HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1.3. Karakteristik Responden Penelitian
Berikut adalah karakteristik responden dalam penelitian ini.
Tabel 5.2. Karakteristik responden
No Karakteristik Responden Frekuensi Persentase (%)
I Jenis Kelamin
III Pendidikan Terakhir
1 SMA 2 5%
Sumber: Data primer (2016) diolah
Dari tabel karakteristik responden dapat dilihat bahwa demografi jumlah responden perempuan lebih banyak yaitu 25 orang (62,5%) daripada responden pada laki-laki sebanyak 15 orang (37,5%).
Demikian halnya dari segi usia, sebagian besar responden berusia 24-35 tahun sebanyak 17 orang (42,5%), usia 36-45 tahun sebanyak 16 orang (40%), sedangkan selebihnya 7 orang (17,5%) berusia antara 46-55 tahun dan tidak ada responden yang berusia diatas 55 tahun.
Dari segi pendidikan terakhir, sebagian besar responden berpendidikan Strata 1 sebanyak 32 orang (80%), Strata 2 sebanyak 5 orang (12,5%), dan sisanya berpendidikan SMA 2 orang (5%) serta berpendidikan Diploma masing-masing 1 orang (2,5%).
Jika dilihat dari jabatan maka sebagian besar responden penelitian adalah Kepala Sub Bagian sebanyak 30 orang (75%), kemudian diikuti dengan staf sebanyak 8 orang (20%), dan yang paling sedikit adalah Sekretaris dan Kepala Seksi masing-masing 1 orang (2,5%).
Jika dilihat dari masa kerja, maka rata-rata responden yang bekerja selama >10 tahun sebanyak 20 orang (50%) diikuti masa kerja 5-10 tahun sebanyak 18 orang (45%) dan terakhir sebanyak 2 orang (5%) dengan masa kerja <5 tahun.
5.1.1.4. Statistik Data Penelitian a. Variabel Pedoman SAKIP (X1)
Berikut disajikan dalam bentuk tabel statistik data hasil penelitian atas persepsi responden mengenai sejauh mana penerapan SAKIP telah dilaksanakan sesuai dengan pedoman SAKIP yang telah ditetapkan di Kabupaten Serdang Bedagai.
47
Tabel 5.3. Persepsi responden atas pedoman SAKIP
Pertanyaan SS S RG KS TS TOTAL
F % F % F % F % F % F %
1 17 42,5 21 52,5 2 5,0 0 0 0 0 40 100
2 1 2,5 11 27,5 20 50 8 20 0 0 40 100
3 2 5 30 75 8 20 0 0 0 0 40 100
4 3 7,5 27 67,5 9 22,5 1 2,5 0 0 40 100
5 13 32,5 26 65 1 2,5 0 0 0 0 40 100
Sumber: Data primer (2016) diolah
Tabel persepsi responden atas variabel pedoman SAKIP dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari 40 responden 42,5% menyatakan sangat setuju bahwa Renstra menjadi acuan SKPD dalam menyusun dan mengendalikan program/kegiatan pembangunan, 52,5% menyatakan setuju, dan sisanya 5% menyatakan ragu-ragu.
2. Dari 40 responden 2,5% menyatakan sangat setuju bahwa perjanjian kinerja telah mencantumkan target kinerja dan indikator kinerja utama yang SMART, 27,5% setuju, 50% menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 20% menyatakan kurang setuju.
3. Dari 40 responden 5% menyatakan sangat setuju bahwa pengukuran kinerja telah menggunakan Indikator Kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja, 75% menyatakan setuju, dan sisanya 20% menyatakan ragu-ragu.
4. Dari 40 responden 7,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD telah melakukan pengelolaan data kinerja dengan mempertimbangkan kebutuhan informasi SKPD, 67,5% menyatakan setuju, 22,5% menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 2,5% menyatakan kurang setuju.
5. Dari 40 responden 32,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD telah
berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan, 65% menyatakan setuju, dan sisanya 2,5% menyatakan ragu-ragu.
b. Variabel Komitmen Pemerintah Daerah (X2)
Berikut disajikan statistik data hasil penelitian atas persepsi responden mengenai seberapa jauh mana komitmen pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan dan penerapan SAKIP di Kabupaten Serdang Bedagai.
