• Tidak ada hasil yang ditemukan

SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM OLEH:

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini, serta shalawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan.

Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul pentapan kadar mineral magnesium, besi dan tembaga pada daun kari (Murraya koenigii (L.) Spreng) secara spektrofotometri serapan atom.

Pada kesempatan kali ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dr. Masfria, M.S., Apt., selaku pejabat Dekan Fakultas Farmasi USU Medan, yang telah memberikan fasilitas sehingga sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan. Ibu Dr. Masfria, M.S., Apt., dan Ibu Sri Yuliasmi, M.Si., Apt. yang telah membimbing dan memberikan petunjuk serta saran-saran selama penelitian hingga selesainya skripsi ini. Bapak Prof. Dr. Muchlisyam, M.Si., Apt., Ibu Dra. Sudarmi, M.Si., Apt., Ibu Dra. Tuty Roida Pardede, M.Si., Apt., selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik, saran dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak dan Ibu staf pengajar Fakultas Farmasi USU Medan yang telah mendidik selama perkuliahan serta Ibu Dra. Sudarmi, M.Si., Apt., selaku penasehat akademik yang selalu memberikan bimbingan kepada penulis selama perkuliahan.

Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada Ayahanda Mukhlis, Ibunda Buniar dan Istri Rina Khor, S.Farm., Apt., serta Ananda tercinta Muhammad Fadey Rafiv dan Almeira Thalia Rikhva yang telah memberikan cinta dan kasih sayang yang tidak ternilai dengan apapun, motivasi beserta doa yang tulus dan tak pernah henti. Saudara saudaraku dan seluruh keluarga besar yang selalu setia memberikan doa dan dukungan penuh kepada penulis.

Sahabat-sahabat terbaikku Tari, Putri, Akhyar, Ucup, Jhonny, Dino, dan seluruh teman-teman Fakultas Farmasi serta teman-teman Farmasi Ekstensi 2013, terima kasih atas perhatian, semangat, doa, dan kebersamaannya selama ini. Serta seluruh pihak yang telah ikut mebantu penulis namun tidak tercantum namanya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Medan, September 2015 Penulis,

PENETAPAN KADAR MINERAL MAGNESIUM, BESI DAN TEMBAGA PADA DAUN KARI (Murraya koenigii (L.) Spreng) SECARA

SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

ABSTRAK

Mineral merupakan unsur kimia yang diperlukan untuk tubuh kita dan mempunyai peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh. Makanan yang mengandung mineral biasanya didapat dari makanan yang berasal dari tanaman. Daun kari merupakan salah satu tanaman yang dapat memberi asupan mineral dari luar tubuh dalam jumlah tertentu. Daun kari memiliki kandungan diantaranya air (66,3%), protein (6,1%), lemak (1%), karbohidrat (16%), serat (6,4%), besi (3,1%) mineral (4,2%), kalsium (810 mg), fosfor (600 mg), Kandungan vitamin dalam daun kari diantaranya karoten (12.600 IU), asam nikotinat (2,3 mg) dan vitamin C (40 mg).Secara umum masyarakat khususnya daerah Sumatera seperti Aceh dan Medan mengkonsumsi daun kari sebagai bumbu dalam masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar mineral besi, magnesium dan tembaga serta persentase penurunan kadar mineral-mineral tersebut pada daun kari setelah proses perebusan.

Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakanspektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 248,3 nm untuk besi, 285,2nm untuk magnesiumdan 324,0 nm untuk tembaga. Sampel daun kari diambil secara sampling purposif pada pekarangan rumah di kawasan jalan Tempuakota Medan. Sampel tersebut terdiri dari daun kari segar dan daun kari rebus. Perlakuan sampel dilakukan dengan proses destruksi kering.

Hasil penelitian menunjukkan dalam keadaan segar kadar besi (3,1128± 0,01802) mg/100g, magnesium (64,4501± 0,3348) mg/100g dan tembaga (0,6352± 0,0014) mg/100g.sedangkan dalam keadaan rebus kadar besi(2,9411± 0,0038) mg/100g, magnesium (59,6106 ± 0,1922) mg/100g dan tembaga (0,5668± 0,0022) mg/100g.Persentase penurunan kadar mineral besi sebesar 5,7402 %, magnesium sebesar 7,5662 % dan tembaga sebesar 10,5188 %.

Secara statistik uji beda rata-rata kadar mineral besi, magnesium dan tembaga antara daun kari segar dan daun kari rebus dengan menggunakan distribusi F menyimpulkan bahwa kadar mineral besi, magnesium dan tembaga pada daun kari segar lebih tinggi dari daun kari rebus.

KataKunci: Daun kari, Mineral, Besi, Magnesium, Tembaga, spektrofotometerSerapan Atom.

ANALYSIS MINERAL CONTENT OF MAGNESIUM IRON AND COPPER IN CURRY LEAVE (Murraya koenigii (L.) Spreng)

BY ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT

Minerals are the chemical elements required for the body and have an important role in the maintenance of the body functions. Foods that contain mineral are usually found in the food that comes from the plant. Curry leaves is one of the plants that can give mineral intake from outside the body in a certain amount. The curry leaf containsamong water (66.3%), protein (6.1%), fat (1%), carbohydrates (16%), fiber (6.4%), iron (3.1%) mineral (4.2%), calcium (810 mg), phosphorus (600 mg), vitamin in curry leaves them carotene (12,600 IU), nicotinic acid (2.3 mg) and vitamin C (40 mg). Generally people in Sumatra such as Aceh and Medan consumed the curry leaf as a spice in the cuisine. This research aims to determine the mineral contain of iron, magnesium and copper as well as the percentage of the mineral decrease content in the curry leaves after boiling process.

