• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

3.8 Pengabsahan data

Teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

1. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek pada sumber lain keabsahaan data yang telah diperoleh sebelumnya.

2. Triangulasi metode

Triangulasi metode bermakna data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan metode atau teknik tertentu, diuji keakuratan atau ketidak akuratannya. Penelitian ini dilakukan secara interview yaitu dengan cara melakukan suatu penelitian secara langsung dan dapat wawancara langsung pada sumber penelitian.

39

A. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Tamalate 1. Keadaan Umum Wilayah

a. Letak geografis dan batas wilayah

Kecamatan Tamalate merupakan salah satu dari 14 Kecamatan di kota Makassar yang berbatasan disebla utara dengan Kecamatan Mamajang, disebla timur Kabupaten Gowa, disebla selatan Kabupaten Takalar disebla barat dengan selat Makassar.

Sebanyak tiga kelurahan di Kecamatan Tamalate merupakan daerah pantai dan 7 Kelurahan lainnya merupakan daerah pantai dengan topografi dibawah 500 meter dari permukaan laut.

Menurut jaraknya, letak masing-masing Kelurahan ke ibu Kota Kecamatan bervariasi antara 1-2 km (Maccini Sombala dan Balang baru), antara 3-4 km, Jongaya dan Parang Tambung, Kelurahan lainnya bejarak 5-10 km.

b. Luas Wilayah

Kecamatan Tamalate terdiri dari 10 kelurahan dengan luas wilayah 20,21 km dari luas wilayah tersebut tercatat bahwa kelurahan Barombong memiliki wilayah terluas yaitu 7,34 km, terluas kedua adalah Kelurahan Tanjung Merdeka dengan luas wilayahnya adalah 3,37 km, sedangkan yang paling kecil luas Kelurahan Bungaya yaitu 0, 29 km.

2. Pemerintahan a. Aparat Pemerintah

Kegiatan pemerintahan di kecamatan Tamalate dilaksanakan oleh sebanyak 286 orang aparat/pegawai negeri berasal dari berbagai dinas/instansi pemerintah, yang terdiri atas 132 orang laki-laki dan 154 orang perempuan.

b. Perkembangan Desa/Kelurahan

Tingkat klasifikasi Desa/Kelurahan di Kecamatan Tamalate pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dari 10 Kelurahan yang ada memiliki kategori Kelurahan yang termasuk swadaya dan swakarya di Kecamatan Tamalate.

c. Lembaga/organisasi Tingkat Desa/Kelurahan

Lembaga dan organisasi tingkat Desa/Kelurahan yang terbentuk di Kecamatan Tamalate dengan sejumlah anggotanya diharapkan dapat menunjang kegiatan pemerintah dan pembangunan.

Organisasi atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kecamatan Tamalate terdapat 1 unit di setiap kelurahan dan 16 organisasi pemuda. Kecamatan Tamalate terdiri dari 561 rt, 111 rw dan lingkungan.

3. Penduduk

Tabel 4.1 Banyaknya Penduduk Menurut Kelurahan dan Jenis Kelamin di Kecamatan Tamalate Tahun 2013

No Desa/kelurahan Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Barombong 5.917 6.067 11.984

Kecamatan 87.474 89.473 176.947

Sumber : Kantor Kecamatan Tamalate Mei 2014

Dalam kurun waktu tahun 2012-2013 jumlah penduduk Kecamatan Tamalate mengalami peningkatan. Pada tabel 3.1, tampak bahwa jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 176.947 jiwa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk pada tahun 2012 yang berjumlah 172. 506 jiwa.

Berdasarkan jenis kelamin tampak bahwa jumlah penduduk laki-laki sekitar 87.474 dan perempuan sekitar 89.473 jiwa. Dengan demikian rasio jenis kelamin adalah sekitar 97,77 % yang berarti setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sekitar 98 orang penduduk laki-laki.

Jika diperhatikan distribusi penduduk Kecamatan Tamalate menurut kelompok umur, tampak bahwa pada kelompok umur 20-24 tahun tercatat mempunyai populasi terbanyak menyusul umur 15-19 tahun.

