HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Analisis Tabel Tunggal
4.4.3 Kategori Jenis Citra
Tabel di bawah ini akan memperlihatkan frekuensi dari kategori jenis citra yang dimuat dalam lembar coding. Jenis citra tersebut adalah mirror image, current image, wish image, corporate image, multiple image, dan citra campuran.
Tabel 4.4 Jenis Citra
Jenis Citra Frekuensi Persentase
Mirror Image 0 0
Current Image 0 0
Wish Image 0 0
Corporate Image 0 0
Multiple Image 0 0
Citra Campuran 12 100
Total 12 100
Tabel menunjukkan dari 12 release ada 12 (100%) jenis citra campuran.
Berdasarkan gambar dan uraian diatas, belum terlihat jelas jenis citra apa yang ingin ditampilkan dalam press release PTPN V. Maka dari itu, peneliti kembali menghitung jenis citra per-releasenya, kemudian menjumlahkannya secara keseluruhan. Sehingga didapatilah bahwa dari 12 press release ada 27 jenis citra yang ditampilkan. Data tersebut akan dituangkan ke dalam tabel yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.5 Jenis Citra Per-release
Jenis Citra Frekuensi Persentase
Mirror Image 1 3,7
Current Image 0 0
Wish Image 12 44,4
Corporate Image 11 40,8
Multiple Image 3 11,1
Total 27 100
Tabel diatas menunjukkan ada 1 (3,7%) mirror image, kemudian 12 (44,4%) wish image, 11(40,8%) corporate image dan ada 3 (11,1%) multiple image.
Kemudian jenis citra diatas dapat digambarkan dalam diagram lingkaran sebagai berikut :
Gambar 4.3 Pie Chart Jenis Citra
Gambar diagram diatas dapat dilihat bahwa jenis citra yang lebih sering muncul pada press release PTPN V adalah jenis wish image, dapat dilihat juga bahwa jumlah wish image dan corporate image sangatlah tipis. Seperti yang telah
dijelaskan pada sebelumnya wish image atau citra harapan merupakan citra yang ingin dicapai oleh perusahaan dari apa yang telah mereka lakukan. Berikut kutipan press release PTPN V yang menggambarkan citra harapan :
Selain bedah rumah Vitran, juga diadaka kegiatan Anak Nusantara oleh para Mahasiswa Pekanbaru.
Kegiatan Anak Negeri ini mengambil tema mengenang jasa para pejuang, untuk generasi penerus bangsa.
"Saya berharap, kegiatan positif ini mampu mendongrak perkembagan jiwa kepatriotan anak bangsa atau perduli jasa para pejuang, sebagai agenda sepanjang masa",pungkasnya.
(Edisi Agustus 2017)
Kutipan press release di atas membuktikan bahwa PTPN V sebagai perusahaan yang bernaung pada Badan Usaha Milik Negara ingin melakukan sesuatu untuk Negara. Dilihat dari bentuk keperdulian mereka yang membangun rumah vitran, yang di era sekarang banyak dilupakan. Namun mereka berusaha membangkitkan kembali semangat patriotisme seperti kutipan di atas adanya kata berharap dan juga adanya sesuatu tujuan yang ingin mereka capai dari apa yang telah PTPN V lakukan hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kriteria jenis citra wish image.
Contoh kutipan lain yang terdapat dalam press release yang menunjukkan wish image yaitu :
Dengan jangka waktu 10 tahun dan grace period 3,5 tahun, menurut Group Head – Corporate Banking VI Mandiri, Wono Budi Tjahyono, ia optimis hal tersebut akan berpengaruh positif bagi operasional Perusahaan.“Dengan struktur pendanaan yang lebih sehat, kami yakin prospek kedepan yang dimiliki sangat besar. Semoga dengan penerbitan kredit sindikasi ini, PTPN V bisa unggul dalam menghadapi persaingan di industry ini”, tukasnya.(Edisi April 2017)
Berdasarkan kutipan diatas peneliti melihat PTPN V ingin pendanaan yang sehat dalam perusahaannya dan dengan di publikasikannya kegiatan kredit sindikasi mereka berharap bisa unggul dalam industri yang mereka jalani. Karena dengan
adanya kegiatan tersebut masyakat akan tahu bahwa dalam segi financial PTPN V ingin transparansi dan juga sehat.
