• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK RESPONDEN, KARAKTERISTIK USAHA, DAN KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN RESPONDEN

Karakteristik Responden

Anggota Koperasi Baytul Ikhtiar yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah kaum perempuan (ibu-ibu) yang memperoleh pinjaman untuk penambahan modal usaha di bidang agribisnis pada tahun 2011. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 33 orang yang merupakan anggota Koperasi Baytul Ikhtiar dari Unit Ciampea, Dramaga, dan Tamansari. Hal-hal yang akan dibahas mengenai karakteristik responden mencakup tingkat usia responden, tingkat pendidikan responden, jumlah tanggungan dalam rumah tangga responden, serta status responden dalam keluarga.

Tingkat Usia Responden

Hasil survei lapang menunjukkan bahwa usia responden tersebar dari mulai usia 20 tahun hingga 67 tahun dengan rataan usia 39.73 tahun atau dibulatkan menjadi 40 tahun. Keragaan usia responden terlihat pada Tabel 4 yang menunjukkan usia responden tersebar pada setiap kelas usia dengan presentase terbesar berada pada interval 31-40 tahun sebanyak 14 orang atau sebesar 42.42 persen. Rataan usia responden berada pada kategori usia produktif, yaitu 40 tahun, menunjukkan bahwa dengan adanya pembiayaan yang mereka peroleh dari Koperasi Baytul Ikhtiar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha yang dijalani. Hal ini dikarenakan peluang untuk mengembangkan usaha relatif besar dengan usia yang tergolong produktif.

Tabel 4 Tingkat usia responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013

Usia Responden Frekuensi (orang) Presentase (%)

<21 1 3.03 21-30 5 15.15 31-40 14 42.42 41-50 7 21.21 51-60 3 9.09 >60 3 9.09 Total 33 100.00

Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat pendidikan responden berdasarkan Gambar 7 menggambarkan bahwa tingkat pendidikan terbanyak adalah tamat SD yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 66.67 persen. Reponden yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah adalah sebanyak 2 orang atau sebesar 6.06 persen. Jumlah responden yang memiliki tingkat pendidikan tidak tamat SD adalah sebanyak 8 orang atau sebesar 24.24 persen. Terdapat pula 1 orang responden yang memiliki

tingkat pendidikan hingga tamat SMP atau sebesar 3.03 persen dari keseluruhan total responden.

Gambar 7 Tingkat pendidikan responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013 Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden tidak terlalu bervariasi. Apabila dihubungkan dengan jenis usaha yang dijalankan, pada umumnya responden dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah cenderung menjalankan usaha yang relatif tidak berisiko dan tidak memerlukan perhitungan keuangan yang rumit.

Jumlah Tanggungan dalam Rumah Tangga Responden

Hasil survei lapang menunjukkan bahwa jumlah tanggungan dalam rumah tangga responden tersebar antara 0 hingga 4 orang. Banyaknya tanggungan keluarga memperkecil peluang anggota koperasi untuk menyisihkan sebagian keuntungan usaha untuk investasi dalam rangka pengembangan usahanya. Hal ini terjadi karena banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk tanggungan keluarganya.

Gambar 8 Jumlah tanggungan keluarga dalam rumah tangga responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013

Tidak sekolah 6% Tidak tamat SD 24% Tamat SD 67% Tamat SMP 3% 0 orang 24% 1 orang 27% 2 orang 31% 3 orang 12% 4 orang 6%

Berdasarkan Gambar 8 dapat dijelaskan bahwa rumah tangga responden yang tidak memiliki tanggungan sebesar 24.24 persen atau sebanyak 8 orang. Rumah tangga responden yang memiliki 1 orang tanggungan adalah sebanyak 9 orang atau sebesar 27.27 persen. Rumah tangga responden yang memiliki 2 orang tanggungan adalah sebanyak 10 orang atau sebesar 30.30 persen dan merupakan presentase jumlah tanggungan terbesar. Rumah tangga responden dengan jumlah tanggungan sebanyak 3 orang tercatat sebanyak 4 orang atau sebesar 12.12 persen, sedangkan jumlah tanggungan keluarga sebanyak 4 orang tercatat sebanyak 2 orang responden atau sebesar 6.06 persen dari total keseluruhan responden.

