ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
2. KATEGORISASI PENELITIAN
Kategorisasi skor konsentrasi belajar penelitian dapat dilihat melalui uji signifikansi perbedaan antara mean empirik dan mean hipotetik. Skala konsentrasi belajar terdiri dari 21 aitem dengan 5 alternatif jawaban dengan nilai bergerak dari rentang 1 sampai dengan 5, sehingga dihasilkan total skor minimun sebesar 21 dan skor maksimum sebesar 105. Sehingga luas jarak sebarannya 105-21 = 84. Dari skala konsentrasi belajar diperoleh mean hopotetik sebesar 63 dan standar deviasi sebesar 84/6 = 14
Tabel 7. Rangkuman Nilai Empirik dan Hipotetik Konsentrasi Belajar
Variabel Empirik Hipotetik
Konsenterasi Belajar
Min Max Mean SD Min Max Mean SD
71 97 84 7,237 21 105 63 14
Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil perbandingan empirik dan hipotetik dari variabel konsentrasi belajar menunjukkan pH < pE yaitu 63 < 84
sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar pada subjek penelitian lebih tinggi daripada populasi pada umumnya.
Selanjutnya, subjek akan digolongkan kepada tiga kategori konsentrasi belajar yaitu : konsentrasi belajar rendah, konsentrasi belajar sedang dan konsentrasi belajar tinggi.
Norma kategorisasi yang digunakan sebagai berikut :
Tabel 8. Norma Konsentrasi Belajar
Rentang Nilai Kategori
X < (µ-1,0SD) Konsentrasi Belajar Rendah (µ-1,0SD) ≤ X < (µ+1,0SD) Konsetrasi Belajar Sedang
X ≥ (µ+1,0SD) Konsentrasi Belajar Tinggi
Sehingga dari tabel 8 diperoleh data pada tabel 9 :
Tabel 9. Rangkuman Kategorisasi Data Konsentrasi Belajar
Rentang Nilai Kategori
X < (76,7) Konsentrasi Belajar Rendah
(76,7) ≤ X < (91,2) Konsetrasi Belajar Sedang
X ≥ (91,2) Konsentrasi Belajar Tinggi
Dari rangkuman kategorisasi data konsentrasi belajar, maka pengkategorisasian konsenterasi belajar dari masing-masing kelompok subjek dapat dilihat pada tabel 10 :
Tabel 10. Kategorisasi Konsentrasi Belajar Sebelum dan Sesudah Pengaturan Tempat Duduk U Shape
Subjek Skor Konsenterasi Belajar Sebelum (Pretest) Kategori Konsenterasi Belajar Skor Konsenterasi Belajar Sesudah (Posttest) Kategori Konsenterasi Belajar 1 82 sedang 83 sedang 2 89 sedang 92 tinggi 3 95 tinggi 97 tinggi 4 90 sedang 91 tinggi 5 81 sedang 83 sedang 6 89 sedang 90 sedang 7 89 sedang 93 tinggi 8 90 sedang 91 tinggi 9 74 rendah 87 sedang 10 71 rendah 76 sedang 11 82 sedang 85 sedang 12 80 sedang 82 sedang 13 89 sedang 90 sedang 14 93 tinggi 95 tinggi 15 76 sedang 77 sedang Total 1270 1312
Tabel 10 diatas menunjukkan perbedaan skor konsentrasi belajar subjek penelitian pada saat pretest dan pada saat posttest. Setelah dilakukan pengaturan tempat duduk U Shape dapat dilihat adanya peningkatan konsentrasi belajar subjek penelitian.
Dari Hasil pengkategorian masing-masing subjek, diperoleh persentasi data sebagai berikut :
Tabel 11. Penggolongan Subjek Penelitian
Kategori Jumlah Subjek Persentasi Pretest Postest Pretest Postest
Konsentrasi Belajar Rendah 2 0 13,33% 0 % Konsentrasi Belajar Sedang 11 9 73,33% 60% Konsentrasi Belajar Tinggi 2 6 13,33% 40% Total 15 15 100% 100% 3. PEMBAHASAN
Hasil dari analisa data dalam penelitian yang dilakukan di lembaga belajar informal Harvard English Course sei rampah diperoleh hasil bahwa ada pengaruh pengaturan tempat duduk U Shape terhadap konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar menurut Slameto (2003) konsentrasi merupakan pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan mengenyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan, dimana dalam belajar konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap mata pelajaran dengan mengenyampingkan semua hal yang tidak berhubungan dengan pelajaran.