Hasil frekuensi jenis citra ini tidak jauh berbeda dengan hasil frekuensi jenis citra coder II. Hasil dari coder II terdapat 28 press release, terdiri dari mirror image sebanyak 1 (3,6%) release. Corporate image dan wish image sama-sama 12 (42,8%) release dan terakhir multiple image sebanyak 3 (10,8%).
4.5 Pembahasan
Penelitian ini, coder I dan coder II mengalami banyak kendala dalam menganalisis press release ini. Sekalipun coder I sudah berusaha untuk menjelaskan definisi-definisi variabel tersebut berdasarkan kategori yang telah disepakati sebelumnya, namun itu tidak membuat hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini besar.
Hal ini disebabkan karena frame of reference (FOR) dan field of experience (FOE) coder I dan II yang berbeda sehingga banyak perbedaan pemahaman dalam menganalisis press release ini, khususnya untuk unsur SOLAADS dan jenis citra.
Setelah peneliti meneliti press release PTPN V, peneliti menemukan 10 basic publicity release dan dari release tersebut ada 6 (enam) release yang menggunakan gaya penulisan sesuai dengan piramida terbalik (inverted pyramid) dan menggunakan pola straight news. Berikut adalah contoh penulisan release yang berjenis product release dengan menggunakan pola straight news:
PTPN V genap berusia 21 tahun pada hari Sabtu (11/03/2017).
Bersempena itu, di empat Strategic Business Unit (SBU) di lingkungan PTPN V, di laksanakan penyerahan Penghargaan Masa Kerja (PMK) oleh jajaran manajemen kepada 777 karyawan yang telah bekerja selama secara berturut-turut selama 20, 25, 30, dan 35 tahun.
Penyerahan PMK dilaksanakan mulai dari SBU Sei Galuh, SBU Lubuk Dalam, SBU Tandun dan SBU Sei Rokan.
Perusahaan memberikan cincin emas, uang tunai, hingga piagam dengan total dana yang dikeluarkan adalah sebesar Rp.10 Miliyar.(Press release Edisi Maret 2017)
Dari beberapa contoh di atas, peneliti melihat bahwa dalam press release tersebut PTPN V menulis informasi dengan singkat, ringkas dan langsung (to the point), serta adanya terkandung unsur 5W+1H di dalam lead press release tersebut.
Hal ini dipandang baik karena pembaca yang dikategorikan sebagai orang yang sibuk, dapat segera mengetahui inti informasi ketika hanya membaca lead ini.
Namun, tidak semua press release yang ditulis oleh PT. Perkebunan Nusantara V memiliki pola yang sama seperti di atas.
Peneliti juga tidak menemukan unsur format SOLAADS yang lengkap di semua press release PTPN V. Namun peneliti menemukan ada beberapa press release yang hampir memliki semua unsurnya, yaitu 6 unsur dari unsur SOLAADS yaitu unsur subject, organization, location, advantage, dan details tepatnya ada 4 release. Berikut adalah salah satu releasenya :
PEKANBARU - PTPN V kembali mengadakan acara Penyuluhan dan Penyerahan Dana Program Kemitraan kepada 22 UKM Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru, Rabu (9 Agustus 2017).
Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna ruang Melati Kantor Pusat PTPN V Jalan Rambutan Pekanbaru. Kegiatan penyerahan dana kepada Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru merupakan yang ke-tiga kalinya dilakukan oleh PTPN V dalam tahun ini.