Status Responden dalam Keluarga

Karakteristik responden lainnya yang diidentifikasikan dalam penelitian ini yaitu status responden di dalam keluarga. Status responden yang merupakan kaum perempuan di dalam keluarga pada penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu status sebagai seorang istri dan status sebagai kepala keluarga. Hasil survei lapang pada Gambar 9 menunjukkan terdapat 3 orang responden yang berstatus sebagai kepala keluarga atau sebesar 9.09 persen dari total 33 orang responden. Status sebagai kepala keluarga yang dimaksud yakni responden tersebut sudah tidak memiliki suami atau berstatus janda. Jumlah responden yang berstatus sebagai istri adalah sebesar 90.91 persen atau sebanyak 30 orang responden.

Gambar 9 Status responden dalam keluarga di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013

Adanya perbedaan status responden dalam keluarga, baik sebagai kepala keluarga mupun sebagai istri, akan mempengaruhi motivasi responden dalam menjalankan usahanya. Responden yang berstatus sebagai kepala keluarga akan cenderung berusaha lebih keras dalam menjalankan usahanya dibandingkan dengan responden yang berstatus sebagai istri. Hal ini dikarenakan responden tersebut sudah tidak memiliki suami yang bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Kepala Keluarga

9%

Istri 91%

Karakteristik Usaha Responden

Koperasi Baytul Ikhtiar merupakan lembaga keuangan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang termasuk ke dalam golongan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki usaha berskala mikro. Sebelum membahas lebih jauh mengenai pengaruh pembiayaan terhadap perkembangan usaha mikro agribisnis anggota Koperasi Baytul Ikhtiar, perlu diketahui karaktersitik usaha responden yang memperoleh pembiayaan tersebut. Pada penelitian ini, karakteristik usaha yang dijelaskan meliputi jenis usaha dan lama usaha.

Jenis Usaha Responden

Anggota koperasi yang menjadi responden dalam penelitian ini merupakan anggota yang mengajukan pembiayaan untuk modal usaha yang bergerak di bidang agribisnis. Hasil survei lapang menyebutkan bahwa jenis usaha agribisnis yang dilakukan oleh responden yaitu sektor pertanian, sektor peternakan, dan sektor perdagangan. Sektor pertanian yang diusahakan oleh responden meliputi bayam, kangkung, ubi, jagung, padi, singkong, lengkuas, kunyit, bengkuang, kacang panjang, dan lain-lain. Sektor peternakan yang diusahakan meliputi pembesaran kambing, ikan bawal, ikan mas, dan ikan gurame. Sektor perdagangan yang diusahakan oleh responden adalah sayuran, daging ayam, dan sembako.

Gambar 10 Jenis usaha responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013 Menurut hasil survei di lapangan, terdapat 26 orang responden yang melakukan usaha agribisnis di sektor pertanian atau sebesar 78.79 persen dari total keseluruhan responden yang diteliti. Sektor ini merupakan jumlah yang terbesar apabila dibandingkan dengan sektor peternakan dan perdagangan. Responden yang melakukan usaha di sektor peternakan tercatat sebanyak 4 orang atau sebesar 12.12 persen, sedangkan pada sektor perdagangan tercatat ada 3 orang responden atau sebesar 9.09 persen dari total keseluruhan responden.

Lama Usaha Responden

Dalam ketentuan untuk memperoleh pembiayaan pada Koperasi Baytul Ikhtiar (KBI), lama usaha responden bukanlah menjadi syarat yang harus

Pertanian 79% Peternakan 12% Perdagangan 9%

dipenuhi. Hal ini sesuai dengan peran Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang memfokuskan diri sebagai lembaga yang mengutamakan masyarakat golongan ekonomi lemah yang kesulitan dalam mengakses permodalan agar mampu meningkatkan kemampuan ekonominya. Oleh karena itu, KBI menawarkan persyaratan yang mudah bagi anggotanya dalam memperoleh pembiayaan.

Berdasarkan hasil survei, rataan lama usaha responden adalah 17.4 tahun. Lama usaha responden yang paling baru berjalan adalah selama 1 tahun, sedangakan untuk usaha responden yang paling lama sudah berjalan hingga 50 tahun. Dari total 33 responden, terdapat 13 responden yang telah menjalankan usahanya selama 1 hingga 10 tahun, atau sebesar 39.39 persen dari total responden. Lama usaha responden yang sudah berjalan selama 11 hingga 20 tahun yaitu sebanyak 11 responden atau sebesar 33.33 persen, serta untuk usaha yang sudah berjalan selama 21 hingga 30 tahun adalah sebanyak 5 responden atau sebesar 15.15 persen. Lama usaha responden dengan presentase terkecil terdapat pada interval 31 hingga 40 tahun, yaitu sebesar 3.03 persen atau sebanyak 1 orang. Lama usaha responden selama lebih dari 40 tahun menempati presentase kedua terkecil yaitu 9.09 persen atau sebanyak 3 orang.

