BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.2 Kategori Peran Masyarakat pada
Karakteristik Frekuensi Persentase Usia 25-30 31-35 36-40 >41 Jenis Kelamin Wanita Pria Status Perkawinan Menikah Janda Agama Kristen Protestan Katolik Pendidikan Terakhir SMP SMA S -1 3 12 14 1 30 0 29 1 24 6 6 14 5 10 40 47 3 100 0 97 3 80 20 20 46 16
1.2. Kategori Peran Masyarakat pada Pelayanan Kesehatan
Dari data hasil penelitian pada tabel 2 menunjukkan bahwa berdasarkan kategori peran masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-borong menunjukkan bahwa kategori peran yang tinggi (50%), sedang (33 %), dan rendah ( 17%).
Tabel 2. Distribusi frekuensi dan persentase peran masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak (n=30).
Kategori peran masyarakat Frekuensi Persentase Tinggi 15 50 Sedang 10 33 Rendah 5 17
1.3. Peran Masyarakat pada Pelayanan Kesesahatan.
1.3.1 Partisipasi Masyarakat pada Pelayanan Kesesahatan.
Dari hasil penellitian yang dilakukan pada peran masyarakat di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-borong ada juga masyarakat yang memberikan perhatiannya dengan cara ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan dalam memecahkan masalah kesehatan untuk status gizi anak balita (96%) sehingga mereka sendiri, secara mandiri dalam mengolah makanan yang harus dikonsumsi agar tetap sehat sebagai faktor untuk mendukung kesehatan anak balita dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan anak, masyarakat setempat turut memberi perhatian yang berkaitan dengan peningkatan status gizi anak (93%), masyarakat juga aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan karena mereka sadar betapa pentingnya menjalin kerjasama yang baik dalam memperbaiki status gizi anak (90%), kader kesehatan atau tokoh masyarakat dalam pelayanan kesehatan pernah diberikan pelatihan oleh puskesmas atau pemerintah (93,3%), masyarakat yang berperan termotivasi agar ikut terlibat dalam program pemberian makanan tambahan (73%).
Tabel 3. Distribusi frekuensi dan Persentase Partisipasi Masyarakat Dalam Pelayanan Kesehatan (n=30) Berdasarkan partisipasi Ya n (%) Tidak n (%) Masyarakat sudah turut memecahkan
permasalahan untuk status gizi anak
Masyarakat setempat turut memberi perhatian yang berkaitan dengan peningkatan status gizi anak Masyarakat yang aktif dalam kegiatan
pelayanan kesehatan menyadari pentingnya menjalin kerjasama yang baik dalam memperbaiki status gizi anak
Kader kesehatan atau tokoh masyarakat da dalam pelayanan kesehatan pernah diberikan pelatihan oleh
puskesmas atau pemerintah Masyarakat yang berperan
termotivasi agar ikut terlibat dalam pemberian makanan tambahan 29 (96) 1 (3) 28 (93) 2 (67) 27 (90) 3 (10) 28 (93) 2 (8) 22 (73) 8 (28)
1.3.2 Kegiatan Masyarakat Dalam Konseling pada Pelayanan Kesehatan Pada kegiatan konseling tokoh masyarakat atau kader berperan sebagai sumber informasi kesehatan dalam memotivasi masyarakat untuk meningkatkan status gizi anak (80%), masyarakat setempat juga berperan sebagai konsultan (konselor) bagi masyarakat dalam memecahkan masalah gizi anak (60%), masyarakat yang berperan sebagai kader peduli kesehatan melaksanakan kegiatan konsultasi dalam meningkatkan status gizi anak melalui Posyandu (90%), masyarakat terlibat dalam proses memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi balita untuk mengoptimalkan tim kerja tenaga kesehatan (83%), masyarakat yang
berperan menjelaskan pentingnya gizi, bagi anak saat konseling kepada Orang tua anak (83%).
