• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Karakteristik responden

Responden dan informan pada penelitian ini terdiri atas ketua bidang perikanan, kordinator penyuluhan dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian Kota Makassar, kepala desa dan masyarakat nelayan. Identitas responden dan informan dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan responden dan informan yang dapat mencermingkan variasi sikap, perilaku dan tanggapan terhadap peran pemerintah kota Makassar khususnya Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan, dan Pertanian Kota Makassar dalam melakukan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir kususnya masyarakat nelayan di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Identitas informan perlu diketengahkan untuk memberikan gambaran tentang sumber data serta untuk melihat keabsahan data atau validasi data yang telah diperoleh dari responden bersangkutan. Keanekaragaman karakteristik responden dan informan juga memberikan penjelasan mengenai persepsi atau sikap setiap informan dan responden terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Perbedaan karakteristik responden dan informan akan memberikan penilaian yang variatif terhadap fenomena berkaitan dengan objek penelitian ini.

Adapun karakteristik responden dan informan dikategorisasikan atas beberapa karakteristik yaitu karakteristik responden dan informan menurut masyarakat usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Dari 26 orang responden

dan 7 orang informan dalam penelitian ini, dapat diberikan gambaran tentang karakteristiknya seperti di bawah ini:

1. Karakteristik Responden dan Informan Menurut Masyarakat Umur.

Identitas responden dapat dilihat pada pengelompokan umur yang dapat menggambarkan sikap dan perilaku informan dan responden terutama dalam melakukan penilaian. Dari 26 responden dan 7 informan yang ada, maka diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 4.4 Karakteristik Responden dan Informan Menurut Kelompok Umur

Jenis kelamin Frekuensi Persentase

< 20 Tahun

Sumber : Hasil olahan data primer Mei 2014

Berdasarkan pada tabel diatas diketahui bahwa yang menjadi responden dan informan terbanyak dalam penelitian ini adalah dengan karakteristik umur diantara 36-50 tahun yaitu sebanyak 21 orang (64%) kemudian yang berumur antara 21-35 tahun sebanyak 9 orang (27%) dan responden yang berumur lebih dari 51 tahun hanya 3 orang (9%).

Jika diperhatikan karakteristik responden dalam tabel di atas dapat dikatakan bahwa dominan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah yang berumur antara 36-50 dan lainnya yang berumur antara 21-35

tahun. Dari karakteristik umur responden tersebut dapat dikatakan bahwa pada umumnya responden yang ada cukup relevan dalam memberikan pendapat

2. Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden berpengaruh secara signifikan terhadap pandangan atau sikap responden terhadap jawaban yang diberikan. Pendidikan yang cukup tinggi yang dimiliki responden tentu memiliki pengetahuan yang berbeda dengan responden yang tingkat pendidikannya rendah. Data dalam tabel. Memberikan gambaran karakteristik responden menurut tingkat pendidikan, sebagai berikut :

Tabel 4.5 Karakteristik Responden dan Informan Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan Frekuensi Persentase SD

Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden dan informan memiliki jenjang pendidikan terakhir adalah SD yaitu sebanyak 22 orang (66%). Kemudian SMP sebanyak 5 orang (16%). Kemudian untuk jenjang pendidikan terakhir SMA sebanyak 3 orang (9%) dan untuk jenjang pendidikan terakhir Sarjana sebanyak 3 orang (9%).

3. Karakteristik Informan Menurut Pekerjaan

Jenis pekerjaan responden sangat berpengaruh terhadap pandangan atau sikap responden terhadap jawaban yang diberikan. perbedaan Pekerjaan yang dimiliki responden tentu memiliki penilaian yang berbeda antara responden yang menjabat sebagai pemerintah dengan responden yang bekerja sebagai nelayan. Jenis pekerjaan sangat menentukan hasil penelitian. Adapun klasifikasi pekerjaan responden dapat di uraikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.6 Nama dan Jabatan Informan

No Nama Jabatan/pekerjaan

1 Syapril Ketua bidang perikanan 2 Ibu Salmiah Kordinator penyuluh

3 Arman Staf kantor

4 Muhammad Rhesa Lurah barombong

5 Haeruddin Nelayan

6 Jani Nelayan

7 Dg. Bella Nelayan

4.3. Peran Pemerintah Daearah Dalam Pembangunan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kecamatan Tamalate Kota Makassar?

Peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat nelayan adalah melakukan berbagai cara untuk memberdayakan masyarakat. untuk melakukan hal demikian pemerintah dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (KP3) membentuk tim kerja, jumlah anggotanya terdiri dari delapan orang. Tim tersebut ditugaskan diberbagai Kecamatan dengan membagi tugas masing-masing di Kota Makassar dan tiap Kecamatan mendapatkan satu orang tenaga pendamping dari tim kerja yang dibentuk oleh dinas.

Adapun fokus pemerintah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Tamalate Kelurahan Barombong yakni bentuk penyuluhan untuk meningkatkan SDM. Pemberian bantuan sarana dan prasarana, akses pasar dan bantuan modal usaha.

a. Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Program pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat pesisir khususnya para nelayan yang ada di Kelurahan Barombong, selain program pemberian bantuan secara fisik, pemerintah juga membenahi non fisik seperti pemberian penyuluhan dan pelatihan. Pengembangan sumber daya manusia pada sektor perikanan dan kelautan ditujukan kepada pembudidaya ikan/nelayan atau masyarakat perikanan pada umumnya.

Pengembangan sumber daya yang dilakukan, tidak hanya mencakup aspek teknis, seperti penciptaan iptek, manajemen atau peningkatan keterampilan dan produktivitas, tetapi mencakup juga aspek yang lebih mendasar, yaitu

peningkatan harkat, martabat dan kepercayaan terhadap diri sendiri, kemampuan berwira swasta serta tanggung jawab baik sebagai anggota keluarga, warga masyarakat ataupun pribadi mandiri.

Oleh karena itu pembinaan terhadap pembudidaya ikan/nelayan tidak hanya ditujukan kepada fungsi mereka sebagai faktor produksi atau tenaga kerja, tetapi juga kepada fungsi mereka sebagai sumber daya insani yang memerlukan keseimbangan kesejahteraan rohani dan jasmani.

Sedangkan terhadap aparat pembina diharapkan akan tetap mau dan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan sesuai perkembangan yang terjadi melalui berbagai kesempatan baik dalam negeri maupun di luar negeri.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Bapak Syp (ketua bidang perikanan), pada hari senin 19 Mei 2014, di kantornya.

Pembinaan kepada nelayan itu sangat penting karena itu merupakan salah satu faktor pendukung pemberdayaan nelayan, kami selaku pembina para nelayan, sebelum kami melakukan penyuluhan ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni mengetahui apa masalah atau kebutuhan nelayan, setelah itu menyusun materi penyuluhan, selanjutnya menyusun tujuan penyuluhan, setelah itu kami melakukan penyuluhan dengan memberi arahan-arahan tentang bagaimana cara penagkapan ikan dengan baik, arahan tentang bahayanya penagkapan ikan dengan cara dibom, memberi pengetahuan tentang batas-batas wilayah penangkapan ikan, pemberitahuan tentang adanya bantuan kepada nelayan, pemeberitahuan tentang syarat-syarat pengambilan bantuan, dll. Dengan adanya bimbingan-bibingan seperti itu sangat berdampak baik terhadap nelayan.

Dari hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa kegiatan-kegiatan dari penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah sangat

mendukung dalam pengembangan ekonomi masyarakat nelayan karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nelayan telah diberikan oleh pemerintah dengan melakukan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan yang dialakukan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan masa depan kehidupan masyarakat nelayan dan menajmin terwujudnya hak-hak warga tentu mesti dibangun sumber daya manusia, supaya tercapai kesejahteraan sosial ekonomi.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan ibu Sl, 46 tahun. bagian penyuluhan perikanan, pada hari jum’at 30 Mei 2014.

