• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasih Tuhan Bagi Orang-Orang Arab

Dalam dokumen Siapakah Allah ini? (Halaman 116-121)

Bukan kebetulan kalau orang-orang Kristen telah berada di Arab sebelum zaman Muhammad. Hal itu telah direncanakan oleh Elohim dengan sempurna. Pertama, Elohim harus memastikan bahwa setiap bangsa di kolong langit diwakili pada hari Pentakosta yang penuh anugerah di Yerusalem ketika Gereja Kristus berawal (dilahirkan).

Sungguh tidak mungkin hanya dengan beberapa murid Yesus, berita Injil harus disampaikan ke seluruh dunia tanpa menggunakan alat-alat komunikasi dan transportasi yang modern. Namun oleh karena orang-orang Yahudi sebelumnya telah tersebar di antara segala bangsa, Tuhan harus memanfaatkan mereka dengan cara memanggil banyak di antara mereka untuk menjadi wakil-wakil dari bangsa-bangsa di mana mereka berbaur dan menjadi bagian di dalamnya dan kemudian menuntun mereka menuju ke Yerusalem agar mereka dapat menyaksikan sendiri kelahiran dari Gereja Kristus di Yerusalem (dalam peristiwa kepenuhan Roh Kudus) dan sekaligus untuk menerima Injil dari sumber aslinya dan untuk kemudian mereka kembali lagi kepada bangsa-bangsa dengan siapa mereka se-belumnya telah berbaur dan menjadi bagian di dalamnya dan selanjutnya mereka diperintahkan untuk mengabarkan Injil kepada segala bangsa tersebut.

Dalam Kisah Para Rasul 2:11 diungkapkan bahwa orang-orang Arab juga hadir dalam peristiwa pada hari Pentakosta di Yerusalem, mereka termasuk di antara 3000 pribadi yang mendengar tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Elohim dalam bahasa mereka sendiri (termasuk bahasa Arab). Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul 2:38 diungkapkan bahwa ketika Petrus meyampaikan berita Injil kepada mereka, orang-orang Arab yang percaya segera dibaptis dan kemudian mereka juga menerima karunia Roh Kudus.

Semua orang-orang tersebut kemudian kembali ke tempat mereka masing-masing, dan kami yakin bahwa orang-orang Arab yang ada di antara mereka dengan segera mulai mengabarkan Injil di negara mereka sendiri.

Selain itu perlu diketahui bahwa orang-orang Yahudi yang hidup di Roma juga me-nuju ke Yerusalem pada hari Pentakosta untuk menyaksikan kelahiran Gereja Kristus dan turunnya Roh Kudus. Namun tidak lama setelah peristiwa tersebut terjadilah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem yang dilakukan oleh penjajah yaitu bangsa Romawi. Akibat dari penganiayaan tersebut orang-orang Yahudi yang berasal dari Roma, beberapa di antaranya adalah orang-orang Kristen, melarikan diri ke Semenanjung Arabia untuk melanjutkan keimanannya di sana.

Namun banyak orang Arab menolak Injil dan mereka tetap menyembah berbagai dewa baal sampai akhirnya Allah, yang dianggap sebagai dewa baal yang paling tinggi kedudukannya, muncul untuk memonopoli semua keadaan dengan menggunakan sarana seorang manusia yaitu Muhammad. Dengan memanfaatkan Muhammad, Allah me-laksanakan sumpahnya yang berbunyi bahwa dia (Allah) akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia yang durhaka (Surat 11:119). Dan dari sinilah berawal suatu perjuangan yang berat: “Sebab sekalipun mereka mengenal Elohim, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Elohim atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Sebab mereka menggantikan kebenaran Elohim dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. Dan karena mereka

tidak merasa perlu untuk mengakui Elohim, maka Elohim menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas; penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, dan tipu muslihat dan kefasikan” (Roma 1:21, 25, 28-29).

Pada saat yang gawat ini, setiap orang Muslim yang jujur seharusnya dapat meng-ucapkan doa seperti yang tertulis dalam Alquran sebagai berikut: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (Surat 7:23). Alkitab menyatakan: “Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan sebesar itu”, yang ditawarkan oleh Yesus Kristus? (Ibrani 2:3).

Sungguh patetis (menimbulkan rasa iba) bahwa setelah berhasil menyesatkan Muhammad dan mencekoki dia dengan rasa kebencian yang mendalam terhadap segala hal yang berbau Injil, Allah kemudian memerintahkan Muhammad untuk mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia (Muhammad) tidak mengetahui apa yang akan diperbuat (Allah) terhadap dirinya (diri Muhammad) dan juga terhadap para pengikutnya (Surat 46:9). Dengan kata-kata lain, Muhammad sendiri tidak yakin apakah dia akan mencapai firdaus yang penuh anggur dan wanita-wanita cantik seperti yang pernah dia ajarkan kepada umatnya.