Tabel 4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Konseling Masyarakat dalam Pelayanan Kesehatan (n=30)
Berdasarkan Konseling Ya
n (%)
Tidak n (%)
Tokoh masyarakat atau kader 24 (80) 6 (20) berperan sebagai sumber informasi
kesehatan untuk memotifasi masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak
Ada anggota masyarakat setempat 18 (60) 30 (100) sebagai konsultan (konselor) bagi
masyarakat dalam memecahkan masalah gizi anak
Masyarakat yang berperan sebagai 27 (90) 3 (10) kader peduli kesehatan melaksanakan
kegiatan konsultasi dalam meningkatkan status gizi anak melalui Posyandu
Masyarakat terlibat dalam proses 25 (83) 5 (17) memberikan penyuluhan kesehatan
tentang gizi balita untuk mengopti- malkan tim kerja tenaga kesehatan
Masyarakat yang terlibat aktif dalam 25 (83) 5 (17) kegiatan upaya meningkatkan status
gizi anak melalui penyusunan menu makanan yang dikonsumsi
1.3.3 Kegiatan Masyarakat dalam Kontribusi pada Pelayanan Kesehatan
Dalam kegiatan Kontribusi, masyarakat juga terlibat aktif dalam kegiatan upaya meningkatkan status gizi anak melalui penyusunan menu makanan yang dikonsumsi (83%), masyarakat ikut berkontribusi aktif dalam memikirkan, merencanakan, melaksanankan, dan mengevaluasi program kesehatan masyarakat tentang peningkatkan status gizi anak melalui pemberian makanan tambahan
(63%), , masyarakat turut membantu bantuan dalam hal : tenaga, pemikiran, ide – ide, dana, dan lainnya dalam upaya meningkatkan status gizi anak (63%), dikelompok-kelompok masyarakat sering menyumbangkan makanan tambahan yang dibutuhkan oleh anak (70%), masyarakat bersedia membantu petugas kesehatan dan kader kesehatan dalam pelayanan gizi anak (66%), untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat sebagai kader kesehatan masyarakat.
Tabel 5. Distribusi frekuensi dan persentase kontribusi masyarakat dalam pelayanan kesehatan (n=30) Peran Berpartisipasi pelayanan kesehatan Ya n (%) Tidak n (%)
Masyarakat yang terlibat aktif dalam 25 (83) 5 (17) kegiatan upaya meningkatkan status
gizi anak melalui penyusunan menu makanan yang dikonsumsi
Masyarakat ikut berkontribusi aktif 19 (63) 11 (37) dalam memikirkan, merencanakan,
melaksanankan, dan mengevaluasi program kesehatan masyarakat tentang peningkatkan status gizi anak melalui pemberian makanan tambahan
Masyarakat turut membantu 17 (56) 13 (43) dalam hal : tenaga, pemikiran, ide-ide,
dana, dan lainnya dalam upaya meningkatkan status gizi anak
Dikelompok-kelompok masyarakat 19 (63) 11 (36) sering menyumbangkan makanan tambahan
yang dibutuhkan oleh anak
Masyarakat bersedia membantu 21 (70) 9 (30) petugas kesehatan dan kader
2. Pembahasan
2.1. Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan akan berfokus pada peran masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-borong adapun peran masyarakat turut berpartisipasi, mengadakan konseling, disertai dengan kontribusi masyarakat (Notoatmodjo, 2007), dalam setiap kegiatan masnyarakat yang berperan sebagai kader selalu aktif dalam pelayanan kesehatan baik itu dalam memberikan makanan tambahan untuk anak. Data hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat yang berperan dalam pelayanan kesehatan sebagai kader dari masyarakat di Kel. Lumban Tonga-tonga Kec. Siborong- borong mayoritas ibu-ibu berusia 36-40 tahun (47%). Data tersebut memberikan gambaran bahwa kader yang ikut dalam pelayanan kesehatan masih produktif dilihat dari potensi yang dimiliki masyarakat yang berperan, yaitu usia produktif 18-45 tahun.
Adapun peran masyarakat dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa adanya dukungan masyarakat untuk meningkatkan status gizi anak dimana para kader memiliki kemampuan berdasarkan pelatihan yang telah diberikan kepada kader yang umumnya memiliki jenjang pendidikan dan mereka sudah dibekali kemampuan berdasakan pelatihan yang diberikan oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas.
Dari data karakteristik yang ada menggambarkan bahwa umur, jenjang pendidikan memungkainkan setiap kegiatan dalam pelayanan kesehatan dapat terlaksana dengan baik, hal ini sesuai dengan pendapat Antoni (2009), bahwa
tinggi rendahnya produktifitas atau dukungan seringkali dikaitkan dengan kematangan usia, dan jenjang pendidikan.
