BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
Seiring dengan berjalannya waktu, dunia komunikasi semakin berkembang, terutama di masa digital ini. Media baru atau new media menjadi salah satu media yang paling sering digunakan. Kategori media baru iala portal, website (situs web, blog, dan media sosial, radio online, dan email.
Kemunculan media baru turut memberikan andil akan perubahan pola komunikasi masyarakat. Media baru, dalam hal ini internet sedikit banyak mempengaruhi cara berkomunikasi dengan individu lainnya.
Instagram merupakan salah satu media sosial yang sangat diminati oleh orang-orang masa digital ini, dengan menampilkan fitur untuk berbagi foto dan video yang terkandung berbagai informasi di dalamnya. Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan kecepatan informasi membuat kita turut memanfaatkan Instagram. Hal ini dikarenakan Instagram dinilai sebagai salah satu media yang cepat dan tepat untuk mendapatkan informasi tanpa haru menunggu berita di televisi dan di media lainnya. Salah satunya akun media sosial Instagram milik salah satu media massa di kota Medan yaitu Tribun Medan, dengan nama akun Instagram @tribunmedandaily.
Dilihat dari laman akun Instagramnya, Tribun Medan cukup aktif dalam menggunakan Instagram sebagai sarana berbagi informasi dan sosialisasi di media sosial. Tribun medan juga memanfaatkan berbagai fitur yang ada di Instagram seperti “Live Streaming Instagram Television (IGTV)”.
Selain itu dapat memanfaatkan fitur Instagram dengan baik, ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menarik minat followers untuk tetap setia mengakses akun Instagramnya. Hal yang pertama kali harus menjadi perhatian adalah tampilan (visual), seperti penyusunan tata letak foto, dan video haruslah enak untuk dilihat, pemilihan latar belakang untuk sebuah video, serta komposisi warna yang baik akan sangat berpengaruh dalam menarik minat followers. Tak hanya itu, informasi juga menjadi faktor penting untuk pengikut, dimana dalam hal ini hal yang harus diperhatikan adalah kecepatan, ketepatan, dan dapat dipercaya. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena hal pertama yang dilihat pengikut selain tampilan adalah isi pesan yang disampaikan. Manfaat informasi, yaitu dimana
informasi yang disajikan harus memberikan manfaat dan pengetahuan kepada pengikutnya. Kemudian yang tak kalah penting adalah, bahasa yang digunakan dalam menyampaikan informasi. Hal ini penting karena biasanya para pengikut suatu akun memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, maka dari itu pemilihan dan cara berbahasa dalam menyampaikan informasi sebaiknya mudah dimengerti. Hal-hal yang telah diuraikan tersebut tentunya akan membentuk suatu persepsi dari pemikiran para pengikutnya. Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penggunaan panca indera dalam menerima stimulus, kemudian diorganisasikan dan diinterpretasikan sehingga memiliki pemahaman tentang apa yang diinderakan (Nugroho: 2012). Akun Instagram @tribunmedandaily berusaha untuk menarik perhatian pengikutnya melalui tampilan (visual), serta informasi yang disajikan. Guna membentuk suatu persepsi yang positif untuk kebaikan nama medianya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi followers akun Instagram @tribunmedandaily terhadap program BBM.
Setelah melakukan penelitian yang dilakukan pada 100 pengikutnya. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan melakukan penyebaran kuesioner diketahui bahwa laki-laki lebih sering mengakses akun Instagram
@tribunmedandaily daripada perempuan dengan perbandingan sebesar 3%.
Jumlah laki-laki sebanyak 51% dan perempuan sebanyak 49%.
Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa followers akun
@tribunmedandaily didominasi oleh rentang usia 21-29 tahun dengan persentase sebesar 70% (70 dari 100 responden). Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilihat bahwa pada rentang usia millennial yaitu 21-29 tahun memiliki rasa ingin banyak tahu dan memiliki ketertarikan pada informasi mengenai UMKM.
Sesuai dengan karakteristik rentang usia yang didominasi oleh kaum millennial yaitu 21-29 tahun, pada karakteristik pekerjaan juga didominasi oleh mahasiswa dengan persentase sebesar 46% (46 dari 100 responden).
Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa termasuk dalam kategori generasi millennial yang lebih aktif dalam mengakses media sosial
khususnya Instagram, tanggap dalam menerima informasi terbaru, serta memiliki rasa ingin tahu atau mencoba hal baru.
Berdasarkan penggunaan aplikasi Instagram dalam sehari, dapat dilihat bahwa frekuensi responden dalam mengakses aplikasi Instagram yang paling banyak adalah di angka 4-5 kali dalam sehari yaitu dengan presentasi 31% (31 dari 100 responden). Hasil ini menunjukkan bahwa sebanyak 31%
pengguna Instagram dapat meluangkan waktunya untuk mengakses Instagram sebanyak 4-5 kali dalam sehari.
Berjalannya dengan frekuensi penggunaan Instagram yang cukup besar dalam sehari, peneliti juga ingin mengetahui seberapa lama waktu yang diperlukan responden untuk mencari informasi-informasi pada akun Instagram @tribunmedandaily dalam sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48% responden dapat mengakses laman Instagram
@tribunmedandaily selama <5 menit untuk dapat melihat informasi-informasi yang dimuat oleh akun tersebut. Sedangkan untuk waktu selama 30 menit hanya ada 2 dari 100 responden yang memilih mengakses akun Instagram @tribunmedandaily dengan waktu yang cukup lama.
Responden yang keseluruhan merupakan pengikut akun Instagram
@tribunmedandaily menyatakan hampir keseluruhan menyetujui dengan indikator tampilan yaitu mengenai latar belakang pada saat program BBM berlangsung adalah menarik. Lltar belakang disini termasuk bagaimana penempatan meja sebagai atribut pendukung acara beserta isinya (vas bunga, taplak meja, dan contoh produk UMKM pengisi acara) serta penempatan layout (tata letak) bingkai video yang digunakan saat program BBM berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui penyebaran kuesioner seperti pada gambar 4.6 diatas, sebanyak 72% (72 dari 100 responden) menyatakan jika mereka setuju dengan pernyataan bahwa tampilan latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung menarik, 11% (11 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju. Dengan begitu, ada sebanyak 83% responden yang menyatakan setuju bahwa tampilan latar belakang pada program BBM saat acara berlangsung menari. Walaupun lebih dari 50% responden menyetujui pernyataan tersebut, tetapi ada sebanyak 17%
responden yang tidak menyetujui dan sangat tidak setuju dengan pernyataan mengenai menariknya tampilan latar belakang yang ada pada program BBM saat acara berlangsung.
Selain latar belakang, peneliti juga menambahkan pernyataan mengenai komposisi warna yang ditampilkan pada desain visual program BBM saat acara berlangsung apakah menarik perhatian responden.
Berdasarkan hasil penelitian seperti yang sudah dijelaskan pada gambar 4.8 sejumlah 72% (72 dari 100 responden) menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pertanyaan mengenai komposisi warna pada saat program berlangsung. Dengan masing-masing berjumlah 9% untuk responden yang sangat menyetujui, dan sebanyak 63% responden menyatakan setuju. Dalam hal mengenai tampilan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengikut akun Instagram @tribunmedandaily menyetujui dengan persentase lebih dari 70%
responden bahwa suatu tampilan yang disajikan dapat menarik perhatian pengguna dan pengikutnya untuk mengakses akun @tribunmedandaily.
Program BBM juga menampilan pengisi acara, maka dari itu peneliti juga mengajukan pertanyaan mengenai indikator pengisi acara. Adapun pertanyaan yang diajukan mengenai indikator pengisi acara adalah mencakup kemampuan, dan pengalaman pengisi acara dalam membawakan program BBM. Karena suatu program akan dinilai baik dan berkualitas jika orang-orang yang ada di dalam produksi program tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam meng-handle acara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% (85 dari 100 responden) menyetujui dan sangat menyetujui bahwa pengisi acara pada program BBM mampu menjelaskan aspek UMKM dengan baik saat program berlangsung seperti yang dijelaskan pada gambar 4.9. Maka dari itu berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada program BBM, pengisi acara yang dihadirkan baik moderator maupun narasumber yang dipilih untuk membawakan acara nya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan dapat menjelaskan aspek UMKM.
