mengakses Instagram terkecil yaitu sebesar 6% (6 dari 100 responden) yang hanya mengakses Instagram sekali dalam sehari.

1 kali, 5

1 kali 2-3 kali 4-5 kali 6-7 kali >8 kali

Frekuensi Responden dalam Mengakses Instagram dalam Sehari

Gambar 4.5 Frekuensi

Responden Penelitian Berdasarkan Frekuensi Mengakses Akun Instagram @tribunmedandaily dalam Sehari

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.5 menunjukan hasil dari frekuensi responden mengakses akun Instagram @tribunmedandaily dalam sehari. Hasil penelitian menunjukan mengenai seberapa seringnya responden dalam mengakses akun Instagram @tribunmedandaily dalam sehari. Diagram diatas menunjukkan sebanyak 48 responden (48%) mengakses akun Instagram @tribumedandaily selama kurang dari 5 menit dalam sehari, sebanyak 36 responden (36%) mengakses akun Instagram @tribunmedandaily selama 5-10 menit dalam sehari, sebanyak 14 responden (14%) mengakses akun Instagram

@tribunmedandaily selama 10-20 menit dalam sehari, dan sisanya yaitu sebanyak 2 responden (2%) mengakses akun Instagram @tribunmedandaily selama lebih dari 30 menit dalam sehari. Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa mayoritas responden memerlukan waktu selama kurang dari 5 menit dalam sehari untuk mengakses akun Instagram @tribunmedandaily.

Untuk melihat relevansi frekuensi responden dalam mengakses informasi pada akun Instagram @tribunmedandaily dengan durasi penayangan program BBM (Bincang Bisnis UMKM) yang berdurasi selama

<5 menit, 48

<5 menit 5-10 menit 10-20 menit >30 menit

Frekuensi mengakses akun Instagram

@tribunmedandaily dalam sehari

45 menit. Apakah dengan jumlah 48% responden yang mengakses akun Instagram @tribunmedandaily selama kurang dari 5 menit perhari menjadikan responden melihat seluruh durasi program BBM yang selama 45 menit. Instagram sendiri menghitung satu view atau tayangan pada konten di sebuah akun berdasarkan satu alamat ip. Jadi bila view di Instagram mendapatkan banyak viewers itu artinya jangkauan pengguna Instagramnya yang melihat konten tersebut juga banyak. Maka dari itu jumlah followers haruslah banyak juga, seperti halnya @tribunmedandaily yang memiliki 147 ribu pengikut dan ada sebanyak 17,9 ribu postingan yang telah di unggah.

Dengan jumlah view di setiap unggahannya khusus nya pada program BBM (Bincang Bisnis UMKM) mencapai mendekati angka 1000 viewers. Maka sangat memungkinkan bagi responden untuk mengikuti durasi penayangan program BBM (Bincang-Bisnis UMKM) yang tidak setiap hari ditayangkan di siaran langsung Instagram. Berbeda dengan media sosial lainnya seperti Youtube. Youtube sendiri menghitung view berdasarkan banyaknya khalayak menonton video yang diunggah oleh sebuah akun. Semakin banyak refresh link yang dilakukan pada video unggahan tersebut, maka jumlah penayangan akan terus bertambah banyak.

4.2.2 Persepsi Followers Instagram @tribunmedandaily Gambar 4.6 Tampilan

Tampilan Latar Belakang Program BBM

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.6 menunjukan hasil mengenai tampilan akun Instagram

@tribunmedandaily. Sebuah tampilan merupakan alat penarik paling utama pada sebuah aplikasi, khususnya Instagram. Tampilan hal yang sangat penting untuk menarik perhatian pengguna dari seluruh penjuru dunia, terlebih di zaman yang serba canggih saat ini. Oleh sebab itu, tampilan pada suatu akun Instagram yang memiliki tujuan untuk menarik minat pengguna lainnya haruslah menarik, dan mudah dipahami.

Berdasarkan hasil penelitian yang dibagikan melalui kuesioner yang ditampilkan pada diagram diatas, sebanyak 72 responden atau 72%

mengatakan jika mereka setuju bahwa tampilan latar belakang yang pada program BBM saat acara berlangsung menarik. Sedangkan sebanyak 14 responden atau sebesar 14% mengatakan tidak setuju jika tampilan latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung menarik. Sisanya ada sebanyak 11% responden yang menyatakan sangat setuju dan lebihnya yaitu

0

Tampilan Latar Belakang Program BBM Menarik

Series 1 Series 2 Series 3

sebanyak 3% responden mengatakan sangat tidak setuju mengenai tampilan latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung menarik.

Maka dari itu dapat disimpulkan jika lebih dari setengah populasi pengikut Instagram @tribunmedandaily mengatakan bahwa tampilan latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung adalah menarik. Jika dijumlahkan ada sebanyak 86% pengikutnya mengatakan bahwa latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung menarik dan ada sebanyak 14% yang tidak setuju dengan pernyataan tampilan latar pada program BBM saat acara berlangsung menarik.