4. Kondisi Pendidikan

Pada tahun ajaran 2012/2013 jumlah fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Tamalate sebanyak 90 buah gedung sekolah. Kecamatan Tamalate memiliki gedung TK sebanyak 25 sekolah dengan 1.395 orang murid dan 139 orang guru. Gedung sd/sederajat baik negeri maupun swasta berjumlah 41 sekolah dengan 12.366 orang murid dan 569 orang guru. Untuk tingkat SMP/Sederajat sebanyak 13 sekolah serta gedung SMA/Sederajat sebanyak 11 sekolah. Perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 8.291 orang dan 525 orang dosen, serta 31.028 jumlah kelulusan. Terdapat kampus Universitas Negeri Makassar di Parang Tambung, namun kantor pusatnya terletak di Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini.

Tabel 4.2 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Tamalate Tahun Ajaran 2012/2013

Sumber : Kantor Kecamatan Tamalate Mei 2014

B. Gambaran Umum Wilayah Kelurahan Barombong 1. Letak Geografis

Kelurahan Barombong secara administratif terletak di Kecamatan Tamalate, Daerah Tingkat II Kota Makasar. Posisi geografis kantor Kelurahan terletak di S 05 o12’33,3” dan E 119 o23’15,1”, dengan batas-batas wilayah:

Sebelah Utara : Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Sebelah Selatan : Desa Aeng Kecamatan Galesong Utara

Sebelah Barat : Selat Makassar

Sebelah Timur : Kelurahan Tangalla Kecamatan Barombong Orbitasi jarak dari kelurahan Barombong ke ibu Kota Kecamatan sejauh 10 km, dengan lama jarak tempuh ke ibu Kota Kecamatan dengan kendaraan bermotor selama 2,5 jam, dan lama jarak tempuh ke Ibu Kota Makasar selama 15 menit dengan kendaraan bermotor atau selama 2 jam dengan kendaraan non bermotor atau berjalan kaki. Alat transportasi umum berupa kendaraan roda empat ke daerah sekitar sebanyak 10 unit.

2. Kependudukan

Tabel 4.3 Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Barombong Tahun 2013

No Kelompok umur

Jenis kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1 0-4 641 657 1.298

2 5-9 683 709 1.392

3 10-14 633 664 1.297

4 15-19 679 635 1.314

5 20-24 749 598 1.347

6 25-29 523 547 1.070

7 30-34 423 504 927

8 35-39 368 416 784

9 40-44 320 347 667

10 45-49 253 234 487

11 50-54 198 210 408

12 55-59 135 175 310

13 60-64 132 158 290

14 65+ 180 213 393

Jumlah 5.917 6.067 11.984

Sumber : Data primer kelurahan barombong 30 Mei 2014

Jumlah penduduk sebanyak 11.984 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 5.917 jiwa dan perempuan sebanyak 6.067 jiwa.

Kepadatan penduduk di Kelurahan Barombong mengalami kenaikan dibanding tahun 2012 yang hanya berjumlah 11.573.

3. Sarana dan Prasarana a. Fasilitas pendidikan

Fasilitas pendidikan yang ada yaitu SD sebanyak 1 unit, SLTA sebanyak 1 unit dan perguruan tinggi 1 unit yaitu Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP). Fasilitas lapangan olahraga di Kelurahan Barombong seluas 2 ha.

b. Fasilitas kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ada yaitu Puskesmas sebanyak 1 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 1 unit, Poliklinik atau Balai Pengobatan sebanyak 3 unit, Apotik sebanyak 2 unit dan Posyandu sebanyak 12 unit.

c. Perekonomian

Luas wisata pantai seluas 20 ha. Luas areal produksi budidaya air tawar di Kelurahan Barombong berupa tambak seluas 15 ha dengan produksi 5 ton/tahun, dengan jenis Ikan Mujair. Produksi budidaya laut berupa rumput laut sebanyak 150 ton/tahun.

Produksi perikanan tangkap menggunakan pancing sebanyak 250 ton/tahun, menggunakan pukat sebanyak 25 ton/tahun dan menggunakan jala sebanyak 10 ton/tahun. Jenis ikan yang tertangkap yaitu Tongkol/Cakalang 1 ton/tahun, Kakap 1 ton/tahun, Tenggiri 5 ton/tahun, Pari 0,5 ton/tahun, Cumi-cumi 10 ton/tahun, Ekor Kuning 1 ton/tahun, Kerapu 10 ton/tahun,

Tembang 15 ton/tahun, Bandeng 30 ton/tahun, Kerang 5 ton/tahun, Kepiting 35 ton/tahun.