Selain dapat menjelaskan aspek UMKM, dalam indikator pengisi acara peneliti juga mengajukan pertanyaan mengenai pengalaman yang dimiliki pengisi acara dalam bidang UMKM. Berdasarkan hasil penelitian
seperti yang telah dijelaskan pada gambar 4.10 diatas, menunjukkan bahwa ada sebanyak 78 dari 100 responden (78%) menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pertanyaan bahwa pengisi acara yang ditampilkan pada program BBM memiliki pengalaman yang baik. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa program BBM dalam menyampaikan informasinya menampilkan pengisi acara yang mampu menjelaskan dengan baik aspek UMKM. Hal ini didukung dengan pilihan program BBM dalam memilih pengisi acara yang berpengalaman dalam bidang UMKM yang mana sebanyak 78% responden menyatakan setuju dan sangat setuju mengenai indikator pengisi acara.
Dalam indikator pengisi acara, peneliti juga mengajukan pertanyaan mengenai kemampuan pengisi acara dalam menjelaskan peranan UMKM dalam pembangunan ekonomi bangsa. Berdasarkan gambar 4.11 menunjukkan hasil bahwa sejumlah 88% (88 dari 100 responden) menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pertanyaan mengenai kemampuan pengisi acara dalam menyampaikan peranan UMKM dalam ekonomi bangsa. Walaupun lebih dari 80% responden menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pertanyaan tersebut, namun ada sebanyak 22%
responden menyatakan ketidaksetujuan mereka dengan pertanyaan tersebut.
Indikator selanjutnya yang sangat penting dalam sebuah program adalah mengenai informasi yang disampaikan. Indikator informasi juga dapat membentuk persepsi pengikut nya mengenai kualitas suatu program. Maka dari itu peneliti memasukan indikator informasi dengan pertanyaan apakah informasi yang disampaikan pada program BBM sudah tepat. Berdasarkan hasil penelitian seperti pada gambar 4.12 menunjukkan bahwa lebih dari 80%
(80 dari 100 responden) menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pertanyaan bahwa materi informasi yang disajikan dalam program BBM mengenai UMKM sudah tepat. Selain itu sisanya yaitu sebanyak sebanyak 7 dari 100 responden (7%) menyatakan tidak setuju dan 4 dari 100 responden (4%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa berdasarkan jawaban responden, materi informasi yang disampaikan pada program BBM mengenai UMKM sudah
tepat. Hal ini diperkuat dengan jumlah responden yang setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, yaitu sebanyak 89% (89 dari 100 responden).
Masih dalam indikator informasi, pertanyaan selanjutnya yang peneliti ajukan dalam kuesioner kepada responden adalah mengenai apakah materi informasi yang disampaikan pada program BBM dapat dipercaya.
Berdasarkan hasil penelitian seperti pada gambar 4.13 menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden menyatakan setuju, sebanyak 16 responden (16%) menyatakan sangat setuju, 6 responden (6%) menyatakan tidak setuju dan sisanya yaitu sebanyak 5% (5 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Maka dari itu berdasarkan jawaban responden, program BBM memberikan informasi yang tepat dan dapat dipercaya. Hal ini diperkuat dengan jawaban responden yang mengatakan setuju dan sangat setuju ada sebanyak 89% (89 dari 100 responden).
Hal terakhir yang menjadi pertanyaan peneliti melalui kuesioner dari indikator informasi adalah apakah informasi yang disampaikan mengenai UMKM pada program BBM disampaikan dengan sederhana. Berdasarkan hasil penelitian seperti gambar 4.14 diatas, mayoritas responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju ada sebanyak 87% (86 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan jawaban ada sebanyak 11 responden (11%) yang menyatakan sangat setuju, 76 responden (76%) yang mengatakan setuju dengan pernyataan bahwa informasi mengenai UMKM pada program BBM disampaikan dengan sederhana. Sedangkan untuk jumlah responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan pernyataan ini sejumlah 14% (14 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan jawaban berjumlah, yaitu 7 responden (7%) menyatakan sangat tidak setuju dan sisanya sebanyak 6 menyatakan tidak setuju. Maka dari itu berdasarkan hasil penelitian materi yang sajikan pada program BBM memiliki kualitas tersendiri, yaitu materi informasinya tepat, dapat dipercaya serta dapat disampaikan dengan cara yang sederhana. Hal ini diperkuat dengan jumlah jawaban responden yang memilih sangat setuju dan setuju ada sejumlah 87%.
