BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Karakteristik Responden
Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini meliputi umur, tingkat pendidikan, waktu usaha, dan kursus higiene sanitasi depot air minum. Distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik responden disajikan dalam tabel 4.1. berikut ini:
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Pemilik Depot Air Minum di Kota Medan Tahun 2011
Karakteristik Pemilik Depot Metode Desinfeksi
Sinar Ultraviolet Ozonisasi
No. Umur Responden Jumlah % Jumlah %
1. 31-35 1 10 - -
2. 36-40 1 10 2 20
3. 41-45 1 10 1 10
4. 46-50 2 20 2 20
Jumlah 5 50 5 50
No. Tingkat Pendidikan Jumlah % Jumlah %
1. Tamat SD - - -
2. Tamat SMP - - -
3. Tamat SMA 3 30 3 30
4. Perguruan Tinggi 2 20 2 20
Jumlah 5 50 5 50
No. Waktu Usaha Jumlah % Jumlah %
1. < 1 tahun 1 10 1 10
2. 1-2 tahun 1 10 1 10
3. 3-4 tahun - - 3 30
4. 5-6 tahun 3 30 - -
Jumlah 5 50 5 50
Berdasarkan tabel 4.1 mengenai karakteristik responden diperoleh bahwa untuk depot dengan metode desinfeksi sinar UV memiliki responden termuda berusia 35 tahun dan responden tertua berusia 50 tahun sedangkan paling banyak responden berada pada kelompok umur 46-50 tahun yaitu sebanyak 2 orang (20%). Karakteristik responden untuk depot dengan metode desinfeksi ozonisasi memiliki responden termuda berusia 37 tahun dan responden tertua berusia 48 tahun sedangkan paling banyak responden berada pada kelompok umur 36-40 tahun dan 46-50 tahun.
Tingkat pendidikan sebagian besar responden adalah tamat SMA yaitu sebanyak 6 orang (60%). Sebagian besar depot air minum dengan metode desinfeksi sinar UV memiliki waktu usaha 5-6 tahun yaitu 3 depot air minum (30%) sedangkan
untuk depot dengan metode desinfeksi ozoniosasi sebagian besar memiliki waktu usaha 3-4 tahun yaitu 3 depot air minum (30%).
4.2.2 Higiene Sanitasi Depot Air Minum
Higiene sanitasi depot air minum diukur dengan menggunakan format pemeriksaan kelaikan fisik. Penilaian kelaikan fisik higiene sanitasi depot air minum dilakukan berdasarkan perhitungan total skor hasil observasi yang telah dilakukan. Selanjutnya dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat. Hasil observasi higiene sanitasi depot air minum dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:
Tabel 4.2 Tabulasi Silang Higiene Sanitasi Depot Air Minum Dengan Depot Menurut Metode Desinfeksi
No. Higiene Sanitasi
Metode Desinfeksi Jumlah Sinar UV Ozonisasi
N %
N % n %
1. Memenuhi Syarat 3 30 5 50 8 80
2. Tidak Memenuhi Syarat 2 20 - - 2 20
Jumlah 5 50 5 50 10 100
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa sebagian besar depot air minum telah memenuhi higiene sanitasi depot air minum yaitu 8 depot air minum (80%), sedangkan yang tidak memenuhi syarat yaitu 2 depot air minum (20%).
Berdasarkan tabel tersebut juga diketahui bahwa dari seluruh sampel yang diteliti, depot air minum dengan metode desinfeksi ozonisasi yang lebih memenuhi syarat higiene sanitasi (50%). Hasil pemeriksaan higiene sanitasi depot air minum dapat dilihat pada tabel pada masing-masing aspek penilaian pemeriksaan fisik.
4.2.2.1Kualitas Bahan Baku
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi bahan baku yang digunakan sebagai bahan produksi air minum dapat dilihat dalam tabel 4.3 di bawah ini:
Tabel 4.3 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Bahan Baku Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Bahan Baku
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N %
1. Bahan baku memenuhi persyaratan air bersih
Permenkes RI No.
