TINJAUAN PUSTAKA
4.4 Karakteristik Responden
Pada bagian karakteristik responden disajikan tabel distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan variabel status, asal kota, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, kunjungan terakhir ke tempat wisata, transportasi yang digunakan, cara mengatur perjalanan, jumlah malam di tempat wisata, sumber informasi tempat wisata, media yang paling efektif mengenai tempat wisata, berapa orang yang berkunjung, hal menarik dari tempat wisata, hal yang dikeluhkan dari tempat wisata, niat untuk mengjungi kembali tempat wisata, dan lama waktu untuk mengunjunginya kembali.
Gambar 4.3
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Asal Kota
81%
7%
8%
1%
1%
1% 1%
2.Asal anda?
100 responses
Medan Langkat Deli Serdang Padang Bandung Jakarta Berastagi
Berdasarkan gambar 4.3 diketahui bahwa responden paling banyak berasal dari kota Medan sebanyak 81% (81 orang) dan responden paling sedikit berasal dari kota Padang, Berastagi, DKI Jakarta, Bandung yaitu masing-masing sebanyak 1% (1 orang).
Berikut gambar 4.4 disajikan gambar distribusi frekuensi berdasrkan jenis kelamin.
Gambar 4.4
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan gambar 4.4 diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin laki laki sebanyak 56% (56 orang), dan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 44% (44 orang). Berikut gambar 4.5 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan usia
responden.
Gambar 4.5
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia
Berdasarkan gambar 4.5 dapat diketahui paling banyak responden dengan usia lebih dari 17 tahun yang berkunjung ke Bukit Lawang yaitu sebanyak 68% (68 orang). Dan yang paling sedikit usia lebih dari 50 tahun sebanyak 4% (4 orang).
Berikut gambar 4.6 distribusi bfrekuensi berdasarkan pendidikan terakhir.
Gambar 4.6
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Berdasarkan gambar 4.6 diketahui bahwa jumlah responden paling banyak adalah dengan pendidikan terakhir SMA yakni sejumlah 60% (60 orang) serta jumlah responden paling sedikit adalah lulus pascasarjana yakni sejumlah 1% (1 orang). Berikut gambar 4.7 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan kunjungan terakhir ke Bukit Lawang.
Gambar 4.7
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kunjungan Terakhir ke Bukit Lawang
Berdasarkan gambar 4.7 diketahui bahwa jumlah responden paling banyak wisatawan berkunjung lebih dari satu tahun yang lalu yaitu 51% (51 orang) serta jumlah yang paling sedikit yakni berkunjung lebih dari lima bulan yaitu 10% (10 orang). Berikut gambar 4.8 disajikan distribusi frekuensi trasnportasi yang digunakan wisatawan untuk mengunjungi Bukit Lawang.
Gambar 4.8
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Transportasi yang Digunakan
Berdasarkan gambar 4.8 diketahui bahwa trasnportasi yang paling banyak digunakan responden adalah mobil pribadi yaitu sebanyak 92% (92 orang). dan paling sedikit menggunakan transportasi bus parawisata yaitu 1% (1 orang). Berikut gambar 4.9 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan cara mengatur perjalanan ke objek wisata Bukit Lawang.
Gambar 4.9
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara Mengatur Perjalanan
Berdasarkan gambar 4.9 diketahui bahwa para wisatawan lebih banyak mengurus semuanya sendiri yaitu sebanyak 54% (54 orang). Dan wisatawan yang yang menggunakan travel secara penuh sebanyak 22% (22 orang). Sedangkan yang mengurus sebagian sebanyak 24% (24 orang). Berikut gambar 4.10 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan jumlah malam yang dihabiskan ketika berkunjung ke Bukit Lawang.
Gambar 4.10
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jumlah Malam yang Dihabiskan Berdasarkan gambar 4.10 dapat diketahui bahwa para responden paling banyak menghabiskan malam sebanyak 1-2 malam yaitu berjumlah 51% (51 orang). Dan yang paling sedikit menghabiskan makam sebanyak 2-5 malam yaitu berjumlah 7% (7 orang).
Berikut gambar 4.11 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan sumber informasi mengenai Bukit Lawang.
42%
51%
7%
9.Berapa Jumlah malam yang anda habiskan ketika berkunjung ke objek wisata Bukit Lawang Kabupaten Langkat?
100 reponses
a. <1 b. 1-2 c. 2-5 d. 5-7 e. >7
Gambar 4.11
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sumber Informasi Mengenai Bukit Lawang
Berdasarkan gambar 4.11 dapat diketahui paling banyak responden mengetahui informasi mengenai Bukit Lawang dari teman/saudara yaitu sebanyak 82% sedangkan paling sedikit berasal dari website dan media cetak yaitu masing-masing 4%. Berikut gambar 4.12 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan media informasi paling efektif untuk meningkatkan kunjungan ke Bukit Lawang.