2.2. Partisipasi Masyarakat pada Pelayanan Kesesahatan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat yang berperan sebagai kader dalam meningkatkan status gizi anak di Kec. Siborong-borong dalam kategori tinggi yaitu 93% dimana masyarakat sudah turut memecahkan permasalahan untuk status gizi anak masyarakat setempat turut memberi perhatian yang berkaitan dengan peningkatan status gizi anak. Partisipasi sebagai suatu proses di mana dua atau lebih pihak – pihak yang terlibat, saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain dalam membuat keputusan yang mempunyai akibat di masa depan bagi semua pihak (Mulyono Gandadiputra, 1978).
2.3. Kegiatan Masyarakat dalam Konseling pada Pelayanan Kesehatan
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kadar yang ikut pelayanan kesehatan di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-borong ikut dalam menberikan informasi mengenai status kesehatan masyarakat khususnya informasi tentang status gizi anak maka para kader yang telah dipilih dalam pelayanan kesehatan mengarahkan masyarakat ke hal yang positif dengan membuka konseling secara komunikatif. Demi membantu masyarakat dalam memahami kesehatan mereka dan membuat keputusan yang tepat dalam memelihara kesehatan diri sendiri melalui konseling untuk meningkakan status gizi anak dimasyarakat (Notoatmodjo, 2007)
Kegiatan yang dilakukan oleh kader dalam pelayanan kesehatan dilakukan secara berkala yaitu sekali dalam tiga bulan ini dapat dilihat dari kegiatan
Masyarakat yang berperan sebagai kader peduli kesehatan melaksanakan kegiatan konsultasi dalam meningkatkan status gizi anak melalui Posyandu (90%) hal ini memberi arti bahwa kader yang ikut dalam memberikan konseling sudah turut berperan pelayanan kesehatan terutama meningkatkan status gizi anak.
2.4. Kegiatan Masyarakat dalam Kontribusi pada Pelayanan Kesehatan Berkontribusi bukan sekedar untuk mencari dukungan dana, yang lebih penting adalah mewujutkan kebersamaan antara masyarakat yang berperan untuk menghasilkan sesuatu menuju kearah perbaikan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya untuk memperbaiki status gizi anak, dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Menumbuhkan kesadaran pentingnya arti berkontribusi dibidang kesehatan dapat dilakukan melalui informasi yang diterima dari kader. Harus ada kesepakatan visi, misi, tujuan, dan nilai yang sama. Pengorbanan ini dapat dalam bentuk tenaga, pikiran, dana dan biaya, materi ataupun sekurang-kurangnya waktu. Pengorbanan ini harus dipahami dan dimaklumi oleh semua anggota yang terjalin bagi masyarakat yang berkontribusi (Notoatmodjo, 2007).
Masyarakat yang ikut berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-borong yang terlibat aktif dalam meningkatkan status gizi anak melalui penyusunan menu makanan yang dikonsumsi (83%) untuk itu kegiatan yang dilaksanakan atas dasar kesadaran, kemampuan dan prakarsa masyarakat sendiri,dalam arti dimulai dengan mengatasi kesehatan yang dirasakan masyarakat sebagai kebutuhan.
2.5. Kegiatan Masyarakat dalam Meningkatkan Status Gizi Anak
Program perbaikan gizi masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat maupun di instansi dalam rangka meningkatkan kemandirian masyarakat. Program Pondok Gizi Budarzi merupakan program pelayanan gizi masyarakat yang berorientasi pada pemeliharaaan kesehataan dan gizi balita (anak). Lingkup kegiatan Pondok Gizi Budarzi yaitu : 1) Pendaftaran balita, 2) Penimbangan, 3) Pemberian Makanan Tambahan, 4). Konsultasi Gizi 5). Scaaning status gizi, 6). Pendampingan keluarga, 7). Pertemuan dari mingguan anggota PG Budarzi, 8). Demo makanan sehat (Soedirja, 2009).
