• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAMAT TANGGAL EDP

4.6 Kategorisasi dan Coding Tema Wawancara

4.6.2 Uraian Poin Resume Hasil Wawancara

1. Berkaitan dengan layanan informasi kepada masyarakat lokal yang bersifat pluralis, isi jawaban dari kedua subjek menyatakan bahwa mereka selalu

melakukan dorongan kepada para reporter dan anggota tim kerja untuk memenuhi kebutuhan informasi publik dengan cara mengangkat isu-isu pembangunan Sumatera Utara.

2. Berkaitan dengan keseimbangan informasi yang diangkat bagi masyarakat lokal yang dinamis, isi jawaban keduanya mengatakan selalu berimbang dan cukup proporsional dalam menginformasikan event-event keagamaan, kegiatan ormas maupun upacara kenegaraan.

3. Berkaitan dengan urgensitas berita dan informasi yang secepat mungkin perlu diketahui masyarakat, isi jawaban keduanya sedikit berbeda.

Yuda (Metro TV) melakukannya dengan cara negosiasi dengan argumen yang tepat kepada redaktur pusat agar hasil liputan biro Medan dapat segera ditayangkan;

Nova (TV One) mengatakan selalu melihatnya dari berbagai sudut pandang dan dilakukan melalui investigasi dan hasil liputannya disiarkan langsung melalui studio TV One Biro Medan.

4. Berkaitan dengan objektifitas sikap redaksional, isi jawaban dari keduanya mengandung makna yang sama, yakni mengenyampingkan kemauan pemilik modal dan selalu mementingkan kebutuhan publik.

5. Berkaitan dengan menentukan pilihan antara kebijakan pemerintah dan pemilik modal, isi jawaban Yuda (Metro TV) mengatakan akan mematuhi keduanya;

110

sementara Nova (TV One) mengatakan berusaha mengikuti peraturan pemerintah, karena selama ini pemilik modal tidak pernah intervensi.

6. Berkaitan dengan kemerdekaan wartawan sebagai wujud sikap kebebasan berekspressi, isi jawaban Nova (TV One) menyatakan kesulitan mendapatkan informasi terutama yang bersumber dari pejabat daerah;

sementara Yuda (Metro TV) lebih mengedepankan mutu produk bukan durasi, dengan cara berdiskusi kepada kerabat tim kerja untuk memilih hasil liputan mana yang pantas ditayangkan.

7. Berkaitan dengan aplikasi peraturan pemerintah khususnya tentang TV lokal berjaringan, isi jawaban dari kedua subjek mengandung kemiripan, yakni keduanya menyatakan secara konsep sudah disiapkan.

Yuda (Metro TV) mengatakan meski sudah menganggap pihaknya siap namun selalu menunggu perintah dan pendelegasian dari manajemen pusat karena ia merasa dirinya tidak dalam porsi pengambilan keputusan;

Sementara nova (TV One) menjawab sedikit lebih maju, karena dirinya merasa telah melakukannya dengan menyiarkan berita lokal selama 30 menit dari studio TV One biro Medan. Namun dari keduanya tetap menyoroti dari sisi ekonomi.

Nova (TV One) melihatnya secara positif bahwa dengan diberlakukannya peraturan tentang TV lokal berjaringan terdapat nilai tambah khususnya bagi para personil di daerah, serta perekrutan tenaga kerja baru di daerah;

Sementara Yuda (Metro TV) masih berkutat tentang mempersoalkan banyaknya peraturan yang tumpang tindih.

8. Berkaitan dengan pendelegasian tugas/wewenang manajemen, isi jawaban kedua subjek sedikit berbeda mengingat secara konsep dalam melaksanakan ketentuan pemerintah khususnya menyangkut prosedur kerja televisi lokal berjaringan serta perbedaan fasilitas infra struktur yang dimiliki. Salah satu perbedaannya adalah TV one biro Medan sudah memiliki studio, sementara Metro TV biro Medan belum.

Yuda (Metro TV) mengatakan bahwa pendelegasian tugas dari pusat ke daerah belum dilepaskan atau belum mendapatkan mandat;

Nova (TV One) menyatakan, secara operasional program sudah diberi kepercayaan penuh untuk mengelola program acara berita yang disiarkan secara live selama 30 menit dari studio biro Medan.

9. Berkaitan dengan kendala untung rugi perusahaan, isi jawaban keduanya menyatakan hal yang sama yakni kehawatiran mereka terhadap income perusahaan. Menurut keduanya pertimbangan perusahaan sangat hati-hati dalam memutuskan untuk melepas kantor biro mereka di Medan dalam melakukan operasional manajemen perusahaan secara mandiri, mengingat pemasok iklan lebih menyukai jika disiarkan secara nasional. Sehingga pengendalian manajemen perusahaan pada tingkat Biro sepenuhnya masih berada di tangan manajemen pusat.