Saya suda puluhan tahun melakukan penyuluhan terhadap nelayan demi peningkatan sumber daya manusia nelayan. Saya sendiri ditugaskan di Kecamatan Tamalate kususnya di Kelurahan Barombong untuk memberikan bimbingan kepada nelayan. Kami melakukan penyuluhan satu sampai dua kali dalam sebulan. Dalam pelaksanaan penyuluhan masyarakat sangat antusias mengatakan apa yang menjadi masalah dan kebutuhannya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa masyarakat sangat senang dan mendukung kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah, terbukti dengan semangatnya masyarakat nelayan dalam menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi dan menyampaikan apa yang menjadi kebutuhanya.

Berdasarkan wawacara saya dengan ibu sl sekaitan dengan faktor pendukung dalam penyuluhan

Adanya sarana dan prasarana nelayan yang tinggal dilengkapi, masih adanya keterlibatan ketua-ketua kelompok nelayan dalam kegiatan penyuluhan, keterbukaan mereka menerima kami dalam melakukan pembibingan, keterusterangan masyarakat nelayan dalam menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya. Mereka aktif bertanya selama kegiatan penyuluhan berlangsung sehingga dengan itu kita sebagai pembimbing bisa memberikan pengetahuan-pengetahuan yang bisa mengembangkan usaha mereka dan hal demikian bukti bahwa mereka mendukung kegiatan kami.

Berdasarkan jawaban dari informan di atas dapat saya simpulkan bahwa masyarakat sangat mendukung dengan adanya bibingan-bimbingan yang dilakukan oleh pemerintah, olehnya itu kegiatan-kegiatan seperi ini perlu untuk ditingkatkan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat nelayan agar berusaha lebih baik dari sebelumnya.

Lebih lanjut ibu Sl mengatakan ketika diajukan pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang menjadi Penghambat pada saat melakukan penyuluhan.

Hambatan-hambatan yang saya hadapi selama melakukan penyuluhan sudah banyak. Yang pertama sulitnya melakukan koordinasi dengan semua nelayan, dalam pelaksanaan penyuluhan, yang datang mengikuti kegiatan kebanyakan ketua-ketua kelompok nelayan, kedua anngota-anggotanya jarang ikut kegiatan, ketiga acuh tak acuhnya masyarakat nelayan terhadap penyuluhan dan yang paling penting adalah kurangnya tenaga penyuluh.

Berdasarkan hasil dari wawancara di atas bahwa banyaknya hambatan dalam melakukan penyuluhan membuat kegiatannya tidak efektif karena tenaga penyuluh kurang serta sulitnya koordinasi terhadap

semua nelayan menunjukkan bahwa tidak semua nelayan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dengan adanya kegiatan penyuluhan, acuh tak acuhnya masyarakat nelayan untuk ikut penyuluhan karena sebagian dari mereka beranggapan tidak ada gunanya bagi mereka, sehingga lebih mementingkan pergi mencari ikan dari pada ikut penyuluhan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Akan tetapi masyarakat nelayan juga terkadang tidak pergi mencari ikan disaat musim tertentu dimana musim itu terlalu banyak ombak dimana disebut sebagai musim timur. Menurut hemat analisis saya penentuan waktu penyuluhan harus diperhatikan, dimana waktu penyuluhan dilakukan sesuai dengan waktu luang masyarakat nelayan agar pelaksanaan kegiatan penyuluhan bisa efektif.

Sekaitan dengan itu menurut wawancara saya dengan Pak Ar selaku staf di bidang perikanan, tanggal 20 Mei 2014.

Kalau kita berbicara masalah kinerja pemerintah untuk membimbing dan membantu masyarakat untuk bisa bernelayan dengan baik, saya selaku staf yang menangani segala persuratan yang berkaitan dengan perikanan, melihat sudah sering bagian penyuluhan disini untuk pergi kelokasi untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat. Itu kita tahu karena sudah diprogramkan memang dan setiap selesai turun lapangan untuk melakukan penyuluhan, pasti ada laporannya masuk. Jadi kami tahu betul kegiatan-kegiatannya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa pemerintah sudah turun langsung kelapangan untuk melakukan penyuluhan. Dan secara administratif, kegiatan pemerintah dalam

mengembangan sumber daya manusia kepada nelayan suda tertib karena ada pelaporan setelah melakukan penyuluhan.

Disisi lain menurut hasil wawancara saya dengan Dg Bl, 65 tahun.