416/MENKES/PER/IX/ 1990 tentang Syarat-syarat Kesehatan dan Pengawasan Kualitas Air Bersih
1 10 4 40 4 40 1 10 10 100
2. Kualitas air minum yang dihasilkan sesuai dengan
Permenkes RI No.
492/MENKES/PER/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
1 10 4 40 5 50 - - 10 100
3. Pengangkutan air
memiliki ijin 3 30 2 20 2 20 3 30 10 100 4. Kendaraan tangki terbuat
dari bahan yang tidak dapat melepaskan zat-zat beracun ke dalam air
5 50 - - 5 50 - - 10 100 5. Ada bukti
tertulis/sertifikat air baku berasal dari sumber air
3 30 2 20 2 20 3 30 10 100 6. Pengangkutan air baku
paling lama 12 jam sampai ke depot
Dari tabel 4.3 di atas, dari seluruh depot (100%) diketahui bahwa bahan baku yang dipakai sebagai bahan produksi air minum dan kualitas air minum yang dihasilkan, maka pada depot air minum isi ulang yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV yang memenuhi syarat hanya 1 depot (10%) sedangkan depot air minum isi ulang yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi ada 4 depot (40%) yang memenuhi syarat yaitu 1 depot (10%).
Untuk kualitas air minum yang dihasilkan depot air minum isi ulang dengan metode desinfeksi sinar UV yang memenuhi syarat yaitu hanya 1 depot (10%) sedangkan depot air minum isi ulang dengan metode desinfeksi ozonisasi sebanyak 5 depot (50%).
Dari tabel di atas juga diketahui bahwa untuk kriteria penilaian: izin pengangkutan air mobil tangki dikeluarkan oleh instansi terkait, depot air minum isi ulang yang memiliki bukti tertulis/sertifikat air baku berasal dari sumber tertentu untuk depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV yang memenuhi syarat yaitu 3 depot (30%) sedangkan depot air minum isi ulang yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi yang memenuhi syarat hanya 2 depot (20%). Seluruh depot yang diperiksa (100%) baik untuk depot yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV (50%) maupun ozonisasi (50%) telah memenuhi untuk kriteria penilaian kendaraan tangki air terbuat dari bahan yang tidak dapat melepaskan zat-zat beracun ke dalam air, dan lama pengangkutan air baku.
4.2.2.2Tandon Air Bahan Baku
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi tandon air bahan baku air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.4 di bawah ini:
Tabel 4.4 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Tandon Air Bahan Baku Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Tandon Air
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Tandon air bahan baku
terlindung dari sinar matahari
5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Bahan tandon air terbuat
dari bahan yang tidak dapat melepaskan zat-zat beracun ke dalam air
5 50 - - 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.4 di atas, dapat diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap tandon air bahan baku yang harus terlindung dari sinar matahari dan bahan tandon yang terbuat dari bahan yang tidak melepaskan zat berbahaya, seluruh depot air minum (100%) telah memenuhi syarat, baik depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun depot yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi.
4.2.2.3Tabung Filter
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi tabung filter air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.5 di bawah ini:
Tabel 4.5 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Tabung Filter Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Tabung Filter
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Tabung filter terbuat dari
bahan food grade dan mudah pemeliharaannya serta tahan tekanan tinggi
5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Dimungkinkan dilakukan
sistem back washing 5 50 - - 5 50 - - 10 100 Dari tabel 4.5 di atas diketahui bahwa seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi semuanya telah memenuhi kriteria penilaian terhadap tabung filter.
4.2.2.4Mikro Filter
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi mikro filter air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.6 di bawah ini:
Tabel 4.6 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Mikro Filter Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Mikrofilter
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N %
1. Bahan mikro filter terbuat
dari bahan food grade 5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Terdapat lebih dari satu
mikro filter (µ) dengan ukuran berjenjang
5 50 - - 5 50 - - 10 100 3. Mikro filter masih sesuai
masa pakai 5 50 - - 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.6 di atas diketahui bahwa seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi semuanya telah memenuhi kriteria penilaian terhadap bahan, ukuran dan masa pakai mikro filter.
