• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Karakteristik Responden

Sebagai awal proses analisis dalam hasil penelitian ini, dilakukan analisis terhadap karakteristik responden yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin,

Pergeseran

penelitian adalah 100 responden yang terdiri dari 50 responden di retail tradisionil dan 50 responden di retail modern yang berada di kecamatan Medan Marelan, kota Medan (terlampir)

4.2.1. Jenis Kelamin

Berikut di bawah ini karakterik responden berdasarkan jenis kelamin yang diperoleh dari retail tradisional dan retail modern:

Tabel 4.2.Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Retail Jenis Kelamin

Pria Frekuensi Wanita Frekuensi

Tradisional 22 44 % 28 56 %

Modern 13 26 % 37 74 %

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas diperoleh data, dari 50 orang jumlah responden di Retail Tradisional terdapat berjenis kelamin pria sebanyak 44% atau 22 orang. Responden wanita sebanyak 56% atau 28 orang. Ini berarti dalam penelitian di Retail Tradisional terdapat responden wanita lebih banyak jumlahnya dari pada responden pria. Sedangkan dari 50 orang jumlah responden di Retail Modern terdapat responden berjenis kelamin pria sebanyak 26% atau 13 orang. Responden wanita sebanyak 74% atau 37 orang. Ini berarti dalam penelitian di Retail Moder terdapat responden wanita lebih banyak jumlahnya dari pada responden pria.

4.2.2 Jenis Pekerjaan

Berikut di bawah ini karakterik responden berdasarkan jenis pekerjaan yang diperoleh dari retail tradisional dan retail modern:

Tabel 4.3. Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Retail Belum Bekerja Buruh Ibu RT Pekerjaan (orang) PNS Pegawai Swasta Wiraswasta

Tradisional 1 7 14 2 9 17

Modern 2 5 20 1 14 8

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diperoleh data, dari 50 orang jumlah responden di Retail Tradisional terdapat responden yang terbesar berjenis pekerjaan wiraswasta sebanyak 34% atau 17 orang dan jenis pekerjaan yang terkecil belum bekerja sebanyak 2% atau 1 orang. Sedangkan dari 50 orang jumlah responden di Retail Modern terdapat responden yang terbesar berjenis pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 40% atau 20 orang dan jenis pekerjaan yang terkecil belum bekerja sebanyak 4% atau 2 orang.

4.2.3 Jenis Tingkat Pendidikan

Berikut di bawah ini karakterik responden berdasarkan jenis tingkat pendidikan yang diperoleh dari retail tradisional dan retail modern:

Tabel 4.4. Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Tingkat Pendidikan

Retail

Tingkat Pendidikan (orang)

SD SLTP SMU Diploma 3

Perguruan Tinggi

Tradisional 9 8 28 3 2

Modern 2 4 33 7 4

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas diperoleh data, dari 50 orang jumlah responden di Retail Tradisional terdapat responden yang terbesar tingkat pendidikan SMU sebanyak 56% atau 28 orang dan tingkat pendidikan terkecil terdapat pada perguruan tinggi sebanyak 2% atau 1 orang. Sedangkan dari 50 orang jumlah responden di Retail Modern terdapat responden yang terbesar

tingkat pendidikan SMU sebanyak 66% atau 33 orang dan tingkat pendidikan terkecil terdapat pada pendidikan SD sebanyak 4% atau 2 orang.

4.3. Persepsi Hasil Jawaban Responden 4.3.1. Persepsi Variabel Harga (X1)

Harga adalah jumlah uang yang di tagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang di pertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Dalam penelitian ini, yang di maksud dengan harga, yaitu satuan nilai uang yang di tetapkan oleh pihak pengelola retail modern dan retail tradisional. Pengukuran jawaban pernyataan-pernyataan tersebut di atas menggunakan skala interval kesetujuan berjenjang nilai 5 menujukkan sangat murah, nilai 4 menunjukkan murah, nilai 3 menunjukkan cukup murah, nilai 2 menunjukkan mahal dan nilai 1 menunjukkan sangat mahal.