Selain informasi, persepsi akan tumbuh jika seseorang mendapatkan manfaat dan pengalaman dari informasi apa yang diperoleh nya. Maka selain
informasi, indikator lainnya yang ingin diteliti untuk dapat melihat bagaimana persepsi pengikut @tribunmedandaily terhadap program BBM dalam penelitian ini adalah dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat informasi pada program BBM dalam menyampaikan informasi mengenai UMKM apakah memberikan manfaat kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian seperti yang sudah ada pada gambar 4.15, menunjukkan bahwa sebanyak 84% (84 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju dan setuju dengan pernyataan bahwa informasi yang didapat dari program BBM memberikan pengetahuan kepada responden. Dengan masing-masing berjumlah 17% (17 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju, 67% (67 dari 100 responden) menyatakan setuju. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 11% (11 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju, dan 5% (5 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa informasi yang terdapat pada program BBM mengenai UMKM memberikan pengetahuan kepada responden.
Masih meneliti tentang indikator informasi, peneliti juga mengajukan pertanyaan tentang apakah informasi bermanfaat dalam membantu responden mengetahui apa peran UMKM dalam sektor ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian seperti yang ada pada gambar 4.16, menunjukan bahwa dari pernyataan informasi bermanfaat dalam membantu memberikan pengetahuan mengenai peran UMKM dalam sektor ekonomi. Ada sejumlah 13% (13 dari 100 responden) yang menyatakan sangat setuju, 68% (68 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju. Seperti halnya indikator lain, pada poin ini juga terdapat responden yang sangat tidak setuju dan tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Masing-masing berjumlah 14% (14 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju, dan sisanya sebanyak 5% (5 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa informasi bermanfaat dalam membantu memberikan pengetahuan mengenai peranan UMKM dalam sektor ekonomi.
Dua indikator terakhir yang telah diteliti dalam penelitian ini adalah indikator durasi penayangan dan bahasa yang digunakan. Pertama-tama hasil indikator durasi penayangan yang akan dibahas yaitu mengenai apakah durasi
tayangan program BBM yang selama 45 menit sudah sesuai. Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan yang telah ada pada tabel 4.17 diatas, menunjukkan bahwa sebanyak 67% (67 dari 100 responden) menyatakan setuju dengan durasi penayangan program BBM yaitu selama 45 menit sudah sesuai, 7% (7 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju, 21% (21 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju, dan sisanya sejumlah 5% (5 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa durasi tayangan mengenai UMKM pada program BBM yaitu selama 45 menit sudah sesuai.
Karena hasil diatas menyatakan bahwa masih ada responden yang tidak setuju dengan durasi penayangan program BBM selama 45 menit. Maka dari itu peneliti juga memasukan pertanyaan apakah durasi penayangan program BBM yaitu selama 45 menit perlu ditambah. Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan yang telah ada pada gambar 4.18 diatas, menunjukkan bahwa sebanyak 49% (49 dari 100 responden) menyatakan setuju dengan durasi penayangan program BBM selama 45 menit perlu ditambah, 11% (11 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju, 27% (27 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju dengan penambahan durasi penayangan program BBM, dan sisanya sejumlah 13% (13 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa durasi penayangan program BBM selama 45 menit sudah sesuai dan tidak perlu ditambah.