Nugroho (2007) mengungkapkan beberapa aspek yang mempengaruhi konsentrasi belajar yaitu : pemusatan pikiran, motivasi, rasa kuatir, perasaan
tertekan, gangguan pemikiran, gangguan kepanikan, dan kesiapan belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar adalah faktor dari lingkungan. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Herlina (2007) yang berjudul “Pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa” dimana dilakukannya perlakuan berupa pengelolaan kelas yang terdiri dari pengaturan perabot, sarana belajar, alat peraga, panjangan kelas, pengaturan tempat duduk, pengelompokkan siswa, sampai pembuatan laporan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan nilai pada kelas ekpserimen setelah mendapatkan perlakuan.
Pengaturan tempat duduk U Shape di Harvard English Course sei rampah dilakukan pada tanggal 23 April 2014. Sebelum dilakukan pengaturan tempat duduk U Shape dilakukan pretest kepada subjek penelitian yang masih menggunakan pengaturan tempat duduk tradisional (yang umum digunakan), kemudian diberikan posttest kepada subjek penelitian setelah satu minggu (tiga kali pertemuan) dilakukan pengaturan tempat duduk U Shape . Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah konsentrasi belajar responden (subjek penelitian) tersebut mengalami peningkatan setelah dilakukan pengaturan tempat duduk menjadi bentuk U.
Pengaturan tempat duduk U Shape dilakukan sesuai dengan teori yang dikemukan oleh Wiyani (2013) dimana formasi ini sangat ideal, efektif, dan efesien untuk diterapkan di dalam sebuah kelas. Formasi tempat duduk U Shape ini sangat menarik dan mampu mengaktifkan para siswa atau peserta didik sehingga mampu membuat mereka antusias dalam belajar sehingga harapan
keberhasilan kegiatan belajar-mengajar dapat tercapai. Pada formasi ini, guru merupakan yang paling aktif bergerak dinamis ke segala arah serta langsung berinteraksi dengan secara berhadap-hadapan dengan peserta didiknya. Dengan begitu, para siswa dapat lebih memaksimalkan potensi alat indra yang dimilikinya dalam kegiatan belajar mengajar dan mampu berinteraksi secara langsung sehingga akan mendapatkan respon dari guru secara langusng.
Selain itu, pada saat dilapangan terdapat keterbatasan dalam melakukan penelitian dengan menggunakan pengaturan tempat duduk U Shape yaitu Pengaturan tempat duduk U Shape membutuhkan area yang cukup luas sehingga tidak memungkinkan melakukan penelitian dengan jumlah siswa yang besar dalam satu kelas. Oleh karena itu, peneliti harus memperhatikan dan mencocokan luas ruangan, panjang bangku dan kursi yang digunakan agar penyusunan tempat duduk U Shape yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh wiyani (2013).
Perubahan konsentrasi belajar dapat dilihat dari perubahan skor konsentrasi belajar sebelum dilakukannya pengaturan tempat duduk U Shape dengan sesudah dilakukannya pengaturan tempat duduk U Shape. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terhadi peningkatan rata-rata skor konsenterasi belajar pada saat pretest yaitu sebesar 84,67 (SD = 7,237) meningkat menjadi 87,47 (SD = 6,289) pada saat posttest. Pada saat sebelum dan sesudah dilakukan pengaturan tempat duduk U Shape diperoleh perbedaan signifikansi p = 0,001
dengan α = 0,05 (p < 0,05). Dari hasil uraian tersebut maka dapat disimpulkan
tempat duduk U Shape terhadap konsentrasi belajar siswa primary di Harvard English Course sei rampah diterima. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Wiyani (2013) perubahan posisi tempat duduk memiliki banyak manfaat dalam mencapai keberhasilan belajar. Beberapa manfaat dari pengaturan tempat duduk adalah : menghindari kejenuhan pada peserta didik dalam belajar, menjadikan fokus belajar peserta didik tetap terjaga, meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, memudahkan guru dan peserta didik bergerak dan berinteraksi saat kegiatan belajar-mengajar didalam kelas.
Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Slameto (2010) dimana seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, yang disebabkan karena: kurang berminat terhadap mata pelajaran yang dipelajari, terganggu oleh keadaan lingkungan (bising, keadaan yang semrawut dan lain-lain), pikiran kacau/masalah- masalah kesehatan yang terganggu (badan lemah), bosan terhadap pelajaran/sekolah dan lain-lain. Jadi pengaturan tempat duduk merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap konsentrasi belajar. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaturan tempat duduk U Shape dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa primary di Harvard English Course sei rampah.
BAB V