BAB V P E N U T U P

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penganalisisan hasil wawancara kepada dua subjek penelitian sebagai sumber data primer, ditambah dengan hasil observasi di lapangan dan data dokumen internal kedua lembaga penyiaran (Metro TV dan TV One biro Medan) serta data dokumentasi kearsipan di kantor Komisi Penyiaran Daerah Sumatera Utara (KPID-SU) maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Adanya sikap yang positif dalam menyahuti peraturan pemerintah khususnya menyangkut isi dan tujuan undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2005 tentangn Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Swasta, serta peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI nomor 43 tahun 2009 tentang Sistem Stasiun Jaringan.

Respon yang diperlihatkan oleh dua lembaga penyiaran televisi swasta yang menjadi subjek penelitian ini (Metro TV / TV One biro Medan) cukup signifikan yakni dengan melakukan permohonan pendirian stasiun jaringan TV lokal ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Utara, dan berusaha menyiapkan kelengkapan infra dan supra struktur perusahaan serta dalam liputan kejadian/ peristiwa berusaha mengkat isu-isu lokal untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat daerah Sumatera Utara.

2. Dalam peroses menjalankan aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Sistem Stasiun Jaringan kendala yang menonjol adalah dari sisi ekonomi. Adanya kekhawatiran pihak manajemen terhadap untung rugi perusahaan, mengingat bahwa pemasok iklan lebih menyukai bersiaran melalui stasiun televisi nasional.

Berdasarkan kenyataan itu mereka (pemilik perusahaan) enggan melepas pengelolaan aspek manajerial stasiun televisi lokal secara mandiri. Kekhawatiran tersebut berdampak kepada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana produksi serta keberanian pengelola di tingkat biro mengambil kebijakan khususnya dalam menjalankan amanat peraturan yang berkaitan dengan Sistem Stasiun Jaringan secara konsisten, serta menyangkut tentang aplikasi konsep diversity of content dan diversity of ownership. Akibatnya pelaksanaan aturan tentang Sistem Stasiun Jaringan belum dapat dijalankan. 3. Dalam menyiasati kelemahan mereka ketika menjalankan aturan tentang

Sistem Stasiun Jaringan sekaligus memenuhi tuntutan layanan informasi lokal sebagai tanggung jawab sosial media kepada publik, maka pengelola stasiun televisi biro Medan khususnya TV One Medan melakukan penyisipan program acara berita lokal selama 30 menit di pagi hari melalui studio medan di sela-sela berlangsungnya tayangan program siaran Stasiun TV One Pusat. Sementara Metro TV Medan berusaha memenuhi target sejumlah item berita lokal untuk disiarkan melalui stasiun Metro TV pusat dengan cara secara kontiniu memberi argumen penguat kepada pengelola redaksi di tingkat pusat.

114

Berdasarkan keputusan manajemen pusat Metro TV, dalam waktu yang tidak lama mereka akan berupaya memenuhi kelengkapan prosedur dan kebutuhan infra maupun supra struktur Metro TV Biro Medan agar dapat menjalankan fungsinya sebagai sebuah Stasiun Televisi Swasta Lokal berjaringan.

5.2 SARAN

Mengingat betapa pentingnya informasi bagi masyarakat lokal dalam rangka penyebarluasan informasi secara berimbang serta menumbuh kembangkan potensi kearifan lokal (diversity of content) maka disarankan kepada para pengelola dan penanggung jawab lembaga penyiaran televisi swasta sebagai berikut :

1. Perlunya pemahaman secara benar bagi setiap pengelola/penanggung jawab Lembaga Penyiaran, khususnya para pengelola Lembaga Penyiaran Televisi Swasta Lokal berjaringan terhadap peraturan pemerintah dalam bidang penyiaran sebagai wujud dari sikap turut memberi dukungan terhadap peberdayaan sistem dan tata kelola informasi publik secara sehat.

2. Menyadari akan tanggung jawabnya kepada publik khususnya publik lokal sebagai sebuah lembaga yang berdiri, hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat lokal sekaligus mepergunakan ruang publik sebagai sarana bisnis penyiarannya, maka pelaksanaan peraturan dalam kaitan dengan pemberikan layanan informasi kepada publik lokal dinilai sebagai suatu kewajiban yang sangat pantas dan wajar.

berlaku mengingat bahwa keberadaan Lembaga Penyiaran di Indonesia merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari unsur kekuatan Negara khususnya dalam bidang informasi.

4. Dengan adanya kenyataan yang terjadi di lapangan, bahwa belum terlaksananya secara konsisten pelaksanaan peraturan tentang Sistem Stasiun Jaringan oleh lembaga televisi swasta lokal khususnya di Sumatera Utara, kiranya bagi para pemerhati dunia penyiaran baik institusi formal maupun non formal, fenomena ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian demi terbangunnya sebuah sistem informasi yang lebih berdaya guna dan berhasil guna.

5. Oleh karena produk aturan tentang Sistem Stasiun Jaringan, menurut hemat peneliti dinilai sangat sesuai dengan iklim penyiaran di Indonesia dikaitkan dengan teori Tanggung Jawab Sosial Media, maka kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, agar lebih fokus dan kontiniu mengaktualisasikannya dalam wujud melakukan langkah-langkah pembinaan, pengawasan serta bersikap tegas kepada setiap pengelola lembaga penyiaran yang tidak taat aturan.

Dokumen terkait