Prinsip pemberdayaan masyarakat menumbuhkan kemampuan masyarakat “dari, oleh, untuk” masyarakat itu sendiri untuk menumbuhkan potensi masyarakat, mengembangkan gotong-royong masyarakat, menggali kontribusi masyarakat, menjalin kemitraan dengan pihak-pihak lain untuk memotivasi mayarakat, desentralisasi terhadap masyarakat sesuai dengan kultur masing-masing komunitas untuk setiap program dan kegiatan yang inovatif untuk memperbaiki kesehatan masyarakat itu sendiri melalui kader terutama untuk memperbaiki status gizi anak. Dalam Pos Gizi anak juga diberikan makanan tambahan, bukan hanya itu saja para kader juga mempelajari menyusun menu seimbang menurut kemampuan ekonomi dan kebudayaan masing-masing dan agar masyarakat mengerti slogan 4 sehat 5 sempurna, dalam makanan sehari-hari untuk berbagai golongan umur (Joen, 2008).
Di Kelurahan Lumban Tonga-tonga Kecamatan Siborong-Borong masyarakat yang berperan sebagai kader ikut melakukan kegiatan pemberian
makanan tambahan yang dilakukan sekali tiga bulan oleh pusat kesehatan masyarakat yang didampingi oleh petugas kesehatan, kader juga melakukan demo masak dan cara penyusunan menu diajarkan kepada masyarakat agar kebutuhan gizi anak terpenuhi, kader juga ikut menimbang anak saat saat kegiatan di posyandu.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan dan saran mengenai peran masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak di Kelurahan LumbanTonga-tonga Kecamatan Siborong-borong sebagai berikut :
1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 sampai dengan 7 November 2009 pada masyarakat yang berperan sebagai kader di Kelurahan Lumban Tonga-tonga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan masyarakat yang aktif dan berperan sebagai kader dalam pelayanan kesehatan sudah dapat bekerja dengan baik secara mandiri dalam meningkatkan status gizi anak, ini terlihat dari responden untuk partisipasi masyarakat 96% ikut dalam pelayanan kesehatan, responden konseling dalam memberikan informasi tentang status gizi anak ada 90%, sedangkan responden masyarakat yang berkontribusi 70% ikut terlibat membantu dalam hal tenaga, ide-ide, dana, dan lainnya untuk meningkatkan status gizi anak.
Masyarakat yang berperan dalam pelayanan kesehatan diharapkan dapat bekerja lebih optimal dan mempunyai semangat dan keinginan yang kuat dan mampu menggali potensi masyarakat untuk mengatasi masalah mereka sendiri dalam meningkatkan status gizi anak dan kesehatan mereka termasuk sudah dapat dikategorikan masyarakat yang mandiri (n=30).
2. Saran
2.1 Bagi Praktek Keperawatan
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para perawat kesehatan masyarakat khususnya yang bertugas dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas agar dapat menjadii motivator, dan pengerak untuk kader di masyarakat untuk dalam meningkatkan potensi yang dapat digali dari masyarakat dalam memberdayakan masyarakat menjadi lebih mandiri untuk meningkat kesehatan mereka
2.2 Bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan informasi tambahan bagi puskesmas mengenai peran masyarakat sebagai kader untuk menggali potensi masyarakat dalam pelayanan kesehatan supaya dapat lebih mandiri untuk masalah kesehatan.
2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi data dasar untuk penelitian selanjutnya yang berhububungan dengan peran masnyarakat sebagai kader dalam meningkatkan status gizi anak
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian (edisi revisi V). Jakarta: Rineka Cipta. Depkes. (1997). Buku Kader Posyandu, Jakarta : Depkes.
Depkes. (2000). Rencanan Aksi Pangan dan Gizi Nasional. Jakarta: EGC
Depkes (2004). Rancangan Pedoman Kegiatan Perawat Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Jakarta: Depkes RI.
Departemen gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM, UI. (2008). Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Dinkes RI. (2008), Status Gizi Anak dengan Pemberian Makanan Tambahan. Jakarta: EGC
Gabr, M. (2001). IUNS In The Twentieth Century Giants Of Nutrition.Vilth International Congress Of Nutrision. 27 – 29 Juli 2001. Diperoleh dari http : // www. pkpu. Or. Id / profil _ Budarzi pdf.