Tabel 5.4. Persepsi responden atas komitmen pemerintah daerah
Pertanyaan SS S RG KS TS TOTAL
F % F % F % F % F % F %
1 15 37,5 23 57,5 2 5 0 0 0 0 40 100
2 23 57,5 14 35 3 7,5 0 0 0 0 40 100
3 17 42,5 20 50 3 7,5 0 0 0 0 40 100
4 24 60 16 40 0 0 0 0 0 0 40 100
5 0 0 13 32,5 24 60 3 7,5 0 0 40 100
Sumber: Data primer (2016) diolah
Tabel persepsi responden atas variabel komitmen pemerintah daerah menunjukkan hal berikut:
1. Dari 40 responden 37,5% menyatakan sangat setuju bahwa pimpinan SKPD memiliki keterlibatan dan komitmen yang tinggi dalam penerapan SAKIP, 57,5% menyatakan setuju, sedangkan sisanya 5% menyatakan ragu-ragu.
2. Dari 40 responden 57,5% menyatakan setuju bahwa setiap staf/pegawai memiliki kepedulian terhadap penerapan SAKIP dan penyusunan Laporan Kinerja yang tepat waktu, 35% ragu-ragu dan sisanya 7,5% menyatakan kurang setuju.
3. Dari 40 responden 42,5 menyatakan sangat setuju bahwa SKPD melakukan umpan balik dengan SKPD terkait apabila ada perubahan rencana, 50%
menyatakan setuju, sedangkan 7,5% sisanya menyatakan ragu-ragu.
49
4. Dari 40 responden 60% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD selalu mengirimkan pegawai dibagian perencanaan bila ada sosialisasi/pelatihan terkait SAKIP atau Laporan Kinerja, dan sisanya 40% menyatakan setuju.
5. Dari 40 responden 32,5% menyatakan setuju bahwa stakeholder telah dilibatkan dalam penerapan SAKIP, 60% menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 7,5% menyatakan kurang setuju.
c. Variabel Dukungan Pemerintah Pusat (X3)
Berikut disajikan statistik data hasil penelitian atas persepsi responden mengenai sejauh mana dukungan pemerintah pusat akan mendukung pelaksanaan dan penerapan SAKIP di Kabupaten Serdang Bedagai.
Tabel 5.5. Persepsi responden atas dukungan pemerintah pusat
Pertanyaan SS S RG KS TS TOTAL
F % F % F % F % F % F %
1 5 12,5 13 32,5 15 37,5 7 17,5 0 0 40 100 2 11 27,5 23 57,5 5 12,5 1 2,5 0 0 40 100
3 17 42,5 18 45 4 10 1 2,5 0 0 40 100
Sumber: Data primer (2016) diolah
Tabel persepsi responden atas variabel dukungan pemerintah pusat menunjukkan hal berikut:
1. Dari 40 responden 12,5% menyatakan sangat setuju bahwa ada keterkaitan antara DAU dengan penyusunan laporan kinerja, 32,5 % setuju, 37,5%
menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 17,5% menyatakan kurang setuju
2. Dari 40 responden 27,5% menyatakan sangat setuju bahwa ada keterkaitan antara DAK dengan penyusunan laporan kinerja, 57,5% setuju, 12,5 ragu-ragu, dan sisanya 2,5% menyatakan kurang setuju.
3. Dari 40 responden 42,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD menyusun Laporan Kinerja karena adanya pengawasan dan pemeriksaan dari BPKP,
45% setuju, 10% menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 2,5% menyatakan kurang setuju.
d. Variabel Budaya Kerja (Z)
Berikut disajikan statistik data hasil penelitian atas persepsi responden mengenai sejauh mana budaya kerja yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.
