• Tidak ada hasil yang ditemukan

KB (AHMAD MUBASYIR MAHFUD) : Kalau begitu Pasal 34, pengambilan putusan

Dalam dokumen BIDANG ARSIP DAN MUSEUM (Halaman 35-38)

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(RAPAT: SETUJU) T erima kasih

F- KB (AHMAD MUBASYIR MAHFUD) : Kalau begitu Pasal 34, pengambilan putusan

KETUA RAPAT :

Pasal 34, juga "putusan", Pengambilan putusan oleh pengadilan ya "ke" pak, setuju pasal ini

KETUA PANSUS :

Maksud Pasal 34 itu ya "putusan" itu, berdasarkan hukum, keadilan, kebiasaan. Substansi, itu bukan "keputusan", jadi berkaitan Pasal 34, 35, itu, maka "pengambilan" itu harus dirubah kalau tidak cocok. "putusan" tetap "putusan, Jadi bukan "Keputusan" Pasal 34. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Kalau begitu diringkas saja, "putusan sidang arbitrase", "pengambilan" dan "oleh" dibuang.

"putusan sidang arbitrase dilaksanakan berdasarkan" itu

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

KETUA PANSUS :

Jangan "dilaksanakan" tetapi "diambif' KETUA RAPAT :

"Putusan sidang arbitrase diambil' masa "diambil, "putusan sidang arbitrase ditetapkan berdasarkan", Putusan sidang arbitrase ditetapkan, makanya begini, setelah merajut-rajut ya pak,.

Jadi besok yang sudah itu kita tolong disusun kembali, besok sore sambil kita ini, karena ini rupanya ada ahli-ahli mencocokkan dengan yang AAKI, dan mencocokkan dengan ahli-ahli itu ada.

Jadi barangkali ada yang kurang bisa kita masukan, saya tidak perlu yang ahli itu siapa, semua ahli gitu saja. Jadi pasal ini setuju ya, setuju

(RAPAT: SETUJU)

Pasal 36.

f·KB (AHMAD MUBASYIR MAHFUD) :

Pasal 35 Ayat (2), (3), dan (4).

KETUA RAPAT :

Silahkan, sudah setuju seluruhnya, tidak ada masalah, ada masalah pak Mubasyir. Sudah saya kira ini, ini tekhnis, setuju ! setuju pak Mubasyir ?

(RAPAT: SETUJU)

Berikutnya Pasal 36.

PEMERINT AH :

Pasal 36 merupakan rancangan undang-undang PPHI Pasal 23 berbunyi sebagai berikut:

Ayat (1) Keputusan arbitrase hubungan industrial hilang putusan arbritrase mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para pihak yang berse/isih dan merupakan putusan yang bersifat akhir dan tetap.

Ayat (2) Dalam ha/ putusan arbritrase sebagaimana dimaksud da/am Ayat (1).

KETUA RAPAT :

Saya ditulis sekali saja pak "ke" dibuang. Putusan arbritrase mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, supaya kita menulisnya, tadi pak Dirjen sudah ngomong putusan tetapi tulisan belum berubah. Putusan arbitrase mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para pihak yang berselisih dan merupakan putusan yang bersifat akhir dan tetap. Teruskan.

PEMERINT AH :

Ayat (2) Dalam ha/ putusan arbitrase sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) tidak dilaksanakan oleh salah satu pihak maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan pihak terhadap siapa putusan itu akan dijalankan agar putusan diperintahkan untuk dijalankan.

lni maksudnya eksekusi, jadi pengadilan negeri dimana pihak yang mengajukan eksekusi tersebut berdomisili.

Ayat (3) Perintah sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) harus diberikan paling lama tiga puluh hari setelah permohonan didaftarkan pada Panitera Pengadi/an Negeri setempat dengan

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

tidak memeriksa a/asan apapun atau pertimbangan dari keputusan arbritrase hubungan dari putusan arbitrase.

KETUA RAPAT :

Ada substansi dari undang-undang ini pak, 59 ini dimana ini ada ayat (1) Pasal 59 da/am waktu paling lama tiga puluh hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan lembar asli atau lembar salinan otentik putusan diserahkan dan didaftarkan oleh arbiter atau kuasanya kepada ... ini didaftarkan ya.

Kami persilahkan kepada Bapak-bapak dan lbu, saya tidak jadi.