Sebelumnya bantuan juga telah diberikan kepada Kabupaten Kampar dan Rokan Hilir. Acara ini dihadiri oleh Kepala dinas Koperasi Kabupaten Rokan Hulu, Kepala Dinas Koperasi Kota Pekanbaru, Pimpinan Asuransi Jasa Raharja serta para calon Mitra Binaan.
Direksi PTPN V yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bagian Umum H. Ahmad Badran Zai menyampaikan kata sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh hadirin yang telah hadir dalam acara tersebut.
“Terimakasih atas kehadirannya serta kerjasamanya dalam program ini sehingga pada hari ini PTP Nusantara V dapat kembali menyalurkan pinjaman dana Program Kemitraan keapada masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru,” ucap Badran Zai
“Sesuai Peraturan Menteri BUMN, program ini untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri”, ujar Badran seraya menyebutkan bahwa dana Program Kemitraan tersebut bersumber dari penyisihan sebagian laba bersih PTPN V.
Lebih lanjut Badran juga menginformasikan bahwa sebelum memberikan dana kemitraan, pihak PTPN V telah melakukan evaluasi terhadap proposal yang diberikan oleh masyarakat Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru. Serta melakukan survey ke lokasi usaha dan juga kelengkapan persyaratan administrasi UKM.
“Akhirnya dapat diputuskan 22 UKM berhak mendapatkan dana, dan jumlah dana yang akan disalurkan sebesar RP. 515.000.000,- dengan rician 11 UKM perdagangan, 8 UKM Jasa, 2 UKM Industri
serta 1 UKM Perternakan untuk Kabupaten Rokan Hulu,” jelas Badran.
Sementara dari kota Pekanbaru yang mendapatkan dana lebih sedikit, karena masyarakat yang mengajukan proposal pinjaman juga lebih sedikit.”Di Kota Pekanbaru yang layak mendapat pinjaman sebanyak 15 UKM, yang terdiri dari 7 UKM Perdagangan, 7 UKM Jasa serta 1 UKM Industri,” tukas Badran lagi.
Berdasarkan rekapitulasi yang diekspose oleh Perusahaan perkebunan berkomoditas sawit dan karet itu, PTPN V total telah menyalurkan dana PKBL kepada Kabupaten Rokan Hulu sebesar 14,5 Miliar Rupiah dana kemitraan kepada 725 UKM sejak tahun 1996 sampai dengan Juni 2017 serta 5,8 Miliar Rupiah dana Program Bina Lingkungan sejak tahun 2000. Sedangkan di kota Pekanbaru, sejak 1996 hingga sekarang PTPN V telah mengucurkan 18 Miliar Rupiah bagi 997 UKM dan 22,6 Miliar dalam Program Bina Lingkungan. Sementara, untuk lingkup provinsi Riau berada pada angka yang cukup fantastis.
“Total dana PKBL yang telah disalurkan PTPN V sampai bulan Juli kepada Provinsi Riau sebesar 86,7milyar Rupiah dalam Program Kemitraan bagi 4.460 UKM serta 55,8 Miliar untuk program Bina Lingkungan”, ungkap Badran.
"Selamat kepada Bapak/Ibu yang mendapat pinjaman, semoga usahanya menjadi tangguh, mandiri dan berkembang", tutup Badran Zai. (Edisi Agustus)
Press release diatas menampilkam 6 (enam) dari 7 (tujuh) unsur SOLAADS dimana subjectnya adalah penyuluhan dan penyerahan dana kemitraan dari PTPN V kepada 22 UKM. Organizationnya tentu saja adalah PTPN V, kemudian untuk lokasinya sendiri dilaksanakan di Gedung Serba Guna ruang Melati Kantor Pusat PTPN V Jalan Rambutan Pekanbaru. Sedangkan advantagenya adalah berupa pinjaman dana yang diberikan PTPN V kepada 22 UKM Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru, karena advantage tidak hanya membahas tentang produk yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan tetapi juga jasa yang diberikan oleh sebuah perusahaan, jadi jasa yang diberikan PTPN V adalah peminjaman dana kepada 22 UKM yang berada di Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru.