4.2 Karakteristik Responden dan Informan

Responden dan informan pada penelitian ini terdiri atas ketua bidang perikanan, kordinator penyuluhan dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian Kota Makassar, kepala desa dan masyarakat nelayan. Identitas responden dan informan dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan responden dan informan yang dapat mencermingkan variasi sikap, perilaku dan tanggapan terhadap peran pemerintah kota Makassar khususnya Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan, dan Pertanian Kota Makassar dalam melakukan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir kususnya masyarakat nelayan di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Identitas informan perlu diketengahkan untuk memberikan gambaran tentang sumber data serta untuk melihat keabsahan data atau validasi data yang telah diperoleh dari responden bersangkutan. Keanekaragaman karakteristik responden dan informan juga memberikan penjelasan mengenai persepsi atau sikap setiap informan dan responden terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Perbedaan karakteristik responden dan informan akan memberikan penilaian yang variatif terhadap fenomena berkaitan dengan objek penelitian ini.

Adapun karakteristik responden dan informan dikategorisasikan atas beberapa karakteristik yaitu karakteristik responden dan informan menurut masyarakat usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Dari 26 orang responden

dan 7 orang informan dalam penelitian ini, dapat diberikan gambaran tentang karakteristiknya seperti di bawah ini:

1. Karakteristik Responden dan Informan Menurut Masyarakat Umur.

Identitas responden dapat dilihat pada pengelompokan umur yang dapat menggambarkan sikap dan perilaku informan dan responden terutama dalam melakukan penilaian. Dari 26 responden dan 7 informan yang ada, maka diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 4.4 Karakteristik Responden dan Informan Menurut Kelompok Umur

Jenis kelamin Frekuensi Persentase

< 20 Tahun

Sumber : Hasil olahan data primer Mei 2014

Berdasarkan pada tabel diatas diketahui bahwa yang menjadi responden dan informan terbanyak dalam penelitian ini adalah dengan karakteristik umur diantara 36-50 tahun yaitu sebanyak 21 orang (64%) kemudian yang berumur antara 21-35 tahun sebanyak 9 orang (27%) dan responden yang berumur lebih dari 51 tahun hanya 3 orang (9%).

Jika diperhatikan karakteristik responden dalam tabel di atas dapat dikatakan bahwa dominan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah yang berumur antara 36-50 dan lainnya yang berumur antara 21-35

tahun. Dari karakteristik umur responden tersebut dapat dikatakan bahwa pada umumnya responden yang ada cukup relevan dalam memberikan pendapat

2. Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden berpengaruh secara signifikan terhadap pandangan atau sikap responden terhadap jawaban yang diberikan. Pendidikan yang cukup tinggi yang dimiliki responden tentu memiliki pengetahuan yang berbeda dengan responden yang tingkat pendidikannya rendah. Data dalam tabel. Memberikan gambaran karakteristik responden menurut tingkat pendidikan, sebagai berikut :

Tabel 4.5 Karakteristik Responden dan Informan Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan Frekuensi Persentase SD

Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden dan informan memiliki jenjang pendidikan terakhir adalah SD yaitu sebanyak 22 orang (66%). Kemudian SMP sebanyak 5 orang (16%). Kemudian untuk jenjang pendidikan terakhir SMA sebanyak 3 orang (9%) dan untuk jenjang pendidikan terakhir Sarjana sebanyak 3 orang (9%).

3. Karakteristik Informan Menurut Pekerjaan

Jenis pekerjaan responden sangat berpengaruh terhadap pandangan atau sikap responden terhadap jawaban yang diberikan. perbedaan Pekerjaan yang dimiliki responden tentu memiliki penilaian yang berbeda antara responden yang menjabat sebagai pemerintah dengan responden yang bekerja sebagai nelayan. Jenis pekerjaan sangat menentukan hasil penelitian. Adapun klasifikasi pekerjaan responden dapat di uraikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.6 Nama dan Jabatan Informan

No Nama Jabatan/pekerjaan

1 Syapril Ketua bidang perikanan 2 Ibu Salmiah Kordinator penyuluh

3 Arman Staf kantor

4 Muhammad Rhesa Lurah barombong

5 Haeruddin Nelayan

6 Jani Nelayan

7 Dg. Bella Nelayan

4.3. Peran Pemerintah Daearah Dalam Pembangunan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kecamatan Tamalate Kota Makassar?

Peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat nelayan adalah melakukan berbagai cara untuk memberdayakan masyarakat. untuk melakukan hal demikian pemerintah dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (KP3) membentuk tim kerja, jumlah anggotanya terdiri dari delapan orang. Tim tersebut ditugaskan diberbagai Kecamatan dengan membagi tugas masing-masing di Kota Makassar dan tiap Kecamatan mendapatkan satu orang tenaga pendamping dari tim kerja yang dibentuk oleh dinas.

Adapun fokus pemerintah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Tamalate Kelurahan Barombong yakni bentuk penyuluhan untuk meningkatkan SDM. Pemberian bantuan sarana dan prasarana, akses pasar dan bantuan modal usaha.

a. Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Program pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat pesisir khususnya para nelayan yang ada di Kelurahan Barombong, selain program pemberian bantuan secara fisik, pemerintah juga membenahi non fisik seperti pemberian penyuluhan dan pelatihan. Pengembangan sumber daya manusia pada sektor perikanan dan kelautan ditujukan kepada pembudidaya ikan/nelayan atau masyarakat perikanan pada umumnya.

Pengembangan sumber daya yang dilakukan, tidak hanya mencakup aspek teknis, seperti penciptaan iptek, manajemen atau peningkatan keterampilan dan produktivitas, tetapi mencakup juga aspek yang lebih mendasar, yaitu

peningkatan harkat, martabat dan kepercayaan terhadap diri sendiri, kemampuan berwira swasta serta tanggung jawab baik sebagai anggota keluarga, warga masyarakat ataupun pribadi mandiri.

Oleh karena itu pembinaan terhadap pembudidaya ikan/nelayan tidak hanya ditujukan kepada fungsi mereka sebagai faktor produksi atau tenaga kerja, tetapi juga kepada fungsi mereka sebagai sumber daya insani yang memerlukan keseimbangan kesejahteraan rohani dan jasmani.

Sedangkan terhadap aparat pembina diharapkan akan tetap mau dan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan sesuai perkembangan yang terjadi melalui berbagai kesempatan baik dalam negeri maupun di luar negeri.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Bapak Syp (ketua bidang perikanan), pada hari senin 19 Mei 2014, di kantornya.

Pembinaan kepada nelayan itu sangat penting karena itu merupakan salah satu faktor pendukung pemberdayaan nelayan, kami selaku pembina para nelayan, sebelum kami melakukan penyuluhan ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni mengetahui apa masalah atau kebutuhan nelayan, setelah itu menyusun materi penyuluhan, selanjutnya menyusun tujuan penyuluhan, setelah itu kami melakukan penyuluhan dengan memberi arahan-arahan tentang bagaimana cara penagkapan ikan dengan baik, arahan tentang bahayanya penagkapan ikan dengan cara dibom, memberi pengetahuan tentang batas-batas wilayah penangkapan ikan, pemberitahuan tentang adanya bantuan kepada nelayan, pemeberitahuan tentang syarat-syarat pengambilan bantuan, dll. Dengan adanya bimbingan-bibingan seperti itu sangat berdampak baik terhadap nelayan.

Dari hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa kegiatan-kegiatan dari penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah sangat

mendukung dalam pengembangan ekonomi masyarakat nelayan karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nelayan telah diberikan oleh pemerintah dengan melakukan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan yang dialakukan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan masa depan kehidupan masyarakat nelayan dan menajmin terwujudnya hak-hak warga tentu mesti dibangun sumber daya manusia, supaya tercapai kesejahteraan sosial ekonomi.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan ibu Sl, 46 tahun. bagian penyuluhan perikanan, pada hari jum’at 30 Mei 2014.

Saya suda puluhan tahun melakukan penyuluhan terhadap nelayan demi peningkatan sumber daya manusia nelayan. Saya sendiri ditugaskan di Kecamatan Tamalate kususnya di Kelurahan Barombong untuk memberikan bimbingan kepada nelayan. Kami melakukan penyuluhan satu sampai dua kali dalam sebulan. Dalam pelaksanaan penyuluhan masyarakat sangat antusias mengatakan apa yang menjadi masalah dan kebutuhannya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa masyarakat sangat senang dan mendukung kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah, terbukti dengan semangatnya masyarakat nelayan dalam menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi dan menyampaikan apa yang menjadi kebutuhanya.