Hartono Adri, Nutr D.A. (2000). Asuhan Nutrisi Rumah Sakit, Diagnosis, Konseling, dan Preskripsi, Jakarta : EGC
Joen. (2008). Mengatasi Masalah Kebiasan. Makan Anak. Diperoleh dari http:// www. Tips keluarga Com//.
Khomsar, Ali. (2001). Anak Ayah Makan, Salah Ortu. Diperoleh dari http : // www. Indomedia. Com / intisari
Marsetyo, H. (2005). Ilmu Gizi Korelasi Gizi, Kesehatan dan Produktifitas Kerja, Jakarta : Rineka Cipta.
M.B. Arisman. (2004). Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC.
Mulia Musdah Siti. (2007). Gizi Masyarakat Berkualitas dan Pencapaian Tujuan MDGs. Diperoleh dari http : // www. Indomedia. Com / intisari.
Nita. (2001). Meningkatkan Status Gizi Anak. Jakarta. Rineka Cipta.
Notoatmodjo S. (2002). Prosedur Penelitian Kesehatan,(edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo S. (2005). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jkarta : PT. Asdi Mahasatya.
Notoatmodjo Soekidjo. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam, (2002). Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Salemba Medika
Polit F. D & Hungler P. B. (1999). Nursing Research Prinsip and Methods (6 Ed). New York : Lippincoot.
Prayitno, H. (2004). Dasar – Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Rineka Cipta. Pujiadi. (2008). Mengetahui Status Gizi Anda. Diperoleh dari Http : // www. Indomedia
Com/ intisari
Ranti. L. A. (1999). Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta
Santoso, S. Ranti, A.L. (1999). Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta. Sekarkinasih, (2006). Mengatasi Gizi Buruk. Jakarta : Rineka Cipta. SKRT. (2004). Status Gizi Anak. Jakarta : Medicastro
Soedirja, S. (2009). Revitalisasi Posyandu. Diperoleh dari
Sudjana. (2005). Metode Statistik Edisi ke 5. Bandung: Tarsito Supariasa. (2001). Peninlaian Status Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.
Toni. (2009). Karya Tulis Ilmiah Posyandu sebagai Sarana Peran Serta Masyarakat dalam Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat .Medan.
WHO. (2000). Nutrition For Health and Development. Geneva: WHO.
Zulkifli. (2003). Posyandu dan Kader Kesehatan. Diperoleh dari
Lampiran I : PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Judul Penelitian : Peran Masyarakat Dalam Meningkatkan Status Gizi Anak Di Kelurahan Lumban Tonga-Tonga Kecamatan
Siborong-Borong
Peneliti : Winta Mariana Batubara
Nama tersebut diatas adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan yang melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui peran masyarakat yang ikut serta dalam pelayanan kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak di Kecamatan Siborong-Borong.Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu tugas akhir di PSIK – FK USU Medan.
Setelah mendapatkan penjelasan tentang penelitian sesuai dengan judul diatas, maka saya bersedia menjadi responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya. Partisipasi saya dalam penelitian ini bersifat sukarela tanpa pengaruh dari pihak manapun juga.
Peneliti menjamin kerahasiaan identitas dan informasi yang saya berikan,informasi ini haya digunakan untuk kepentingan penelitian serta pengembangan ilmu keperawatan.
Demikian keterangan perstujan ini saya buat,semoga dapat digunakan seperlunya.
Medan, Juni 2009 Responden,
Tanggal :
Tempat :
Instrumen Penelitian Petunjuk Pengisian :
Bapak diharapkan kesediaanya untuk menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberi tanda (√) pada tempat yang disediakan. Semua
pertanyaan harus dijawab dan setiap satu pertanyaan harus dijawab dan setiap satu pertanyaan diisi dengan satu jawaban,. Bila ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti.
Data Demografi :
1. Kode (Diisi oleh peneliti) 2. Usia : …… Tahun
3. Jenis kelamin : ( ) 1. Laki-laki ( ) 2. Perempuan 4. Status perkawinan : ( ) 1. Belum menikah ( ) 2. Menikah
( ) 3. Janda / Duda
5. Agama : ( ) 1. Islam ( ) 2. Kristen Protestan ( ) 3. Katolik ( ) 4. Budha
( ) 5. Hindu
6. Pendidikan Terakhir : ( ) 1. SMP ( ) 2. SMA ( ) 3. S-1 ( ) 4. Dll
Kuesioner Peran Masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak Petunjuk pengisian : Berikan tanda Cheklist (√) pada setiap kolom
jawaban yang bersedia dibawah ini sesuai dengan peran masyarakat dalam meningkatkan status gizi anak. Dimana “Ya” atau “Tidak”
No Pernyataan Ya Tidak 1. 2. 3. 4 . 5. 6. 7. 8. 9. PARTISIPASI MASYARAKAT
Apakah masyarakat sudah turut serta dalam memecahkan permasalahan untuk status gizi anak ?