Kemudian untuk unsur Application yang berarti bagaimana dan siapa saja yang dapat menggunakannya dapat dilihat dalam press release yang mendapatkannya adalah 22 UKM yang berada di Rokan Hulu yang terdiri dari 11 UKM perdagangan, 8 UKM Jasa, 2 UKM Industri serta 1 UKM Perternakan untuk Kabupaten Rokan Hulu dan pada Kota Pekanbaru yang layak mendapat pinjaman sebanyak 15 UKM, yang terdiri dari 7 UKM Perdagangan, 7 UKM Jasa serta 1 UKM Industri. Details merupakan spesifikasi dari produk atau jasa tersebut, baik warna harga ukuran dan lainnya. Release diatas juga menampilkan details yakni rincian dana yang diberikan pihak PTPN V kepada UKM yang terpilih yakni
sebesar RP. 515.000.000. Maka dari penjelasan tersebut peneliti menemukan 6 (enam) dari 7 (tujuh) unsur SOLAADS.
Peneliti juga ingin menjelaskan press release yang memiliki source yang artinya narasumber untuk memperoleh informasi namun jika lokasi siaran berbeda-beda. Berikut adalah kutipan press release yang mengandung unsur source :
PTPN V menandatangani kredit sindikasi senilai 4,86 trilyun Rupiah dengan 6 Bank di Jakarta, Selasa (11/4/2017). Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PTPN V Mohammad Yudayat melalui siaran persnya.
“Puji syukur, hari ini PTPN V menorehkan sejarah dalam hal sumber pendanaan di Perusahaan melalui penandatanganan kredit sindikasi dengan plafond Rp. 4.866.250.000.000,-“, sebutYudayat.
Dalam sindikasi tersebut, sedikitnya ada enam bank dan lembaga pembiayaan sebagai kreditur dengan nominal kredit beragam.
“Enam kreditur yang terlibat yakni Bank Mandiri sebagai Mandated Lead Arranger/MLA dengan porsi 1,446 trilyun, Bank BCA 0,75 trilyun, Maybank Indonesia 1 trilyun, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 0,87 trilyun, ICBC 0,5 trilyun, dan PT Bank Riau Kepri 0,3 trilyun”, tambahnya.
Penandatanganan sindikasi sendiri dilaksanakan di Kantor PT Bank Mandiri (Persero) Jalan Jend. Gatot Subroto dan dihadiri oleh Direktur Komersil PTPN V M. Arwin Nasutionserta nama-nama dari kreditur seperti Group Head-Corporate Banking VI Mandiri, Wono Budi Tjahyono,PJ. Kepala Divisi Pembiayaan II LPEI Ridha Farid Lesmana, ST.Hadir juga Ricky Antariksa selaku Head of Public Sector & Energy dari Maybank Indonesia, Senior Leader Bank BCA Raymond Tanuwibowo dan Dhejani Surjadi, Steveen Johanes dari Bank ICBC Indonesia dan Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari SE, MBA.
Kutipan press release diatas menunjukkan unsur source yaitu adanya kegiatan PTPN V yang melakukan penandatanganan kredit sindikasi dengan plafond, yang melakukan penandatanganan tersebut adalah Direktur Jendral Komersil PTPN V dan dilakukan di bank Mandiri yang berada di Jakarta. Kemudian sebagai narasumber atau disini disebut source Yudayat selaku Direktur Utama PTPN V membuat siaran pers untuk menjelaskan apa tujuan kegiatan tersebut.