Berdasarkan wawacara saya dengan ibu sl sekaitan dengan faktor pendukung dalam penyuluhan

Adanya sarana dan prasarana nelayan yang tinggal dilengkapi, masih adanya keterlibatan ketua-ketua kelompok nelayan dalam kegiatan penyuluhan, keterbukaan mereka menerima kami dalam melakukan pembibingan, keterusterangan masyarakat nelayan dalam menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya. Mereka aktif bertanya selama kegiatan penyuluhan berlangsung sehingga dengan itu kita sebagai pembimbing bisa memberikan pengetahuan-pengetahuan yang bisa mengembangkan usaha mereka dan hal demikian bukti bahwa mereka mendukung kegiatan kami.

Berdasarkan jawaban dari informan di atas dapat saya simpulkan bahwa masyarakat sangat mendukung dengan adanya bibingan-bimbingan yang dilakukan oleh pemerintah, olehnya itu kegiatan-kegiatan seperi ini perlu untuk ditingkatkan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat nelayan agar berusaha lebih baik dari sebelumnya.

Lebih lanjut ibu Sl mengatakan ketika diajukan pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang menjadi Penghambat pada saat melakukan penyuluhan.

Hambatan-hambatan yang saya hadapi selama melakukan penyuluhan sudah banyak. Yang pertama sulitnya melakukan koordinasi dengan semua nelayan, dalam pelaksanaan penyuluhan, yang datang mengikuti kegiatan kebanyakan ketua-ketua kelompok nelayan, kedua anngota-anggotanya jarang ikut kegiatan, ketiga acuh tak acuhnya masyarakat nelayan terhadap penyuluhan dan yang paling penting adalah kurangnya tenaga penyuluh.

Berdasarkan hasil dari wawancara di atas bahwa banyaknya hambatan dalam melakukan penyuluhan membuat kegiatannya tidak efektif karena tenaga penyuluh kurang serta sulitnya koordinasi terhadap

semua nelayan menunjukkan bahwa tidak semua nelayan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dengan adanya kegiatan penyuluhan, acuh tak acuhnya masyarakat nelayan untuk ikut penyuluhan karena sebagian dari mereka beranggapan tidak ada gunanya bagi mereka, sehingga lebih mementingkan pergi mencari ikan dari pada ikut penyuluhan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Akan tetapi masyarakat nelayan juga terkadang tidak pergi mencari ikan disaat musim tertentu dimana musim itu terlalu banyak ombak dimana disebut sebagai musim timur. Menurut hemat analisis saya penentuan waktu penyuluhan harus diperhatikan, dimana waktu penyuluhan dilakukan sesuai dengan waktu luang masyarakat nelayan agar pelaksanaan kegiatan penyuluhan bisa efektif.

Sekaitan dengan itu menurut wawancara saya dengan Pak Ar selaku staf di bidang perikanan, tanggal 20 Mei 2014.

Kalau kita berbicara masalah kinerja pemerintah untuk membimbing dan membantu masyarakat untuk bisa bernelayan dengan baik, saya selaku staf yang menangani segala persuratan yang berkaitan dengan perikanan, melihat sudah sering bagian penyuluhan disini untuk pergi kelokasi untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat. Itu kita tahu karena sudah diprogramkan memang dan setiap selesai turun lapangan untuk melakukan penyuluhan, pasti ada laporannya masuk. Jadi kami tahu betul kegiatan-kegiatannya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa pemerintah sudah turun langsung kelapangan untuk melakukan penyuluhan. Dan secara administratif, kegiatan pemerintah dalam

mengembangan sumber daya manusia kepada nelayan suda tertib karena ada pelaporan setelah melakukan penyuluhan.

Disisi lain menurut hasil wawancara saya dengan Dg Bl, 65 tahun.

Hari selasa, 20 Mei 2014.

Pelaksanaan sosialisasi Pemerintah tentang pendidikan masyarakat nelayan untuk mengelolah dan mengembangkan hasil tangkap ikan dengan baik sudah dilaksanakan tetapi belum sesuai yang kami harapkan sebagai nelayan, karena hanya sekedar dilaksanakan begitu saja, tidak ada tindak lanjut untuk pelaksanaannya, itulah yang membuat kita kadang tidak ikut kegiatan penyuluhan.

Sesuai dengan hasil wawancara saya di atas menunjukkan ketidak efektifan kegiatan penyuluhan yang dilakukan dinas perikanan dalam hal pemberian masukan, pengetahuan dan motipasi kepada nelayan karena dalam pelaksanaan penyuluhan dalam peningkatan pengetahuan (SDM) belum sesuai yang diharapkan.