Hari selasa, 20 Mei 2014.

Pelaksanaan sosialisasi Pemerintah tentang pendidikan masyarakat nelayan untuk mengelolah dan mengembangkan hasil tangkap ikan dengan baik sudah dilaksanakan tetapi belum sesuai yang kami harapkan sebagai nelayan, karena hanya sekedar dilaksanakan begitu saja, tidak ada tindak lanjut untuk pelaksanaannya, itulah yang membuat kita kadang tidak ikut kegiatan penyuluhan.

Sesuai dengan hasil wawancara saya di atas menunjukkan ketidak efektifan kegiatan penyuluhan yang dilakukan dinas perikanan dalam hal pemberian masukan, pengetahuan dan motipasi kepada nelayan karena dalam pelaksanaan penyuluhan dalam peningkatan pengetahuan (SDM) belum sesuai yang diharapkan.

Disisi lain Menurut wawancara saya dengan Pak Haeruddin, 42 tahun, ketua kelompok nelayan Sinar Bahari, jum’at 30 Mei 2014.

Sering ada pertemuan yang dilakukan oleh dinas perikanan dan kelautan baik itu pertemuan di Aula pertemuan nelayan, bahkan biasa kita di undang ke hotel untuk mendengarkan arahan-arahan dari pemateri tentang bagaimana cara menangkap ikan dengan baik, mengelola hasil tangkap ikan dan lain-lain, tapi hanya sekedar pengetahuan saja. Setelah selesai pertemuan tidak ada tindak lanjut, kita sebagai nelayan selesai mendengarkan besok dilupa lagi. Karena kita tidak mengetahui cara teknisnya seperti apa.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat kita lihat bersama bahwa menurut salah satu nelayan, sering ada penyuluhan baik di aula maupun di hotel, itu menunjukan bahwa pemerintah dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan Perternakan dan Pertanian sudah menjalankan tugasnya sebagai

pembimbing dan pasilitator berbagai bantuan yang diberikan kepada nelayan.

Tabel 4. 7 Tanggapan Responden Mengenai Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia

No Tanggapan Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 8 31

2 Sering 12 46

3 Kadang – kadang 6 23

4 Tidak sama sekali - -

Jumlah 26 100

Sumber : Hasil olahan data kuesioner, Mei 2014.

Dari tabel di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa, dari 26 yang dijadikan responden, dapat kita lihat persentase kegiatan dinas Kelautan, perikanan, peternakan dan pertanian dalam melakukan pendampingan dalam hal peningkatan sumber daya manusia, dilihat dalam tabel.

Responden yang menyatakan sangat sering dengan persentase 31%, responden yang menyakan sering dengan persentase 46%, dan responden yang menyatakan kadang-kadang dengan persentase 23%. Serta yang menyatakan tidak sama sekali 0%.

Dari persentase pernyataan responden mengenai keaktifan pemerintah dalam melakukan bimbingan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat dalam berbagai hal, sekaitan dengan perikanan, dapat di ukur bahwa pelaksanaan sudah berjalan secara efektif.

b. Sarana dan Prasarana Nelayan.

Dalam mendorong hasil produksi masyarakat nelayan, pemerintah tidak hanya sekedar melakukan bentuk sosialisasi dan bantuan modal kepada nelayan saja, akan tetapi pemerintah juga harus memberi bantuan kepada nelayan berupa bantuan alat tangkap, agar supaya dengan adanya kebijakan seperti itu dapat membantu nelayan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis di lapangan bahwa pemberian alat teknologi kepada masyarakat nelayan merupakan alat yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, berupa kapal motor, pukat, jala, dan peralatan melaut yang canggih dimana nelayan memiliki teknologi akan lebih menghasilkan tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan nelayan yang menggunakan peralatan tradisional.

Selain itu penulis juga melihat kondisi rill yang terjadi di lapangan bahwa pemberian alat teknologi moderen bagi masyarakat nelayan dengan menggunakan teknologi moderen dibanding dengan menggunakan teknologi yang sederhana.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan ketua bidang perikanan (Syp, 45 tahun)

Kami selaku pemerintah ingin benar-benar membuat masyarakat nelayan mengembangkan usahanya dalam mencari ikan di laut, olehnya itu kami telah memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana nelayan sehingga dengan bantuan itu ada perubahan pendapatannya. Adapun bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat nelayan di Barombong seperi pancing, pukat, perahu fiber, mesin perahu.