Putusan arbritrase mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para pihak yang berse/isih dan merupakan putusan yang bersifat akhir dan tetap dalam ha/ putusan arbritrase sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dilaksanakan oleh salah satu pihak maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan pihak tetap bukan pihak, pihak mana, tempat kedudukan pihak terhadap siapa putusan itu akan dijalankan agar putusan di perintahkan untuk dijalankan, perintah sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) harus diberikan paling lama tiga puluh hari setelah permohonan didaftarkan pada panitera pengadilan negeri setempat dengan tidak memeriksa alasan pertimbangan dari keputusan arbitrase hubungan industrial, jadi ini bukan pengadilan industrial ini pak ya.

PEMERINT AH : Karena eksekusi.

KETUA RAPAT :

Ya eksekusi. Saya silakan Bapak-bapak dan lbu.

F·PDIP (dr. REKSO AGENG HERMAN) :

Mungkin Ayat (2) itu terhadap siapa putusan itu harus, bukan akan lagi, harus dijalankan agar, putusan perintah kan untuk dijalankan, jadi dia sudah harus menerima itu. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Dalam ha/ putusan arbitrase sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dilaksanakan o/eh salah satu pihak, maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan kepada pengadi/an negeri yang daaerah hukumnya meliputi tempat kedudukan pihak terhadap siapa putusan itu harus dijalankan. lni kata "akan" diganti "harus".

Silahkan yang lain.

F· TNl/POLRI (SUWITNO ADI, S.IP) :

Saya mungkin ini hanya ini saja pak, editing saja pak. Jadi keputusan yang berkuatan hukum tetap bersifat akhir itu didulukan, baru yang kekuatan hukum tetap dan bersifat akhir itu mengikat kedua belah pihak.

KETUA RAPAT : Jadi bagaimana pak.

F· TNl/POLRI (SUWITNO ADI, S.IP) :

Jadi rumusannya begini, putusan arbitrase mempunyai kekuatan hukum tetap dan bersifat akhir yang mengikat para pihak yang berselisih.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

KETUA RAPAT :

Mungkin akhir dulu pak, putusan arbitrase mempunyai kekuatan hukum yang bersifat akhir dan tetap dan mengikat, karena ini prosesnya memang bersifat akhir dulu pak, bersifat akhir dan tetap yang mengikat para pihak, atau pak Dirjen bisa sempurnakan maksudnya itu.

PEMERINT AH :

Ya kami serahkan ke pak prof. Saja ini pak, silahkan pak.

AHLI HUKUM:

Perlu kita perhatikan tahapan berlakunya putusan itu. Jadi putusan ini sebenamya diterbitkan untuk kepentingan pihak oleh karena itu tentunya penyebutannya mengikat pihak-pihak. Kemudian selain itu putusan ini juga mempunyai sifat akhir dan tetap sehingga saya berpendapat bahwa kalimat aat (1) ini sudah cukup baik. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Pak Witno sudah dapat dipahami pak, setuju.

F.TNl/POLRI (SUWITNO ADI, S.IP):

Memang substansinya sama saja. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Terima kasih, setuju pasal ini.

(RAPAT: SETUJU)

Bapak-bapak dan lbu yang saya hormati, ini tinggal enam pasal dan pada Pemerintah saya informasikan dan ini teman-teman mulai jam sembilan terus menerus tidak ada yang istirahat ini tadi, karena tinggal enam pasal bagaimana kalau ini kita akhiri dengan catatan itu supaya di edit lengkap besok sehingga huruf ini khususnya bisa kontrol dengan yang ada itu dibantu lbu Nurbalqis bisa kontrol mana yang belum ini sudah masuk dan tidak karena yang putri haya dua, itu besok bisa di. Kalau besok itu sudah selesai bapak-bapak sekalian tinggal hari Kamis saya minta nagih lagi pada Pemerintah hari kamis tidak ada waktu lain, kalau minggu itu harus final tentang Mahkamah Agung ya saya sifatnya nagih perkara tidak bisa urusan Pemerintah, saya tagih bagaimana hari kamis itu bisa karena jum'at sudah kesana, kalau bisa, jadi UU tergantung satu itu.

Jadi dengan demikian bapak-bapak sekalian besok itu kita selesaikan arbitrase dan koreksi serta sangsi pidana. Sidang kita skors sampai besok jam dua. Terima kasih. Assalamu'alaikum wr wb.

RAPAT DISKORS PUKUL 17.45 WIB.

Jakarta, 18 September 2001 a.n. KETUA RAPAT

Sekretaris Rapat,

Ny. Anita Soekardjo. SH NIP.210000974

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

Dalam dokumen BIDANG ARSIP DAN MUSEUM (Halaman 35-38)

Dokumen terkait