Tabel 5.6. Persepsi responden atas budaya kerja
Pertanyaan SS S RG KS TS TOTAL
F % F % F % F % F % F %
1 3 7,5 11 27,5 13 32,5 12 30 1 2,5 40 100
2 5 12,5 20 50 11 27,5 4 10 0 0 40 100
3 12 30 19 47,5 9 22,5 0 0 0 0 40 100
Sumber: Data primer (2016) diolah
Tabel persepsi responden atas variabel budaya kerja menunjukkan hal berikut:
1. Dari 40 responden 7,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD telah bekerja dengan menerapkan SAKIP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, 27,5 % setuju, 32,5% menyatakan ragu-ragu, 30% kurang setuju, dan sisanya 2,5% tidak setuju.
2. Dari 40 responden 12,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD telah bekerja dengan melaksanakan dan mencapai target-target kinerja yang ditetapkan, 50% setuju, 27,5% ragu-ragu, dan sisanya 10% menyatakan kurang setuju.
3. Dari 40 responden masing-masing 30% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD telah mempertanggungjawabkan seluruh sumber daya yang dipergunakan, 47,5% menyatakan setuju, sedangkan sisanya 22,5%
menyatakan ragu-ragu.
51
e. Variabel Efektivitas Penerapan SAKIP (Y)
Berikut disajikan statistik data hasil penelitian atas persepsi responden mengenai seberapa jauh mana efektivitas penerapan SAKIP di Kabupaten Serdang Bedagai.
Tabel 5.7. Persepsi responden atas efektivitas penerapan SAKIP
Pertanyaan SS S RG KS TS TOTAL
F % F % F % F % F % F %
1 17 42,5 22 55 1 2,5 0 0 0 0 40 100
2 4 10 33 82,5 3 7,5 0 0 0 0 40 100
3 6 15 24 60 10 25 0 0 0 0 40 100
4 3 7,5 31 77,5 4 10 2 5 0 0 40 100
5 14 35 24 60 2 5 0 0 0 0 40 100
Sumber: Data primer (2016) diolah
Tabel persepsi responden atas variabel efektivitas penerapan SAKIP yang menunjukkan hal berikut:
1. Dari 40 responden 42,5% menyatakan sangat setuju bahwa SKPD bersikap positif dengan adanya SAKIP dan kewajiban menyusun SAKIP, 55%
menyatakan setuju, sedangkan sisanya 2,5% menyatakan ragu-ragu.
2. Dari 40 responden 10% menyatakan sangat setuju bahwa dengan adanya penerapan SAKIP akan memberikan informasi capaian kinerja bagi perbaikan kinerja SKPD yang berkesinambungan, 82,5% setuju, dan sisanya 7,5% ragu-ragu.
3. Dari 40 responden 15% menyatakan sangat setuju bahwa SAKIP bermanfaat untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD, 60% menyatakan setuju, dan sisanya 25% menyatakan ragu-ragu.
4. Dari 40 responden 7,5% menyatakan sangat setuju bahwa SAKIP merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban SKPD atas kinerja anggarannya, 77,5% setuju, 10% ragu-ragu, dan sisanya 5% menyatakan kurang setuju.
5. Dari 40 responden 35% menyatakan sangat setuju bahwa SAKIP merupakan alat manajemen menuju pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang, 60% setuju, dan sisanya 5% menyatakan ragu-ragu.
5.1.2. Hasil Uji Kualitas Data 5.1.2.1. Hasil Uji Validitas
Tabel 5.8. Uji validitas instrumen pertanyaan
Variabel Pertanyaan rhitung rtabel Keputusan Pedoman SAKIP
Sumber: Pengolahan SPSS (2016)
Dari tabel hasil uji validitas terlihat bahwa nilai corrected item-total correlation (rhitung) dari setiap butir pertanyaan lebih besar dari rtabel untuk df (30-2) pada α = 5% yaitu 0,361. Dengan demikian maka setiap butir pertanyaan pada Pedoman SAKIP, Komitmen Pemerintah Daerah, Dukungan Pemerintah Pusat, Budaya Kerja, dan Efektivitas Penerapan SAKIP adalah valid atau dengan kata lain setiap instrumen pertanyaan dari masing-masing variabel dapat menjelaskan
53
variabel Pedoman SAKIP, Komitmen Pemerintah Daerah, Dukungan Pemerintah Pusat, Budaya Kerja, dan Efektivitas Penerapan SAKIP.