Ketika peneliti mengamati dan meneliti press release yang dibuat oleh pihak PTPTN V, dari 12 releasenya semua mengandung wish image atau citra yang diharapkan, dengan persentase sebanyak 44,4 %. Peneliti juga menemukan citra perusahaan dari beberapa press release PTPN V tepatnya ada sebanyak 11 (sebelas) release dengan persentase sebanyak 40,8%. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya citra perusahaan atau corporate image adalah citra yang menggambarkan suatu perusahaan secara keseluruhan dan dapat dibentuk oleh banyak hal yang biasanya mengarah kepada hal-hal positif seperti riwayat hidup perusahaan, tanggung jawab sosial komitmen mengadakan riset, kinerja dan keberhasilan perusahaan serta hubungan baik antara stakeholdernya. Berikut adalah kutipan press release yang mengandung corporate image:
Terkait kegemarannya menikmati kuliner yang ada dikota bertuah ini, rencananya akan mengundang seluruh jajaran Direksi, General Manager (GM), seluruh Staf dan Karyawan PTPN-V, dalam rangka makan malam bareng.
Agenda makan malam bareng, akan dijadwal kalau tidak ada halang melintang pada Hari Rabu, (16/8/2017) malam.
Persoalan tempat, direncanakan dipondok Melayu Simpang Tiga belakang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II pekanbaru.
"Saya berharap, melalui makan malam bareng, hendaknya dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan dapat menjalin hubungan silaturahmi yang abadi",pungkasnya (Edisi Agustus 2017)
Kutipan press release diatas adalah kutipan press release yang termasuk dalam corporate image yang dalam artian berkaitan hubungan baik antar stakeholder. Seperti yang tertera dalam kutipan press release PTPN V akan mengadakan malam bersama dengan Deputi Asisten Skretaris BUMN dan juga seluruh jajaran Direksi, GM, staf serta karyawan PTPN V untuk menumbukan rasa kebersamaan dan silahturahmi mereka.
Kemudian peneliti juga menemukan press release yang mengandung mirror image di 1(satu) press release yakni press release ke-9 (sembilan) ditahun 2017 yang berjudul “Gerak Jalan Sehat BUMN, bertabur hadiah menarik. Dua Sepeda Motor di Gerai”, berikut ini adalah kutipan press releasenya :
Namun kebahagiaan sebuah hadiah yang baru saja diperoleh tidak ada artinya sama sekali kalau bukan semua ini atas keperdulian perusahaan BUMN untuk menyediakan hadiah menarik ini.
Kutipan press release diatas merupakan citra bayangan (mirror image) adalah citra yang diyakini oleh perusahaan bersangkutan biasanya para pimpinan yang selalu merasa dalam posisi baik tanpa mengacuhkan kesan orang luar. Citra bayangan cenderung positif karena perusahaan membayangkan hal yang serba hebat mengenai perusahaannya. Bisa dilihat dari kutipan press relase yang dibuat bahwasannya pihak PTPN V yakin bahwa semua orang akan merasa bahagia dengan apa yang berikan dari BUMN kepada masyarakat dan juga merasa segala hadiah yang akan diberikan merupakan sesuatu yang menarik bagi orang lain.
Selain itu peneliti juga menemukan citra lain yaitu citra majemuk atau biasa disebut multiple image didalam press release PTPN V. Citra majemuk adalah citra yang muncul dari banyaknya jumlah individu, cabang atau perwakilan dari perusahaan atau organisasi namun belum tentu sama dengan citra organisasi atau perusahaan secara keseluruhan. Misalnya seperti perusahaan yang sering sekali mengaitkan dirinya atau membawa-bawa dirinya dengan perusahaan cabang lainnya ataupun dengan perusahaan pusat yang telah mempunyai keberhasilan yang lebih gemilang atau telah dikenal baik oleh masyarakat tentang kesuksesannya. Berikut adalah kutipan dari citra majemuk yang peneliti temukan :
PT Perkebunan Nusantara (PTPN-V) bersama dengan PT Bukit Asam (Pesero) lakukan gerak jalan sehat 5 K.