Distribusi jawaban responden mengenai variabel harga pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Harga (X1)

Retail Sagat Murah Murah Cukup Murah Mahal Sangat Mahal Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 0 0 16 32 29 58 5 10 0 0 50 100 Modern 0 0 14 26 36 72 0 0 0 0 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan harga yang ditawarkan yaitu cukup murah sebesar 58% atau 29 orang, pada bagian harga yang ditawarkan murah yaitu 32% atau 16 orang, dan pada bagian harga yang ditawarkan mahal hanya sebesar 10% atau 5 orang.

Tabel 4.5 di atas juga menjelaskan di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan harga yang ditawarkan di retail modern yaitu cukup murah sebesar 72% atau 36 orang dan pada bagian harga yang ditawarkan murah yaitu 26% atau 14 orang. Pada retail tradisional dan modern bahwa mayoritas hasil jawaban responden adalah harga yang ditawarkan cukup murah.

4.3.2. Persepsi Variabel Kelengkapan Produk (X2)

Kelengkapan produk (X2) adalah menjual barang- barang dengan komplit. Dalam penelitian ini, yang di maksud dengan kelengkapan produk, yaitu: lengkap atau tidaknya jumlah ketersediaan produk yang di tawarkan oleh pihak pengelola

retail. Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala interval kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan sangat lengkap, nilai 4 menunjukkan lengkap, nilai 3 menunjukkan cukup lengkap, nilai 2 menunjukkan kurang lengkap dan nilai 1 menunjukkan sangat kuranga lengkap. Distribusi jawaban responden mengenai variabel kelengkapan produk pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.6. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Kelengkapan Produk (X2) Retail Sangat Lengkap Lengkap Cukup Legkap Kurang Lengkap Sangat Kurang Lengkap Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 2 4 2 4 31 62 14 28 1 2 50 100 Modern 16 32 14 28 10 20 10 20 0 0 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan kelengkapan produk yaitu cukup lengkap sebesar 62% atau 31 orang, pada bagian

kurang lengkap yaitu 28% atau 14 orang, pada bagian sangat lengkap dan lengkap masing-masing yaitu 4 % atau 2 orang dan pada bagian sangat kurang lengkap yang hanya sebesar 2% atau 1 orang.

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan kelengkapan produk yang ada di retail modern yaitu sangat lengkap sebesar 32% atau 16 orang, pada bagian lengkap yaitu 28% atau 14 orang, pada bagian cukup lengkap dan kurang lengkap masing-masing yaitu 20 % atau 10 orang dan pada bagian sangat sangat kurang lengkap yang hanya sebesar 2% atau 1 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel kelengkapan produk pada retail tradisional bahwa mayoritas menyatakan cukup lengkap sedangkan di retail modern menyatakan bahwa mayoritas terdapat sangat lengkap.

4.3.3 Persepsi Variabel Layout (X3)

Layout barang dagangan di retail modern diatur secara lebih menarik. Barang dagang diletakkan pada rak-rak yang terkategorisasi dan eye catching.

Layout ini bisa memanjakan konsumen dalam berbelanja. Pada tingkat tertentu, layout ini dapat memunculkan keputusan belanja spontan (tak terencana) karena konsumen tertarik display barang dalam rak. Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala likert kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan sangat teratur, nilai 4 menunjukkan teratur, nilai 3 menunjukkan cukup teratur, nilai 2 menunjukkan kurang teratur dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang teratur. Persepsi jawaban responden mengenai variabel layout pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Layout (X3) Retail Sangat Teratur Teratur Cukup Teratur Kurang Teratur Sangat Kurang Teratur Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 0 0 3 6 24 48 5 10 18 36 50 100 Modern 17 34 21 42 11 22 1 2 0 0 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, pada retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

layout yaitu cukup teratur sebesar 48% atau 24 orang, pada bagian sangat kurang teratur yaitu 36% atau 18 orang, pada bagian kurang teratur yaitu 10 % atau 5 orang dan pada bagian teratur yaitu 6% atau 3 orang.

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

layout yang teratur sebesar 42% atau 21 orang, pada bagian sangat teratur lengkap yaitu 34% atau 17 orang, pada bagian cukup teratur yaitu 22% atau 11 orang dan pada bagian kurang teratur yaitu 2 % atau 1 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel layout pada retail tradisional bahwa mayoritas menyatakan cukup teratur sedangkan dan retail modern bahwa mayoritas terdapat sangat teratur.

