• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

C. Karya Yang Diproduksi

Awal terbentuknya Simponi menjadi sebuah band pada tahun 2012, mereka hanya memiliki satu buah single lagu yang berjudul “Vonis”.7

Melalui lagu yang berjudul Vonis inilah mereka mulai prestasi yang bisa mengharumkan bangsa Indonesia dikancah musik Dunia. Lewat lagu Vonis pula nama Grup Band Simponi mulai dikenal oleh penikmat musik di Indonesia. Bisa dikatakan lagu vonis ini merupakan sebagai lagu “jagoan” yang mengantarkan Simponi bisa berprestasi dan dikenal.

Lagu yang berjudul Vonis ini merupakan sebuah lagu yang bertemakan tentang korupsi yang semakin merebak, memburuk dan semakin memprihatinkan di

5

Wawancara pribadi dengan M. Berkah Gamulya salah satu personil Grup Band Simponi.

6

www.simponi10.blogspot.com yang diakses pada 28 Maret 2016 Pukul 20.00 WIB

7

Indonesia. Karena semakin berkembangnya zaman perilaku korupsi di Indonesia semakin “menggila” dan semakin berani tanpa memandang usia ataupun jenis kelamin. Dalam lagu ini juga diceritakan bagaimana dari dampak korupsi yang terjadi di Indonesia. Selain itu, dalam lagu ini juga terdapat ajakan untuk para pemuda yang tidak boleh diam dalam melihat perilaku korupsi.

Pada tahun 2013, Indonesian Corruption Watch (ICW) memproduksi album kompilasi yang berisikan tentang lagu-lagu dari band-band Indonesia yang mempunyai tema tentang Anti-Korupsi yang diberi judul “Frekuensi Perangkap Tikus I”, dan lagu Vonis ini menjadi salah satu lagu yang ada dalam album kompilasi tersebut. Momentum ini juga dijadikan sebagai sebuah pengantar menuju mini album debut mereka.8

Kemudian setahun berselang pada tahun 2013 mereka merilis mini album mereka yang pertama yang diberikan nama “Cinta Bumi Manusia”. Mini album ini merupakan album debut mereka setelah terbentuk menjadi sebuah band. Sebagimana band indie, semua biaya dan persiapan rekaman pada mini album ini dikerjakan secara mandiri.9 Secara garis besar mini album ini memabahas tentang isu-isu sosial yang tengah hangat pada saat itu, seperti: Korupsi, kekerasan terhadap perempuan dan juga lingkungan hidup. Dalam mini album ini terdapat empat buah lagu yang diciptakan sendiri oleh para personil Simponi. Tidak lupa pada mini album ini single pertama mereka yang berjudul “Vonis” juga turut menjadi salah satu lagu di mini album ini, selain lagu Vonis terdapat tiga buah lagu lainnya, yaitu: Sister in Danger,

8

www.simponi10.blogspot.com yang diakses pada tanggal 28 Maret 2016 Pukul 20.00

9

We are Sinking dan Sejenak Mengerti. Di bawah ini merupakan lirik dan penjelasan dari setiap lagu yang ada pada mini album ini:

WE ARE SINKING Day by day

Looks we never care about the world So the nature is sick

And the earth is dying Earth has been destroyed It is getting hotter It is greedy industries Sink, we are sinking To the future that so dark This is not a forecast This is a bad fact It is a strong warning For you the policy maker SISTER IN DANGER My old sister is in danger My young sister is in danger My aunty is in danger My mother is in danger

Don’t teach how to dress

Teach your brain about humanity My family is in danger

Your family is in danger My friends is in danger You are all in danger

Don’t rule how to walk

Watering your heart with kindness

Don’t you blame the victims Maybe you’ll be the next

Lets question the law Where has justice gone Show respect, empathy Live in solidarity Improve our attitude

VONIS (VERDICT) Semua karena korupsi Negeri kaya anak kurang gizi Rakus pejabat politisi

Bangsa kaya anak tak sekolah Pengusaha rakus hutan gundul Bencana datang tak henti Vonis hakim bisa dibeli Koruptor dilindungi

We are making a movement We are not a silent generation Share your wild imagination We are building a revolution

Kita mengaku bertanah air Satur tanah air tanpa korupsi

Kita mengaku berbangsa satu Bangsa yang lestari

Kita mengaku berbahasa Satu Bahasa tanpa kekerasan

One world without corruption Indonesia without corruption

FAJAR MUNIR, SENJA KAMISAN Malam tersenyum dalam misteri , Tuhan selalu dalam dekap

