• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN INDIKATOR

2.1.2. Karir dari Perspektif Organisasi dan Individu 14

xxx

orang-orang, diantara berbagai pekerjaan yang ada di dalam organisasi. Jalur-jalur ini adalah yang dapat diikuti oleh individual untuk mengimbangkan unit-unit organisasi tertentu. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja memasuki departemen penjualan sebagai seorang penasehat penjualan, kemudian dipromosikan sebagai penaggung jawab laporan keuangan, menjadi manajer penjualan, dan akhirnya menjadi wakil presiden penjualan.

Dari beberapa definisi di atas terlihat bahwa suatu karier terdiri dari urutan pengalaman atau suatu rangkaian kerja yang dipegang selama kehidupan seseorang yang memberikan kesinambungan dan ketentraman sehingga menciptakan sikap dan perilaku tertentu.

2.1.2. Karir dari perspektif organisasi dan individu

Perencanaan karir dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda.

Perencanaan karir dari perspektif organisasi pada individu atau pada keduanya.

Menurut Robert et al (2002) perencanaan karir yang terpusat pada organisasi

memfokuskan pada pekerjaan-pekerjaan dan pada pembangunan jalur karir yang

menyediakan tempat bagi kemajuan logis dari orang-orang, diantara berbagai

pekerjaan yang ada di dalam organisasi. Jalur-jalur ini adalah yang dapat diikuti

oleh individu untuk mengimbangkan unit-unit organisasi tertentu.

Menurut Simamora, (1995) karir bukanlah sesuatu yang harus diserahkan

pada setiap karyawan saja, melainkan karir haruslah dikelola oleh organisasi

untuk memastikan alokasi sumber daya manusia dan modal yang efisien.

Menurut Simamora, (1995) peran organisasi dalam perencanaan karir menyerupai suatu ekstensi rekrutmen eksternal. Meskipun rekrutmen eksternal

xxxi

mengidentifikasi dan memikat kumpulan pelamar eksternal, hal ini biasanya

merupakan kontak pertama antara perusahaan dan karyawan. Oleh karena itu,

organisasi memiliki sedikit pengaruh di luar upaya pemikat. Sebaliknya, karena

staffing internal berhubungan dengan karyawan yang ada, kumpulan kandidat

tidak hanya diidentifikasi dan dipikat, tetapi juga dipersiapkan untuk kesempatan

dimasa mendatang melalui konseling, pengalaman kerja, pelatihan, dan metode

lainnya. Oleh karenanya, perencanaan karir berkontribusi terhadap pertumbuhan

karyawan dan meningkatkan kualifikasi karyawan untuk kesempatan

kepegawaian dimasa mendatang.

Menurut Robert et al (2002) perencanaan karir yang terpusat pada individu

memfokuskan pada karir individu dari pada kebutuhan organisasi itu. Ini

dilakukan oleh karyawan sendiri, dan keterampilan individu menjadi fokus dari analisis ini. Analisis seperti ini mungkin mempertimbangkan situasi baik dalam

maupun di luar organisasi yang dapat mengembangkan karir seseorang.

Menurut Simamora, (1995) Individu merencanakan karir mereka untuk

meningkatkan status dan gaji mereka, memastikan keselamatan pekerjaan, dan

mempertahankan kemampuan pasaran mereka dalam pasar tenaga kerja yang

berubah. Organisasi mendorong karir individu karena ingin: (1) mengembangkan

dan mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan; (2) mengurangi suatu

kekurangan tenaga berbakat yang dapat dipromosikan; (3) menyatakan minat

dalam karyawan mereka; (4) meningkatkan produktivitas; (5) mengurangi

turnover karyawan; (6) memungkinkan manajer untuk menyatakan minat pribadi

xxxii

Menurut Simamora, (1995) Perencanaan karir oleh individu meliputi :

a. Penilaian diri (self-assessment) untuk menentukan kekuatan, kelemahan,

tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan, ataupun jangkar karirnya (career

anchor).

b. Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia

baik di dalam maupun di luar organisasi.

c. Penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi ini.

d. Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan

strategi karir.

e. Perencanaan transisi karir.