4.3.4 Persepsi Variabel Suasana dan Layanan (X4)

Suasana dan layanan ritel modern menawarkan suasana belanja yang nyaman. ritel modern mementingkan kebersihan ruangan, penerangan yang sangat cukup, fasilitas air conditioning, dan alunan musik. Tentunya, investasi yang tidak sedikit harus ditanamkan untuk menghadirkan suasana nyaman ini. Namun, penciptaan suasana nyaman ini akan mendorong konsumen untuk stay lebih dan

berbelanja dengan tenang. Selain itu, suasana nyaman ini dapat membentuk brand image di benak konsumen sehingga mereka akan selalu memilih ritel modern untuk berbelanja. Setiap konsumen yang masuk dalam ritel modern seringkali disambut oleh salam khas oleh para penjaga outlet. Tidak peduli apakah salamnya dijawab atau tidak, begitu konsumen membuka pintu toko, penjaga otomatis mengucapkan salam itu. Selama konsumen di dalam ruangan toko, mereka siap siaga memberikan pelayanan, mulai dari menunjukkan rak di mana barang yang dicari berada sampai dengan mengambilkan barang belanjaan. Di akhir sesi, mereka mengucapkan salam lagi dan sembari mengingatkan untuk kembali berbelanja di lain waktu. Disadari atau tidak, keramahan ini merupakan wujud dari careness terhadap konsumen.

Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala likert kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan sangat bagus, nilai 4 menunjukkan bagus, nilai 3 menunjukkan cukup bagus, nilai 2 menunjukkan kurang bagus dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang bagus. Persepsi jawaban responden mengenai variabel suasana dan layanan pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.8. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Suasana dan Layanan (X4) Retail Sangat Bagus Bagus Cukup Bagus Kurang Bagus Sangat Kurang Bagus Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 1 2 5 10 29 58 15 30 0 0 50 100 Modern 14 28 23 46 11 22 2 4 0 0 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

suasana dan layanan yaitu cukup bagus sebesar 58% atau 29 orang, pada bagian kurang bagus yaitu 30% atau 15 orang, pada bagian bagus yaitu 10 % atau 5 orang dan pada sangat bagus yaitu 2% atau 1 orang.

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan suasana dan layanan yang bagus sebesar 46% atau 23 orang, pada bagian sangat bagus yaitu 28% atau 14 orang, pada bagian cukup bagus yaitu 22% atau 11 orang dan pada bagian kurang bagus yaitu 4 % atau 2 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel suasana dan layangan pada retail tradisional bahwa mayoritas menyatakan cukup bagus sedangkan dan retail modern bahwa mayoritas terdapat suasana dan layananyang bagus.

4.3.5 Persepsi Variabel Lokasi (X5)

Ritel modern dimanapun berdiri di lokasi yang strategis, dekat dengan keramaian dan memiliki space parkir kendaraan bermotor yang cukup. Setiap orang akan setuju kalau dinyatakan bahwa lokasi yang strategis adalah salah satu pendorong atau pemicu keunggulan bersaing. Pemilihan lokasi yang strategis ini menunjukkan bahwa retail modern tidak saja menjadikan masyarakat sekitar sebagai konsumen sasaran tetapi juga mereka yang berlalu-lintas di keramaian. Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala interval kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan lokasi sangat stategis, nilai 4 menunjukkan strategis, nilai 3 cukup strategis, nilai 2 menunjukkan kurang strategis dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang strategis. Distribusi jawaban responden mengenai variabel lokasi pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.9. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Lokasi (X5) Retail Sangat Stategis Strategis Cukup Strategis Kurang Strategis Sangat Kurang Strategis Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 12 24 16 32 17 34 5 10 0 0 50 100 Modern 16 32 14 28 18 36 1 2 1 2 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan lokasiyaitu cukup strategis sebesar 34% atau 17 orang, pada bagian strategis yaitu 32% atau 16 orang, pada bagian sangat strategis bagus yaitu 24 % atau 12 orang dan pada kurang strategis yaitu 10% atau 5 orang.

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan lokasi yang yaitu cukup stategis sebesar 36% atau 18 orang, pada bagian sangat strategis yaitu 32% atau 16 orang, pada bagian strategis yaitu 28% atau 14 orang dan pada bagian kurang strategis dan sangat kurang strategis adalah masing-masing 2% atau 1 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel lokasi pada retail tradisional dan retail modern bahwa mayoritas menyatakan cukup strategis lokasinya.