4.2.2.5Peralatan Pompa dan Pipa Penyalur Air
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi peralatan pompa dan pipa penyalur air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.7 di bawah ini:
Tabel 4.7 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Peralatan Pompa dan Pipa Penyalur Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No.
Kondisi Peralatan Pompa dan Pipa
Penyalur Air
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Terdapat pompa stainless
yang berkekuatan tinggi 5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Terdapat alat penunjuk
tekanan air 5 50 - - 5 50 - - 10 100
3. Pipa penyalur
menggunakan bahan food grade
4 40 1 10 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.7 di atas diketahui bahwa untuk kriteria penilaian terdapat pompa stainless yang berkekuatan tingg dan alat penunjuk tekanan air, seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun ozonisasi semuanya sudah memenuhi kriteria tersebut. Untuk kriteria pipa penyalur menggunakan bahan food grade, belum semua depot memenuhi kriteria ini. Depot air minum yang menggunakan sinar UV 4 depot (40%) yang memenuhi kriteria ini, sedangkan semua depot air minum yang menggunakan metode sterilisasi ozonisasi (50%) telah memenuhi kriteria ini.
4.2.2.6Peralatan Desinfeksi
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi peralatan desinfeksi air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.8 di bawah ini:
Tabel 4.8 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Peralatan Desinfeksi Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Peralatan Desinfeksi
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N %
1. Terdapat peralatan
sterilisasi berupa Sinar Ultraviolet atau Ozonisasi dan atau peralatan disinfeksi lainnya
5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Peralatan
sterilisasi/desinfeksi masih dalam masa efektif membunuh kuman
5 50 - - 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.8 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap peralatan desinfeksi yang harus masih dalam masa efektif, seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi semuanya telah memenuhi kriteria ini.
4.2.2.7Pencucian Galon
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai fasilitas pencucian dan pembilasan galon air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.9 di bawah ini:
Tabel 4.9 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Fasilitas Pencucian dan Pembilasan Galon Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Fasilitas Pencucian dan Pembilasan
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Ada fasilitas pencucian
botol (galon) 5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Ada fasilitas pembilasan
botol (Galon) 5 50 - - 5 50 - - 10 100 Dari tabel 4.9 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap adanya peralatan pencucian dan pembilasan galon telah dipenuhi oleh seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi. Namun berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa sebagian besar depot yang diteliti, cara pencucian dan pembilasan galonnya tidak steril, beberapa depot tidak mengaktifkan mesin pencucian botol dan botol yang telah dicuci tidak disterilkan dengan penyinaran di ruangan tertutup dengan sinar UV sehingga hal ini bisa menjadi celah timbulnya kontaminasi.
4.2.2.8Pengisian Galon
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai kondisi dalam pengisian galon air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.10 di bawah ini:
Tabel 4.10 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Dalam Pengisian Galon Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi dalam Pengisian Galon
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Ada fasilitas pengisian
botol (galon) dalam ruangan tertutup
5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Tersedia tutup botol baru
yang bersih 5 50 - - 5 50 - - 10 100
3. Tidak ada stock botol (galon) yang telah diisi, lebih dari 24 jam di depot air minum
4 40 1 10 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.10 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap pengisian galon yang harus berada di ruang tertutup dan tersedia tutup botol yang bersih telah dipenuhi oleh seluruh depot air minum (100%) baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi. Kriteria tidak adanya stock galon yang telah diisi lebih dari 24 jam di depot air minum, untuk depot air minum yang menggunakan sinar UV hanya 4 depot (40%) yang memenihi kriteria ini, sedangkan seluruh depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi telah memenuhi kriteria ini (50%).