Apakah masyarakat setempat turut memberi perhatian yang berkaitan dengan peningkatan status gizi anak ?
Apakah masyarakat yang aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan menyadari pentingnya menjalin kerjasama yang baik dalam memperbaiki status gizi anak ?
Apakah kader kesehatan atau tokoh masyarakat dalam pelayanan kesehatan pernah diberikan pelatihan oleh puskesmas atau pemerintah ?
Apakah masyarakat yang berperan termotivasi agar ikut terlibat dalam program pemberian makanan tambahan ? KONSELING
Apakah tokoh masyarakat atau kader berperan sebagai sumber informasi kesehatan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan status gizi anak ?
Apakah ada anggota masyarakat setempat sebagai konsultan (konselor) bagi masyarakat dalam memecahkan masalah gizi anak ?
Apakah masyarakat yang berperan sebagai kader peduli kesehatan melaksanakan kegiatan konsultasi dalam meningkatkan status gizi anak melalui Posyandu?
Apakah masyarakat terlibat dalam proses memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi balita untuk mengoptimalkan tim kerja tenaga kesehatan ?
10. 11. 12. 13. 14. 15.
Apakah masyarakat yang berperan menjelaskan pentingnya gizi, bagi anak saat konseling kepada Orang tua anak ? KONTRIBUSI MASYARAKAT
Apakah masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan upaya meningkatkan status gizi anak melalui penyusunan menu makanan yang dikonsumsi ?
Apakah masyarakat ikut berkontribusi aktif dalam memikirkan, merencanakan, melaksanankan, dan mengevaluasi program kesehatan masyarakat tentang peningkatkan status gizi anak melalui pemberian makanan tambahan ?
Apakah masyarakat turut membantu bantuan dalam hal : tenaga, pemikiran, ide – ide, dana, dan lainnya dalam upaya meningkatkan status gizi anak ?
Apakah dikelompok-kelompok masyarakat sering menyumbangkan makanan tambahan yang dibutuhkan oleh anak ?
Apakah masyarakat bersedia membantu petugas kesehatan dan kader kesehatan dalam pelayanan gizi anak ?
RELIABILITY
/VARIABLES=VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007
VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015
/SCALE('ALL VARIABLES') ALL/MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL .
Reliability
[DataSet0]Scale: ALL VARIABLES
Case Processing SummaryN %
Cases Valid 10 90,9
Excluded(
a) 1 9,1
Total 11 100,0
a Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,745 15 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Q1 9,4000 11,156 ,000 ,749 Q2 9,7000 9,567 ,454 ,720 Q3 9,7000 8,456 ,878 ,674 Q4 9,7000 12,011 -,325 ,793 Q5 9,7000 10,456 ,149 ,751 Q6 9,7000 9,789 ,375 ,729 Q7 9,7000 10,456 ,149 ,751 Q8 9,7000 9,789 ,375 ,729 Q9 9,7000 8,456 ,878 ,674 Q10 9,7000 8,456 ,878 ,674 Q11 9,8000 10,178 ,216 ,745 Q12 9,8000 10,844 ,013 ,766 Q13 9,8000 10,400 ,147 ,752 Q14 9,8000 8,844 ,666 ,695 Q15 9,7000 9,567 ,454 ,720
SAVE OUTFILE='C:\Program Files\SPSS\WINTA CINTA YESUS.2.sav' /COMPRESSED.
SAVE OUTFILE='C:\Documents and Settings\acer\My Documents\WINTA CINTA YESUS.2.sa
v'/COMPRESSED. GET
FILE='C:\Program Files\SPSS\valid.sav'. DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
FREQUENCIES
VARIABLES=USIA JK STATUS AGAMA P.TERAKHIR Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10
Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 /ORDER= ANALYSIS .