Quantitative analysis was performed using atomic absorption spectrophotometer at a wavelength of 248.3 nm for iron, 285.2 nm for magnesium and324.0 nm for copper. The curry leaves samples taken by purposively in the yard atTempua street Medan city. The samples consisted of fresh curry leaves and curry leaves boiled. The treated samples was done by a process of dry destruction.

The results showed in the fresh state levels of iron(3.1128± 0.01802) mg/100g, magnesium (64.4501± 0.3348) mg/100g and copper (0.6352± 0.0014) mg/100g, while in a state boiled iron levels (2.9411± 0.0038) mg/100g, magnesium (59.6106 ± 0.1922) mg/100g and copper (0.5668± 0.0022) mg/100g. The percentage decrease in Iron mineral content of 5.7432%, magnesium 7.5662 % and copper of 10.5188 %.

Statistically different test average mineral content of iron, magnesium and copper of fresh curry leaves and curry leaves boiledprocess with using the F distribution concluded that the mineral content of iron, magnesium and copper in fresh curry leaves higher than curry leaves boiled.

Keywords:Curry leaves, Mineral,Iron, Magnesium, Copper, Atomic Absorption Spectrophotometer.

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 4 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Daun Kari ... 6

2.1.1 Sistematika Tanaman Kari ... 6

2.1.2 Kandungan Gizi dan Manfaat Daun Kari ... 7

2.2 Mineral ... 8

2.2.1 Besi ... 9

2.2.2 Magnesium ... 9

2.3 Spektrofotometer Serapan Atom ... 10

2.3.1 Prinsip Dasar Spektrofotometer Serapan Atom .... 10

2.3.2 Instrumen Spektrofotometer Serapan Atom ... 11

2.3.3 Gangguan Pada Spektrofotometer Serapan Atom 13

2.4 Validasi Metoda Analisa ... 14

BAB III METODE PENELITIAN ... 16

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 16

3.2 Sampel ... 16

3.3 Bahan dan Alat ... 16

3.3.1 Bahan bahan ... 16

3.3.2 Alat alat ... 16

3.4 Pembuatan Pereaksi ... 17

3.4.1 Larutan HNO3 (1:1) ... 17

3.4.2 Larutan Titan Kuning 0,1% b/v ... 17

3.4.3 Larutan NaOH 2 N ... 17 3.4.4 Larutan NH4CNS 0,1 N ... 17 3.4.5 Larutan NH4OH 1 N ... 17 3.5 Prosedur Penelitian ... 17 3.5.1 Pengambilan Sampel ... 17 3.5.2 Penyiapan Sampel ... 18 3.5.3 Proses Destruksi ... 18

3.5.4 Pembuatan Larutan Sampel... 19

3.5.5 AnalisisSecara Kualitatif ... 19

3.5.5.2 Besi ... 19

3.5.5.3 Tembaga ... 20

3.5.6 AnalisisSecara Kuantitatif ... 20

3.5.6.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Magnesium .... 20

3.5.6.2 Pembuatan Kurva Kalibrasi Besi ... 20

3.5.6.3 Pembuatan Kurva Kalibrasi Tembaga ... 21

3.5.6.4 Penetapan Kadar Magnesium ... 21

3.5.6.5 Penetapan Kadar Besi ... 22

3.5.6.6 Penetapan Kadar Tembaga ... 22

3.5.7 Perhitungan kadar Besi, Magnesium dan Tembaga dalam sampel ... 22

3.5.8 Analisis Data Secara Statistik ... 23

3.5.9 Validasi Metoda Analisis ... 24

3.5.9.1 Uji Kecermatan (Accuracy) ... 24

3.5.9.2 Penentuan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ) ... 25

3.5.9.3 Uji Keseksamaan (Presisi) ... 25

3.5.9.4 Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Antar Sampel ... 26

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Identifikasi Tumbuhan ... 28

4.2 Analisis Kualitatif ... 28

4.3.1 Kurva Kalibrasi Besi, Magnesium dan Tembaga . 29 4.3.2 Penetapan Kadar Mineral Besi, Magnesium dan

Tembaga padaSampel ... ... 31

4.3.3 Uji Kecermatan (Accuracy) ... ... 33

4.3.4 Uji Keseksamaan (Presisi) ... 34

4.3.5 Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ) ... 35

4.3.6 Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Besi, Magnesium dan Tembaga pada Sampel Daun Kari Segar dan Daun Kari Rebus ... 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

5.1 Kesimpulan ... 37

5.2 Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 38

Tabel Halaman 2.1 Hasil Analisis Kualitatif pada Daun Kari ... 7 4.1 Hasil Analisis Kualitatif pada Daun Kari ... 28 4.2 Hasil Penetapan Kadar Mineral Besi, Magnesium dan

Tembaga pada Daun Kari Segar (DKS) dan Daun

Kari Rebus (DKR) ... 31 4.3 Persen Perolehan Kembali (Recovery) Mineral Besi,

Magnesium dan Tembaga pada Sampel ... 34 4.4 Nilai Simpangan Baku dan Simpangan Baku Relatif

Mineral Besi, Magnesium dan Tembaga ... 34 4.5 Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ)

Mineral Besi, Magnesium dan Tembaga ... 35

4.6 Hasil Uji Beda Nilai Rata-Rata Kadar Mineral Besi,

MagnesiumDan Tembaga pada Sampel ... 36

Dokumen terkait