4.2.2.9Operator
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene
sanitasi depot air minum mengenai kondisi operator air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.11 di bawah ini:
Tabel 4.11 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Kondisi Operator Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kondisi Operator
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Berperilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) 1 10 4 40 3 30 2 20 10 100 2. Operator/penanggung
jawab/ pemilik memiliki surat keterangan telah mengikuti kursus higiene sanitasi depot air minum
- - 5 50 1 10 4 40 10 100
Dari tabel 4.11 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap PHBS operator, hanya dipenuhi oleh 1 depot yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV (10%) dan 3 depot yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi (30%) dari seluruh depot air minum (100%) yang diperiksa. Operator yang memiliki surat keterangan telah mengikuti kursus higiene sanitasi depot air minum hanya dipenuhi oleh 1 depot yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi sehingga dapat menciptakan resiko yang cukup besar terhadap higiene sanitasi depot air minum itu sendiri.
4.2.2.10Pengawasan Tikus, Lalat dan Kecoa
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene
sanitasi depot air minum mengenai pengawasan tikus, lalat dan kecoa pada depot air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.12 di bawah ini:
Tabel 4.12 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Pengawasan Tikus, Lalat dan Kecoa pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kriteria Penilaian
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Terhindar dari tikus, lalat
dan kecoa 2 20 3 30 4 40 1 10 10 100 2. Konstruksi lantai, dinding
dan langit-langit kokoh dan kuat
5 50 - - 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.12 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap pengawasan tikus, lalat dan kecoa hanya dipenuhi oleh 2 depot yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV (20%) dan 4 depot yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi (40%) dari seluruh depot air minum (100%) yang diperiksa. Konstruksi lantai, dinding dan langit-langit depot air minum yang harus kokoh dan kuat sudah cukup baik, karena telah dipenuhi oleh seluruh depot (100%) yang diperiksa baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun ozonisasi.
4.2.2.11Pencahayaan
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai pencahayaan pada depot air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.13 di bawah ini:
Tabel 4.13 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Pencahayaan pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kriteria Penilaian
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Pencahayaan cukup baik 5 50 - - 5 50 - - 10 100
Dari tabel 4.13 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap pencahayaan depot sudah cukup baik, karena telah dipenuhi oleh seluruh depot (100%) yang diperiksa baik yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV maupun ozonisasi.
4.2.2.12Faktor Higiene Sanitasi Lainnya
Berdasarkan hasil penilaian pemeriksaan fisik dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap depot menurut metode desinfeksi dengan higiene sanitasi depot air minum mengenai faktor higiene sanitasi lainnya pada depot air minum isi ulang dapat dilihat dalam tabel 4.14 di bawah ini:
Tabel 4.14 Tabulasi Silang Depot Menurut Metode Desinfeksi Dengan Faktor Higiene Sanitasi Lainnya pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Medan Tahun 2011
No. Kriteria Penilaian
Metode Desinfeksi
Jumlah Sinar Ultraviolet Ozonisasi
Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N % N % 1. Ada akses terhadap
fasilitas sanitasi (toilet/jamban)
5 50 - - 5 50 - - 10 100 2. Secara umum terlihat
bersih, rapi dan teratur 2 20 3 30 4 40 1 10 10 100 3. Ada contoh produk air
minum sebagai sampel - - 5 50 1 10 4 40 10 100 Dari tabel 4.14 di atas diketahui bahwa kriteria penilaian terhadap tersedianya fasilitas sanitasi seperti toilet/jamban di depot air minum yang diperiksa sudah terpenuhi oleh seluruh depot (100%). Depot yang terlihat bersih, rapi dan teratur hanya dipenuhi 2 depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi sinar UV (20%) dan 4 depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi, dan depot yang menyediakan contoh produk air minumnya sebagai sampel hanya dipenuhi oleh 1 depot air minum yang menggunakan metode desinfeksi ozonisasi (10%).