Tuhan Yesus hanya bertanya: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukan-kah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” (Lukas 6:39).

Agama Islam adalah satu contoh yang sempurna dari agama yang tanpa penebusan dosa. Namun, sekalipun demikian banyak sekali orang, bahkan orang-orang terpandang, menganutnya.

Alkitab berbicara tentang “jalan lebar yang membawa orang menuju kebinasaan”. Kitab Amsal 14:12 menyatakan: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.

Abu Huraira, dalam Mishkat al Masabih halaman 1118 menyatakan: “Nabi Muhammad mengundang orang-orang Quraish (suku bangsanya), dan ketika mereka telah berkumpul dia menyampaikan amanatnya kepada mereka dengan menggunakan ungkapan umum dan ungkapan khusus. ‘B. Ka’b b. Lu’ayy, lepaskanlah dirimu sendiri dari neraka; B. Murra b. K’ab, lepaskanlah dirimu sendiri dari neraka; B. ‘Abd. Shams, lepaskan dirimu sendiri dari neraka; B. ‘Abd al-Muttalib, lepaskan dirimu sendiri dari neraka; Fatimah, lepaskan dirimu sendiri dari neraka, karena aku tidak dapat melakukan apapun untuk membela kamu menghadapi hukuman Tuhan”. Aisha menyatakan bahwa utusan Allah (Muhammad) biasanya berseru, “O Allah, aku mohon lindunganMu dari kejahatan yang pernah kulakukan …” (Ibid. halaman 525). Menurut Abu Musa al-Ashari, seorang saksi lain, Muhammad biasanya menyatakan, “O Allah, ampuni aku dari dosa-dosaku, dari kebodohanku, dari kelakuanku yang tak terkendali dalam segala urusan, dari dosa-dosa karena kesembronoanku, dari dosa-dosaku baik yang kusengaja maupun yang tidak kusengaja, karena aku berdosa atas semuanya itu, O Allah, ampuni aku dari dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, ampunilah aku karena segala sesuatu yang kurahasiakan dan karena segala sesuatu yang kulakukan terang-terangan” (Ibid. halaman 529).

Apa yang dirahasiakannya? Mungkinkah hal yang dirahasiakannya itu adalah kebenaran dan kenyataan-kenyataan tentang Yesus Kristus yang dia tidak mau mencerita-kannya kepada orang-orang lain? Kami tidak tahu. Satu hal yang kami tahu yaitu bahwa

Muhammad telah mengabaikan keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus Kristus dan membangun kebenarannya sendiri, yaitu suatu kebenaran yang bahkan tidak mampu melepaskannya dari dosanya sendiri. Sejak saat itu, hampir 1400 tahun berlalu, jutaan jiwa manusia yang sangat berharga telah mengikuti agamanya dan akhirnya mereka semua binasa selama-lamanya, “tanpa suatu pengharapan, tanpa Tuhan dalam dunia ini”. Saya sungguh merasa ngeri membayangkan jumlah yang sedemikian besarnya.

Muhammad barangkali mempunyai tujuan-tujuan yang baik pada mulanya, dan dia berkeinginan untuk melayani Tuhan yang sejati/benar. Namun dia gagal memperoleh kesempatan karena dia nampaknya tidak pernah berjumpa dengan seorang saksi Kristen yang sesungguhnya yang dapat menunjukkan kepadanya “Jalan Kebenaran, dan kehidup-an”. Kalau kami sebagai umat Kristen berpikir lebih dalam, kami sungguh menyadari alangkah berharganya sebuah jiwa bagi Tuhan atau bagi iblis. Apabila kita menolak untuk bersaksi kepada seorang berdosa yang ada di samping kita, yang jiwanya merindukan/haus akan Tuhan yang sejati, tahukah kita apa yang akan dilakukan iblis terhadap jiwa tersebut kalau sampai dia dapat menguasai jiwa itu sepenuhnya? Umat manusia harus bertobat dan dikuasai oleh Roh Kudus atau mereka akan hilang selamanya.

Tugas utama iblis di dunia adalah untuk mengajak sebanyak mungkin manusia untuk ikut bersama dia masuk ke lautan api (neraka). Dalam Alquran, Surat 11:119, yang pernah kita acu sebelumnya, Allah (siapapun dia) berkata: “Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”. Keputusan tuhan agama Islam (Allah) ini diperkuat oleh Surat 7:178-179, dan Surat 32:13.