Frequencies
[DataSet1] C:\Program Files\SPSS\ Statistics
valid.sav
GET
FILE='C:\Program Files\SPSS\valid.sav'. DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
FREQUENCIES
VARIABLES=USIA JK STATUS AGAMA P.TERAKHIR Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10Q11 Q12 Q13 Q14 Q15
/ORDER= ANALYSIS .
Frequency Table
USIA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 29 1 3,3 3,3 3,3 30 1 3,3 3,3 6,7 31 3 10,0 10,0 16,7 32 3 10,0 10,0 26,7 33 2 6,7 6,7 33,3 34 3 10,0 10,0 43,3 35 2 6,7 6,7 50,0 36 2 6,7 6,7 56,7 37 2 6,7 6,7 63,3 38 2 6,7 6,7 70,0 39 3 10,0 10,0 80,0 40 5 16,7 16,7 96,7 41 1 3,3 3,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Statistics 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Valid Missing N
JK
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid perempuan 30 100,0 100,0 100,0
STATUS
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid menikah 29 96,7 96,7 96,7 janda/duda 1 3,3 3,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 AGAMA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid kristen protestan 24 80,0 80,0 80,0
katolik 6 20,0 20,0 100,0
Total 30 100,0 100,0
P.TERAKHIR
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid SMP 6 20,0 20,0 20,0 SMA 14 46,7 46,7 66,7 S-1 5 16,7 16,7 83,3 DLL 5 16,7 16,7 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 1 3,3 3,3 3,3 ya 29 96,7 96,7 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid tidak 2 6,7 6,7 6,7
ya 28 93,3 93,3 100,0
Q3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 3 10,0 10,0 10,0 ya 27 90,0 90,0 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 2 6,7 6,7 6,7 ya 28 93,3 93,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q5
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 8 26,7 26,7 26,7 ya 22 73,3 73,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q6
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 6 20,0 20,0 20,0 ya 24 80,0 80,0 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q7
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 12 40,0 40,0 40,0 ya 18 60,0 60,0 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q8
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid tidak 3 10,0 10,0 10,0
ya 27 90,0 90,0 100,0
Q9
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 5 16,7 16,7 16,7 ya 25 83,3 83,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q10
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 5 16,7 16,7 16,7 ya 25 83,3 83,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q11
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 11 36,7 36,7 36,7 ya 19 63,3 63,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q12
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 13 43,3 43,3 43,3 ya 17 56,7 56,7 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q13
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 11 36,7 36,7 36,7 ya 19 63,3 63,3 100,0 Total 30 100,0 100,0 Q14
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid tidak 9 30,0 30,0 30,0
ya 21 70,0 70,0 100,0
Q15
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid tidak 10 33,3 33,3 33,3 ya 20 66,7 66,7 100,0 Total 30 100,0 100,0 FREQUENCIES
VARIABLES=USIA JK STATUS AGAMA P.TERAKHIR Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10
Q11 Q12 Q13 Q14 Q15
/STATISTICS=STDDEV VARIANCE RANGE MINIMUM MAXIMUM MEAN MEDIAN MODE /ORDER= ANALYSIS .
Frequencies
Statistics USIA N Valid 30 Missing 0[DataSet1] C:\Program Files\SPSS\valid.sav
USIA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 29 1 3,3 3,3 3,3 30 1 3,3 3,3 6,7 31 3 10,0 10,0 16,7 32 3 10,0 10,0 26,7 33 2 6,7 6,7 33,3 34 3 10,0 10,0 43,3 35 2 6,7 6,7 50,0 36 2 6,7 6,7 56,7 37 2 6,7 6,7 63,3 38 2 6,7 6,7 70,0 39 3 10,0 10,0 80,0 40 5 16,7 16,7 96,7 41 1 3,3 3,3 100,0 Total 30 100,0 100,0
CURRICULUM VITAE
Nama : Winta Mariana Batubara
Tempat/tgl Lahir : Huta Simamora, 26 Juni 1986
Riwayat Pendidikan :1. 1992 - 1998 : SDN 114953 Tarutung 2. 1998 - 2001 : SMPN 05 Tarutung 3. 2001 - 2004 : SMAN 01 Tarutung