Kamu menawan dalam sederhana, Cintamu luar biasa

Api bumi sepanas semangatmu, Embun pagi sedingin nasehatmu

Lalu akar tumbuh membesar, Kuat dan tak tercabut

Kamisan, menolak lupa, Kamisan, lawan ketakutan

Payung hitam, coba hapus kelam, Payung hitam, untuk keadilan

Justice from the mind Perjuangan baru selangkah, Tuk kemuliaan sesama manusia

Mereka panik lalu membunuh, Muntahmu muntahkan amarah

Tabel 3.1 Lirik Lagu Mini Album Simponi

“Vonis” merupakan judul single pertama mereka, dan juga lagu ini merupakan lagu yang mengharumkan nama Simponi dan nama Indonesia di kancah musik Internasional. Pada lagu ini Simponi berusaha menyuarakan bagaimana semakin buruk dan meluasnya korupsi yang terjadi di Indonesia. Selain itu, dalam lagu ini juga dijabarkan secara singkat bagaimana dampak dari korupsi itu sendiri terhadap masyarakat Indonesia. Dalam lagu ini juga Simponi berusaha menyadarkan dan mengajak generasi muda untuk bertindak terhadap korupsi dan jangan menjadi generasi yang hanya diam. Secara garis besar lagu ini juga mengekspresikan sikap untuk melawan korupsi.10

“Sister In Danger” Melalui lagu ini Simponi kembali berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah musik Internasional. Lagu Sister In Danger ini berhasil menjadi juara I kompetisi musik “Sounds Of Freedome” di Inggris pada tahun 2012. Lagu ini merupakan sebuah lagu yang dipersembahkan kepada seluruh wanita korban pelecehan dan perkosaan. Secara garis besar lagu ini membahas mengenai kekerasan dan pelecehan yang terjadi pada perempuan yang semakin marak belakangan ini.

“We are Sinking” merupakan sebuah lagu yang yang diciptakan untuk tujuan menyadarkan bagaimana lingkungan dan alam kita sudah semakin rusak karena kemajuan zaman. Lirik lagu ini juga berusaha untuk menyadarkan bahwa kita sebagai

10

penghuni bumi sudah tidak perduli lagi dengan kondisi alam dan lingkungan kita. Bagaimana sudah banyak pabrik-pabrik yang didirikan tanpa melihat lebih jauh dampaknya terhadap alam.

“Sejenak Mengerti” adalah satu-satunya judul yang bertemakan tentang cinta dalam mini album “Cinta Bumi Manusia” ini. Lagu ini dipersembahkan untuk para pemuda yang menurut simponi juga harus mengerti dan memahami apa itu yang dinamakan cinta.

Kemudian pada 8 Maret 2014 Simponi meluncurkan album perdana mereka setelah sebelumnya mengeluarkan mini album. Album ini mereka beri nama “Jejak Langkah kita” yang juga terinspirasi dari karya Pramoedya Ananta Toer yaitu Tetralogi Buruh. Album ini sengaja mereka luncurkan pada tanggal 8 Maret karena pada tanggal itu pula bertepatan dengan hari Perempuan Internasional. Album ini juga tetap membahas mengenaui isu-isu sosial seperti lingkungan hidup, korupsi, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.11

Alasan mereka meluncurkan bertepatan dengan hari perempuan internasional karena album “Jejak Langkah Kita” ini mereka persembahkan kepada para perempuan yang mengalami tindakan kekerasan dan pelecehan seksual. Album ini berisikan 10 buah lagu, beberapa lagu pada album ini mereka buat dan persembahkan kepada para perempuan untuk menjadi bagian gerakan nasional dan internasional pengehentian seksual. Selain itu lagu “Sister in Danger” juga turut kembali masuk pada album mereka ini. Sembilan lagu yang lain adalah: PerEMPUan, Terlalu

11

Banyak, Kisah Cicak Dan Buaya Belum Selesai, Pesisir Laut Milik Kami, Trias Corruptica, Fajar Munir Senja Kamisan, Berebut Surga, Gunung Padang Dan Bilang Saja.12

Berbeda dengan mini album sebelumnya, keunikan dari album ini adalah pada segi pendanaan. Pada album “Jejak Langkah Kita” Simponi mengadakan Crowd Funding, yaitu pendanaan massal atau bisa dikatakan sebagai sumbangan dari para fans, sahabat dan beberapa lembaga yang juga turut berpartisipasi.13 Dibawah ini adalah lirik lagu dan penjelasan lagu dari album “Jejak Langkah Kita”:

TERLALU BANYAK

Rumah bagai rimba / Hawa nafsu hewan buas

Otak kosong, hati beringas / Anak sendiri menjadi mangsa

Sekolah bagai lautan / Diserang badai tanpa teladan

Ilmu bintang tak diajarkan / Masa depan telah tenggelam

Tak sanggup lagi, tuliskan lagi / Inisial korban, setiap hari

Semakin banyak, semakin muda / Semakin dekat, semakin suram

Pergaulan bagai perjudian / Sembarang kawan penuh jebakan

Pacar percaya jadi perdaya / Informatika simalakama

Jangan kita biarkan / Keadilan harus ditegakkan

PEREMPUAN

Cita tak bisa tegak / Tanpa rasa berani Kita bangun pasak / Dengan perjuangan

KISAH CICAK BUAYA BELUM SELESAI

Si cicak badannya kecil / Buntut putus tak akan mati

Ditangkaplah para pengutil / Agar negeri bebas korupsi

Si buaya giginya tajam / Badannya besar kulitnya keras

Kasak-kusuk bikin konspirasi / Rekeningnya gendut sekali

Cicak tak takut lawan buaya / Ibu pertiwi jadi taruhannya

Cicak tak gentar diserang buaya / Demi anak cucu kita

PESISIR DAN LAUT MILIK KAMI Kekayaan kita ada di laut / Kemiskinan kita ada di pesisir

Ikan-ikan mati karena pencemaran / Reklamasi menjadi-jadi, kampung nelayan jadi korban

Rentenir merajalela, anak nelayan tak sekolah

Perahu tak lagi anggun, jembatan beton terus

12

www.simponi10.blogspot.com yang diakses pada tanggal 28 Maret 2016 Pukul 22.00 WIB

13

sejati

Kendaraan tercepat / Adalah imajinasi Biarkan kami melesat / Untuk kesetaraan yang hakiki

Luka tegarkan jiwa / Hilang dalam senyuman Duka bangunkan rasa / Satu dalam pelukan Agar kesedihan / Menjadi masa lampau Agar keadilan / Melimpah dalam sejarah (Empu) Bukan objek seksual / (Empu) Subjek keadilan

(Empu) Kemuliaan, kehormatan / (Empu) Lahirkan masa depan

TRIAS CORRUPTICA

ExecuTHIEVES pencuri negeri sipil Subsidi dicabut, bank-bank di-bail out LegislaTHIEVES rajin bolos dan plesir Utak-atik anggaran, minta komisi JudicaTHIEVES jadi sarang mafia Jubah hitam, palu ketidakadilan Jumat keramat untuk kalian / Baris saja dalam antrian

Koruptor harus dimiskinkan / Hey kawan, ini kewajiban!

PancaGILA

1. Keuangan yang maha esa

2. Kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab

3. Permusuhan Indonesia

4. Kerakyatan yang tidak dipimpin oleh hikmat, tanpa kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan asal-asalan 5. Ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

GUNUNG PADANG

Pendar purnama pendar jiwa / Mengantarku pada pintu purba

Meniti perjalanan ke masa silam / Mendaki

dibangun

Kami akan rebut kembali / Pesisir, laut, milik kami

Nenek moyang orang pelaut / Semangat kami pantang surut

Jatah solar menguap, dihisap koruptor Monopoli sektor properti, pantai bukan milik kita lagi

FAJAR MUNIR, SENJA KAMISAN Malam tersenyum dalam misteri / Tuhan selalu dalam dekap

Kamu menawan dalam sederhana / Cintamu luar biasa

Api bumi sepanas semangatmu / Embun pagi sedingin nasehatmu

Lalu akar tumbuh membesar / Kuat dan tak tercabut

Kamisan, menolak lupa / Kamisan, lawan ketakutan

Payung hitam, coba hapus kelam / Payung hitam, untuk keadilan

Perjuangan baru selangkah / Tuk kemuliaan sesama manusia

Mereka panik lalu membunuh / Muntahmu muntahkan amarah

BEREBUT SURGA

Tuhan semesta memberi cintanya / Kepada semua umat manusia

Namun manusia berebut kasihnya / Saling bertarung, tega menghukum

Tuhan ciptakan kita berbeda / Lalu mengapa kita melawan-Nya

Perbedaan jadi anugerah / Jika akal dan hati menangkap ilmu yang telah diberikan-Nya Maka tiada lagi permusuhan / Dan umat manusia hidup dalam kedamaian sejati / Kemanusiaan lah jiwanya

Minoritas ditindas, mayoritas melindas / Sesat menyesatkan, oh tolong hentikan!