Gambar 4.12
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Medai Informasi Paling Efektif Untuk Meningkatkan Kunjungan ke Bukit Lawang.
Berdasarkan gambar 4.12 dapat diketahui bahwa media yang paling efektif menurut responden adalah media sosial instagram yaitu sebanyak 73% (73 orang).
Sedangkan yang kurang efektif adalah tiktok sebanyak 1% (1 oramg). Berikut gambar 4.13 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan jumlah orang yang ikut berwisata.
Gambar 4.13
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jumlah Orang Yang Ikut Berwisata Berdasarkan gambar 4.13 dapat diketahui bahwa responden paling banyak berkunjung dengan lebih dari 5 orang yaitu sebanyak 34% (34 orang). Dan yang paling sedikit berkunjung dengan sendiri yaitu sebanyak 1% (1 orang). Berikut gambar 4.13 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan hal yang paling menarik di Bukit Lawang.
Gambar 4.14
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Hal Yang Paling Menarik Di Bukit Lawa
Berdasarkan gambar 4.14 dapat diketahui hal yang paling menarik menurut reponden adalah air sungai yaitu sebanyak 38% (38 orang). Sedangkan yang paling sedikit menjawab hotel/penginapan dan arum jeram masing masing sebanyak 1% (1 orang). Berikut gambar 4.15 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan keluhan di Bukit Lawang.
Gambar 4.15
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Keluhan Di Bukit Lawang Berdasarkan gambar 4.15 dapat diketahui responden paling mngeluhkan masalah jalan rusak yaitu sebanyak 61% dan pungutan liat sebanyak 27% sedangkan yang paling sedikit adalah rumah makan dan tempat parkir dengan masing masing 1%.
Berikut gambar 4.16 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan niat untuk berkunjung kembali ke Bukit Lawang.
Gambar 4.16
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Niat Untuk Kembali ke Bukit Lawang
Berdasarkan gambar 4.16 dapat diketahui bahwa responden ingin mengunjungi kembali bukit lawang sebanyak 97% (97 orang). Sedangkan yang tidak ingin berkunjung kembali sebanyak 3% (3 orang). Berikut gambar 4.17 disajikan distribusi frekuensi berdasarkan lama waktu untuk mengunjunginya kembali.
Gambar 4.17
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Lama Waktu Untuk Mengunjunginya Kembali
Berdasarkan gambar 4.17 dapat diketahui paling banyak responden akan mengunjungi kembali Bukit Lawang dalam kurun waktu 7-12 bulan yang akan datang sebanyak 26% (26 orang). Dan yang paling sedikit diatas 3 tahun yang akan datang yaitu sebanyak 3% (3 orang).
4.5 Indeks Loyalitas Wisatawan 4.4.1. AHP
AHP adalah suatu metode analisis dan sintesis yang dapat membantu proses pengambilan keputusan yang powerful dan fleksibel. AHP dapat membantu dalam menetapkan untuk prioritas-prioritas dan membuat keputusan dimana harus
25%
27% 26%
19% 3%
16
.
Jika Ya, berapa lama lagi anda akan ke tempat ini?100 responses
a.1-3 bulan b.4-6 bulan c. 7-12 bulan d. 1-3 tahun yad e. diatas 3 tahun yad
mempertimbangkan aspek-aspek kualitatif dan kuantitatif. Penggunaan AHP dapat mereduksi faktor-faktor yang kompleks menjadi sebuah rangkaian, kemudian mensintesa hasil-hasilnya, maka AHP tidak hanya membantu orang dalam memilih keputusan yang tepat, tetapi juga dapat memberikan pemikiran/ alasan yang jelas.
AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia.
Keberadaan hierarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau tidak terstruktur ke dalam sub-sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki (Kusrini, 2007).
Gambar 4.18
Hasil Pengolahan Data Menggunakan Metode AHP
Berdasarkan data AHP yang diperolah maka dapat kita lihat variabel niat untuk merekomendasikan memiliki nilai yang paling tinggi yaitu sebesar 0,231 sedangkan variabel niat untuk mengulangi kunjungan memiliki nilai yang paling rendah yaitu sebesar 0,140. Perhitungan AHP ini digunakan untuk mengetahui
Model Name: AHP INDEKS LOYALITAS
Synthesis: Summary
Page 1 of 1 24/03/2021 21:16:53
bibi bibi
besar bobot nilai dari tiap variabel yang diteliti, Hasil perhitungan AHP ini juga memiliki nilai incosistensy yang baik yaitu sebesar 0,05 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,1 ,kuisioner AHP ini diisi oleh 10 orang responden.
1.5.2 Analisis Indeks Loyalitas
Tabel 4.3 Indeks Loyalitas
NO. KATEGORI INDEKS
1 INDEKS LOYALITAS 100 RESPONDEN 3,827
2 INDEKS LOYALITAS BERJENIS KELAMIN