4.3.6 Persepsi Variabel Promosi (X6)

Ritel modern yang berjaringan secara nasional mampu menyelenggarakan promosi yang bersifat massal. Secara kolektif, ritel modern bisa mempromosikan diri secara kolektif untuk menumbuhkan minat belanja konsumen. Kegiatan promosi ini mulai dari iklan di televisi, lomba mewarnai, hadiah undian, sampai dengan souvenir belanja. Pengelolaan promosi yang teintegrasi semacam ini

semakin memperkokoh branding dari retail modern pada benak konsumen dan masyarakat.

Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala likert kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan promosi sangat menarik, nilai 4 menunjukkan menarik, nilai 3 cukup menarik, nilai 2 menunjukkan kurang menarik dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang menarik. Persepsi jawaban responden mengenai variabel promosi pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.10. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Promosi (X6)

Retail Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik Sangat Kurang Menarik Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 0 0 2 4 14 28 6 12 28 56 50 100 Modern 1 2 17 34 21 42 11 22 0 0 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan promosi yaitu sangat kurang menarik sebesar 56% atau 28 orang, pada bagian cukup menarik yaitu 28% atau 14 orang, pada bagian kurang menarik yaitu 12% atau 6 orang dan pada menarik yaitu 4% atau 2 orang.

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan promosi yang yaitu cukup menarik sebesar 42% atau 21 orang, pada bagian menarik yaitu 34% atau 17 orang, pada bagian kurang menarik yaitu 22% atau 11 orang dan pada bagian sangat menarik adalah 2% atau 1 orang.Persepsi jawaban responden mengenai variabel lokasi pada retail tradisional bahwa mayoritas

promosi menyatakan kurang menarik dan pada retail modern bahwa mayoritas menyatakan cukup menarik promosinya.

4.3.7 Persepsi Variabel Trend (X7)

Trend dalam kehidupan sehari-sehari sering digunakan untuk mengungkapkan keadaan dimana suatu hal sedang digemari atau sedang menjadi perhatian kebanyakan orang. Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala likert kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan sangat trend, nilai 4 menunjukkan trend, nilai 3 cukup trend, nilai 2 menunjukkan kurang trend dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang trend. Persepsi jawaban responden mengenai variabel trend pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.11. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Trend (X7)

Retail Sangat Ternd Trend Cukup Trend Kurang Trend Sangat Kurang Trend Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 0 0 1 2 6 12 24 48 19 38 50 100 Modern 11 22 17 34 20 40 0 0 2 4 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

trend yaitu kurang trend sebesar 48% atau 24 orang, pada bagian sangat kurang

trend yaitu 38% atau 19 orang, pada bagian cukup trend yaitu 12 % atau 6 orang dan pada trend yaitu 2% atau 1 orang.

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

atau 17 orang, pada bagian sangat trend yaitu 22% atau 11 orang dan pada bagian sangat kurang trend adalah 4% atau 2 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel trend pada retail tradisional bahwa mayoritas menyatakan kurang trend dan pada retail modern bahwa mayoritas menyatakan cukup trend.

4.3.8 Persepsi Variabel Prestige (X8)

Prestige adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa mempunyai kebanggan tersendiri, pada saat mengkonsumsi barang dan jasa tertentu yang di hasilkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini, yang di maksud dengan Prestige

adalah: suatu keadaan di mana konsumen merasa mempunyai kebanggan tersendiri, pada saat berbelanja di retail modern. Pengukuran jawaban pernyataan- pernyataan tersebut di atas menggunakan skala likert kesetujuan berjenjang dengan nilai 5 menujukkan sangat prestige, nilai 4 menunjukkan prestige, nilai 3 cukup prestige, nilai 2 menunjukkan kurang prestige dan nilai 1 menunjukkan sangat kurang prestige

Persepsi jawaban responden mengenai variabel prestige pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Presige (X6)

Retail Sangat Presige Prestige Cukup Presige Kurang Prestige Sangat Kurang Presige Total Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Tradisional 0 0 1 2 7 14 8 16 34 68 50 100 Modern 1 2 16 32 30 60 1 2 2 4 50 100 Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.12 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

kurang presige yaitu 16% atau 8 orang, pada bagian cukup prestige yaitu 14 % atau 7 orang dan pada prestige yaitu 2% atau 1 orang.