Gambar 4.7 Tampilan

Tampilan Pengisi Acara pada Program BBM

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.7 menunjukkan hasil mengenai tampilan pengisi acara pada program BBM saat membawakan acara menarik untuk dilihat. Dari data diatas dapat dilihat bahwa sebanyak 63 dari 100 responden mengatakan bahwa mereka setuju bahwa tampilan pengisi acara pada program BBM menarik untuk dilihat, 9 responden lainnya mengatakan bahwa tampilan pengisi acara pada program BBM sangat menarik. Sedangkan ada 20 responden yang mengatakan bahwa mereka tidak setuju mengenai tampilan pengisi acara pada program BBM saat membawakan acara menarik, sisanya sebanyak 8 orang mengatakan sangat tidak setuju mengenai tampilan pengisi acara pada program BBM saat acara berlangsung menarik.

0 10 20 30 40 50 60 70

SS S TS STS

SS, 9

S , 63

TS, 20

STS, 8

Tampilan Pengisi Acara pada Program BBM Menarik

Gambar 4.8 Tampilan

Tampilan Komposisi Warna pada Desain Visual Program BBM

Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.8 menunjukan hasil pertanyaan bahwa tampilan komposisi warna pada desain visual yang digunakan ketika program berlangsung menarik untuk dilihat. Berdasarkan hasil penelitian yang ditampilkan pada diagram diatas, sebanyak 60 dari 100 responden (60%) mengatakan setuju dengan pernyataan bahwa tampilan komposisi warna pada desain visual program BBM menarik untuk dilihat, 23 dari 100 responden (23%) lainnya mengatakan bahwa mereka sangat setuju dengan pernyataan tersebut.

Sedangkan untuk yang tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing ada 13 dari 100 responden (13%) dan 4 dari 100 responden (4%) bahwa tampilan komposisi warna pada desain visual di program BBM menarik untuk dilihat.

0 10 20 30 40 50 60

SS S TS STS

SS, 23

S , 60

TS , 13

STS , 4

Tampilan Komposisi Warna pada Desain Visual Program Menarik

Gambar 4. 9 Pengisi Acara

Pengisi Acara Mampu Menjelaskan Aspek UMKM dengan Baik

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.9 menunjukan hasil dari pernyataan pengisi acara pada program BBM mampu menjelaskan aspek UMKM dengan baik. Dari data diatas dapat kita jabarkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 70%

mengatakan setuju dengan pernyataan bahwa pengisi acara pada program BBM mampu menjelaskan dengan baik mengenai aspek-aspek UMKM, sebanyak 15% mengatakan sangat setuju. Sisanya ada sebanyak 11%

responden yang menyatakan bahwa tidak setuju dengan pernyataan bahwa pengisi acara pada program BBM mampu menjelaskan dengan baik mengenai aspek-aspek UMKM dan sisanya yaitu ada 4% responden yang mengatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa pada program BBM, pengisi acara baik moderator maupun narasumber yang dipilih untuk membawakan acara nya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan dapat menjelaskan aspek UMKM dengan sangat baik. Hal ini diperkuat dengan jawaban responden yang mengatakan setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, yaitu ada sebanyak 85 dari 100 responden.

Pengisi Acara Mampu Menjelaskan aspek UMKM dengan Baik

Gambar 4.10 Pengisi Acara

Pengisi Acara Berpengalaman dalam Bidang UMKM

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.10 menunjukan hasil dari pernyataan pengisi acara yang dipilih berpengalaman dalam bidang UMKM. Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah ada pada gambar diatas, ada sebanyak 68 dari 100 responden menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa pengisi acara dalam program BBM yang dipilih memiliki pengalaman yang baik dalam bidang UMKM, 10 responden menyatakan respon sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Sedangkan responden yang tidak setuju dengan pernyataan bahwa pengisi acara yang dipilih pada program BBM berpengalaman dalam bidang UMKM ada sebanyak 24 responden, masing-masing ada 18 responden menyatakan tidak setuju, dan ada 6 responden yang sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa program BBM menampilkan pengisi acara yang mampu menjelaskan dengan baik aspek UMKM. Hal ini ini didukung dengan pilihan program BBM yang memilih pengisi acara yang berpengalaman dalam bidang UMKM yang mana mayoritas responden setuju dengan pertanyaan tersebut mengenai tampilan pengisi acara.

0 10 20 30 40 50 60 70

SS S TS STS

SS, 10

S , 66

TS, 18

STS, 6

Pengisi Acara Berpengalaman dalam Bidang UMKM

Gambar 4.11 Pengisi Acara

Pengisi Acara Mampu Menjelaskan Peranan UMKM dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa

Sumber: Sumber: Hasil Penelitian, Data Diolah (2021)

Diagram 4.11 menunjukan hasil dari pernyataan bahwa pengisi acara yang dipilih pada program BBM mampu menjelaskan peranan UMKM dalam

Diagram 4.11 menunjukan hasil dari pernyataan bahwa pengisi acara yang dipilih pada program BBM mampu menjelaskan peranan UMKM dalam