Pertanyaan terakhir yang peneliti tambahkan di indikator durasi penayangan adalah mengenai durasi untuk sesi tanya jawab. Karena biasanya dalam suatu program atau acara apapun selalu ada diberikan kesempatan pada audiens untuk bertanya jawab dengan narasumber. Hal ini bertujuan agar komunikasi yang dilakukan berlangsung dua arah. Tujuan diberinya waktu untuk bertanya jawab agar adanya titik terang mengenai informasi yang masih tidak dimengerti oleh audiens nya. Maka dari itu waktu yang berikan untuk sesi tanya jawab haruslah tepat dan sesuai, seperti halnya pada program BBM yang memberikan waktu untuk audiens bertanya mengenai hal yang relevan
yang diberikan oleh moderator acara-acara adalah sekitar 5-10 menit. Maka dari itu peneliti ingin melihat bagaimana persepsi followers
@tribunmedandaily mengenai pemberian waktu selama 5 menit untuk sesi tanya jawab bersama narasumber. Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan yang telah ada pada gambar 4.19 diatas, menunjukkan bahwa sebanyak 55%
(55 dari 100 responden) menyatakan setuju dengan durasi penayangan program BBM untuk sesi tanya jawab selama 5 menit sudah sesuai, 11% (11 dari 100 responden) menyatakan sangat setuju, 20% (20 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju, dan sisanya sejumlah 14% (14 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa durasi penayangan program BBM untuk sesi tanya jawab yaitu selama 5 menit sudah sesuai.
Indikator terakhir yang diteliti dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi followers Instagram @tribunmedandaily terhadap program BBM adalah mengenai bahasa. Dalam berkomunikasi, cara berbahasa seseorang akan mempengaruhi bagaimana pemahaman orang lain yang mendengarkan kita saat menyampaikan pesan. Maka dari itu sebaiknya dalam berkomunikasi kita harus memakai bahasa yang mudah dipahami, jelas, dan tidak berbelit-belit. Seperti halnya pada program BBM, peneliti mengajukan pertanyaan mengenai apakah bahasa yang digunakan penyaji dalam menyampaikan informasi UMKM pada program BBM mudah dipahami oleh responden. Berdasarkan hasil penelitian seperti yang sudah ada pada gambar 4.20 diatas, responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju ada sebanyak 89% (89 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan jawaban ada sebanyak 14 responden (14%) yang menyatakan sangat setuju, 75 responden (75%) yang menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa bahasa yang digunakan penyaji dalam menyampaikan informasi mudah dipahami. Sedangkan untuk jumlah responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan pernyataan ini ada 11% (11 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan berjumlah 7% (7 dari 100 responden) yang menyatakan tidak setuju dan 4% (4 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju.
Selain mudah dipahami, bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi haruslah jelas agar tidak menimbulkan kesalah-pahaman (miss-understanding) antar komunikator dan komunikan. Maka dari itu peneliti juga mengajukan pertanyaan pada indikator bahasa yaitu apakah bahasa yang digunakan penyaji dalam menyampaikan informasi pada program BBM sangat jelas bagi responden. Berdasarkan hasil penelitian seperti yang sudah ada pada gambar 4.21 diatas, mayoritas responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju ada sebanyak 87% (87 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan jawaban ada sebanyak 13 responden (13%) yang menyatakan sangat setuju, 74 responden (74%) yang mengatakan setuju dengan pernyataan bahwa bahasa yang digunakan oleh penyaji dalam menyampaikan informasi mengenai UMKM sangat jelas. Sedangkan untuk jumlah responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan pernyataan ini sejumlah 13%
(13 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan berjumlah 9% (9 dari responden) menyatakan tidak setuju, dan sisanya yaitu 4% (4 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju.
Pertanyaan terakhir yang peneliti ajukan dalam kuesioner mengenai indikator bahasa adalah mengenai apakah bahasa yang digunakan penyaji dalam menyampaikan informasi mengenai UMKM tidak berbelit-belit.
Berdasarkan hasil penelitian seperti yang sudah digambarkan diatas, mayoritas responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju ada sebanyak 89% (89 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan jawaban ada sebanyak 10 responden (10%) yang menyatakan sangat setuju, 79 responden (79%) yang mengatakan setuju dengan pernyataan bahwa bahasa yang digunakan penyaji dalam menyampaikan informasi mengenai UMKM tidak berbelit-belit. Sedangkan untuk jumlah responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan pernyataan ini sejumlah 11% (11 dari 100 responden) dengan masing-masing pilihan berjumlah 7% (7 dari 100 responden) menyatakan tidak setuju, dan sisanya yaitu sejumlah 4% (4 dari 100 responden) menyatakan sangat tidak setuju.