Umat Muslim tidak perlu kehilangan pengharapan. Kami sungguh merasa bahagia untuk menyampaikan kabar kepada Anda bahwa ada Tuhan yang jauh lebih mulia hatinya. “Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melain-kan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Seorang Muslim secara pribadi harus menyadari bahwa Allah memang mampu memimpin dan dia pasti akan memimpin para pengikutnya, namun mereka akan dipimpin-nya menuju ke neraka sebagaimana yang dijanjikandipimpin-nya, oleh karena itu jika Anda mau mengambil sikap dan bertobat HARI INI, tanpa memandang pada posisi Anda dalam Islam, Yesus akan menjadi Tuhan dalam hidup Anda dan Anda (baik wanita maupun pria) akan menjadi salah satu dari dombaNya. Sebagai Gembala yang baik Yesus berkata: “Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka meng-ikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yohanes 10:27-29). Halleluyah!

Inilah juruselamat yang ada dalam Kristen. Sebagai seorang Muslim mungkin keilahian Yesus inilah yang merupakan bagian dari isi Alkitab yang paling sulit Anda terima/percaya, namun sesungguhnya di bagian inilah terletak keselamatan Anda (dan segenap umat manusia).

Buku ini sudah pasti bukan ditujukan kepada semua orang. Buku ini hanya dituju-kan untuk mereka yang tidak takut menghadapi kebenaran – yaitu orang-orang yang ber-pikiran luas dan rasional dan bukan orang-orang yang mengamuk kalau menghadapi fakta-fakta yang sulit yang mempengaruhi tujuan hidup saat ini dan selama-lamanya. Jika Anda seorang Muslim dan Anda telah dengan sabar membaca buku ini sampai pada poin ini,

kami yakin Tuhan Roh Kudus telah bekerja di dalam hati Anda untuk memperingatkan Anda akan dosa-dosa Anda. Namun demikian pilihan tetap ada pada diri Anda; mau me-nerima keselamatan Anda sekarang juga atau tidak. Hari esok pasti akan terlambat bagi Anda untuk mengambil keputusan. Allah tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan kepada Anda selain hanya mantera-mantera, jimat-jimat, isteri-isteri, dan kekayaan-kekayaan (tanpa adanya kedamaian) yang akan berakhir hanya sampai di dunia saja. Yesus berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya” – di neraka! (Matius 16:26). Anda bahkan tidak dapat memperoleh seluruh dunia. Walaupun seluruh keluarga Anda adalah Muslim, Tuhan telah mengirim buku ini kepada Anda karena Dia ingin menyelamatkan Anda “dari cara hidup Anda yang sia-sia yang Anda warisi dari nenek moyang Anda itu” (1 Petrus 1:18).

“Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Elohim mem-beritakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka (termasuk pembaca buku ini yang beragama Islam) harus bertobat” (Kisah Para Rasul 17:30). Atau barangkali Anda berpikir bahwa orang-orang yang akan masuk neraka adalah orang-orang yang tidak ber-agama? “Tidak! kataKu kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Lukas 13:3). Barangkali Anda berpikir bahwa lautan api (neraka) akan dipenuhi oleh para penganut ilmu-ilmu gaib baik yang bersifat tradisional maupun modern, dan para perampok bersenjata, serta para pecandu obat terlarang? “Tidak! kataKu kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Lukas 13:5).

“Tetapi apabila pernah dikatakan; Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya (anda sedang mendengar suara Yesus sekarang ini), janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman” (Ibrani 3:15).

Karena Anda telah dengan sabar mengikuti saya dengan membaca buku ini sampai akhir dan Anda telah mendapatkan kesempatan untuk mengetahui semua fakta-fakta yang perlu Anda ketahui demi keselamatan jiwa Anda, ambillah keputusan dan bersiaplah menerima tawaran Yesus di dalam hatimu sekarang ini.

Bila hati Anda telah siap menerima tawaran tersebut, carilah segera tempat yang Anda rasa paling tenang bagi Anda, selanjutnya berlututlah dan akuilah semua dosa-dosa Anda yang mana selama ini Anda telah melawan dan mengabaikan Tuhan yang sejati, dan kemudian mohonlah kepada YESUS KRISTUS untuk membersihkan dosa-dosa Anda dengan DARAHNYA, dan untuk menyelamatkan Anda (sebagaimana yang pernah dijanji-kanNya). Anda pasti tidak akan menyesal melakukan hal tersebut dan mulailah menjalani kehidupan baru Anda bersama Kristus. Berilah kabar kepada kami mengenai apa yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan baru Anda, kami akan senang sekali mendengarnya. Anda bukan orang Muslim pertama yang telah diselamatkan oleh Yesus dan juga bukan orang Muslim terakhir yang akan diselamatkanNya. Ingatlah berapa kali Anda harus meng-ulang-ulang al Fatiha yang ternyata tidak memberi kepastian (jaminan) bagi keselamatan jiwa Anda? Banyak orang telah menemukan terang yang sejati dan jalan yang benar dan masih banyak lagi orang yang akan melihat terang ini sebelum kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Anda akan menjadi salah satu dari orang-orang yang berbahagia tersebut. TUHAN MEMBERKATI

Dalam dokumen Siapakah Allah ini? (Halaman 116-121)