Berdasarkan wawancara di atas bahwa pemerintah kota Makassar dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian telah memberikan bantuan kepada nelayan seperti pancing, perahu, mesin merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan.

Tabel 4.8 Kelompok Nelayan Yang Mendapatkan Bantuan Sarana dan Prasarana Nelayan di Kelurahan Barombong

Sumber

:

Data primer dinas Kelautan,Perikanan,Peternakan dan Pertanian Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa dari dua belas kelompok nelayan tangkap yang ada di kelurahan Barombong, ada 6 kelompok yang mendapatkan bantuan sarana dan prasarana nelayan.

Dari data tabel di atas menunjukkan bahwa, adanya bantuan sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat nelayan sebagai bukti bahwa pemerintah sudah menjalankan apa yang menjadi program perencanaan untuk penbangunan ekonomi masyarakat pesisir.

Disini kita melihat peran aktif pemerintah dengan melihat adanya bantuan yang rill diterima masyarakat nelayan.

Berdasarkan wawancara saya dengan Pak Rs (Lurah Barombong), pada hari jum’at 30 Mei 2014.

Adanya berbagai bantuan Sarana dan prasarana nelayan kepada masyarakat nelayan disini merupakan bantuan dari dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan, dan Pertanian. Saya sangat merespon hal demikian karena masyarakat disini masih banyak yang mengeluh dengan peralatan tangkap yang dimiliki. Dengan adanya bantuan dari pemerintah kepada masyarakat Barombong tentunya sangat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat disini. Sudah cukup banyak bantuan yang masuk di Barombong untuk masyarakat nelayan seperti perahu, pancing, pukat. Dan itu sebenarnya sudah diprogramkan oleh pemerintah.

Dari hasil wawancara saya dengan pak lurah di atas menunjukkan bahwa selaku pemerintah setempat mengatakan sangat mendukung adanya bantuan pemerintah kepada masyarakat nelayan karena dengan adanya bantuan kepada nelayan akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan di Kelurahan Barombong.

Berikut ini hasil obserpasi dan wawancara langsung dengan responden dilapangan sehubungan dengan adanya bantuan pemerintah kepada masyarakat nelayan berupa sarana dan prasarana nelayan di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate.

Tanggapan responden mengenai program pemerintah berupa bantuan sarana nelayan yaitu kapal nelayan, (Jn, 37 tahun)

Memang sudah ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada saya sebagai nelayan yaitu kapal tetapi tidak ada mesinnya sehingga kita masih tetap mengeluarkan biaya membeli mesin untuk melengkapi kapal yang diberikan kepada saya agar bisa dipakai, dan harus ada pungutan biaya sebanyak Rp 130. 000/ bulannya. Tapi saya merasa bersyukur karena sudah ada peningkatan pendapatan hasil tangkap setelah ada bantuan kapal yang bermerek fiber dari pemerintah.

Dari hasil wawancara saya dengan informan menunjukkan bahwa sudah ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah berupa perahu dan ada peningkatan pendapatan setelah adanya bantuan. Ini menunjukkan bahwa tujuan pemerintah dalam mengembangkan perekonomian nelayan dengan memberikan beberapa sarana dan prasarana ada manfaat dan dukungan dari masyarakat nelayan. Selanjutnya hasil wawancara saya denagan Hrd, Ketua kelompok Sinar Bahari, 42 tahun.

Saya mulai bekerja nelayan semenjak tahun 2000 sampai sekarang, selama itu ada bantuan dari pemerintah berupa pancing rawai sebanyak 45 unit dan dana PUMP (Pengembangan Usaha Mina Politan) sebanyak 100 juta dan uang itu kami belikan perahu sebanyak 12 unit dan mesin 3 unit. Dengan adanya bantuan pemerintah, kami merasa ringan dan ada peningkatan pendapatan hasil tangkap karena kita bisa menjangkau laut lebih jauh. Jadi bantuan pemerintah sangat mendukung sekali bagi kami sebagai masyarakat nelayan.