Kegiatan ini berlangsung 24 Provinsi Seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Riau bertempat Lapangan Pakir Stadion Tenis Gor Gedung PTPN-V Pekanbaru.
Kegiatan begitu semarak dihadiri Asisten Deputi Kementrian BUMN Imam Bustomi, Direktur Utama (Dirut) PTPN-V Muhammad Hidayat, para seponsor sip dan seluruh GM Perkebunan PTPN-V.
Kutipan press release PTPN V diatas dapat dilihat adanya keterkaitan antara 2 perusahaan yaitu PTPN V dan juga PT. Bukit Asam yang sama-sama merupakan bagian dari BUMN. Pada press release tersebut menunjukkan bahwa sebagai bagian dari BUMN PTPN V dan juga PT. Bukit Asam juga ikut ambil peran dalam cara
yang dilakukan oleh BUMN serentak di 24 provinsi, hal ini menunjukkan adanya kemajemukan citra dari press release tersebut karena adanya beberapa perusahaan yang terlibat didalamnya namun dalam naungan yang sama.
Namun peneliti tidak menemukan current image didalam press release PTPN V di periode 2017 ini. Padahal menurut peneliti di hampir setiap press release PTPN V dapat memasukkan current image atau citra yang berlaku, dikarenakan hampir semua press release yang dibuat oleh PTPN V selalu berkaitan dengan pihak luar.
Contohnya saja saat PTPN V memberikan bantuan kepada UKM yang ada di Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru, seharusnya PTPN V bisa saja mewawancarai beberapa narasumber yang berasal dari pemilik UKM yang menerima bantuan dana untuk dimintai tanggapanya mengenai dana pinjaman yang diberikan PTPN V.
Seperti yang telah peneliti jelaskan sebelumnya citra yang berlaku adalah citra yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. Citra ini biasanya dapat diketahui dengan adanya opini dari orang di luar perusahaan (publik eksternal) tentang perusahaan tersebut. Opini tersebut bisa datang dari pengalaman publik itu sendiri dan juga dari banyak-sedikitnya informasi yang publik itu percayai dan miliki tentang suatu perusahaan.
Menurut peneliti opini masyarakat luar yang kemudian dijadikan sebagai bahan press release agar press release memiliki current image sangat penting dikarenakan dengan adanya pendapat dari luar kita bisa tahu bagaimana pihak eksternal memandang segala sesuatu yang kita lakukan agar menjadia acuan dan cerminan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya yang akan perusahaan lakukan.
Peneliti juga menemukan kesalahan PTPN V dalam waktu penerbitan press release.
Biasanya press release idealnya dikirimkan kepada redaksi minimal 1 kali dalam 1 bulan, hal ini dikarenakan agar redaksi tidak jenuh. Peneliti menemukan ada 7 press release yang dimuat pada website dengan tanggal yang sama yaitu di tanggal 14 Agustus 2017, kemudian dalam periode satu tahun (2017) ada bulan-bulan tertentu pada website PTPN V sama sekali tidak mempublikasikan beritanya pada website yaitu pada bulan Januari, Februari, Juni, September hingga Desember 2017.
Selain itu peneliti juga menemukan 3 release dengan isi yang sama namun dengan judul yang berbeda-beda yaitu press release dengan judul “22 UKM Rohul
dan Pekanbaru terima Dana Bantuan PTPN V” di terbitkan oleh riaueksis.com kemudian di publikasikan kembali pada website PTPN V ditanggal 14 Agustus.
Kemudian dengan isi yang sama namun dengan judul yang berbeda yaitu “PTPN V Serahkan Bantuan 515 Juta” dan kembali di publikasikan dalam website PTPN V di tanggal yang sama yaitu 14 Agustus 2017, berita tersebut di naikkan oleh riaupos.co.