asa kejayaan bangsa

Denting musik indah bebatuan / Semilir angin penuh kesejukan

Gunung Padang adalah perenungan / Tentang rahasia suatu kemegahan

Akan kembali langkahku pada Gunung Padang / Gotong royong untuk sejarah peradaban / Sibak semua mimpi, tunjukkan pada dunia / Disana kutemukan akarnya

BILANG SAJA

Segala yang ada di diriku / Kau hancurkan semua ini

Dengan kata manismu / Hilang percaya aku padamu

Pengorbanan yang telah kuberikan / Tiada artinya lagi

Semua karena masa lalumu / Apa peduli dirimu

Dengan kesetiaanku pada dirimu / Untuk dirimu

Bilang saja bila kau tak lagi cinta / Bilang saja bila kau masih mencintainya

Bilang saja cinta kalau itu dusta / Bilang saja kalau kau tak pernah mencintai aku

Hilang percaya aku padamu / Kau sia-siakan aku

Dengan semua pengorbananku / Apa peduli dirimu

Dengan kesetiaanku pada dirimu / Untuk dirimu

Tabel 3.2 Lirik Lagu Album Jejak Langkah Kita

“Terlalu Banyak” merupakan sebuah lagu yang mereka ciptakan dan persembahkan kepada para perempuan yang mengalami tindakan kekerasan. Lagu ini membahas tentang banyaknya perempuan yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual. Selain itu dalam lagu ini juga membahas tentang para pelaku kekerasan tersebut yang berada sangat dekat dengan korban dengan memanfaatkan “relasi kuasa” seperti status, umur, jabatan, agaman dan lainnya.

“PerEMPUan” lagu ini juga merupakan sebuah lagu yang mereka persembahkan kepada para perempuan, penyintas, organisasi, laki-laki, transgender dan siapapun yang tak pernah lelah memperjuang hak-hak perempuan, penghentian

kekerasan terhadap perempuan dan keadilan gender. Lagu ini membahas bagaimana perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki dan bukan hanya menjadi objek seksual semata.

“Kisah cicak dan buaya belum selesai” adalah sebuah lagu yang bertemakan tentang perlawanan dan usaha-usaha pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh para koruptor dan kawan-kawannya. Dalam lagu ini dibahas bagaimana para koruptor berupaya melemahkan hukuman terhadap para koruptor dengan segala cara. Mereka menggunakan jabatan dan kekuasaannya.

“Pesisir laut milik kami” merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang ironi kehidupan nelayan yang jauh dari perspetif maritim, lagu ini juga membahas bagaimana tentang lingkungan hidup di pesisir yang rusak dan tercemar akibat reklamasi dan pencemaran lingkungan. Lagu ini juga dibuat dengan bekerja sama dengan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA).

“Fajar Munir Senja Kamisan” adalah sebuah lagu yang dipersembahkan kepada pahlawan pembela Hak Asasi Manusia yaitu Munir. Lagu ini juga menceritakan bagaimana proses pengadilan terhadap kasus pembunuhan Munir yang masih belum selesai. Lagu ini juga dipersembahkan kepada para pejuang aksi “Kamisan” yang dilakukan setiap minggunya.

“Trias Corruptica” sebuah lagu yang bertemekan tentang korupsi. Menceritakan bagaimana tindakan korupsi yang semakin banyak dan beranak-pinak di semua sector kehidupan berbangsa dan bernegara. Lagu ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap KPK dan pihka-pihak yang terus berjuang untuk pemberantasan korupsi.

“Berebut Surga” secara garis besar lagu ini membahas bagaimana semakin rendahnya kita dalam bertoleransi antar umat beragama. Dalam lagu ini juga dijabarkan bagaimana kita sebagai umat beragama saling “menuhankan” antar satu dengan yang lainnya, dan juga saling menghakimi serta merasa dirinyalah yang paling benar.

“Gunung Padang” merupakan lagu yang menceritakan keindahan situs-situs prasejarah yang ada di Indonesia. Lagu ini juga sebagai penghargaan atas situs-situs prasejarah yang diteliti dengan tekun oleh para peneliti dari dalam dan luar negeri. Lirik dari lagu ini diciptakan ole Dr. Lily Tjahjandari (Phil) yaitu salah satu anggota tim terpadu riset mandiri gunung padang.

Lagu terakhir dalam album ini adalah lagu yang berjudul “Bilang Saja”. Merupakan satu-satunya lagu yang bertemakan tentang cinta dan kegalauan remaja masa kini.

Dokumen terkait