Dari berbagai pernyataan dan tanggapan responden di atas, kini kita
masing-masing orang dapat berbeda dikarenakan pengalaman mereka masing-masing saat mengikuti program acara BBM yang membahas mengenai UMKM itu berbeda, berbagai kejadian yang bersangkutan dengan program BBM yang dialami setiap orang juga berbeda. Persepsi sendiri merupakan kata yang mempunyai hubungan dengan waktu yang sudah berlalu sampai saat ini atau juga berhubungan dengan pengalaman, perhatian, dan pengetahuan. Dalam hal ini, persepsi setiap orang akan sangat sulit untuk disamakan, karena setiap orang memiliki pengalaman, perhatian, dan pengetahuan yang berbeda-beda.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi followers akun Instagram @tribunmedandaily terhadap program BBM. Dari hasil keseluruhan penjelasan peneliti mengenai judul tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa:
Persepsi pengikut akun Instagram @tribunmedandaily mengenai salah satu program yang ada yaitu BBM (Bincang Bisnis UMKM) yang mayoritas pengikutnya adalah mahasiswa yang berada pada rentang usia millennial yaitu 21-29 tahun menunjukkan bahwasanya program tersebut memiliki citra dan kualitas yang baik menurut responden. Hal ini dapat dilihat berdasarkan jawaban responden yang menyetujui bahwasanya apa yang ditampilkan pada program BBM mulai dari tampilan, pengisi acara, materi informasi, manfaat informasi, durasi penayangan, serta bahasa yang digunakan pada program BBM dalam menyajikan informasi mengenai UMKM disajikan dengan baik, dan dapat menarik perhatian pengikutnya untuk mengikuti program BBM dengan penuh perhatian.
Selain itu, melalui penyebaran kuesioner yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa keefektifan aplikasi Instagram menjadi media berbagi informasi ditentukan oleh bagaimana penggunanya memanfaatkan aplikasi Instagram tersebut. Hal ini juga didukung oleh responden yang dapat mengambil manfaat dari salah satu akun yang ada yaitu
@tribunmedandaily melalui salah satu programnya. Berdasarkan jawaban responden yang menyatakan setuju bahwa Program BBM memberikan manfaat berupa pengetahuan baik mengenai UMKM sendiri maupun bagaimana peranan UMKM dalam sektor ekonomi. Hal ini membuktikan kualitas materi yang ada pada program BBM sangat terjamin, berdasarkan jawaban responden yang menyatakan setuju dengan berbagai pertanyaan yang telah peneliti ajukan mengenai program BBM ini.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pengikut Instagram
@tribunmedandaily adalah pengalaman, perhatian dan pengetahuan. Dapat
dilihat dari hasil kuesioner yang dibagikan, bahwa setiap responden akan menjawab pertanyaan sesuai dengan pengalamannya dalam menggunakan Instagram dan bagaimana mereka mengakses akun Instagram
@tribunmedandaily. Perhatian juga dapat dilihat berdasarkan jawaban responden. Beberapa responden akan menjawab sesuai dengan apa yang mereka perhatikan pada Program BBM. Selain pengalaman dan perhatian, pengetahuan juga merupakan faktor dari bagaimana sebuah persepsi terbentuk. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.2 yang membahas mengenai batasan umur pemakaian aplikasi Instagram dimana mahasiswa sebagai generasi millennial memiliki pengetahuan yang baik mengenai
@tribunmedandaily. Perhatian juga dapat dilihat berdasarkan jawaban responden. Beberapa responden akan menjawab sesuai dengan apa yang mereka perhatikan pada Program BBM. Selain pengalaman dan perhatian, pengetahuan juga merupakan faktor dari bagaimana sebuah persepsi terbentuk. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.2 yang membahas mengenai batasan umur pemakaian aplikasi Instagram dimana mahasiswa sebagai generasi millennial memiliki pengetahuan yang baik mengenai