Dari hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa informan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah merasakan ada peningkatan pendapatan dan mendukung adanya program bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Selanjutnya hasil wawancara saya dengan Hrd selaku nelayan pada hari rabu 21 Mei 2014.

Saya merasa bersyukur dengan adanya bantuan pemerintah berupa perahu karena sebelum saya mendapat bantuan, saya masih memakai perahu kecil yang terbuat dari kayu sehingga saya tidak bisa menjangkau ketempat yang lebih jauh yang ditempati ikan banyak, jadi kalau kita turun memancing hanya begitu-begitu saja kita dapat. Setelah adanya bantuan kepada saya berupa perahu yang baru. Saya bisa mencari tempat yang banyak ikannya, dan Alhamdulillah hasil tangkap saya ada peningkatan.

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa dengan adanya bantuan pemerintah berupa perahu, masyarakat nelayan sangat merasakan dampak baik karena dengan menggunakan perahu baru maka nelayan dapat menjangkau tempat memancing lebih jauh dan mendapatkan ikan tangkapan lebih banyak.

Table 4.9 Tanggapan Responden Mengenai Pengadaan Peralatan Tangkap.

No Tanggapan Frekuensi Persentase

1

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 22 Mei 2014

Tanggapan responden dari hasil kuisioner mengenai pelaksanaan program pemerintah dalam pengadaan alat tangkap ikan sebagaimana terlihat penilaian responden dalam tabel di atas menunjukkan sebanyak 77% mengatakan setujuh, 23% mengatakan sangat setujuh. Berdasarkan penilaian tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian bantuan ini sangat

membantu para nelayan dalam mengembangkan usahanya cukup bermamfaat.

Dari hasil persentase pada tabel di atas dapat kita simpulkan bahwa, pemberian bantuan berupa alat tangkap dan sarana bagi nelayan memang sangat membantu karena peralatan tersebut langung dapat digunakan oleh para nelayan sehingga dengan menggunakan peralatan penangkapan ikan yang lebih baik, mereka dapat meningkatkan produktipitasnya dan dengan demikian dapat menambah penghasilan para nelayan.

c. Bantuan Modal

Pemerintah Kota Makassar sudah mulai menunjukkan perhatian yang serius kepada masyarakat nelayan agar para nelayan bisa mengembangkan pendapatan hasil tangkapnya. Bantuan modal kepada masyarakat nelayan sangat menentukan peningkatan taraf hidup kesejahtraan masyarakat nelayan.

Berikut ini telah dipaparkan hasil wawancara saya dengan Pak Syp (kabid perikanan) pada hari senin 20 Mei di kantornya,

Berbagai program yang diberikan kepada masyarakat nelayan termasuk bantuan modal untuk membantu nelayan dalam mengelolah hasil tangkapnya. Akan tetapi bantuan itu tidak bisa diberikan begitu saja ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi, nelayan harus berkelopok dan harus memasukkan berkas pengajuan kebutuhan seperti laporan penghasilan hasil tangkap nelayan.

Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa untuk mendapatkan modal usaha harus memenuhi syarat-syarat. Meskipun demikian masyarakat sangat merespon dengan membentuk kelompok sehingga bisa

sesuai dengan apa yang menjadi syarat-syarat dalam mendapatkan bantuan modal. Dengan mengupayakan bantuan modal kepada masyarakat nalayan agar bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan dapat digunakan untuk mengelola hasil tangkap agar terjadi penguatan pengembangan ekonomi masyarakat nelayan.

Menurut analisis penulis, dengan adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat nelayan, menunjukkan bahwa pemerintah tidak memberikan bantuan begitu saja, ada mekanisme yang harus di lalui.

Sehingga secara administrasi, bantuan yang diberikan kepada masyarakat sudah efektif. Lebih lanjut Bapak Syp menjawab ketika ditanyakan berapa

Sehingga secara administrasi, bantuan yang diberikan kepada masyarakat sudah efektif. Lebih lanjut Bapak Syp menjawab ketika ditanyakan berapa

Dokumen terkait