Disisi lain Menurut wawancara saya dengan Pak Haeruddin, 42 tahun, ketua kelompok nelayan Sinar Bahari, jum’at 30 Mei 2014.

Sering ada pertemuan yang dilakukan oleh dinas perikanan dan kelautan baik itu pertemuan di Aula pertemuan nelayan, bahkan biasa kita di undang ke hotel untuk mendengarkan arahan-arahan dari pemateri tentang bagaimana cara menangkap ikan dengan baik, mengelola hasil tangkap ikan dan lain-lain, tapi hanya sekedar pengetahuan saja. Setelah selesai pertemuan tidak ada tindak lanjut, kita sebagai nelayan selesai mendengarkan besok dilupa lagi. Karena kita tidak mengetahui cara teknisnya seperti apa.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat kita lihat bersama bahwa menurut salah satu nelayan, sering ada penyuluhan baik di aula maupun di hotel, itu menunjukan bahwa pemerintah dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan Perternakan dan Pertanian sudah menjalankan tugasnya sebagai

pembimbing dan pasilitator berbagai bantuan yang diberikan kepada nelayan.

Tabel 4. 7 Tanggapan Responden Mengenai Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia

No Tanggapan Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 8 31

2 Sering 12 46

3 Kadang – kadang 6 23

4 Tidak sama sekali - -

Jumlah 26 100

Sumber : Hasil olahan data kuesioner, Mei 2014.

Dari tabel di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa, dari 26 yang dijadikan responden, dapat kita lihat persentase kegiatan dinas Kelautan, perikanan, peternakan dan pertanian dalam melakukan pendampingan dalam hal peningkatan sumber daya manusia, dilihat dalam tabel.

Responden yang menyatakan sangat sering dengan persentase 31%, responden yang menyakan sering dengan persentase 46%, dan responden yang menyatakan kadang-kadang dengan persentase 23%. Serta yang menyatakan tidak sama sekali 0%.

Dari persentase pernyataan responden mengenai keaktifan pemerintah dalam melakukan bimbingan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat dalam berbagai hal, sekaitan dengan perikanan, dapat di ukur bahwa pelaksanaan sudah berjalan secara efektif.

b. Sarana dan Prasarana Nelayan.

Dalam mendorong hasil produksi masyarakat nelayan, pemerintah tidak hanya sekedar melakukan bentuk sosialisasi dan bantuan modal kepada nelayan saja, akan tetapi pemerintah juga harus memberi bantuan kepada nelayan berupa bantuan alat tangkap, agar supaya dengan adanya kebijakan seperti itu dapat membantu nelayan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis di lapangan bahwa pemberian alat teknologi kepada masyarakat nelayan merupakan alat yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, berupa kapal motor, pukat, jala, dan peralatan melaut yang canggih dimana nelayan memiliki teknologi akan lebih menghasilkan tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan nelayan yang menggunakan peralatan tradisional.

Selain itu penulis juga melihat kondisi rill yang terjadi di lapangan bahwa pemberian alat teknologi moderen bagi masyarakat nelayan dengan menggunakan teknologi moderen dibanding dengan menggunakan teknologi yang sederhana.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan ketua bidang perikanan (Syp, 45 tahun)

Kami selaku pemerintah ingin benar-benar membuat masyarakat nelayan mengembangkan usahanya dalam mencari ikan di laut, olehnya itu kami telah memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana nelayan sehingga dengan bantuan itu ada perubahan pendapatannya. Adapun bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat nelayan di Barombong seperi pancing, pukat, perahu fiber, mesin perahu.

Berdasarkan wawancara di atas bahwa pemerintah kota Makassar dalam hal ini dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian telah memberikan bantuan kepada nelayan seperti pancing, perahu, mesin merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan.

Tabel 4.8 Kelompok Nelayan Yang Mendapatkan Bantuan Sarana dan Prasarana Nelayan di Kelurahan Barombong

Sumber

:

Data primer dinas Kelautan,Perikanan,Peternakan dan Pertanian Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa dari dua belas kelompok nelayan tangkap yang ada di kelurahan Barombong, ada 6 kelompok yang

Sumber

:

Data primer dinas Kelautan,Perikanan,Peternakan dan Pertanian Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa dari dua belas kelompok nelayan tangkap yang ada di kelurahan Barombong, ada 6 kelompok yang

Dokumen terkait