Lalu berita yang sama juga dipublikasikan lagi oleh salah satu media di lokal yaitu transriau.com pada tanggal yang sama dengan judul “22 UKM Rohul dan Pekanbaru terima Dana Bantuan PTPN V”.
Tetapi hal tersebut bukan berarti PTPN V tidak menjalankan tugasnya sebagai Humas, hal ini terbukti dikarenakan Humas PTPN V selalu membagikan kegiatan yang akan mereka laksanakan pada kolom agenda yang ada pada website PTPN V seperti kegiatan rapat kerja, pelatihan dan juga acara-acara yang akan diadakan oleh perusahaan. Peneliti juga telah mengamati pada website PTPN V ada beberapa kolom yang disediakan, yaitu kolom internal yang berisikan berita internal PTPN V dan disitu merupakan letak dari semua press release PTPN V yang juga telah diberitakan di media online lainnya, jumlah berita pada kolom internal ada 134 berita sejak maret tahun 2013. Pada website PTPN V juga ada kolom sawit dan karet, sesuai dengan bidang perusahaan yaitu penghasil sawit dan karet, dalam kolom sawit ada sekitar 1023 sejak maret 2013 dan 206 berita mengenai karet sejak 2013.
Peneliti juga menemukan kebenaran humas PTPN V dalam menjalankan fungsinya sebagai humas pemerintahan atau BUMN. Seperti yang telah dijelaskan sebelumya bahwasannya humas pemerintah berbeda dengan lembaga non komersial, dikarenakan segala bentuk publikasinya tidak ada yang mengandung unsur komersial. Humas pemerintah lebih menekankan pada public service atau demi meningkatkan pelayanan umum. Hal ini sangat sesuai dengan segala bahan publikasi press release PTPN V yang selalu berisikan tentang pelayanannya kepada masyarakat. Misalnya saja pemberian dana pinjaman kepada UKM, kemudian mengadakan acara gerak jalan yang mengajak masyarakat sekitar untuk ikut serta, kemudian menghadirkan doorprize dan hadiah-hadiah lainnya dalam memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Penghargaan-penghargaan kepada karyawan atas kinerja mereka kepada perusahaan yang menurut peneliti sangat baik untuk dijadikan contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya.
Setelah mendapatkan hasil dari lembar coding dan uji reliable dari semua press release PTPN V, peneliti kemudian melakukan wawancara kepada pihak humas PTPN V untuk mencari penjelasan dan kejelasan dari hasil yang peneliti dapatkan. Kemudian hasil yang peneliti dapat adalah bahwasannya sistem E-Prs dalam perusahaan PTPN V telah dilakukan sejak tahun 2011 dengan cara mengirimkan bahan publikasi berupa release kepada media lewat media elektronik yaitu e-mail kepada pihak redaksi media. Kemudian release yang muncul di beberapa media dinaikkan kembali dalam website PTPN V. Tetapi awal dibentuknya website dari tahun 2011 hingga tahun 2013 dikendalikan oleh bagian Teknologi Informasi perusahaan dan pihak humas hanya sebagai penyedia bahan publikasi saja,
Setelah mendapatkan hasil dari lembar coding dan uji reliable dari semua press release PTPN V, peneliti kemudian melakukan wawancara kepada pihak humas PTPN V untuk mencari penjelasan dan kejelasan dari hasil yang peneliti dapatkan. Kemudian hasil yang peneliti dapat adalah bahwasannya sistem E-Prs dalam perusahaan PTPN V telah dilakukan sejak tahun 2011 dengan cara mengirimkan bahan publikasi berupa release kepada media lewat media elektronik yaitu e-mail kepada pihak redaksi media. Kemudian release yang muncul di beberapa media dinaikkan kembali dalam website PTPN V. Tetapi awal dibentuknya website dari tahun 2011 hingga tahun 2013 dikendalikan oleh bagian Teknologi Informasi perusahaan dan pihak humas hanya sebagai penyedia bahan publikasi saja,