Berdasarkan Tabel 4.12 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan

prestige yaitu cukup prestige sebesar 60% atau 30 orang, pada bagian prestige

yaitu 32% atau 16 orang, pada bagian sangat prestige dan kurang prestige masing-masing yaitu 2% atau 1 orang. Persepsi jawaban responden mengenai variabel

prestige pada retail tradisional bahwa mayoritas menyatakan kurang prestige dan pada retail modern bahwa mayoritas menyatakan cukup prestige.

4.3.9 Persepsi Variabel Pendapatan Konsumen (X9)

Faktor pendapatan konsumen adalah faktor persepsi masyarakat yang merubah pola pikir yang berbelanja di retail modern adalah konsumen kalangan menengah ke atas merasa nyaman dibandingkan dengan retail tradisional. Persepsi jawaban responden mengenai variabel pendapatan konsumen pada retail tradisional dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.13. Distribusi Pendapatan Responde Retail Tradisional perbulan

No Skala Pendapatan Frekuensi %

1. 650000 - 1299999 5 10,00% 2. 1300000 - 2259999 24 48,00% 3. 2260000 - 3219999 13 26,00% 4. 3220000 - 4179999 6 12,00% 5. 4180000 - 5139999 0 0,00% 6. 5140000 - 6099999 1 2,00% 7. 6100000 - 7059999 1 2,00% Total 50 100 Sumber : Lampiran 2

Berdasarkan Tabel 4.13 menunjukkan hasil jawaban dari 50 responden di retail tradisional diperoleh mayoritas pendapatan konsumen yaitu pada skala

likert Rp. 1.300.000,00 - Rp. 2.259.999,00 yaitu sebesar 48 % atau 24 orang. Pendapatan konsumen terkecil yaitu sebesar Rp. 650.000 dan pendapatn terbesar yaitu Rp. 7.000.000,00 Persepsi jawaban responden mengenai variabel pendapatan konsumen pada retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.14. Distribusi Pendapatan Responden Retail Modern perbulan

No Skala Pendapatan Frekuensi %

1. 650000 - 1299999 10 20,00% 2. 1300000 - 2259999 17 34,00% 3. 2260000 - 3219999 16 32,00% 4. 3220000 - 4179999 3 6,00% 5. 4180000 - 5139999 0 0,00% 6. 5140000 - 6099999 1 2,00% 7. 6100000 - 7059999 3 6,00% Total 50 100 Sumber : Lampiran 2

Berdasarkan Tabel 4.14 menunjukkan hasil jawaban dari 50 responden di

retail modern diperoleh mayoritas pendapata konsumen yaitu pada skala Rp. 1.620.000,00 - Rp. 2.689.999,00 yaitu sebesar 34 % atau 24 orang.

Pendapatan keluarga konsumen terkecil yaitu sebesar Rp. 650.000 dan pendapatn terbesar yaitu Rp. 8.000.000,00

4.3.10 Persepsi Variabel Perilaku Belanja Konsumen (Y)

Tingkat perubahan perilaku belanja konsumen dari retail tradisional ke retail modern ada tiga yaitu pindah (langganan), cari alternatif dan coba-coba. Persepsi jawaban responden mengenai variabel perilaku belanja konsumen pada retail tradisional dan retail modern dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.15. Persepsi Jawaban Responden Mengenai Perilaku Belanja Konsumen (Y)

Retail Pindah Cari Alternatif Coba-Coba Total

Jlh % Jlh % Jlh % Jlh %

Tradisional 23 46 12 24 15 30 50 100

Berdasarkan Tabel 4.15 di atas di retail tradisional dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan perilaku belanja konsumen yaitu berlangganan sebesar 46% atau 23 orang, pada bagian cari alternatif yaitu 24% atau 12 orang, pada bagian coba-coba yaitu 30 % atau 15 orang. Berdasarkan Tabel 4.15 di atas di retail modern dari 50 orang jumlah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan perilaku belanja konsumen yaitu berlangganan sebesar 20% atau 10 orang, pada bagian cari alternatif yaitu 38% atau 19 orang, pada bagian coba-coba yaitu 42 % atau 21 orang.

Dokumen terkait