Adapun variabel-variabel karir yang dikutip dari Edwin B. Flippo, yang

dikutip oleh Mas’ud, yang merujuk pada karir perspektif organisasi adalah kesinambungan dan ketentraman dalam bekerja, sedangkan yang merujuk pada

karir perspektif individu adalah status pekerjaan dan pengalaman kerja, kekuasaan

dan wewenang dalam bekerja.

Dari beberapa pengertian diatas menurut Simamora (1995), perencanaan

karir organisasional mengintegrasikan kebutuhan sumber daya manusia dan

sejumlah aktivitas karir, lebih menekankan pada jenjang atau jalur karir.

Kebutuhan sumber daya manusia merupakan komponen penting dari proses

perencanaan sumber daya manusia, sedangkan jalur karir merupakan perangkat

yang menghubungkan keluarga pekerjaan di dalam organisasi.

Perencanaan karir individu berbeda secara filosofis dan prosedural dari

xxxiii

individu dan keinginan, keahlihan, dan hasrat mereka. Dan yang paling penting,

perencanaan karir individu meliputi latihan diagnostik dan prosedur untuk

membantu orang tersebut menentukan “siapa saya” dalam potensi dan

kemampuan. Prosedur ini meliputi suatu “pengecekan realitas” untuk membantu

individu menuju suatu identifikasi yang bermakna dari kekuatan, kelemahannya

dan dorongan untuk memimpin kekuatan dan mengoreksi kelemahan.

Karir individu dan organisasional tidaklah terpisah dan berbeda. Seorang

karyawan yang rencana karir individunya tidak dapat diikuti di dalam organisasi,

cepat atau lambat karyawan tersebut kemungkinan akan meninggalkan

perusahaan, oleh karenanya organisasi haruslah membantu karyawan dalam

perencanaan karir sehingga keduanya dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Jalur karir adalah suatu liniprogresi yang fleksibel melalui mana seorang karyawan bergerak sepanjang kepegawaiannya dengan sebuah perusahaan.

Mengikuti jalur karir yang disusun karyawan dapat melakukan pengembangan

karir dengan bantuan perusahaan. Pengembangan karir adalah pendekatan formal

yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang dengan kualifikasi dan

pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan. Perencanaan dan

pengembangan karir menguntungkan individu dan organisasi.

2.1.3. Tahapan Karir dan Jalur Karir

Menurut Gibson et al (2000) tahapan karir merupakan urutan teratur dari

xxxiv

karir. Orang-orang umumnya bergerak melalui empat tahap karir yang

berbeda yaitu :

a. Tahap penempatan (Establishment) terjadi pada permulaan karir.

b. Tahap kemajuan (Advancement) adalah periode bergerak dari satu pekerjaan

ke pekerjaan lain, baik di dalam maupun di luar organisasi.

c. Tahap pemeliharaan (Maintenance) terjadi jika individu telah mencapai batas

kamajuan dan berkonsentrasi pada pekerjaan yang dilakukannya.

d. Tahap kemunduran (Witdrawal), tahap pada suatu titik sebelum individu

pensiun yang sesungguhnya.

Lama waktu berlangsungnya tahapan ini bervariasi di antara orang-orang, tetapi

pada umumnya setiap orang melewati semua tahap tersebut.

Kemajuan efektif melalui tahapan karir, berarti bergerak di sepanjang jalur karir, dari perspektif individu jalur karir merupakan urutan pekerjaan dan tujuan

karir. Sebenarnya tidak mungkin memadukan sepenuhnya kebutuhan organisasi

dengan kebutuhan individu dalam merancang jalur karir, namun perencanaan karir

yang sistematik dapat mempertautkan kesenjangan itu.

Dokumen terkait