Gambar 11 Lama usaha responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2013

Karakteristik Pembiayaan Responden Besar Pembiayaan

Berdasarkan hasil survei, rataan besar pembiayaan yang disalurkan kepada responden adalah sebesar Rp927 273. Besar pembiayaan paling rendah adalah sebesar Rp500 000. Pembiayaan pada jumlah ini diberikan kepada anggota yang baru bergabung menjadi anggota KBI dan belum pernah meminjam pada pihak KBI sebelumnya. Besar pembiayaan terbesar yang disalurkan oleh KBI adalah Rp3 000 000. Dari total 33 responden, terdapat 1 responden yang sedang tidak melakukan pembiayaan atau sebesar 3.03 persen dari total responden. Besar pembiayaan antara Rp500 000 hingga Rp1 000 000 telah disalurkan kepada 22 responden atau sebesar 66.67 persen, serta untuk besar pembiayaan yang disalurkan antara Rp1 000 0001 hingga Rp2 000 000 sebanyak 9 responden atau

<11 tahun 40% 11-20 tahun 33% 21-30 tahun 15% 31-40 tahun 3% >40 tahun 9%

sebesar 27.27 persen. Besar pembiayaan diatas Rp2 000 000 disalurkan kepada 1 responden atau sebesar 3.03 persen dari keseluruhan total responden.

Gambar 12 Besar pembiayaan yang diterima oleh responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2012

Lama Keanggotaan

Berdasarkan hasil survei, rataan lama keanggotaan responden menjadi anggota KBI adalah selama 2.7 tahun. Lama keanggotaan terbaru yaitu selama 0.25 tahun atau 3 bulan. Lama kenggotaan yang paling lama 8 tahun. Dari total 33 responden, terdapat 13 orang responden yang baru menjadi anggota selama kurang dari 1 tahun atau sebesar 39.39 persen dari total responden. Lama keanggotaan antara 1 hingga 2 tahun terdapat sebanyak 1 responden atau sebesar 3.03 persen, serta lama keanggotaan antara 2.1 hingga 4 tahun sebanyak 12 responden atau sebesar 36.36 persen. Lama keanggotatan 4.1 hingga 6 tahun terdapat 5 responden atau sebesar 15.15 persen dari keseluruhan total responden. Anggota yang sudah bergabung menjadi bagian dari KBI selama lebih dari 6 tahun adalah sebanyak 2 orang atau sebesar 6.06 persen dari total 33 responden.

Gambar 13 Lama keanggotaan responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2012 < Rp500 000 3% Rp500 000- Rp1000 000 67% Rp1 000 001- Rp2000 000 27% >Rp2 000 000 3% <1 tahun 40% 1-2 tahun, 3% 2.1-4 tahun 36% 4.1-6 tahun 15% >6 tahun 6%

Frekuensi Pembiayaan

Berdasarkan hasil turun lapang, rataan frekuensi pembiayaan yang dilakukan responden adalah sebanyak 3 kali. Frekuensi pembiayaan paling sedikit adalah sebanyak 1 kali yang dilakukan oeh para anggota baru. Frekuensi pembiayaan terbanyak adalah 8 kali. Dari total 33 responden, terdapat 22 orang responden yang baru memiliki frekuensi pembiayaan sebanyak 1 hingga 3 kali atau sebesar 66.67 persen dari total responden. Frekuensi pembiayaan sebanyak 4 hingga 6 kali dilakukan oleh sebanyak 8 responden atau sebesar 24.24 persen. Anggota yang sudah melakukan pembiayaan hingga lebih dari 6 kali adalah sebanyak 3 orang atau sebesar 9.09 persen dari total 33 responden.

Gambar 14 Frekuensi pembiayaan yang dilakukan oleh responden di Koperasi Baytul Ikhtiar tahun 2012

PENGARUH PEMBIAYAAN TERHADAP PERKEMBANGAN

Dokumen terkait